Ayo Kekasihku…

sunset-sundak-oedi

Engkau boleh saja berlindung

Di balik kesunyianku

Tetapi janganlah bersembunyi

Di dalam tirai kerinduanku

Engkau boleh hilang dari pandanganku

Akan tetapi kumohon

Janganlah pergi jauh dari hatiku

Yang kini mulai merapuh…


“Tidakkah sebaiknya kita pergi ke taman dan duduk berdampingan untuk menatap hari depan dan indahnya cahaya kasih sayang? Atau apakah memang engkau ingin selamanya kita berdua berteduh di bawah bayang-bayang ketidakpastian dan engkau pasti tau itu tidak bisa membuat hati nyaman dan tenang. Ataukah mungkin engkau menginginkan kegelapan selalu menyembunyikan cahaya indah sanubari kita berdua selamanya? Tidakkah kau ketahui selama ini aku selalu mengiringi dan memperhatikan setiap sikap-sikap jiwamu padaku. Itu sungguh mengusik dan membuat hati tak pernah tenang di setiap penghujung malam yang sunyi dan dingin.

Ayo kekasihku….

Mari kita bersama duduk ditaman keindahan seperti yang kau impikan, mari kita berlabuh ke tepian pantai kebahagiaan setelah letih mengarungi luasnya samudra ketidakpastian ini. Mari kita mencoba untuk mencapai sebuah puncak keagungan cinta yang sebelumnya telah mulai kita daki meskipun sementara ini sedang beristirahat lama.”

(Oedi`)

 

[kutulis dalam kenangan keindahannya…]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s