12 Kuil Spektakuler di Dunia

Dalam kesempatan kali ini, saya ingin berbagi informasi dengan Anda sekalian tentang kuil yang ada di seantero dunia. Tanpa bermaksud untuk menonjolkan agama tertentu atau mengucilkan agama-agama yang lain. Informasi ini diberikan hanya atas dasar kekaguman saya pada mereka yang bersedia membangun sebuah tempat yang sarat dengan keindahan dan rasa cinta.

Sungguh, beberapa contoh bangunan yang akan Anda saksikan ini adalah wujud dari banyak keindahan. Dan untuk itu mari kita simak satu persatu sebagai berikut:

1. Kuil Taktshang
Kuil Taktshang  adalah kuil paling terkenal di Bhutan. Bisa jadi salah satunya karena keunikan lokasi kuil ini yang berada di bibir jurang setinggi 3.120 meter (10.200 kaki), sebagian berada di 700 meter (2.300 kaki) di atas dasar lembah Paro, 10 kilometer dari kota kabupaten Paro. Biara ini memiliki tujuh candi yang dapat dikunjungi. Namun beberapa bagian biara sedang direnovasi karena rusak parah terbakar. Salah satu cara mencapai biara ini adalah dengan mendaki bukit karang.

2. Temple of Heaven
Temple of Heaven, yang secara harfiah berarti altar surga adalah sebuah kompleks bangunan Tao terletak di tenggara kota Beijing, di Kabupaten Xuanwu. Setiap tahun Kaisar Ming dan Kaisar Dinasti Qing mengunjungi kKompleks candi ini untuk mengikuti upacara syukur atas panen yang baik. Bangunan kuil ini terbuat dari bahan kayu yang terbesar di dunia dan dianggap candi Tao sekalipun yang datang ke sini bukan hanya mereka yang beragama Tao. Terutama raja-raja yang memerintah sebelum kepercayaan Taoisme masuk.


3. Sri Ranganathaswamy Temple
Sri Ranganathaswamy Temple (Srirangam) –Menempati area seluas 156 acres (6,31,000 m²)membuat kuil ini menjadi salah ssatu yang terbesar di India dan salah satu komplek keagamaan yang terbesar di dunia. Namun faktanya, candi Srirangam dengan mudah disebut sebagai candi terbesar yang menjalankan kegiatan keagamaan Hindu di dunia (Angkor Wat menjadi yang terbesar tidak menjalankan fungsi kuil). Kuil ini ditutupi oleh tujuh dinding yang tingginya 32,592 feet or lebih dari 6 miles. Dinding-dinding ini tertutup 21 Gopurams (menara). Salah satu yang menakjubkan dari kuil ini adalah banyaknya pilar di dalamnya. Disebut ‘hall of 1000 pilars” (meski sebenarnya jumlahnya 953 pilar).


4. Akshardham
Akshardham adalah kompleks Kuil Hindu di Delhi, India. Juga disebut sebagai Delhi Akshardham atau Swaminarayan Akshardham, kompleks kuil ini menampilkan abad tradisional India, budaya Hindu, spiritualitas, dan arsitektur mengagumkan.

Bangunan Akshardham terinspirasi dan dimoderatori oleh Pramukh Swami Maharaj, pemimpin spiritual dari Bochasanwasi Shri Akshar Purushottam Swaminarayan Sanstha. Selama pembangunannya, 3.000 relawan membantu 7.000 pengrajin yang bertugas mengerjakan Akshardham.

Karena kemegahannya, kuil ini menarik sekitar 70 persen dari total wisatawan yang berkunjung Delhi. Melihat fakta ini, nampaknya sangat disayangkan jika tidak mengunjunginya saat melancong ke India. Secara resmi dibuka pada 6 November 2005, kuil yang terletak di tepi Sungai Yamuna ini memiliki monumen sentral besar yang seluruhnya dibuat dari batu, pameran kehidupan Swaminarayan dan sejarah India, fitur IMAX, air mancur musikal, dan taman-taman besar.

Diantara berbagai fitur yang ada di Akshardham, daya tarik utamanya adalah Monumen Utama yang ada di tengah-tengah kompleks. Monumen ini mempunyai tinggi 43 meter, lebar 96 meter, dan panjang 110 meter. Menariknya, monumen ini dilapisi dengan ukiran rinci flora, fauna, penari, musisi, dan dewa.

Dirancang sesuai dengan teks Veda kuno yang dikenal sebagai Sthapatya Shastra, meonumen ini memadukan gaya arsitektur dari seluruh India. Fakta menarik seputar pembangunannya, seluruhnya bagian monumen dibuat dari batu pasir Rajasthani dan marmer Italia Carrara, tanpa dukungan dari baja ataupun beton.

Berada di Monumen Utama, Anda akan menemukan 234 pilar ukiran, sembilan kubah, dan 20.000 murti dan patung-patung Hindu Sadhu, dan acharya. Ada juga fitur Gajendra Pith, sebuah penghargaan untuk gajah karena kepentingannya dalam budaya Hindu dan sejarah India. Ini berisi replika 148 gajah.

Di dalam monumen, di bawah kubah pusat, Anda juga akan menemukan Murti atau patung Swaminarayan setinggi 3,4 meter. Murti ini dikelilingi oleh patung yang sama dengan guru sekte.

Selain Monumen Utama, tampilan menarik lainnya di Akshardham adalah Air Mancur Musikal. Pada malam hari tampilan air mancur yang mempunyai ukuran 300 meter dengan 2.870 tangga dan 108 kuil kecil ini akan sangat menakjubkan karena dipadukan dengan penataan cahaya indah.

Masih banyak area yang bisa Anda temukan di kompleks Kuil Akshardham. Untuk mengetahuinya, Anda cukup datang ke Noida Mor, New Delhi, India. Masuk ke kompleks Kuil Akshardham Anda tidak dikenakan biaya namun pada beberapa area diharuskan membeli tiket. Untuk informasi lebih lengkap mengenai harga tiket dan jam bukanya, Anda bisa mengunjungi situs http://www.akshardham.com.(*/X-12)

5. Sri Harmandir Sahib or Darbar Sahib
Sri Harmandir Sahib or Darbar Sahib  kerap disebut sebagai The Golden Temple atau Bait Allah. Di sinilah tempat ibadah paling penting dari kaum Sikhs dan salah satu kuil tertua Sikh gurdwaras. Kuil ini terletak di kota Amritsar, yang didirikan oleh Guru Ram Das, dikenal sebagai “Guru Di Nagri” artinya kota Guru Sikh.


6. Ba’albek/Baalbeck
Ba’albek merupakan salah satu situs purbakala paling misterius di dunia, karena banyaknya teka-teki yang belum berhasil terjawab disini. Salah satunya adalah bagaimana cara para pembangunnya memindahkan dan menyusun batu-batu balok seberat ± 1.500 ton seperti pada gambar 129.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur`an surat Ash-Shaaffaat [37] ayat 125 “A tad’uuna ba’law wa tadzaruuna ahsanal khaaliqiin” yang artinya; “Patutkah kamu menyembah Ba’al dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta?”. Jadi kota Ba’albek, atau kota Ba’a (nama dewa kaum Phoenician) adalah sebuah kota yang terletak sekitar 86 km dari Beirut, ibukota Lebanon. Di kota inilah terdapat sebuah peninggalan sejarah penting namun juga misterius, berkaitan dengan ukuran dan berat batu utuh yang digunakan sebagai bahan bangunan kuil-kuil Romawi kuno di sana.

Di sebelah selatan kota Ba’albek, terdapat lokasi bekas penggalian yang tampaknya merupakan tempat untuk pemotongan batu-batu besar bahan bangunan kuil tersebut. Di tempat ini pula, ditemukan sebuah balok batu raksasa dan telah berada di sana sejak waktu pemotongannya, lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Balok batu ini dinamakan “Stone of the Pregnant Woman” dan dinyatakan sebagai batu olahan terbesar di dunia karena berukuran 21,5 meter  x 4,2 meter, dengan berat diperkirakan men-capai 1.500 ton.

Berdasarkan sejarah, pada mulanya Ba’albek dihuni oleh kaum Phoenician sampai kemudian diduduki oleh Bangsa Yunani pada 323 – 64 SM, yang lalu mengubah nama kota ini menjadi “Heliopolis” (kota matahari). Tahun 4 SM, kota ini menjadi koloni Romawi (Colonia Julia Augusta Felix  eliopolitana) pada masa pemerintahan Julius Caesar. Dalam masa pendudukan Romawi inilah kuil-kuil yang berbahan batu raksasa tersebut dibangun, sebagai dedikasi untuk dewa bangsa Romawi kuno yaitu Jupiter (lihat gambar 127 dan 128).

Batu-batu bangunan di kota Baalbeck demikian besar bila di bandingkan dengan ukuran di zaman manusia modern. Dibentuk dengan halus dan rapi sebagai bagian-bagian bangunan yang megah dan artistik. Namun hal yang paling mengherankan adalah benda seberat itu ternyata telah mampu pula dibentuk dan disusun sedemikian rupa, sedangkan pada era kini pun masih terlalu berat untuk dapat diangkat oleh beberapa crane besar sekaligus.

7. Candi Buddha Wat Rong Khun
Candi Buddha Wat Rong Khun di Chiang Rai, Thailand, modelnya tidak seperti candi konvensional. Candi ini dirancang oleh Chalermchai Kositpipat. Konstruksi dimulai tahun 1998 dan diharapkan akan berakhir pada 2008. Wat Rong Khun berbeda dari candi lainnya di Thailand,) dirancang dalam warna putih beberapa bagiannya menggunakan kaca putih. Warna putih dipakai untuk melambangkan kesucian Buddha, sementara penggunaan kaca berwarna putih melambangkan kebijaksanaan Sang Buddha yang menyinari seluruh muka bumi dan segalanya.


8. Pagoda Shwedagon
Pagoda Shwedagon yang juga dikenal sebagai Golden Pagoda berada di Yangon, Burma. Stupa setinggi 98 meter (sekitar 321,5 kaki) disepuh warna keemasan. Candi yang terletak di sebelah barat Kandawgyi Lake, di Singuttara Hill, tampak menyolok di kaki langit kota.


9. Angkor Wat
Angkor Wat (atau Angkor Vat), merupakan candi di kompleks Angkor, Kamboja, dibangun untuk Raja Suryavarman II di awal abad ke-12. Ia menjadikan candi tersebut sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota. Candi ini sejak pertama kali didirikan sampai sekarang menjadi pusat agama Hindu. Candi ini didedikasikan untuk Wishnu, Sang Buddha. Candi ini dibangun dengan gaya klasik arsitektur Khmer. Candi ini menjadi symbol Kamboja hal itu tergambar dengan dimasukkannya gambar candi ini pada bendera kebangsaan Kamboja. Dan yang pasti, Angkor Wat menjadi salah satu daya tarik datangnya turis ke negera ini.

10. Komplek candi Muaro Jambi
Situs Purbakala Kompleks Percandian Muaro Jambi adalah sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Indonesia dan Asia Tenggara yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Melayu Dharmasraya. Kompleks percandian ini terletak di Kecamatan  Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia, tepatnya di tepi Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi. Koordinat Selatan 01* 28’32″ Timur 103* 40’04″. Candi tersebut diperkirakan berasal dari abad ke 9-12 M. Candi Muaro Jambi merupakan kompleks candi yang terbesar dan yang paling terawat di pulau Sumatera. Bahkan hingga kini masih dipergunakan sebagai tempat upacara keagamaan.

Berdasarkan aksara Jawa Kuno[rujukan?] pada beberapa lempeng yang ditemukan, pakar epigrafi Boechari menyimpulkan peninggalan itu berkisar dari abad ke-9-12 Masehi. Di situs ini baru sembilan bangunan yang telah dipugar, dan kesemuanya adalah bercorak Buddhisme. Kesembilan candi tersebut adalah Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano.

Dari sekian banyaknya penemuan yang ada, Junus Satrio Atmodjo menyimpulkan daerah itu dulu banyak dihuni dan menjadi tempat bertemu berbagai budaya. Ada manik-manik yang berasal dari Persia, Republik Rakyat Cina, dan India. Agama Buddha Mahayana Tantrayana diduga menjadi agama mayoritas dengan diketemukannya lempeng-lempeng bertuliskan “wajra” pada beberapa candi yang membentuk mandala.

Kompleks percandian Muaro Jambi terletak pada tanggul alam kuno Sungai Batanghari. Situs ini mempunyai luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai. Situs ini berisi 61 candi yang sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum dikupas (diokupasi). Dalam kompleks percandian ini terdapat pula beberapa bangunan berpengaruh agama Hindu.

Kompleks ini tak jauh dari daerah aliran sungai Batanghari. Untuk sampai ke sana, bisa menempuh jalur darat atau pakai kapal cepat lewat sungai. Luas situs Candi Muaro Jambi sebesar 12 kilometer persegi. Candi Muaro Jambi memiliki 80-an candi, sembilan candi besar. Ada sembilan candi yang besar: Candi Kotomahligai, Candi Kedaton, candi Gedong satu dan Gedong dua, Candi Gumpung, Candi Tinggi, Telago Rajo, Candi Kembar Batu dan Candi Astano. Candi Gedong Satu terhitung unik di kompleks candi Muaro Jambi. Luas halamannya sekitar 500an meter persegi, terdiri dari bangunan induk dan gapura. Bentuknya sangat berbeda dengan candi umumnya di Pulau Jawa. Candi tak dibuat dari batu alam, tapi dari batu bata. Pada tiap bata merah, terdapat pahatan relief. Sebagian dari bata ini ada yang disimpan di museum.

Di dalam kompleks tersebut tidak hanya terdapat candi tetapi juga ditemukan parit atau kanal kuno buatan manusia, kolam tempat penammpungan air serta gundukan tanah yang di dalamnya terdapat struktur bata kuno. Dalam kompleks tersebut minimal terdapat 85 buah menapo yang saat ini masih dimiliki oleh penduduk setempat. Selain tinggalan yang berupa bangunan, dalam kompleks tersebut juga ditemukan arca prajnyaparamita, dwarapala, gajahsimha, umpak batu, lumpang/lesung batu. Gong perunggu dengan tulisan Cina, mantra Buddhis yang ditulis pada kertas emas, keramik asing, tembikar, belanga besar dari perunggu, mata uang Cina, manik-manik, bata-bata bertulis, bergambar dan bertanda, fragmen pecahan arca batu, batu mulia serta fragmen besi dan perunggu. Selain candi pada kompleks tersebut juga ditemukan gundukan tanah (gunung kecil) yang juga buatan manusia. Oleh masyarakat setempat gunung kecil tersebut disebut sebagai Bukit Sengalo atau Candi Bukit Perak.

11. Candi Prambanan
Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar yang berada di Jawa Tengah, Indonesia. Terletak sekitar 18 kilometer sebelah timur kota Yogyakarta. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Bangunan ini sekarang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dan merupakan salah satu candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Hal ini ditandai dengan arsitekturnya yang tinggi dan runcing, khas arsitektur candi Hindu, dengan tinggi 47 meter.

Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil. Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada Sang Hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta. Candi Siwa di tengah-tengah, memuat empat ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin. Sementara yang pertama memuat sebuah arca Batara Siwa setinggi tiga meter, tiga lainnya mengandung arca-arca yang ukuran lebih kecil, yaitu arca Durga, sakti atau istri Batara Siwa, Agastya, gurunya, dan Ganesa, putranya.

Arca Durga juga disebut sebagai Rara atau Lara/Loro Jongrang (dara langsing) oleh penduduk setempat. Untuk lengkapnya bisa melihat di artikel Loro Jonggrang. Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara dan satunya dipersembahkan kepada Batara Brahma, yang menghadap ke arah selatan. Selain itu ada beberapa candi kecil lainnya yang dipersembahkan kepada sang lembu Nandini, wahana Batara Siwa, sang Angsa, wahana Batara Brahma, dan sang Garuda, wahana Batara Wisnu.

Lalu relief di sekeliling dua puluh tepi candi menggambarkan wiracarita Ramayana. Versi yang digambarkan di sini berbeda dengan Kakawin Ramayana Jawa Kuna, tetapi mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi lisan. Selain itu kompleks candi ini dikelilingi oleh lebih dari 250 candi yang ukurannya berbeda-beda dan disebut perwara. Di dalam kompleks candi Prambanan terdapat juga museum yang menyimpan benda sejarah, termasuk batu Lingga batara Siwa, sebagai lambang kesuburun.

12. Candi Borobudur
Kehebatan nenek moyang Indonesia juga telah ditunjukkan dengan keberadaan Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini sudah ada jauh sebelum tahun Masehi dikenal dan merupakan salah satu warisan dunia versi UNESCO.


Menurut legenda, Candi Borobudur dibangun oleh seorang arsitek bernama Gunadharma, namun kebenaran berita tersebut secara hirtoris belum diketahui secara pasti. Bahkan kepastian kapan candi ini didirikan juga masih dalam perdebatan banyak kalangan.

Bila dilihat dari kejauhan, maka Candi Borobudur ini akan tampak seperti susunan bangunan yang berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa. Berbeda dengan piramida raksasa yang ada di Mesir, piramida Teotihuacan dan piramida Aztec di Mexico, candi Borobudur merupakan versi lain dari bentuk bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak-undak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun. Sedangkan ketika dilihat dari udara, bentuk Candi Borobudur pun akan mirip dengan bunga teratai.

Yang menarik dari Candi Borobudur adalah nama arsiteknya yang bernama Gunadharma. Tapi siapakah Gunadharma? Tidak ada catatan sejarah yang jelas mengenai tokoh bernama Gunadharma ini. Diperkirakan Gunadharma merupakan simbol dari nama seorang yang punya intelektual sangat luar biasa. Ada juga anggapan bahwa Candi Borobudur dibangun dengan bantuan ‘makhluk lain’ (Jin).

Bahan dasar dalam penyusun Candi Borobudur adalah batuan yang jumlahnya mencapai ribuan meter kubik. Sebuah batu beratnya ratusan kilogram, bahkan tidak sedikit yang bisa mencapai berat dalam bilangan ton. Hebatnya, untuk merekatkan batu tidak digunakan semen. Antar batu hanya saling dikaitkan, yakni batu atas-bawah, kiri-kanan, dan belakang-depan. Selain itu ada juga yang menjelaskan bahwa batu-batu tersebut direkatkan dengan menggunakan putih telur ayam? Bila dilihat dari udara, maka bentuk Candi Borobudur dan arca-arcanya relatif simetris.

Luas bangunan Candi Borobudur 15.129 m2 yang tersusun dari 55.000 m3 batu, dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 cm X 10 cm X 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jadi kalau rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya 3 km. Jumlah tingkat ada sepuluh, tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Sedangkan, tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir.

Kehebatan lainnya, di dekat Candi Borobudur terdapat pula candi Mendut dan candi Pawon. Ternyata Borobudur, Mendut, dan Pawon jika ditarik garis khayat maka berada dalam satu garis lurus. Sehingga tidak heran ada legenda yang mengatakan bahwa orang zaman dulu menguasai banyak ilmu sihir sehingga bisa terbang melayang di angkasa. Termasuk si Gunadharma ini?

***

Demikianlah tulisan ini di buat. Semuanya hanya dengan maksud untuk sekedar menyampaikan keindahan yang bisa disalurkan lewat perwujudan sebuah bangunan. Dimana semua itu adalah wujud nyata dari rasa cinta dan keyakinan seseorang.

Yogyakarta, 15 Desember 2010
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Disadur dari beberapa sumber di internet]

Iklan

12 thoughts on “12 Kuil Spektakuler di Dunia

  1. wah keren” mas pa lagi Kuil Taktshang yang berada di bibir jurang gimana buatnya tu, subhanallah… manusia jaman dulu bisa buat yg seperti itu
    tapi tetep candi di indonesia unik dan membanggakan

    makasi mas infonya …..

    1. Hehe… iya dik kuil Takshang itu kaya yg ada di film2 kungfu atau yg di film animasi Kungfu Panda itu loh… ternyata itu bukan sekedar ilusi tp emg benar2 ada….
      Yoi… Indonesia is the best dech…
      Makasih ya udah berkunjung, moga bermanfaat.

  2. persis yg timah lihat di Trans7 (ots), tp semakin lengkap pengetahuan’q stlh baca link ini, makasih ya oedi,,,
    Kuasa Tuhan diatas segala-galanya, AllahuAkbar 🙂

    1. Iya emg awalnya dpt ide dr nonton di acara On the spot di trans7 sih… cuma di tulisan ini diberikan data-data yg lebih lengkap trus ga cuma 7 kuil aja tapi ada 12 buah.
      Okey… makasih yah udah mo berkunjung, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s