Menyebarkan Cinta di Atas Makna

Posted on Updated on

Wahai kekasihku. Dalam makna cinta, kuberikan sebuah warisan yang indah ini sebagai pedoman untuk menjalani hidup dan kehidupan. Kemudian dengan itu pula aku mengharapkan kepadamu untuk sudi menularkannya bagi yang lain, sebagai wujud cintamu yang tinggi.

Ketahuilah bahwa mereka yang terbaik adalah dia yang bermanfaat bagi orang lain. Itupun tidak hanya sebatas sabda Nabiyullah, melainkan telah nyata dalam kehidupan sosial. Namun, bagi mereka yang tidak memiliki kebijaksanaan, maka akan menjadikan pesan ini hanya sebagai hiburan semata. Pencerahan yang sejatinya bisa ia dapatkan dari istiqomah dalam anjuran diatas, malah dibalas dengan kezaliman diri. Ketidaktahuan terus saja dijadikan alasan pembenaran diri, padahal sang kekasih telah mengingatkan bahwa: “Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap orang, laki-laki dan perempuan” (Shahih Al-Bukhari). Sehingga, mengapa engkau beralasan tidak memahami karena tidak pernah tau dengan aturan itu?

Menyebarkan keindahan cinta adalah sangat baik, namun baiklah bila sebelumnya mengikuti pembelajaran yang mendalam. Sebab, seiring dengan semakin luasnya ilmu pengetahuan, maka akan menghasilkan kerendahan hati. Akibatnya, cepat atau lambat seseorang akan kian mengetahui batas kelemahan diri dan ketidaktahuannya. Sehingga, menjauhlah ia dari perilaku dhalim dan loba (rakus, tamak).

Untuk itu, jalanilah kewajibanmu sendiri meskipun tidak sempurna. Daripada menjalankan kewajiban orang lain meski dengan baik. Sebab, dari usaha memenuhi kewajiban sendiri, seseorang akan berkesempatan besar meraih kemuliaan, karena ia pun mengetahui mana saja yang perlu di benahi demi kesempurnaan batinnya. Sedangkan bila menjalankan kewajiban orang lain, maka yakinlah bahwa kepuasan yang di dapatkan tidak sebesar kemuliaan dari hasil jerih payah sendiri.

Sehingga, nyatakanlah kepada sang waktu bahwa kehadiranmu di dunia adalah untuk manfaat. Engkaupun hanya menjalani dengan maksimal tentang arti peranmu sebagai makhluk sempurna. Sebab, bila kau datang dengan tanpa tau tujuanmu dalam melangkah, maka akan banyaklah kecelakaan. Tidak ada konsentrasi yang jelas, karena tindakan bebas yang tanpa batas menjadi bagian yang terus terlaksana. Semuanya ada dalam satu keutuhan konsep duniawimu. Sehingga seluruh semesta batinmu akan terus masuk ke dalam goa yang kelam tak bercahaya.

Begitupun penyebaran cinta di atas makna, ia tidak boleh dibatasi oleh perbedaan dan perselisihan. Justru ketika cinta di atas makna bisa mengalir di luar persamaan, ia akan semakin terlihat indah. Cinta pun bisa gegap gempita dalam menyokong kedamaian dan menjadi pondasi dalam kesejahteraan.

O… jangan sembarangan dengan anggapanmu. Sebab, sehebat apapun dirimu maka kau tidak bisa mengetahui sepenuhnya apa saja yang dikerjakan oleh orang lain. Yang kau pandang tidak baik karena rendahnya pemahaman, bisa saja itulah hakekat yang telah sempurna. Sebaliknya, kemuliaan yang kau pandang dari satu penampilan seseorang, justru terkadang disanalah letak hina dinanya perilaku.

Berbaliklah dari kerdilnya pemahaman. Menjauhlah dari fanatik yang sempit agar napasmu tidak sesak. Sebab, dia yang terus merenungkan Sang Kekasih dengan cara yang benar akan menguasai diri sebagai manusia. Begitu pun bagi mereka yang tau siang hari adalah siang dan malamnya adalah malam, akan setara dengan pengetahuan zaman di seribu tahun. Karena tanpa memikirkan hal-hal lain, yang selalu menguasai dirinya dalam kegandrungan duniawi, ia telah melepaskan segala kepentingan. Dengan itu pula ia kian memahami hakekat cinta lalu menyebarkannya pada hati yang kaku.

Ya. Ketika semua yang nyata muncul dari sesuatu yang tidak nyata, maka hadirlah cinta dalam wujud yang agung. Ia pun tersebar di segala penjuru ruang dan waktu, yang menjadikan setiap sesuatu akan bergantung padanya. Sehingga, kau harus melepaskan diri dari urusan lain yang membelot dari kemurnian cinta. Menjadi sesuatu yang dilalui dengan tanpa meninggalkan keindahan cinta.

Itulah jiwa termulia, yang telah melepaskan diri dari tiap kepentingan demi menuju kepentingan Yang Terpenting. Bahkan jika ini diteruskan, maka seorang pribadi akan melepaskan diri dari kepentingan kelahiran dan kematian. Ia akan mencapai sesuatu yang murni penuh cinta, yang statusnya akan melampaui batasan zahir manusia.

Namun, mereka yang munafik terus saja mengandalkan tuhan-tuhan lainnya. Dengan hasrat keinginan dan nafsu yang terbelokkan dari kemurnian agama, maka terhambatlah sifat-sifat mulia. Padahal Tuhan yang tak termusnahkan hadir saat kita ada dan tidak ada. Sehingga, siapapun juga di alam jagat raya ini takkan bisa hidup tanpa kehadiran Tuhan Yang Maha Tunggal.

Begitu pun saat kaki-kakimu mulai melangkah dalam usaha mendekatkan diri pada Yang Ilahi. Dengan tangan-tanganmu yang mencoba meraih cinta-Nya, maka Ia pun akan menyentuh halus dengan tangan-Nya. Akibatnya, satu kesempatan hidup akan terdapat banyak kehidupan. Kedalaman pengalaman dengan berbagai kompleksitas pun akan terarah pada kebenaran. Sehingga, dalam waktumu kau akan memiliki kemurnian hati dan kebulatan tekad untuk menerima setiap kehendak-Nya.

Jadilah sosok yang senantiasa merendahkan hati dalam setiap kemampuan diri. Lihatlah betapa keindahan yang agung itu lahir dari sikap zuhud pada kehidupan duniawi. Tetap tunduk pada kemuliaan dan melakukan pembangkangan terhadap kesombongan. Sebab, untuk menjadi seorang yang sedemikian tercerahkan, maka pribadi harus tenang dalam cinta yang berakar pada kesederhanaan. Menikmati kesenangan dunia dengan sekedarnya saja demi menggapai kenikmatan abadi di akherat.

Keadaan ini disebut dengan penguasaan diri. Setiap keadaan yang bermula dari menaklukkan hasrat keinginan yang berlebihan (nafsu hawaiyah), menjadi penyerahan diri yang utuh pada setiap kehendak-Nya saja. Sehingga, ia pun merasa cukup dengan dirinya sendiri untuk kemudian mencukupi kebutuhan orang-orang yang berada di sekitarnya dalam cinta.

O… para pencari. Berusahalah dalam mengendalikan panca indramu. Sebab, objek-objek yang tidak baik akan mudah ditangkap olehnya, lalu mengambilnya sebagai sesuatu yang menyenangkan. Teruslah melangkah di jalan itu dan jangan sesekali mundur sebelum peperangan usai, karena bila kau tak kuasa dalam menguasai pertarungan, maka jiwamu akan kehilangan cahaya. Akalmu menjadi keruh dan budi pekerti pun hancur berantakan. Sehingga yang ada hanyalah kemunafikkan dalam bertindak dan kedhaliman saat menjalani tanggungjawab.

Jadilah pribadi yang seluas samudera, yang bisa terus menerus menyaring sampah dari sungai-sungai. Karena, seberapa pun kotornya limpahan dari sungai-sungai yang bermuara padanya, maka samudera tetap bisa mengubahnya menjadi air yang jernih dan berwarna biru terang. Begitu pun kau dalam hidup ini mesti menyaring setiap kotoran dunia karena tidak mendatangkan manfaat. Lalu menyebarkan wangi-wangi cinta dengan mengubahnya menjadi satu hal yang bisa mendatangkan keuntungan bagi kehidupan.

Ya. Sungguh nikmat bisa menyebarkan cinta di atas makna dalam kehidupan ini. Tiada pekerjaan yang lebih mulia dari ini, sebab darinya kau akan menyeimbangkan arti dan peranmu sebagai hamba Tuhan. Lalu melakukan segala sesuatu atas dasar cinta dan mencintai yang berlalu dalam setiap hakekat keindahan.

Untuk itu, hargailah jalan tindakan dari pada jalan ilmu pengetahuan yang keluar hanya dalam omongan. Jangan banyak berpikir bila tidak melakukan sesuatu yang nyata bermanfaat dalam kehidupan. Jauhlah memandang hari depan agar hidupmu penuh dengan gairah dan tekun dalam usaha kebaikan. Sebab, mereka yang terus menyebarkan cinta dalam kesabaran tinggi demi hari depan yang gemilang akan menemukan bahwa hidupnya bermakna. Waktu-waktunya dilalui dengan kelapangan hati dan pikiran. Gerak laku indranya terpaut kokoh dalam batin yang suci dan murni atas nama Tuhan. Sehingga setiap yang menjadi pekerjaannya akan membawa kebaikan dalam cinta.

Pun dalam mencapai kebebasan diri maka seseorang tidak akan bisa mencapai cinta bila hanya diam di kuil dan tidak bekerja. Adalah keadaan yang takkan berubah saat kita tidak mau merubah keadaan kita sendiri: “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra`d [13] : 11). Adalah kebodohan bila dengan akal yang sehat dan badan yang kuat tidak lantas membuatmu bergairah dalam usaha kebaikan. Sebab, setiap tindakan akan memiliki reaksi alamiah dan bisa membuat banyak perubahan. Tergantung apa yang menjadi fokusmu dalam bekerja, dimana baik dan buruk hasilnya adalah wujud nyata dari perilaku sebelumnya.

Dan lebih baik lagi bila kau melakukan usaha dalam menyebarkan cinta itu tidak dengan tujuan untuk mendapatkan teladan dari orang lain, melaikan demi memperoleh kebijaksanaan. Sehingga, hasilnya adalah bahwa keadaan orang lain berubah tidak karena dipengaruhi, tetapi karena kesadaran yang tinggi. Bukan pula karena keinginan untuk mendapatkan imbalan pahala, melainkan karena patuh kepada Tuhan.

Yogyakarta, 01 Maret 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Cuplikan dari buku: Cinta di Atas Makna, karya: Mashudi Antoro]

6 thoughts on “Menyebarkan Cinta di Atas Makna

    owee_ku said:
    Maret 1, 2011 pukul 6:23 am

    saya coba baca yaa ^^

      oedi responded:
      Maret 1, 2011 pukul 6:48 am

      Okey… selamat membaca dech…
      Makasih ya dek udah mau berkunjung…. semoga bermanfaat

    Andika said:
    Maret 2, 2011 pukul 4:03 am

    wah sungguh luas cinta diatas makna, ne harus baca berkali-kali baru mengerti makna dalam tulisan mas hehehe

    semangat mas lanjutkan 🙂

      oedi responded:
      Maret 2, 2011 pukul 12:55 pm

      Okey… makasih dik udah mau berkunjung dan membaca tulisan sederhana ini…
      Oh gitu ya? hmm…. gmana nanti kalu baca keseluruhan isi bukunya ya? mudah2n ga byk kesulitannya… hehe
      Siiip… harus semangat trus neh nulisnya…. biar cepat kelar… 🙂

    Herizal Alwi said:
    Desember 10, 2011 pukul 5:41 am

    Nice Job

      oedi responded:
      Desember 12, 2011 pukul 4:00 am

      Okey, makasih… semoga bermanfaat.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s