Perjalanan murah ke Antariksa dengan Skylon

Posted on Updated on

Reaction Engines tampaknya ingin memecahkan mitos yang menyatakan bahwa perjalanan ke luar angkasa membutuhkan dana yang besar. Perusahaan teknologi asal Inggris ini telah mengkalkulasi, untuk menerbangkan sebuah roket ke antariksa, dibutuhkan biaya sampai 97 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,3 triliun. Jumlah itu belum termasuk biaya pembuatan roket.

“Tidak ada hukum fisika yang menyatakan bahwa ke luar angkasa itu mahal,” kata direktur teknis dan salah satu pendiri Reaction Engines, Richard Varvill. Impian memangkas biaya peluncuran itu, dia menjelaskan, dinyatakan dengan membuat pesawat luar angkasa yang hanya membutuhkan dana peluncuran 63 juta pound sterling (sekitar Rp 884 miliar) atau hampir separuh lebih irit ketimbang meluncurkan roket.

Salah satu indikasi murahnya peluncuran pesawat yang diberi nama Skylon ini, menurut Varvill, adalah tidak dibutuhkannya landasan khusus. “Pesawat ini bisa lepas landas dari landasan bandara biasa,” katanya. Selain itu, dia melanjutkan, ongkos pembuatan pesawat ini tergolong rendah, yakni hanya 700 juta pound sterling atau Rp 9,8 triliun karena terbuat dari bahan-bahan yang “murah meriah”.

Kerangka pesawat terbuat dari serat keramik dengan ketebalan hanya 0,5 milimeter dan dibentuk bergelombang supaya tahan beban tekanan aerodinamika. Adapun struktur bantalan badan dan sayap pesawat dibuat dari plastik yang diperkuat dengan serat karbon. Tangki bahan bakar terbuat dari “aluminum propellant”, yang memungkinkan terjadinya pergerakan panas dan perpindahan tekanan. “Bahan-bahan pembuat Skylon inilah yang membedakannya dari pesawat luar angkasa lainnya,” kata Varvill.

Dengan panjang 82 meter dan diameter 6,3 meter, pesawat ini menggunakan mesin yang disebut SABRE. Mesin ini dirancang untuk beroperasi seperti mesin jet konvensional sampai dengan ketinggian 26 kilometer dari atas permukaan tanah. Setelah itu, <I>inlet<I> mesin ini akan tertutup dan bekerja seperti sebuah roket hingga mencapai orbit.

Mesin SABRE yang diperkirakan dapat digunakan pada 200 kali peluncuran ini juga didesain untuk dua jenis bahan bakar, yakni hidrogen serta oksigen cair, dengan kapasitas masing-masing 66 ton hidrogen cair dan 150 ton oksigen cair. SABRE bekerja mengisap hidrogen dan oksigen dari atmosfer, yang kemudian “melempar” pesawat itu sejauh 18 mil dari atas permukaan tanah sampai keluar dari atmosfer bumi.

Pesawat dengan kecepatan lima kali lipat lebih kencang dari kecepatan suara ini ditujukan untuk wisata luar angkasa. Dalam satu kali penerbangan, Skylon mampu membawa 24 penumpang. Tak ada awak yang mengendalikan pesawat karena semua diatur dari bumi dengan menggunakan sistem komputer.

Varvill berharap nantinya Skylon menggantikan fungsi The Shuttle, pesawat kargo yang bertugas mengangkut berbagai barang bawaan, termasuk astronaut, ke luar stasiun antariksa internasional, yang mampu mengangkut beban seberat 12 ribu ton.

Ternyata ide pembuatan pesawat yang dapat membawa penumpang untuk melintasi orbit ini sudah muncul sejak dulu. Varvill menceritakan pengalaman pahit yang diterimanya bersama pendiri Reaction Engines lainnya, Alan Bond.
Pada 1982, mereka mengembangkan prototipe pesawat HOTOL bekerja sama dengan Lembaga Antariksa Inggris (British Aerospace) dan perusahaan mobil Rolls Royce. Ketika memasuki tahun keenam, British Aerospace menarik seluruh dana mereka dan menghentikan proyek tersebut.

Pada awal 1990, bersama Alan Bond, Varvill mendirikan Reaction Engines Limited dan meninjau ulang proyek yang sempat mangkrak itu. Bekerja sama dengan Universitas Bristol, akhirnya perusahaan itu berhasil membuat pesawat dengan mesin terbaru yang lebih mumpuni.

Gurihnya Bisnis Wisata Luar Angkasa
Sejak Dennis Tito berhasil “<I>ngelencer<I>” ke luar angkasa pada 2001, banyak tokoh dunia yang iri dan ingin mengikuti jejak warga negara Amerika Serikat itu menjadi turis antariksa. Penerbangan antariksa dengan pesawat Soyuz TM-32 bersama dua kosmonot Rusia itu berhasil membuat pria 59 tahun tersebut berada di orbit bumi selama sepuluh hari. Ahli fisika dalam bidang rekayasa antariksa ini harus membayar US$ 25 juta atau sekitar Rp 227 miliar untuk bisa terbang ke luar angkasa.

Bisnis wisata ke luar angkasa yang gurih itu memang selama ini “dimonopoli” Rusia. Itulah yang membuat sejumlah negara berlomba-lomba membuat pesawat yang dapat digunakan untuk berwisata ke antariksa. Selain Skylon, baru-baru ini pabrik pesawat Boeing memperkenalkan “kapsul” yang akan membawa penumpangnya jalan-jalan di orbit bumi. Pesawat kapsul itu merupakan pesawat antariksa tipe CST-100 yang dikembangkan Boeing untuk Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA). Penjualan tiket wisata orbit itu dilakukan dengan menggandeng perusahaan asal Virginia, Space Adventures.

Pesawat CST-100 mampu menampung tujuh penumpang dan meluncur hingga 100 kilometer di atas permukaan tanah, kemudian terbang di sepanjang orbit rendah bumi. Boeing menargetkan pesawat ini dapat digunakan untuk berwisata mulai 2015.

Sebuah perusahaan di California, XCOR Aerospace, ternyata juga tertarik akan bisnis wisata luar angkasa. Pada Maret lalu, perusahaan milik Jeff Greason itu meluncurkan pesawat roket yang bisa terbang ke suborbit sejauh lebih dari 59 kilometer di atas bumi. Roket yang diberi nama Lynx ini berukuran sebesar pesawat jet pribadi.

Penjelajahan luar angkasa tak hanya membuka peluang usaha untuk jasa transportasi, namun juga penginapan. Seorang miliarder mengucurkan dana sampai US$ 3 miliar untuk mewujudkan ambisinya: membuat hotel luar angkasa. Rencananya, pembangunan hotel yang diberi nama “Galactic Suite Space Resort” itu rampung pada 2012.
Untuk dapat menginap di hotel ini, para tamu harus membayar 3 juta euro atau sekitar Rp 42,2 miliar per tiga malam. Sebelum terbang ke luar angkasa, para tamu juga wajib mengikuti pelatihan selama dua bulan.

Sumber: TEMPO Interaktif, http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2010/09/23/brk,20100923-279918,id.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s