Bidadari Ku (Part 2)

Posted on Updated on

Kepadamu yang menebarkan wangi hidup dan cerahnya hari, maka kubelaikan makna indah mayapada ini khusus untukmu. Kutebarkan kesukaannya dalam peraduan kita yang satu di puncak kemuliaan, karena sikap setia dan menerima apa adanya telah sejak awal membaluti hati serta jiwaku yang bersamaan kepuyaanmu. Ku selami semua yang menjadi bagian dari hidupmu, karena itu telah menjadi milik kita bersama. Ku syukuri kegembiraanmu dan tentu akan ku tangisi pula penderitaanmu, karena kita adalah satu.

Langkahku jelas terhenti pada masa yang menggembirakan. Penantian yang terus terbentang di setiap napas hidupku berujung pada hirup cintamu kini. Semua itu memercik aroma keindahan yang tiada bandingnya bagi para jiwa pendengki dan iri hati. Mereka akan berbisik dengan penuh heran, karena apa yang dibanggakannya dulu melebur dan luluh bersama tegaknya kebenaran cinta sejati. Bahkan kelak tiba masanya mereka semua akan membaur dan menyatukan diri kepada kita yang menyatu dalam ketulusan dan kesetiaan.

Aku bersyukur di kehadirat Sang Maha Cinta, karena sudi menampakkan sekelumit kuasa-Nya. Memberikan anugerah yang tak sebanding dengan pengabdianku, melalui seorang gadis cantik yaitu dirimu. Temaran sang bintang dan gemerlap cahaya bulan tak mengalahkan keindahanmu, karena wajahmu selalu cerah terkena air wudhu. Syahdunya belaian angin senja tak bisa membandingi anggun sikap dan kepribadianmu, karena gerak serta tingkah-lakumu mencerminkan keshalihan bidadari. Sungguh, semua itu tak pernah aku sangka dan bayangkan bersama otakku, karena pasrah dan menyerahkan segala urusan kepada-Nya adalah prinsipku sejak awal.

Oh bidadari ku… dalam setiap kali ku membuka mata dan pada tarikan napas hidup ini, entah mengapa keterpanaan diriku telah semakin menjadi-jadi padamu. Keluhuran dan motivasi yang mengalir dari sikap dirimu, terus meneguhkan sendi di jiwaku. Menguatkannya menjadi kokoh ditengah badai samudera kehidupan. Aku ingin terus disisimu dan menatap wajah indahmu dalam kebahagiaan. Aku ingin membelaimu dalam sentuhan lembut kasih sayang dan cinta sejati. Kuingin pula terus setia menemanimu dalam praharanya kehidupan di depan. Karena dari berjuta kenikmatan hidup ini, hanya satu kebahagiaan penuh yang kurasakan, yaitu ketika kau telah sedia menyatukan hati dan jiwamu bersamaku kini.

Kuraup air di telaga kebahagiaan, kuusapkan di wajah cantikmu dalam kasih sayang dan cinta yang menggunung ini. Kuundang para malaikat dan ruh penghuni nirwana untuk hadir sebagai saksi kita berdua dalam menaiki bahtera cinta yang agung. Kupesankan kepada surga tempat yang paling indah dan penuh dengan kebahagiaan hakiki sebagai tujuan akhir kita. Dan kuikatkan di jemarimu sebuah cinta Dua Kalimat Syahadat sebagai tanda kita berdua adalah satu. Oh bidadari ku…

Yogyakarta, 05 Januari 2009
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Kutuliskan cinta ini untuk seorang gadis yang kelak menjadi bidadariku selamanya]

Bidadari Ku (part 1) (part 3)

4 thoughts on “Bidadari Ku (Part 2)

    ningnong said:
    Februari 6, 2009 pukul 1:24 am

    amien… kyknya dah g sabar ye, pgn melenggang ke pelaminan??? heheh, udah sana nikah aja… drpd lama2… 😛 semangad!!!

      oedi responded:
      Februari 6, 2009 pukul 7:18 am

      Loh kok tanggapannya kaya gitu?????
      Amiiieen….makasih doanya… tp ya ga segitunya lah… masih banyak yg harus kucapai
      dulu di dalam hidup ini… lagian sapa juga yang mau sama aku gini…??
      Nin-q kali yg pengen cepet2 melaju di atas bahtera rumah tangga…hkhkhk… 🙂
      Chayo juga dech…

    Bidadari Ku (Part 1) « Perjalanan Cinta said:
    April 29, 2012 pukul 5:09 pm

    […] Perjalanan Cinta "Memayu hayuning bawono: Menata keindahan dunia" BerandaAboutAdventureBaca yang lainnyaBuku_kuFoto2Puisi_kuTentang_kuTulisan_ku RSS ← Katakan, Bidadariku… Bidadari Ku (Part 2) → […]

    Bidadari Ku (Part 3) « Perjalanan Cinta said:
    April 29, 2012 pukul 5:17 pm

    […] BerandaAboutAdventureBaca yang lainnyaBuku_kuFoto2Puisi_kuTentang_kuTulisan_ku RSS ← Bidadari Ku (Part 2) Dzikir Ku […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s