Nubuat (Ramalan) Tentang Muhammad SAW Dari Beberapa Agama (Zoroaster, Hindu, dan Buddha)

Dalam kesempatan kali ini, kembali saya ajak Anda sekalian untuk lebih jauh mengenal tentang diri Nabi Muhammad SAW dan ajarannya (Islam). Mulai dari kabar/ramalan (nubuat) tentang kehadirannya hingga pada makna kata dari namanya yang tiada lain tidak ada celahnya.

Sebelumnya, saya sangat berterimakasih kepada saudara Abdul Haq Vidyarthi (Juru dakwah dan penulis Islam yang mendapatkan gelar Vidyarthi karena pengetahuannya yang sangat mendalam tentang kitab Weda) yang telah membagikan ilmunya meski berasal dari hasil perenungan dan penelitiannya. Karena dari bantuannyalah saya pun akhirnya semakin banyak memahami makna dan hakekat dari ajaran Islam, khususnya dari sudut padang agama Zoroaster, Hindu, dan Buddha.

Untuk mempersingkat waktu, marilah kita memulai penjelasan ini dengan hati yang tenang dan penuh cinta. Semoga bisa memberikan berkah dan wacana yang lebih luas bagi diri kita semua.

1. Muhammad, nama yang tak tercela
Dalam Zenda Avesta, buku yang diakui di tulis oleh Zaratushtra (kitab ajaran Zoroaster) misalnya, dikatakan bahwa Muhammad sebagai “Astvat-ereta” atau Soeshyant (rahmat bagi dunia).  Dalam kitab suci Hindu, Muhammad disebut sebagai “Narashansah Astvisyate” (yang terpuji dan yang Diagungkan). Dalam kitab suci agama Buddha disebutkan bahwa setelah sang Buddha Agung akan ada sang Buddha Maitreya (rahmat, ampunan) yaitu tiada lain adalah Muhammad.

Sedangkan nama dari Muhammad sendiri memiliki banyak keunikan, diantaranya adalah tidak tercela dari segi arti meski di eja dalam banyak cara, seperti; Muhammad, Mahamet, Mohamet, Mahemmet dan Mehemet. Sebagai bukti berikut penjelasannya:

a) Mahamet atau Muhammad. Kata ini seperti berasal dari kata “Maaha” dan “Metta”. Kata “Maho” atau “Maha” dalam bahasa Pali dan Sansekerta berarti “Agung, Hebat”. “Metta” berarti “ampunan”. Karenanya, seluruhnya kata Mahamet atau Muhammad berarti “ampunan yang agung” atau “ampunan yang besar”.

b) Mohamet. Sepertinya terdiri dari kata “Moh” dan “Metta”. “Moh” dalam bahasa Sansekerta berarti “kasih sayang atau simpati”. Karenanya, seluruh kata Mohamet berarti “ampunan yang penuh kasih sayang dan simpati”.

c) Mehemet. Sepertinya terdiri dari kata “Meh” dan “Metta”. Meh dalam bahasa Sansekerta berarti hujan. Karenanya, seluruh kata Mehemet berarti “Hujan ampunan” atau “seorang yang memberi ampunan laksana hujan”.

d) Mahemmet. Sepertinya berasal dari kata “Mahema” atau “Mahima” yang dalam bahasa Sansekerta berarti “keagungan, kemegahan”. Karenanya, seluruh kata Mahemmet berari “ampunan yang agung” atau “ampunan yang besar”.

Jadi, dengan melihat penjelasan diatas, maka tidak diragukan lagi bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang yang sangat layak untuk ditiru tingkah lakunya (Sunnah) dan bahkan menjadi Nabi utusan Allah SWT. Karena dari namanya saja telah menunjukkan banyak rahmat dan kemuliaan.

2. Nubuat Muhammad SAW dalam agama Zoroaster
Zoroaster/Zoroastrianisme secara umum dikenal sebagai Parsi-isme adalah agama kuno bangsa Persia. Ini adalah agama yang dianut bangsa Iran jauh sebelum kedatangan Islam. Agama ini juga disebut sebagai agama para “Penyembah Api” atau “Magianisme”. Berbagai kitab suci mereka bisa ditemukan dalam bahasa Zendi dan Pahlawi.

Selain kedua jenis kitab tersebut, terdapat juga beberapa kitab yang menggunakan aksara Cuneiform.  Kitab berbahasa Pahlawi menyerupai literatur Persia masa sekarang, tetapi Zendi dan Cuneiform sangat jauh berbeda. Dua bagian kitab Iran kuno ini sangatlah penting – satu dikenal sebagai Dasatir dan yang lain Vesta dan Zenda Avesta. Setiap bagian kitab itu terbagi dua – Khurda Dasatir dan Kalam Dasatir, Khurda Avesta dan Kalam Avesta juga dikenal sebagai Zend atau Maha Zend.

Ada banyak nubuat yang jelas di dalam Zent Avesta (buku yang diakui di tulis oleh Zaratushtra) mengenai Al-Qur`an, Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Sebagian nubuat (ramalan) itu hanya bersifat mistik dan diungkapkan dalam bahasa yang tidak bisa diterima tepat secara harfiah. Namun bila kita mengintrepretasikan dengan cara yang tepat dan mengolaborasikan dengan berbagai nubuat tersebut dengan fakta-fakta sejarah, maka berbagai nubuat tadi dengan jelas mengacu pada Rasulullah Muhammad SAW dan bukan orang lain.

Contoh, di dalam Vendidad, bagian pertama dari Zent Avesta, dan Yashts, bagian kedua dari kitab yang sama, tercatat kalau ada penerus Zoroaster yang masih tersembunyi yang akan muncul beberapa lama setelah Zoroaster.
“Seorang wanita akan mandi di danau Kasava dan akan hamil. Dia akan melahirkan nabi yang dijanjikan “Astvat-ereta” atau ”Soeshyant” (rahmat bagi dunia), yang akan melindungi Iman Zoroastrianisme, menumpas iblis, meruntuhkan berhala, dan membersihkan para pengikut Zoroaster dari kesalahan mereka” (Zent Avesta)

Danau Kasava disini bukanlah danau dalam bentuk fisik, melainkan mata air ruhani atau “Kautsar” dari Nabi Muhammad SAW, seperti yang dikatakan Al-Qur`an “Telah kami berikan kepadamu Al-Kautsar”. Kautsar ini tidak lain dan tidak bukan adalah Al-Qur`an yang merupakan sebuah tambang kebenaran dan memuar berbagai ajaran dari semua Nabi. Melalui Kautsar inilah Rasulullah SAW menjadi peneguh semua Nabi dan juga menjadi “Yang dijanjikan” yang disebut semua agama. Nubuat Zoroaster menyebut “Yang dijanjikan” akan melindungi berbagai ajarannya seperti halnya dia melindungi ajaran dari beberapa Nabi lainnya. Dan air yang mengalir dari mata air ini memadamkan api yang menyala di dalam kuli Zoroaster.

Berikut terjemahan dari nubuat yang asli:
“Takzim kami pada para pelindung Fravashes yang teguh, yang bertarung disisi Tuhan…. Mereka datang kepadanya laksana gerombolan elang perkasa. Mereka datang bak senjata dan perisai, melindunginya dari belakang dan dari depan, dari yang terlihat, dari iblis varenya betina, dari semua penyebar kebatilan yang ingin mencelakainya, dan dari iblis yang menginginkannya musnah, Angra Mainyu (Abu Lahab). Seakan ada ribuan orang melindungi satu manusia, sehingga tidak ada pedang yang terhunus, gada yang diayun, panah yang meluncur dari busur, lembing yang terbang, maupun batu yang dilempar yang bisa mencelakainnya” (Farvadin Yasht, 63, 70-72)

Dari nubuat diatas, jelas memberikan gambaran terhadap perlindungan atam iman Zoroaster dan kesetiaan serta pengorbanan tanpa pamrih para sahabat Rasulullah. Bagaimana mereka membangun benteng manusia di sekeliling Rasulullah SAW untuk melindunginya dari serangan musuh adalah fakta sejarah, tetapi bagaimana “Kautsar” yang diberikan kepada Rasulullah bisa merasuk ke dalam berbagai ajaran Zoroastrianisme dan melindungi ajaran tersebut, akan terlihat dari berbagai kutipan berikut ini:

a) “Allah itu Esa” tetapi keesaan-Nya bukan dalam bentuk keesaan jumlah melainkan sebuah atribut pribadi. Zoroaster dalam Namah Shat Vskshur Zartusht Dasatir, h. 69, berkata “Dia itu Esa, tetapi bukan Esa dalam jumlah”

b) “Dan tidak sesuatu pun yang setara dengan-Nya” (QS. Al-Ikhlash [112] : 4). Kami menemukan Dasatir (buku sepuluh bagian yang memuat hukum dan aturan agama) memuat “Dia tidak memiliki satupun yang serupa dengan-Nya”

c) “Tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia” (QS. As-Syura [42] : 11). Di dalam Dasatir kami menemukan “Tidak ada satupun yang menyerupai-Nya”

d) Dasatir berkata “Dia tanpa awal ataupun akhir, musuh, prototipe, teman, ayah, ibu, anak, tempat berlindung, tubuh ataupun bentuk, warna ataupun aroma” Al-Qur`an dengan lebih indah mengatakan “Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia” (QS. Al-Ikhlash [112] : 2-4)

e) Dasatir menyebutkan “Dia memberi hidup dan keberadaan pada segala sesuatu” . Al-Qur`an menginformasikan “Dia menciptakan segala sesuatu” (QS. An-`Aam [6] : 102)

f) Dasatir menyebutkan “Dia melebihi semua yang bisa engkau bayangkan” Al-Qur`an menyebutkan “…. Dia memiliki sifat Yang Maha Tinggi….” QS. Ar-Ruum [30] ayat 27

g) Dasatir menyebutkan “Jangan kecewa dengan semua rahmat dan kebaikan-Nya”. Al-Qur`an mengatakan “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Tuhanmu” (QS. Az-Zumar [39 ] : 53)

h) Ada tiga cara wahyu diturunkan yaitu dalam mimpi, kondisi antara mimpi dan terjaga dan dalam kondisi terjaga penuh.

i) Selain itu, di dalam Dasatir ditemukan pula berbagai perintah bagaimana berlaku lemah lembut, tentang pernikahan, kesucian, pemenuhan janji, larangan terhadap Khamar, memotong rambut bayi yang baru lahir, membasuh tubuh dengan mandi, berwudu, tayamum, dll.

Demikianlah keterangan dari ajaran Zoroastrianisme mengenai sosok reformis mereka, yakni Astvat-ereta (Muhammad), orang Arab yang sosok pribadinya, sahabat-sahabatnya, juga ajarannya dihargai dan dipuji oleh Zoroaster. Seorang yang dianggap akan meluruskan iman orang-orang Persia, menghancurkan berhala dan akan menghadapkan wajah orang-orang Persia ke arah Ka`bah dalam ibadah mereka.

“Namanya akan bermakna, Yang Menang, “Soeshyant” dan yang namanya akan berarti “Astvat-ereta”. Dia akan menjadi Soeshyant (sang penolong) karena dia akan bermanfaat bagi seluruh dunia. Dia akan menjadi Astvat-ereta (dia yang membantu umat bangkit) karena sebagai makhluk, dia akan berdiri menentang penghancuran yang dilancarkan mereka yang menyembah berhala dan kelompoknya dan kesalahan orang-orang Mazdaynians” (Farvadin Yazht, XXVII: 129)

Selain itu, dalam Dasatir juga dijelaskan tentang diri Astvat-ereta (Muhammad) ini. Sebagaimana ayat berikut adalah penggalan dari Dasatir yang diterbitkan oleh Mulla Pheroze dengan bantuan pendeta Zoroastrian pada zaman Nasir-ud-Din Kachar, Shah (raja) Persia:

Terjemahannya:
“Ketika seperti itu perbuatan yang akan dilakukan bangsa Persia, dari tengah-tengah bangsa Arab seorang pria akan dilahirkan dari tengah-tengah pengikut dimana tahta dan kekuasaan dan dulat dan agama bangsa Persia semua akan musnah dan hilang. Dan akan bangsa yang sombong bertekuku lutut. Mereka akan saksikan bukannya rumah penuh berhala dan kuil-kuil api melainkan rumah ibadah dari Ibrahim tanpa satu pun berhala di dalamnya Ka`bah. Dan mereka akan menjadi rahmat bagi dunia dan kemudian mereka akan kuasai tempat-tempat dari kuil-kuil api Madian atau Cteshipon dan wilayah sekelilingnya darinya dan Tus dan Balkh dan tempat-tempat lain yang penting sui dan pemimpin agama mereka, mereka adalah seorang pria jernih turu sapa dan pesannya atau apa yang akan dia katakan akan terbukti benar”

Tidak ada nabi lain kecuali Nabi Muhammad SAW yang bisa menjadi pengejawantahan dari nubuat ini dengan begitu tepat. Beliau adalah “yang terpuji”, keberadaannya adalah  rahmat bagi alam semesta. Sedangkan nabi-nabi sebelumnya hanya bersifat untuk kalangan umatnya sendiri. Beliau adalah seorang yang memperbaiki kesalahan penyembah berhala dan kaum Mazdaynians sebagai tindakan khususnya.  Dialah pemenang yang penuh kasih yang tergambarkan dari perlakuan yang ia berikan kepada para musuhnya setelah penaklukan Makkah. Mereka itu beliau bebaskan hanya dengan berucap; “Tidak akan ada balas dendam atas kalian hari ini”.

Biarkan orang-orang Persia percaya dengan fakta jelas ini dan mematuhi Tuhan mereka dan memenuhi harapan Zoroaster. Dikatakan “Orang-orang bijak di Iran dan lainnya akan mengikuti mereka” (Dasatir).

3. Nubuat Muhammad SAW dalam agama Hindu
Muhammad dalam kitab ajaran Hindu dikenal dengan Narashansah Astvishyate (Rahmat bagi dunia).
Berbagai nubuat dalam ajaran agama Hindu juga bisa ditemukan dalam kitab-kitab suci agama Hindu. Ada tiga bagian kitab suci Hindu: Weda, Upanishad dan Purana. Sedangkan Granth Brahmana, satu lagi kitab suci Hindu tidak lebih dari komentar terhadap Weda, tetapi tetap dimasukkan ke dalam goongan kitab wahyu (Shurti).

Kitab Weda dianggap sebagai kitab yang tertua. Bahkan ada cendikia yang beranggapan bahwa kitab Weda diturunkan 1,3 miliar tahun yang lalu (Swami Daya Nand, pendiri Arya Samaj, gerakan reformis Hindu di India yang didirikan tahun 1875). Kitab Weda juga dianggap sebagai kitab suci Hindu yang paling autentik dan mandasar dari Hindu Dharma.

Kitab yang berada di bawah Weda dalam hal otoritas adalah Upanishad. Di dalam Upanishad pun kita akan menemukan ungkapan superioritas atas Weda (Mandak Upanishad Mandak, 1: 1, 4-6 – Chhandogya VII: 1-2 – Shatpath, X:3, 5-12).

Kitab selanjutnya adalah Purana. Kitab ini sangat mudah dibaca dan tersedia luas, sedangkan Weda sangat sulit dimengerti dan jarang ditemukan. Penganut Hindu sangat menghormati kitab ini dan membacanya dengan penuh minat. Purana merupakan kompilasi penciptaan alam semesta, sejarah awal bangsa Arya dan kisah-kisah para Dewa dalam agama Hindu.

Bicara mengenai kitab Weda, maka kita tidak bisa lepas dari Maharishi Wyasa/Wiyasa. Ia adalah sosok yang sangat dihormati oleh kaum Hindu sebagai Rishi agung dan mendapat bimbingan langit. Dia adalah sosok yang sangat alim, takut kepada Tuhan dan manusia yang berhati suci. Dialah orang yang menyusun Weda di bawah berbagai tajuk. Dia juga menulis kitab yang sangat berharga yang berhubungan dengan sosial dan mistisisme. Gita dan Mahabharata adalah hasil karya penanya yang sangat luarbiasa. Namun karya terhebatnya adalah delapan belas volume kitab Purana. Yang terutama diantara kitab Purana adalah sebuah kitab yang dikenal sebagai “Bhavisya Puran” dimana sang Maharishi melontarkan pengamatan luar biasa tentang berbagai kejadian pada masa depan. Kaum Hindu menganggap kitab ini sebagai firman Tuhan sama halnya dengan Weda. Maharishi Vyasa hanyalah orang yang mengumpulkan kitab ini. Penulis sebenarnya adalah Sang Maha Kuasa.

Berikut cuplikan terjemahan dari “Bhavisya Puran” yang dicetak oleh Venktesh-war Press di Mumbai. Kami menemukan nubuat berikut di dalam Prakti Sagr Parv III: 3, 3, 5,-8:

Terjemahannya:
“Seorang malechha (berasal dari negara lain dan berbicara bahasa lain) guru spiritual akan datang bersama para sahabatnya. Namanya Muhammad. Raja (Bhoj) setelah memandikan Maha Dev Arab (yang serupa malaikat) di dalam “Panchgavya” dan sungai Gangga (untuk membersihkan dirinya dari dosa) menawarkan hadiah kepadanya atas pengabdiannya yang tulus dan menghormatinya, dan kemudian berkata “Aku membungkuk di hadapanmu, wahai kebanggaan manusia, penghuni Arabia. Engkau telah kumpulkan kekuatan besar untuk membunuh iblis dan engkau sendiri terlindung dari musuh-musuh malechha. Wahai citra Tuhan Yang Maha Asih, Tuhan Yang Maha Besar, akulah hamba-Mu, dan anggaplah aku sebagai hamba-Mu yang bersimpuh di hadapan-Mu”

Dalam sajak tentang Rasulullah Muhammad SAW ini, Maharishi Vyasa menggarisbawahi hal-hal berikut:
1. Nama sang Nabi dengan jelas disebut sebagai Muhammad.
2. Dia dikatakan berasal dari Arab. Kata marusthal dalam bahasa Sansekerta di dalam nubuat ini berarti jejak di atas pasir atau gurun.
3. Para sahabat Rasulullah SAW disebut dengan begitu jelas. Sangat jarang ada nabi diatas muka bumi ini yang memiliki sekelompok sahabat yang begitu banyak seperti dia.
4. Dia terjaga dari dosa dan memiliki penampakkan seperti malaikat.
5. Rasa India akan menunjukkan penghormatan yang teramat besar baginya.
6. Sang Nabi akan dilindungi dari musuh-musuhnya.
7. Dia akan menghancurkan kebathilan, meruntuhkan penyembahan berhala dan menghilangkan semua penyimpangan.
8. Dia akan menjadi citra Tuhan Yang Maha Kuasa.
9. Maharshi mengklaim dirinya bersimpuh di hadapan Sang Nabi.
10. Sang Nabi disebut sebagai kebanggaan umat manusia (Perbatis Nath).

Selain itu dan sebagai tambahan, Weda telah memuja Muhammad SAW sebagai tuntunan bagi dunia dan penyelamat umat manusia yang akan muncul di Makkah. Adapun diantaranya sebagai berikut:
1. Dialah Narashansah atau yang di puja (Muhammad).
2. Dialah sang pangeran atau sang pengelana yang tetap selamat walaupun berada di tengah musuh-musuhnya. (ayat 1)
3. Dialah sang rishi yang menunggang kuda. Dialah pemilik kereta kuda yang menjulang ke angkasa. (ayat 2)
4. Dialah Mamah Rishi yang menerima seratus rantai emas (seratus orang sahabat yang pertama mempercayai beliau dan menemani semasa kehidupan di Makkah yang penuh cobaan, kesusahan, dan akhirnya hijrah ke Abyssinia), sepuluh rangkaian bunga (sepuluh sahabat yang mulia dan di jamin Syurga), tiga ratus kuda tunggangan (tiga ratus orang sahabat yang ikut dalam perang Badar), dan sepuluh ribu ekor sapi (umat Islam yang ikut dalam penaklukan Makkah). (ayat 3)
5. Dia dan pengikutnya selalu menjalankan shalat, bahkan di medan laga sekalipun mereka tetap sujud. (ayat 4)
6. Dia memberikan kebijaksanaan kepada dunia, yaitu Al-Qur`an. (ayat 5)
7. Dialah raja dunia, manusia terbaik dan tuntunan bagi seluruh umat manusia, (ayat 6)
8. Dia telah menyediakan tempat berlindung bagi rakyat, memberi perlindungan kepada semua orang, dan menyebarkan perdamaian di atas dunia. (ayat 7-8)
9. Rakyat hidup bahagia dan makmur di bawah pemerintahannya, dan dari lembah kenistaan mereka bangkit menduduki puncak kemegahan. (ayat 9-10)
10. Dia diperintahkan bangun dan memberi peringatan kepada dunia. (ayat 11)
11. Dia sangat dermawan. (ayat 12)
12. Para pengikutnya telah diselamatkan dari permusuhan dan tipuan iblis. (ayat 13)
13. Di dalam ayat terakhir, Rishi telah membujuknya untuk menerima doanya dan meminta perlindungan dari mara bahaya dan kejahatan.

Berikut teks aslinya:

Jadi nubuat ini sangat jelas dan tidak ada keraguan sedikit pun terhadap penyematannya pada diri Muhammad. Kita telah melihat apa yang Brahmaji (Tuhan) wahyukan dan apa yang Vyasaji katakan pada dunia. Sang Maharishi menganggap Sang Nabi sebagai manusia yang shaleh secara sempurna dan tanpa dosa. Maka sang Maharishi menunjukkan loyalitas dan rasa hormatnya dengan cara bersimpuh di kaki Sang Nabi. Tidakkah kita atau siapapun kita untuk bisa mencermati dan berpikir tentang apa yang telah disampaikan oleh Maharishi Vyasa tentang Nabi Muhammad SAW, untuk kemudian mematuhi perintah Tuhan?

4. Nubuat Muhammad SAW dalam agama Buddha
Muhammad dalam agama Buddha disebut sebagai “Buddha Maitreya” atau “Metteyya”. Untuk menelaah tentang kehadiran Muhammad dalam agama Buddha maka kita bisa mengambilnya dari beberapa sumber. Diantaranya:

Sumber-sumber Burma/Myanmar:
“Akulah sang Buddha Agung. Tetapi setelah aku, Metteyya tiba. Sementara hidup bahagia ini terus bergulir, menyonsong bertahun-tahun kisahnya yang kan berlalu. Buddha ini yang kemudian disebut Metteyya, begitu agung dan menjadi teladan umat manusia” (Buddhism in Translation oleh Warren, hh. 482)

Sumber-sumber Srilangka:
Ananda bertanya pada yang Diberkati: “Siapa yang akan menuntun kami setelah kau tiada?”

Dan yang Diberkati menjawab:
“Bukanlah aku Buddha pertama yang dikirimkan ke atas dunia, dan bukanlah aku yang terakhir. Pada saatnya, seorang Buddha lain akan datang ke atas dunia ini. Buddha yang suci, yang sangat diberkati, diberi kebijaksanaan tindakan, keberhasilan, memahami jagat saya, pemimpin yang tiada tara, pemimpin para malaikat dan umat manusia. Dia akan memberimu kebenaran abadi yang sama  seperti yang telah aku ajarkan kepadamu. Dia akan menyebarkan pesan-pesannya, mulia asalnya, gemerlap puncaknya, dan penuh kemenangan tujuannya. Dia akan mencanangkan kehidupan yang religius, sepenuhnya sempurna dan suci, seperti yang sekarang aku canangkan”

Ananda bertanya: “Bagaimana kami akan mengenalinya?”

Yang Diberkati menjawab:
“Dia akan dikenal sebagai Metteyya, nama yang berarti kebaikan” (The Gospel of Buddha oleh Carus, hh. 217-218)

Dari kedua contoh sumber di atas, maka menariknya adalah Nabi Muhammad SAW telah mengumumkan bahwa dirinya dikirim sebagai rahmat atau ampunan (Maitreya, Metteyya). Sebagaimana yang dijelaskan Al-Qur`an surat Al-Anbiya [21]: 107:

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”

Sedangkan untuk keindahan pribadi Maitreya ini maka ada beberapa ungkapan yang indah, diantaranya:

“Tubuhnya laksana emas murni; terang, bersinar dan murni” (M. Vol, 2, hh. 561-562)

“Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan keindahan pribadi Maitreya” (M. Vol. II, hh. 562)

“Dalam berbagai pernyataan yang berkaitan dengannya, dia dikatakan memiliki karakter terbaik dan paling sempurna dikalangan manusia” (Budhhism oleh Monier William, h. 82)

Selain itu, ada sebuah catatan penting tentang kesamaan ciri yang disebutkan dalam beberapa literatur agama Buddha dengan fakta ketika Nabi Muhammad SAW hidup. Itu adalah mengenai “pertemuan dibawah pohon Bo”.

“Sang Buddha Maitreya akan menyebarkan pesan-pesannya dengan sukses besar di bawah pohon Bo” (Chamber`s Ency)

Beberapa orang shaleh dalam agama Buddha juga telah mengungkapkan keinginan mereka untuk mendengarkan sang Buddha Maitreya di bawah pohon ini. Seperti ungkapan I-Tsing:

“Biarkan aku mencari pertemuan pertama di bawah pohon bungan naga untuk mendengar alunan suara sang Buddha Maitreya” (h, 494. Catatan Kaki)

Dalam Al-Qur`an pertemuan ini disebutkan di surat Al-Fath [48]: 18:

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang Mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon[1], maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)[2]

[1] Pada bulan Zulkaidah tahun keenam Hijriyyah Nabi Muhammad SAW. beserta pengikut-pengikutnya hendak mengunjungi Mekkah untuk melakukan ‘umrah dan melihat keluarga-keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan. Sesampai di Hudaibiyah beliau berhenti dan mengutus Utsman bin Affan lebih dahulu ke Mekah untuk menyampaikan maksud kedatangan beliau dan kamu muslimin. Mereka menanti-nanti kembalinya Utsman, tetapi tidak juga datang karena Utsman ditahan oleh kaum musyrikin kemudian tersiar lagi kabar bahwa Utsman telah dibunuh. Karena itu Nabi menganjurkan agar kamu muslimin melakukan bai’ah (janji setia) kepada beliau. Merekapun mengadakan janji setia kepada Nabi dan mereka akan memerangi kamu Quraisy bersama Nabi sampai kemenangan tercapai. Perjanjian setia ini telah diridhai Allah sebagaimana tersebut dalam ayat 18 surat ini, karena itu disebut Bai’atur Ridwan. Bai’atur Ridwan ini menggetarkan kaum musyrikin, sehingga mereka melepaskan Utsman dan mengirim utusan untuk mengadakan perjanjian damai dengan kaum Muslimin. Perjanjian ini terkenal dengan Shulhul Hudaibiyah.
[2] Yang dimaksud dengan kemenangan yang dekat ialah kemenangan kaum muslimin pada perang Khaibar.

Karena adanya catatan tentang pohon Bo ini untuk Muhammad, dan pertemuan di bawah pohon ini sangat berarti dan terkenal di dalam sejarah umat Islam, maka Muhammad SAW adalah Sang Buddha Maitreya yang dimaksud dalam agama Buddha.

Sehingga dengan semua kajian diatas, maka bisa dipastikan bahwa kehadiran dan kenabian Muhammad SAW tidak bisa disangsikan dan memang telah di nubuatkan sejak kelahiran agama Buddha.

***

Kesimpulan
Berbicara mengenai nubuat Muhammad dan sebagaimana penjelasan di atas, maka tidaklah mengherankan bila ajaran Islam menjadi agama terbesar di dunia. Betapa tidak, diri Muhammad SAW – yang tiada lain adalah “pembawanya” – telah menjadi keyakinan dan ketetapan yang di muat dalam kitab-kitab setiap ajaran agama terdahulu dengan penuh sanjungan dan penghormatan. Kehadirannya (Muhammad) telah sangat di nantikan dan menjadi harapan kebaikan dan bisa mendatangkan kemuliaan bagi setiap umat manusia.

Penulisan artikel ini tidak bermaksud untuk menonjolkan agama yang satu di atas agama yang lain. Sebab, tulisan ini diharapkan bisa menjadi jalan untuk semakin terbukanya dialog antar umat beragama. Menjadi pencerahan bagi mereka yang tertarik dengan Islam dan sebagai wacana yang luas mengenai ajaran Islam, sehingga tidak perlu ditakuti ataupun di musuhi.

Kita sebagai umat beragama dengan ini semakin disadarkan untuk tidak beralasan yang kuat demi melakukan perselisihan dan menebarkan kebencian atas nama agama. Tidak ada alasan bagi kita untuk menyerang ataupun menghina orang lain yang kebetulan berbeda keyakinan dengan kita. Tinggal bagaimana kita bisa bersikap tenang dan menerima segala perbedaan. Dan bila kedatangan Rasulullah Muhammad SAW sebagai nabi dan utusan-Nya, yang membawa ajaran Islam bagi umat manusia sebagaimana yang telah di nubuatkan oleh agama Zoroaster, Hindu dan Buddha, maka hendaknya tidak ada perselisihan antar penganut ketiga agama ini dengan Islam, begitu pula sebaliknya.

“Untukmu agamamu dan untukkulah agamaku” (QS. Al-Kaafiruun [109] : 6)

Semoga kita senantiasa berjiwa besar dengan hati yang lapang dan menjadi sosok yang bisa menerima segala perbedaan sebagai bentuk dari rahmat Tuhan. Amin.

Yogyakarta, 17 Nopember 2010
Mashudi Antoro (Oedi`)

Iklan

32 thoughts on “Nubuat (Ramalan) Tentang Muhammad SAW Dari Beberapa Agama (Zoroaster, Hindu, dan Buddha)

  1. wah langsung di upload, ya mas.. ga sia-sia kita maen ke toga mas dapat buku yg menarik hehehehe… 🙂
    bagus sekali tulisan ini mas jadi menambah pengetahuan tentang nabi agung kita muhammad SAW, dari jaman dahulu kala banyak yg meramalkan bahwa akan datangnya nabi yg akan meluruskan agama yang ada sebelumnya. semakin dalam mengkaji semakin paham dan tau bahwa agama yg laen juga mengagungkan nabi besar kita muhammad SAW.
    sekarang tinggal kita sebagai umat beliau.. masih tetapkah kita mengagungkan dan mengikuti ajarannya??
    atau malah mengagungkan kiyai to yg laennya??
    marilah kita intropeksi diri dan memperbaiki bersama
    semoga dimudahkan oleh Allah SWT
    amin…. ya rabbal allamin

    1. Amiiin..
      Makasih ya Dik, cos masih mau berkunjungan di blog ini. Makasih juga karena sebelumnya sudah nemenin cari buku di Toga Mas. hehe…
      Yup…. mari sekali lagi kita berbangga hati karena telah memiliki Nabi Agung Muhammad SAW yang ternyata telah dinubuatkan dan di nanti-nantikan sejak sebelum kelahiran beliau, dengan jalan senantiasa mengikuti apa yang dulu pernah dicontohkan (As-Sunnah) oleh beliau. Karena hanya dengan itulah kita akan tetap menjadi umatnya yang benar dan berada dalam syafaat dan ridho-Nya.

    1. Terimakasih atas dukungannya, semoga bermanfaat.
      Ya, benar sekali anggapan Anda bahwa informasi ini sulit di dapatkan di luar sana. Untuk itu saya sangat berterimakasih kepada Abdul Haq Vidyarthi (Juru dakwah dan penulis) dan `Abdul Ahad Dawud (Mantan Pastor) yang bersedia membagi ilmunya demi pencerahan dan kebenaran di kalangan umat manusia.

    1. Salam kenal kembali…
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
      Ya. Memang di blog ini – khususnya di tulisan ini – saya tidak bermaksud untuk “nyeleneh” apalagi menghujat, karena itu tentu tidak akan ada manfaatnya… bahkan hanya akan mendatangkan malapetaka. Lebih baik menebarkan cinta dan kasih sayang, agar kehidupan ini tetap harmonis.
      Okey, nanti saya akan berkunjung ke link yang Anda berikan….
      Wassalam…

      1. Syukurlah kalau demikian, terimakasih atas perhatian dan pengertiannya…
        Sekali lagi, mari kita tebarkan cinta di bumi ini agar kehidupan kembali pada hakekatnya….

  2. Kalo saja semua umat Islam mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW saya yakin di negeri kita maupun di luar sana tidak akan ada teror bom bunuh diri yang mengatas namakan Islam.Saya sebagai umat Hindu Bali sangat menyayangkan banyak dari saudara kita sekarang malah mengikuti ajaran ustadnya dan meninggalkan ajaran Nabinya yang mulia sehingga dia mau melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hakikat dasar agama yaitu CINTA KASIH.

    1. Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… 😀
      Ya, saya sependapat dengan Anda bahwa jika seandainya umat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia benar-benar menjalankan agamanya sesuai perintah Tuhan dan contoh nabinya, maka tidak akan ada teror dan kezaliman… tapi sayang yg terjadi malah sebaliknya, dimana mereka terlalu dangkal dalam memahami hakekat ajaran agamanya, sehingga kesalahan dianggap kebenaran menurut pendapat mereka sendiri..
      Untuk itu, kepada semua saudaraku di seluruh dunia, mari kembali kepada ajaran sejati agama kita masing-masing. Kepada saudaraku umat Islam, kembalilah pada Akhlakul karimah kalian; kepada saudaraku umat Hindu, kembalilah pada Dharma kalian; kepada saudaraku umat Buddha, kembalilah kepada Budi kalian; kepada saudaraku umat Nasrani, kembalilah pada Kasih kalian. Niscaya kehidupan peradaban kita akan gemilang di seluruh dunia. 😀

      1. terlepas dari itu,,,
        Kita sebagai manusia tiadalah sempurna,
        Kehidupan pun tak sempurna,
        Dimana ad dharma
        Pasti ad adharma,
        Contoh saja obat,,
        Hampir semua obat didunia ini mengandung efek samping,
        Sama halnya dengan kebaikan tetap bersanding dengan kejahatan,
        Menurut saya,
        Kebaikan akan selalu SEIMBANG dengan kejahatan,
        Itulah hukum alam yang tak dapat dipungkiri,,,

      2. Sepakat, segala sesuatu yang ada di alam jagat raya ini ada penyeimbangnya, sebab bila tidak maka berakhirlah semuanya (kiamat). Dan itulah yang membuat kehidupan khususnya di mayapada ini menjadi tetap indah dan penuh makna. Sehingga sebagai makhluk, maka kita tetaplah harus mematuhi kodrat Yang Maha Kuasa ini, dengan tidak lagi membantah atau memprotesnya. Sedangkan yang perlu dilakukan adalah tetap berusaha pada posisi yang benar sesuai dharma bhakti yang ada dan terus berusaha melepaskan angkara yang ada di dalam diri… bisa dengan masuk ke dalam tahapan brahmacharya lalu grhastha lalu wanaprastha bahkan bila perlu hingga ke tahapan Sanyasin.. lalu yang wajib dimiliki adalah sikap pribadi yang sempurna, seperti ngesti aji, ngesti giri, ngesti jaya, ngesti nangga dan ngesti priyambada. Dimana kelima sifat itu adalah contoh sifat terbaik sepanjang masa, dan pernah dimiliki oleh lima putra pandawa.
        Okey mas i gede yogi, terimakasih atas kunjungan dan dukunganya, semoga tetap bermanfaat.. 🙂

      3. sebenarnya saya baru klz 1 SMA,
        Jdi lbh enak lok di pnggil ‘Dik’
        Tapi ga pa2,
        Hehe,
        Semoga damai dan sejahtera,,

      4. Oh ya? wah saya ngak ngira kalau Anda masih kelas 1 SMA, karena pemikiran yang telah di sampaikan disini melebihi kemampuan anak sekolah pada umumnya, salut buat mas eh dik I Gede Yogi, karena bangsa ini sangat memerlukan orang-orang yang berpikiran dewasa seperti Anda.. agar bangsa ini cepat bangkit dan mengulang sejarah kejayaan Nusantara di masa lalu..
        Okey… tetap semangat.. Om Swastiastu..

  3. saya salut dg tulisan anda…tidak saling menjatuhkan satu sama yg lain tapi saling mendukung dan memperkuat……yaaa kita smua dihadapan sang khalik yaa allah…adalah sama…tidak mengenal km dari ajaran apa dan aliran apa……..berbuat kebaikan adalah jalan yg disukai oleh allah.tuhan.sang maha pencipta……kira kira klau smua orang didunia,,ini,,,,berbuat baik smua..mungkin tidak ada bencana di dunia ini…..

  4. Ini agama yang paling Ge-er sedunia, muji muji diri sendiri, mentauladani tingkah laku muhammad itu maksudnya tingkah laku yang mana ya? Mentauladani punya istri 21 org? Mentauladani menikah dengan anak anak umur 9 tahun (Aisyah)?, atau mentauladani muhammad yang ketangkap basah sedang berhubungan intim dengan Maria Koptik disalah satu rumah istrinya yang lain?

  5. Tulisan yg bgus dgn copy paste dri buku kontroversial. Jgn lah kamu membodohi umat agama lain. Asal kamu tahu saja bahwa Buddha Maitreya itu adl buddha yg mengajar dgn kasih sayang, dan maitreya berasal dri kata “maitri/metta” yg berarti kasih sayang, bukan rahmat. Apakah kedua kata itu sama??
    Kemudian apa itu pohon bo? Tdk ada kata itu dlm tipitaka, yg ada adl pohon boddhi. Dgn kata lain buku itu bkn memberi pencerahan tetapi kebohongan besar, lebih baik sebelum memberi “pencerahan” kpd org lain mungkin tdk ada salahnya kamu mencari tau kebenaran nya lebih lanjut

  6. … Hmm, artikel yang menarik! Dan, itulah kenapa saya tetap memutuskan untuk tetap menjadi pengikut guru besar Zarathustra. Oh ya, saya salin satu tautan untuk Saudara; tautan terjemahan Gatha dalam bahasa Inggris, tulisan guru Zarathustra. Renungkan Trisila Asha guru Zarathustra; Pikiran Baik, Lisan Baik, dan Perbuatan Baik (bahasa Persia-nya; Pendaar-e-Nik, Goftaar-e-Nik, Kerdaar-e-Nik)

    http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCYQFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.zarathushtra.com%2Fz%2Fgatha%2Fdji%2FThe%2520Gathas%2520-%2520DJI.pdf&ei=jgakUur4JqiRigeawoCYDQ&usg=AFQjCNFreIqQIEm9811MdktwnPe3SgNR7w&bvm=bv.57752919,d.dGI

    atau

    http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&ved=0CDoQFjAC&url=http%3A%2F%2Fwww.zarathushtra.com%2Fz%2Fgatha%2Faz%2FThe%2520Gathas%2520-%2520FAZ.pdf&ei=jgakUur4JqiRigeawoCYDQ&usg=AFQjCNE2wirAkBw3oJigrDzqoxV87RPSpQ&bvm=bv.57752919,d.dGI

    1. Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂
      Wah terimakasih karena Saudara sudah mau berbagi informasi… akan saya pelajari meski akan butuh waktu karena bahasa Inggris saya pun kurang bagus, hehe.. 🙂

  7. Subhanalloh keren bnget mas,mungkin metode da’wah spt Ja’far bin abi thalib ktika btemu raja najasy (mohon u dklarifikasi),mjelaskan tent Isa almasih putra maryam.shingga raja najasi menerima kaum muslimin d Habasyi. nanti d akhir zaman, Imam Mahdi akan mngirimkan delegasinya (spt ydilakukan Ja’far) thdp komunitas ttinggi pd masing2 agama2 lain sehingga islam tsebar dengan damai tanpa pertumpahan darah.wallohu alam,mhn dluruskan,jzkllh khoir.

    1. Alhamdulillah kalau begitu mbak.. ternyata jadi ya baca artikel ini, syukurlah senang dan terimakasih, semoga tetap bermanfaat.. 🙂
      Ya tentu mbak, metode dakwah beliau kepada raja Nijashi saat itu adalah yang paling tepat karena di lakukan dengan rasa sabar, cinta dan persahabatan, terlebih saat itu memang beliau dan para sahabat dalam status numpang di negeri orang.. Apa yang beliau lakukan saat itu tentunya berkat pengajaran dan bimbingan dari Rasulullah SAW yang pengasih sebelumnya, ketika masih di Madinah sebelum hijrah ke negeri Abysinia (Habsyah). Jadi jalan dakwah secara damai, cinta dan olah kecerdasan adalah yang terbaik dan akan mendatangkan keberhasilan yang besar…
      Hmm.. tentang Imam Mahdi saya belum bisa berkomentar banyak tentang apa yg akan dilakukannya nanti, karena memang saya belum memiliki bahan untuk disampaikan tentang hal itu.. tapi yang jelas apa saja yang dilakukannya nanti tentu akan mengikuti Al-Qur`an dan Sunnah saja. Kalau tidak, berarti dia bukanlah Imam Mahdi. 🙂

  8. Tulisan yang bagus,,,di dunia yang fana ini Tuhan menciptakan perbedaan,,termasuk agama dan kepercayaan, jadi barang siapa yang membenci perbedaan (ciptaan -Nya) maka dialah yang membenci Tuhan.

    1. Terimakasih mas Pandu atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂
      Hargailah perbedaan karena itu akan mendewasakan sikap dan membuat kita tetap hidup dalam ketenangan dan kebahagiaan yang sejati, sementara anugerah Tuhan akan senantiasa hadir di sepanjang kehidupan.. 🙂

    1. Subhanallah.. syukurlah kalau begitu, ikut senang juga dan semoga bisa bermanfaat untuk kehidupan dunia akherat.. 🙂
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, tetap semangat 🙂

  9. Mohon diizinkan saya untuk mengutip dalil Al-Qur’an yg telah disusun pada https://wordwidewrite.wordpress.com/2016/03/11/isro-miraj-dan-kenaikan-isa-al-masih/ asumsinya adalah dari pembahasan nabi Muhammad saw, seandainya ada yg lebih tahu maknanya, atau penyajian ayat2 dibawah ini bertentangan, diharapkan ada penjelasannya. Terimakasih.

    Nabi Isa diselamatkan dalam penyaliban dengan mengganti orang yg diserupakan. Nabi Isa as diangkat kelangit oleh Alloh,

    Qs 4:157.

    وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

    Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

    Qs 19:33

    وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

    Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali“.

    QS.3:55 merupakan penegasan akan wafat yg sesungguhnya

    إِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَجَاعِلُ
    الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُواْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

    “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: ‘Hai ‘Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu, dan mengangkat kamu kepada-Ku, serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu, di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya’.”

    QS.36:68

    وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلا يَعْقِلُونَ

    artinya”Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan mereka kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?.”

    Jika Alloh berkehendak menurunkan kembali nabi Isa ke akhir jaman sebagai Nabi Muhammad saw, tidaklah suatu yang mustahil bagi Alloh Sang Pencipta.

    QS 22:5

    يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الأرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الأرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

    Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

    Ayat tersebut adalah perumpamaan kehidupan yg dibangkitkan kembali, dan ruh yang diselamatkan Alloh diturunkan maka hiduplah kembali.
    Kelahiran nabi Muhammad SAW semenjak kecil sudah diperlihatkan keistimewaannya. Ciri-cirinya ada yang mengetahui seorang ahli kitab. Dan ternyata setelah usia kenabian dan diangkat Alloh menjadi Rosul, kebenaran terbukti. Nabi Muhammad saw adalah Nabi dan Rosul terakhir.

    Keistimewaan lainnya ketika nabi Muhammad saw. Diangkat ke sidrotul Muntaha, kejadian ini serupa ketika Nabi Isa as diangkat kelangit dari penyelamatan penyaliban. Siapa manusia yg diberi keistimewaan yang serupa? Adakah Nabi lain yg diberi perintah Solat dalam Al-Qur’an yg sejelas perintah kepada nabi Isa as? Inilah kebesaran Alloh, yg menguasai ruang dan waktu.

    QS. 17: 1

    سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

    Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (17: 1)

    Nabi Isa as di firmankan dalam Al-Qur’an diberi perintah salat dan menunaikan Zakat, Apakah ada pelaksanaannya selama nabi Isa setelah diangkat sebagai Nabi? Atau setelah kebangkitannya? Yang jelas diberkati dimanapun nabi Isa as berada dalam keadaan hidup.

    قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيّاً

    [19:30] Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

    وَجَعَلَنِي مُبَارَكاً أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيّاً

    [19:31] dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

    Penegasan waktu solat

    أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا (78) وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (79)

    “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra’: 78-79).

    Kenaikan dan Kebangkitan nabi Isa AS penegasannya dalam perjalanan Isro Mi’raj nabi Muhammad SAW

    QS 2.Al Baqarah:285

    ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَٱلْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

    “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.””

    Perhatikan ayat dibawah ini, apakah berlaku dimasa lalu atau dimasa sekarang, atau dimasa akhirat? Ayat sebelum dan sesudahnya tidak mengikat, dan dapat ditafsirkan saksi dari tiap-tiap umat ini adalah hamba yang terpilih juga untuk dipanjangkan umurnya.

    (Q.S.28:75)

    وَنَزَعْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا فَقُلْنَا هَاتُوا۟ بُرْهَٰنَكُمْ فَعَلِمُوٓا۟ أَنَّ ٱلْحَقَّ لِلَّهِ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ ﴿٧٥﴾

    “Dan Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, lalu Kami katakan, “Kemukakanlah bukti kebenaranmu,” maka tahulah mereka bahwa yang hak (kebenaran) itu milik Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan.”

    Berapakah jumlah umat ini? Akankah berkumpul dalam satu waktu?

    Juru selamat adalah nabi Muhammad SAW dan pedomannya adalah Al-Qur’an. Karena tidak akan ada lagi Nabi atau Rosul setelah beliau

    Jadi siapa yang mau selamat di dunia dan Akhirat, harus benar-benar beriman dan melaksanakan Rukun Islam. Dan Alloh berfirman, setelah nabi Muhammad wafat, kepada siapa kita menurut? Yaitu kepada Ulil Amri (penguasa setempat) jika urusan itu masih ada perselisihan maka hanya kepada Alloh kita pasrahkan segala urusan.
    Dan Alloh akan melihat umat-umatnya yang sungguh-sungguh menjalankan perintahnya.

    1. Jika kedua posting ini saya gabungkan, adalah untuk membantah berita akan adanya turun seorang Imam Mahdi, singkatnya masa berlaku ramalan itu bukan saat ini tapi sebelum nabi Muhammad wafat. Begitu pula pada Uga Wangsit Siliwangi, yang masa berlakunya sampai kehadiran dewan 9 wali, namun seorang pencatat sejarah yaitu Jaya Baya, memperpanjangnya dengan membuat ramalan baru, https://wordwidewrite.wordpress.com/wali/ menurut pendapat lainnya gimana?

  10. Buddha maitreya belom terlahir pak.. 😀 belum periode nya. coba tolong dipahami dulu apa itu buddha dan apa itu maha purisa lakkhana. 🙂 semoga anda berbahagia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s