Cinta di Atas Makna

Ku tebarkan akar dari akar cinta yang mendalam. Makna demi makna yang tersirat. Sebuah haq yang menyenandungkan berbagai gairah hidup di perhentian sementara ini. Mengupas makna yang terjabarkan dalam mahligai keindahan yang sejati.

Inilah berkah cinta yang menyadarkan semua kewajiban. Perumpamaan cahaya yang menyinari di segala relung jagat raya. Sebuah rahasia terdalam atas perkenan agung-Nya segala penguasa dan pemilik kehendak.

Dalam keheningan yang pekat, terbesit keinginan untuk menjadikan harapan sebagai wujud yang nyata dalam keindahan. Dalam kebeningan hati, terungkap jelas makna hidup dan kehidupan yang fana. Menyindir akal yang terkungkung dalam bentuk makhluk yang kerap keliru dalam pilihan.

Cinta di atas makna adalah keindahan yang tak terkira. Ia lambang keabadian yang melekat di hati seorang yang bersyukur dan mensyukuri. Laksana kuda jantan yang napasnya tak tersengal-sengal dalam perlombaan. Melainkan meraih segala kemenangan, sebab pribadinya terus berlatih dan menyerap makanan yang sehat. Dan setelah lelah menarikan kegembiraan dari keberhasilan, ia pun kembali menyenandungkan kalimat tahmid, dzikir dan doa tanpa henti. Namun sayang, dalam suasana sakit kau memohon pada Tuhan agar penderitaan di ampuni. Tapi apakah kau sudah menjauh dari pelanggaran hakekat dan kehidupan? Sebab, ketololan dosamu jelas di tampakkan saat kau ingkar dari agama sejati.

Kepada siapa lagi aku mesti berbicara? Di mana ada telinga yang mendengar dan hati yang merasakan keindahannya? Di dunia ini sekarang tidak ada yang dapat menerima kasidah cintaku. Sebab, pujian-pujian itu bisa ada berkat ridha-Nya dalam masaku. Penjelasan tentang apa dan bagaimana kehidupan tampak pada sebentuk ajaran. Jika tidak mempunyai penglihatan yang waras, maka ruhani akan bergentayangan tak karuan. Seseorang tidak akan mampu merasakan kehadiran Tuhan. Pun tidak akan bisa merasakan kenikmatan cinta yang hakiki. Sehingga duniawi terus dijadikan sandaran dan tujuan perjalanan.

Hai pemuja bentuk. Pergilah mencari hakekat. Susuri keindahan tiap ruas jalannya. Sebab, hakekat adalah sayap yang menerbangkan akal dan hatimu dalam kedamaian. Jangan bergaul dengan keputusasaan. Karena masih ada sahabat yang jauh lebih baik disana. Jangan pergi ke arah gelapnya goa yang dalam. Sebab cahaya keindahan tetap hadir bagi diri yang beriman.

Akal tak mampu menguraikan luasnya cinta. Sedangkan hati bisa saja merangkum cinta itu di dalam dua bait kalimat terindah. Sekalipun kau dikenal sebagai yang cermat, maka kendatinya kau tidak akurat. Kesunyian akan bisa mengusikmu, terlebih saat cinta tak kesampaian. Namun, cinta yang mendera diri bisa tampak dalam penderitaan. Sebab cinta adalah sarana penyingkap rahasia yang tersembunyi. Kedangkalan akal budi bukan disebabkan oleh kemalangan. Bukan pula oleh karena Tuhan telah membenci pribadi. Melainkah kemalasan dalam bercermin diri dan mengkaji hakekat keindahan cinta adalah penyebabnya.

Tiada keindahan yang nyata bila dibandingkan dengan rangkaian kalimat cinta. Ia akan terus menebarkan setiap makna keindahan dan memadukan antara kebahagiaan dan anugerah. Lewat ungkapan yang sederhana, maka satu persatu hakekat cinta yang sejati bisa terejawantahkan dengan gamblang. Mengajak siapa saja yang tersentuh olehnya untuk bisa berbagi dalam kasih dan sayang. Menjadikan hidup terus berarti dan penuh dengan nuansa percaya diri dalam keimanan.

O… Jika di negeri ini banyak yang sakit jiwa, tentu akan ada tabib ruhani yang bisa menyembuhkannya. Namun bila yang sakit itu adalah orang-orang yang waras, demi Allah siapa yang bisa mengobatinya? Dan jika dunia kau anggap sebagai penjara bagi jiwamu kini. Maka keindahan dunia lain bisa dirasakan, saat ruhmu terbebas dalam kungkungan zahir. Untuk itu, sifat zuhud adalah bukti terlaksananya setiap kewajiban. Sedangkan bersedih hati adalah pertanda menonjolnya kemauan liar.

Lalu dimanakah kebahagiaan itu bersemayam, sebab kuingin sebuah nyali bergelora dalam cinta. Kuharap dada terkoyak dan mengeluarkan hakekat yang paling tersembunyi. Sebab dengan begitu setiap paparan kepiluan dapat terkabarkan secara nyata. Setiap orang akan menghibur diri dalam nada-nada yang jauh bermakna keindahan. Pun merindukan kasih sayang saat kerap berkumpul dalam majelis cinta.

Apabila sedih melanda diri, maka tidak ada barang mentah yang sulit untuk di masak menjadi makanan yang menyehatkan. Apabila laut kau taburi dengan garam yang berlimpah, maka sia-sialah semua pengorbananmu. Paling-paling kau akan letih dengan penyesalan yang dalam. Sedangkan berapa lama waktu yang tergadaikan dalam sikap yang konyol itu? Padahal mensyukuri dan menjaga samudra agar tetap lestari akan menjadi berfaedah bila dilakukan dalam kesadaran.

Inilah baranya cinta yang terabadikan di atas makna. Hanya untuk mereka yang tunduk pada Tuhannya saja ia dapat di peluk dengan mesra. Setiap kaidah pemahaman yang hakiki bisa menjadi lidah yang menjelaskan kesulitan. Menjabarkan hikayat cinta yang paling berpengaruh dalam setiap lini kehidupan.

Selamat datang hai pencari cinta. Keberuntungan akan menghampiri langkah hidupmu. Kesejahteraan bisa terejawantahkan di atas kesempitan. Tabib yang paling mumpuni pun lalu datang dalam sihir yang benar dan membenarkan. Dan semua itu bisa nyata dalam detik waktumu, asalkan keangkuhan dan kesombongan tercabut dari dasar hatimu. Dan mata yang bening kerap digenangi tangis pertaubatan.

Tetapi, seorang yang terpisah dari tali yang terbuat dari tiap-tiap genggaman tangan yang zuhud dalam hidupnya akan terbengkalai. Walaupun ia membaca ribuan syair dan puisi yang indah, maka itu tidak bisa menghibur jiwanya yang gersang. Kecemasan akan terus menghantui tiap hidup mereka yang kufur pada rahmat-Nya. Karena harum kebenaran telah menjauh pergi dan cinta mengharu biru dalam tetesan darah kepalsuan. Sehingga siapa saja yang mendekat dalam niat untuk pamrih akan menjadikan kesadaran ada di pinggir jurang yang terjal. Makna akan terjerambab lirih, apabila spora pada kaki kumbang tak melekat di tempat yang tepat dan subur.

Tebari benih-benih cinta yang unggul. Sirami dengan teratur agar ia menjadi bibit yang sehat dan bertahan meski dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Lalu biarkan kodrat Allah yang memegang kendali setiap hasil akhirnya. Ikhlaskan apa saja yang telah diberikan dan senantiasa bersabar dalam menjalani sesuatu yang ada pada diri sendiri. Kemudian jadikan setiap kehidupan dunia ini sebagai hal yang pertama tapi bukan yang utama, sedangkan akherat adalah sesuatu yang utama namun tidak pula yang pertama.

Waspadalah. Jangan sampai gemerlap permata duniawi menyilaukan mata batinmu. Jangan sesekali kau ikut dalam kafilah yang tak mengenal betul medan jalan di gurun Sahara. Walau fatamorgana disana terlihat menyejukkan dan bisa menyenangkan hati. Tentunya akan menyengsarakan hakekatmu yang diciptakan dalam wujud yang paling sempurna. Seperti air yang takkah bisa menyatu dengan minyak. Maka antara Haq dan kebatilan akan terus berperang di dalam diri seseorang. Atau sebaliknya, berusahalah berdamai dengan kejahatan namun tidak menjadikannya sebagai satu hal yang di sukai.

Untuk itulah Allah SWT pun berfirman: “Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu” (QS. Muhammad [47] ayat 36). Sehingga bulatkan tekad di hatimu dengan cinta yang tidak mengalahkan cinta kepada-Nya. Masing-masing dalam waktumu mesti selaras pada hubungan dengan Sang Pencipta, juga antara kau dan makhluk yang menjadi wujud kecintaan-Nya. Sudahi dengan segera tiap-tiap penghambaan terhadap kepemilikan dan kedudukan. Nikmati setiap kesenangan dunia dengan sekedarnya saja. Lalu kembalilah pada Dzat Yang Maha Agung dalam bentuk penyerahan diri yang paling tulus.

Biarkan kidung Syurgawi terus menyenandungkan kata-kata keindahan. Bebaskan batinmu untuk mencintai wajh (Dzat-Ku/Muhammad) karena ia adalah hakekat cahaya Ilahi. Cikal bakal penciptaan bagi semua makhluk. Sehingga tidak bisa di lihat dengan kezahiran diri, namun bisa dirasakan dalam cinta yang sejati. Sedangkan puncak yang bisa di gapai adalah keridhaan dari Sang Maha Kuasa.

Jadi, air yang tergenang akan dikalahkan dengan deras air yang mengalir diantara celah-celah bebatuan. Penampakannya bisa serupa, namun akan tidak sama dalam segi kadar mineral dan kebersihannya. Air yang tergenang tidak bergerak karena senantiasa mengendap dalam tampayan malas dimana ia tinggal. Sedangkan air yang mengalir di kali yang meliuk indah senantisa bergerak optimis dalam mengikuti jeram meski batu-batu cadas menghalangi jalannya. Sebegitulah kenikmatan kita yang berasal dari kefanaan dan terkadang semu belaka. Maka ia akan menetapkan dua hal untuk selalu dilakukan pemilihan. Antara kebaikan dan kejahatan, manakah yang menjadi keputusan untuk dijadikan dasar niat di dalam kalbu. Sehingga nikmat yang terbelah diantara dunia dan akherat dapat dirasakan secara menyeluruh. Dan cinta di atas makna adalah segala bentuk keindahan yang nyata bila dimiliki.

Yogyakarta, 25 Januari 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Cuplikan dari buku “Cinta di atas Makna”, karya: Mashudi Antoro]

Iklan

4 thoughts on “Cinta di Atas Makna

    1. Subhanallah.. semua ini atas izin Allah SWT, saya tidak melakukan apapun..
      Okey.. silahkan aja si save, terlebih untuk pribadi, asalkan demi manfaat..
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    1. Alhamdulillah.. semoga tulisan ini bermanfaat… 🙂
      Oh silahkan saja, senang bila berkenan.. asalkan tetap demi manfaat.. makasih atas kunjungan dan dukungannya.. Tetap SEMANGAT!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s