Perihal Ilmu

menuntut-ilmu1

Seorang pelajar turut maju kedepan dan langsung bertanya. Ia berkata: Oh guruku, jelaskanlah kepada kami perihal ilmu?

Nurhayun pun menjelaskan:

Ilmu adalah hal yang sangat besar perannya bagi kehidupan seorang manusia. Makanya tuntutlah ia dari buayan hingga ke liang lahat. Karena hanya dengan ilmu dunia akan berada digenggaman tanganmu.

Namun ilmu adalah sesuatu yang memiliki dua kepribadian. Satu sisi menjadikannya sebuah kebaikan dan satunya lagi hanya akan membawa keburukan. Keduanya memang pada dasarnya adalah satu yaitu untuk kemaslahatan makhluk, hanya saja bagi mereka yang tidak bertanggungjawab akan menjadikannya sebagai bencana yang begitu dahsyat.

Manakah ilmu yang tidak menjadikannya sebuah kebaikan? Itu dia yang tidak digunakan sebagai solusi dalam masalah yang melanda kehidupan.

Apakah yang menjadikan ilmu itu sebuah keburukan? Dialah yang meski berwujud kemajuan dan keindahan namun sebenarnya banyak sekali membawa dampak negatif bagi orang lain dan alam semesta. Juga ia yang hanya kau pendam dan miliki untuk dirimu sendiri dan tidak berusaha membaginya kepada yang lain. Padahal sejatinya ilmu yang baik itu haruslah di sampaikan meski dalam bentuk satu ayat saja.

Ilmu pun terbagi menjadi dua rupa. Itulah ilmu lahir dan batin. Jika ilmu lahir maka ia berada di lidah manusia yang meneguhkan keberadaan. Ia hanya akan datang dan pergi laksana air hujan. Sedangkan bila ilmu batin maka ia bersemayam di hati manusia. Ilmu ini sangat mutlak dimiliki untuk meraih tujuan sebagai manusia, karena ia akan senantiasa ada laksana mata air yang tak pernah kering di samudra.

Memberi pelajaran dan mengajarkan ilmu kepada orang lain tidaklah harus menjadikan dirimu pintar terlebih dahulu. Karena bisa saja sebelum engkau menjadi pintar dalam penguasaan maka kesempatan yang ada telah hilang dari waktumu.

Tidak menjadi soal engkau tidak mampu dalam banyak hal, namun ketika memiliki sesuatu yang berguna untuk orang lain meskipun sedikit dan terus dibagikan kepada orang lain tentulah jauh bermanfaat walaupun tertatih.

Sedangkan apa gunanya engkau memiliki banyak kemampuan dalam ilmu pengetahuan padahal hanya untuk dirimu seorang? Karena ia akan cepat menjadi sampah yang tidak lagi ada gunanya bagi siapapun.

Dan ilmu itu sesungguhnya ada keterkaitannya dengan iman dan agama, karena ilmu yang tidak dilandasi dengan nilai iman dan spiritual keagamaan ibarat membangun sebuah rumah yang megah namun tanpa tiang yang kokoh untuk menopang. Ia akan cepat hancur dan tidak berguna dalam waktu yang relatif singkat di kehidupan.

Pelajari dan kuasai ilmu itu dengan niat dan tujuan hanya kebaikan bagi dirimu dan juga mereka yang lain walaupun sedikit.

Jgy, Mei 09
Oedi`

[Cuplikan dari novel “Sabda Cinta”]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s