Novel: Cinta sang pemberontak

Posted on Updated on

Alhamdulillah,,, akhirnya sejak mulai di tulis di kamar kos (Yogyakarta) sejak tanggal 20 Januari 2010, maka novel “Cinta Sang Pemberontak” ini selesai juga di tuliskan pada tanggal 04 Maret 2010, jam 15.15 Wib. Hmmm… tambah satu lagi karya tulisku, senang sekali rasanya.

Sedikit cerita mengenai isi dari novel terbaruku ini. “Tak selamanya pemberontakan menjadi sebuah istilah yang tabu atau tidak baik. Contohnya dalam kisah Cinta Sang Pemberontak ini, dimana telah terjadi beberapa pemberontakan yang dilakukan oleh seorang pemuda bernama Pandhu. Semua itu ia lakukan dengan maksud untuk mengembalikan kebenaran yang kian lama kian sirna dari kehidupan orang-orang.

Berulang kali Pandhu harus melakukan pemberontakan terhadap tata aturan yang dibangun oleh para penguasa. Karena ia merasa bahwa semua itu adalah akal ukil mereka demi pemenuhan nafsu serakah dan sifat tamaknya. Bahkan tidak cukup hanya bagi para penguasa saja ia memberontak, melainkan kepada sahabat dan pemberontak sekalipun ia melakukan perlawanan. Sehingga makna pemberontakan menjadi dua sisi yang bisa saling berseberangan. Satu berada di jalur yang memang mengindahkan kejahatan, dan sisi lainnya berpegang teguh pada makna kebaikan dan kebenaran.

Sungguh antara kebenaran dan kejahatan itu telah sangat jelas oleh Tuhan bagi kita semua. Namun sekali lagi, oleh karena kebodohan dan kesombongan kita sendirilah maka semuanya bisa menjadi samar dan tidak jelas sama sekali. Bahkan jika salah menentukan pilihan, maka kesalahan dan kekufuranlah yang senantiasa akan kita lakukan selama menjalani hidup dan kehidupan ini.

Sekarang cobalah kita selami lagi perjalanan hidup ini. Sudahkah kita menjalani apa saja yang wajib selaku hamba Tuhan. Sudahkah kita melakukan apa yang menjadi perintah-Nya dan apa saja yang menjadi setiap larangan-Nya. Karena disana sering terdapat luapan perasaan hati dan nantinya akan kau rasa itu pasti sangat berarti sekali…!?”

Berikut cuplikan yang ada di dalam novel ini;

“Inilah riwayatku hai sahabat, inilah kisah hidup yang harus aku jalani. Aku sadar bahwa semestinya tidak mengerjakan apa yang tidak layak menurut tatanan sosial. Karena langitpun tak menginginkan seseorang larut dalam kesedihannya. Langit tidak mengharapkan manusia menderita, sebab kebahagiaan adalah kecenderungan yang diletakkan oleh Tuhan di dasar hati hamba-Nya. Namun pembangkanganku ini adalah satu bentuk hasrat nyata seorang yang terbelenggu dari kebebasan. Terikat dengan aturan yang sejatinya menipu masa mudanya. Sedang mereka menutup mata dan telinga agar harkat dan martabatnya tidak jatuh ke dasar kebajikan. Padahal bukankah tidak ada yang hina bila jatuh dan berada di dalam pelukan hangat sebuah kebajikan?”

Semoga masih tetap menjadi perkenan Anda semua untuk membaca, memahami dan meresapi maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

Yogyakarta, 04 Maret 2010
Mashudi Antoro (Oedi`)

3 thoughts on “Novel: Cinta sang pemberontak

    Agung Yulianto Nugroho said:
    April 6, 2011 pukul 8:02 am

    Keren Oedi!!! Terus berkarya.. lama nggak ketemu.. 🙂

      oedi responded:
      April 7, 2011 pukul 2:40 am

      Okey… makasih untuk kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
      Iya neh… udah lama banget ya kita ga ketemu… dimana skr?

    Agung Yulianto Nugroho said:
    April 6, 2011 pukul 8:02 am

    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s