Dimanakah cinta dan kedamaian?

Manakala kehidupan cinta telah nyata dalam akhlakmu, maka Sang Kekasih akan hadir disampingmu. Engkau tidak perlu heran bila ia terus memberikan kekuatan, sebab kebaikan yang dilakukan atas nama cinta akan mengentaskan kemiskinan hati. Kapanpun kau mempercayakan hati padanya (cinta di atas makna), sesuatu (ketenangan) akan setia menemani kesendirian.

Tidak ada kekuatan yang lebih besar dari cinta. Kebangkitan dunia adalah ulahnya. Namun, karena kalian telah menceraikan zahir dari kasih sayang cinta, maka kehancuran dunia adalah hasilnya. Pertikaian ada dimana-mana, bencana kelaparan dan sosial lainnya kerap menyelimuti diri. Bahkan musnahnya satu peradaban beserta umatnya adalah satu dari akibat buruk dalam mengabaikan kekuatan cinta.

Inikah yang semestinya disaksikan oleh dua mata indah sang bocah lugu saat melihat ibunya tewas mengenaskan?

Lalu entah siapa yang ditangisinya? Ibu, ayah, kakak atau semua keluarganya.

Inikah keadilan, cinta dan kedamaian?


Haruskah seperti ini?

Kenapa harus anak kecil yang jadi korban?

Haruskah mereka ini yang menjadi korban?

Padahal mereka tidak tau apa-apa.

Inikah yang mesti di basmi?

Oh Ibu….!!!


Sampai kapan ini terjadi?

Masih tetap saja anak-anak yang menjadi korban…

Bahayakah mereka?


Kapan mereka bisa merasakan indahnya masa kecil?


Bisakah kau kabarkan pada mereka tentang dongeng kemenangan…

Lalu, apakah ini yang kita inginkan?? Yaitu azab Tuhan yang begitu dahsyat…


***

Begitulah akibat yang timbul karena mengabaikan kekuatan cinta. Ia memang akan membawa sejuknya keindahan dan kedamaian. Namun bila cinta disalahgunakan demi kepentingan yang jahat, maka bencanalah hasilnya. Semua akibat yang berdampak kemalangan tidak bisa lagi dicegah meski dengan usaha yang keras. Sebab, tidak ada penyesalan bila itu datangnya di depan. Semua hanya akan mengikuti hukum Tuhan yang bersifat bisa mengikuti perbuatan manusia.

Untuk  itu, sadarlah hai saudaraku, sebelum kesempatan itu hilang dan penderitaan kian banyak menghampiri. Laksana air bah yang meninggalkan sumbernya, maka seluruh negeri akan kebanjiran oleh luapannya dan terus membinasakan kehidupan dengan kekuatan yang menghancurkan.

Yogyakarta, 31 Januari 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Cuplikan buku “Cinta di atas Makna”, karya: Mashudi Antoro]

Iklan

10 thoughts on “Dimanakah cinta dan kedamaian?

    1. Iya memang…. sedih hati ini bila terus saja menyaksikan ketidakadilan dan hilangnya cinta dan kedamaian….
      Makasih sudah mau mampir, semoga bermanfaat.

    1. Subhanallah….
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
      Ya, saya sependapat dengan Anda, itulah yang bisa timbul bila setiap pribadi mengabaikan kekuatan cinta. Dampaknya tidak pernah main-main seperti pembunuhan dan pembantaian, bahkan azab Tuhan pun akan sedia hadir dalam kehidupan manusia.
      Salam… 🙂

  1. wah merinding ne bacanya mas… 😦
    kasian anak kecil yang menjadi korban, yang seharunya menikmati masa kecil yang bahagia
    sebuah intropeksi diri ne…..

    makasi mas linknya…

    1. Ya, benar sekali Dik, kenapa anak2 yg sering menjadi korban? Kenapa hingga sekarang banyak kerusakan terus terjadi pada umat manusia di dunia? padahaln bukankah Cinta itu begitu indah dan menyenangkan?
      Oke, terimakasih juga karena sudah mau berkunjung Dik, semoga bermanfaat.

  2. sngGh. …menyenth HATi….PuisI KaQ OEDi b’rmakna…s’andaynyA Puisi2 coretan q bisA S’Indh KryA KAq oedi.. …….PSty Q Dh jD PUITIS…

    1. Subhanallah…. jadi malu nih??
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
      Hmm… saya yakin kalau Iis sebenarnya bisa aja merangkai kalimat yang puitis atau jadi orang yang sangat romantis, bahkan lebih indah dalam merangkai bahasanya dari yg saya tulis ini, tergantung mau apa gak mencoba dan berusaha untuk itu…??
      Ayo SEMANGAT… di tunggu loh karyanya… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s