Kesedihan Cinta

Posted on Updated on

Setelah yang sebelumnya dengan judul “Cinta yang perih”, maka saat menderapkan langkah di beberapa hari terakhir, diriku larut dalam keindahan makna cinta. Dan kali ini tetap dengan yang diinterpretasikan sebagai kesedihan. Tiada yang lebih membahagiakan diri ketika kedukaan teralami, maka disaat itu pula bisa melarikkan bait-bait kata imaji ataupun memang benar dari dasar hati yang terdalam. Untuk itu, berikut disajikanlah sepuluh syair dan puisi sebagai referensi untuk kita semua dalam meraih indahnya cinta:
Indah namamu
Dengan menyebut namamu,
Maka seseorang telah menerbangkan burung yang bersarang di hatiku.
Mendengar namamu, terguncang diri ini dalam sedih.
Oh… semoga Tuhan membuka mata batinmu,
Agar kau tau bahwa pesonamu tak mampu di lupakan.

Jgy, 06 Jan 11
Oedi`
===========================

Angan-angan dan nafsu cinta
Cinta yang melahirkan angan-angan dan nafsu,
Adalah cinta yang bersumber dari kebiasaan yang buruk.
Cinta semacam ini tidak akan langgeng.
Karena mesti berubah,
Saat yang di angan-angankan tidak sesuai dengan kenyataan.

Jgy, 06 Jan 11
Oedi`
===========================

Siksa perpisahan
Wahai derap langkah.
Engkau adalah saksi bagaimana perpisahan telah menyiksaku.
Namun aku tetap bisa merasakan cinta.
Walau kekasihku jauh dari pandangan,
Tapi aku akan tetap mengenangnya.
Layaknya ia terus menatap di hadapanku,
Tersenyum, lalu mengecup keningku dengan mesra.

Jgy, 06 Jan 11
Oedi`
===========================

Derita perpisahan
Siapa yang dulu pernah tertawa berlebihan.
Pasti suatu ketika akan mengalami kesedihan.
Mungkin itu pula yang terjadi padaku kini.
Dulu aku meraih segala kebahagiaan dalam persandingan,
Sekarang hanya merengguh deritanya sebuah perpisahan.
Bagai membanting pentingnya tulang punggung.
Akibatnya, batinku tak mampu lagi berdiri dengan mantap.

Jgy, 07 Jan 11
Oedi`
===========================

Bagaimana aku bisa?
Para teman dan sahabat banyak menyarankan untuk tenangkan diri.
Namun bagaimana bisa kulakukan, karena hatiku hilang sebagian karenanya?
Bagaimana aku menghindar dari rangkulan hangat sayap cinta?
Karena sejak pertama bertemu dengannya, jiwaku terbang ke langit asmara.
Pandanganku telah tertunduk, mataku terpejam rapat kecuali hanya padanya.
Kepada selainnya aku mengabaikan rasa cinta.
Kepada terkecuali dia aku membuang jauh-jauh rasa rindu.
Meski dua cawan pilihan telah di hadapkan padaku.
Aku tetap memilih cawan yang berisi susu yang menyegarkan.
Agar ia rela menerima kaidah cinta sejatiku.

Jgy, 07 jan 11
Oedi`
===========================

Terbakar cinta
Karena telah terbakar cinta yang dalam,
Hatiku sempat membara dengan segala angan-angan.
Kekhilafan telah menimbulkan gelombang kemalangan yang pekat.
Mencabik nalar dan akalku yang sehat.
Pertemuanku dengannya hanya berisi nafsu yang merayu.
Dan ketika terputusnya ikatan asmara kami,
Tinggallah putus asa sebagai penyakit.
Sedangkan duka cita menjadi pendamping yang paling setia.

Jgy, 07 Jan 11
Oedi`
===========================

Siapakah dia?
Engkau yang cantik.
Siapa dia yang telah menawan hatimu?
Engkau yang rupawan.
Siapa orang yang beruntung bisa menyunting cintamu?
Mungkinkah pangeran dari negeri seberang yang rupawan?
Apakah bangsawan tangguh yang berhati pahlawan?
Ataukah seorang pemuda sederhana namun berhati garuda dan berjiwa perkasa?
Kemudian dilengkapi keshalihan pribadi dan kezuhudan hidup?
Sehingga dengannya engkau bisa menyatukan hatimu sepenuhnya.
Dan melengkapi hakekat dirimu yang sesungguhnya.

Jgy, 07 Jan 11
Oedi`
===========================

Cinta yang kekal
Tiada gunanya membebaskan hati yang telah tertawan oleh cinta.
Karena keindahan dunia fana ini takkan sanggup melipur laranya.
Gemerlap intan permata tak bisa menggantikan daya tariknya.
Terlebih dalam harta dan kedudukan,
Ia hanya akan menjadi cibiran bagi mereka yang benar saling mencintai.
Sedangkan pesta meriah akan menjadi kebisingan,
Bagi mereka yang hening dalam bilik cinta.

Jgy, 07 Jan 11
Oedi`
============================

Cinta yang kubutuhkan
Meski dikelilingi gelimang kenikmatan dunia,
Namun gelapnya kabut duka tetap kurasakan.
Aku menikmati kehidupan di dunia yang fana ini,
Tapi apa gunanya bila hatiku terpisah dari keindahan cintanya?
Aku bisa hidup hanya dengan cinta, makan dengan roti cinta, dan minum dari telaga cinta.
Sehingga yang kubutuhkan saat ini hanyalah cinta yang sedia kala.

Jgy, 07 Jan 11
Oedi`
============================

Pernahkah ada cinta?
Wahai pemuda.
Pernahkah cinta menyapamu dengan ramah?
Pernahkah seorang gadis memenuhi dahaga cintamu?
Pernahkah saat bertemu dengannya engkau merasa senang dan puas dalam hidupmu?
Pernahkah kau merasa syarafmu bergetar di seluruh tubuh dan membawa angin segar bagi hatimu?
Saat kau mengingat namanya dan mengenang wajah cantiknya,
Apakah kau merasakan cinta kalian telah bertemu dalam keagungan-Nya?
Saat jalinan cinta kalian telah berpadu erat,
Maukah kau bercerita padaku?
sebab saat ini aku merasa sendiri dan terlantar oleh cinta.

Jgy, 07 Jan 11
Oedi`
===========================

Yogyakarta, 07 Januari 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

10 thoughts on “Kesedihan Cinta

    andika said:
    Januari 7, 2011 pukul 10:06 am

    hahahaha… dalam dua hari muncul puisi baru, namanya perasaan ga bisa dibohongin mas
    ya sekarang buat apa kita larut dalam kesedihan dan keterpurukan harus menatap masa depan 🙂
    ingat tugas mas masih banyak…. mengikuti rel yg mas sering obrolin

    tetap semangat mas 🙂

      oedi responded:
      Januari 7, 2011 pukul 10:26 am

      Hehehe…. tenang Dik, ini cuma goresan tulisan sebagaimana kalau mas biasa menuliskan novel cinta. Memang ada perasaan khusus yang terselip di bait-bait syair dan puisi disini, yang itu jujur gak bisa dibohongi, tetapi dengannya bukan membuat mas makin terpuruk, tetapi makin cerah dan optimis pada hari depan. Bahwa cinta akan memberikan yang terbaik bagiku, dan biarkanlah waktu saja yang membuktikan jika benar cinta itu ada diantara kami.
      Okey… tugas yang harus mas jalankan itu adalah hal yang paling utama di kehidupan ini kok, jadi kesedihan tidak akan mengabaikannya.
      Makasih ya Dik untuk kunjungan dan dukungannya.

    Tiimeh said:
    Januari 7, 2011 pukul 10:45 am

    subhanallah,,,
    Cinta,,,sungguh menyakitkan hati, ketika cinta kita tdk tersampaikan oleh seorg yg sangat kita harapkan cintanya!!
    namun,,,yakinlah, bhw kegagalan cinta, tertolaknya cinta yg diajukan bknlah akhir dr segalanya dan bknlah pula awal dr sebuah kehancuran,,,
    Allah pasti uda menyusun sebuah skenario bahagia dikemudian hari, tuk para pencinta krn Allah,,,
    trus SEMANGAT, cinta yg menyakitkan bknlah Cinta Sejati,,,
    cahyooo 🙂

      oedi responded:
      Januari 7, 2011 pukul 10:50 am

      Benar yang Timah katakan dan memang begitulah adanya cinta. Dan kita harus tetap bergairah dan mengisi hidup ini dengan semangat yang membara agar keindahan cinta tidak menjauh dan pergi tak kembali. Rasakan cinta selagi kesempatan yang ada masih mengalir dalam kehidupan.
      Semoga kita senantiasa menikmati manisnya cinta yang tulus dari kejujuran hati kita dan sesuai dengan ridha-Nya.
      Terimakasih atas kunjungan dan dukunganya, semoga bermanfaat.
      Tetap semangat…

    nurul.alfathonah said:
    Januari 7, 2011 pukul 4:06 pm

    aq berusaha tegar dgn semua yang terjadi….tapi ……kepedihan yang aq rasakan saat ini masih tetap membekas dan membuat aq terpuruk didalamnya….

      oedi responded:
      Januari 8, 2011 pukul 12:18 pm

      Wah ampe segitunya….
      Cobalah untuk lebih ikhlas dalam menerima yang telah terjadi dan senantiasa sabar dalam menjalani kehidupan ini hingga kedepannya….
      Sebab jika kita terus larut dalam kesedihan, itu tidak lantas menyelesaikan masalah, namun akan menambah masalah yang sudah ada….
      Terimakasih untuk kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
      Chayooo……… 🙂

    Elly Rizal said:
    November 1, 2011 pukul 2:56 am

    aku benci CINTA kerana sangat menyakitkan 😥

      oedi responded:
      November 3, 2011 pukul 7:02 am

      Hmm… gak komentar deh… tp makasih karena sudah mau berkunjung, semoga bermanfaat.. 🙂

    mira yati said:
    Januari 5, 2012 pukul 4:46 pm

    cintaa… cintaa.. cintaaaa….
    huuuuuuuuuuuuuhh,,,,,, ntah kapan cnta sejati itu datang pada ku…

      oedi responded:
      Januari 16, 2012 pukul 12:40 pm

      Hmm.. jangan pesimis gitu dunk.. chayoo… 🙂
      “Cinta sejati itu akan datang kepadamu bila kau pun siap dan menginginkannya”
      Makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s