Buku: Hakekat dan Kesempurnaan Huruf Hijaiyah

Di hari peringatan Isra` Mi`raj 1431 H, untuk kesekian kalinya kuucapkan ribuan terimakasih kepada Allah SWT atas berkat rahmat dan kuasa-Nya, karena Alhamdulillah dapat kuselesaikan juga buku “Hakekat dan Kesempurnaan Huruf Hijaiyah” ini. Buku ini sebagaimana judulnya, maka isinya pun mengenai makna dan hakekat dari huruf-huruf Hijaiyah. Ia akan mengupas berbagai macam perihal yang terdapat di dalam setiap Aksara Hijaiyah. Dari yang simple hingga hingga pada yang lebih umum.

Buku ini kutuliskan bagi mereka yang ingin mencapai hak demi kebenaran. Ia mulai di tuliskan sejak tanggal 15 Juni 2010 dan selesai dituliskan pada tanggal 10 Juli 2010 M/27 Rajab 1431 H, jam 09.30 WIB. Berikut cuplikannya:

Sungguh tiada yang akan pernah sebanding dengan Allah SWT. Dari hal yang paling kecil hingga segala sesuatu yang luar biasa besarnya. Buktinya, sebagaimana yang telah dijelaskan pada buku “Kajian Hati, Isyarat Tuhan” di bagian Penciptaan, dimana Al-Qur`an telah Dia ciptakan sebelum Manusia pertama, yaitu Adam AS diciptakan. Artinya sudah menjadi kehendak-Nya pula bahwa ketika umat manusia telah mendiami Bumi, maka akan ada golongan diantara mereka yang menggunakan huruf-hurut Hijaiyah sebagai alat bantu komunikasinya.

Huruf Hijaiyah ini sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim AS, dan memang beliau sendirilah yang menciptakan aksara ini dengan berdasarkan hidayah dari Allah SWT. Huruf Hijaiyah ini kemudian di turunkan kepada anaknya yaitu Ismail AS yang notabene menjadi cikal bakal dari bangsa Arab. Sedangkan anaknya yang satu lagi yaitu Ishaq AS yang merupakan cikal bakal dari Bani Israil tidak. Untuk itulah kemudian hari Bani Israil tidak menggunakan huruf Hijaiyah ini sebagai aksara mereka, melainkan menggunakan aksara Ibrani.

Kehendak Allah SWT mengenai huruf Hijaiyah ini bukan dengan tanpa alasan. Karena pada dasarnya sebagai perantara untuk dapat menjelaskan bahasa isyarat atau hal-hal yang bersifat tersirat dari-Nya. Hanya dengan huruf inilah maka banyak isyarat dari Allah SWT bisa di mengerti oleh manusia, dengan tujuan untuk menyadari bahwa dirinya hanyalah sebagai makhluk yang fana dihadapan Tuhan, sehingga dengan sendirinya akan tetap mengagungkan Asma-Nya, mengikuti perintah-Nya serta menjauhi segala bentuk larangan-Nya. Namun, pengetahuan akan bahasa isyarat ini tetap hanya diketahui oleh mereka yang diberikan hidayah oleh Allah SWT dan bisa disebarluaskan kepada yang lainnya.

Dengan demikian, maka menjadi sempurnalah huruf Hijaiyah ini  sebagai alat bantu bagi manusia, karena ia dapat memberikan penjelasan tentang hakekat isyarat dari Allah SWT, dimana tidak bisa dimiliki oleh aksara lainnya (Ibrani, Kanji, Latin, Palawa, Sansekerta, Paku, Hoeroglyp, dll). Untuk itulah mengapa Al-Qur`an pun turunnya di tanah Arab, dimana masyarakatnya menggunakan Hijaiyah sebagai aksara mereka sehari-hari.

Buku ini akan memberikan hakekat mengenai kandungan dari Al-Qur`an secara lebih lengkap. Jika kita telah memahami dengan detil terhadap setiap hakekat dari huruf-huruf Hijaiyah di dalam buku ini, maka kita pun sebenarnya akan mengetahui kandungan yang terdalam dari setiap ayat-ayat Al-Qur`an. Sebab, setiap hakekat dari huruf-huruf Hijaiyah yang terdapat di dalam buku ini jauh melebihi ilmu Tasawuf, nakhli, Nahwu dan sharaf. Sebab di dapatkan bukan dari hasil pemikiran semata melainkan hidayah. Oleh sebab itu, inilah tingkat pengetahuan yang telah tiba pada tahapan Makrifatullah.

Saudaraku, buku Hakekat dan Kesempurnaan Huruf Hijaiyah ini setidaknya saya tuliskan sebagai konsumsi pribadi saya sendiri. Sayalah orang yang pertama kali mengambil banyak manfaat dari kandungan buku ini. Setiap kali membaca ulang rangkaian kalimatnya, maka selama itu pula betapa saya menyadari bahwa kita adalah seorang hamba yang begitu fana dan kecil di hadapan Allah SWT. Oleh sebab itulah, jangan sekali-kali merasa kuasa dan menganggap diri lebih dari yang lainnya. Apalagi melakukan kesombongan dan takabbur kepada Allah SWT.

Demikianlah hakekat cinta yang saya torehkan di dalam rangkaian kalimat buku ini. Semuanya merupakan pergerakan kehidupan yang saya sendiri tidak bisa menghindarinya, melainkan tetap berjalan di atas rel yang telah ditentukan-Nya. Semoga menjadi kebaikan dan ridha yang baik bagi kita semua. Amin.

Kutanamkan di dalamnya sebuah mutiara nan indah
Berbinar terang di hati mereka yang shalih
Mendendang merdu di cuping telinga yang rindu akan cinta
Cinta pada Sang Khalik yang Kuasa dalam kehendak-Nya

Yogyakarta, 12 Juli 2010 M/27 Rajab 1431 H
Mashudi Antoro (Oedi`)

Iklan

16 thoughts on “Buku: Hakekat dan Kesempurnaan Huruf Hijaiyah

    1. Hehe… iya Dik, alhamdulillah selese dg cepat buku ini, ga nyampe sebulan…. Ya tar silahkan baca aja kalu udah wktunya…
      Okey, makasih yah utk dukungannya selama ini…. Chayooo juga untukmu. sukses…

    1. Salam juga…
      Waduh maaf mas, buku ini belum diterbitkan.. karena beberapa alasan, buku belum saatnya sekarang beredar.. Jadi disini saya hanya sekedar memberi tahu jika ada buku yang saya tulis yang membahas tentang hakekat dari setiap huruf Hijaiyah… 🙂
      Sekali lagi maaf dan terimakasih atas kunjungan dan dukungannya… semoga Allah SWT membalas Anda dengan banyak kebaikan… 🙂

  1. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Bukunya sudah ada di toko belum mas? kalau sudah ada dimana saya bisa dapatkan? harganya berapa mas?
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    1. Wa`alaikumsalam..
      Hmm.. dengan sangat menyesal saya katakan bahwa buku itu belum terbit mas, masih ada yg perlu di revisi… Maaf banget mas, tapi saya ucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada masnya karena sudah berkenan dengan buku ini meski belum terbit, semoga Allah SWT berkenan membalasnya dengan kebaikan dan ilmu yang bermanfaat… 🙂

    1. Waduh maaf mas Setyo, bukunya belum terbit, masih nunggu yang lain selesai dulu karena satu paket dg buku ini.. Yang ditampilkan di blog ini hanya untuk informasi saja dulu.. pemberi tahuan pada yg sekiranya berminat nanti.. sekali lagi maaf atas ketidaknyamanan ini.. 🙂

  2. wah mas saya sangat minat jika buku ini di terbitkan, diulas sedikit dong mas tentang huruf Mim 🙂 karena saya pernah baca bahwa huruf mim adalah symbol tentang ketundukan, lalu saya gunakan itu sebagai nama usaha saya 🙂 mimamia yang berarti usaha yang dibangun dengan jalan ketundukan kepada Allah .. kalau diterbitkan dikabari ya mas, nuwun

    1. Terimakasih ya mbak udah berkenan, semoga nanti bisa cepat diterbitkan.. Insya Allah akan dikabari di blog ini kok.. 🙂
      Wah baguslah kalo gitu mbak, mengawali usaha dengan niat yang benar, apalagi menggunakan huruf yang menjadi media utama untuk menuliskan kalimat Ilahi..
      Tentang makna huruf Mim, ya apa yg udah mbak baca atau pahami itu gak salah kok, yang saya pahami pun tak jauh berbeda dengan itu, hanya ada beberapa tambahan dan pendalaman saja. Tapi yang jelas apa yang sudah mbak Ericka ketahui itu udah cukup kok, apalagi untuk sebuah usaha.. Semangat untuk usahanya, semoga lancar dan berkah.. 🙂

  3. Mas oedi, saya pernah dapat ajaran hakekat, dalam ajaran mereka di sebutkan bahwa di dunia ini hanya ada 2 wahyu yang di turunkan oleh Alloh. yaitu wahyu Huruf (hijaiyah, yang di turunkan melalui ahmad/muhammad) dan wahyu aksara (jawa, yang diturunkan kepada Aji soko). jika keduanya di gabung baru bisa maujud menjadi sangkan paraning dumadi. selama ini saya sudah memahami dari sisi aksaranya. tapi sejauh ini saya memahami islam hanya sepanjangan syariat/syiar saja, sehingga belum mendapatkan ajaran hakikat nya. dan saya yakin bahwa yang di maksud IQRA’ oleh Alloh ketika mewahyukan ke Rosul adalah IQRA dari makna huruf hijaiyah tersebut. saya sangat tertarik inging memahami dan memiliki buku yang mas oedi buat. mohon sharing nya jika sudah terbit, dan juga dasar pemikirannya dari mana. apakah dari hasil olah ROSO atau ada guru penuntun ? salam,

    1. Terima kasih mas Pambudi atas kunjungannya.. 🙂

      Hmm ttg wahyu, setau saya ada bbrp versi dan persepsinya, bisa berbeda tergantung dari sudut pandang mana seseorang melihat atau menggalinya.. Bisa benar tapi juga bisa kurang benar karena masih perlu menggali lebih dalam lagi sampai menjadi lebih jelas ttg apa dan bagaimana wahyu itu sebenarnya.. Yang mas sebutkan di atas mungkin salah satu bentuk pencarian utk sampai pada yg hakiki ttg wahyu itu..

      Ttg huruf dan aksara, kita perlu mempelajari sejarah lagi, yg sebenarnya di masa lalu.. Ada begitu banyak huruf dan aksara yg pernah dipakai oleh ribuan kaum terdahulu, dari semua itu maka termasuklah yg sampeyan sebutkan dg huruf Hijaiyah dan aksara Carakan/Hanacaraka itu.. Ribuan huruf dan aksara dimasa lalu itu juga punya sejarahnya sendiri, bagaimana ia bisa tercipta, dari mana asalnya atau siapa yg membuatnya, sampai apa maknya dari setiap huruf atau abjad atau aksaranya.. Jadi perlu dipikirkan lagi ttg kaitan antara wahyu dg huruf dan aksara itu.. Jg sampai kita justru mengkerdilkan hakekat dr wahyu itu..

      Ttg Islam, ini sungguh sangat luas dan memiliki bbrp level pemahaman.. Jika ingin memahaminya, setidaknya kita hrs melalui jenjang ilmu seperti syariat, tarikat, hakekat, makrifat, dan makrifatullah.. Jika sudah sampai di tingkat kelima (makrifatullah) barulah seseorang akan lebih memahami ttg Islam yg sejati.. Dan makna dari Islam itu tentu masih ada lagi, bisa ditemukan oleh seseorang tergantung dari usaha menggali, mempelajari, perenungannya sendiri dan petunjuk Ilahi..

      Ttg kata iqro’, setahu saya utk bisa lebih memahaminya maka seseorang harus menggali maknanya dari bbrp sudut pandang keilmuan seperti ilmu tasawuf, nahwu, sharof, ijma’, naqli, ‘aqli, qiyas, makna perhurufnya, asbabul nuzulnya, rasa dihati sendiri, dan mungkin masih ada lagi ilmu lain yg perlu dipakai juga utk bisa menggali lebih dalam ttg makna sebenarnya dari kata iqra’ itu.. Kalo semua disiplin ilmu dan cara di atas sudah dipakai, barulah seseorang akan lebih memahami ttg makna sebenarnya dr kata iqra’ itu.. Dan ia masih harus terus menggalinya lagi karena kata itu masih lebih luas lagi maknanya.. Demikianlah luar biasanya firman Allah itu.. Dan setiap kata di dalam Al-Qur’an itu juga haruslah digali seperti yg kami jelaskan ttg cara memahami kata iqra’ di atas.. Dg begitu seseorang baru akan lebih paham ttg makna sebenarnya dari setiap kata, kalimat dan ayat-ayat Al-Qur’an itu..

      Ttg buku, terima kasih mas utk dukungannya.. InsyaAllah nanti akan saya share infonya kalau sudah terbit.. Di dalam buku itu sudah ada kok penjelasan ttg sumber tulisan dan bagaimana sampai akhirnya bisa tertulis menjadi buku.. Silahkan dibaca sendiri nanti, skr blm bisa saya share disini.. Maaf 🙂

      Salam Rahayu.._/|\_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s