Mukmin yang Terbaik

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah….” (QS. Ali-`Imran [3] ayat 110)

Segala pujian hanya bagi Allah SWT, Tuhan yang dengan kasih-Nya telah menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Memberikan anugerah kehidupan kepada setiap pribadi dengan hikmah untuk saling mencintai dan menjadi seorang hamba yang terbaik. Shalawat beserta salam tak lupa pula tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, para keluarga, sahabat, dan alim ulama yang shalih. Semoga kesejahteraan bersama mereka.

Amma ba`du,

Sebagai seorang Muslim, maka kita telah dianjurkan untuk menjadi pribadi yang baik lagi terpuji. Tidak hanya kepada kalangan terdekat (keluarga dan sesama Muslim) saja, melainkan kepada semua manusia yang hidup disekitar kita.

“Orang Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik perlakuannya kepada perempuan” (HR. At-Tirmidzi, dari riwayat Abu Hurairah RA dengan predikat Hasan Shahih)

Dari hadits diatas maka sebagai seorang Muslim untuk menjadi sempurna maka ia harus bersikap baik dan berlaku santun. Dan itu tidak hanya sebatas kepada ibu, saudara atau kerabatnya saja melainkan kepada siapapun dia orangnya. Rasulullah SAW pernah bersabda tentang hal ini;

“Mukmin itu ialah orang yang dapat mengamankan manusia yang lain, dan muslim ialah yang dapat menyelamatkan orang-orang Islam lain dari gangguan lidahnya dan tangannya, al-Muhajir itu ialah yang meninggalkan kejahatan. Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman tangan-Nya, tidak sempurna iman seorang hamba yang tidak mengamankan tetangganya dari gangguan kejahatannya” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Al-Bazar, dari riwayat Anas bin Malik RA)

Selain itu beliau juga pernah bersabda tentang sikap yang harus dimiliki oleh seorang Mukmin kepada kaum perempuan;

“Aku ingatkan kepada kalian tentang hak dua orang yang lemah, yaitu anak yatim dan perempuan” (HR. Ahmad, Ibn Majah dan Al-Hakim)

Dari sabda Nabi Muhammad SAW diatas maka beliau memperingatkan perlakuan buruk terhadap perempuan, sebagaimana terhadap anak yatim. Hadits ini juga mengumpamakan perempuan dengan orang yang lemah dan tertawan, serta menjelaskan bagaimana syariat Islam mengharamkan sikap aniaya kepada keduanya. Selain mengumpamakan perempuan dengan orang lemah yang tidak berdaya, Rasulullah SAW juga mengumpamakan orang yang telah berumah tangga dengan orang yang tertawan. Beliau bersabda “Janganlah mencari-cari alasan untuk menyakiti mereka”.

Ini tidak bermaksud mendiskriminasikan kaum perempuan dengan seolah-olah mereka tidak berdaya sama sekali, melainkan hanya untuk menjaga dan melindungi hak mereka dari perlakuan yang tidak baik dan senonoh dari kaum laki-laki. Karena kaum perempuan di mata Islam memiliki kedudukan yang sama dengan kaum laki-laki. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini;

“Sesungguhnya kaum perempuan setara dengan kaum laki-laki” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Al-Darimi dan Ibn Majah, dari riwayat Aisyah RA)

Jadi, sikap yang harus dilakukan kepada kaum perempuan adalah mencintainya, mengasihinya dan menjaganya dengan sepenuh hati. Selalu memberikan dorongan kebaikan dan mengingatkan bila ia telah melakukan kekeliruan. Baik disengaja ataupun tidak sama sekali.

“Barang siapa beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, hendaklah ia tidak mengganggu tetangganya. Jagalah pesanku tentang kaum perempuan agar mereka diperlakukan dengan baik. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika engkau berusaha untuk meluruskannya, tulang itu akan patah. Jika engkau membiarkannya, tulang itu tetap bengkok. Oleh karena itu, jagalah pesanku tentang kaum perempuan agar mereka diperlakukan dengan baik” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari riwayat Abu Hurairah RA)

Dari hadits ini, kita bisa melihat tentang kelemahan alamiah seorang perempuan. Dalam dirinya ada kebengkokan naluriah yang tidak bisa diluruskan oleh siapapun. Namun, demikianlah tuntunan kebijaksanaan Allah SWT. Sebagaimana – termasuk kebijaksanaan-Nya – Dia menjadikan laki-laki memiliki kemampuan untuk memelihara hal ini dengan membawanya pada pergaulan yang baik.

Imam Al-Ghazali – seperti yang dikutip dalam Al-Lu`lu`wa Al-Marjan karya Muhammad Fuad `Abdul Baqi, h. 194 – berkata: “Salah satu kewajiban suami terhadap istri adalah memperlakukannya dengan baik. Perlakuan baik kepadanya bukan hanya tidak menyakitinya, melainkan juga bersabar atas perilaku buruk, kelambanan dan kemarahannya untuk meneladani Rasulullah SAW. Ketahuilah bahwa ada istri beliau yang mengejek beliau dengan mengulang perkataannya dan ada pula yang tidak memperdulikan beliau hingga malam. Lebih dari itu, laki-laki dapat lebih bersabar atas perilaku buruk istri dengan humor yang bisa menyenangkan hatinya”

Saudaraku sekalian, melihat semua keterangan diatas maka ada kaitan erat antara keimanan dan akhlak yang baik. Semakin baik akhlak seseorang, maka keimanannya akan semakin sempurna. Semakin baik sikap seseorang kepada orang lain dengan menampakkan wajah yang berseri, tidak menyakiti dan berbuat baik, maka keutamaannya pun akan semakin besar di sisi Allah SWT.

Kaitan seperti ini sangat berpengaruh besar terhadap hubungan antara setiap individu bahkan diantara anggota masyarakat, khususnya kasih sayang kepada perempuan ketika keimanan kaum laki-laki berkaitan dengan tingkat kebaikannya kepada kaum perempuan, disamping menunjukkan ketinggian akhlak mereka.

Seruan ini ditujukan kepada kaum Muslim agar menggunakan hukum syariat dan akal sehat untuk menyelesaikan perselisihan dalam kehidupannya, bukan hanya dengan menggunakan perasaan apalagi kekerasan. Karena jika sikap yang lembut ditinggalkan maka bencana akan datang menghampiri. Ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW berikut;

“Tidaklah sekali-kali sikap lembut dilakukan terhadap sesuatu, melainkan akan menghiasinya; dan tidaklah sekali-kali ia dicabut terhadap sesuatu, melainkan akan memperburuknya” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud)

Maka dari itu lakukan apa-apa yang menurut kita baik, dengan landasan kebenaran yang tercantum di dalam kaidah agama. Jangan sesekali melampaui batas dalam menjalani hidup, karena…

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (HR. Tirmidzi)

Dan…

“Muslim (sejati) itu ialah yang dapat menyelamatkan muslim lain dari gangguan lidah dan tangannya” (HR. Muslim dari sahabat Jabir bin Abdulllah RA)

Bahkan…

“Tolonglah saudaramu, baik dia zalim dan di zalimi” para sahabat kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, kita boleh menolong kalau dia di zalimi, lalu bagaimana mungkin kami memberikan pertolongan kalau dia berlaku zalim? Rasulullah SAW lalu bersabda: “Cegahlah dia untuk tidak melakukan kezaliman, karena sesungguhnya hal itu merupakan pertolongan baginya” (HR. Al-Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi)

Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang selalu patuh dan tunduk peda setiap aturan yang telah di tetapkan Allah SWT. Sehingga kita akan kembali menghadap-Nya dengan wajah yang berseri-seri dan di ridhai. Amin.

Wallahu a`lam bishshowwab.

Yogyakarta, 21 April 2010
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Referensi: buku “Riyadh Al-Shalihat: Quthuf Tarbawiyyah min Bustan Al-Nubuwwah“ atau “100 pesan Nabi untuk Wanita: Penuntun akhlak dan ibadah”, karya: Badwi mahmud Al-Syaikh, tahun 2006]

Iklan

2 thoughts on “Mukmin yang Terbaik

  1. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya”
    hadist tu selalu teringat dikepala…
    pengen selalu jadi orang yg bermanfaat mas…
    mohon bimbingannya yah 🙂
    klo da liburan mendaki ber2 sambil diskusi kayana mantap ne…

    1. Yap betul sekali…. itu Hadits sering kita dengar bahkan selalu teringat di kepala, namum sayang kita jarang mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari… Kita bahkan sering melupakannya begitu saja…..
      Okey…. gimana kalau saptu ini ja….? IsyaAllah kalu ga da halangan mas bisa kok….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s