Suami yang cerdas dan istri yang shalehah dalam mengutangi Allah SWT

Posted on Updated on

Sungguh, rahmat, nikmat dan balasan dari Allah SWT itu takkan pernah ada habisnya. Ia akan senantiasa ada bagi hamba yang selalu patuh dan tunduk kepada-Nya. Dan betapa perpaduan antara suami yang cerdas dan istri yang shalehah dapat membawa kehidupan keluarga dalam kebahagiaan dan dipenuhi dengan ridha Ilahi. Ini seperti kisah berikut ini:

Tersebutlah dalam masa yang telah berlalu ketika Rasulullah Muhammad SAW masih hidup dulu, bahwa sahabat dan sekaligus menantunya yaitu Ali bin Abi Thalib RA pernah berkata kepada istrinya Fatimah Az-Zahra RA: “Wahai wanita mulia, apakah kamu mempunyai sesuatu yang bisa di makan oleh suamimu?” sang istri pun menjawab; “Demi Allah aku tidak mempunyai sesuatu sedikitpun, namun ini ada 6 dirham dari hasil upahku memintal bulu. Uang tersebut akan aku belikan makanan untuk Hasan dan Husein” Ali lantas berkata; “Wahai wanita yang mulia, berikan uang 6 dirham itu kepadaku”. Fatimah lalu memberikan uang 6 dirham itu kepada suaminya Ali.

Sesudah uang diterima, Ali keluar rumah dengan maksud membeli makanan untuk kedua putranya. Tiba-tiba di tengah jalan ia bertemu seorang yang berkata; “Siapa yang mau meminjami Allah, Dzat Yang Menguasai dan pasti Dia akan menepeti janji-Nya”. Akhirnya Ali mendekati orang tersebut dengan menyerahkan uang 6 dirham yang dibawanya dari rumah yang sedianya untuk dibelikan makan kedua anaknya.

Setelah uang diberikan Ali langsung pulang kerumah. Ketika Fatimah mengetahui kepulangan suaminya ke rumah tanpa membawa makanan apa-apa, ia menangis. Melihat istrinya menangis, Ali langsung bertanya; “Wahai wanita yang mulia, apa yang menyebabkan engkau menangis?” Fatimah menjawab; “Wahai putra paman Rasulullah, aku melihat engkau pulang dengan tanpa membaca makanan sedikitpun” mendapatkan jawaban itu, Ali terus berkata; “Wahai wanita yang mulia, aku telah menghutangkan uang 6 dirham tadi kepada Allah” mendengar penjelasan itu Fatimah berkata; “Kalau itu yang engkau lakukan, aku setuju”

Setelah itu, Ali keluar rumah hendak menuju ke tempat Rasulullah, tiba-tiba di tengah jalan ia bertemu seorang Badui yang sedang menuntun unta. Ali lalu mendekati Badui itu, maka Badui itu berkata; “Wahai ayah Hasan, belilah unta ini” di jawab oleh Ali; “Aku tidak memiliki uang sepeserpun untuk membeli untamu itu”. Orang Badui itu lantas berkata; “Aku menjual unta ini dengan cara dihutangkan” Ali pun berkata; “Kalau begitu, berapa harga unta ini kamu jual?” Jawab sang Badui; “Aku menjualnya seharga 100 dirham” sesaat Ali diam, kemudian ia kembali berkata; “Baiklah, unta ini aku beli, namun pembayarannya nanti saja setelah aku mendapatkan uang”

Setelah itu, Ali bin Abi Thalib RA menuntun unta yang baru dibelinya. Tetapi tidak jauh berjalan Ali dihadang oleh seorang Badui lainnya yang bertanya kepadanya; “Wahai ayah Hasan, apakah kamu hendak menjual unta ini?” Ali menjawab; “Benar, aku hendak menjualnya”. Badui pun berkata; “Berapa harganya?” dijawab Ali: “Harga unta ini adalah 300 dirham” kata Badui; “Baiklah, aku beli untamu ini dengan harga tersebut”

Setelah orang Badui itu menyetujui harganya, ia langsung membayar 300 dirham secara tunai kepada Ali. Sesudah menerima pembayaran tersebut, Ali menyerahkan kendali unta kepada sang Badui tadi. Kemudian ia pulang kerumahnya. Tatkala Fatimah mengetahui suaminya datang, ia menyambutnya dengan senyum ,manis kasih sayang, sebagaimana kebiasaan yang ia lakukan setiap kali menyambut kedatangan suaminya. Fatimah bertanya; “Wahai ayah Hasan, apa yang engkau bawa hari ini?” dijawab oleh Ali; “Wahai putri Rasulullah, aku telah membeli seekor unta dengan dihutangkan cara pembayarannya seharga 100 dirham. Aku lalu menjual unta itu dengan harga 300 dirham secara tunai” Mendapatkan jawaban itu Fatimah berkata; “Aku setuju saja dengan apa yang engkau lakukan, asalkan membawa kemanfaatan dan kemaslahatan”

Sesudah berbincang-bincang dengan Fatimah dirasa cukup, Ali bin Abi Thalib RA keluar rumah lagi menuju rumah Rasulullah SAW. Pada saat ia memasuki pintu masjid, Rasulullah SAW melihatnya dengan tersenyum dan ketika Ali sudah mendekat, beliau berkata; ”Wahai ayah Hasan, apakah kamu yang bercerita kepadaku, ataukah aku yang memberi kabar kepadamu?” Dijawab oleh Ali; “Engkau saja yang memberi kabar kepadaku ya Rasulullah” Rasulullah berkata; “Wahai ayah Hasan, apakah kamu sudah mengerti siapa sebenarnya Badui yang menjual unta kepadamu itu dan siapa sebenarnya Badui yang membelinya?” Ali menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahuinya” Rasulullah pun menjelaskan; “Beruntung sekali kamu… beruntung …beruntung…. Wahai Ali, kamu telah menghutangi Allah dengan 6 dirham, maka Allah memberimu 300 dirham sebagai pengganti, setiap dirham mendapat 50 dirham. Adapun orang Badui yang pertama itu adalah Jibril, sedangkan yang kedua adalah Israfil. (Menurut riwayat lain bahwa orang pertama yang menjual unta adalah Jibril, sedangkan yang kedua adalah Mikail).

Mendapatkan penjelasan itu, Ali bin Abi Thalib RA menangis dalam keharuan. hatinya menjadi semakin lega dan bahagia, namun disertai dengan rasa syukur yang dalam. Ia tidak pernah mengira bahwa yang telah ia lakukan adalah sebagai salah satu tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang tiada bandingannya itu. Dimana ketika kita mau “mengutangi Allah SWT” dengan keikhlasan dan ketundukkan, maka Allah SWT pun akan membalasnya dengan sesuatu yang jauh lebih besar. Bahkan dengan jalan yang tidak disangka-sangka sekalipun.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran yang berharga ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

Yogyakarta, 24 Oktober 2010
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Di sadur dari riwayat orang-orang terdahulu]

10 thoughts on “Suami yang cerdas dan istri yang shalehah dalam mengutangi Allah SWT

    putri said:
    Oktober 24, 2010 pukul 8:21 am

    subhanallah

    semangat!!
    semangat membara ingin menikah,,:D

    good luck di’

    sukses selalu

      oedi responded:
      Oktober 24, 2010 pukul 8:25 am

      Makasih ya Put udah mau berkunjungan di tulisan ini, semoga bermanfaat.
      Eit siapa nih yang bersemangat membara untuk menikah? Putri yah? wah sukses deh… 🙂

    Uncu said:
    Oktober 25, 2010 pukul 5:24 am

    Subhanallah,,,

    “ketika kita mau “mengutangi Allah SWT” dengan keikhlasan dan ketundukkan, maka Allah SWT pun akan membalasnya dengan sesuatu yang jauh lebih besar. Bahkan dengan jalan yang tidak disangka-sangka sekalipun”.

    MasyaAllah, semoga seuatu saat nanti, aq maupun oedi, sama2 menemukan teman hidup seperti halnya ‘Ali & Fatimah’, aemoga Allah mengabulkan harapan2 kita, amiiin…

    makasih oedi,,, 🙂

      oedi responded:
      Oktober 26, 2010 pukul 5:35 am

      Amiiin ya Rob….
      Semoga kita senantiasa menjadikan niat dan usaha dalam kehidupan ini senantiasa mengikuti jejak langkah yang telah Rasulullah SAW berikan, dan mengaca pula pada Ali dan Fatimah dalam kehidupan keluarga mereka yg shalih.
      Makasih ya mbak, udah mau berkunjung,,, semoga bermanfaat.

    andika said:
    Oktober 26, 2010 pukul 1:14 am

    subahnallah..
    wah mas mengangkat cerita ini to..
    terimakasih mas linknya… mengingatkan kita akan selalu berbagi dan bersabar dalam menjalani hidup…
    dan selalu bersyukur tentunya mas.. atas nikmat dan rahmat yg diberikanNya

    amin:)

      oedi responded:
      Oktober 26, 2010 pukul 5:39 am

      Makasih kembali Dik, cos udah mau berkunjungan di tulisan ini, moga bermanfaat.
      Yup, kita sebagai hamba emang harus senantiasa bersyukur dan mensyukuri atas apa saja yg telah Allah SWT tentukan. Karena hanya dengan itulah kita akan merengguh segala nikmat atas kesabaran dan saling berbagi dalam cinta.
      Semoga cerminan dari kehidupan keluarga Ali bin Abi Thalib RA dan Fatimah Az-Zahra RA diatas bisa menjadi motivasi kita dalam merenda kehidupan berumahtangga nantinya. Amin.

    ningnong said:
    Oktober 27, 2010 pukul 1:15 pm

    subhanallah.. maap di’ baru sempet mampir ke lapakmu.. 😀
    semoga artikelnya bermanfaat, amin3x.. 🙂 *tq for sharing

      oedi responded:
      Oktober 29, 2010 pukul 8:01 am

      Iya di maapin… “Sibuk banget kayanya??? ampe telat mampirnya…”
      Amiiiin…. moga selalu bisa memberikan manfaat untuk kita semua….
      Makasih juga cos udah mau mampir n kasih komentarnya… chayoo

    […] Baca juga kisah mereka di link berikut ini: Suami yang cerdas dan istri yang shalehah dalam mengutangi Allah SWT […]

    KISAH CINTA ALI BIN ABI THALIB | farida al istiqamah said:
    Februari 26, 2013 pukul 3:15 am

    […] Baca juga kisah hidup mereka di link berikut ini: Suami yang cerdas dan istri yang shalehah dalam mengutangi Allah SWT […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s