Alam Kemuliaan Cinta

Posted on Updated on

oedi-sundak-2-047

Oh betapa dunia ini begitu mempesona dengan tiada henti sejak diizinkan oleh Tuhan sebagai tempat tinggalnya para manusia. Keindahannya tidak saja hadir bersama panorama dan kebagusannya melainkan ketika setiap hari yang dilalui adalah dalam pasang surutnya kehidupan, dengan kebahagiaan dan kesedihan bersama kekasih yang paling dicintai. Dan ketika seperti sekarang dimana keduanya telah berjabat erat bersama kesedihan dalam hidup maka tentunya akan senantiasa membawa mereka pada hangatnya pelukan sang cinta sejati. Mereka dengan sabar menjalani apa yang telah menjadi takdir dan keinginan dari Yang Maha Kuasa untuk dilalui.

Setelah kedua anak manusia ini menyanyikan melodi kesedihan dan kerinduannya secara bersamaan, maka wajah hari semakin erat merangkul mereka dalam pesona cinta yang semakin agung. Keduanya telah pula meninggalkan hiruk pikuk kehidupan dunia menuju alam kemuliaan cinta. Di dalam alam itu keduanya tercekal dan dipaksa untuk menetap disana selama beberapa waktu. Karena sang cinta sebagai penguasanya telah merestui mereka menjadi pasangan yang tulus dan setia. Kondisi ini begitu menggodanya, sehingga akan membuat iri para manusia pendengki dan pengkhianat cinta suci.

Bujukan sanubari yang resah hanya ketika terdiam dan tidak bercerita terus memotivasi keduanya bersama dalam biduk kemesraan. Dan ini terus bertahan oleh karena keduanya benar-benar terlarut didalam kemuliaan sebuah cinta. Tidak dengan cinta yang sesaat saja, melainkan sebuah ruh kehidupan yang secara keseluruhan merenggut kendali seorang hamba dalam berprilaku. Sebuah cinta yang senantiasa mengawal dengan bijak perjalan kakinya untuk melangkahi lorong-lorong kehidupan. Cinta yang dengannya itu pula telah berhasil membawa keduanya bersama kasih dan sayang. Untuk kemudian berpadu bersama kesetiaan dan pengabdian yang tulus.

Jgy, 2007-2009
Oedi`

[Sebuah cuplikan dari novel terbaruku “Perpisahan Cinta”]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s