Penemuan patung Ganesha dan lingga-yoni di UII

Posted on Updated on

Setelah terus dilakukan penggalian dan penelitian pada penemuan situs candi di kampus UII, maka hari Selasa (22/12) petang ditemukan pula dua buah arca yaitu arca Ganesha dan batu Lingga-Yoni. Ini merupakan sebuah penemuan besar dan sangat menarik karena diperkirakan akan ada arca-arca lain disekitar situs ini.

Mendapati kondisi yang sedemikian ini, maka pihak kampus UII tetap mendukung upaya penelitian dan penggalian situs hingga pada tahap yang memuaskan. Mereka juga bersedia memindahkan area pembangunan perpustakaan sebagai wujud dukungan kepada situs bersejarah ini. Sehingga diharapkan dengan ini maka UII telah turut membantu dalam melestarikan cagar budaya yang menjadi salah satu wujud kehebatan nenek moyang bangsa Indonesia tempo dulu.

Berikut saya berikan beberapa tulisan dari media mengenai penemuan arca-arca ini:

Detik.com
Tim ahli Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Daerah Istimewa Yogyakarta terus melakukan penggalian situs candi yang ditemukan di Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Sleman. Tim ahli memperkirakan candi tersebut berfungsi sebagai pemujaan.

Hal itu diungkapkan Kepala Pokja Pemugaran BP3 DIY, Budhi Sancoyo kepada wartawan d sela-sela kegiatan ekskavasi pada hari ketiga di kampus UII Terpadu di Jalan Kaliurang Km 14,5, Sleman, Rabu (23/12/2009).

“Melihat dari artefak-artefak yang ditemukan yakni batu lingga-yoni dan arca Ganesha, candi seperti ini biasanya
berfungsi untuk pemujaan Syiwa,” kata Budhi. Namun tim BP3 DIY lanjut dia, belum bisa memberikan gambaran secara jelas mengenai candi tersebut. Hanya saja dari beberapa temuan di lapangan bangunan itu identik Candi Syiwa. Hal ini juga berbeda dengan candi-candi Budha.

Arca Syiwa yang ditemukan letaknya saling membelakangi atau menghadap ke arah timur dan segaris dengan arca Ganesha.  Sedangkan Durga dan Agastya diperkirakan mengapit Syiwa di sebelah kiri dan kanan. “Cirinya antara lain ada arca Ganesha. Lingga-yoni itu juga salah satu perwujudan lain Syiwa. Sedang yang belum ketemu arca Agastya dan Durga. Buila ditemukan nanti juga masih di sekitar tempat itu,” katanya.

Rabu, 23/12/2009 14:08 WIB, http://www.detiknews.com/read/2009/12/23/140835/1265155/10/candi-di-uii-yogyakarta-digunakan-untuk-pemujaan

Media Indonensia.com
Tim ekskavasi candi di kompleks Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) di Jalan Kaliurang Km 14, menemukan patung Ganesha. Patung dewa berkepala gajah itu menghadap ke dinding barat dan kondisinya masih utuh. Patung tersebut ditemukan pada Selasa (22/12) petang, sehingga penggalian lanjutan patung tersebut akan dilanjutkan Rabu (23/12).

Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Daerah Istimewa Yogyakarta Herni Pramastuti mengatakan patung tersebut dalam kondisi masih bagus Patung Ganesha dalam mitologi Hindu merupakan anak Dewa Syiwa.
Sesuai dengan pemahaman Hindu selama ini, gading Dewa Ganesha sebelah kanan patah, memakai tali upawita di bahu,
tangan kanan belakang memegang kapak dan tangan kiri belakang memegang tasbih.

Sementara itu, kedua tangan lainnya masih belum terlihat karena tertimbun tanah. Karena itu, data secara teknis masih belum bisa disajikan karena belum dilakukan penghitungan dan pengukuran. Sedangkan bagian kepalanya mengenakan
mahkota. Di sebelah timur lokasi penemuan patung Ganesha, kata Herni, ditemukan juga lingga atau batu bulan silindris yang biasanya di bagian bawahnya terdapat batu berbentuk sedi empat untuk menempatkan lingga yang disebut Yoni. Lingga dan Yoni merupakan lambang Syiwa.

Lingga tersebut ditemukan pada jarak sekitar 85 sentimeter (cm) dari patung Ganesha. Dengan dua temuan itu, menurut Herni, diperkirakan masih akan ada temuan lain. Sebab, biasanya di sisi utara atau kiri Syiwa/Yoni ditempatkan isteri Syiwa, Dewi Durga Mahisasura Mardini dan di sebelah kanan (selatan) ada Dewa Syiwa sebagai Mahaguru (Agastya). (AU/OL-01)

Selasa, 22 Desember 2009 20:23 WIB, http://www.mediaindonesia.com/read/2009/12/22/112997/90/14/Tim-Ekskavasi-Candi-di-UII-Temukan-Patung-Ganesha

Kompas.com
Tim Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta memastikan, situs yang ditemukan di kawasan kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Jalan Kaliurang Yogyakarta merupakan bangunan candi, bukan petirtaan atau pemandian.

“Namun demikian, tim BP3 Yogyakarta belum bisa memastikan candi dari agama apa atau tahun berdirinya, karena petunjuk penting lainnya seperti arca belum ditemukan,” kata Kepala Tim Pemugaran BP3 Yogyakarta Budhy Sancoyo di Yogyakarta, Senin.

Ia mengatakan, pada penggalian hari kedua ini tim berhasil menggali pagar utama pada candi tersebut. Lebar tutup pagar 50 cm dengan luas halaman utama 6×6 meter dan pintu masuk berukuran 60 cm. “Hal itu agak berbeda dengan temuan di luar pagar pintu utama yang diperkirakan pusat peradaban yang hanya mempunyai lebar tutup 38 cm,” katanya.

Pada pagar candi utama di ujung sebelah barat ditemukan antefik atau segitiga ganda sebagai hiasan sudut yang sama
dengan antefik yang ditemukan di pagar yang berjarak tujuh meter dari pagar utama. Menurut dia, meskipun antefik telah ditemukan, namun tim belum bisa memastikan candi dari agama apa. Antefik pada candi agama Hindu dan Budha pada dasarnya sama, karena hiasan sudut sudah umum, yang membedakan adalah arcanya.

“Penggalian kali ini juga berhasil menemukan satu fragmen atau pecahan dari batu yang utuh yang diduga merupakan
bagian dari pecahan batu candi dari pinggir candi sisi sebelah barat yang juga berjarak tujuh meter,” katanya. Namun demikian, menurut dia, belum dapat dipastikan fragmen itu dari bagian candi yang mana, karena tim ekskavasi BP3 Yogyakarta masih menggali kotak-kotak lain yang sudah dipatok sebelumnya.

Ia mengatakan, dalam 12 hari ke depan tim ekskavasi hanya akan fokus mengejar desain bangunan candi dengan mengerahkan 10 tenaga ahli dari BP3 Yogyakarta dibantu tenaga lokal sebanyak 20 orang. “Untuk pekan kedua ekskavasi, setelah kotak-kotak sasaran digali, baru akan digali lebih dalam lagi untuk mengetahui kedalaman candi,” katanya.

Selasa, 22 Desember 2009, http://oase.kompas.com/read/xml/2009/12/22/03020797/Situs.di.Kampus.UII.Dipastikan.Bangunan.Candi

Semoga akan semakin banyak penemuan-penemuan baru, sehingga akan semakin menyadarkan kita bahwa kita adalah sebuah bangsa yang memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Nb: Untuk mengetahui perkembangan selanjutnya, silahkan klik disini: https://oediku.wordpress.com/2010/01/05/perkembang-penggalian-candi-di-uii/

Yogyakarta, 24 Desember 2009
Mashudi Antoro

11 thoughts on “Penemuan patung Ganesha dan lingga-yoni di UII

    fawuri sweet said:
    Desember 24, 2009 pukul 7:38 am

    waw…!! makin seru aja…gali terus ya mas info candi nya… jadi penasaran bagaimana akhir ceritanya..?
    candi apa yan kira-kira..?
    caiyo…!!!

      oedi responded:
      Desember 28, 2009 pukul 2:58 pm

      Yang jelas ini adalah candi pemujaan untuk dewa Siwa..
      Okey… insyaAllah akan di beritakan terus kok perkembangannya…

    PUTRA SEMAR said:
    Maret 12, 2011 pukul 6:52 am

    mantaaaappp………………………..

      oedi responded:
      Maret 12, 2011 pukul 6:59 am

      okey… makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.

    viki said:
    Januari 11, 2012 pukul 1:33 pm

    bagus pak semoga tuhan mempermudah jalan kalian untuk lebih maju lagi

      oedi responded:
      Januari 16, 2012 pukul 12:18 pm

      Okey… terimakasih atas kunjungan, dukungannya dan doanya, semoga bermanfaat.. 🙂

    patung ganesha said:
    Februari 23, 2012 pukul 11:48 am

    bentuknya hanya sepotong mas.. atau full?

      oedi responded:
      Februari 23, 2012 pukul 2:00 pm

      Hmm.. sebenarnya patung Ganesha yang di temukan di UII ini kondisinya masih sangat baik alias masih utuh, hanya saja foto yang ada di tulisan ini masih menjelaskan proses eskavasi, jadi foto yang diberikan masih belum lengkap (wong eskavasinya juga belum kelar). Sekarang eskavasinya sudah selesai, sebagian bangunan candi masih di tempat semula dimana sekarang berada di halaman depan perpustakaan UII. Sedangkan beberapa patung yg ada di pindahkan ke museum Jogja untuk penyelamatan dan perawatan.
      Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perkembangan selajutnya dari eskavasi ini, Anda bisa berkunjung di tulisan saya yg ini: https://oediku.wordpress.com/2010/01/05/perkembang-penggalian-candi-di-uii/
      Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    Surya Dimas said:
    Oktober 3, 2014 pukul 12:10 pm

    itu artinya hindu pernah berjaya pada masa kerajaan majapahit

    roy mahayana said:
    Maret 19, 2015 pukul 3:48 am

    semoga terus dijalankan penggalian nya, mohon pemerintah mendukung.

      oedi responded:
      Maret 22, 2015 pukul 5:10 am

      Penggaliannya sudah kelar mas, sekarang bahkan sudah berada di dalam area tengan perpustakaan UII… tapi menurut dugaan saya sebenarnya masih ada lagi situs yang ada di sekitar kampus UII ini, hanya saja nasibnya sama, terkubur di bawah tanah… semoga nanti bisa ditemukan lagi, untuk bisa menguak sejarah masa lalu… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s