Waktu

Ada seorang bapak tua yang mengajukan sebuah pertanyaan. Ia bertanya “Apakah yang kau ketahui perihal Waktu? Jelaskanlah kepada kami semua.

Nurhayun menjawab dengan segera:

Waktumu adalah derap langkah yang terus mengembara. Dan disaat engkau dapat meraih sebuah puncak, maka disitulah bermula pendakian. Hingga saat kau raih keindahan, karena engkau pulalah keindahan itu.

Waktu tidak bisa dikejar ataupun dihalang-halangi. Karena ia akan terus ada didepan kita dan ketika diberikan hambatan padanya maka penghambat itupun akan senantiasa mengikutinya dari belakang.

Biasanya orang yang tekun dalam kebajikan maka bukannya dia haus akan kehidupan yang terus bergerak tetapi karena ia menghargai waktu yang tidak hanya tinggal diam. Sedangkan bagi mereka yang lalai bersama kepuasan dan tidak dalam bekerja keras maka selama itu pula ia telah serakah dalam kebodohan.

Engkau ingin lari dari waktu? Maka jangan heran bila gerak dan langkahmu akan tetap seiring dengan putaran roda dunia. Atau suatu ketika kau hendak menjadikan sebuah pohon untuk sebentuk rakit maka pastilah lebih baik menjadikannya sebuah biduk dan perahu. Karena meski keletihan dan daya pikir membuat kita jenuh namun hasil yang didapatkan adalah puncak prestasi dan kebahagian hakiki.

Siapakah dirinya yang tidak membutuhkan waktu karena bagaimana sang rembulan dapat bercahaya bila tidak menerima pantulan sinar mentari di waktu malam. Dan siapa pula yang akan terus menggunakan waktu karena keabadian adalah satu hal yang akan membedakannya dengan Sang Pencipta.
Jangan kau sibuk hanya dengan menjalankan saat-saat sekarang sehingga lupa mempersiapkan sesuatu yang pasti akan tiba esok hari. Jangan kau larutkan masa mudamu karena waktu tidak akan menghapus jejak yang telah ditinggalkan jauh dibelakang. Jangan berharap masa tuamu penuh dengan hikmah-hikmah sedangkan di waktu muda engkaupun malas menabung kebaikan.

Biarkan waktu mudamu menjadi kenangan dan membawa hikmah keindahan di masa tua nanti, karena akan membawamu pada puncak kebahagiaan.

Jgy, 12 Mei 2009
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Cuplikan dari novel “Sabda Cinta”, karya Mashudi Antoro]

Iklan

One thought on “Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s