Dzikir Ku

Posted on Updated on

puncak-semeru-13-jul-071

Saat kuhadapkan wajah ini kearah kiblat maka bersamaan itu pula telah kudapatkan sesuatu yang kunanti selama ini. Sesuatu yang telah menguakkan tabir rahasia di pencarianku. Cahaya itu adalah keindahan, ia adalah warna-warni yang memedarkan pemandangan penuh selaksa makna. Keheningan yang membaluti diri saat itu telah berbalik melukiskan kebahagiaan akan perjumpaan. Dan ruhku terus menerawang ke batas angkasa yang hanya bisa di masuki oleh hati yang khusyuk. Karena sejatinya akan menuju pada ruang penuh dengan ketenangan dan kebahagiaan yang dahsyat.

Terus memahami kehinaan sebagai seorang hamba, dan menghitung nikmat yang telah diberikan akupun segera menapakkan langkah di pertobatan nasuha. Mempersembahkan pengabdian yang tulus ikhlas tanpa pamrih sedikitpun kepada yang lain. Meskipun sebelumnya kumengira telah menemukan obatnya namun sesungguhnya penyakit dan kehampaan itu belum bisa ku buang jauh-jauh. Karena tersadarku dari khayalan semu bahwa selama ini bukan cinta sejati yang ku lakoni melainkan sesuatu yang tak mampu menutupi celah dihati ini barang secuil. Dan aku sendiri belum menemukan sesuatu yang hakekat dan sejati.

Namun kini telah lurus kuarahkan padangku pada palung ketenangan, kuletakkan diri di sudut kesunyian dan kupasrahkan hati pada puncak keheningan yang murni. Menghadap dzat yang tiada dua dan membandingi, untuk memadu cinta yang maha tinggi agar tiba di puncak keindahan dalam tersenyum.

Jgy, 08 Januari 2009
Oedi`

[Kutuliskan ini dalam keheningan jiwa yang indah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s