Romance in Stone: Wujud nyata keagungan cinta

Cinta. Sebuah kata yang telah dikenal umat manusia sejak zaman Adam dan Hawa hingga waktu yang berbarengan dengan hari kiamat nanti. Cinta memang begitu dahsyat akibatnya, memberi dampak yang luar biasa baik bagi mereka yang berbahagia ataupun dia yang mengalami duka mendalam. Bahkan oleh sebab cinta maka banyak kejadian, peristiwa, ungkapan, dan perbuatan yang melambangkan kebesaran cinta seorang anak manusia. Semuanya dengan maksud dan tujuan yang sesuai si pengelana cinta itu sendiri.

Melihat betapa besar seorang anak manusia mengagungkan kebesaran sebuah cinta ini, maka berikut saya tampilkan beberapa bentuk ekspresi tentang cinta ini. Baik sejak masa dahulu hingga zaman modern sekarang ini. Dan semuanya telah terabadikan pada batu yang dibentuk atau di ukir.

1. Dinding monumen tulisan cinta di Prancis


Gambar 1. Foto: Dinding monumen tulisan cinta

Menumen ini adalah sebuah bentuk ungkapan cinta yang sangat luar biasa dari seorang seniman asal negara Prancis. Ia pun mewakili seluruh umat manusia di dunia dengan mengumpulkan sekitar 300 bahasa dan tulisan bangsa manusia yang mengisyaratkan tentang cinta. Sungguh cinta itu begitu luar biasa.

2. Abelard dan Heloise


Gambar 2. Foto: Makam Abelard dan Heloise

Petrus Abelard dan Heloise, abad ke12, Perancis. Teolog dan dosen Abelard berusia masih 17 tahun dan merupakan guru dari Heloise . Diam-diam mereka menikah, tapi paman heloise mengetahui dan menyuruhnya dikebiri. Namun terlambat dan mereka sudah punya anak. Mereka dipisahkan oleh keluarga dan gereja, ia masuk biara, ia menjadi seorang biarawan, dan surat-surat cinta mereka masih ada. Mereka dikubur bersama-sama di Paris. Dalam peti yang terbuat dari batu.

3. Balkon Romeo dan Juliet di Verona, Italia
Pasti tidak akan pernah hilang dari ingatan meski cerita mereka sudah sangat lama. Tapi cintanya bisa menjadi tolak ukur dunia percintaan hingga saat sekarang. Cerita ini tentang kota romantic tempat Romeo dan Juliet bercinta. Menurut versi cerita W. Shakespeare kota tersebut berada di Verona, Italia.


Gambar 3. Foto: Balkon Romeo dan Juliet di Verona

Kisah tentang Romeo dan Juliet ditulis oleh W. Shakespeare. Berkat cerita ini pula, Shakespeare mampu menjadikan Verona, sebagai salah satu kota yang sangat populer di dunia saat ini. Goresan fantasi Shakespeare berabad lalu itu, hingga kini begitu terasa di kota ini. Hebatnya lagi, drama karangan Shakespeare tersebut mampu dihidupkan Pemerintah Kota Verona dengan dibangunnya Casa di Guiletta atau rumah balkon keluarga Juliet.
Dalam drama Shakespeare, rumah balkon ini merupakan tempat pertemuan Romeo dan Juliet, sepasang kekasih yang tidak direstui kedua orang tua mereka karena kedua keluarga ini bermusuhan. Kini, Casa Di Guiletta dijadikan obyek wisata dan mampu menjadi daya tarik para turis. Apalagi di situ dibuatkan juga patung Romeo and Juliet dari tembaga yang mampu menambah kekuatan fantasi cerita percintaan tragis dua anak muda ini.


Gambar 4. Foto: Balkon Romeo dan Juliet di Verona (lebih dekat)

Berjalan-jalan di kota Verona ini dapat dimulai dari gerbang pusat kota, the main piazza atau yang disebut Piazza Bra. Suasananya lapang, bersih dan diramaikan oleh bar, pub, café, restaurant dan tidak ketinggalan souvenir shops.

4. Taj mahal


Gambar 5. Foto: Shah Jahan dan Mumtaz Mahal

Taj Mahal adalah sebuah bangunan makam yang dipersembahkan oleh Maharaja Shah Jahan (1614-1666 M) sebagai monumen peringatan untuk istrinya yaitu Mumtaz Mahal meninggal dunia pada umur 39 saat melahirkan anak 14 mereka. Taj Mahal ini di bangun sebagai wujud cinta sejati seorang manusia kepada istrinya dan mulai dibangun tahun 1632-1648 M. Bangunan ini juga dikatakan sebagai “permata seni bangunan Islam”, sehingga karena kerumitan, keunikan dan keindahan arsitekturnya maka telah dinobatkan pula sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia. Bahkan sejak tahun 1983 UNESCO mengumumkan bahwa Taj Mahal sebagai warisan dunia yang perlu dilindungi.


Gambar 6. Foto: Makam Muntaz Mahal dan Shah Jehan

Terkadang Taj Mahal dipanggil dengan singkatan “Taj” saja. Bangunan ini adalah contoh terbaik dari Seni bangunan Mughal karena menggabungkan seni bangunan yang berasal dari Persia, Turki, India dan juga gaya seni bangunan Islam. Arsitek utama dari bangunan ini bernama Ustaz Ahmad Lahauri. Taj Mahal merupakan sebuah kompleks terpadu yaitu mempunyai bagian makam, dewan, taman rekreasi, masjid, menara tinjau dan lain-lain.

Gambar 7. Foto: Taj Mahal dari depan

Dalam pembangunannya, Shah Jahan memerintahkan seorang arsitek yang bernama Ustaz Ahmad untuk bangunan. Ustaz Ahmad Lauhari mengumpulkan 22,000 orang pekerja yang terdiri daripada tukang batu, tukang emas, dan pengukir yang termasyhur dari seluruh dunia. Dengan bumbung, kubah dan menara yang dibuat dari batu marmer putih, sebanyak 43 jenis batu permata, termasuknya berlian, jed, kristal, topaz dan nilam telah digunakan untuk bangunan ini sehingga menjadikannya memiliki seni mozaik yang indah. Pembangunannya bisa dirampungkan dalam waktu 22 tahun.

5. Patung ”the kiss” karya Rodin


Gambar 8. Foto: Patung “the kiss” karya Rodin

Patung “The Kiss” atau “Le Baiser” diilhami pasangan karakter dalam “Divine Comedy:Inferno”-nya Dante, Paolo Malatesa dan Francesca da Rimini. Di akhir abad 19 di Prancis, kedua tokoh ini posisinya sejajar dengan Romeo & Juliet-nya Shakespear. Kisah mereka merupakan kisah cinta tak sampai. Francesca dinikahkan dengan adik dari Paolo, karena Paolo sendiri telah menikah. Tapi pasangan ini selalu berusaha bertemu sembunyi sembunyi sampai suatu hari mereka bertemu untuk terakhir kalinya. Saat itu mereka baru saja selesai membaca buku, kemudian Francesca dan Paolo berciuman. Sayangnya saat berposisi sedemikian intim mereka tertangkap basah oleh suami Francesca yang juga adik dari Paolo, dan mereka dibunuhnya.

Yang menarik, Rodin yang taat pada aliran klasik ini menggambarkan pasangan ini telanjang dengan sentuhan modern. Patung ini dibuat sedemikian rupa sehingga tampak Francesca yang memulai, sesuatu hal yang amat modern untuk jaman itu. Hal ini dapat dilihat dari posisi tangan kirinya yang merengkuh kepala Paolo, posisi kakinya yang “agak terbuka”, badannya tampak relax. Bandingkan dengan posisi Paolo yang kaku, tangan kanannya hampir tidak menyentuh paha Francesca, seakan akan ia kaget. Sementara tangan kirinya masih memegang buku tentang Lancelot dan Guinevere yang hampir terjatuh. Perhatikan pula posisi kaki kiri Francesca yang berada diatas kaki Paolo seakan siap untuk merubah posisinya menjadi lebih comfortable.

Cara Rodin bekerja adalah dengan menggunakan model yang diposisikan sedemikian rupa sehingga sinar berada dibelakang mereka dan profile model tampak jelas. Kemudian Rodin dan modelnya merubah posisi mereka sehingga tampak profile dari sisi lain, dan Rodin membuat patung teracota dari apa yang ia lihat.

Pada masa pembuatan patung “The Kiss” ini Rodin beristrikan Rose Beuret yang dikenalnya sejak 1864. Tapi saat itu ia mempunyai murid pematung bernama Camille Claudel yang juga menjadi kekasihnya selama sepuluh tahun. Mereka saling mengilhami, dibuktikan dengan karya mereka yang penuh gairah misalnya “Eternal Spring” dan “Eternal Idol” karya Rodin, serta “Sakuntala” karya Claudel. Oleh karenanya diduga patung “The Kiss” merupakan karya yang diilhami Claudel, atau didedikasikan untuknya. Tapi dari penelitian lebih lanjut ternyata research mengenai patung ini sudah dimulai oleh Rodin dua tahun sebelum ia bertemu dengan Claudel. Pada masa itu Rodin banyak bekerja sama dengan sebuah keluarga Itali, salah satunya menghasilkan karya “Crouching woman” yang posisinya amat intim. Tampaknya model tersebutlah yang mengilhami Rodin dalam membuat “The Kiss”.

Tampaknya obsesi Rodin akan kematian dan seks disalurkannya dalam karya-karyanya. Di “The Kiss” posisi wanita sebagai femme fatale amat sesuai dengan pandangan saat itu dimana penyakit kotor sifilis merajalela sehingga saat itu wanita diasosiasikan dengan kematian.

Pada awalnya Rodin tidak membuat patung ini dengan marmer, tapi dengan plaster dan dipamerkan pertama kali di Brussel tahun 1887. Kemudian Rodin mendapat tugas membuat patung marmer “The Kiss” sebagai showcase untuk Paris Exposition tahun 1889. Sayangnya karena pemahat marmer yang direkrut oleh Rodin sakit (Rodin jarang memahat sendiri patungnya), karya ini tidak selesai tepat waktu dan yang akhirnya menjadi bintang Paris Exposition itu, seperti yang kita ketahui, adalah Menara Eiffel. “The Kiss” kemudian diterlantarkan selama beberapa tahun. Sampai tahun 1900 ketika Rodin ditugaskan membuat patung penyair “Balzac” yang hasilnya kurang bagus. Sebagai pelipur lara bagi kritikus, “The Kiss” ia selesaikan dan tampilkan bersama.

Diseluruh dunia terdapat tiga patung marmer “The Kiss”, di Paris, di London dan di Kopenhagen. Dari ketiga patung ini, boleh dibilang yang paling banyak sejarahnya adalah patung yang sekarang ada di Tate Gallery di London.
Rodin membuat patung ini atas pesanan dari E.P. Warren, orang kaya Boston yang memintanya secara spesifik untuk membuat bagian genital Paolo serealistis mungkin. Hal ini mungkin dipengaruhi karena Warren homoseksual, tapi ini tidak terlalu dipenuhi oleh Rodin.

Setelah selesai ternyata patung seharga seribu poundsterling pada masa itu, terlalu besar untuk ditaruh didalam rumah Warren di Lewes, Inggris. Kemudian dipinjamkan ke balaikota Lewes. Ketika Warren wafat, patung ini di lelang seharga 5000 pounsterling, tapi akhirnya patung ini ternyata tidak laku. Akhirnya dikuasai oleh kota Cheltenham yang kemudian dipinjamkan dan akhirnya dibeli oleh Tate Gallery di London.

Sampai saat ini, patung “the Kiss” ,yang menunjukkan keindahan cinta secara fisik, selain merupakan sumber inspirasi bagi sesama artis masih menimbulkan kontroversi. Salah satunya ketika beberapa tahun lalu sebuah sekolah menengah Mormon di Amerika memboikot patung ini karena dirasa terlalu intim dan cenderung pornografi.

Pada tahun 2003, Cornelia Parker menutup sebagian patung ini dengan tali sepanjang 1 mil, dengan bubatan kencang dibagian kepala dan semakin longgar di bagian badan. Hal ini menimbulkan pro dan kontra. Seorang seniman bernama Butler mengumpulkan 15 pasangan dan mereka berciuman disekitar patung ini sementara Butler menggunting tali yang mengikat “the Kiss” sebagai aksi protes atas “perusakan” karya Rodin oleh Parker. Butler kemudian ditangkap dan diberi peringatan.

6. Candi Roro Jonggrang di komplek Prambanan
Memasuki Candi Utama (Candi Siwa) dari arah utara, wisatawan dapat melihat patung seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang.


Gambar 9. Foto: Candi Prambanan

Roro Jonggrang, atau lebih tepat dieja sebagai Rara/Lara Jonggrang atau biasa disebut Durga Mahisasuramardini adalah sebuah legenda atau cerita rakyat yang ingin menjelaskan adanya Candi Prambanan di Jawa Tengah. Cerita ini berdasarkan arca Dewi Durga yang ditemukan di desa Prambanan, Jawa Tengah ini.

Rara Jonggrang artinya adalah “dara (gadis) langsing”. Menurut rakyat setempat ceritanya seperti ini:

Pada jaman dahulu kala di Pulau Jawa terutama di daerah Prambanan berdiri dua buah Kerajaan Hindu, yaitu Kerajaan Pengging dan Keraton Boko. Kerajaan Pengging adalah kerajaan subur dan makmur yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana bernama Prabu Damar Moyo dan mempunyai seorang putra laki-laki yang bernama Bandung Bondowoso.

Sedangkan kerajaan keraton Boko berada pada wilayah kekuasaan Kerajaan Pengging yang diperintah oleh seorang raja yang kejam dan angkara murka yang tidak berwujud manusia tetapi berwujud seorang raksasa besar suka makan daging manusia, yang bemama Prabu Boko.

Akan tetapi Prabu Boko mempunyai putri yang cantik dan jelita laksana bidadari dari khayangan yang bemama putri Roro Jonggrang. Dan Prabu Boko juga mempunyai patih yang berwujud raksasa benama Patih Gupolo.
Prabu Boko ingin memberontak dan ingin menguasai kerajaan Pengging, maka is dan Patih Gupolo memnguinpulkan kekuatan dan mengumpulkan bekal dengan cara melatih para pemuda menjadi prajurit dan meminta harta benda rakyat untuk bekal.

Setelah persiapan sudah dirasa cukup, maka berangkatlah Prabu Boko dan prajurit menuju ke Kerajaan Pengging untuk memberontak. Maka terjadilah perang di Kerajaan Pengging antara prajurit Pengging dan prajurit Kraton Boko.
Banyak berjatuhan korban di kedua belah pihak dan rakyat Pengging menjadi menderita karena perang, banyak rakyat kelaparan dan kemiskinan.Mengetahui rakyatnya menderita dan sudah banyak korban prajurit meninggal, maka Prabu Damar Moyo mengutus anaknya Raden Bandung Bondowoso maju perang melawan Prabu Boko dan terjadilah perang sangat sengit anatara Raden bandung Bondowoso melawan Prabu Boko, karena kesaktian Raden Bandung Bondowoso maka Prabu Boko dapat dibinasakan.

Melihat rajanya tewas maka Patih Gupolo melarikan diri, maka Raden Bandung Bondowoso mengejar Patih Gupolo ke Kraton Boko. Setelah sampai di Kraton Boko, Maha Patih Gupolo melaporkan pada putri Roro Jonggrang bahwa ayahandanya telah tewas di meda perang, dibunuh kesatria Pengging yang bemama Raden Bandung Bondowoso. Maka berdukalah Putri Roro Jonggrang, sedih ayahnya telah tewas di medan perang.

Maka sampailah Raden Bandung Bondowoso di Kraton Boko dan terkejutlah Raden Bandung Bondowoso melihat putri Roro Jonggrang yang cantik jelita. Maka ia ingin mempersunting putri Roro Jonggrang sebagai istrinya. Akan tetapi putri Roro Jonggrang tidak mau dipersunting Raden Bandung Bondowoso disebabkan ia telah membunuh ayahnya. Maka untuk menolak pinangan Raden Bandung maka putri Roro Jonggrang memikirkan sebuah siasat, yaitu putri Roro Jonggrang mau dipersunting asalkan Raden Bandung mau mengabulkan dua permintaan putri Roro Jonggrang yaitu pertama Putri Roro Jonggrang ingin dibuatkan 1000 candi dalam satu malam. Dan yang kedua Putri Roro Jonggrang ingin dibuatkan sebuah sumur.

Raden Bandung menyanggupi kedua permintaan sang putri Roro Jonggrang, dan segeralah Raden Bandung membuat sumur Jala Tunda dan setelah jadi ia memanggil putri Roro Jonggrang untuk melihat sumur. Kemudian putri Roro Jonggrang menyuruh Raden Bandung masuk ke dalam sumur. Dan setelah Raden Bandung sampai di bawah, putri memerintah Patih Gupolo menimbun sumur dengan batu. Dan Raden Bandung Bondowosopun tertimbun batu di dalam sumur, dan putri Roro Jonggrang dan Patih Gupolo menganggap bahwa Raden Bandung telah mati di dalam sumur, akan tetapi di dalam sumur ternyata Raden Bandung belum mati maka ia bersemedi untuk keluar dari sumur, ternyata Raden Bandungdapat keluar dari sumur dengan selamat.

Raden Bandung Bondowoso kembali menemui putri Roro Jonggrang dengan marah besar karena telah menimbun Raden Bandung di dalam sumur, tetapi karena kecantikan putri Roro Jonggrang kemarahan Raden Bandung menjadi mereda. Kemudian putri Roro Jonggrang menagih janji permintaan yang kedua kepada Bandung Bondowoso untuk membuatkan 1000 candi dalam satu malam.

Maka segeralah Raden Bandung memerintahkan para jin-jin untuk membuat 1000 candi, akan tetapi di lain pihak putri Roro Jonggrang ingin mengagalkan usaha Bandung membuat candi. la memerintahkan para gadis disekitar Prambanan untuk menumbuk padi dan membakar jerami supaya kelihatan terang untuk pertanda pagi sudah tiba dan ayam pun berkokok bergantian.

Mendengar ayam berkokok dan orang menumbuk padi serta ditimur kelihatan terang maka para jin berhenti membuat candi. Para jin melaporkan pada Raden Bandung Bondowoso bahwa jin tidak bisa meneruskan membuat candi yang kurang satu karena pagi sudah tiba. Akan tetapi menurut firasat Raden Bandung, pagi hari belumlah tiba.
Maka dipanggilah putri Roro Jonggrang disuruh menghitung jumlah candi yang telah dibuat dan ternyata jumlahnya baru 999 candi, jadi yang belum selesai, tinggal satu candi lagi. Maka putri Roro Jonggrang tidak mau dipersunting Raden Bandung.

Karena merasa ditipu dan dipermainkan maka Raden bandung murka sekali dan mengutuk putri Roro Jonggrang “Hai Roro Jonggrang 1000 candi kurang satu dan genapnya seribu candi dan engkaulah orangnya”.
Dan segera putri Roro Jonggrang berubah ujud menjadi arca patung batu. Dan sampai sekarang arca patung Roro Jonggrang masih ada di Candi Prambanan dan Raden Bandung Bondowoso mengutuk para gadis di sekitar Prambanan menjadi perawan kasep (perawan tua), karena telah membantu putri Roro Jonggrang.


Gambar 10. Foto: Arca Roro Jonggrang

Mitos yang berkembang kemudian, pasangan muda yang menjalin asmara bermain di Candi Sewu/Candi Roro Jonggrang maka cintanya bakal berakhir atau putus cinta. Kisah legenda tersebut secara lengkap dapat lihat di gedung Museum yang berada di dalam lokasi Candi Prambanan. Sebab selain memiliki ruang Audio Visual yang memutarkan film selama 15 menit tentang sejarah ditemukannya Candi Prambanan hingga proses renovasi dan purna pugarnya secara lengkap, Museum ini juga memamerkan koleksi benda-benda arkeologi serta perhiasan-perhiasan peninggalan raja Mataram kuno yang ditemukan di Wonoboyo, Klaten.

Yogyakarta, 22 Februari 2010
Mashudi Antoro (Oedi`)

Sumber tulisan:
BBC, Internet, Museum Rodin; http://andri-permana.blogspot.com/2009/03/kota-romeo-dan-juliet-di-verona-italia.html;  http://www.indonesia-tourism.com/central-java/klaten/legd3.htm;  http://www.klaten.go.id/pariwisata.shtml; Tokeikedai Online; Taj mahal.

Iklan

5 thoughts on “Romance in Stone: Wujud nyata keagungan cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s