Masa muda dan tua

Maju seorang gadis cantik ke arah depan. Ia dengan suara sendu lantas berharap: tolong simpulkan perihal bagaimana masa muda dan tua itu.

Didapatilah kesimpulan itu:

Penuhi masa mudamu menjelang masa tua datang dalam waktunya. Kejar masa muda itu seolah engkau akan menjadi hidup untuk selamanya, namun jangan lupakan masa tua karena disana engkau akan ingat pada akhir cerita.

Muda belia adalah tiang yang ditancapkan dengan daya guna empunya kemudian menjadi penyokong kuat berdiri sebuah bangunan. Masa remaja membuat angin berhembus dalam takaran yang harus ditentukan berapa kuatnya ia akan bergerak demi mencapai tepi dermaga, karena jangan sampai menjadi terombang-ambing dalam arah yang tak menentu. Sedangkan masa tua haruslah hanya menantikan si penyuguh makanan membawakan menu hidangan yang sangat nikmat dan paling disukai bagi jiwamu.

Bagi seorang pujangga masa muda adalah waktu yang akan dijadikan sebagai sajak keindahan dan syair yang romantis bagi kalbunya. Bersama luapan kasih dan sayang maka mereka menjadikan indahnya pelangi sebagai pemanis minuman yang kelak bisa mereka teguk dalam kondisi apapun. Mereka lantas akan tetap berdiri diatas kedua kaki dan berjalan dengan penuh semangat dalam membawa bekal yang sudah siap ketika tiba pada kehidupan yang baru.

Sedangkan untuk golongan pemalas maka masa muda adalah saatnya menebarkan wangi kebahagiaan meski tidak membuatnya bahagia pada tingkatan hakekat. Berfoyafoya adalah sebuah keharusan karena baginya hari ini tidak akan datang bila telah tiba di hari esok. Maka kebebasan dari belenggu aturan yang sejatinya kebaikan adalah rukun yang mengalahkan kewajiban dalam kehidupan.

Masa muda tidak menjadi selamanya karena kecantikan dan ketampanan juga akan terus memudar seiring berjalannya waktu. Contohnya kulit yang menjadikannya sebagai unsur terpenting bagi keindahan tubuh manusia. Ia akan tetap menjadi keriput dan hilang kerenggangannya karena semakin menipis dan akhirnya menjadi kendur dan tidak menarik lagi. Ia akan menjadi kisut dan keriput seiring bertambahnya usia. Bagaikan lumpur yang kering di musim paceklik.

Lantas bagaimana dengan masa tua?
Masa tua akan menjadi mutiara yang sangat menyegarkan pandangan dan membahagiakan hati bagi siapa saja yang  ketika muda telah berusaha menemukan sebutir batu kemudian mengasahnya sehingga menjadi sebuah liontin yang sangat berkilauan. Sedangkan bagi yang tidak ketika waktu sebelumnya maka baginya tentulah sebuah hamparan sawah yang telah menjadi semak belukar dan dihadapkan pada mukanya sehingga tidak ada sebuah butiran padi yang bisa dituai, karena ia tidak mau menanam benihnya lebih dulu.

Banyak mereka yang menghabiskan masa muda dengan kesenangan namun di waktu tua hanya merasakan kesedihan dan penyesalan. Semua karena dulu belum cukuplah ketika muda ia menangis dan berbagi dalam kepedihan. Sebaliknya sebagian mereka terpilih dari sekian banyak pemuda yang masa mudanya dilalui dengan semua perjuangan dan penderitaan sehingga ketika masa tua telah tiba maka kesedihan dan penderitaan hanya tinggal kenangan dari waktu sebelumnya.

Banyak yang hidup telah sadar bahwa nanti akan mengalami usia senja namun bagi mereka yang muda maka akan merasa bahwa ketuaan masih jauh menjelang. Mereka menghindari keadaan bahwa suatu saat nanti kenyataanya adalah dia harus menjadi tua, lemah dan tak berdaya.

Hari, minggu, bulan dan tahun terus berlalu dalam sekejab namun entah mengapa mereka yang muda melupakan tentang hal ini. Mereka merasa seolah takkan pernah mendapati usia senja. Sedangkan masa muda yang dirasa takkan pernah berakhir itu hanyalah dia yang berlalu lebih cepat dari perkiraan.

Masa muda bisa menghancurkan segala yang dicita-citakan dalam usia tua maka dari itu sebaiknya bekali diri dalam amalan yang bermanfaat di keduanya.

Jgy,  Mei 2009
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Cuplikan dari novel “Sabda Cinta”, Karya: Mashudi Antoro]

Iklan

4 thoughts on “Masa muda dan tua

    1. masa sih pak??
      berat mana dengan pas naik gunung? hehehe…
      siip… semangat aja trus pak… moga sukses dengan cita2nya….
      n` thx uda kasih koment di tulisan ini…
      chayaoo….

  1. Tulisan yg sangat menarik tuk direnungkan; krn tdk dpt dipungkiri bhw tiap detik masa muda kita berlalu menjelang masa tua, yg sedikitpun jarang kita sadari. Tiada henti mengucap Syukur pd Sang Pencipta mjd kan kita sadar akn masa2 yg kita lalui sampai akhirnya mengecap masa tua,,,
    SUKSES selalu buatmu Mas Udik ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s