Novel “Berakhir Sudah”

Posted on Updated on

Kekasihku…. jujur aku tak pernah menyangka dan tak pernah merencanakan bahwa aku mencintaimu hingga kini, dan saat ini aku tak mau lagi bertanya apakah sama halnya yang terjadi pada dirimu. Apakah engkau memiliki kadar kecintaan yang sebanding denganku? Karena ku tau dengan sendiri waktulah yang akan menjawabnya kelak. Aku juga tidak mau menanyakan dari keluarga yang bagaimana adanya dirimu, miskinkah atau kaya raya? Seperti kebanyakan seloroh para orang tua yang memandang kebahagiaan cinta itu bisa di nilai dengan kegemerlapan harta benda semata. Padahal jauh ada yang lebih berharga yaitu ketulusan dan kejujuran di dalam hati.

Kemudian entah bagaimana cinta itu bisa muncul secara tiba-tiba di dalam hati dan jiwaku, menyapaku, merangkulku, menyergapku, membimbingku, dan merasuki setiap sendi-sendi jiwa raga ini tanpa pernah kuasa untuk aku tolak. Cinta itu masuk entah dari mana di bagian tubuhku ini dan tiba-tiba saja telah diam bersemanyam dengan tenang di dalam ruangan hatiku. Ia kemudian menyatu menjadi jiwa, dan dengan cinta yang telah menjadi jiwa ini aku hidup serta dihidupkanya pula hingga kini.

Kekasihku…. aku sangat bersyukur oleh sebab cinta ini telah hadir dan hidup di dalam diriku, dijiwaku, dihatiku, dalam setiap tarikan nafasku, dalam setiap detak jantungku, dan dalam derasnya aliran darahku. Aku bahagia telah dapat mencintaimu, aku gembira bersanding denganmu dan dekat sekali disisimu, karena dari hidup denganmu itulah aku mengenal kehidupan, berpikir dan menulis, darimulah aku mengenal kelemah lembutan lebih, darimu aku mengenal keindahan lebih, denganmu aku terus merasa lebih bahagia, olehmu aku terus berusaha untuk jauh memperbaiki diri, olehmu aku menyadari sebuah anugerah dan mengingatkan selalu kepada Tuhan, dan karena dirimu pula aku bisa selalu menatap dunia dengan sikap optimis. Bahkan hanya dari dirimulah aku jauh lebih mengenal kesedihan, kerinduan, kecemburuan, kekalutan, kecemasan, tantangan, perasaan muak, kesombongan, jenuh dan tentunya sifat egois. Untuk kemudian mengubahnya kedalam cawan ketabahan dan kesabaran.

<Bagi mereka yang mengagungkan kebesaran sebuah Cinta>

[Cuplikan novel diatas adalah karyaku “Mashudi Antoro”, th 2007-2008]

6 thoughts on “Novel “Berakhir Sudah”

    redrosesuri said:
    Juni 2, 2008 pukul 10:48 am

    Waduh..duh..duh..romantizz banget neeh novelnya. Ini anak sastra apa anak informatika ya? Salah jurusan kalee….
    Saya gak cuma cengengesan tapi karena over dosis jadi cengongosan he he he..
    Pantesan akrab sama misbah..lha wong podho sok romantis gitu..
    Yo wis, selamat berkarya terus…
    Sukses mas oedik ya…

    khasanah said:
    November 10, 2008 pukul 7:17 am

    we’eeee……so sweet buanget sich????
    jd iri nech, kpn y aq bisa menulis sebagus anda??
    bagi2 ilmunya dong!!!
    apa orang2 yg lg kasmaran tu pasti bs nulis????
    tp kenapa lg cuma cuplikan????
    yang utuhnya dong…..hehehehehehe..^_^

    oediku responded:
    November 12, 2008 pukul 4:23 am

    waduh…maaf bgt baru balas komentar dari mbak redrosesuri (Irma) sekaang..hehehe…
    makasih ya atas dukungan dan doanya….chayoo juga untuk mbaknya….
    ga tau nih mbak anak sastra atau anak informatika tp yang jelas menulis adalah salah satu hoby ku dari dulu…
    dg misbah??? ya mungkin kebetulan aja hobinya sama…

    oediku responded:
    November 12, 2008 pukul 4:31 am

    untuk mbak khasanah (Diyah),
    iya po….sweet banget??? hehehe…
    syukur deh kalau emang gitu pendapatnya….
    waduh untuk bagi2 ilmu aku merasa belum layak untuk itu karena masih sangat awan yang aku miliki saat ini…
    tentang menulis, menurutku tidak bisa menjadi patokan bagi seseorang yang sedang kasmaran
    untuk bisa menulis karena menulis itu datangnya dari keinginan dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya hingga terus menjadi rangkaian kata-kata…
    dan saranku menulis bisa dimulai dengan hal yang paling sederhana seperti menuliskan sebuah ide apa saja yang ada di dalam kepala walaupun belum beraturan, terus setelahnya coba dibaca ulang dan InsyaAllah dengan sendirinya akan terkoreksi/edit dengan sendirinya…. terus tindakan seperti ini dicoba berulang-ulang hingga kita menemukan ritme yang sesuai dengan kemampuan diri…
    “AYO MULAI DARI SEKARANG MENULISNYA…”
    kenapa cuplikan???
    itu hanya sebagai pemberitahuan karena aku hanya memberikan file datanya kepada orang-orang tertentu saja…jd tar dech kita bicarakan lebih lanjut tentang itu… okey..??

    adikmu dewi said:
    Februari 3, 2009 pukul 5:59 am

    ass, kakakku sayang, aku baca lagi tulisanmu, tapi lewat web ini bukan di laptopku, aku bangga memiliki seorang kakak sepertimu, teruslah berkarya dan do’akan agar novelku selesai aku edit dan bisa segera terbit, insya allah maret aku menyusulmu. adikmu yang menyayangimu, dewi

    oedi responded:
    Februari 3, 2009 pukul 10:53 am

    wks… mas juga sangat bangga dan bahagia kok memiliki adik seperti dirimu…
    wokey terus berkarya juga untukmu… mas doakan semoga cepat selesai tuh novelnya… karena itu novel bagus banget kok…
    mas yang akan selalu setia mencintai dan menyayangimu…
    chayoo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s