Nafas Hidup dan Kehidupan

Posted on Updated on

jalan-sempit01-copy

Wahai engkau yang berhati jernih…. Ketahuilah bahwa dalam setiap tarikan nafas hidup, maka disanalah ada kesempatan besar harapan kepada diri kita untuk dapat dengan leluasa mendapatkan kebahagiaan. Meskipun dengan berjuta kesedihan dan penderitaan yang dilalui, namun jika kita cermat dalam mengambil kesimpulan dan makna yang terkandung di dalamnya maka seiring itu pula akan hadir kebahagiaan dan keindahan didalam hidup ini. Meskipun secara logika itu tidak akan menunjukkan sebuah keadaan yang baik karena banyak kepedihan yang beriring bersamanya namun sadarilah bahwa terkadang keindahan itu akan jauh lebih indah dan berkesan ketika ia hadir dengan wajah kesedihan. Tinggal saja kita yang harus lebih cermat dan pandai dalam menentukan sikap dan perilaku untuk kemudian mengambil sebuah kesimpulan.

Dan ketahuilah juga bahwa dalam tiap-tiap hembusan nafas hidup itu telah terangkai indah cita-cita dan harapan merajut kisah sebuah keabadian, menoreh pada kesejatian cinta. Namun entah mengapa pada suatu ketika, suatu masa yang terlewati, penyesalan kerap kali membelenggu kepada jiwa yang terus menghampa dan akhirnya turut menjerumuskan hati pada lembah dusta dan kemunafiqkan saja. Sungguh sia-sia… ketika raga berucap kebenaran sedangkan hati dan akhlakmu masih cinta pada kebathilan dan ruang penuh dosa.. (Sebuah puisi yang di tulis di Jenon, Klaten, 08 Agustus 2008).

Memang benar adanya bahwa manusia banyak memiliki kekurangan dan kekhilafan selama menjalani kehidupan ini, tetapi sebagai mahkluk yang oleh Tuhan diberikan anugrah akal dan pikiran maka sudah seyogyanya untuk kita menjalani setiap kehidupan dengan cara sebagai mahkluk yang paling sempurna. Karena hikmah yang terkandung didalamnya akan jauh lebih berharga dan berkelas baik selama masih didunia maupun kelak ketika di kehidupan yang kedua. Begitupun yang akan ada ketika kita menjalani sebuah cinta bersama orang yang paling dikasihi, keindahan dan kenikmatannya akan jauh terasa ketika sikap wajar dan apa adanya terus diusung kepada hati dan jiwa keduanya. Meskipun akan banyak perselisihan dan perbedaan di dalamnya tetapi terkadang justru itu akan semakin menambah keindahnya. Bahkan ketika perpisahan dan kematian merentangkan jarak antara keduanya maka sungguh tidak akan mempengaruhi rasa yang telah tertanam di kalbu masing-masing. Dan dari waktu yang terlewati maka semua akan turut pula memupuk kebersamaan dan keagungan cinta.

Begitupun sebaliknya jika kita lakoni, maka bersamaan ataupun sesudahnya akan turut pula hadir penyesalan dan kekecewaan. Dan ini juga akan terus menghimpit hati dan jiwamu hingga pada batas terendah untuk bertahan. Sungguh sebuah keadaan dan peristiwa yang sangat tidak mengenakkan baik dalam jangka waktu singkat ataupun panjang. Karena akan tetap dirasakan hingga kaupun bosan dengan sendirinya.

Itulah keindahan dan penderitaan cinta yang bisa dijabarkan dalam bahasa manusia. Karena sesungguhnya masih banyak lagi yang dapat di jelaskan tetapi terkadang sangat sulit untuk di beritakan. Dan meskipun singkat, dengan penjelasan diatas tadi maka sebenarnya kesemuanya telah turut mewakili sebagian dari makna sebuah cinta. Tergantung kita sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna untuk dapat mengambil sebuah kesimpulan yang berharga. Karena semenjak ruh di tiupkan kedalam jasad maka sejak saat itu pula kita oleh Tuhan diberi kesempatan untuk memilih diantara dua pilihan. Antara kebaikan dan kebathilan, yang dengannya nanti kita akan menerima hikmahnya. Namun terkadang entah mengapa banyak sekali jiwa yang tersesat dan terus tenang pada sebuah ruang yang gelap dan hina dimana dengan besarnya cinta yang kau usung kepada kekasih terkadang kau jerumuskan jiwamu pada lembah dosa, dalam kasihsayang besar kepada kekasih bahkan itu bisa menjatuhkan harga dirimu ketempat terendah, kau tau mengapa?? itu karena cinta dan kasihsayang yang kau beri hanya nafsu dan belum halal bagimu.. (Sebuah puisi yang ditulis di Jenon, Klaten, 07 Agustus 2008). Sehingga pada suatu ketika maka pikiranku ruet dan berjubel dalam kondisi yang ada belakangan ini, peristiwa yang tampil di hadapanku sering sederetan dengan kemunafiqkan belaka oleh mereka, padahal mereka mengaku setia dan beriman. Sulit untukku menuntun dan berdakwah kepada jiwa-jiwa yang tidak haus akan cahaya kemuliaan (Sebuah puisi yang ditulis di Jenon, Klaten, 10 Agustus 2008).

(Oedi`, 14 Nop 2008)

[Tulisan diatas adalah sebuah penggalan cerita dari novel terbaruku]

4 thoughts on “Nafas Hidup dan Kehidupan

    ningnong said:
    November 14, 2008 pukul 9:54 am

    heheheh…. oedi’ oedi’…
    akhirnya rilis juga sebagian novel barumu…

    isinya… waw waw waw…
    bikin mau nangis lagi…
    oedi’……………..

    lanjutkan perjuanganmu…
    trims tulisannya.. jadi mikir samting nie… hehehe

    oediku responded:
    November 14, 2008 pukul 10:08 am

    hehehe…
    oh udah langsung di koment ya…????
    makasih yach….
    iya nin… itu novel yg ceritannya ingin tak buat yang sesedih sedihnya yang aku bisa…biar tar nin-q nangis yg buaaanyaaaak…hehehe…
    hhhmmm mikir apaan tuh??hehehe…
    chayoo yach….

    Melati yolanda melan said:
    Maret 1, 2012 pukul 12:45 pm

    Subhanaallah!!! Sungguh mnyntuh sanubari pembaca,,,,kata yg terangkai dgn indah,,,bgaikan hamparan berliah d jiwa yg sunyi,,,,

      oedi responded:
      Maret 1, 2012 pukul 1:46 pm

      Oh ya? wah subhanallah.. syukurlah bila demikian, ikut senang jadinya…
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermafaat.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s