Keindahan

Posted on Updated on

Majulah seorang seniman. Ia berkata: lantas bagaimana perihal keindahan? jelaskan kepada kami sekarang.

Maka dijelaskanlah perihal keindahan itu:

Keindahan adalah ukuran yang sangat luas, namun engkaulah yang memegang meteran untuk dapat mengukurnya.

Dialah yang bukan untuk kau tampakkan dan bukan pula yang harus kau pendam jauh didasar kehidupan karena dialah potret yang terus terlihat meski lewat klise atau cetak foto.

Dikala siang maka seekor burung hantu akan mengatakan bahwa malam meski gelap gempita adalah keindahan. Karena ia dapat melihat dengan jelas dan mendapatkan makanan sebagai penyambung hidupnya.

Saat terik di musim kemarau maka bagi sekawanan hewan digurun pun berkata: “Bahwa keindahan adalah datangnya musim hujan yang menghadirkan kehidupan baru dan tumbuhnya hijau daun serta rerumputan di tanah padang” mereka juga bersaksi bahwa tiada yang lain dari pada itu.

Untuk seorang pemusik maka keindahan adalah ketika rentetan not yang dirangkainya telah menjadi sebuah nada yang mengalun merdu dan sangat enak didengar siapa saja ketika dalam konser. Sedangkan bagi seorang pertapa maka keindahan itu adalah tidak adanya suara yang memasuki telinganya karena kesunyian adalah hal terindah untuknya. Meski dengan hati maka disanalah ia akan menangkap getaran melodi terindah yang diinginkannya selama menyendiri.

Bagi seorang pendaki maka untuknya keindahan itu adalah bisa melihat sang surya terbit di ufuk timur ketika ia berada dipuncak gunung. Sedangkan bagi sang nelayan maka keindahan itu adalah munculnya hari baru dengan terbenamnya mentari di arah ujung barat laut biru.

Untuk petani, baginya keindahan adalah saat benih yang ia tanam pada musin hujan telah tumbuh subur pada musim yang sama dan dapat dipanen pada saat meskipun dalam musim kemarau.

Bagi seorang pecinta maka keindahan adalah bila dalam merenda hari-hari ia dapat terus bersama sang pujaan hati. sedangkan bagi seorang yang gagal dalam pernikahannya maka perceraian adalah keindahan yang senantiasa di idam-idamkan.

Lantas manakah sebenarnya keindahan itu karena semua yang kau sebutkan itu adalah tentang keindahan? Padahal keindahan bukanlah hanya tujuan akhir namun juga jalan yang berliku sekalipun dalam hidupmu. Bukan pula yang tampak di waktu fajar dan hilang disenja harinya. Karena keindahan tentulah hadir dalam setiap terang dan gelapnya kehidupan.

Ketahuilah dari yang kau sebutkan itu maka sejatinya engkau bukan membicarakan tentang keindahan, melainkan sebuah kebutuhan jasadiah semata. Suatu kebutuhan yang selalu ingin kau penuhi dalam setiap kesempatan. Padahal keindahan bukanlah kebutuhan melainkan ia adalah sebuah keyakinan dan hasil dari keinginan itu. Ia adalah keasyikan yang memudarkan segala kesedihan dan penderitaan.

Dia bukanlah sebuah bayangan yang ingin kau lihat meskipun dibalik tirai yang tipis karena sejatinya ia akan tampak meski dengan mata terpejam dan jiwa tertidur lelap di waktu malam.

Dia bukan sekuntum bunga anggrek yang kau sematkan di dalam rumah namun sebuah hamparan luas taman bunga-bunga abadi. Dialah keabadian yang membuka kedoknya lewat topeng namun sebenarnya kaulah topeng itu dan engkau pula keabadiannya.

Yogyakarta, Mei 2009
Mashudi Antoro (Oedi`)

[cuplikan dari novel “Sabda Cinta”, karya: Mashudi Antoro]

3 thoughts on “Keindahan

    Novel: Sabda Cinta « Perjalanan Oedi_ku said:
    Mei 20, 2009 pukul 6:59 am

    […] Dibawah ini adalah cuplikannya: 1. Waktu [baca…] 2. Keindahan [baca…] […]

    fadlilsangaji said:
    Juni 2, 2009 pukul 10:12 pm

    Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata (QS : Qaaf,7)
    Keindahan diciptakan bagi orang – orang yang mampu memandang keEsaan sang Pencipta.

      oedi responded:
      Juni 9, 2009 pukul 9:15 am

      yoi benar banget fa…
      Trims untuk masukannya… hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s