Manusia dan Mesin, Mana yang Lebih Baik ? (Mengkaji kisah John Henry dan Garry Kasparov)

Manusia dalam banyak hal memang memiliki kemampuan yang sangat patut untuk di puji. Dan semua itu adalah rahmat dari Tuhan yang Maha Kuasa. Namun sejak abad yang lalu mesin-mesin telah membuktikan bahwa mereka dapat menggantikan kekuatan fisik dari manusia. Bahkan tidak jarang diantara mereka telah mengungguli kemampuan dari manusia itu sendiri.

Zaman terus berkembang dan teknologi-teknologi kian bertambah maju dengan pesat. Akhirnya mesin-mesin tersebut semakin banyak membuktikan bahwa mereka dapat menggantikan peran otak kiri manusia. Bahkan para mesin bisa sangat jauh mengungguli kemampuan sadar manusia. Sedikitnya ada dua contoh yang bisa memperlihatkan bahwa kemampuan mesin dapat mengalahkan kemampuan manusia. Diantaranya:

1. Kisah John Henry “Si manusia penggerak baja”
Ia adalah figur yang sangat melegenda bagi masyarakat Amerika dengan telah diabadikannya sosoknya pada perangko pos disana. Seperti yang banyak dikatakan oleh anak sekolah disana bahwa John Henry adalah manusia penggerak baja. Dilahirkan dengan palu ditangannya. Ia adalah seorang firgur yang memiliki kekuatan dan integritas yang tinggi.
Sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa ia adalah seorang mantan budak yang mengerjakan rel kereta api setelah Perang Sipil (sayangnya belum ada yang bisa membuktikan secara ilmiah). John Henry adalah seorang dari mereka yang bekerja untuk menghancurkan gunung-gunung untuk dipergunakan sebagai terowongan demi memasang rel kereta api. Dan ia adalah satu dari sekian banyak pekerja yang bisa menggerakkan baja lebih cepat dari manusia manapun.

Suatu hari menurut cerita datanglah seorang pedagang di kamp pekerja sambil membawa sebuah mesin pengebor batu yang bertenaga uap. Pedagang tersebut menganggap bahwa mesinnya dapat mengalahkan siapapun yang paling kuat, tidak terkecuali John Henry. Mendapati hal itu, maka John Henry segera mencemooh gagasan yang mengatakan bahwa roda gigi dan pelumas itu sebanding dengan otot manusia. Lalu ia mengusulkan sebuah pertandingan dalam menghancurkan sebuah lereng gunung – manusia melawan mesin – sebagai pembuktiannya.

Untuk melihat mana yang paling kuat, maka keesokkan harinya dilakukanlah pertandingan. Masin pengebor bertenaga uap disebelah kanan sedangkan John Henry berada di sebelah kiri. Awalnya mesin melaju di depan, namun John Henry tidak mau mengalah dengan secepatnya mengejar. Pertandingan terus berlanjut hingga banyak bongkahan batu yang bertaburan dan terowonganpun semakin jelas terbentuk. Tidak lama John Henry mendekati saingannya dan terus mendekat hingga ia pun dapat menggungguli mesin tersebut. John Henry pada akhir cerita bisa mengalahkan mesin yang bertenaga uap itu dengan terlebih dulu menerobos sisi lain dari gunung tersebut.

Melihat kenyataan tersebut, semua teman-temannya bersorak kegirangan dan mengakui sekali lagi atas kemampuan dan kekuatan sang manusia penggerak baja. Namun John Henry yang sangat kelelahan akhirnya pingsan dan tak lama kemudian meninggal. Cerita tersebut menyebar dengan cepat. Dalam berbagai balada dan buku, kematian John Henry dilambangkan dengan perumpamaan tentang era industri. Mesin dapat melakukan sesuatu yang lebih baik dari manusia meski sebagai konsekuansinya maka kehormatan manusia harus dikorbankan.

2. Garry Kasparov “Pemain catur terbaik sepanjang masa”
Lain halnya yang terjadi dengan Garry Kasparov si raja catur. Ia berasal dari zaman dan era yang berbeda dengan John Henry. Kasparov telah hidup di zaman dimana industri terus tumbuh dengan sangat pesat. Ia adalah seorang yang terbaik dalam olah raga catur, bahkan mungkin saja sepanjang masa. Namun ia tetaplah John Henry yang hidup di masa yang baru. Seorang yang kemampuan supernya tetap saja dikalahkan oleh sebuah mesin.

Kasparov sangat mahir dalam urusan catur dengan bukti bahwa ia pernah memenangkan kejuaran dunia pertamanya di tahun 1985, saat yang sama kira-kira para ahli sedang mengembangkan program-program komputer yang dapat memainkan catur.

Selama satu dekade Kasparov tidak pernah terkalahkan dalam urusan catur. Bahkan pada tahun 1996 ia dapat mengalahkan sebuah komputer yang kemudian menjadi komputer catur terhebat di dunia kala itu. Tetapi pada tahun 1997, ia menghadapi komputer yang jauh lebih hebat lagi. Sebuah komputer IBM 1.4 ton yang disebut Deep Blue dalam sebuah pertandingan enam permainan yang sebagian orang menamakannya “Perhentian otak yang terakhir”. Hasil pertandingan itu mengejutkan banyak orang karena Deep Blue berhasil mengalahkan Kasparov, yang konsekuensinya direduksi oleh sampul majalah Inside Chess ke dalam satu kata tuggal “ Armagedon”.

Mencoba balas dendam untuk dirinya dan para pemikir otak kiri, maka Kasparov kemudian mengatur sebuah pertandingan ulang melawan Deep Blue Junior. Sebuah komputer Israel yang bahkan lebih kuat dari pendahulunya dengan bukti telah menjuarai tiga kali perlombaan komputer kelas dunia.

Meski dalam banyak cara catur adalah sebuah aktivitas otak kiri yang substansial. Ia relatif sedikit memberikan ruang untuk emosi dan sangat bergantung pada kekuatan memori, pemilkiran yang rasial dan perhitungan yang murni, dimana komputer lebih unggul dari manusia. Namun, Kasparov pernah berkata “Ketika ia melihat papan catur ia dapat membaca antara satu dan tiga langkah perdetik.” Sedangkan Deep Blue Junior lebih mengesankan karena dapat menganalisa antara dua atau tiga juta langkah dalam setiap detiknya. Tetapi Kasparov percaya bahwa manusia itu memiliki keuntungan-keuntungan yang akan menyamai komputer ketika berada di lapangan yang berukuran enam puluh empat persegi itu.

Pada Super Bowl Sunday 2003, Kasparov memperlihatkan kepandaianya kepada Kluk Antlantik Kota New York yang sangat elegan untuk memulai sebuah pertandingan yang luar biasa antara manusia dan mesin. Pertandingan ini mencakup enam permainan dengan uang satu juta dolar sebagai hadiahnya. Jutaan orang pun menyaksikan pertandingan ini, baik secara langsung dilokasi maupun melalui media internet.

Pada awal pertandingan, Kasparov memenangkan pertandingan, namun pada ronde kedua ia seri. Di permainan ketiga, ia mulai kuat namun pada tebing kemenangan ia terpaksa harus jatuh dalam satu jebakan junior dan akhirnya kalah. Pada permainan keempat Kasparov bermain secara tidak pasti sehingga menambah skor serinya. Bahkan ia sempat putus asa di permainan ketiga dengan mengatakan bahwa ia “tidak bisa tidur dan kehilangan kepercayaan diri”. Dan terbukti pada permainan kelima, mereka seri lagi  sehingga hasil akhir pertandingan akan ditentukan pada permainan yang keenam.

Pada permainan terakhir ini Kasparov memimpin pertandingan dengan cepat. Namun ia tidak sedang bertanding dengan manusia yang pasti bergerak agrasif dan kemudian menang. Ia sedang melawan sebuah benda yang tidak memiliki emosi dan di program dengan sangat baik. Meski tetap saja komputer bisa melakukan kesalahan namun ia akan membiarkan dirinya kembali ke dalam permainan itu. Realisasi itu terus menghantui Kasparov selama sisa-sisa pertandingan hingga pada akhirnya melumpuhkan sang juara dunia dengan hasil yang seri.

Memang Kasparov bisa mengalahkan mesin pada pertandingan keduanya ini, namun komputer lebih bagus dalam banyak hal. Komputer lebih cepat dan lebih kuat apalagi ia tidak perlu sakit kepala. Mereka tidak pernah sesak napas bila tertekan atau dongkol dan emosi bila kalah. Mereka tidak penah khawatir dengan apa yang dikatakan oleh penonton atau tidak peduli dengan apa yang kelak dikatakan media masa dan pers. Mereka tidak perlu bingung dan merasa bersalah. Bahkan sebuah kumputer bisa membuat malu seorang pemain catur terbaik dunia yaitu Garry Kasparov  karena ia pernah mengatakan di tahun 1987 bahwa “Tidak satu komputer pun yang bahkan dapat mengalahkan saya” dengan berbalik mengatakan “Saya menyerah hanya beberapa tahun. Kemudian mereka akan memenangkan setiap pertandingan, dan kita mungkin harus berjuang untuk memenangkan bahkan satu permainan sekalipun”

Saudaraku sekalian, melihat kedua kisah diatas memang sejak abad yang lalu mesin-mesin telah membuktikan bahwa mereka dapat menggantikan peran dan kemampuan fisik seorang manusia. Dan untuk abad ini, maka tidak hanya sebatas mesin saja karena teknologi pun dapat menggantikan peran otak kiri manusia. Namun, meskipun demikian seorang manusia tetap bisa unggul dari mesin dan teknologi tersebut karena manusialah yang membuat mesin dan teknologi itu sendiri. Tinggal bagaimana seorang manusia bisa memanfaatkan mesin dan teknologi itu untuk bisa membantu mempermudah pekerjaan dan aktivitasnya sehari-hari.

Jangan penah menjadi seorang yang meskipun terlihat kuat dan pintar layaknya seorang John Henry atau Garry Kasparov tetapi sejatinya bodoh, karena tidak bisa menerima keadaan yang terus berubah dan bersikap sombong pada kemampuan yang dimiliki. Jadilah seorang yang tetap berpikir terbuka dan mengambil setiap manfaat yang baik bagi kemajuan umat manusia. Sehingga kesejahteraan dan kebahagiaan akan senantiasa bersama kita semua.

Yogyakarta, 28 Desember 2009
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Sebagian tulisan disadur dari buku A Whole New Mind, New York, Riverhead Books, 2006. karangan Daniel H. Pink]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s