Aksara Jawa Kuno

hanacaraka-jawa

Hallow dunia…
Telah sekian lama aku tidak menulis serangkaian kata sederhana yang berisi target dalam perjalanan hidup ini. Sehingga pada kesempatan kali ini aku akan menelurkannya bersama blog Perjalanan Oedi` ini.

Kisah indah ini bermula dari hadirnya seorang gadis yang datang di sore hariku yang penuh dengan aktivitas seperti biasa. Ia datang menghampiriku dengan membawa sebuah janji yang pernah ia sanggupi yaitu membawa contoh aksara jawa kuno. Setelah lembaran kertas yang berisi contoh huruf jawa itu ia berikan kepadaku maka bersamaan dengan itu pula ia menyemangatiku dengan mengatakan “Di`, ini huruf nanti dipelajari ya, dan PR buatmu adalah menuliskan namamu sendiri dengan menggunakan huruf palawa ini, wajib bisa loh” (Hmm… dipaksa nih ceritanya??)

Jujur bahwasannya aku sangat bahagia mendapatkan kesempatan yang langka ini, kesempatan untuk bisa memperoleh waktu dalam mempelajari huruf yang indah ini sebagai hasil karya anak bangsa yang agung. Dan sesungguhnya memang inilah yang telah sekian lama aku nantikan karena sudah sejak dari awal telah menjadi cita-citaku untuk bisa menulis dan memahami setiap aksara jawa kuno ini.

Terimakasih banyak kepada seorang gadis bernama Nin-q yang telah kembali membuka mata dan motivasi diri ini untuk bisa mempelajari huruf jawa kuno ini. InsyaAllah aku akan berusaha semaksimal mungkin. Dan ucapan terimakasih juga aku haturkan karena berkat dia sekarang aku sudah sedikit bisa menuliskan karya puisiku dalam rangkaian aksara jawa ini.

Berikut adalah huruf-huruf jawa kuno tersebut:

Nb:
* Untuk Nin-q, nanti tolong dikoreksi ya dimana kekurangannya. Karena memang belum ada yang mengajarkannya secara detail.
* Download font hanacaraka: http://hanacaraka.fateback.com/dok&down.htm

Yogyakarta, 20 Januari 2009
Mashudi Antoro (Oedi`)

Iklan

87 thoughts on “Aksara Jawa Kuno

  1. aku lagi wae mbuka lan arep belajar tulisan jawa, nanging aku isih, lan aku terus kepingin sinau boso jowo. ok!!!!!!!!!!!!

  2. aksara jawa kuna bukan aksara pallawa..aksara jawa kuna hanya dikenal di dalam prasasti..aksara yang sudah dituliskan di atas kertas adalah aksara jawa baru

  3. saya mempunyai aksara jawa kuno yang saya yakini pallawa (soalnya saya tidak/belum paham dengan aksaranya). Kalo aksara jawa saya kenal betul.
    aksara jawa kuno ini saya temukan dalam kali di daerah bojonegoro (jawa timur)dua lembar gulungan dari semacam logam , kayaknya timah, bila berniat untuk melihat hub. saya heru prastyo (+62811323017)(+6285235024000)

  4. yang saya ingin tahu bagaimana dgn penulisan huruf f pada aksara? apa menggunakan huruf pa??? mohon dibalas di email saya

    1. pada dasarnya aksara jawa hanya ada satu macam yaitu Hanacaraka sebagaimana contoh diatas, bahkan yang ada di Bali dan tanah Sunda (kecuali aksara Kaganga) asalnya dari aksara Pallawa jawa ini, hanya saja terdapat 2 gaya penulisan yang berbeda. Dan menurut saya keduanya sama saja alias memang agak sulit dipelajari (mungkin belum terbiasa saja)

    1. hmm…. kalau untuk buat cerita pake aksara jawa ini mesti manual karena saya tidak punya software yang bisa menuliskan aksara jawa ini.
      bisa sih tapi ya pelan-pelan banget alias mengeja….
      knapa? emg nanti kalau dibuati pake aksara jawa ini emg bisa membacanya???? hehe…
      makasih untuk kunjungannya…

      1. tambahan:
        akhirnya saya dapat juga software huruf jawa, cuma dibutuhkan kejelian dan ketelitian agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan.

  5. Kalo huruf-huruf konsonan yg berdiri sendiri ngga ada ya? Misalnya kalo mau nulis ‘teman’. N yg dibelakang nulisnya gmn? Terima kasih.

    1. huruf konsonan???
      hmm… kalau huruf jawa yg berdiri sendiri itu gak ada, adanya sih yg persuku kata, lagian huruf2 ini diciptakan dulunya kan untuk bisa menuliskan kalimat dalam bahasa jawa bukan utk bahasa Indonesia. jadi pastinya akan ada bentrokan dan ketidaksamaan.
      terimakasih atas kunjungan dan komentarnya di tulisan ini.

      1. bukanya bahasa jawanya makan itu mangan, nah N dblakang kn konsonan… kalo hemat saya tanda paten tuh wat matiin huruf hidup ya? jadi tulisan ‘teman’ tuh {Ta+pepet+Ma+Na+paten}, ini cuma kesimpulan saya za.. maaf klo salah.. saya juga baru kemaren blajar ginian dri internet..

  6. mas bisa tulisin gak namaku pake tulisan jawa…
    buat bikin tatoo di tangan nih mas …
    hehehe….
    kalo bisa kirimin ke email aku yah..!!!

    1. Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
      Waduh kalau sama saya ya tidak bisa, karena saya sendiri juga masih dalam tahap belajar.
      Hmm… menurut saya untuk di alih bahasakan ke Indonesia sepertinya tidak terlalu sulit, tinggal kita bisa hapal dan mengerti apa tidak dengan aksara ini. Dan perlu terbiasa menggunakannya.

    1. Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaannya,
      Namun utk skr saya belum bisa membantu Anda, karena skr komputer saya sedang ada masalah, jadi tidak bisa menuliskan huruf-huruf jawa kuno yg dimaksud agar nantinya bisa di save ke dalam bentuk/format gambar sebelum saya kirimkan ke email Anda.
      Maaf sebelumnya atas keterbatasan ini. Terimakasih.

  7. minta tolong gmna tulisan hurus jawa kuna yang sudah diberi rumus untuk bisa membaca naskah jawa kuno berhubungan dengan mata kul yg saya pelajari

    1. Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
      Maaf sebelumnya, karena saya juga dalam tahap belajar, maka untuk saat ini saya belum bisa membantu Anda, mohon maaf untuk kekurangan ini.

    1. Silahkan Novita mendownload font hanacaraka yang ada pada link yang telah saya berikan kemudian di coba saja langsung di microsoft word. Semoga itu bisa membantu. Terimakasih.

    1. Silahkan Julius mendownload font hanacaraka yang ada pada link yang telah saya berikan kemudian di coba saja langsung di microsoft word. Semoga itu bisa membantu. Terimakasih.

    1. Hmm… saya belum tau dimana kalu belajar secara formanlnya…
      kebanyakan huruf jawa ini dipelajari secara otodidak saja kok…
      Terimakasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.

  8. saya cukup banyak memiliki beberapa Arca kuno dari perunggu dan kuningan yang memiliki tulisan seperti ini namun saya tidak mengerti maksud tulisan tersebut dan aksara yg termaktub tersebut. salah satunya Apuah Batara Wisnu ada tulisan seperti dha dan ja, artinya apa ya, demikian juga ada arca lainnya dengan tulisan Dha……, arca perunggu yg lainnya nampaknya seorang raja tulisanya saya ngak ngerti soalnya disambung dan panjang ini juga terdapat pada seorang arca wanita yg berdiri diatas nandi. Bentuk2 arca tersebut amatlah sederhana tidak seperti yg ada di Jawa Tengah. semua Arca saya dapatkan memang di tatar Sunda dan merupakan koleksi pribadi. bagaimana menterjamahkan Arca-arca tersebut.

    1. Wah… beruntung sekali Anda memiliki benda-benda berharga itu…. saya penasaran ingin melihatnya…. hehe… 😀
      Hmm… coba Anda pisahkan pelan-pelan satu persatu aksara itu terlebih dulu, amati apakah dia berjenis aksara Kaganga atau Hanacaraka atau bahkan Sansekerta. Anda bisa mengambil panduan dari tabel aksara pada tulisan ini: https://oediku.wordpress.com/2010/04/14/ragam-aksara-kuno-di-indonesia/#more-1859
      Sepengetahuan saya, untuk bisa memahami maksud dari aksara kuno yg di tulis, maka selain mengetahi jenis aksaranya kita pun harus mengetahui pula bahasa yg digunakan pada waktu itu, apakah Sansekerta, Kawi atau hanya bahasa Sunda seperti skr ini. Selain itu, kita juga harus mengetahui latar belakang dari pembuatan arca/benda – seperti yg ada miliki -, apakah itu dipergunakan sebagai alat upacara keagamaan, upacara adat atau hanya sebagai perhiasan semata. Untuk kemudian baru di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar bisa di pahami dengan mengabungkan beberapa unsur diatas.
      Terimakasih atas kunjungan dan infornya, semoga bermanfaat.

  9. Ada arca perunggu diperkirakan Ganesh namun tulisan yg termuat disana seperti cacing karna sy ngak ngerti juga tulisan/aksara yg termuat disana. pada Arca perunggu seorang wanita yg memegang Gada sepertinya tulisan mengarah pada Angka 5, maksudnya apa ya? Koleksi lainnya adalah 2 buah Lontar yang pertama terdiri dari 9 helai, yg satunya 7 helai. Aksara tersebut bersambungan dan cukup panjang. Rahasia apa ya kira2 yg termaktub pd Aksara lontar tersebut. untuk lebih jelasnya saya tinggal di daerah Baleendah ds. malakasari. Kab. Bandung.

    1. Ini perlu di kaji lebih mendalam dengan bantuan para ahli sejarah dan arkeolog. Karena ini adalah catatan kuno sejarah masa lampau. Yang kita saat ini tidak lagi menggunakan bahasa yg sama dengan mereka.

    1. Hmm… yang saya ketahui, sampai sekarang masih dalam perdebatan dan pencarian data yang pasti tentang siapa sebenarnya penemu aksara ini dan kapan ditemukan. Dan sejauh yang saya ketahui (berdasarkan legenda masyarakat) penemu aksara ini adalah Aji Saka. Seorang kesatria yang berasal dari pulau Majethi dan akhirnya mengalahkan raja Dewatacengkar (raja yang doyan makan orang) dari kerajaan Medhangkamulan, dan menjadi raja disana. Ini pun dapat di ketahui dari arti aksara ini:
      ha na ca ra ka = Ana utusan (ada utusan)
      da ta sa wa la = Padha kekerengan (saling berselisih pendapat)
      pa dha ja ya nya = Padha digdayané (sama-sama sakti)
      ma ga ba tha nga = Padha dadi bathangé (sama-sama mejadi mayat)

      Untuk tahunya, saya belum mengetahuinya….
      Terimakasih atas kunjungan dan pertanyaannya…

      1. Hmm.. maksudnya tulisan yg mana? kalau di artikel ini ya beberapa contoh tulisan yg ada di Nusantara tempo dulu… 🙂

  10. setau saya aksara jawa yang sekarang kita kenal diturunkan dari aksara kawi yang diturunkan pula dari aksara pallawa yang dipakai di india. aksara kawi merupakan induk dari aksara2 yang muncul di asia tenggara. ada pun legenda aji saka hanya folklore yang tidak mempunyai bukti sejarah 🙂 CMIIW :p

    1. Okey… terimakasih atas kunjungan dan infonya…
      Hmm… tolong saya di koreksi jika salah, setau saya Kawi itu bukanlah aksara melainkan jenis bahasa. Dulu di Nusantara – khususnya di jawa – ketika masih menggunakan bahasa Kawi maka aksara yang di gunakan adalah aksara Pallawa. Memang aksara yang ada di wilayah asia tenggara sebagiannya merupakan turunan dari aksara yang ada di India, tapi bukan aksara Pallawa melainkan aksara Sansekerta yang sesuai dengan bahasa Sansekerta yang di gunakan.

  11. begini, sansekerta itu nama bahasa sedangkan pallawa itu aksaranya, seperti pada prasasti yupa peninggalan kerajaan Kutai. Bahasa kawi (bahasa jawa kuno) dan aksara kawi memang sama2 ada. Kalau boleh mengoreksi, setau saya aksara jawa yg kita kenal sekarang (yang ada di gambar atas) ini bukan aksara jawa kuno, melainkan aksara jawa modern. Sedangkan aksara jawa kuno sebenarnya adalah aksara kawi yg bentuknya lebih sederhana daripada aksara jawa modern. Bisa dicari di wikipedia yg versi indonesia maupun inggris, cukup lengkap kok. Saya jg ambil referensi dari sana 😀 maaf kalo ada yg salah

    1. oh begitu ya… terimakasih atas penjelasannya….
      Masalah aksara yg ada di tulisan ini saya sudah tau kok kalau ini bukan aksara jawa kuno, tapi ini biar manarik para pembaca saja untuk sudi berkunjung…. maaf kalau seadainya ini di pandang tidak benar… 😀

    1. Yo ora aku wae no… kita semua harus berpartisipasi demi kalangsungan tradisi dan keluhuran budaya Jawa ini… 🙂
      Okey… terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…:
      Ctt: Saya skr ada di Jogja kok…

    1. Hmm… menurut saya cara terbaik adalah mencoba mempelajarinya dengan menuliskannya… coba dengan menuliskan sebuah puisi, surat atau paling tidak satu paragraf kalimat… InsyaAllah bisa cepat kok hafalnya… kalau trik yg paling jitu saya kurang tau… hehe,… 🙂

  12. setahu saya huruf jawa yang ini yang arrange Ki Purwodiningrat sekitar abad XV yang diangkat dari Carakan Jawi … dan literature yang saya baca itu bukan aksara jawa kuno …. yang aksara jawa kuno seperti di prasasti watu tulis (bukan batu tulih loh) Kriyan Sidoharjo Jawa Timur … ini saya lagi pengin tahu epigrafi nya kaya apa … mungkin ada yang bisa bantu …..

    1. Buat Ruri, aksara yang dipakai untuk menulis di watu tulis (kalo gak salah prasasti Kamalagyan dari raja Airlangga, masyarakat setempat mengenalnya sebagai watu kemaglen) adalah aksara Jawa Kuna periode Jawa Timur awal. Itu adalah salah sat dari sekitar 13 prasasti tinggalan raja Airlangga yang telah dapat dibaca. Bacaan lengkap dalam bahasa jawa kuna dan berhuruf latin telah ditulis dalam O.J.O (“Oud-Javaansche oorkunden. Nagelaten transcripties”) karangan Brandes, J.L.A. 1913. Mungkin buku ini dapat anda temukan di museum tantular sidoarjo. Isinya tentang kumpulan alih aksara yang dilakukan Brandes dan dilanjutkan Krom.
      Yang di maksud dengan epigrafi adalah ilmu yang mempelajari tulisan kuno.

    1. Ya sepertinya begitu… karena jika tidak akan sangat sulit dunk… hehe.. 🙂
      Makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

  13. Bahasa dan tulisan Jawa memang harus dilestarikan. Jangan sampai lenyap tergerus jaman. Apa jadinya kalau kita mau belajar bahasa Jawa saja harus ke Lieden dan Suriname? Trims informasinya Gan, numpang lewat, salam kenal….

    Salam kompak:
    Obyektif Cyber Magazine
    (obyektif.com)

    1. Wokey.. makasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂
      Yup, kita memang harus melestarikan peninggalan dan budaya leluhur yang sangat luarbiasa itu.. agar kita selalu berada pada jati diri sendiri, yg jelas akan menjadi modal dasar kebangkitan..

  14. mas…saya di suruh nyari arti dari huruf jawa kuno…yang dalam huruf latin ini tulisan nya
    ma dha ja ba
    pa ba nya sa
    nah..yang mau saya tanya itu artinya apa?
    mohon bantunan nya ya…

  15. mas…saya di suruh nyari arti dari huruf jawa kuno…yang dalam huruf latin ini tulisan nya
    ma dha ja ba
    pa ba nya sa
    nah..yang mau saya tanya itu artinya apa?
    mohon bantunan nya ya…

  16. maaf, stau aq itu bkn aksara jawa kuno . . niku aksoro jowo ingkang d ajarke tenggen sekolahan . . . anak2 sekolah djawa tengah rata2 hruz bz membaca tulusan aksara jawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s