Hari: Mei 4, 2009

Mungkin

Posted on Updated on

Mungkin telah banyak petaka dan kepedihan yang datang menghampiri serta menyekapku dalam palung kesendirian dan melahirkan derita yang akan setia pula hadir bersamaan khayalan-khayalan semu.
Tetapi bayangan indah dirinya telah melindungiku di dalam pelukan hangat harapan, berusaha mengajakku terbang ke atas kebahagiaan serta terus menggenangi hati ini dengan terangnya cahaya jiwa dan cinta yang suci

(Oedi`)

[Cuplikan dari novel “Pertemuan Cinta”]

Mengembalikan Norma Kebaikan pada Diri Setiap Manusia

Posted on Updated on

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun” (QS. Al-Baqarah [2] ayat 263)
“Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al-A`raaf [7] ayat 33)

Saudaraku yang budiman, sekali lagi mari kita coba merenungi hal yang tak jauh dari kehidupan disekitar kita. Mari kita mencoba mengumpulkan beberapa sikap yang telah banyak hilang diantara kita semua. Dimana jelas sekali semuanya lambat laun semakin terkikis hilang ditelan arus kehidupan duniawi dan modernisasi. Bahkan terkadang tidak segan-segan mengakui kemuliaan budaya kebebasan yang sebebasnya dalam hidup. Sehingga kita sendiri kelak akan bisa jauh memperbaikinya.

Menilik dari firman Allah Swt di dalam Al-Qur`an surat Al-Baqarah [2] ayat 263 dan QS. Al-A`raaf [7] ayat 33 diatas maka pada pembahasan kita kali ini tentu tidak akan jauh dari hal norma perilaku setiap diri anak manusia. Dan bila kita cermat memperhatikan maka tentunya di beberapa tahun belakangan ini maka sikap kebaikan akhlak akan terasa semakin tidak terjaga bahkan hilang secara perlahan oleh sebuah prinsip yang hanya menghargai diri sendiri. Sebuah sikap yang tidak mempedulikan orang lain meskipun sebenarnya adalah lingkaran hidup sosial yang tidak bisa terpisah dari diri mereka sendiri.

Baca entri selengkapnya »