Antara Jogja dan Tuban (versi Kawasaki Merzy)

Hari kamis tgl 29/05/08 Jam 20.30 wib, aku dan temanku beranjak perlahan menaiki motor kawasaki merzy buatan th 1983 menuju kab. Tuban (Jatim). Keberangkatan ku kali ini dengan misi menemani temanku yang harus pulang kampung karena ada enyang putrinya yang sebelumnya tepat jam 21.30 WIB telah berpulang ke rahmatullah.

Selama perjalanan,ada hal yang membuat saya berpikir tentang kebijakan pemerintah terutama tentang pembangunan terutama fasilitas umum. Bagaimana tidak selama perjalanan terutama jalan antara kab. sragen, Ngawi hingga Bojonegoro jalannya banyak yang berlubang alias rusak. Bahkan menurut pandangan saya kondisi jalan yang ada telah sampai pada taraf yang memprihatinkan. Saya terus bertanya, apa yang dilakukan pemerintah selama ini dengan hasil pajak dari masyarakat dan kekayaan alam yang terus ditarik???

Setibanya di Tuban kulihat jam menunjukkan jam 04.08 wib, kami langsung menuju kediaman sang enyang putri, setelah melihat sang enyang dan istirahat sejenak kamipun langsung pulang menuju kediaman mas Misbah di daerah Jatisari. Setibanya di rumah kami mencium bau yang sangat menyengat dari motor dan setelah di cek ternyata berasal dari aki yang kekeringan airnya. wal hasil besok sebelum ke tempat nenek maka aki tersebut harus di cek ke bengkel (Mengisi airnya). Kami masih dengan kegiatan berkumpul dan menunggu waktu shalat subuh. dan setelah shalat kamipun beranjak untuk istirahat/tidur.

Jam 09.00 setelah memperbaiki aki motor dan sarapan, kami beranjak menuju kediaman enyang, rencananya sih untuk bantu-bantu disana. namun setibanya disana ternyata kami sedikit telat karena waktu itu keranda jenazah sudah siap untuk di berangkatkan ke makam. langsung saja saya dan teman saya bergegas mengikutinya. Setibanya di makam satu persatu prosesi di laksanakan dengan hikmat.

Setelah selesai semua prosesi, kamipun satu persatu meninggalkan pemakaman. Aku masih menatap tanah basah pekuburan, dalam hati lahirnya kata-kata dan pemahaman yang kemudian kuwejawantahkan dalm bentuk tulisan “Tuhan sudah sejak lama menentukan berapa lama kau hidup, silahkan saja bersembunyi jika itu maumu, kau takkan hidup lebih lama lagi, dan rasa takut tidak memberikan arti apa-apa bagimu, karena takdirmu sudah di tentukan..”

Sebuah kondisi yang dapat menawanku untuk selalu ingat kepada-Nya, karena Dialah yang Maha Agung. dan tidak ada kekuatan apapun yang bisa mencegah-Nya jika berkehendak dan memutuskan sesuatu hal.

Pada hari itu diperkirakan sekitar 800-an orang hadir disana sungguh suatu hal yang menarik. setelah selesai dengan aktivitas disana kamipun kembali ke kediaman Mas Misbah. tiba disana tak lama kemudian kami langusng dengan persiapan untuk menunaikan shalat Jum`at dengan mandi dsb. setelah shalat, kemudian kami disambut dengan akan siang yang menunya special dan kegemaranku yaitu sambal goreng cumi-cumi. huh..nikmat sekali rasanya. setelah itu kami masih dengan aktivitas masing-masing (SMS, telepon). Kemudian setelahnya kembali beristirahat. karena tubuh ini rasanya sangat butuh untuk istirahat akibat perjalanan dan aktivitas sebelumnya dan sebagai persiapan untuk perjalanan pulang ke jogja.

Bangun dari tidur aku di ajak oleh saudara (adik) mas Misbah untuk bermain Badminton. asyik banget karena cukup berhasil menguras energi dan keringatku namun sangat menyegarkan dan menyehatkan. setelah bermain aku langsung mandi karena sebelum magrib kami harus tiba kembali ke rumah sang almarhumah. Dan setibanya disana kamipun melakukan aktivitas shalat magrib berjamaah, makan malam, dan shalat isya berjamaah lagi. Agenda malam itu adalah tahlilan untuk mendoakan almarhumah. banyak sekali tetangga, kerabat yang datang hingga tidak semuanya tertampung di dalam rumah. Sungguh menarik.

Setelah selesai semua agenda di rumah almarhum malam itu, kamipun beranjak pulang untuk persiapan kembali menuju jogja.

Jam 23.10 kami beranjak dari kediaman Misbah, di awal perjalanan terasa lancar-lamcar saja, namun tak lama kemudian mulai ada masalah dengan lampu depan motor dimana hanya bisa hidup satu saja, dan itupun yang jarak jauh. Kondisi ini cukup berlanjut hingga pada akhirnya di sekitar bojonegoro kamipun berhenti untuk benar2 memperbaikim dan ternyata ada masalah dengan 2 kawat pijar bohlamp lampunya yang menyatu. sehingga kamipun menggantinya dengan bohlamp cadangan. setelah selesai kamipun kembali melanjutkan perjalanan. setiba di Ngawi ada masalah baru dengan sang motor yaitu baut penyanggah knalpot hilang sehingga memaksa kami untuk mengikatnya dengan kawat yang ada.

Setelah selesai kamipun melanjukan perjalanan kembali. dan sekitar jam 5-an kamipun tiba di jogja. Memang sebuah perjalanan/petualangan yang memengasyikkan.

Iklan

4 thoughts on “Antara Jogja dan Tuban (versi Kawasaki Merzy)

  1. sorry bro baru balas tentang komentnya….
    yoi bro…. memang asyik buanget naek marzy apalagi jalannya antara sragen – tuban yang makyus rusaknya…hehehe… semakin menambah petualangannya…
    salam adventure…

    1. yoi… memang kalu turring dg motor klasik sebaiknya kita persiapkan cadangan sparpart biar ga kelabakan kalau pas dapat halangan di jalan…
      okey thx utk comentnya…
      chayoo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s