Agenda Pendakian Puncak Merapi (2965 Mdpl) 08-09 Mei 2010

Siang itu sekitar jam 13.00 WIB dan ketika saya sedang bersantai, teman satu kosan  (Dika) mengajak saya untuk mendaki gunung Merapi. Saya pun langsung menanggapi dengan berkata “Ayo, berangkat…”. Tidak ada keraguan karena inilah waktu yang di tunggu-tunggu setelah terakhir kesana di tahun 2004. Dan sore itu juga kamipun langsung berangkat menuju gunung Merapi.

Berikut ini adalah rekaman perjalanan kami :

09 Mei 2010

  1. Berangkat dari Jogja menuju basecamp di Dusun Plalangan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, dengan mengendarai sepeda motor, jam 16.30 WIB
  2. Berhenti di Muntilan karena hujan deras, jam 17.16 WIB
  3. Melanjutkan perjalanan, jam 18.06 WIB
  4. Tiba di basecamp, jam 18.45 WIB
  5. Istirahat dan makan malam, jam 18.45-21.05 WIB
  6. Shalat Jama` Isya dan Magrib, jam 21.10 WIB
  7. Packing ulang, jam 21.25 WIB
  8. Mulai mendaki, jam 21.45 WIB
  9. Berhenti untuk streaching dan berdo`a di depan tower telepon selular, jam 21.50
  10. Istirahat sambil banyak berdiskusi dan sharing, jam 23.00 WIB
  11. Melanjutkan perjalanan, jam 23.30 WIB
  12. Beberapa kali berhenti untuk istirahat, sharing dan berdiskusi 23.30-03.50 WIB

10 Mei 2010

  1. Istirahat dan sejenak memejamkan mata karena mengantuk (tidur) di balik bebatuan yang ada di antara satu tanjakan sebelum Pasar Bubrah, jam 03.50 WIB
  2. Shalat Subuh, jam 04.30 WIB
  3. Melanjutkan perjalanan dengan kondisi jarak pandang hanya 4 meter, jam 04.45 WIB
  4. Tiba di Pasar Bubrah, jam 05.03 WIB (cuaca sangat berkabut disertai angin kencang dan gerimis, jarak pandang tetap hanya 4 meter, dan suhu 14°C)
  5. Mendirikan shelter, jam 05.05-05.15 WIB
  6. Hujan deras disertai angin, jam 05.50 WIB, suhu menurun menjadi 13°C
  7. Hujan berhenti, jam 06.25 WIB, suhu tetap 13°C
  8. Foto-foto, jam 06.30 WIB
  9. Cuaca tetap berkabut dan dingin dengan suhu 10°C, jam 06.35-06.50 WIB
  10. Masak air untuk membuat kopi, jam 07.00 WIB
  11. Masak mie untuk sarapan, jam 07.15 WIB
  12. Sarapan, jam 07.20 WIB
  13. Duduk santai dan menikmati pemandangan, menyaksikan geliat pendakian teman-teman dari SABALA (sekitar 25 orang) sambil minum kopi hangat, jam 07.50 WIB
  14. Mendengarkan lagu (MP3), jam 08.05 WIB
  15. Berangkat menuju puncak dengan cara “potong kompas” melalui celah tebing sebelah Barat Daya yang terjal dan membutuhkan sedikit clambing, jam 08.45 WIB
  16. Tiba di puncak tertinggi (puncak Garuda sudah tidak ada) dan bertemu 3 orang pendaki dari Klaten dan satu orang dari Wonosobo, jam 09.45 WIB
  17. Istirahat sambil minum, makan buah mangga dan roti serta menelpon beberapa orang sahabat di Jogja dan Jakarta, jam 09.48-10.05 WIB
  18. Foto-foto, jam 10.05-10.20 WIB
  19. Satu rombongan mahasiwa dari UGM, UIN, UNY dan yang baru lulus SMA menyusul tiba di puncak, jam 10.23 WIB. Rombongan ini terdiri dari 4 orang (dua orang pendaki wanita dan dua orang pendaki pria). Uniknya dari rombongan ini dimana ada satu orang pendaki wanitanya yang sanggup membawa carier 80 Kg hingga puncak dan sampai kembali lagi ke bascamp. Bahkan mereka juga mengendarai sepeda motor untuk tiba di Jogja.
  20. Menikmati cuaca yang berkabut dengan suhu 11°C, jam 10.20-10.50 WIB
  21. Turun ke Pasar Bubrah, jam 10.52 WIB
  22. Bertemu warga penambang belerang dari dusun Plalangan yang turun dari tempat pengambilan belerang (sebelah utara puncak tertinggi Merapi), jam 10.55 WIB
  23. Tiba di Pasar Bubrah, jam 11.25 WIB
  24. Packing ulang, jam 11.25 WIB
  25. Turun menuju basecamp, jam 11.40 WIB (selama perjalanan hujan berulang kali turun, kabut sangat tebal dan terpaksa banyak berhenti karena medan jalan menjadi licin dan sulit dilewati)
  26. Tiba di kawasan gardu wisata Selo (400 meter sebelum basecamp), jam 14.20 WIB
  27. Istirahat di warung predator karena kondisi hujan cukup deras, sambil makan mie rebus pake telur dan teh panas, jam 14.20-15.10 WIB
  28. Jalan menuju basecamp, jam 15.10 WIB
  29. Tiba di basecamp, jam 15.20 WIB
  30. Packing ulang dan persiapan pulang ke Jogja, jam 15.20-15.30 WIB
  31. Menuju Jogja, jam 15.40 WIB
  32. Berhenti untuk istirahat dan isi bensin, jam 16.46 WIB
  33. Tiba di Jogja, jam 17.40 WIB
  34. Isirahat…

Berikut ini adalah foto-fotonya:

Demikianlah agenda perjalanan pendakian gunung Merapi yang saya lakukan pada 08-09 Mei 2010 yang lalu. Sebuah perjalanan yang sangat santai dan bersahaja, sehingga bisa mengobati rasa rindu pada alam pegunungan. Satu perjalanan yang terlaksana setelah  kurang lebih 1 tahun belakangan tidak bisa kesampaian. Meskipun cuaca sangat tidak bersahabat (hujan dan berkabut), namun pendakian kali ini merupakan pendakian yang sangat berkesan dan mengingatkan saya ketika melakukan pendakian di gunung Sumbing pada 03-05 Maret 2007 yang lalu.

Terimakasih ya Allah… karena kami masih diberikan kesempatan untuk dapat menikmati keindahan ciptaan-Mu, sekali lagi.

Pelaku : Oedi`, Dika

Nb:
Mohon maaf kepada teman-teman, karena saya tidak sempat mengajak kalian dalam pendakian kali ini, karena pendakian ini dilakukan tanpa persiapan dan waktu yang sangat mendadak. Terimakasih.

Iklan

27 thoughts on “Agenda Pendakian Puncak Merapi (2965 Mdpl) 08-09 Mei 2010

    1. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya di tulisan ini…
      salam kenal juga ya…
      oh senang mendaki juga toh?? hayo sempetin dong… pasti bisa kok.. hehe…
      pokoke semangat aja deh….
      “Pantang kembali sebelum mencapai puncak idaman”

  1. hahahaha…akhirnya kesamapaian juga ya mas, perjalanan yg penuh dengan petualangan dan hikmah dalam menjalani kehidupan
    terimakasi mas..mohon bimbingannya terus !!!!!

    1. Yoi Dik, akhirnya setelah terakhir di tahun 2004 lalu, mas bisa juga kembali ke Merapi ini… walau dengan cuaca yang kurang bersahabat (ingat pas di Sumbing th 2007 lalu), tetapi tetap mengasyikkan…. senang rasanya….
      Sama-sama ya… InsyaAllah selama masih diberikan kesempatan dari Allah SWT.
      “Sebaik-baik manusia adalah dia yang hari ini lebih baik dari kemarin dan esok hari lebih baik dari hari ini”
      chayoo…

  2. wedeeeeeeeeeeeeew… Alhamdulillah kembali dgn selamat.. 😀 owalah, yg wktu itu telpon di gunung yak??
    maap2, itu aku gek mo k kntor… lagi ribet.. 😦

    chayooo ya di’.. novelmu aku baru baca depannya, baru bagian 1. hikz2.. lum sempet lagih.. kerjaanku menggunung neh, di’..

    tapi tetep, smangaaaaaaaaaaad!!!

    1. Oh masih ingat toh….???
      iya… itu nelponnya pas lagi di puncak tertinggi Merapi, tapi yah sayang gak diangkat… padahal untuk dapat siyal aja butuh perjuangan… hikz…hikz… 😦
      Oh… baru di baca ya novelnya…. hmmm…. di tunggu dech komentarnya….
      chayo juga ya…

    1. Wey… Tafa, maap bgt kalau ga di telpon kmaren wong siyalnya angel banget je….
      Ya kalu bukit tetap aja belum di itung naik gunung… hayooo kapan naik gunung bareng nech???

  3. tnggl 4 july kami akan mndaki merapi ada yg amu mndaki lagi?? jika ada. hub. 085269944449. iskandar. mari kita mndaki bersama…mksih…

    1. Okey… terimakasih atas informasinya….
      Nanti kalau kami jadi berangkat lagi ke Merapi InsyaAllah akan di hubungi….
      Chayoo…

  4. maz . .
    neg yang di maksud rombongan 2 cewe’ 2 cowo tu kami . .
    cuma mau mbenerin . .
    kami bukan dari UPN . .
    1 dari UGM, 1 UNY, 1 UIN, 1 baru lulus SMA . .
    HEHE

    n yang pake carrier tu cuma KOSONG . .
    HEHE . . .
    (MING GE GAYA2)
    HAHAHA

    ndaki merapi lagi yo maz . .
    pas ramadhan . .
    16-17 agustus . .

    hehe

    1. oh ya.. maaf nek ngono, brarti informasi yg di dapat kurang lengkap dan detil…. tar tak perbaiki….
      Wey ternyata kalian keren bgt je, wong bisa lintas kampus n jurusan….
      hehe… nek carrier yg dibawa itu saya tau kok kalu itu kosong… keliatan kok.. haha….
      waduh nek ke merapi kayanya ga dulu dech…. rencana sblm ramadhan malah mau ngulang memori di merbabu lewat jalur selo.
      nek pas ramadhan ya ga lah, wong pengen khusyuk ibadah puasa aja….

  5. wah mas anda benar benar petualang sejati…aku ingin seperti anda cuman aku ga lulus jadi anak pencinta alamnya sewaktu aku di bangku mahasiswa karena penyakitku….hebat sekali mnjadi diri anda.

    1. Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
      Wah kalu petualang sejati, belum sih… karena masih banyak kegiatan yg belum saya geluti…
      Hmm… menurut saya untuk bisa berpetulang kita tidak harus menjadi anak pecinta alam. Kita tetap bisa beradventure dg menjadi diri sendiri yg bebas dr aturan organisasi tapi tetap berpegang teguh pada etika dan rasa cinta yang murni. Banyak kok rekan yang beradventure bersama saya yang notabene bukan anak pecinta alam (Sispala, Mapala), namun mereka memang orang2 yang mencintai alam semesta ini.
      Masalah penyakit, ada satu pengalaman yg menarik bahwa kami pernah mendaki dengan seorang teman penderita penyakit asma, eh… berkat niat, semangat dan septi yg lengkap, bahkan mendaki menjadi terapi baginya, dia akhirnya bisa sembuh dari penyakit asmanya… mukjizat Tuhan.
      Ayo… jangan patah semangat untk bisa menikmati karunia Tuhan yang indah itu, Berpetualang di alam bebas… 🙂
      SEMANGAT….

    1. Salam petualangan juga…
      Ya makin bubrah aja…. dan setau saya masih belum ada yang bisa mencapai titik puncak tertinggi yang baru….
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat,

    1. Okey salam kenal kembali…. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya…
      Hmm… kondisi puncaknya sudah pasti jauh berbeda dari sebelum erupsi 2010 kemarin, sudah beberapa yang mendaki namun rata2 hanya sampai di pasar bubrah saja. dan setau saya sudah ada juga yang sampai di puncaknya kok… 🙂

  6. salam kenal ya mas oedi , saya menarik membaca artikel anda ,, walaupun gunung merapi terkenal karena mitor yang mengerikan ,, good untuk mas oedi

    1. Okey salam kenal juga…
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…. 🙂
      Ya, benar sekali tuh kalau gunung merapi terkenal dengan kisah yang bisa membuat bulu kuduk berdiri (dan di setiap gunung pasti ada kok kisah yang serupa)… tapi kalau kita yakin pada Tuhan, tidak bersikap sembarangan (saling menghormati sesama makhluk Tuhan), dan hanya berniat untuk bertadabur alam, maka selama pendakian akan aman2 saja…. 🙂

    1. Okey salam kenal juga.. makasih juga bro atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
      Wah syukurlah kalau gitu.. seneng rasanya… 🙂
      Btw mo di taruh di majalah apa? Hmm.. boleh2 aja asalkan profesional.. okey.. 🙂

    1. Hmm… pastinya sampeyan ingin naik lagi kan saat baca agenda ini? begitulah seorang pendaki, selalu rindu ke alam bebas…
      owh.. kalau saya dulu dari UNISI jogja, senang bisa berkenalan dengan sahabat alam lainnya.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s