Hari: Juni 4, 2008

Menggapai Ridha Allah, Meraih Kebahagiaan Sejati

Posted on Updated on

Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Q.S. al-Qashaash [28]: 77).

Kebahagiaan adalah keadaan yang selalu didambakan oleh setiap manusia tak peduli zaman, status sosial, profesi, laki-laki-perempuan, tua-muda, ras, suku bangsa. Dalam perjalanan hidupnya, seseorang akan senantiasa berusaha mencapai kebahagiaan dengan cara yang bermacam-macam. Seorang yang bekerja membanting tulang siang dan malam tujuannya adalah hanya satu, yaitu untuk mencapai kebahagiaan, dan tentu saja harapannya adalah kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tetapi ironis, terkadang banyak di antara kita, secara sadar atau tidak, masih saja memilih jalan yang tidak sesuai dengan tuntunan agama. Kita denghan mudah dan senang hati melakukan H3 (halal, haram, hantam).

Mereka adalah pengabdi dunia dan lebih menyukai kehidupan yang segera. Padahal yang demikian sifatnya tidak akan kekal dan hanya sementara, bahkan waktu hidupnya pun pendek sekali karena ia bersifat fana (tidak kekal). Mereka lupa mengingat Allah dan mengasingkan rumah-rumah-Nya, karena mereka lebih menyukai kehidupan dunia. Mereka memerangi kekasih-kekasih Allah dan melanggar hukum-hukum-Nya, mengerjakan hal yang diharamkan dan meninggalkan hal-hal yang diwajibkan. Mereka selalu mengedepankan hawa nafsunya dan mengejar keinginannya yang berupa kebahagiaan dunia semata hingga lalai mempersiapkan bekal yang akan dipergunakan untuk akhirat kelak. Allah berfirman tentang hal ini: “Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak berperang, dan hati mereka telah dikunci mati. Maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad)” (Q.S. At-Taubah [9]: 87). Kebanyakan di antara kita dengan bodohnya melakukan hal di atas dan mengabaikan siksa Allah nanti yang sangatlah pedih. Padahal siksa-Nya itu tidak akan mampu ditolak oleh seorang pendosa. Baca entri selengkapnya »

Model Keluarga Muslim

Posted on Updated on

1. Ketika akan menikah, janganlah mencari istri, tetapi carilah ibu bagi anak-anak kita. Janganlah mancari suami, tetapi carilah ayah bagi anak-anak kita.
2. Ketika melamar, anda bukan sedang meminta kepada orangtua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orangtuan/wali si gadis.
3. Ketika akad nikah, anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah.
Baca entri selengkapnya »

Dakwah yang Menyejukkan

Posted on Updated on

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS. An-Nahl [16]: 125).

Sebagai seorang muslim, sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk menyayangi setiap manusia. Lantas mengapa masih saja ada di antara kita yang tetap berada di masjid-masjid sedangkan orang lain membinasakan dirinya? Padahal makna dari cinta dan kasih sayang adalah tidak memilih siapa dan di mana tempatnya. Mengapa kita tinggal diam sedangkan kedurhakaan merajalela dan menyebar ke mana-mana seperti wabah. Tidakkah kita merasa takut bila pengaruhnya akan menimpa diri kita sendiri dan akan mengantarkan kita kepada azab Allah yang sungguh perih di neraka?

Baca entri selengkapnya »

Sikap Islam Terhadap Kaum Perempuan

Posted on Updated on

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Ruum [30]: 21)

Ada sebuah opini di barat yang mengatakan bahwa Islam membolehkan suami untuk memukul istrinya. Dan katanya suruhan itu terdapat di dalam Alqur`an. Ini jelas merupakan tindakan yang jauh dari beradab dan sangat menghina martabat kaum wanita. Begitulah opini mereka. Bagaimana sikap kita umat Islam dalam menghadapi opini tersebut? Bila kita tidak bisa memberikan penjelasan yang benar, maka akan merugikan Islam dan umat Islam.

Baca entri selengkapnya »

Cinta Adalah Sumber dari Segala Perbuatan

Posted on Updated on

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Ali-Imran [3]: 31)

“Ada tiga hal, barang siapa yang mendapatkannya maka ia akan merasakan manisnya iman, Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selainnya, ia mencintai karena Allah, ia benci untuk kembali kekafiran setelah Allah menyelamatkannya sebagaimana ia benci dilemparkan ke neraka”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca entri selengkapnya »