Edmund Hillary dan Tenzing Norgay (Pendaki pertama yang tiba di Puncak Everest)

Posted on

“ Gunung Everest, kali ini engkau mengalahkanku. Tapi suatu kali aku akan mengalahkanmu, karena kamu tidak bertumbuh lagi, tetapi aku masih bertumbuh!”

Tekad Hillary untuk mengalahkan gunung Everest, gunung tertinggi di bumi dengan ketinggian 29.028 kaki diatas permukaan laut, terlaksana pada 25 Mei 1953 pukul 11.30 bersama rekannya Tenzing Norgay. Keberhasilan itu mendapat penghargaan dari Ratu Elisabeth II. Hillary diberi gelar Sir, gelar yang disandang oleh para pemberani yang berhasil menyumbangkan sesuatu untuk kejayaan kerajaan Inggris.

Setelah sukses mencapai puncak Everest, antara tahun 1955-1958, Ia bergabung dengan Tim Ekspedisi Trans- Antarctic untuk mendaki di selatan Polandia. Tahun-tahun berikutnya bergabung dengan beberapa tim ekspedisi, sampai akhirnya ia mengkonsentrasikan pada kegiatan sosial di Nepal diantaranya membangun klinik pengobatan, rumah sakit, dan 17 sekolah. Pada masa tuanya ia menerbitkan buku mengenai pendakian dan perjalanannya.
Edmund Hillary bertubuh ceking dan tingginya 190 cm lebih suka dipanggil “Ed” lahir di Auckland Selandia Baru, 20 Juli 1919. Sejak kecil ia tertarik dengan dunia pendakian gunung. Meskipun Ia tidak lulus SMU dan berkerja sebagai perternak lebah, namun berhasil mewujudkan mimpinya sebagai pendaki gunung. Istrinya bernama Luise (43) dan anaknya Belinda (16) tewas dalam kecelakaan pesawat, 31 Maret 1979. Hillary menikah lagi pada 1990 dengan June Mulgrew, mantan istri Peter Mulgrew, rekan petualangan yang meninggal di Antartika, dalam perkawinan kedua ia mendapatkan anak Peter dan Sarah.

Pada usia 88 tahun, di Rumah Sakit Auckland jum’at 11 Januari 2008 Hillary meninggal dunia karena serangan jantung. Ia terakhir mengunjungi Himalaya April 2007, bersama Elizabeth Hawley (seorang penulis lepas tentang Ekspedisi Himalaya 40 tahun) menemui Tim Ekspedisi Super Sherpa di Kathmandu. Hillary berkata bahwa jika saatnya meninggal nanti, ia tidak memiliki keinginan untuk dikubur di gunung. Ia menginginkan dikremasi kemudian abunya disebarkan di Pelabuhan Waitematau di selatan Auckland dimana ia menjalani kehidupannya.

SALAM PETUALANGAN….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s