Kata Hati

Posted on Updated on

Saudaraku, dalam kehidupan ini kita kerap sekali mengatakan “bahwa aku akan menuruti kata hati” sebagai landasan untuk bertindak dan bertingkahlaku. Kemudian kata-kata ini juga menjadi acuan kita dalam kehidupan sehari-hari untuk melangkah. Itu tidak menjadi masalah karena memang itu sangat baik untuk diterapkan dan dilakukan bagi kita yang menginginkan kebaikan dan kemuliaan sejati, namun sudahkan engkau mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dan terkandung di dalam kata hati itu. Sudahkan engkau menerapkannya di dalam hati, pikiran dan tingkah-lakumu selama ini?

Saudaraku yang budiman, ini perlu kita kaji lebih dalam karena kata hati adalah penuntun yang akan selalu membawa diri kita sebagai manusia kepada hidup yang sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Karena pada dasarnya yang dimaksud dengan kata hati adalah suatu tindakan yang dilakukan tanpa ada kendali dari hawa nafsu, karena yang terkandung didalamnya hanyalah lurus, jujur, baik, bagus dan benar.

Kata hati merupakan fitrah yang dimiliki setiap manusia untuk mengikuti dan menjalankannya selama hidup ini. Karena kata hati itu adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah Swt untuk diturunkan kepada hati manusia agar mereka menjalani hidup tidak dengan kebathilan melainkan kesejukan dan kemuliaan semata. Karena kata hati yang pada dasarnya telah kita ketahui keberadaannya ini jika mau mengikuti arahannya maka akan senantiasa membawa kita pada keberuntungan dan kebahagiaan baik selama hidup didunia maupun setelahnya nanti. Maka dari itu wahai saudaraku, mari mulai kini kau derapkan langkahmu pada tuntunan yang telah diberikan Allah itu guna mendapatkan ridho-Nya kelak. “Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu)[16], maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).” (QS. Al An’aam [6] ayat 104).

[16] Maksudnya ialah barangsiapa mengetahui kebenaran dan mengerjakan amal saleh, serta memperoleh petunjuk, maka dia telah mencapai puncak kebahagiaan.

Kemudian ada juga mata hati. Kata hati dan mata hati harus dibedakan tetapi jangan dipisahkan karena keduanya jika saling melengkapi akan semakin memupuk kemuliaan dimata Allah Swt. Mata hati ini bisa dibedakan dari kata hati karena yang terkandung didalamnya adalah perasaan dan pengertian saja. Jadi setelah kata hati maka berikutnya akan ada mata hati (perasaan dan pengertian) yang terwujud berdasarkan hasil dari diterapkannya sikap lurus, jujur, baik, bagus dan benar di kata hati seorang manusia.

Lantas bagaimana dengan yang sering kita dengar bahwasannya ada sebagian orang yang didalam hatinya ada kebathilan, kejahatan, kebohongan. Dan itu hanya terucap di hatinya saja sehingga tidak diketahui oleh orang lain. Apakah itu termasuk kata hati??

Dari kasus diatas jelas bahwasannya tindakan yang dilakukan itu bukanlah kata hati karena itu hanya kehendak. Kehendak adalah tindakan yang bisa bohong namun bisa juga jujur/benar atau bahkan campuran dari keduanya. Dan itu semua dikendalikan oleh hawa nafsu. Tetapi dalam hal ini untuk diketahui bersama bahwa tidak selamanya nafsu itu jelek karena nafsu sendiri dibagi menjadi dua macam, pertama nafsu yang menghasilkan kebaikan dan kedua nafsu yang menghasilkan keburukan/kejahatan. Jika kebaikan yang dihasilkan, berarti itu dikarenakan seseorang telah memilih yang benar dengan bantuan malaikat sebagai penasehat. Sedangkan bila kebatilan yang dihasilkan maka itu jelas karena keputusan yang ia ambil sebelumnya telah diboncengi oleh kepentingan iblis dan syaitan.

Jadi dari penjelasan diatas maka ini telah sesuai dengan sindiran Allah di dalam Al-Qur`an surat Az Zukhruf [43] ayat 78 “Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu”. Padahal di dalam surat Qoof [50] ayat 5 Allah Swt telah mengingatkan kepada kita umat manusia bahwa “Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.”

Sehingga jelas sekali wahai saudaraku, jika kita mau dan telah menerapkan kata hati seperti penjelasan diatas maka seyogyanya engkau sendiri telah menjalankan sunah kehidupan yang telah dikodratkan oleh Allah Swt kepada kita sebagai hambanya.

“Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Ahzab [33] ayat 34).

“Katakanlah:”kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi[17].”(QS. Saba’ [34] ayat 49)

[17] Maksudnya ialah apabila kebenaran sudah datang maka kebatilan akan hancur binasa dan tidak dapat berbuat sesuatu untuk melawan dan meruntuhkan kebenaran itu.

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS. Al Furqaan [25] ayat 63).

[Cuplikan dari buku “Kajian Hati, Isyarat Tuhan”,  Bab. Kata Hati, karya Mashudi Antoro]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s