Buku: Cermin Kesadaran dan Perenungan

Untuk kesekian kalinya ku haturkan terimakasih yang sebesar-besarnya kehadirat Allah SWT, dimana berkat rahmat dan karunia-Nya pula maka sekali lagi dan dalam moment akhir tahun Masehi, diriku dapat menyelesaikan sebuah buku yang diberi judul “Cermin Kesadaran dan Perenungan”.

Buku ini mulai di tuliskan di kamar kos, Yogyakarta, sejak tanggal 10 Oktober 2010, dan selesai dituliskan pada tanggal 31 Desember 2010 M/25 Muharram 1432 H, jam 22.05 WIB. Sehingga segala pujian hanyalah kepunyaan Allah SWT. Tuhan yang dengannya segala sesuatu bisa menjadi ada dan nyata. Tuhan yang dengan segala kasih-Nya maka semua makhluk masih bisa menikmati segala rahmat dan karunia-Nya. Kemudian shalawat beserta salam tak lupa pula terhaturkan untuk junjungan alam, Rasul yang mulia dan pemimpin orang yang beriman, yaitu Nabi Besar Muhammad SAW. Dan kepada sanak keluarganya, para sahabatnya, para syuhada, para tabi`in dan mereka yang shalih. Semoga kesejahteraan bersama mereka.

Sungguh, sebagai seorang hamba yang hina ini, sudah semestinya kita kerap bercermin diri dan melakukan perenungan terhadap apa yang telah dilakukan. Tujuannya tiada lain untuk mengetahui kekurangan diri dan berusaha memperbaikinya di masa depan. Berpalinglah dari kehinaan dan menjauhlah segera dari kebodohan. Lakukan semua itu dengan jalan terus menginstropeksi diri dan bercermin pada nilai-nilai kebaikan yang hakiki. Jangan pernah mengabaikan hal ini, sebab hanya akan membawamu pada jurang kesalahan dan dalamnya palung penderitaan.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hasy [59] ayat 18)

Dalam buku yang Anda baca ini, saya mengajak kepada kita semua untuk gemar bercermin diri dan melakukan perenungan jiwa dengan tujuan untuk bisa mengetahui kesalahan yang pernah dilakukan, kemudian segera berusaha memperbaikinya dengan keikhlasan. Tidak dengan niat mendapatkan pahala dan takut akan Neraka saja, melainkan lebih kepada takut hanya kepada Allah SWT dan mengharap ridha-Nya.

Buku ini jauh dari sempurna, banyak kekurangan yang dimilikinya, namun dari ketidaksempurnaan itulah kita bisa mencari keindahan yang hanya dirasakan dalam ketidaksempurnaan. Dan semua yang tertuang dalam bait-bait di buku ini adalah serangkaian pengalaman dan perjalanan hidup yang saya lakoni selama ini. Dengan tujuan memberikan gambaran bahwa cinta yang sejati itu tiada bandingannya. Sebab hakekat cinta itu diciptakan sebagai makhluk terbesar dan penuh dengan keindahan.

Akhirnya, tiada jalan lain selain terus melakukan perenungan dan bercermin diri. Apakah kita sudah melakukan sesuatu yang memang layak dilakukan oleh seorang hamba yang bernama manusia, atau sebaliknya, melakukan sesuatu yang hanya layak dilakukan oleh seekor binatang? Dan apakah kita sudah mengumpulkan bekal yang cukup untuk perjalanan panjang nanti, yaitu negeri akherat? Atau malah sebaliknya, tidak sedikit pun bentuk amalan yang di peruntukkan untuk itu.

Semoga kita senantiasa bisa merenggut sebanyak mungkin dari nikmat cinta dengan perenungan dan bercermin diri.

Allahumma amin.

Yogyakarta, 01 Januari 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

Iklan

3 thoughts on “Buku: Cermin Kesadaran dan Perenungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s