Pencari Cinta

Posted on Updated on

Sungguh, tiada keindahan yang nyata bila dibandingkan dengan rangkaian kalimat cinta. Ia akan menebarkan setiap makna keindahan dan memadukan antara kebahagiaan dan anugerah. Lewat ungkapan yang sederhana, maka satu persatu hakekat cinta yang sejati bisa terejawantahkan dengan gamblang. Mengajak siapa saja yang tersentuh olehnya untuk bisa berbagi dalam kasih dan sayang. Menjadikan hidup terus berarti dan penuh dengan nuansa percaya diri dalam keimanan.

Mari nikmati bait-bait berikut ini bila masih ada harapan di hatimu hai pencari cinta.

Kepada siapa lagi aku mesti berbicara?
Di mana ada telinga yang mendengar dan hati yang merasakan keindahannya.
Di dunia ini sekarang tidak ada yang dapat menerima kasidah cintaku.
Sebab, pujian-pujian itu bisa ada berkat ridha-Nya dalam masaku.

***
Penjelasan tentang apa dan bagaimana kehidupan tampak pada sebentuk ajaran.
Jika tidak mempunyai penglihatan yang waras, maka ruhani akan bergentayangan tak karuan.
Seseorang tidak akan mampu merasakan kehadiran Tuhan.
Pun tidak akan bisa merasakan kenikmatan cinta hakiki.
Sehingga duniawi terus dijadikan sandaran dan tujuan perjalanan.

***
Sekalipun kau dikenal sebagai yang cermat, maka kendatinya kau tidak akurat.
Kesunyian akan bisa mengusikmu, terlebih saat cinta menjadi tak kesampaian.

***
Cinta yang mendera diri bisa tampak dalam penderitaan.
Sebab cinta adalah sarana penyingkap rahasia yang tersembunyi.

***
Akal tak mampu menguraikan luasnya cinta.
Sedangkan hati bisa saja merangkum cinta itu di dalam dua bait kalimat terindah.

***
Sifat zuhud adalah bukti terlaksananya kewajiban.
Sedangkan bersedih hati adalah pertanda menonjolnya kemauan liar.

***
Kedangkalan akal budi bukan disebabkan oleh kemalangan.
Bukan pula oleh karena Tuhan membenci pribadi.
Melainkah kemalasan dalam bercermin diri dan mengkaji hakekat keindahan cinta adalah penyebabnya.

***
Jika di negeri ini banyak yang sakit jiwa, tentu akan ada tabib ruhani yang bisa menyembuhkannya.
Namun bila yang sakit itu adalah orang-orang yang waras, demi Allah siapa yang bisa mengobatinya?

***
Jika dunia kau anggap sebagai penjara bagi jiwamu kini.
Maka keindahan dunia lain bisa dirasakan, saat ruhmu terbebas dalam kungkungan zahir.

***
Dalam suasana sakit kau memohon pada Tuhan agar penderitaan di ampuni.
Namun apakah kau menjauh dari pelanggaran hakekat dan kehidupan?
Sebab, ketololan dosamu jelas di tampakkan saat kau ingkar dari agama sejati”

***
Hai pemuja bentuk.
Pergilah mencari hakekat.
Susuri keindahan tiap ruas jalannya.
Sebab, hakekat adalah sayap yang menerbangkan akal dan hatimu dalam kedamaian.

***
Jangan bergaul dengan keputusasaan.
Karena masih ada sahabat yang jauh lebih baik disana.
Jangan pergi ke arah gelapnya goa yang dalam.
Sebab cahaya keindahan tetap hadir bagi diri yang beriman.

==================================================================

Yogyakarta, 24 Januari 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

10 thoughts on “Pencari Cinta

    zhanaz45 said:
    Januari 25, 2011 pukul 6:33 am

    Ternyata ada pulau berbentuk hati..

    mampir yach http://nanazbazie.wordpress.com.. 😛

    salam kenal..

      oedi responded:
      Januari 25, 2011 pukul 7:49 am

      Hehe… iya ada…
      Salam kenal kembali dan terimakasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.
      Okey…. saya akan berkunjung.

    ningnong said:
    Januari 25, 2011 pukul 6:46 am

    gambarnya bagus di’ 😀

    hehhehe.. “Kepada siapa lagi aku mesti berbicara?
    Di mana ada telinga yang mendengar dan hati yang merasakan keindahannya.” sini2 di’ klo mo curhat, siap menampung 😀

    pgn pulang jogja lagi maret ntr, si bembeng ktnya mo k jogja jg bulan maret 😀

      oedi responded:
      Januari 25, 2011 pukul 7:40 am

      Hey… ada Nin-Q toh….
      Bagus ya gambarnya?? pas kan dg judul tulisan?
      Hmm…. emg masih mau nerima curhatanku? wong saiki wes bedo…. komentar utk novelku aja ga di kasih ampe skr?…. hehe….
      Dlm wkt dekat ga da rencana ke Jogja ya? cos aku kemaren ketemu Vendi, trus dia minta aku bisa buat acara utk anak2 2004 lagi, apa aja terserah, yang penting anak 04 bisa kumpul2 kaya dulu lagi, itung2 reunian gitu…. tar sekalian bahas utk reuni akbar (antara 5-10 tahun kedepan)….

        ningnong said:
        Januari 25, 2011 pukul 8:25 am

        hehehe.. belom baca2 lagi di’.. lagi gag mud baca e-book *jahatnya kawan kau ini.. 😀

        tiba2 keinget e-book nya juniper networks.. hwehehehe..
        masih nerima curhatan kog.. 😀

        ok, maret kyknya, biar tak urusnya si yudi n bembeng.. klo dirimu yg bikin kerangka acaranya gmn di’? ntr baru ditawarin k anak2 yg lain.. 😀

        oedi responded:
        Januari 25, 2011 pukul 8:33 am

        Hmmmm…. gitu yah…. 😦
        Yo wes semoga masih berkenan baca karya sederhana itu….
        Aku curhatnya sama Allah aja deh… biar lebih sadar diri ini akan kekhilafan dan kesalahan selama ini…
        Benar ya urusin yusdi n mbembeng??
        Wah jangan aku sendiri dunk, tar di bilang sok pinter n egois lg… hehe…
        Bareng2 aja ngonsepnya, cos yakin ga sulit kok… 🙂

    Andika said:
    Januari 25, 2011 pukul 7:12 am

    wah keren… kata”nya tentang cinta… bener nong gambarnya bagus nemu aja ne mas oedi

    ” salah satu kebahagian dalam hidup adalah rasa pasti bahwa kita dicintai ”
    bagaimana menurut mas kata” yang dika buat ne hehehhee bisa dimasukkan ga???

      oedi responded:
      Januari 25, 2011 pukul 7:44 am

      Dika, tiada keindahan yang tampak dengan nyata bila tidak ada cinta di dalamnya, makanya tulisan kali ini tetap saja mengenai cinta.
      Kata-kata yang bagus dan memiliki makna yang luas. Tapi maaf ga bisa dimasukin di tulisan ini cos itukan karya Dika. Silahkan Dika buat tulisan sendiri di blognya, itung2 tuh blognya di urus lagi… hehe… 🙂
      Makasih.

    ningnong said:
    Januari 25, 2011 pukul 8:34 am

    @ oedi’
    okaiiy.. boleh2.. tapi nggu kbr mreka juga siyh.. 😀

      oedi responded:
      Januari 25, 2011 pukul 9:41 am

      Siip… tak tunggu kabar baiknya… makasih ya Nin 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s