<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Perjalanan Oedi_ku</title>
	<atom:link href="http://oediku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://oediku.wordpress.com</link>
	<description>&#34;Memayu hayuning bawono: Menata keindahan dunia&#34;</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 05:41:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='oediku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/921b181caeb922b321c004b5b493b0be?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Perjalanan Oedi_ku</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://oediku.wordpress.com/osd.xml" title="Perjalanan Oedi_ku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://oediku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Peradaban Tinggi Bangsa Lemuria</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2012/01/28/peradaban-tinggi-bangsa-lemuria/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2012/01/28/peradaban-tinggi-bangsa-lemuria/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 18:38:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4595</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan kali ini masih seputar sejarah, sosiologi, antropologi dan arkeologi. Dan yang akan kita telusuri adalah tentang peradaban bangsa Lemuria. Sebuah bangsa yang besar dan diyakini pernah mendiami wilayah (benua) di sekitar samudera Pasifik. Peradaban mereka sangat tinggi, namun karena satu dan lain hal, seperti peperangan dan bencana alam, maka peradaban ini pun hancur dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4595&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2012/01/lemuria.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4600" title="lemuria" src="http://oediku.files.wordpress.com/2012/01/lemuria.jpg?w=150&#038;h=124" alt="" width="150" height="124" /></a>Tulisan kali ini masih seputar sejarah, sosiologi, antropologi dan arkeologi. Dan yang akan kita telusuri adalah tentang peradaban bangsa Lemuria. Sebuah bangsa yang besar dan diyakini pernah mendiami wilayah (benua) di sekitar samudera Pasifik. Peradaban mereka sangat tinggi, namun karena satu dan lain hal, seperti peperangan dan bencana alam, maka peradaban ini pun hancur dan hilang di telan waktu. Hingga yang tersisa kini adalah tanda tanya besar dan masih tersaput kabut misteri.</p>
<p><span id="more-4595"></span>Untuk mempersingkat waktu, mari ikuti penelurusan berikut ini:</p>
<p><strong>1. Latar belakang</strong><br />
Lemuria merupakan peradaban kuno yang muncul terlebih dahulu sebelum Atlantis. Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria di sekitar 75.000 SM – 11.000 SM. Jika kita lihat dari periode itu, bangsa Atlantis dan Lemuria seharusnya pernah hidup bersama selama ribuan tahun lamanya.</p>
<p>Gagasan tentang benua Lemuria seharusnya terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir Kuno. Ini dapat kita peroleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908), seorang peneliti dan penulis pada abad ke-19 yang mengadakan penelitian terhadap situs-situs purbakala peninggalan bangsa Maya di Yucatan. Informasi tersebut diperoleh setelah keberhasilannya menerjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan bangsa Maya.</p>
<p>Dari hasil terjemahannya, diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis). Namun dikatakan juga, bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dahsyat meluluh lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut.</p>
<p>Hingga saat ini, letak dari benua Lemuria pda masa silam masih menjadi sebuah kontroversi. Namun berdasarkan bukti arkeologi dan beberapa teori yang dikemukakan oleh para peneliti, kemungkinan besar peradaban tersebut berlokasi di Samudera Pasifik (sekitar Indonesia sekarang). Banyak arkeolog mempercayai bahwa Easter Island yang misterius itu merupakan bagian dari Benua Lemuria. Hal ini jika dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju pada masa silam.</p>
<p>Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap di pulau-pulau di sekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahulu kala pernah ada sebuah daratan besar di Pasifik yang hancur diterjang oleh gelombang pasang air laut dahsyat (tsunami), namun sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat peperangan.</p>
<p>Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan peradaban Atlantis, memiliki tanah yang subur, masyarakat yang makmur dan penguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam. Faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang maju dan memiliki banyak ahli/ilmuwan yang dapat menciptakan suatu terobosan baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mereka. Seperti banyak diketemukan oleh beberapa pakar spiritual dan arkeologi, bahwa bangsa lemuria dan Atlantean menggunakan crystal secara intensif dalam kehidupan mereka. Edgar Cayce, seorang spiritual Amerika melalui <em>channeling</em>-nya berkali-kali mengungkapkan hal yang sama.</p>
<p>Kuil-kuil Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah crystal generator raksasa yang dikelilingi crystal-crystal lain, baik sebagai sumber tenaga maupun guna berbagai penyembuhan. Banyak info mengenai Atlantis dan Lemuria diperoleh dengan meng-channel crystal-crystal<em> ‘old soul</em>’ yang pernah dipergunakan pada kedua zaman ini. Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkan fisik, teknologi dan gemar berperang, Bangsa Lemuria justru dipercaya sebagai manusia-manusia dengan tingkat evolusi dan spiritual yang tinggi, sangat damai dan bermoral. Menurut Edgar Cayce, munculnya Atlantis sebagai suatu peradaban super power pada saat itu (kalau sekarang mirip Amerika Serikat) membuat mereka sangat ingin menaklukkan bangsa-bangsa di dunia, di antaranya Yunani dan Lemuria yang dipandang oleh para Atlantean sebagai peradaban yang kuat.</p>
<p>Berbekal peralatan perang yang canggih serta strategi perang yang baik, invansi Atlantis ke Lemuria berjalan seperti yang diharapkan. Karena sifat dari Lemuria yang menjunjungi tinggi konsep perdamaian, mereka tidak dibekali dengan teknologi perang secanggih Atlantis, sehingga dalam sekejap, Lemuria pun jatuh ke tangan Atlantis. Para Lemuria yang berada dalam kondisi terdesak, akhirnya banyak meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggal baru di planet lain yang memiliki karakteristik mirip bumi, mungkin keberadaan mereka saat ini belum kita ketahui (ada yang mengatakan saat ini mereka tinggal di Planet Erra/Terra digugusan bintang Pleiades).</p>
<p>Mungkin kisah para Lemuria yang meninggalkan bumi untuk menetap di planet lain sedikit tidak masuk akal, tapi perlu kita ketahui bahwa teknologi mereka pada saat itu sudah sangat maju, penguasaan teknologi penjelajahan luar angkasa mungkin telah dapat mereka realisasikan di jauh-jauh hari. Tentunya penguasaan teknologi yang sama pada era peradaban kita ini, belum bisa disandingkan dengan kemajuan teknologi yang mereka ciptakan.</p>
<p>Dari sekelumit kisah yang terurai di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa para Lemurian tidak musnah oleh bencana gempa bumi dan air bah seperti yang dialami oleh para Atlantean, namun karena peranglah yang membuat sebagian dari mereka berguguran. Sementara semenjak kekalahannya oleh bangsa Atlantis, otomatis wilayah Lemuria dikuasai oleh para Atlantean, sampai saat akhirnya daratan itu diterpa oleh bencana yang sangat dahsyat yang kemudian menenggelamkan bersama beberapa daratan lainnya, termasuk di antaranya Atlantis itu sendiri.</p>
<p>Bangsa Lemuria sebenarnya bisa dikatakan bangsa yang juga mengagungkan keberadaan Matahari sebagai dewa atau penolong mereka. Menurut Churchward, hampir seluruh peradaban Lemuria tinggal di rumah dengan atap yang tembus pandang. Mereka selalu bebas dari stress dan penyakit, serta mampu berusia hingga ratusan tahun. Mengembangkan kemampuan E.S.P-nya (<em>Extrasensory Perception</em>—indra ke-6) selama hampir 40.000 tahun dan digunakan dalam pergaulan sehari-hari serta dalam penelitian-penelitian. Dengan evolusi kemampuan selama berabad-abad, bangsa Mu (Lemuria) memperoleh reputasi sebagai ahli telepati, berpindah tempat antar bintang, dan teleportasi. Semua ini menyebabkan tidak dibutuhkan kendaraan pada peradaban mereka.</p>
<p>Hampir semua ilmuwan yang menulis kisah tentang bangsa Lemuria mengatakan bahwa mereka secara umum merupakan bangsa yang vegetarian, hidup bercocok tanam, hidup di luar (<em>outdoor</em>), memiliki budaya untuk hidup seimbang dengan alam dan bumi, serta hanya menggunakan sedikit teknologi keilmuan. Bangsa Lemuria lebih berkonsentrasi dalam bermeditasi dan pengembangan ESP.</p>
<p>Rata-rata bangsa Lemuria tidak berminat pada teknologi bangsa Atlantis dan lebih memilih untuk bereksperimen dengan energi psikis untuk memindahkan objek (dibuktikan oleh Uri Gellar dalam risetnya di Stanford University pada tahun 1970-an), meskipun mereka juga menggunakan gelombang dengan frekwensi tinggi, tenaga matahari, energi crystal, dan teleportasi untuk membuat dan memindahkan objek.</p>
<p>Sebuah laporan mendeskripsikan ujian-ujian yang harus dilakukan sebelum menikah pada bangsa Lemuria (ditulis oleh seorang pria bernama Cerve, seorang ahli sejarah Resucrucian). Para tetua menyuruh pria dan wanita untuk memberikan semua harta bendanya hingga mereka tidak memiliki apa pun tanpa pakaian, makanan, rumah/tempat tinggal untuk berteduh, ataupun alat-alat.</p>
<p>Wanita dan pria itu kemudian ditinggalkan di hutan belantara selama sebulan (28 hari) tanpa pakaian. Dalam jangka waktu itu, mereka harus membuat tempat berteduh, membuat sendiri pakaian mereka, mencari makanan mereka sendiri, membuat peralatan, dan memberikannya untuk pasangannya tanpa terlibat dalam adu argument dan tanpa ada pikiran buruk antara mereka berdua. Jika mereka dapat melalui ujian (test) tersebut, maka mereka akan dinikahkan dan harta benda mereka yang sebelumnya akan dikembalikan kepada mereka. Namun, jika ujian (test) tersebut gagal mereka jalankan, maka mereka tidak akan dinikahkan.</p>
<p><strong>2. Migrasi</strong><br />
Bangsa Lemuria bermigrasi dari Benua Mid-Pasifik ke Benua Atlantis dimana mereka dikabarkan berevolusi menuju kesempurnaan. Bukti-bukti peninggalan menggambarkan adanya penemuan-penemuan yang mengagumkan, yang tampak seperti cerita fiksi ilmiah. Lampu yang menyala terang selama ribuan tahun tanpa dirawat, yang diceritakan oleh banyak sekali penulis kuno, adalah salah satu peninggalan dari Atlantis. Beberapa dari “lampu ajaib” ini masih menyala ketika penjelajah Spanyol menemukannya di pelosok hutan Amazon dari 10.000 tahun kemudian! (didokumentasikan dalam buku Robber Charroux’s).</p>
<p>Peneliti sejarah kuno menemukan “lampu ajaib” masih menyala di Mesir (yang merupakan koloni Atlantis yang bernama Luxor) lebih dari 9 abad setelah banjir, di pintu kuil yang dilaporkan dapat membuka dan menutup secara otomatis, dan di jaga oleh robot-robot.</p>
<p><strong>3. Aksara Lemurian</strong><br />
Bangsa Lemuria mempunyai huruf dan angka tersendiri yang dikenal dengan tulisan Lemurian. Huruf Lemurian merupakan huruf yang pertama kali digunakan dan menjadi cikal bakal huruf yang dipakai kita sekarang ini, mulai dari huruf latin, arab, dan lain sebagainya. Huruf Lemurian bukanlah huruf biasa. Huruf ini sejalan dengan naik turunnya gelombang pikiran dan kode gen manusia. Huruf Lemurian adalah gambaran dari gelombang otak, bahasa telepati, pergerakan air, dan pancaran kekuatan, gelombang, frekwensi dan semua yang bersifat alami.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2012/01/huruf-lemuria.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4597" title="huruf lemuria" src="http://oediku.files.wordpress.com/2012/01/huruf-lemuria.jpg?w=300&#038;h=170" alt="" width="300" height="170" /></a><strong>Gambar 1:</strong> Huruf Lemurian</p>
<p>Dalam penulisan huruf Lemurian, tidak dikenal huruf besar maupun huruf kecil. Semua cara penulisannya sama. Penulisan huruf dimulai dari kanan ke kiri. Membacanya pun dimulai dari kanan ke kiri juga. Hal ini mengikuti pergerakan alam semesta yang bergerak dari kanan ke kiri.Untuk penggunaan tanda baca (.,? / :;&amp;) ( ) digunakan tanda baca yang lazim dipakai sesuai kebutuhan.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2012/01/contoh-penulisan-huruf-lemurian.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4599" title="contoh penulisan huruf lemurian" src="http://oediku.files.wordpress.com/2012/01/contoh-penulisan-huruf-lemurian.jpg?w=300&#038;h=181" alt="" width="300" height="181" /></a><strong>Gambar 2:</strong> Contoh penulisan aksara Lemurian</p>
<p>Angka Lemurian dimulai dari 0 sampai dengan angka 5. Sama seperti huruf Lemurian, cara menulis dan membacanya dimulai dari kanan ke kiri. Angka NOL (0) sudah ada sejak zaman Bangsa Lemuria. Berbeda dengan angka Bangsa Romawi yang tidak mengenal angka NOL (0). Hal ini dikarenakan NOL (0) seperti keadaan kosong dan kosong harus dilambangkan. Sebenarnya angka itu dimulai dari NOL (0) bukan dari SATU (1), karena sebelum adanya 1 kondisi nya masih kosong dan ini dilambangkan dengan NOL (0). Sistem angka lemuria juga berhubungan dengan suara alam nada Pentatonik. &#8220;Penta&#8221; artinya Lima (5), namun jelas nada da mi na ti la da tidak seperti nada pentatonik pada zaman sekarang.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2012/01/angka-lemuria.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-4598" title="angka lemuria" src="http://oediku.files.wordpress.com/2012/01/angka-lemuria.jpg?w=300&#038;h=178" alt="" width="300" height="178" /></a><strong>Gambar 3:</strong> Angka Lemurian</p>
<p><strong>4. Penutup</strong><br />
Sederetan huruf dan angka Lemurian saja bisa mempengaruhi gelombang otak manusia pada saat proses membacanya. Lantas bagaimana dengan bentuk kemajuan peradaban yang dimiliki oleh bangsa ini? Tentu akan banyak lagi keunikan dengan tingkat kemajuan yang melebihi peradaban moderen kita. Ini sekaligus menunjukkan bahwasannya sebagai seorang yang beriman, maka janganlah bersikap sombong dan <em>takabbur</em> dalam setiap pencapaian. Karena itu akan membawa kita pada sifat kufur dan kembali pada kehancuran.</p>
<p>Yogyakarta, 28 Januari 2012<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<p>Tulisan terkait: Misteri peradaban Lemuria [<a title="misteri-peradaban-lemuria" href="http://oediku.wordpress.com/2009/06/19/misteri-peradaban-lemuria/">baca...</a>]</p>
<p>Referensi:<br />
* http://id.wikipedia.org/wiki/Lumeria<br />
* http://izlanlemuria.blogspot.com/2011/11/mengenal-huruf-dan-angka-lemurian.html</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/info-terbaru/'>Info Terbaru</a>, <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4595/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4595&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2012/01/28/peradaban-tinggi-bangsa-lemuria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2012/01/lemuria.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">lemuria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2012/01/huruf-lemuria.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">huruf lemuria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2012/01/contoh-penulisan-huruf-lemurian.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">contoh penulisan huruf lemurian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2012/01/angka-lemuria.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">angka lemuria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Falsafah Hidup Orang Jawa</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2012/01/16/falsafah-hidup-orang-jawa/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2012/01/16/falsafah-hidup-orang-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 13:02:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4579</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah peradaban yang tinggi akan memiliki pengalaman yang luas tentang arti dan makna kehidupan. Salah satu yang paling menonjol dari pengalaman itu adalah terdapatnya kemampuan dalam olah kata. Lihat saja bangsa Yunani yang memiliki kemampuan dalam ilmu sastra dan filsafat. Mereka dalam urusan ini tak perlu diragukan lagi dan memang sudah terkenal di seantero dunia. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4579&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2012/01/falsafah-jawa.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4580" title="falsafah jawa" src="http://oediku.files.wordpress.com/2012/01/falsafah-jawa.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a>Sebuah peradaban yang tinggi akan memiliki pengalaman yang luas tentang arti dan makna kehidupan. Salah satu yang paling menonjol dari pengalaman itu adalah terdapatnya kemampuan dalam olah kata. Lihat saja bangsa Yunani yang memiliki kemampuan dalam ilmu sastra dan filsafat. Mereka dalam urusan ini tak perlu diragukan lagi dan memang sudah terkenal di seantero dunia. Begitu pula dengan bangsa Arab, Persia, Romawi, India, China, Indian, dll.</p>
<p><span id="more-4579"></span>Tapi, bangsa kita khususnya orang Jawa pun memiliki kemampuan dalam olah kata (filsafat) ini. Ia tersebar di dalam beberapa media, termasuk yang termaktub di dalam serat-serat sejarah dan melalui tradisi lisan. Ini terjadi dengan sebuah kesadaran yang tinggi, karena memang sudah menjadi falsafah bangsa ini selama berabad-abad. Mereka tidak kalah dengan bangsa-bangsa lainnya, bahkan menurut saya lebih hebat dari semua bangsa di dunia.</p>
<p>Untuk membuktikan hal tersebut, mari ikuti penelurusan berikut ini:</p>
<p><strong>1. Tentang konsep ketuhanan (tauhid)</strong><br />
<em>&#8220;Pangeran iku ora ono sing padho. Mulo ojo nggambar-ngambarake wujuding Pangeran&#8221;</em><br />
artinya: Tuhan itu tak ada yang bisa menyamainya. Oleh sebab itu jangan menggambar-gambarkan wujud Tuhan.</p>
<p><em>&#8220;Pangeran iku dudu dewo utowo manungso, nanging sekabehing kang ono iku, uga dewa lan manungso asale soko Pangeran&#8221;</em><br />
artinya: Tuhan itu bukan dewa atau manusia, namun segala yang ada ini, termasuk dewa dan manusia itu berasal dari Tuhan.</p>
<p><em>&#8220;Pangeran iku biso ngawohi kahanan opo wae tan keno kinoyo ngopo&#8221;</em><br />
artinya: Tuhan itu bisa mengubah segalanya tanpa mungkin dapat diperkirakan manusia.</p>
<p><em>&#8220;Pengeran iku kuaso tonpo piranti, mulo soko kuwi ojo darbe pengiro yen manungso iku biso dadi wakiling Pangeran&#8221;</em><br />
artinya: Tuhan itu berkuasa tanpa menggunakan alat pelengkap apa pun, oleh sebab itu jangan beranggapan manusia itu dapat mewakili Tuhan.</p>
<p><em>&#8220;Pangeran biso ngerusak kahanan kang wis ora diperlokake, lan biso gawe kahanan anyar kang diperlokake&#8221;</em><br />
artinya: Tuhan itu bisa merusak sesuatu yang tidak diperlukan, dan bisa menciptakan sesuatu yang baru yang diperlukan.</p>
<p><em>&#8220;Ora ono kesakten sing mandhi papesthen, awit papesthen iku wis ora ono sing biso murungake&#8221;</em><br />
artinya: Tidak ada kesaktian yang bisa menyamai kepastian Tuhan, karena tidak ada yang dapat menggagalkan kepastian Tuhan.</p>
<p><em>&#8220;Owah ono gingasring kahanan iku soko kersaning Pangeran Kang Murbahing Jagad&#8221;</em><br />
artinya: Perubahan itu hanya atas kehendak Tuhan Yang Menguasai Jagad (alam semesta).</p>
<p><strong>2. Tentang konsep Tuhan dan manusia</strong><br />
<em>&#8220;Weruh marang Pangeran iku ateges wis weruh marang awake dhewe. Lamun durung weruh awake dhewe, tangeh lamun weruh marang Pangeran&#8221;</em><br />
artinya: Mengakui adanya Tuhan berarti sudah mengenal dirinya sendiri. Jikalau belum mengetahui dirinya sendiri mustahil dapat mengenal Tuhan.</p>
<p><em>&#8220;Gusti iku sambatan naliko siro lagi nandhang kasengsaraan. Pujinen yen siro lagi nompo kanugerahing Gusti&#8221;</em><br />
artinya: Sebutlah nama Tuhan jika engkau sedang menderita sengsara. Bersyukurlah pada-Nya jika engkau mendapat anugerah.</p>
<p><em>&#8220;Gusti iku dumunung ono jeneng siro pribadi, dene ketemune Gusti lamun siro tansah eling&#8221;</em><br />
artinya: Tuhan itu ada dalam dirimu sendiri, dan pertemuan dengan-Nya akan terjadi jika engkau senantiasa ingat kepada-Nya.</p>
<p><em>&#8220;Ojo lali saben ari eling marang Pangeran niro. Jalaran sejatine siro ikuh tansah katunggon Pangeraniro&#8221;</em><br />
artinya: Jangan lupa setiap hari untuk mengingat Tuhan. Sebab hakikatnya engkau selalu di jaga oleh Tuhanmu.</p>
<p><em>&#8220;Lamun ono jaman ora kepenak siro ojo lali nyuwun pangapuro marang Pangeran. Jalan Pangeraniro bakal aweh pitulungan&#8221;</em><br />
artinya: Jikalau mengalami keadaan (zaman) yang tidak enak, jangan lupa memohon ampun kepada Tuhan. Karena Tuhan akan memberi pertolongan-Nya kepadamu.</p>
<p><em>&#8220;Sing sopo nyembah lelembut iku keliru. Jalaran lelembut iku sejatine rowangiro, lan ora perlu disembah koyo dene menembah marang Pangeran&#8221;</em><br />
artinya: Menyembah makhluk halus itu keliru. Sebab makhuk halus itu sebenarnya adalah temanmu, dan tidak perlu di sembah seperti Tuhan.</p>
<p><em>&#8220;Sing sopo seneng ngerusak katentremaning liyan bakal di bendu dening Pangeran lan dielehake dening tumindake dhewe&#8221;</em><br />
artinya: Barang siapa suka merusak ketenteraman orang lain akan mendapatkan murka Tuhan, dan akan di gugat karena ulahnya sendiri.</p>
<p><strong>3. Tentang hakekat diri</strong><br />
<em>&#8220;Lamun siro kepengin wikan marang alam jaman kelanggenan, siro kudu weruh alamiro pribadi. Lamun siro durung mikani alamiro pribadi adoh ketemune&#8221;</em><br />
artinya: Jikalau engkau ingin mengetahui alam abadi, engkau harus lebih dulu mengenali alam pribadimu. Kalau engkau belum mengetahui alam pribadimu, masih jauhlah alam abadi itu dari dirimu.</p>
<p><em>&#8220;Lamun siro durung wikan kadangiro pribadi, cubo dulunen siro pribadi&#8221;</em><br />
artinya: Jikalau engkau belum mengetahui alam pribadimu, maka tanyakanlah kepada yang mengetahuinya.</p>
<p><em>&#8220;Lamun siro wis mikani alamiro pribadi, alam jalan kalanggengan iku cedhak tanpo senggolan, adoh tanpo wangean&#8221;</em><br />
artinya: Jikalau engkau telah mengetahui alam pribadimu, alam abadi akan menjadi dekat tanpa dengan menyentuhnya, jauh dari dirimu tanpa ada yang membatasinya.</p>
<p><em>&#8220;Lamun siro wis mikani alamiro pribadi, mara siro mulango marang wong kag durung wikan&#8221;</em><br />
artinya: Jikalau engkau telah mengetahui alam pribadimu, hendaklah engkau mengajarkannya kepada yang belum mengetahui.</p>
<p><em>&#8220;Kadangiro pribadi ora bedo karo jeneng siro pribadi, gelem nyambut gawe&#8221;</em><br />
artinya: Terkadang pribadimu itu tidaklah berbeda dengan dirimu sendiri, suka bekerja.</p>
<p><em>&#8220;Kahanan kang ono iki ora suwe. Mesthi ngalami owah gingsir. Mulo ojo lali marang sapadha-padning timitah&#8221;</em><br />
artinya: Keadaan yang ada ini tak lama. Pasti mengalami perubahan. Oleh karena itu jangan melupakan sesama hidup.</p>
<p><em>&#8220;Rame ing gawe, sepi ing pamrih&#8221;</em><br />
artinya: Selalu rajin bekerja dan tidak mengharapkan pamrih.</p>
<p><em>&#8220;Kudu angon wektu&#8221;</em><br />
artinya: Harus pandai memperhatikan suasana.</p>
<p><strong>4. Tentang konsep hidup</strong><br />
<em>&#8220;Donya iki dalan iyo kudu diambah mesthine. Amanging dudu benere yen dirungkebana. Sing sopo ngambah dalan kudu sumurup kang ono ing ngarepa sanadyan diparanono mung bakal diliwati bae&#8221;</em><br />
artinya: Dunia ini ibarat jalan yang harus ditempuh apa mestinya. Tapi bukan kebenaran yang dituju. Siapa bakal menempuh jalan harus tahu yang di depannya, meskipun akan didatangi, hanya di lewati saja.</p>
<p><em>&#8220;Urip iku ing donya tan lami. Umpamane jibeng menyang pasar tan langgeng neng pada wae, tan wurung nuli mantuk raring wismane sangkane uni. Ing mengko ojo samar sangkan paranipun ing mengko podho weruh yen asale sangkan paran duking nguni ojo nganti kesasar&#8221;</em><br />
artinya: Hidup di dunia itu tidak lama. Ibarat orang pergi ke pasar tak abadi di pasar saja, kemudian juga pulang pada rumah asalnya itu. Nantinya jangan cemas asal mulanya tadi pada saatnya sama tahu kalau asal mula kehidupan tersebut jangan sampai tersesat.</p>
<p><em>&#8220;Sing sopo mung arep gawe seriking liyan, kuwi uga arep memahi ciloko&#8221;</em><br />
artinya: Barang siapa yang membuat sakit hati orang lain, ia juga akan celaka.</p>
<p><em>&#8220;Sing sopo seneng udur, iku bakal keno bebendu dening Pangeran&#8221;</em><br />
artinya: Barang siapa yang suka bertengkar, akan terkena amarah/hukuman Tuhan.</p>
<p><em>&#8220;Wani marang penggawe kang ora bener, kuwi kaholong titah kang orang becik tumindahke&#8221;</em><br />
artinya: Berani menjalankan perbuatan yang tidak baik, itu tergolong makhluk yang tidak baik tabiatnya.</p>
<p><em>&#8220;Mungsuh sing wis nungkul ojo dipateni&#8221;</em><br />
artinya: Musuh yang sudah menyerah jangan di bunuh.</p>
<p><strong>5. Tentang konsep keluarga</strong><br />
<em>&#8220;Sing sopo mung arep oleh wae nanging emoh kangelan, iku aran wong kesed. Iku kabeh ojo ditiru, jalran keluarwargo lan bongso uga rugi&#8221;</em><br />
artinya: Barang siapa yang hanya ingin enaknya saja, tapi tidak suka bekerja keras, itu orang yang malas. Itu semua jangan ditiru, sebab keluarga dan bangsa juga rugi.</p>
<p><em>&#8220;Wong tuo kudu memulung kang prayogo marang putra wayah&#8221;</em><br />
artinya: Orang tua harus mengajarkan yang baik dan pantas kepada anak cucunya.</p>
<p><em>&#8220;Anane keluwargo baek margo wong-wonge batik. Mulo ojo darbe pengiro lamun wong-wonge podho olo kaluwargane bisa batik&#8221;</em><br />
artinya: Kaluarga akan baik jika anggota keluargnya baik. Oleh karena itu jangan berpikir bahwa keluarga akan menjadi baik jika anggotanya tidak baik.</p>
<p><em>&#8220;Sedulur iku apik lamun kabeh darbe panjangka amrih rahayu&#8221;</em><br />
artinya: Saudara itu baik kalau semuanya mencita-citakan kebahagiaan.</p>
<p><em>&#8220;Wong tuo ora keno dadi mungsuhe anake&#8221;</em><br />
artinya: orang tua tidak boleh menjadi musuh anaknya.</p>
<p><em>&#8220;Cedhak keluwargo kang becik, enajan ketularan becik&#8221;</em><br />
artinya: Dekat dengan keluarga yang baik, tentu akan ketularan yang baik.</p>
<p><em>&#8220;Mikul dhuwur, mendem jero&#8221;</em><br />
artinya: memikul tinggi, memendam dalam (nasehat agar anak bisa menjaga nama baik keluarga dan menutup rapat aib keluarga)</p>
<p><strong>6. Tentang konsep bertetangga</strong><br />
<em>&#8220;Tonggo iku podho karo bapak biyung&#8221;</em><br />
artinya: Tentanggga itu sama dengan bapak dan ibu.</p>
<p><em>&#8220;Sing sopo ora seneng tetanggan kelebu wong kang ora becik&#8221;</em><br />
artinya: Barang siapa yang tidak suka hidup bertetangga tergolong orang yang tidak baik.</p>
<p><em>&#8220;Tonggo kang ora becik atine ojo dicedhaki, nanging oo dimusuhi&#8221;</em><br />
artinya: Tetangga yang tidak baik hatinya jangan di dekati, tetapi jangan pula di musuhi.</p>
<p><em>&#8220;Tonggo iku singkirono lamun darbe sipat kang kurang prayogo&#8221;</em><br />
artinya: Jauhi tetangga yang mempunyai sifat tidak sepantasnya.</p>
<p><em>&#8220;Tetangga iku kadyo ulo umpamane, keno diingu nanging yo gelem nyokot&#8221;</em><br />
artinya: Tetangga itu seumpama ular, bisa dipelihara tapi juga mau menggigit.</p>
<p><em>&#8220;Tonggo sing gelem tetulung iku titenono. Yen mangku arep iku bakal ketoro. Nanging yen sarana bebarengan urip bakal dadi konco selawase&#8221;</em><br />
artinya: Perhatikan tetangga yang suka menolong. Kalau punya pamrih pasti lekas terlihat. Tetapi kalau hanya sebagai sarana hidup bersama, akan menjadi teman selamanya.</p>
<p><strong>7. Tentang konsep menuntut ilmu</strong><br />
<em>&#8220;Ngelmu iku kalakone kanthi laku. Lekase lawan kas. Tegese kas nyantosani. Setya budya pangekese dur angkoro&#8221;</em><br />
artinya: Ilmu itu terwujud dengan laku. Di mulai dengan kemauan. Kemauan membuat sentosa. Budi setia penghancur nafsu angkara.</p>
<p><em>&#8220;Sasmitaning ngaurip puniki yekti ewuh yen nora weruha. Tan jumeneng ing uripe. Sakeh kang ngaku-aku pangrasane pan wus utami, tur durung wruh ing rasa, rasa kang satuhu rasaning rasa punika. Upayanen darapon sampurneng dhiri ing kauripaniro&#8221;</em><br />
artinya: Makna kehidupan itu sungguh sayang bila tak tahu. Tidak kokoh hidupnya. Banyak orang mengaku perasaaanya sudah utama, padahal belum tahu rasa, rasa yang sesungguhnya. Hakikat rasa itu adalah usahakan supaya diri sempurna dalam kehidupan.</p>
<p><em>&#8220;Yen siro nggeguru kaki amiliha manungsa kang nyoto. Ingkang becik martabate sarto kang weruh ing khukum. Kang ibadah lan kang wirangi sokur oleh wong topo. Iya kang wus mungkul tan mikir piwewehing liyan. Iku panyes yon den gurunono kaki sertane kawrihana&#8221;</em><br />
artinya: Jika kamu berguru pilihlaj manusia nyata. Yang baik martabatnya serta tahu hukum. Yang beribadah dan sederhana syukur dapat bertapa. Yang sudah menanggalkan pamrih pemberian orang. Itu pantas kamu berguru serta ketahuilah.</p>
<p><em>&#8220;Lamun ono wong micoro ilmu, tan mufakat ing patang prekoro, ojo siro age-age. Anganggep nyatanipun saringono dipun bersih limbangen kang patang prekoro rumuhun dalili hadis lan ijmak lan kiyase papat iku salah siji adate kang mufakat&#8221;</em><br />
artinya: Kalau ada orang yang bicara ilmu, tak setuju empat perkara, jangan cepat-cepat percaya padanya. Saringlah yang teliti, pertimbangkan empat hal perkara terdahulu, dalil hadits dan ijma` dan keempat Qiyas. Semua telah disepakati.</p>
<p><em>&#8220;Wong kang ahli sastra ingarane luhur sastrane. Layak yen mangsi lan kertas. Pantes yen luhur ngakal ning sastra suraosipun. Luhur sejatining sastra, sastra praboting negoro. Lumaku saben dino mang migar pradata hukum, sanadyan tan kanthi ngakal&#8221;</em><br />
artinya: Orang yang ahli sastra disebut luhur sastranya. Tepat jika tinta dan kerta. Patas jika luhur akalnya pada satra maknanya. Luhur sejatinya sastra, sastra sarana negara. Berjalan tiap hari serta wujud perdata hukum, meskipun tiada dengan akal.</p>
<p><strong>8. Tentang konsep kepemimpinan dan bernegara</strong><br />
<em>&#8220;Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani&#8221;</em><br />
artinya: Seorang pemimpin itu harus bisa berada di depan sebagai suri tauladan, harus bisa berada di tengah untuk senantiasa membaur dengan rakyatnya dan sebagai pengayom, dan harus bisa berada di belakang sebagai motivator demi kemajuan yang dipimpinnya.</p>
<p><em>&#8220;Lamun ono penguasane asale soko wong olo, iku ora luwes bakal konangan alane. Sebab kabeh mau wis kewoco soko tumindhake panguasa mau&#8221;</em><br />
artinya: Jikalau ada penguasa yang tidak berasal dari orang yang baik, tiada lama pastinya akan ketahuan jeleknya. Sebab akan tampak dari tindakan si penguasa itu.</p>
<p><em>&#8220;Janma iku tan keno kiniro kinoyo ngopo. Mula ojo siro seneng ngaku lan rumongso pinter dhewe&#8221;</em><br />
artinya: Manusia walau bagaimanapun tidak bisa diterka. Oleh karena itu janganlah engkau suka mengaku dan merasa paling pandai.</p>
<p><em>&#8220;Ratu iku durung mesthi kepenak uripe, lamun ora biso ngaweruhi kawulane&#8221;</em><br />
artinya: Penguasa itu belum tentu enak hidupnya, bila tak mengetahui aspirasi rakyatnya.</p>
<p><em>&#8220;Ratu kang mung seneng uripe margo akeh bandane, ing tembe matine orang kajen. Mulo dadi rata ojo sawiyah-wiyah marang kawulane&#8221;</em><br />
artinya: Penguasa yang enak hidupnya hanya karena banyak harta benda kelak matinya tak akan terhormat. Oleh sebab itu jangan kejam dan sewenang-wenang terhadap rakyatnya.</p>
<p><em>&#8220;Ratu kang murang sarak iku ojo diajeni, jalaran ratu kang koyo mengkono iku gawe rusaking negoro&#8221;</em><br />
artinya: Penguasa yang kejam dan serakah jangan dihormati, sebab penguasa yang seperti itu akan merusak negara.</p>
<p><em>&#8220;Ratu iku kudu gawe tentrem poro kawulane, mergo yen ora mengkono biso dadi kawulane ngrebut negoro&#8221;</em><br />
artinya: Penguasa itu harus bisa membuat tenteram rakyanya, karena jika tidak rakyatnya akan merebut kekuasaan dalam negara itu.</p>
<p><em>&#8220;Pathokaning negoro iku dumunung ono angger-anggering negoro&#8221;</em><br />
artinya: Tiang sebuah negara itu terletak pada undang-undang negara.</p>
<p><em>&#8220;Dhasaring negoro iku ono limo, kapisan paserah anane negara iki marang kang Murbeng Dumadhi. Kapindo percoyo marang anane manungso iku soko kang Murbeng Dumadhi. Kaping telu ojo siro ngilwatake bongso niro pribadi. Kaping papat siro ojo mung kepingin menang dhewe, mulo perlu rerembungan amrih becike. Kaping limo kewajiban aweh sandhang kalawan pangan lan uga njogo katentraman lehir kalawan batin&#8221;</em><br />
artinya: Dasar sebuat negara itu adal lima. Pertama, pasrah adanya negara kepada Tuhan. Kedua, percaya bahwa manusia itu adanya dari Tuhan. Ketiga, jangan mengabaikan bangsamu sendiri. Keempat, engkau jangan ingin menang sendiri, karena itu harus suka bermusyawarah bagaimana baiknya. Kelima, berkewajiban memberi sandang dan papan serta ketenteraman lahir batin.</p>
<p><em>&#8220;Bongso iku minangka sarana kuwating negoro. Mulo ojo ngiwarake kebangsaniro pribadi. Supoyo kenugerhan bongso kang handana warih&#8221;</em><br />
artinya: Bangsa itu sebagai sarana kuatnya negara. Oleh karena itu janganlah mengabaikan rasa kebangsaanmu sendiri, agar memiliki bangsa yang berjiwa kesatria.</p>
<p><em>&#8220;Para muda ojo ngungkurake kawruh kang nyoto, amrih karya ungguling bongso lan biso gawe rahayuning sesama&#8221;</em><br />
artinya: Para pemuda jangan mengabaikan ilmu pengetahuan yang nyata, agar negaranya menjadi makmur<br />
dan dapat membuat keselamatan sesamanya.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>*****</strong></p>
<p>Sungguh, dengan memahami setiap makna dari falsafah di atas, maka terlihat jelas bahwa orang Jawa memiliki kemampuan budaya yang sangat tinggi. Dan ini baru segelintirnya saja, karena masih banyak lagi yang lain namun tidak bisa disampaikan disini. Sehingga tidak salah bila dikatakan melebihi peradaban bangsa-bangsa lain di dunia.</p>
<p>Sebuah kebanggaan yang tak terkira, karena leluhur kita telah mewariskan sesuatu yang sangat berharga. Tapi, sangat disayangkan bahwa saat ini banyak dari kita &#8211; termasuk orang Jawa &#8211; yang sudah tidak lagi memahami falsafah ini. Bahkan tinggal sedikit saja yang masih mengenal dan mau mengenalinya. Sehingga tidak usah heran bila keadaan negara ini pun terkena dampak buruknya. Makin lama maka kian carut marut saja tatanan kehidupannya, karena para pemimpinnya sendiri &#8211; khususnya orang Jawa &#8211; sudah tidak mau lagi menjadikan falsafah Jawa ini sebagai pedoman hidup. Sehingga yang tertinggal hanyalah <em>&#8220;Akeh wong jowo, ning ora jowo: </em>Banyak orang Jawa, tapi tidak jowo (benar)<em>&#8220;</em></p>
<p>Semoga dengan adanya tulisan ini semakin menyadarkan kehidupan kita, bahwa di dalam diri kita ini &#8211; khususnya warisan leluhur &#8211; telah memiliki kemampuan yang besar dan tidak akan kalah dengan bangsa lainnya di dunia. Agar kian bertambah cinta pada warisan leluhur dan terus percaya diri demi kemajuan negara.</p>
<p>Yogyakarta, 07 Januari 2012<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<p>Referensi:<br />
* Falsafah hidup orang Jawa, Asep Rachmatullah, Logung Pustaka, 2010<br />
* Kata-kata super: Motivasi bijak leluhur Jawa, Umi Kuntari, SS, Eule Book, 2010</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/info-terbaru/'>Info Terbaru</a>, <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4579/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4579&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2012/01/16/falsafah-hidup-orang-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2012/01/falsafah-jawa.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">falsafah jawa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikayat Cinta Sejati</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/12/29/hikayat-cinta-sejati/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/12/29/hikayat-cinta-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 07:44:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4567</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh, takkan ada habisnya bila kita membahas tentang cinta. Tetap saja ada sesuatu yang bisa diungkapkan dalam bentuk keindahan. Baik dalam bentuk kebahagiaan maupun kesedihan, tentu selalu ada yang menarik dari cinta. Karena segala sesuatu akan terpengeruh oleh cinta dan tidak akan bisa menghindar dari cengkeramannya barang sejenak. Cinta pun bisa berposisi dalam karakter jasmani [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4567&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/hikayat-cinta1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4568" title="hikayat cinta" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/hikayat-cinta1.jpg?w=150&#038;h=99" alt="" width="150" height="99" /></a>Sungguh, takkan ada habisnya bila kita membahas tentang cinta. Tetap saja ada sesuatu yang bisa diungkapkan dalam bentuk keindahan. Baik dalam bentuk kebahagiaan maupun kesedihan, tentu selalu ada yang menarik dari cinta. Karena segala sesuatu akan terpengeruh oleh cinta dan tidak akan bisa menghindar dari cengkeramannya barang sejenak.</p>
<p><span id="more-4567"></span>Cinta pun bisa berposisi dalam karakter jasmani dan ruhani. Keduanya adalah tahapan menuju keindahan. Dimana cinta dalam karakter jasmani adalah tahapan awal, sedangkan karakter ruhani adalah puncaknya. Sehingga baiklah kita selalu berjalan pada jalur cinta. Sebab, akan selalu membawa kebaikan.</p>
<p>Dihikayatkan bahwa Majnun dari Bani `Amir melihat seekor rusa betina terjerat tali yang di pasang oleh seorang pemburu. Majnun pun mendekati rusa itu. Setelah mengamatinya, ia melihat mata rusa itu seolah-olah menyerupai mata kekasihnya, Layla. Oleh karena itu ia melepaskan rusa tersebut, lantas bersyair;</p>
<p><em>Pergilah dengan selamat, wahai yang menyerupai Layla permata hatiku.<br />
Nikmatilah rerumputan nan hijau.<br />
Layla telah menyelamatkanmu dari derita dan membebaskan kakimu dari tali yang menjerat.</em></p>
<p>Ini adalah cinta yang luarbiasa. Majnun melihat bahwa tangan yang telah membebaskan rusa itu adalah tangan Layla, kekasihnya. Bagi Majnun, perbuatan yang dilakukannya adalah keluar dari jiwa Layla. Semuanya oleh karena Layla. Sebab, seluruh jiwanya telah lebur dan menyatu dengan jiwa Layla, kekasihnya.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Duhai kekasihku. Aku mendambamu, karena kau telah meluluhkan aku di dalam dirimu. Kau selalu hadir begitu dekat, di hati dan mimpiku. Sehingga aku pun mengira bahwa engkau adalah aku&#8221;</em></p>
<p>Dihikayatkan pula bahwa seorang laki-laki jatuh cinta pada budak wanitanya. Ketika budak wanita jatuh sakit, laki-laki tersebut membuatkan sup untuknya. Sewaktu ia mengaduk sup tersebut dengan sendok, tiba-tiba budak wanita menjerit. &#8220;Augh&#8230;&#8221; katanya. Si laki-laki begitu terperanjat mendengar jeritan itu sehingga sendok yang di pegang pun terjatuh. Akibatnya, secara tidak sadar ia mengaduk sup dengan tangannya sendiri hingga jari-jarinya pun terlepas, sedangkan ia tidak merasakannya. Melihat kejadian itu, si budak wanita bertanya; &#8220;Mengapa ini terjadi, wahai tuanku?&#8221; Si laki-laki menjawab; &#8220;Ini akibat dari &#8220;Augh..&#8221; jeritanmu&#8221;.</p>
<p>Ini pun cinta yang luarbiasa, karena telah benar-benar menghilangkan rasa dan kesadaran si pecintanya. Hikayat ini adalah contoh dimana seorang pecinta telah kehilangan kesadaran karena menyaksikan sang kekasih. Sehingga tiada kata lain bagi mereka, selain bukti cinta yang tulus dan mumpuni.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Duhai kekasihku. Dulu hatiku terurai dalam cinta yang beraneka ragam. Namun sejak penglihatanku menatapmu, seluruh cintaku hanya padamu&#8221;</em></p>
<p>Ya. Inilah hikmah mencintai dan dicintai. Siapapun yang melaksanakannya, maka watak mereka menjadi lembut, pikiran mereka menjadi bening, jiwa mereka menjadi mulia, perasaan mereka menjadi halus namun semangat mereka tetap berkobar. Cinta itu pula yang mengangkat level mereka di atas kebanyakan orang. Dan kalau bukan karena sedemikian cintanya, tentulah mereka akan tetap berada dalam golongan orang-orang yang jahil.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Duhai kekasihku. Kau telah meleburkan aku secara menyeluruh. Maka bagaimana aku bisa hidup tanpa dirimu? Engkau adalah cahaya hatiku, lalu apa jadinya ku berjalan tanpa mengikutimu?&#8221;</em></p>
<p>Inilah keyakinan yang di pegang oleh orang-orang yang mengetahui hakekat cinta. Karena barangsiapa di dunia ini tetap melihat sesuatu yang lebih indah dan menarik selain kekasihnya, maka ia masih dalam tahapan orang bodoh. Ia pun telah gagal dalam menguasai hakekat cinta sejati, sehingga hanya mengikuti nafsu syahwat dan dosa perzinahan.</p>
<p>Untuk itu kekasihku, marilah kita menata kembali cinta kita. Teruslah berusaha mempertahankan hakekat yang telah kita miliki selama ini. Jangan pernah berpaling dari kesetiaan dan ketulusan, karena dengannya pula kita akan meraih segala kebahagiaan yang hakiki.</p>
<p>Yogyakarta, 29 Desember 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4567&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/12/29/hikayat-cinta-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/hikayat-cinta1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">hikayat cinta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Jatuh Cinta Lagi</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/12/27/mari-jatuh-cinta-lagi/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/12/27/mari-jatuh-cinta-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 05:37:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4549</guid>
		<description><![CDATA[Duhai kekasihku. Dirimu sesungguhnya memiliki potensi untuk dapat berhubungan langsung dengan-Nya. Yang dengannya pula akan menghantarkanmu pada puncak kebahagiaan. Namun, itu tidak akan bisa terwujud bila jiwamu tidak memiliki cinta. Sebab, kebahagiaan yang sejati tidak bisa di peroleh hanya dengan indrawi, tidak pula dengan kesenangan badani. Melainkan hanya dengan kenikmatan yang dirasakan dalam bentuk cinta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4549&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/cinta.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4550" title="cinta" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/cinta.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Duhai kekasihku. Dirimu sesungguhnya memiliki potensi untuk dapat berhubungan langsung dengan-Nya. Yang dengannya pula akan menghantarkanmu pada puncak kebahagiaan. Namun, itu tidak akan bisa terwujud bila jiwamu tidak memiliki cinta. Sebab, kebahagiaan yang sejati tidak bisa di peroleh hanya dengan indrawi, tidak pula dengan kesenangan badani. Melainkan hanya dengan kenikmatan yang dirasakan dalam bentuk cinta yang suci.</p>
<p><span id="more-4549"></span>Bila engkau masih saja mencintai kenikmatan-kenikmatan alam materi dan semua kesenangan ragawi, maka jelas engkau masih dalam posisi yang rendah. Sebab, kecintaan seperti ini hanya akan memalingkan jiwa dari alam metafisik (spritual). Bahkan kecintaan dalam hal ini adalah wujud nyata mengikuti nafsu hewaniah, sehingga pasti memalingkan diri pada kesenangan sejati di negeri keabadian (akherat).</p>
<p>Sungguh, kenikmatan jasmani saja tanpa di iringi dengan kesenangan ruhani, tidak akan mendapatkan cinta. Sebab, cinta adalah buah dari kesenangan ruhani. Sedangkan <em>makrifat</em> (mengenal Tuhan) adalah bonus yang pasti di dapatkan dari Sang Kekasih bila ia mencintai-Nya. Sehingga lepaskanlah setiap kecintaan terhadap keinginan badani. Penuhi saja secukupnya dan jangan pernah berlebihan, niscaya engkau akan mendapatkan kebahagiaan sejati.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Sungguh ku merindukan-Mu hingga tak terungkap dalam kata-kata. Cintaku ini meski tersembunyi, namun lebih bergelora dari yang terlihat. Dan seandainya tubuh ini tak berbatas, maka ku ingin selalu disamping-Mu. Agar aku dapat menyatu dengan-Mu seutuhnya&#8221;</em></p>
<p>Ya. Berpalinglah dari kesenangan indrawi. Menetaplah pada persepsi nonjasmaniah. Sebab, hal ini akan banyak menghilangkan kecintaan pada hawa nafsu yang telah akrab denganmu. Dan ketika dirimu bisa mencintai keindahan dan kenikmatan ruhani, maka bisa dipastikan itulah kesempurnaan cinta. Bahkan saat jiwamu hanya mencintai keindahan dan kenikmatan ruhani, maka semua yang terurai di alam materi akan berkumpul. Ia akan berubah menjadi kekuatan dan terkonsentrasi pada satu objek, yaitu Sang Kekasih tercinta.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Terpesonaku akan keindahan-Nya. Dia tampak agung dalam Dzat-Nya. Tampak sangat nyata dalam cahaya-Nya yang benderang. Namun bukan karena itu aku menghamba-Nya, melainkan takzim dalam kemuliaan-Nya&#8221;</em></p>
<p>Untuk itu pahamilah, bahwa Allah SWT adalah sumber cahaya yang menyinari langit dan bumi. Dia pula Sang Maha Cinta, yang senang membagikannya kepada hamba-Nya. Sehingga mengapa kau tidak senang menerima cinta-Nya dengan tulus mencintai-Nya dalam segala hal? Atau mengapa kau tidak mau setia kepada-Nya, dengan terus mengikuti apa saja yang Dia inginkan (Al-Qur`an dan Sunnah)? Padahal itu pasti akan membuatmu bahagia dan selamat dari musibah.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;O.. Cintaku telah membuatku cemburu. Dengan penglihatanku, wajah-Mu membayang di semua ciptaan-Mu, hingga terus menjadi ujian bagiku. Dan saat seseorang hendak mendekati-Mu, aku pun larut dalam kecemburuan&#8221;</em></p>
<p>O.. betapa indahnya bisa jatuh cinta. Dan jatuh cinta yang paling indah adalah hanya kepada-Nya. Dan apabila cinta itu telah menguasai dirimu, maka kau akan rela mengorbankan semua yang ada hanya untuk-Nya. Bahkan dirimu sendiri kau rasa bukan dirimu, melainkan Sang Kekasih. Sehingga akan selalu melakukan apa saja yang disenangi dan diinginkan oleh Kekasihmu.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Duhai Kekasihku. Kian hari ku lihat Engkau bertambah indah di mataku. Tiap waktu, semakin ku suka apa pun yang Kau lakukan. Dan karena jiwaku senantiasa di jiwa-Mu, maka setiap Kau ceria tentu semakin ku cinta&#8221;</em></p>
<p>Maka dari itu kekasihku, mari kita jatuh cinta lagi. Sebab, dicintai hanya akan lengkap dengan mencintai. Cahaya hanya bisa menyatu dengan Cahaya. Dan ketika diri telah benar-benar memahami tentang kelembutan dan kedalaman makna cinta sejati, maka bersiaplah dengan kebahagiaan.</p>
<p>Yogyakarta, 27 Desember 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4549/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4549&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/12/27/mari-jatuh-cinta-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/cinta.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">cinta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Renungan Akhir Tahun (Mengingat Akherat)</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/12/20/renungan-akhir-tahun-mengingat-akherat/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/12/20/renungan-akhir-tahun-mengingat-akherat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 07:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4532</guid>
		<description><![CDATA[Kekasihku. Waktu terus beranjak dari satu sisi ke sisi yang lainnya. Tak terasa sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2011 Masehi ini, menuju tahun 2012 mendatang. Sudahkah engkau mengingat semua perbuatan &#8211; baik dan buruk &#8211; yang telah di lakukan selama ini? Sudahkan engkau mengingat kematian yang pasti datang menjelang? Dan sudahkah dirimu mengingat akherat, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4532&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/merenung-1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4533" title="merenung 1" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/merenung-1.jpg?w=144&#038;h=150" alt="" width="144" height="150" /></a>Kekasihku. Waktu terus beranjak dari satu sisi ke sisi yang lainnya. Tak terasa sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2011 Masehi ini, menuju tahun 2012 mendatang. Sudahkah engkau mengingat semua perbuatan &#8211; baik dan buruk &#8211; yang telah di lakukan selama ini? Sudahkan engkau mengingat kematian yang pasti datang menjelang? Dan sudahkah dirimu mengingat akherat, yang pastinya akan menjadi tempatmu untuk kembali?</p>
<p><span id="more-4532"></span>Pikirkan dan renungkanlah. Karena hanya sedikit sekali engkau mengingat akherat daripada perhatianmu terhadap duniawi. Engkau begitu mempedulikan dunia ini dan terus saja larut dalam senda guraunya, sehingga dengan mudahnya mengabaikan semua kepentinganmu nanti di akherat. Padahal Rasulullah SAW telah mengingatkan dalam sabdanya: <em>&#8220;Ingatlah akan akherat! Sebab kalian telah lari dari mengingatnya dan lebih mencintai ajilah</em> (duniawi)&#8221;.</p>
<p>Sungguh, cepat atau lambat dirimu akan berpisah dengan segala yang kau senangi dari dunia ini. Semua akan senang meninggalkanmu tanpa kau bisa berbuat apa-apa. Bahkan apa yang selama ini kau banggakan dan kuasai akan secara paksa di rampas darimu. Sebagai gantinya, engkau pun mati berkalang tanah di liang kuburan. Sehingga Imam Ali RA pernah berkata: “Mengingat akhirat merupakan obat dan kesembuhan, sedangkan mengingat dunia merupakan penyakit paling parah&#8221;. Dan ini sejurus dengan sabda Rasulullah SAW, berikut ini:</p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa sering mengingat akhirat, niscaya maksiatnya berkurang&#8221;</em> (HR. Ali bin Abi Thalib RA)<br />
<em></em></p>
<p><em>&#8220;Pilihlah (keuntungan) akhirat, niscaya dunia mendatangimu dalam keadaan hina (tunduk)&#8221;</em> (HR. Ali bin Abi Thalib RA)</p>
<p>Sehingga sadarlah kekasihku, janganlah kau terus disibukkan dengan perkara dunia ini. Jangan pula dengan kesibukan itu kau pun lalai terhadap kewajibanmu. Atau di dalam hati dan pikiranmu hanya ada syahwat dan kenikmatan duniawi, terus mengumpulkan kekayaan dan hanya ingin terkenal di hadapan manusia. Padahal itu hanya akan membuatmu kian terhina dan celaka di hadapan-Nya.</p>
<p><em>“Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!”</em> (HR. At-Tirmidzi)</p>
<p>Wahai kekasihku. Sesungguhnya seorang Mukmin itu adalah dia yang gemar bekerja keras hingga raganya letih. Ia terus semangat dalam memenuhi semua kebutuhan hidupnya di dunia. Namun, ia bekerja bukan untuk menumpuk harta kekayaan, tetapi sekedar memenuhi kewajibannya kepada Tuhannya. Pengabdiannya itu hanyalah sebagai upaya dalam menjaga amanah Tuhan &#8211; seperti; menjaga tubuh, akidah dan ibadah &#8211; dan bukan untuk menuruti hawa nafsu. Sehingga ia memang merasakan letih di dunia ini, tetapi punya harapan besar bahwa di akherat kelak ia pun bisa beristirahat dengan tenang di dalam Syurga-Nya.</p>
<p>Sedangkan lain dengan mereka yang celaka, yaitu di antara pribadi yang letih di dunia hanya demi menumpuk kekayaan dan menyenangi maksiat. Di dunia mereka ini telah sibuk dan letih, mereka terus terburu-buru dalam menikmati kesenangan dengan mengulur-ngulur tobat. Mereka juga selalu cemas kalau-kalau harta yang dengan susah payah di kumpulkan akan hilang, atau kesenangan ragawi menjadi habis (karena sakit atau tua). Bahkan nanti di akherat, ia terpaksa harus tetap sibuk dengan segala pertanggungjawaban lengkap dengan siksaan di Neraka. Sehingga selamanya akan merasakan letih dalam bekerja sia-sia, tanpa pernah beristirahat dengan nyaman.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Orang yang berakal mengabaikan keindahan dunia kecuali sesuai dengan kebutuhannya. Begitupun seorang yang memahami akherat cenderung memalingkan dirinya kecuali demi kebenaran. Sehingga ia tidak menyibukkan diri untuk dunianya, melainkan sekedar untuk menguatkan dirinya agar bisa meniti jalan menuju akherat yang penuh ridha-Nya&#8221;</em></p>
<p>O.. renungkanlah wahai kekasihku. Tubuh yang kau rasa cantik itu akan terkikis usia dan tak lagi indah. Ia akan terus keriput dan akhirnya akan rusak di makan belatung. Dirimu pun menjadi hancur dan tidak menyisakan apapun kecuali nama (itu pun jika di kenang orang). Sehingga mau tidak mau engkau pun harus pindah ke akherat. Karenanya, sebelum semua itu terjadi, maka sebaiknya engkau menata langkah untuk menuju negeri akherat agar selamat. Pikirkan setiap kebutuhanmu di dunia ini, demi bekal di akherat nanti. Yaitu amal shalih dan senantiasa sesuai dengan contoh yang telah diberikan oleh kekasih sejati, yaitu Rasulullah Muhammad SAW.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/wanita-tua.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4534" title="wanita tua" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/wanita-tua.jpg?w=300&#038;h=219" alt="" width="300" height="219" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Ibnu Umar RA pernah berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi SAW dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang Mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, <em>‘Yang paling baik akhlaqnya’</em>. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang Mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, <em>‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas&#8221;</em> (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al-Haitsamiy. Syaikh Al-Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata: hadits hasan)</p>
<p style="text-align:left;">Allah SWT juga mengingatkan tentang hal ini di dalam Al-Qur`an, seperti:<br />
<em>&#8220;Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya)&#8221;</em> (QS. Al-Aanbiya [21] : 1)</p>
<p style="text-align:left;"><em>&#8220;Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: ‘Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul,&#8230;&#8221;</em> (QS. Ibrahim [14] : 44)</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/kuburan.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4543" title="TPU Karet" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/kuburan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Untuk itu kekasihku. Janganlah engkau menjadi orang yang celaka. Janganlah kau terus memenuhi hatimu dengan perhatian terhadap duniawi, sementara dirimu mengharap dapat fokus memikirkan akherat dan mendapatkan balasan yang nikmat. Sebab itu tidak mungkin, karena dunia dan akherat tidak akan bisa bersatu di dalam hatimu. Sehingga jika kau menginginkan akherat, maka lepaskanlah ketergantungan hatimu terhadap dunia ini. Namun bila kau menginginkan dunia ini saja, maka lupakanlah harapan indah terhadap kehidupan akherat.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Barangsiapa yang dapat melihat nyatanya akherat dengan mata hatinya, maka dengan sendirinya akan menginginkan akherat. Ia merindukan balasan keindahan yang kelak Allah SWT berikan dan segera menganggap hina kenikmatan dan semua kelezatan duniawi yang sebenarnya terus menipu&#8221;</em></p>
<p style="text-align:left;">Ya. Kosongkanlah hatimu dari syahwat dunia yang menipu ini. Cukuplah ia hanya sebatas kebutuhan lahirmu, atau sesuatu yang bisa mengantarkanmu untuk bisa hidup secara normal dan kuat dalam menempuh usia tanpa memasukkannya ke dalam sanubari. Jangan hidup dalam kemunafikkan, yaitu melakukan amal ibadah bukan karena Allah SWT, melainkan karena mengharap pujian dari makhluk dan kepopuleran. Sebab, barangsiapa yang melakukan amal perbuatan bukan karena Allah SWT, maka ia menjadi hamba yang tersesat dan jauh dari ridha-Nya.</p>
<p style="text-align:left;"><em>&#8220;Barangsiapa yang dihalangi untuk berakhlak lembut, maka ia akan dihalangi dari seluruh kebaikan&#8221;</em> (HR. Muslim).</p>
<p style="text-align:left;">O.. Janganlah hatimu di rampas oleh dunia, sebab ia memang suka merampas hati seseorang dan membalasnya dengan penderitaan di akherat. Hati-hati, karena jika engkau berbuat <em>riya`</em> saja, maka dirimu telah terlena dan siap menjadi sosok yang menyekutukan Tuhan. Engkau pun jelas melupakan Dia, sebab amal perbuatanmu kau persembahkan buat mereka, selain Tuhanmu.</p>
<p style="text-align:left;">Sehingga, carilah <em>maqom</em> (kedudukan) yang di tempati oleh orang-orang yang mulia. Yaitu semangat dalam mengarungi kehidupan dunia tanpa meninggalkan kepentingan akherat sedikitpun. Sebuah cita-cita yang tinggi dalam amal shalih dan tidak putus-putus (<em>istiqomah</em>). Sebab, dengan begitu kau akan sibuk mengagungkan Tuhan dan berusaha untuk terus mengikuti perintah-Nya serta menjauhi setiap larangan-Nya, tanpa terkecuali.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Allah SWT tidak meridhai dunia bagi kekasih-Nya. Dia akan membersihkan hati kekasih-Nya itu dengan condong pada akherat. Sebab, bila cinta pada dunia, maka ia akan cinta pada hawa nafsu. Sedangkan saat ia cinta pada hawa nafsu, tentulah ia akan terus menuruti kesalahan dan menjadi makhluk yang lemah&#8221;</em></p>
<p style="text-align:left;">Semoga kita senantiasa diberikan kesabaran dalam menjalani ujian kesenangan dunia ini. Selalu mengingat kematian dan akherat yang pasti datang demi selalu waspada dari godaan syaitan. Sebab, tiada keindahan selain hasil mulia dari setiap kesabaran yang di jalani, yaitu balasan anugerah-Nya atas ketaqwaan.</p>
<p style="text-align:left;">Yogyakarta, 20 Desember 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4532/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4532&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/12/20/renungan-akhir-tahun-mengingat-akherat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/merenung-1.jpg?w=144" medium="image">
			<media:title type="html">merenung 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/wanita-tua.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wanita tua</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/kuburan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">TPU Karet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Syair Cintaku (Juli-Desember 2011)</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/12/16/kumpulan-syair-cintaku-juli-desember-2011/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/12/16/kumpulan-syair-cintaku-juli-desember-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 17:43:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi_ku]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4513</guid>
		<description><![CDATA[Cukup lama terabaikan tentang syair dan puisi di blog ini. Kangen rasanya. Sehingga kali ini, di malam yang dingin ini, ku cuba menuangkan beberapa bait syair dan puisi yang terekam sejak bulan Juli hingga Desember 2011. Setiap kalimatnya adalah perwakilan dari perasaan yang kerap terlintas dalam mengarungi waktu di kehidupan ini. Ada perasaan cinta, kasih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4513&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/syair-cinta-oedi.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4514" title="syair cinta Oedi`" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/syair-cinta-oedi.jpg?w=120&#038;h=150" alt="" width="120" height="150" /></a>Cukup lama terabaikan tentang syair dan puisi di blog ini. Kangen rasanya. Sehingga kali ini, di malam yang dingin ini, ku cuba menuangkan beberapa bait syair dan puisi yang terekam sejak bulan Juli hingga Desember 2011. Setiap kalimatnya adalah perwakilan dari perasaan yang kerap terlintas dalam mengarungi waktu di kehidupan ini. Ada perasaan cinta, kasih sayang, kecemasan dan tentunya duka lara. Sebagian telah terabadikan dalam karya tulisan artikel dan buku karanganku. Yang semua  terangkum lengkap dengan pengalaman pribadi dan tentunya imajinasi.</p>
<p><span id="more-4513"></span>Untuk mempersingkat waktu, silahkan nikmati bait-bait berikut ini:</p>
<p><strong>* Juli 2011</strong><br />
<em>&#8220;Duhai kekasihku. Selama masih hidup di dunia, seseorang tidak bisa menghindar dari tindakan. Napasnya pun adalah tindakan. Sehingga cermatilah tindakanmu dalam sehari-hari, karena ia selalu menimbulkan akibat&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Jangan pernah bersedih hati, sebab yang kau sedihkan itu sebenarnya tidak penting bagi keberhasilanmu. Dan tidak pernah terjadi bahwa seorang yang larut dalam kesedihan lantas bisa tiba di puncak kebahagiaan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasih. Untuk sementara kisah kita terjalin mesra. Namun karena kau memutuskan untuk menyudahi, akupun mengikuti. Untuk sementara kereta perjalanan kita berhenti. Kau ambil jalanmu sendiri akupun mengikuti jalanku sendiri&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Kekasih. Kau telah mengikatku dengan sebuah kenangan. Meski sekalipun kau belum pernah menyentuhku, tapi separuh hati dan jiwaku telah terenggut olehmu&#8221; </em></p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4522" title="5" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/5.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><em></em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Semangatkan dirimu dalam upaya membebaskan diri dari penjara batin. Tidak mengapa ragamu terkunkung dalam ujian yang berat, tapi jangan sampai batinmu terkurung kesesatan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasih. Selamat tinggal kuucapkan padamu, untuk masa lalu kita. Meski baru kemarin kita bertemu, namun atas kehendakmu maka perpisahan menjadi jalan terbaik. Aku pun mengikutinya, karena itu pula yang terbaik bagiku kini&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Biarkan diri terbimbing oleh Diri Yang Tertinggi. Tetaplah pada sikap itu dan abaikan keragu-raguan, sebab sifat yang selalu cemas adalah satu jalan yang berliku menuju kehancuran. Penyesalan pun kian kemari menyesakkan dada, sedangkan tak sedikitpun darinya seseorang beroleh faedah, meski secuil&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Orang yang telah menundukkan hatinya pada nilai kesederhanaan adalah pemiliki budi pekerti. Pemisahan kebaikan dan keburukan tentulah menjadi tindakannya sehari-hari. Sehingga selama hidup ia tetap berjalan di atas kebenaran meski sedih menemaninya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Dengan kerendahan hati, setiap pribadi bisa menyadari akan anugerah dan ujian. Kesedihan hanya akan dianggap sebagai bumbu kenikmatan hidup. Tanpanya seakan menjadi hampa, dengannya perilaku kehidupan akan senantiasa terkawal dalam wujud doa dan tawakkal. Yang menjadikan hari-harinya makin sedap dalam ikhtiar dan kesabaran yang sesungguhnya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Teruslah menggapai apa yang kau inginkan dengan tidak menjadikan kegagalan dan rasa sedih sebagai penghalang. Justru halangan yang ada di arah jalanmu adalah anugerah Tuhan agar dirimu lekas terbebas dari kerumitan dan kebodohan&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Sangat tidak pantas bila kita menjauhi seseorang hanya karena satu atau dua kata yang menyakitkan darinya. Atau ketika kita mendapatkan kebiasaan buruk yang tidak bisa diterima, padahal selain itu apa yang telah ia berikan kepada kita lebih banyak manfaat dan makna kebaikan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Persahabatan akan membuntuti di setiap langkah hidup manusia, karena dia adalah kebutuhan bagi jiwamu. Dialah benih yang kau tanam dengan cinta kasih, kemudian kau panen dalam buah kebahagiaan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Persahabatan adalah sebanyak ruang dan waktu, karena tiada maksud lain kecuali saling mengisi dan membutuhkan. Dengan hikmah kebaikan mereka bertambah kaya, namun dengan prasangka buruk ia merasa paling miskin dihadapan satu sama lainnya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Kehidupan yang agung adalah citra Tuhan yang ada di dalam diri manusia. Ia adalah realitas yang merangkum keseluruhan sifat aktifitas dan jembatan antara dunia dan syurga&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Semasa mudaku ini, kuingin cinta yang tulus dan murnilah yang akan menjadi guruku. Di masa separo baya, ia-lah yang akan menjadi penolongku. Dan hingga di masa tuaku nanti, cinta inilah yang akan menghiburku serta menjadi kesenangan dan kebahagiaanku. Bahkan ketahuilah, bahwa cinta ini akan selalu ada dan akan menghantarkan aku hingga akhir hayat nanti&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Manusia terkadang sering terbawa dalam angan-angan semunya. Ia menganggap sesuatu yang tidak kasat mata sebagai yang tidak nyata. Sehingga kerap kali menyembah berhala yang tidak jarang dari hasil kerja tangannya sendiri&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Para pecinta telah memastikan diri untuk memilih kebebasan di dunia yang akan datang. Sedangkan orang-orang yang kufur memilih kebebasan saat di dunia sekarang. Sehingga beruntunglah para pecinta meski sengsara di kehidupan ini, dan rugilah mereka yang menghabiskan kebahagiaan hanya untuk di dunia ini saja&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Nikmatilah cinta dengan terus menghargai proses dan tidak pernah menutup kemungkinan dalam kehidupan. Meski semua keadaan hidup akan berbeda-beda dari satu sisi dengan sisi yang lainnya, satu bentuk ke bentuk lainnya, maka asalkan terus menghargai cinta kau pun bisa menyesuaikan diri&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Ketidaksengajaan membawaku padamu. Namun bukan cinta yang diraih dalam manisnya hidup. Tiap-tiap nila terseruput lirih dalam waktu yang berlalu. Sedangkan aku adalah budak dari rasa sakit dan kesendirianmu&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Terbitlah cahaya keindahan di cerah wajahmu. Tertuanglah bahagia di manis senyummu. Pesona jilbab anggunmu membangkitkan keheningan hati. Yang kian menampakkan kemuliaan akhlakmu duhai kekasihku&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasih. Di kesendirianku terukir harapan indah. Terlukis cantik engkau cintaku. Dan tak kuat ku melupakanmu. Karena kau selalu ada di hatiku meski tak mungkin bersatu&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Cinta adalah anugerah Tuhan yang paling berharga. Karena cinta adalah sebuah ketulusan yang membelai jiwamu dengan lembut. Maka dari itu, selalu ingatlah bahwa ketika engkau berjalan di atas sebuah cinta, jadikanlah ketulusan hati sebagai landasannya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku sayang. Jika siang telah berlalu, terang pun berganti dalam bayang gelap. Tenangkan dirimu, pejamkan matamu dan haturkan doa dalam ketulusan. Dekatkanlah dirimu selalu kepada Allah, karena aku terus menyertaimu dengan doa yang indah untuk kita&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;O.. Mengapa masih saja aku mengharapkannya, padahal dialah yang mencampakkan diriku? Mengapa bayangannya terus saja bergentayangan di pikiranku, padahal berulang kali ia pun mengecewakanku? Sungguh, adakah seorang disana yang bisa menggantikan dirinya, yang sebenarnya adalah belahan hatiku?&#8221;</em><br />
<em>&#8220;Kekasihku. Jangan kau mengira orang yang sederhana telah menjadi miskin dalam kepemilikan, karena ketahuliah bahwa sebenarnya ia telah banyak menumpuk harta bagi jiwanya kelak. Ruhnya menjadi sangat kaya dengan kesabaran dan tidak menjadi serakah dalam kesombongan dunia&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;O.. kekasihku. Banyak yang berpemilikan sedangkan harga diri yang dipunyai sangatlah rendah. Meskipun ia kaya raya dan berkedudukan tinggi, namun sejatinya ia tak jauh lebih hina dari seorang pengemis. Sebab, dalam mencapai kepemilikannya ia tidak berbeda dari pencuri dan pembunuh hak orang lain&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Jadikan kecintaamu kepada-Nya melebihi cintamu kepadaku. Sebab, aku hanya menginginkan kau menjadi dirimu sendiri, tidak yang lain. Aku pun tidak menginginkan kau menjalani kehidupan dengan terpaksa dan oleh sebab keinginanku. Sebab, harapanku hanya melihatmu tetap terseyum dalam kebahagiaan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Indahmu terlukis dalam kanvas nurani. Elokmu tertata rapi bersama batin yang suci. Tak perlulah ku puji cantikmu. Sebab akhlakmu menunggang hatiku&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Kian menyesakkan setiap waktu di perjalanan ini. Setiap harinya terasa berat menghimpit batinku. Mungkinkah saat yang luarbiasa itu akan terlaksana? Atau apakah memang diriku mesti lebih bersabar dalam masa-masa penantian ini?&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Oh.. Inginku cepat terbebas dari keadaan ini. Harapku segera terlepas dari tekanan yang menyesakkan selama ini. Kapankah saat yang dijanjikan itu menjelang dalam hidupku? Sebab ku telah bosan menanti dalam masa yang tak pasti&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Apa aku tak dapat apa yang aku inginkan? Padahal siapakah yang dapat berpisah dari kesedihan tanpa perasaan pilu di hati? Karena telah banyak serpihan jiwaku berserakan di sepanjang jalan ini. Membuatku terus menunggu akhir setiap harinya dalam sebuah ketidakpastian&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Setiap langkah yang dilakukan oleh pribadi adalah sebab, sedangkan yang terjadi baginya adalah akibat. Setiap mendapatkan akibat yang menyenangkan, maka itu adalah hasil dari kebaikannya. Sebaliknya, bila sebab yang di mulai dengan ketidakbaikan, tentu hanya akan mendatangkan kemalangan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasih. Getir yang mencibir tak pelak dalam rasaku. Guratannya menjadikan lirih di penjuru kalbu. Tiada yang sudi membalikkan dukaku. Karena bahagia telah jauh dari hariku&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasih. Aku meminum darah dari hatiku, tapi mengapa kau anggap air segar yang ku teguk? Aku mengharap indah dari jiwamu, namun mengapa kau beri kado kekecewaan?&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Tetaplah teguh dalam kesucian dan abaikanlah senda gurau duniawi. Sebab yang mesti kau lakukan adalah membebaskan diri dari pertentangan kepentingan. Biarkan diri terbimbing oleh Diri Yang Benar, karena olehnya hatimu akan tercerahkan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku renungkanlah, bahwa hidup bukan hanya untuk hari ini saja. Dan bukan pula hanya untuk mencari kehidupan dunia semata. Tetapi lebih kepada makna dari kehidupan itu sendiri. Sebab kehidupan hari ini untuk menggapai suatu hari nanti. Jangan pernah terlena di kehidupan dunia ini. Karena seindah apapun itu, hanyalah tipuan belaka, semu dan terkadang tak nyata&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Ya Allah. Jangan Kau siksa diriku dengan terus membayangkan keindahan dirinya. Merasa bahwa hanya dialah yang dapat menghibur sedihku atau cuma dia yang bisa mengisi kekuranganku. Sebab, aku hanya ingin dapat terus mencintai-Mu melebihi sesuatu pun di dunia ini, selamanya&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Janganlah terlalu sibuk dengan urusan duniawi. Sebab, setiap orang sejak awal kehidupan hingga batas ajal menjemput harus tetap memilih kebenaran dari pada kejahatan. Sehingga saat manusia bisa memahami kaidah bahasa Tuhan, maka ia akan memperoleh kelebihan&#8221; </em><br />
<em>&#8220;Kekasihku. Sia-sialah orang yang terus mengerjakan shalat namun ia telah lalai dalam shalatnya. Ia pun hanya mengikuti gerak tubuhnya dalam ritualitas, sedangkan batinnya menengadah tinggi ke atas langit&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Kurangkai bait-bait puisi dalam tempayan hati yang terbuat dari kasih dan sayang. Ku layangkan pula syair keindahan yang dapat memenuhi heningnya malam ini dalam hembusan napas suci. Dan aku telah bersenandung dalam puisi cinta, yang dapat menghubungkan antara hatimu dan hatiku meski telah berjauhan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Kutahu betapa besar cintamu padaku dan betapa besar pula aku di uji dengan mencintaimu. Namun biarkan hidup ini penuh dengan kehendak-Nya. Sebab, begitulah cara-Nya nanti kita akan bersatu dalam mahligai kebersamaan sejati&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Ketika pikiran seseorang hanya mengejar hawa nafsu, maka ia tidak memiliki budi. Ketenangan jiwanya pun akan hilang, kemudian akan datanglah kebingungan, lalu hilang pula ingatan. Inilah pertanda akan musnahnya kedamaian. Sehingga kebahagiaan pun akan pergi dari kehidupan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Peliharalah kondisi cinta di dalam hatimu dengan nilai kezuhudan dan tulus hanya demi penghambaan diri pada-Nya. Lalui tiap-tiap proses hidup ini dengan kesabaran yang tinggi dan tetap berusaha semaksimal mungkin dalam meniti jalan lurus yang telah di tentukan-Nya&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Hai kekasihku. Apabila kegandrungan materi telah menampakkan wajahnya di dalam dirimu, jangan biarkan ia terus mengendalikan pribadi. Hati-hatilah, bahwa duniawi ini bukanlah satu-satunya kehidupan. Dan tiada indahnya bila hidup enak namun dalam masa yang keliru penuh dosa&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;O.. Kekasihku. Kau adalah keindahan yang memendar cinta bagi hari. Sedangkan aku adalah harapan yang memudar di telan senja. Apakah ini mimpi penghias langkah malam? Karena jalanku tersembunyi di balik kesunyian dan kebersamaan kita adalah khayalan, tidak lebih&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Sangat disayangkan bahwa sebagian dari manusia hanya akan berusaha mencari cahaya dikala terjebak di dalam goa yang dalam. Disaat kesenangan dan senda gurau dunia terang dirasakan, ia pun lupa pada hikmah keindahan. Sehingga baru tersadar saat kesedihan melanda diri, lalu berusaha mati-matian mencari cahaya itu lagi&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Hancurnya peradaban disebabkan oleh kesalahan segelintir manusia. Banyak yang tahu sebabnya, akan tetapi sebagian besar dari mereka terus mengabaikannya. Maka timbullah kelongsoran besar dalam akhlak dan akibatnya kehidupan ini tidak dapat tertolong karena di telan bencana besar&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Siapakah kita di dunia ini bila bukan apa-apa selain tubuh tanah liat? Meski kau sulit menyelidiki makna dengan mendalam, tetap saja cinta itu dekat di hatimu. Namun kau mencari hakekat dengan mengikat sebuah kata. Padahal dengan begitu kau telah memenjarakan kebebasan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;O..Kekasihku. Tak lama lagi negeri ini akan jatuh ke dalam jurang yang dalam. Karena karakter mulia terus memudar dan sering dikompromikan. Sifat-sifat duniawi pun terus menjadi pengendali. Mereka berprilaku tidak sepantasnya dan mata mereka menjadi rabun karena telah kehilangan harta mereka yang paling berharga&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Berbagai hikmah bisa datang pada masa suka dan dukanya kehidupan. Namun hakekat akan datang disaat cinta telah melanda diri dan sadar akan hal itu&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Cintaku ada, sejak aku belum mengenalmu. Kerinduanku ada, sejak aku belum bertemu denganmu. Takdirlah yang menentukan itu semua. Dan anugerah pula yang akan menyatukan kita&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Mari istirahatkan kapal kita sebelum kembali ke tengah lautannya. Perbaiki layarnya, karena akan kita pergunakan untuk berlayar mengarungi luasnya samudera kehidupan cinta. Mari kita tambal dasarnya yang berlubang, sebagai landasan berpijak kita nanti. Perbaiki juga dinding dan atapnya, dimana akan dijadikan pelindung dari kuatnya badai perjalanan cerita kita kedepan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Aku melihatmu dengan cinta, karena kasihnya telah menuai indah dalam akhlakmu. Aku merinduimu dengan kasih, sebab jiwa dan raga ini berpadu utuh dalam cinta yang sejati&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Mungkin aku tak seindah yang di bayangkan, karena banyak sekali kekuranganku. Tetapi aku akan menghatur kepada Sang Khalik. Untuk berusaha bahkan menjadi lentera juga bagimu, selama hidupku&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Bersyukurlah dengan disertai wajah yang manis, seperti madu yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Jadilah kumbang dan mawar dalam metabolisme kehidupan. Sebab, bagi mereka menunda untuk memberi dan mendapatkan pemberian adalah kebinasaan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Aku telah berusaha merebut hatimu dengan semua kelembutan budi, tapi mengapa engkau menjauhiku. Menghilang dengan sikap yang penuh misteri. Engkau memang menghindariku, namun perilakumu jelas menunjukkan bahwa kau sendiri sangat membutuhkanku&#8221; </em></p>
<p><strong>* Agustus 2011</strong><br />
<em>&#8220;Ya Allah. Lapangkanlah hatiku. Tenangkanlah jiwaku. Dan heningkanlah pikiranku dalam mencintai-Mu&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Kelemahan terbesar manusia itu terkadang muncul disaat ia merasa tenang, karena saat itulah ia cenderung lalai dan lupa diri. Padahal seharusnya terus waspada dalam kehidupan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Hatimu adalah cermin yang kotor. Bersihkanlah debu yang melekatinya, karena hati ditakdirkan untuk memantulkan cahaya hakikat Ilahi&#8221;</em></p>
<p><strong>* September 2011</strong><br />
<em>&#8220;Duhai kekasihku. Sesungguhnya dunia ini hanyalah jalan yang sekedar di lalui. Untuk itu ambillah bekal sebanyak mungkin dari tempat yang kau lewati ini. Karena akherat nanti adalah tempat kediaman yang abadi&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;O&#8230; Masa lalu hanyalah sebagian kecil dari waktu kehidupanku. Masa depanlah yang jauh lebih besar. Untuk itu, lebih baik memikirkan masa depan demi kebahagiaan, daripada mengenang masa lalu yang banyak kesedihannya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Dunia ini adalah medan perang bagi para pejuang. Dan ketika kau terus membekali diri dengan kemampuan kanuragan dan olah batin, maka kesempatan untuk memenangkan pertempuran semakin luas. Meski pertarungan berlaku setiap saat, kau akan tetap bertahan hingga akhir kehidupan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;O.. Indahnya jatuh cinta, dan ketika aku telah mencintaimu, maka kau tak perlu cemas. Meski tak ada seorangpun yang menganggapmu cantik, aku akan terus merasa bahwa kaulah yang tercantik. Dan bila semua orang berkata tentang kekuranganmu, yakinlah bahwa di hatiku hanya dirimu yang sempurna&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Betapa kosong nilai harimu, bila duniawi terus saja kau buru. Sungguh hilang kemuliaanmu dalam kehidupan ini, saat nikmatnya maksiat terus di turuti&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Tak bisa aku untuk tidak memikirkanmu. Pesonamu terus mengisi ruang batinku. Keindahanmu tetap menghiasi jantung hatiku. Dan ketika waktu belum mempertemukan kita, maka tak kuasa diri ini menahan rindu&#8221; </em></p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/air-terjun.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4523" title="air-terjun" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/air-terjun.jpg?w=300&#038;h=220" alt="" width="300" height="220" /></a></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Zaman terus berubah, teknologipun kian berganti. Namun untuk iman janganlah pernah berpaling. Tetaplah pada keagungan cinta (Islam), sebab itulah yang akan menyelamatkan saat berada di hadapan-Nya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Sungguh dunia ini adalah anugerah yang paling sedikit dari Allah SWT. Kerajaan-kerajaannya hanya debu yang kecil tak berarti. Lantas mengapa kau tak bergeming dari rasa angkuhmu, dengan terus saja berpaling dari Tuhan?&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Sungguh aneh bahwa betapa banyak manusia yang terus memakmurkan negeri yang fana ini, sehingga terus mengabaikan kemakmuran negeri yang abadi. Padahal setiap rasa pahit dari dunia adalah madu bagi akherat, dan manisnya kesenangan duniawi adalah kepahitan bagi akherat&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Untukmu aku akan sedia menunggu dan menunggu. Tapi ingat, pasti selamanya itu tidak bisa kulakukan. Dan ketika di tengah jalannya nanti kutemukan cahaya yang indah, maka aku pun akan menyatu dengannya. Berbagi dengannya, dan berpelukan cinta dalam kehangatan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Setiap awalnya cinta akan datang pada siapapun. Namun setelah ketulusannya berubah atau terpengaruh oleh nafsu, maka ia (cinta) akan pergi meninggalkanmu. Sedangkan yang tertinggal hanyalah birahi&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Bagiku kau bukanlah permata yang indah. Tetapi cahaya yang berkilauan, yang membuat permata pun dapat tampil menarik hati&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Mendekatkan padaku kini sebelum waktu memisahkan kehidupan kita. Cintailah aku setulusnya sebelum engkau kehilanganku&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;O.. Kekasihku. Bagaimana aku bisa menjauh dari-Mu, jika Engkau adalah semua kebutuhanku. Bagaimana aku dapat meninggalkan-Mu, bila diri-Mu tentunya segala keinginanku&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Cinta adalah pembebas dari segala belenggu. Sehingga, melayang-lah bersama cinta laksana burung yang kokoh sayapnya. Walau di dalam cinta terdapat berbagai cawan berisi kesedihan, namun dunia kebahagiaan tetap ada karena cinta&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Sesuatu itu akan menjadi teramat berharga ketika mulai langka dan menghilang dari sisi kehidupan. Sedangkan kehancuran terus hadir saat cinta telah pergi dari hati seseorang&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Sesuatu itu akan menjadi teramat berharga ketika mulai langka dan menghilang dari sisi kehidupan. Sedangkan kehancuran terus hadir saat cinta telah pergi dari hati seseorang&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Cerdaskanlah dirimu dalam hidup dan kehidupan ini. Baca kaidah keindahan yang terhijab di balik kemuliaan. Dekati Cahaya keyakinan agar engkau dapat meniti jalan yang lurus kedepan. Bawa saja kemanapun engkau pergi dan jangan sampai tertinggal. Karena kau akan bisa melihat bahwa jalan menuju akherat adalah begitu indah&#8221;</em></p>
<p><strong>* Oktober 2011</strong><br />
<em>&#8220;Duhai kekasihku. Berlarilah mendekat pada kebenaran dan jauhi segala macam kejahatan. Pertahankan keindahan haq dan buang jauh-jauh tipu daya kebathilan. Pisahkan di antara keduanya. Agar kita bisa menetap dalam anugerah dan rahmat-Nya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Sungguh begitu besar pengaruhmu dalam kehidupanku. Setiap terjagaku, bayanganmu hadir. Saat kesendirianku, kenangan akan kebersamaan kita tetap menghantui. Dan meskipun sejenak kita berjumpa, namun cinta telah melekat utuh di dalam hati&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Ya Allah. Cukuplah Engkau segala kebutuhanku. Sungguh kebanggaanku bahwa Engkau adalah Tuhanku. Kemuliaan terbesarku bahwasannya aku telah menjadi hamba-Mu. Untuk itu, kuingin menjadi seperti yang Engkau inginkan. Sebab, Engkau sendiri adalah seperti yang kuinginkan&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;O.. Sungguh heran, begitu banyak manusia yang lupa akan kematian, padahal kematian tidak akan melupakannya. Mereka terus berharap lebih tentang keabadian, padahal kesempatan takkan pernah memberinya barang secuil&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai diri. Tidakkah engkau merasa malu? Karena kau terus bersenang-senang bersama kebodohan maksiat dan dosa. Kau pun sering bertelanjang bersama kehinaan. Sehingga karenamu itulah aku tertahan di antara syurga dan neraka&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Siapa yang membela agama adalah penerima perintah Tuhan. Jika ia setia dengan sikap ini, maka akan mendapatkan keajaiban. Karena ia tetap sibuk dalam perilaku baik. Kehidupannya sehari-hari hanya untuk mengagungkan Tuhan dan mengabdikan diri pada hakekat cinta. Sehingga beruntunglah dia dalam kehidupan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Jika seseorang hanya memikirkan dunia, maka ia akan merasakan kesusahan lantas berakhir dengan kehancuran. Sedangkan jika ia terus berpegang teguh pada kebenaran dan tidak mudah tergiur dengan kesenangan duniawi yang kerap menipu, maka akan baiklah kehidupannya dan mulialah dirinya di hadapan-Nya.&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Janganlah kita menjadi pribadi yang terus larut dalam kesenangan duniawi yang sesaat ini. Sebab, dunia ini akan tetap menjadi negeri kebenaran selama kita pun sudi membenarkannya. Ia pun akan mengantarkan pada kemuliaan, saat kita sendiri mau memuliakannya&#8221; </em></p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/bromo-semeru.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4524" title="Bromo-semeru" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/bromo-semeru.jpg?w=300&#038;h=196" alt="" width="300" height="196" /></a></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Bertemu denganmu, aku telah menemukan apa yang selama ini kucari. Bersama denganmu, kurasakan bahwa langit telah nyata menjadi saksi akan sucinya cinta kita. Karena kau adalah anugerah terbesar Sang Maha Rahiim&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Ya Rabb, ampunilah aku dengan kasih-Mu. Berilah diri ini kesempatan untuk memperbaikinya. Sebab, bila seandainya segala kebaikan yang telah kulakukan di hamparkan, maka ia akan seperti lingkaran kecil di atas gurun pasir dosaku. Dan mungkin akan lebih banyak lagi dari itu&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;O.. kekasihku. Mengapa begitu banyak manusia yang sengaja membutakan mata dan tulikan telinga hati dari kebaikan dan nilai kebajikan? Padahal yang namanya buta dan tuli itu tidaklah membuatnya sempurna&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Sungguh di balik derita ada bahagia dan dibalik yang baik tentu ada pula yang buruk. Namun setiap kesenangan dapat berubah, ketika anugerah-Nya di lipat diantara taring-taring maksiat&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Berikan isyarat bahwa kau masih mencintaiku. Tepis semua kebimbanganmu, percayakan pada keagungan cinta, sebab aku disini tetap menantimu&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Begitu banyak pribadi yang tidak jenuh dengan sifat buruk di dalam dirinya. Namun ketika ia melihat keburukan itu pada diri orang lain, maka ia akan membenci dan sakit hati padanya. Padahal bukankah sebaiknya ia merasa dipermalukan? Sebab, kualitas buruk pada akhlaknya telah di buktikan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Dalam keharibaan Tuhan janganlah bersedih. Sebab kasih-Nya akan senantiasan menghiburmu. Dan jika kau benar-benar ikhlas menerima apa adanya kehidupan, segala kebahagiaan akan menyatu bersamamu&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Kita sesungguhnya selalu berkomunikasi. Meski jarak merentangkan zahir, ketiadaan tidak pernah ada bagi hati kita. Bahkan dalam perpisahan kita tetap bergaul, dan dalam dua jasad kita adalah satu&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Saat ini aku mendengar suara kesedihan berderak patah dalam batinmu. Meski tak terngiang di cuping telinga, namun memekak di hatiku. Aku merasakan tangisanmu, tapi tak dapat mengulurkan bantuan. Sebab, lingkaran keraguan, kesenangan duniawi dan penyembahan berhala nafsu terus kau pelihara tanpa berhenti&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Aku bersyukur atas shalihmu. Atas kesediaanmu dalam suka dan tangisku. Untuk itu, dengarkanlah segala hasrat kesadaranku, bahwa aku akan terus setia mencintaimu sepanjang hidup ini&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Sungguh Tuhan telah menganugerahimu kecantikan, untuk itu percantiklah selalu pribadimu. Tuhan pun sudah melimpahkan padamu banyak kesempatan, maka dari itu perbanyaklah waktumu dalam kemuliaan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Tak ada rangkaian bunga seindah tutur bahasamu, karena dirimu memancarkan indahnya surga. Keelokan akhlak dan parasmu, mewakili cantiknya sang bidadari. Hingga siapapun akan bahagia bila di dekatmu. Akupun inginkan itu, melebihi bahagianya orang lain. Karena kaulah yang terindah, dan aku selalu ingin kamu. Itu saja&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Tiada yang lebih menakutkan daripada dunia. Sebab, kenikmatan yang ia berikan bisa mendatangkan keburukan. Lantas bagaimana dengan keburukannya?&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Lampauilah segala bentuk zahir. Lepaskan ikatan-ikatan duniawi. Temukanlah makna persandingan kita dihadapan cinta yang agung. Kemudian lihat, bahwa kebijaksanaan telah Tuhan restui sebagai langkah hidup kita&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Bila kau mengamati setiap maknanya bagi kehidupan, maka semua yang lewat di jalan waktu akan terlihat cantik menawan hati. Itulah hakekat cinta sejati. Sebab, segala sesuatu meski baik maupun buruk adalah nilai terpenting dari keseimbangan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Kuingin bertemu, menatap dan membelai wajah indahmu. Kuingin pula bisa berbincang dan saling berbagi suka dan duka denganmu. Dan meski waktu belum memberikan jawabannya, cintaku akan untuh hanya untukmu&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Perpisahan kita ini adalah ujian besar tentang apakah kita tetap mencintai atau berpaling kepada yang lain. Dan jika kita memang berjodoh, maka Tuhan akan menunjukkan jalan-Nya. Menyatukan kembali cinta kita, demi masa depan yang cemerlang&#8221;</em></p>
<p><strong>* Nopember 2011</strong><br />
<em>&#8220;Duhai kekasihku sayang. Berkaryalah dg riang gembira di sisi kebenaran. Sebab, Tuhan pun selalu dekat dg sisi itu. Dan kebenaran yg ada karena karya Tuhan, akan mengalahkan semua kebatilan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Kerja zahir hanya di pandang sarana bagi orang beriman. Ketenangan bantinlah yg sesungguhnya ia cari. Sehingga ketika ia bekerja dengan manusia, maka ia akan bekerja sebagai manusia. Sedangkan saat ia bekerja dengan Tuhan, maka ia akan berlaku sebagai malaikat yg patuh&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Malam ini negeri kita tengah mempertunjukkan hilangnya jati diri bangsa, runtuhnya moral dan pembangkangan akan hakekat Dzat Tuhan. Sehingga kondisi batin kian terpuruk namun jasad makin gemilang mengikuti duniawi. Sedangkan azab Allah tinggal menunggu waktu&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Apalah arti ilmu tanpa dikaryakan dalam sebuah tulisan? Sebab, ia akan terus usang dan berlalu tanpa kenangan yg berarti dalam sejarah peradaban&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Kita berdua adalah para musafir yg harus terus berjalan. Sabar dan teguhlah dalam mengikuti perjuangannya. Sebab, saat nanti kita pasti bertemu di tengah jalan-Nya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Tanpa pemahaman yg benar, maka ajaran agama hanya akan menjadi konsep lahiriah tanpa adanya kekuatan batiniah. Sehingga agama pun berubah menjadi sekedar adat dan rutinitas belaka&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Tanpa kebenaran, mustahil dunia akan mampu bertahan. Dimana ada kejahatan dan ketidakadilan merajalela, maka kebenaran harus atau akan tampil memeranginya. Meski pun sedikit, maka pejuang kebenaran ini akan tetap ada sepanjang waktu untuk mengiringi perjalan dunia&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Marahlah seperti orang bijak. Menangislah layaknya mereka yang shalih. Namun kemudian jadikanlah diri sebagai pribadi yang senantiasa bereaksi kebaikan pada segala sesuatunya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Ketika ragaku memburuk dalam terpaan waktu, maka beralihlah kesempatan bagi derap langkah untuk bergerak. Aku menjadi usang bersama redup sinar. Tertunduk layu bersama embun yg menguap ke atas langit tinggi&#8221; </em></p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/beautiful-nature-pictures-from-croatia.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4529" title="Plitvice Waterfalls" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/beautiful-nature-pictures-from-croatia.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Setiap awalnya, cinta akan datang pada siapapun. Namun setelah ketulusannya berubah atau terpengaruh oleh nafsu, maka ia (cinta) akan pergi. Sedangkan yang tertinggal hanyalah birahi&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;O&#8230; Aku belum menemukan sahabat yang benar-benar sahabat. Kekasih yang benar-benar bisa dijadikan kekasih. Karena semua masih menutup diri pada kebenaran Tuhan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Sungguh banyak pribadi yg mengkritik hikmah Allah. Mereka kerap memberontak kehendak-Nya, padahal ia di atas jangkauan akalnya. Semua terjadi sebab mereka terus menjadikan akal sebagai alat ukur, sehingga lupa bahwa hikmah Allah jauh di luar batasan akal dan pikirannya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Bagiku kau tampak indah dari yg terlihat. Sejatimu adalah sosok yg unggul dari sekian banyak pribadi. Sehingga tak mungkin ku menjauh darimu, karena kau adalah cinta pertama dan terakhirku&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Saat ini aku menyaksikan kenalanku menemani dengan lahirnya namun memusuhiku dengan batinnya. Aku pun melihat orang-orang terus menertawakanku saat melihat diri ini sengsara dan miskin dalam harta. Dan di kala saatnya aku berbahagia, ia pun iri dan membenciku&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;O.. kekasihku. Orang yang dengan seksama merenungkan keabadian cinta dan memikirkan kejernihannya tanpa dikotori dengan kekeruhan ilusi, akan mendapatkan kesenangan yang tiada batas. Keinginan jiwanya akan tercapai dalam bertambahnya usia, meskipun dalam waktu yang relatif singkat&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Jangan tampakkan wajah murammu, karena itu adalah penghinaan kepada kebagusan. Tampilkan saja dengan sebaik mungkin, namun tetap dalam kesederhanaan. Sebab, bagi yg mengagungkan kecantikan dalam bentuk fisik, maka menyesallah saat waktu terus berlalu dan menggerogoti usia&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Hai kekasih. Benarkah kau meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Kuasa? Sebab kulihat kau tak mengindahkan perintah dan larangan-Nya; contohnya menutup aurat. Lalu apakah itu layak dikatakan beriman? Sedangkan kehidupanmu tak sesuai dg hukum dan aturan-Nya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Penyebab bersedihnya hati dan susahnya pikiran adalah keberpalingan dari Allah SWT. Itu terjadi karena diri cenderung pada hasrat duniawi semata. Sehingga saat kegagalan terjadi dalam usaha, yg tertinggal hanyalah putus asa dan protes&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;O.. kekasih. Kau telah mengobrak-abrik semesta batinku. Kehadiranmu meriwayatkan sejarah cinta dalam hidupku. Tak mampulah ku luput dari napas hidupmu, karena semua larut dalam kerinduan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Ketulusan berawal dari kasih sayang. Sedangkan kasih sayang berakar pada cinta. Sehingga bila seseorang telah memiliki cinta di dalam hatinya, maka kemuliaan dan kebahagiaanlah akibatnya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Bergaul dengan orang yang cuma membicarakan dunia adalah sumber terbesar sakitnya hati dan rusaknya akal. Ia pun menjadi penyebab jauhnya diri dari kebenaran. Sehingga hilanglah kemuliaan&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Orang yang tidak mau menerima nasehat, akan terpeleset dan binasa di jalan cinta. Dia juga bisa membunuh jiwanya sebelum ajal datang menjemput. Karena mayoritas kehidupannya hanya di penuhi dengan perbuatan tercela&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai peminang bidadari Syurga. Tanamkan tekad meskipun secuil di hatimu. Capailah Cahaya Petunjuk dengan membuka pikiran dan mata batinmu. Kemudian lihat bahwa pertolongan Allah adalah pasti dalam kehidupan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Baik adalah tidak baik. Sedangkan tidak baik adalah baik&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Salah satu yang paling membuat hatiku menjadi lapang dan tenang, adalah ketika aku bisa merenungkan setiap keindahan ciptaan Tuhan YME. Melihat, mendengar, merasakan serta menukmati setiap jengkal alam pegunungan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;O.. Kekasihku. Mengapa begitu banyak yang menghina dirinya dengan menjualnya pada dunia? Padahal seharusnya membeli dan memerdekakannya demi kebebasan hakiki&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Ketulusan berawal dari kasih sayang. Sedangkan kasih sayang berakar pada cinta. Sehingga bila seseorang telah memiliki cinta di dalam hatinya, maka kemuliaan dan kebahagiaanlah akibatnya </em></p>
<p><em>&#8220;Cinta yang melahirkan angan-angan dan nafsu adalah cinta yang bersumber dari kebiasaan buruk. Cinta semacam ini tidak akan langgeng, karena mesti berubah saat yang di angan-angankan tidak sesuai kenyataan&#8221;</em></p>
<p><em>&#8221; Duhai kekasihku. Belum bertemu denganmu saja aku telah jatuh cinta. Lalu bagaimana bila sudah bertemu? O.. tak terbayangkan seberapa besar cintanya aku padamu nanti, karena semuanya tentulah dalam keindahan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Sungguh begitu banyak dari manusia yang meragui kekuasaan Dzat Allah. Mereka pun terus menjauh dari-Nya dengan tidak meminta hanya kepada-Nya. Padahal saat murka saja Dia masih memberi karunia, lantas bagaimana keadaannya ketika Dia telah ridha?&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Kecantikanmu haruslah keluar dari dalam dirimu. Ia mastilah muncul dengan terus menjaga kehormatan diri. Tidak ada aurat yg terbuka, karena dengan menutupinya kau tampak lebih ayu dan mempesona&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;O.. Kekasihku. Kau telah mengunci mati hatiku. Membuatnya tidak bisa berpaling barang sejenak. Dan meski hingga kini pertemuan kita masih dalam misteri-Nya, seolah-olah kau selalu hadir di hadapanku dalam cinta&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Jika hatimu telah terisi taqwa, jiwa menjadi suci dan terus zuhud pada kehidupan dunia, maka rasakanlah keindahan cinta&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Orang yang memiliki cinta di hatinya hanya akan merasa bahwa perbedaan adalah keindahan, persaingan adalah kesehatan, dan kemajemukan adalah anugerah&#8221;</em></p>
<p><strong>* Desember 2011</strong><br />
<em>&#8220;Duhai kekasihku. Tetaplah engkau berada disisiku. Perhatikan sampai sebatas mana aku melangkah di jalan kebenaran. Dan bila terlihat aku melenceng, maka ingatkanlah dg cintamu. Perbaiki setiap kekhilafanku, agar aku terselamatkan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Aku telah menemukan kenyamanan bagi diriku. Maka saat ini tak perlu lagi mencari yg lebih nyaman selain hanya urusanku&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Ya Allah, Dzat yg telah menciptakanku. Ampuni hamba-Mu yg hina ini karena dosanya. Maafkan daku, karena semua itu kulakukan dalam kebodohan, Dan kasihi diriku, sebagaimana Engkau telah mengasihi orang-orang yg bertaubat&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Janganlah terus melalaikan Tuhanmu. Janganmelupakannya, dengan terus sibuk mencari sesuatu yang selain Dia&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Ya Allah. Jika harapan dan keselamatan hanya terhimpun bagi orang yg baik, maka bagaimana si pendosa (diriku) ini bisa mendapatkan ampunan-Mu?&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Ya Allah. Kematianku hanya Engkau yg mengaturnya. Dalam kondisi sehat maupun sakit. Namun ketika kelak diriku bertemu dengan-Mu, tentu tak ku miliki bekal sedikitpun. Kecuali permohonan ampun dan harapan atas kasih-Mu&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Tak mengapa kau miskin dalam kepemilikan, tapi janganlah miskin dalam ilmu dan agama. Tak jadi soal kau memiliki kekurangan dalam bentuk fisik, asalkan tidak dalam hati dan akhlakmu&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Kau adalah sosok terindah yg ku syukuri kehadirannya. Kau penghibur saat diri ini merasakan sepi. Namun, itu tidaklah cukup, sebab hingga kini waktu belum mempertemukan lahir kita. Sedangkan rindu terus menikam hatiku&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Cinta dapat terungkap, lewat ucapan yg meski tidak terdapat kata-kata cinta. Ia pun bisa jelas terlihat, walau bukan dari perbuatan yg romantis. Karena sesungguhnya cinta adalah sesuatu yg tetap indah dalam segala hal&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Mari tinggalkan kecintaan yang berlebihan terhadap dunia. Biarkan cinta sejati (kepada Allah SWT) saja menjadi fokusmu. Sebab, tidak mungkin ada dua objek yang berlawanan berada di dalam satu wadah hatimu sekaligus&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Jika tingkat ilmu rendah, maka akan rendah pula harapan untuk bersifat qona&#8217;ah. Begitu pun amal kebajikan. Jika tarafnya berkurang, maka berkurang pula tingkat kedekatan seseorang di hadapan Allah SWT&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku ketahuilah. Untuk mendapatkan keselamatan, maka kau harus berpikir tentang sejauh mana pengetahuanmu tentang kekuasaan-Nya, kerajaan-Nya, kehendak-Nya, serta sifat-sifat-Nya. Karena dengannya nanti tentu cintamu akan bertambah. Sebab, tersingkapnya keindahan Tuhan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Ya Allah. Tak kuasa hamba jauh dari-Mu. Sungguh menderita bila Engkau tak di dekatku. Sehingga kuatkanlah jiwa ini dan lapangkanlah pula hatiku. Karena hanya satu harapanku, yaitu Engkau sudi mengampuniku&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;O&#8230;kekasihku. Cintailah keindahan yg sejati. Sebab, tidak ada sesuatu yg lebih mulia, lebih agung, lebih tinggi dan lebih sempurna selain keindahan yg di pinjam dari karunia Allah SWT. Dan itu bisa di tangkap hanya dg kesejatian cintamu&#8221; </em></p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/raja-ampat.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4526" title="raja-ampat" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/raja-ampat.jpg?w=300&#038;h=210" alt="" width="300" height="210" /></a><em></em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Siapakah kita ini jika bukan sekedar tubuh tanah liat yang akan menua dan mati oleh usia? Sehingga, baiklah kita terus mengintropeksi diri dan memperbaiki setiap kekurangannya. Agar tenang hati ini. Agar selamat jiwa ini&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Ya Allah. Tanamkan di dalam hatiku anugerah kerinduan pada-Mu. Bersihkan setiap kotoran jiwaku dg mengingat akan Dzat-Mu. Dan bila malam telah datang merayuku dalam kemalasannya, maka kasihanilah hamba agar dapat merayu-Mu untuk mengampuni dosa-dosaku&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Allah SWT tidak meridhai dunia bagi kekasih-Nya. Dia akan membersihkan hati kekasih-Nya itu dg condong pada akherat. Sebab, bila cinta pada dunia, maka ia akan cinta pada hawa nafsu. Sedangkan saat ia cinta pada hawa nafsu, tentulah ia akan terus menuruti kesalahan dan menjadi makhluk yg lemah&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Ya Allah. Anugerahkan hamba dengan rasa cinta pada-Mu. Dengan rasa senang akan cinta pada perintah-Mu. Sebab, dengan mencicipi sebagian dari kemurnian cinta-Mu itu, jauh lebih hamba sukai dari isi dunia&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Ya Allah. Anugerahkan dalam diriku kemampuan untuk mencintai keagungan-Mu. Sibukkan hatiku untuk selalu mengingat-Mu. Sebab, kebahagiaan terbesarku adalah kedekatan dg cahaya-Mu&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Bila kau mengklaim telah mencintaiku, maka keluarkanlah rasa cinta pada dunia dari hatimu. Jauhkan ia dari pandangan batinmu dan biarkan ia cukup sebatas penglihatan zahir. Sebab, mencintaiku dan mencintai dunia takkan mungkin bersatu di dalam hatimu. Sehingga pilihlah satu di antara keduanya, agar kau bisa memiliki dan bersanding denganku&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Ku ingin terus mencemburuimu dalam satu hal, yaitu tentang kecintaanmu pada Allah SWT. Sebab, dengannya nanti aku dapat terus berlomba denganmu dalam kebajikan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Tunjukkan cintamu padaku dg melawan jiwamu yg cenderung pada kesenangan duniawi. Buktikan cintamu padaku dg terus berjuang mengalahkan hawa nafsu. Dengan begitu aku akan melihat kepadamu dan kau akan melihat kepadaku secara jelas. Sebab, hijab di antara kita telah terangkat&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Bukalah matamu. Tajamkanlah penglihatanmu. Dengan pandanganmu, kumpulkanlah Cahaya dari hamparan kehidupan ini. Dan bila tampak olehmu berjuta keindahan, maka yakinlah bahwa itu adalah anugerah-Nya bagi dirimu yg zuhud&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Pertahankan rasa cintamu itu. Kuatkan saja bersama harapan pertemuan kita. Jangan kau bersedih karena aku masih belum disisimu, sebab cinta kita telah satu dalam cinta-Nya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Orang yg celaka adalah dia yg merasa selalu benar dalam tindakannya dan puas akan hal itu. Ia terlalu percaya diri bahwa setiap perbuatannya tidak berbahaya, padahal ia telah mendekati maksiat dan zina. Sehingga ia pun menjadi makhluk yg akan mendatangkan murka Tuhan, karena berbadan manusia berjiwa syaitan&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;O.. kekasihku. Seorang yg telah benar mengetahui bahwa Allah SWT adalah Tuhan Penguasa alam, akan terlihat dari rasa takutnya. Semakin ia mengetahui hakekat-Nya, maka semakin pula ia merasakan takut. Sehingga terus saja patuh pada aturan-Nya dan tunduk pada larangan-Nya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Telah ku lihat dg jelas bahwa Cahaya Ilahi menjauh pergi dari negeri ini. Bahkan kini telah diangkat tinggi dari sekeliling kita. Tidakkah kau cemas akan hal ini? Sebab tak lama lagi bisa memastikan turunnya bencana besar dan hancurnya peradaban&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Orang yg benar agamanya akan memelihara waktu-waktunya. Oleh sebab dadanya telah dilapangkan dan hatinya sudah dipenuhi iman, ia mengetahui bahwa setiap hela napasnya bak mutiara yg tak ternilai. Sehingga takkan sudi menggadaikannya dg kesenangan semu duniawi. Karena ia pun terus semangat menggapai kedamaian akherat yg abadi&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Kekasihku. Orang yang telah sadar, baik melalui dirinya sendiri atau pun melalui bantuan orang lain, akan mendapatkan kenikmatan yang tiada terkira. Ia juga akan memandang segala sesuatunya dari manfaat dan kerugiannya. Sehingga ia pun terus berjalan dalam langkah yang benar lagi di ridha-Nya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Barangsiapa yang dapat melihat nyatanya akherat dengan mata hatinya, maka dengan sendirinya akan menginginkan akherat. Ia merindukan balasan keindahan yang kelak Allah SWT berikan dan segera menganggap hina kenikmatan dan semua kelezatan duniawi yang sebenarnya terus menipu&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Duhai kekasihku. Orang yg berakal mengabaikan keindahan dunia kecuali sesuai dg kebutuhannya. Begitupun seorang yg memahami akherat cenderung memalingkan dirinya kecuali demi kebenaran. Sehingga ia tidak menyibukkan diri untuk dunianya, melainkan sekedar untuk menguatkan dirinya agar bisa meniti jalan menuju akherat yg penuh ridha-Nya&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;O.. kekasihku. Rahmat Ilahi dicurahkan karena kemurahan dan kedermawanan-Nya. Ia akan abadi di terima, oleh hati yg siap menyambutnya dg penuh semangat dan keikhlasan&#8221; </em></p>
<p><em>&#8220;Wahai kekasihku. Hati adalah cermin diri. Selama ia bersih dari debu dan karat, maka Cahaya Ilahi dapat memantul di atasnya. Dan saat Cahaya Ilahi telah memantul dari hati yg suci, tentu jalan kebenaran dapat diketahui. Sedangkan kebahagiaan adalah sesuatu yg pasti mengikat kehidupan&#8221;</em></p>
<p style="text-align:center;"><strong>*****</strong></p>
<p>Demikianlah ungkapan hati yang pernah tertuang adalam bait-bait kalimat syair dan puisi. Yang merupakan perwakilan perasaan saat terlintas di benak. Semoga bisa membawa berkah dan manfaat bagi diriku dan kita semua.</p>
<p>Yogyakarta, 16 Desember 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/puisi_ku/'>Puisi_ku</a>, <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4513/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4513&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/12/16/kumpulan-syair-cintaku-juli-desember-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/syair-cinta-oedi.jpg?w=120" medium="image">
			<media:title type="html">syair cinta Oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/air-terjun.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">air-terjun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/bromo-semeru.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bromo-semeru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/beautiful-nature-pictures-from-croatia.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Plitvice Waterfalls</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/raja-ampat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">raja-ampat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerajaan Sunda: Hartharanus, benarkah ini Atlantis?</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/12/15/kerajaan-sunda-hartharanus-benarkah-ini-atlantis/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/12/15/kerajaan-sunda-hartharanus-benarkah-ini-atlantis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 05:27:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4500</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku sekalian. Dalam tulisan ini, sekali lagi saya mengajak Anda untuk kembali mengulik tentang sejarah bangsa kita. Tentang betapa nenek moyang kita dulu adalah sosok yang luar biasa dan pernah menjadi contoh bagi peradaban dunia. Sehingga harapannya adalah bahwa kita pun termotivasi untuk turut mengikuti prestasi mereka. Keluar dari kebodohan dan ketertinggalan peradaban seperti sekarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4500&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/prasastikawali.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4504" title="prasastikawali" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/prasastikawali.jpg?w=150&#038;h=140" alt="" width="150" height="140" /></a>Saudaraku sekalian. Dalam tulisan ini, sekali lagi saya mengajak Anda untuk kembali mengulik tentang sejarah bangsa kita. Tentang betapa nenek moyang kita dulu adalah sosok yang luar biasa dan pernah menjadi contoh bagi peradaban dunia. Sehingga harapannya adalah bahwa kita pun termotivasi untuk turut mengikuti prestasi mereka. Keluar dari kebodohan dan ketertinggalan peradaban seperti sekarang ini. Atau berusaha semaksimal mungkin untuk tetap percaya diri dan segera memperbaiki keadaan &#8211; seperti rusaknya akhlak dan rendahnya pengetahuan &#8211; agar kita pun dapat meraih kebahagiaan dan keselamatan hidup.</p>
<p><span id="more-4500"></span>Nah, untuk mempersingkat waktu, mari kita ikuti penelusuran berikut ini:</p>
<p><strong>1. Kerajaan Hartharanus dan Prabu Heru Cakra</strong><br />
Menurut tutur yang berkembang di masyarakat, dahulu kala di Pulau Jawa pernah ada kerajaan yang sudah menganut paham monotheos. Kerajaan besar yang diapit oleh Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, serta dikenal dengan sebutan Hatharanus itu diperintah oleh seorang raja agung yang adil dan bijaksana dengan gelar Prabu Heru Cakra. Sementara bahasa yang digunakan saat itu adalah Ingsun Sabda yang akhirnya di sebut dengan akronim Sun-Da.</p>
<p>Dibawah kearifan dan ketegasan prabu Heru Cakra, jadilah pulau Jawa sebagai mercusuar Nusantara. Oleh karena itu, layaknya suatu bahasa yang memiliki karakter sebagai sarana untuk berkomunikasi, baik lisan maupun tulis, maka hingga sekarang aksara dan bahasa SunDa masih tetap lestari di tengah tengah masyarakat Nusantara khususnya di pulau Jawa bagian barat.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/aksara-sunda-kaganga.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4501" title="aksara sunda (kaganga)" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/aksara-sunda-kaganga.jpg?w=214&#038;h=300" alt="" width="214" height="300" /></a>Tabel: Aksara SunDa (Kaganga)</p>
<p>Prabu Heru Cakra juga dikenal sebagai seorang tokoh yang menyebarkan ilmu hubungan urat syaraf yang berhubungan dengan tiap ruas urat syaraf manusia. Dari mulai tulang ekor hingga tulang tengkorak. Ilmu ini lebih dikenal dengan sebutan Gelang Naga (gelang tenaga). Konon, dinasti Shambala dari Tibet juga mempelajari ilmu ini melalui pertukaran budaya pada masa kejayaan Sriwijaya, dan kemudian ilmu ini dikenal dengan nama Kala Cakra.</p>
<p>Waktu terus berlalu tanpa terasa dan di tandai dengan masuknya agama Hindu dan Buddha. Ilmu Heru Cakra pun mulai berkembang ke luar pulau Jawa, demikian pula saat agama Islam masuk dan berkembang pesat di seantero Nusantara. Silang pendapat tentang kehidupan tokoh yang satu ini, juga seolah tak berkesudahan. Di tataran SunDa meyakini, bahwa Heru Cakra hidup dan mukim di Bantar Kawung Cianjur Jawa Barat. Sementara yang lain meyakini beliau telah hidup pada zaman purba.</p>
<p>Terlepas dari silang pendapat yang berkembang di masyarakat, pada zamanya, tak ada yang bisa menampik, betapa di tanah Jawa pernah ada suatu peradaban yang tinggi dan besar yang dapat dibuktikan dengan adanya bahasa persatuanya, yaitu SunDa. Yang sampai tulisan ini di buat masih sangat lestari di tengah tengah masyarakat, khususnya di Jawa bagian Barat.</p>
<p><strong>2. Legenda Silat dan Pangeran Pengampun</strong><br />
Bagi para guru sepuh ilmu silat, nama Pangeran Pengampun bukanlah nama yang asing. Tetapi pada saat sekarang mungkin hanya beberapa perguruan ssaja yang masih mengenalkan sosok legendaris Pangeran Pengampun.</p>
<p>Konon ilmu silat sudah dikenal jauh sebelum agama Hindu dan Buddha masuk ke Nusantara. Dimana dibuktikan bahwa di Nusantara ini (sebut saja Pulau Jawa), sudah memiliki peradaban yang sangat tinggi. Banyak fosil manusia tertua di dunia ditemukan di daratan pulau Jawa, seperti dimulai dari <em>Pithecantrphus eretus</em> sampai ke <em>Mojokerto soloensis</em>.</p>
<p>Pulau Jawa, adalah daerah kapital dari kerajaan Hartharanus. Pangeran Pengampun adalah satu di antara kerabat prabu Heru Cakra yang namanya tetap hidup. Sampai saat sekarang, dimana ilmu yang digelar oleh Pangeran Pengampun adalah ilmu pengharkatan energi yang berbasis pada hubungan urat syarat yang berhubungan dengan setiap ruas tulang manusia. Khususnya ruas tulang belakang dari mulai tulang ekor sampai dengan tulang tengkorak. Ilmu tersebut dikenal dengan istilah Gelang Naga (Gelang tenaga). Konon dinasti Shambala dari Tibet mempelajari ilmu ini melalui pertukaran budaya pada masa kejayaan Sriwijaya. Yang kemudian dikenal dengan ilmu Kala Cakra..</p>
<p>Jelasnya bahwa keilmuan Gelang Naga (gelang tenaga) yang membangkitkan (harkatan/herkaton) energi melalui ring-ring dari disetiap ruas tulang manusia. Dimana setiap di setiap ring ruas tulang terhubung dengan urat syaraf yang berhubungan dengan organ oragn vital manusia. Yang dalam pengertiannya jika energi ini mengalami hambatan, maka ada bagian spesifik tubuh yang tidak teraliri oleh energi yang dirasakan sebagai rasa sakit di organ tersebut yang terasa tidak nyaman.</p>
<p>Masuknya agama Hindu dan Buddha ke Jawa, menyebabkan keilmuan yang berasal dari Pangeran Pengampun semakin maju bahkan beredar keluar pulau Jawa. Namun lafads “Pengampun” sangat sulit diucapkan bagi orang diluar Jawa. Sehingga pemujaan terhadapa Pangeran Pengampun hanyalah terdengar seperti gumanan/lafads yang berbunyi ”<em>Houm houm houm</em>&#8220;. Demikian pula setelah Nusantara dimasuki agama Islam pemujaan terhadap Pangeran Pengampun disebut sebagai &#8220;Waliullah wakil Kesatu”. Dari sekian banyak ilmu hikmah yang diajarkan oleh para Wali banyak menyebutkan Pangeran Pengampun Waliullah wakil kesatu”</p>
<p>Sehingga secara jelas bahwa “legenda Pangeran Pengampun” tetap hidup dimulai dari zaman Pra Hindu-Budhha sampai saat sekarang. Sosok Pangeran Pengampun adalah tokoh yang tidak masuk dalam catatan sejarah dan namanya hidup dimasyarakat, maka beliau menjadi tokoh legenda. Akan tetapi bagi mereka yang mempelajari ilmu-ilmu hikmah akan menemui sebutan “Pangeran Pengampun waliullah wakil kesatu” didalam mantra-mantra tertentu.</p>
<p>Di tatar Sunda (Parahiangan), dipercaya bahwa Pangeran Pengampun pernah hidup di Bantar Kawung Cianjur Jawa barat. Sedangkan di Jawa Tengah Pangeran Pengampun dipercaya pernah hidup di masa kerajaan Hartharanus. Dan dihormati namanya oleh para Wali dengan sebutan &#8220;Waliullah wakil Kesatu&#8221; yang artinya Wakil yang berkaromah yang berkedudukan di atas para wali.</p>
<p><strong>3. Kesimpulan sementara</strong><br />
Dengan menilik penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan sementara. <em>Pertama,</em> di pulau Jawa dahulu ada sebuah kerajaan yang besar dengan nama Hartharanus. <em>Kedua, </em>negara Hartharanus jika dibaca dari belakang bisa menjadi Nusantara. <em>Ketiga</em>, dalam <em>spelling</em> orang Barat &#8211; khususnya Yunani: Plato -, kata Hartharnus menjadi Atlantis. Yang dipercaya oleh mereka sebagai benua yang hilang dan benua yang memiliki peradaban sangat tinggi. <em>Keempat,</em> bahwa di pulau Jawa ada bahasa kesatuan yang disebut bahasa Sun-Da (bahasa Ingsun Sabda). <em>Kelima</em>, keilmuan tentang energi berkaitan dengan energi yang memancar/merambat dari setiap ruas tulang manusia khususnya ruas ruas tulang punggung. Mengalir melalui urat syarat menuju organ organ tubuh yang vital. Ilmu ini pun menyebar kemana-mana bahkan hingga tibet. <em>Keenam</em>, banyak versi tentang prabu Heru Cakra dan legenda Pangeran Pengampun yang beredar di masyarakat. <em></em></p>
<p>Kajian ini masih bersifat sementara dan perlu ditelusuri lebih dalam untuk bisa menemukan sejarah yang sebenarnya. Tapi paling tidak bisa memberikan gambaran dan dukungan, bahwa memanglah Nusantara ini dulu pernah memasuki zaman dan peradaban yang sangat maju, serta menjadi pemimpin dunia. <em>Wallahu`alam.</em></p>
<p>Yogyakarta, 15 Desembar 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<p>[Disadur dari beberapa artikel di internet]</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/info-terbaru/'>Info Terbaru</a>, <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4500/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4500&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/12/15/kerajaan-sunda-hartharanus-benarkah-ini-atlantis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/prasastikawali.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">prasastikawali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/aksara-sunda-kaganga.jpg?w=214" medium="image">
			<media:title type="html">aksara sunda (kaganga)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kaum yang Terlaknat</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/12/12/kaum-yang-terlaknat/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/12/12/kaum-yang-terlaknat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 07:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4468</guid>
		<description><![CDATA[Wahai saudaraku. Mampukan dirimu untuk bersabar, karena Allah SWT akan menguatkan dan membuatmu mampu. Tekunlah dalam hal ini, sebab Dia akan memudahkanmu. Engkau akan bertahan, selama masih ada kesabaran di dalam dirimu demi mengagungkan-Nya. Namun jika engkau bersedih, berkeluh kesah, bahkan menentang-Nya, maka Dia akan semakin memberikan ujian yang lebih berat. Bencana dahsyat pun akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4468&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/kaum-yg-terlaknat-3.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4469" title="kaum yg terlaknat 3" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/kaum-yg-terlaknat-3.jpg?w=147&#038;h=150" alt="" width="147" height="150" /></a>Wahai saudaraku. Mampukan dirimu untuk bersabar, karena Allah SWT akan menguatkan dan membuatmu mampu. Tekunlah dalam hal ini, sebab Dia akan memudahkanmu. Engkau akan bertahan, selama masih ada kesabaran di dalam dirimu demi mengagungkan-Nya. Namun jika engkau bersedih, berkeluh kesah, bahkan menentang-Nya, maka Dia akan semakin memberikan ujian yang lebih berat. Bencana dahsyat pun akan datang bertubi-tubi &#8211; seperti yang kini sering terjadi &#8211; tanpa kenal ampun. Hingga engkau pun termasuk dalam golongan orang yang mati sia-sia dan celaka.</p>
<p><span id="more-4468"></span>Ya. Jika demikian kondisi hatimu &#8211; menentang kehendak-Nya -, maka bersiaplah menjadi seorang yang munafik. Sebab, orang yang munafik itu adalah dia yang senang menggadaikan kenikmatan akheratnya dengan kesenangan semu duniawi ini, atau menjual Tuhannya untuk makhluk. Ia tidak percaya dengan sesungguhnya bahwa Tuhan adalah Yang Maha Kaya dan Berkuasa tanpa tandingannya. Sehingga ia tidak meminta hanya pada-Nya, melainkan kepada sesuatu yang lain dari-Nya.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Mari tinggalkan kecintaan yang berlebihan terhadap dunia. Biarkan cinta sejati (kepada Allah SWT) saja menjadi fokusmu. Sebab, tidak mungkin ada dua objek yang berlawanan berada di dalam satu wadah hatimu sekaligus&#8221;</em></p>
<p>Saudaraku, janganlah berlaku seperti itu, karena lambat laun akan membangkitkan kemurkaan Allah SWT beserta kebencian-Nya. Celakalah dirimu, jika lisanmu mengucapkan ketaqwaan, <em>tahmid</em> (<em>Alhamdulillah</em>) dan <em>tahlil</em> (<em>Lailaha illallah</em>), sementara hatimu berbuat jahat dan dusta. Celakalah engkau, bila lidahmu berucap syukur (<em>Alhamdulillah</em>) dengan jumlah yang tak terhitung banyaknya, namun hatimu memberontak dan protes pada takdir dan ketetapan-Nya.</p>
<p>Sungguh, engkau keterlaluan. Engkau biasa mengakui adanya Tuhan dan menyembahnya, namun kau masih suka kemusyrikan. Engkau bilang tunduk kepada Tuhan, sedangkan bagaimana dengan ketakutanmu kepada para penguasa dan jin kafir. Engkau berkata sangat mengagungkan Allah SWT dalam segala hal, tapi sejatinya kau pun mempercayai dukun, makam-makam para wali dan ulama, bahkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dukun, para wali, ulama juga ilmu pengetahuan dan teknologi bukanlah Tuhan, lalu kenapa engkau sering menyandarkan nasibmu pada mereka? Atau mengapa dirimu kerap mendudukan mereka setara dengan Tuhanmu?</p>
<p>O.. Seandainya engkau memiliki pemahaman tentang tauhid dan sebenar-benarnya telah mengagungkan-Nya, maka tentulah kau pun menjauh dari hal-hal di atas. Pastilah engkau tidak meminta kepada selain-Nya. Seorang Mukmin tidak akan terus menuruti hawa nafsunya. Karena baginya, maka tidak ada kata &#8220;berdamai&#8221; dengan hawa nafsu. Ia sadar bahwa hawa nafsu hanya akan mengajaknya untuk terus membangkang dari aturan Tuhan, atau merayunya untuk meminta kepada selain-Nya. Sehingga selamanya ia akan mengobarkan perang suci demi keselamatan dan kemuliaan.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Allah SWT tidak meridhai dunia bagi kekasih-Nya. Dia akan membersihkan hati kekasih-Nya itu dengan condong pada akherat. Sebab, bila cinta pada dunia, maka ia akan cinta pada hawa nafsu. Sedangkan saat ia cinta pada hawa nafsu, tentulah ia akan terus menuruti kesalahan dan menjadi makhluk yang lemah&#8221;</em></p>
<p>Jangan pula kau senang dengan keletihan yang dibuat oleh syaitan, karena menuruti hawa nafsumu. Jangan mau diperdayai oleh iblis, saat engkau sibuk bertahlil (mengucapkan kalimat; <em>Lailaha illallah</em>) tetapi hanya di bibir. Justru seharusnya engkau meletihkan segala tahlilmu itu dalam pentauhidan hati. Sertai dengan isi ucapan yang mengandung kesadaran hakekat dan keikhlasan yang mumpuni. Sebab, jika ucapan saja tanpa isi tindakan yang ikhlas dan memahami hakekatnya, maka akan menjadi hal yang sia-sia, bahkan bisa mendatangkan dosa.</p>
<p>Lalu, jangan hiraukan ucapan orang-orang munafik yang berlagak seperti orang alim. Atau tindakan mereka yang sering menunjukkan bahwa mereka seolah-olah hamba yang shalih. Mereka pun kerap mempertontonkan keahlian dalam berdalil dan ceramah yang hebat, padahal hanya demi uang dan popularitas. Sehingga, mereka bukan termasuk sebagai wali atau ulama pewaris Nabi, melainkan sosok pengemban perintah syaitan.</p>
<p>Ketahuilah, bahwa predikat kewalian bukan di ukur dari karomah (kemampuan lahir/kesaktian), banyaknya pengikut apalagi penampilan lahir. Tetapi semua itu dari Allah SWT Yang Mengetahui diri seseorang yang sebenarnya. Segala sesuatunya di lihat dari apa yang mendiami kalbu tiap hamba-Nya. Dan gelar ini hanya diperuntukkan kepada hamba yang bertakwa, mendalam patuhnya dan terlepas dari sifat<em> riya`</em>. Sehingga, sebagian besar dari mereka ini bukanlah sosok yang terkenal melainkan yang tersembunyi. Mereka tidak diketahui oleh manusia, tapi sangat di kenali oleh sesama wali dan penduduk langit (malaikat).</p>
<p>Namun kini, betapa sulitnya mengenali seorang wali yang sejati. Karena telah banyak di zaman sekarang yang mengaku-ngaku sebagai wali. Bahkan dari kalangan awam pun banyak sekali berpura-pura sebagai hamba yang <em>wara`</em> (menjaga diri) dan shalih, ketika ia mempertontonkan kemampuannya dalam menghafal dalil dan kehebatan berceramah. Padahal seandainya engkau telah mendapatkan ilmu dan menempuh jalan yang benar, maka engkau pun memiliki rasa takut yang luar biasa terhadap-Nya. Sehingga terbiasa untuk terus mengoreksi diri dan cenderung ber-<em>uzlah</em> (mengasingkan diri) dari keramaian duniawi. Bahkan karena tingkat kepatuhan yang tinggi, maka seorang yang mulia itu sungguh tidak ingin dikenali.</p>
<p>Ya. Jika dirimu adalah sosok yang beriman, maka tidaklah engkau hanya menghafal syariat agama. Sebaliknya, hanya mengamalkan semua yang diketahui itu tanpa di barengi<em> riya`</em> dan kemunafikan. Semua demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, akan bertolak belakang dengan ulama bodoh dan para shalih yang munafik, karena mereka terbiasa dengan sikap yang ber-<em>tawakkal</em> (berserah diri) kepada kekuatan makhluk dan melupakan Tuhan.</p>
<p>Mereka ini juga termasuk orang yang tekun menjalankan ibadah, tapi hanya lahiriahnya saja. Mereka rajin mengerjakan <em>syari`at</em> (hukum dan aturan agama), namun sebenarnya semua ibadah dan jerih payah mereka itu hanya akan membuat mereka masuk Neraka. Karena di dalam hatinya masih tercemari kemunafikkan dan <em>riya`</em>, yaitu melakukan setiap amal dan ibadah bukan hanya karena Allah SWT, melainkan karena ingin di puji dan di anggap shalih di antara sesama.</p>
<p>Sungguh, aku cemas bahwa umat ini telah menjadi kaum yang terlaknat karena kemunafikannya. Buktinya, mereka telah mengakui akan Tuhan yang Maha Kuasa. Mereka sangat bersikeras dengan mengatakan tiada Tuhan selain Allah. Namun prakteknya, berapa banyak dari mereka yang mengagungkan-Nya? Memang masih banyak kalimat <em>takbir</em> (<em>Allahu Akbar</em>) berkumandang dari menara masjid, tapi apakah mereka telah mengetahui sepenuhnya tentang hakekat kalimat itu? Atau berapa banyakkah dari mereka yang tulus melepaskan diri dari perbuatan maksiat dan zina? Padahal sebenarnya bila seseorang telah memahami kalimat<em> takbir</em> (Allah Maha Besar) itu, tandanya ia mesti merasa bahwa tiada yang lebih berkuasa selain Allah SWT. Ia pun pasti tidak akan berani alias takut hanya kepada-Nya dan tidak akan pernah mengabaikan-Nya. Sehingga dalam setiap tindakannya sehari-hari akan mengacu pada usaha untuk mengikuti setiap perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya tanpa terkecuali. Karena jika tidak, maka hakekatnya sama saja ia tidak lagi menegakkan kalimat <em>takbir</em>, atau dalam artian tidak pernah mengagungkan Allah SWT, sehingga akan sama dengan mereka yang <em>ateis</em> (tidak percaya Tuhan).</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/banjir-kabah.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4470" title="banjir-kabah" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/banjir-kabah.jpg?w=300&#038;h=193" alt="" width="300" height="193" /></a><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/banjir-kabah-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4471" title="banjir-kabah 1" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/banjir-kabah-1.jpg?w=645" alt=""   /></a><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/kaum-yg-terlaknat.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4472" title="kaum yg terlaknat" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/kaum-yg-terlaknat.jpg?w=300&#038;h=201" alt="" width="300" height="201" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Telah ku lihat dengan jelas bahwa Cahaya Ilahi menjauh pergi dari negeri ini. Bahkan kini telah diangkat tinggi dari sekeliling kita. Tidakkah kau cemas akan hal ini? Sebab tak lama lagi bisa memastikan turunnya bencana besar dan hancurnya peradaban&#8221;</em></p>
<p>O.. Kapan hati dan jiwamu bisa bersih, sementara di dalamnya masih terdapat banyak noda dan karat? Engkau masih saja menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu yang kau cintai selain-Nya. Engkau mengaku mempercayai Allah SWT, namun masih saja tidak menyakini akan kekuasaan-Nya. Engkau bicara tentang ketauhidan yang sejati, tapi tetap saja tidak mengesakan-Nya dalam banyak hal. Atau tidak lagi menyembah Allah SWT sebagai Tuhan Yang Sebenar-benarnya, melainkan menyembah tuhan-tuhan yang lainnya, seperti; berhala harta, jabatan dan popularitas.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Untuk mendapatkan keselamatan, maka kau harus berpikir tentang sejauh mana pengetahuanmu tentang kekuasaan-Nya, kerajaan-Nya, kehendak-Nya, serta sifat-sifat-Nya. Karena dengannya nanti tentu cintamu akan bertambah. Sebab, tersingkapnya keindahan Tuhan&#8221;</em></p>
<p>Bagaimana kau menyebut dirimu sebagai seorang hamba yang hanya menyembah Allah SWT, sedangkan hatimu masih disandarkan pada kekuatan makhluk. Kau serahkan semua kebutuhanmu hanya kepada sesama manusia, benda, atau <em>wasilah</em> (perantara seseorang), dengan merasa tidak yakin jika Allah SWT lah yang mengatur dan menganugerahkannya kepadamu. Lalu, apakah ini bukan munafik dan syirik namanya, jika lahiriahmu menyembah Allah SWT namun hatimu tidak yakin pada kekuasaan-Nya? Atau dengan kata lain, kau bertindak tidak sesuai dengan apa yang ada di hatimu dan perintah-Nya.</p>
<p>Wahai orang munafik. Bertaubatlah dengan sebenar-benarnya tobat. Karena bagaimana kalian membiarkan hawa nafsu dan syaitan menertawakan dirimu. Ia melecehkanmu &#8211; dengan membuatmu &#8211; ketika shalat, puasa, zakat, sedekah dan haji hanya demi manusia dan bukan karena Allah SWT. <em>Riya`</em> dan popularitas adalah tujuan akhirmu. Engkau pun banyak menghafal ayat-ayat Al-Qur`an dan Hadits, tapi bukan untuk mengamalkannya, melainkan demi dianggap mumpuni dan seorang yang shalih diantara sesama. Atau engkau sangat senang dengan sambutan hangat dan pujian manusia atas dirimu. Padahal sebenarnya dirimu adalah pembawa sial bagi orang-orang yang kau nasehati dan didik untuk mengikutimu. Engkau ahli <em>riya`</em>,  munafik, pengikut dajjal dan pemimpin mereka dalam kehancuran dan murka Ilahi.</p>
<p>Sehingga, celakalah engkau jika tidak menyadari kekeliruan ini dan segera memohon maaf. Sebab, sebentar lagi engkau akan dilanda kemalangan yang besar dan bencana yang luarbiasa dahsyatnya. Dan setiap kehormatan tidak bisa diraih dalam sekecilpun kemunafikkan. Terlebih debu-debu dan karat yang ada di dalam hatimu tidak pernah kau bersihkan. Yang membuat pandangan batinmu selalu terhalang menuju pada Tuhan Yang Maha Suci.</p>
<p>Untuk itu saudaraku, keluarlah dari golongan orang yang bodoh dan para pencari duniawi, niscaya engkau akan bersama Tuhan mu. Tugasmu cukup hanya patuh pada setiap perintah dan larangan-Nya (Al-Qur`an dan As-Sunnah), dan tak perlu lagi mengotak-atiknya. Tidak usah cemas karena akan tidak terkenal, bahkan diasingkan dari masyarakat, karena Dia akan terus menemanimu. Dan jika engkau berpegang teguh pada sikap ini, maka Dia akan mengajarimu cara untuk bisa<em> zuhud</em> (mengendalikan nafsu), bersyukur dan meraih kebahagiaan sejati. Bahkan dengan kasih-Nya, kau akan menjadi sosok yang dapat membedakan kebenaran dan kebatilan. Seorang yang menjadi pewaris para Nabi dan pengembang perintah Tuhan.</p>
<p>Semoga kita terhindar dari sikap hina di atas. Mari kita memperbaiki rusaknya akhlak dari umat ini. Karena jika tidak, maka tunggulah bahwa murka dan hukuman dari Allah SWT akan segera menghampiri, membuat semua yang telah susah payah dibangun akan musnah. Sedangkan penyesalan adalah sesuatu yang pasti dirasakan dalam kehinaan.</p>
<p>Yogyakarta, 12 Desember 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4468/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4468&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/12/12/kaum-yang-terlaknat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/kaum-yg-terlaknat-3.jpg?w=147" medium="image">
			<media:title type="html">kaum yg terlaknat 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/banjir-kabah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">banjir-kabah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/banjir-kabah-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">banjir-kabah 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/kaum-yg-terlaknat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kaum yg terlaknat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Takutnya Kekasih Allah SWT</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/12/09/kisah-takutnya-kekasih-allah-swt/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/12/09/kisah-takutnya-kekasih-allah-swt/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 10:10:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4458</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku, ketika seseorang telah menangkap indahnya kebenaran Kekasihnya dari dalam hati, maka ia akan memiliki kekuatan yang seimbang. Melalui harapan yang tinggi, ia pun terus merasakan kecintaan yang luar biasa. Sehingga dengan sendirinya akan merasa ketakutan bila menjauh dari Kekasihnya itu. Bahkan menjadi-jadi seiring keimanannya. Semakin hari yang ada hanyalah rasa takut untuk berpisah, namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4458&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/menyesali-dosa.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4459" title="menyesali dosa" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/menyesali-dosa.jpg?w=150&#038;h=120" alt="" width="150" height="120" /></a>Saudaraku, ketika seseorang telah menangkap indahnya kebenaran Kekasihnya dari dalam hati, maka ia akan memiliki kekuatan yang seimbang. Melalui harapan yang tinggi, ia pun terus merasakan kecintaan yang luar biasa. Sehingga dengan sendirinya akan merasa ketakutan bila menjauh dari Kekasihnya itu. Bahkan menjadi-jadi seiring keimanannya. Semakin hari yang ada hanyalah rasa takut untuk berpisah, namun merindukan perjumpaan yang akan terjadi dalam rupa tiada batasan. Yaitu kebahagiaan negeri akherat (Syurga).</p>
<p><span id="more-4458"></span>Ya. Rasa takut pada Kekasih Yang Sejati adalah obat penghilang kesakitan hati. Dengan segala harapan dan renungannya, seseorang akan senantiasa memikirkan yang ia cintai itu. Karena dengan begitulah ia dapat menjalani setiap derap kehidupan dalam keseimbangan dan kebenaran hakiki. Ia pun akan cepat mengetahui bila telah melakukan kesalahan dan dosa. Sehingga akan tersiksa bila tidak segera meminta maaf (bertaubat) pada Kekasih yang paling dicintai, yaitu Allah SWT.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Ya Allah. Anugerahkan dalam diriku kemampuan untuk mencintai keagungan-Mu. Sibukkan hatiku untuk selalu mengingat-Mu. Sebab, kebahagiaan terbesarku adalah kedekatan dengan cahaya-Mu&#8221;</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Ya Allah. Anugerahkan hamba dengan rasa cinta pada-Mu. Dengan rasa senang akan cinta pada perintah-Mu. Sebab, dengan mencicipi sebagian dari kemurnian cinta-Mu itu, jauh lebih hamba sukai dari isi dunia&#8221;</em></p>
<p>Dalam satu waktu Allah SWT pernah berfirman kepada Nabi Dawud AS; &#8220;Wahai Dawud, takutlah kepada-Ku, seperti engkau takut kepada binatang buas yang berbahaya&#8221;. Yang memiliki makna bahwa Allah SWT akan bertindak seperti binatang buas hanya untuk membinasakan sesuatu tanpa peduli. Hal itu karena meski pun Allah SWT menghancurkan alam semesta sekalipun, maka Dia tidak akan peduli. Sehingga Dia sangat patut untuk ditakuti. Sebagaimana sikap Rasulullah Muhammad SAW yang tertuang dalam sabdanya berikut ini:<br />
<em>&#8220;Akulah yang paling mengetahui Allah SWT di antara kalian. Dan aku pula yang paling takut kepada Allah SWT&#8221;</em> (HR. Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad)</p>
<p>Diriwayatkan dari Aisyah RA pula bahwa ketika cuaca berubah dan angin bertiup kencang, maka wajah Rasulullah SAW juga ikut berubah. Beliau berdiri kebingungan di dalam kamarnya, serta keluar dan masuk kamar. Hal itu terjadi karena beliau mencemaskan siksa yang akan diberikan Allah SWT. (HR. Ahmad dan Haitsami)</p>
<p>Begitu pun yang di alami oleh Nabi Ibrahim AS, sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Darda` RA bahwa; &#8220;Detak jantung Nabi Ibrahim AS terdengar dari jarak sejauh satu mil karena takut kepada Tuhannya&#8221;</p>
<p>Lain halnya dengan Nabi Dawud AS. Mujahid berkata; &#8220;Nabi Dawud AS menangis selama empat puluh hari sambil bersujud tanpa mengangkat kepalanya hingga rerumputan tumbuh dari kucuran air matanya dan menutupi kepalanya. Orang-orang berseru; &#8220;Wahai Dawud, apakah engkau lapar? Makanlah! Atau engkau haus? Minumlah! Engkau meratap di bawah kayu hingga terbakar oleh panasnya ketakutanmu&#8221;. Kemudian Allah SWT menerima tobatnya dan mengampuni dosanya. Nabi Dawud AS berkata; &#8220;Wahai Tuhanku, tuliskanlah dosa-dosaku di telapak tanganku&#8221;. Maka dosa-dosanya tertulis di telapak tangannya hingga dia tidak sanggup untuk merentangkan telapak tangannya untuk makan, minum dan hal yang lainnya. Hal itu karena dia senantiasa melihat dosa-dosanya di telapak tangannya dan menangisinya. Seseorang berkata; &#8220;Dawud pernah diberi gelas dengan dua pertiga gelasnya berisi air. Ketika dia menerimanya, dia melihat dosa-dosanya. Belum sampai dia menyentuhkan gelas itu di bibirnya, gelas itu telah penuh dengan air matanya&#8221;.</p>
<p>Suatu riwayat lain mengatakan bahwa Nabi Dawud AS tidak pernah mengangkat kepalanya untuk menatap langit sampai beliau wafat. Hal itu karena beliau malu dan takut kepada Allah SWT. Di dalam munajatnya, Nabi Dawud AS berkata; &#8220;Wahai Tuhanku, jika aku mengingat dosa-dosaku, bumi yang luas seakan-akan menjadi sempit. Namun, ketika aku mengingat rahmat-Mu, jiwaku seakan kembali ke dalam diriku. Maha Suci Engkau wahai Tuhanku. Aku telah mendatangi hamba-hamba-Mu yang shaleh untuk mengobati dosa-dosaku, mereka semua menyuruhku untuk mendatangi-Mu. Sungguh celaka orang-orang yang putus asa dari rahmat-Mu&#8221;</p>
<p>Fudhail RA pernah berkata; &#8220;Aku pernah diberi tahu bahwa pada suatu hari Nabi Dawud AS pernah mengingat dosa-dosanya, hingga beliau melonjak sambil berteriak dan meletakkan tangannya di atas kepalanya. Setelah itu dia berlari sampai di pegunungan hingga binatang-binatang buas berkumpul dan mengitarinya. Beliau berkata; &#8220;Pulanglah! Aku tidak menghendaki kedatangan kalian. Sesuatu yang kuinginkan hanyalah orang yang menangisi dosa-dosanya. Orang yang tidak memiliki dosa, maka apakah yang ia perlukan dari Dawud AS yang penuh dosa ini?&#8221;</p>
<p>Yazid Raqqasyi bercerita; &#8220;Pada suatu hari Nabi Dawud AS keluar menemui orang-orang untuk menasihati dan memperingatkan mereka. Empat puluh ribu orang menemuinya dan tiga puluh ribu orang meninggal (karena menerima dan meresapi nasihat beliau), hingga tersisa sepuluh ribu saja yang dapat pulang ke rumah mereka&#8221;</p>
<p>Riwayat yang lain menceritakan bahwa Nabi Dawud AS memiliki dua orang pelayan. Ketika beliau diliputi oleh rasa takut hingga menyebabkan ia terjatuh dan tubuhnya bergetar, maka kedua pelayannya menahan getaran tubuhnya. Hal itu karena mereka takut jika anggota tubuh Nabi Dawud AS akan terlepas.</p>
<p>Saudaraku tercinta, sungguh demikianlah yang tertanam di dalam hati para kekasih dan pecinta Allah SWT ini. Justru karena mereka adalah utusan-Nya, maka semakin pula rasa takut pada Tuhannya kian besar. Begitu pula yang dialami oleh para sahabat Rasulullah SAW. Oleh karena kecintaan dan rasa takutnya pada Allah SWT, mereka pun berkata:</p>
<p>Abu Bakar RA pernah berkata; &#8220;Seandainya aku seperti engkau, wahai burung. Dan tidak tercipta sebagai manusia&#8221;</p>
<p>Dalam riwayat Ibnu Abi Syaibah, ia berkata bahwa Umar bin Khaththab RA suatu hari pernah mengambil segenggam tanah sambil berkata; &#8220;Seandainya aku menjadi tanah ini. Seandainya aku tidak disebut-sebut. Seandainya aku tidak pernah dilahirkan oleh ibuku. Seandainya aku dilupakan sama sekali&#8221;. Begitupun ketika beliau mendengarkan bacaan Al-Qur`an, ia jatuh pingsan karena ketakutan hingga ia dijengguk selama beberapa hari. Selain itu, terdapat dua goresan hitam bekas air mata di wajahnya. Umar RA berkata; &#8220;Barangsiapa yang takut kepada Allah SWT, dia tidak akan melampiaskan kemarahannya. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah SWT, dia tidak akan menuruti nafsunya. Kalau saja karena hari kiamat, maka keadaan sekarang akan berbeda&#8221;</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/takut-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4466" title="takut 1" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/takut-1.jpg?w=645" alt=""   /></a></p>
<p>Utsman bin Affan RA pernah berkata; &#8220;Aku tidak ingin dibangkitkan lagi setelah kematian&#8221; (Riwayat Ahmad, Baihaqi dan Hakim)</p>
<p>Pada suatu ketika Ali bin Abi Thalib RA memberi salam setelah melaksanakan shalat Fajar. Kemudian beliau membalikkan telapak tangannya dan berkata dengan sedih; &#8220;Aku melihat para sahabat Rasulullah SAW dan aku tidak pernah melihat sesuatu yang menyerupai mereka. Di pagi hari wajah mereka pucat, rambut mereka kusut, dan mata mereka membengkak seperti lutut kambing. Hal itu karena mereka selalu menghabiskan waktu malam mereka dengan bersujud, shalat dan membaca Al-Qur`an, serta naik turun antara kening dan kaki mereka (shalat). Setelah waktu pagi tiba, mereka berzikir kepada Allah SWT dan mencondongkan tubuh mereka seperti condongnya pohon yang tertiup angin. Mata mereka mengucurkan air mata hingga membasahi baju mereka. Demi Allah, aku seolah-olah berada bersama kaum yang lalai pada waktu malam&#8221;. Kemudian Ali RA berdiri. Sejak saat itulah dia tidak pernah terlihat tertawa lagi sampai Ibnu Muljam menikamnya.</p>
<p>Jika Ali bin Husain berwudhu, maka raut mukanya berubah pucat hingga keluarganya bertanya; &#8220;Mengapa engkau terbiasa seperti itu ketika berwudhu? Dia menjawab; &#8220;Tahukah kalian aku hendak berdiri untuk menghadap siapa?&#8221;</p>
<p>Umar bin Abdul Aziz pun pernah berkata; &#8220;Sungguh, Allah telah menjadikan kelalaian sebagai rahmat di dalam hati manusia, yaitu supaya mereka tidak mati karena takut kepada Allah SWT&#8221;</p>
<p>Ya. Begitulah bila rasa cinta yang mendalam bila telah dimiliki oleh seseorang kepada Kekasih Sejatinya. Ketakutan akan kian kentara namun justru menjadi obat yang dapat menyembuhkan penyakit hatinya. Sehingga, meninggalkan sesuatu yang tidak disukai-Nya akan menjadi sesuatu yang ringan dan menyenangkan. Kezuhudan pun menjadi kenyataan tanpa alasan <em>riya`</em> dan kemunafiqkan.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Ya Allah. Tanamkan di dalam hatiku anugerah kerinduan pada-Mu. Bersihkan setiap kotoran jiwaku dg mengingat akan Dzat-Mu. Dan bila malam telah datang merayuku dalam kemalasannya, maka kasihanilah hamba agar dapat merayu-Mu untuk mengampuni dosa-dosaku&#8221;</em></p>
<p>Untuk itu saudaraku, mari kembali kita mengoreksi diri dan bertanya tentang sebatas mana rasa cinta &#8211; hingga menimbulkan ketakutan kepada Tuhan &#8211; itu mendiami hati kita. Tentang apakah kita sudah terlepas dari sikap sombong dan berpuas diri, karena merasa telah benar dalam bertindak dan terlalu percaya diri bila semua amal perbuatan telah diterima-Nya. Sedangkan siapa kita ini? Apakah merasa lebih hebat dan mulia dari para Nabi dan sahabat di atas? Sebab, jika tidak cepat-cepat, maka yakinlah penyesalan akan banyak menghampiri kehidupanmu. Sedangan azab Ilahi dengan riang gembira menanti di Neraka.</p>
<p style="text-align:left;"><em>&#8220;Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran&#8221;</em> (QS. Al-`Ashr [103] : 1-3)</p>
<p style="text-align:left;">Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk dapat mencintai dan merasa takut kepada Allah SWT. Baik dalam kondisi, tempat dan waktu kapanpun. Karena hanya dengan begitulah kita akan memiliki rasa malu bila melakukan kesalahan sehingga terhindar dari murka-Nya yang teramat perih.</p>
<p>Yogyakarta, 09 Desember 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4458/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4458&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/12/09/kisah-takutnya-kekasih-allah-swt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/menyesali-dosa.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">menyesali dosa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/takut-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">takut 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Uzlah (mengasingkan diri) Demi Kebaikan</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/12/02/uzlah-mengasingkan-diri-demi-kebaikan/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/12/02/uzlah-mengasingkan-diri-demi-kebaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 14:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4439</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku, pada kesempatan kali ini sengaja saya mengajak kita semua untuk menggali lebih dalam tentang uzlah (mengasingkan diri). Karena barangsiapa yang dapat melihat nyatanya akherat dengan mata hatinya, maka dengan sendirinya akan menginginkan akherat. Ia merindukan balasan keindahan yang kelak Allah SWT berikan dan segera menganggap hina kenikmatan dan semua kelezatan duniawi yang sebenarnya terus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4439&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/uzlah-1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4442" title="Uzlah 1" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/uzlah-1.jpg?w=150&#038;h=131" alt="" width="150" height="131" /></a>Saudaraku, pada kesempatan kali ini sengaja saya mengajak kita semua untuk menggali lebih dalam tentang <em>uzlah</em> (mengasingkan diri). Karena barangsiapa yang dapat melihat nyatanya akherat dengan mata hatinya, maka dengan sendirinya akan menginginkan akherat. Ia merindukan balasan keindahan yang kelak Allah SWT berikan dan segera menganggap hina kenikmatan dan semua kelezatan duniawi yang sebenarnya terus menipu.</p>
<p><span id="more-4439"></span>Begitu pun seorang yang berakal akan mengabaikan keindahan dunia kecuali sesuai dengan kebutuhannya. Bahkan seorang yang memahami akherat cenderung memalingkan dirinya kecuali demi kebenaran. Sehingga ia tidak menyibukkan diri untuk dunianya, melainkan sekedar untuk menguatkan dirinya agar bisa meniti jalan menuju akherat yang penuh ridha-Nya.</p>
<p>Dalam urusan <em>uzlah</em> ini, para ulama terbagi tiga saat memandang keutamaannya. Sebagian dari mereka ada yang mengutamakan <em>uzlah</em> dari pada bercampur dengan masyarakat. Sebagian lagi lebih mengutamakan bercampur dengan masyarakat. Sedangkan yang lainnya lagi memilih jalan pertengahan, atau dengan kata lain menentukan kapan ia harus bercampur dengan masyarakat dan kapan pula ia mesti ber-<em>uzlah.</em></p>
<p>Mereka yang memilih untuk ber-<em>uzlah</em> telah mendasarkan perbuatannya dengan dalil berikut:<br />
<em>&#8220;Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, bersih dan tersembunyi&#8221;</em> (HR. Muslim)</p>
<p>Mereka yang memilih bercampur dengan masyarakat mendasarkan perbuatannya itu dengan dalil berikut:<br />
<em>&#8220;Orang yang bercampur dengan masyarakat dan bersabar menanggung gangguan mereka lebih baik daripada orang yang tidak bercampur dengan masyarakat dan tidak bersabar menanggung gangguan mereka&#8221;</em> (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)</p>
<p>Sedangkan mereka yang memilih jalan pertengahan tentu mendasarkan perbuatannya pada kedua dalil di atas untuk kemudian diambil sebagai kesimpulan yang terbaik. Yaitu memilih kedua hal diatas lalu di pertimbangkan dengan penuh kesadaran diri. Mereka tidak berat kepada satu diantara kedua pandangan diatas, karena baginya keduanya tidak salah dan mendatangkan manfaat.</p>
<p>Nah, bagi penulis sendiri maka akan cenderung kepada pendapat yang terakhir, yaitu memilih jalan tengah. Alasannya, kedua hal diatas (ber-<em>uzlah</em> atau tidak) memiliki dasar agama yang kuat. Bahkan memang dulu keduanya pernah dilakukan oleh baginda Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Jika seseorang ber-<em>uzlah</em> maka ia akan mendapatkan manfaat seperti; dapat mencurahkan waktu untuk beribadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT, merenung, mengoreksi diri, bermunajat kepada-Nya, serta memikirkan tentang kekuasaan-Nya. Dan semua itu hanya bisa maksimal dilakukan saat ia mau ber-<em>uzlah</em> atau memisahkan diri dari keramaian manusia.</p>
<p>Selain itu, ber-<em>uzlah</em> juga dapat menyelamatkan diri seseorang dari perbuatan maksiat yang biasa ia lakukan saat bercampur dengan orang lain, seperti; <em>riya`, gibah</em>, zina dan kecurangan. Bisa juga melepaskan seseorang dari kejahatan manusia. Bahkan ber-<em>uzlah</em> dapat pula menjaga diri dari pertikaian dan kerusuhan, atau melindungi agama dari fitnah dan mara bahaya lainnya. Ia pun dapat membantu seseorang untuk melepaskan diri dari kejahatan manusia, bahkan mengajaknya untuk terus menghilangkan ketamakan dan menjauhkannya dari kebodohan.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/mengasingkan-diri1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4445" title="mengasingkan diri" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/mengasingkan-diri1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Ya. Hati adalah cermin diri. Selama ia bersih dari debu dan karat, maka Cahaya Ilahi dapat memantul di atasnya. Dan saat Cahaya Ilahi telah memantul dari hati yang suci, tentu jalan kebenaran dapat diketahui. Sedangkan kebahagiaan adalah sesuatu yang pasti mengikat kehidupan.</p>
<p>Namun, bercampur dengan masyarakat juga sesuatu yang baik dilakukan. Ini merupakan perbuatan yang dulu terus dilakukan oleh Rasulullah SAW, bahkan hingga beliau wafat. Sebagaimana hadits berikut ini:</p>
<p><em>&#8220;Beliau (Rasulullah) mengunjungi orang sakit hingga di ujung Madinah&#8221;</em> (HR. At-Tirmidzi, Hakim dan Ibnu Majah)<br />
<em></em></p>
<p><em>&#8220;Beliau (Rasulullah) duduk bersama orang-orang fakir dan makan bersama orang-orang miskin&#8221;</em> (HR. Al-Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Majah)<br />
<em></em></p>
<p><em>&#8220;Beliau (Rasulullah) memuliakan orang-orang yang memiliki akhlak yang baik. Beliau mengambil hati orang-orang terhormat dengan berbuat kebajikan. Beliau menjalin silaturahim dengan kerabat beliau tanpa membeda-bedakan mereka&#8221;</em> (HR. Hakim)</p>
<p><em>&#8220;Tempat duduk beliau (Rasulullah) tidak dapat dibedakan dari tempat-tempat duduk para sahabat beliau, karena beliau duduk di tempat duduk terakhir yang masih kosong. Beliau paling sering duduk menghadap kiblat. Beliau selalu memuliakan orang yang masuk. Sampai-sampai kadang beliau membentangkan kain beliau sebagai alas duduk bagi orang yang tidak ada hubungan kekerabatan atau hubungan penyusuan antara ia dan beliau&#8221;</em> (HR. At-Tirmidzi dan Hakim)</p>
<p>Sehingga, dengan mencermati hadits di atas, maka sikap dalam bercampur dengan masyarakat adalah tetap sebagai perbuatan yang baik, asalkan selama melakukan kontak dengan masyarakat itu seseorang dapat menjaga adab dan sopan santun. Karena setiap pribadi manusia telah di kodratkan sebagai diri yang berlaku sosial, atau dalam artian memang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Ia akan cenderung membutuhkan orang lain demi memenuhi kebutuhannya. Lalu mengapa pula kita menghindarinya tanpa alasan yang kuat dan benar? Padahal dengan bergaul dengan orang banyak, maka seseorang akan mengetahui perkembangan dunia dan bisa menyalurkan kebaikan &#8211; seperti membantu yang kesusahan atau memberikan nasehat -, bahkan melakukan<em> amar makruf nahi munkar</em>. Tapi bila bercampur dengan masyarakat di rasa hanya dapat mendatangkan keburukan, maka lebih baik dihindari dengan penuh kebijaksanaan.</p>
<p>Ya. Rahmat Ilahi dicurahkan karena kemurahan dan kedermawanan-Nya. Ia akan abadi di terima, oleh hati yang siap menyambutnya dengan penuh semangat dan keikhlasan. Sehingga orang yang telah sadar, baik melalui dirinya sendiri atau pun melalui bantuan orang lain, akan mendapatkan kenikmatan yang tiada terkira. Ia juga akan memandang segala sesuatunya dari manfaat dan kerugiannya. Sehingga ia pun terus berjalan dalam langkah yang benar lagi diridha-Nya</p>
<p><em>&#8220;(Keselamatan adalah ketika) rumahmu mencukupimu, kamu menahan lidahmu, dan kamu menangisi dosamu&#8221;</em> (HR. At-Tirmidzi)</p>
<p>Saudaraku. Dengan mencermati semua penjelasan di atas, maka bercampur dengan masyarakat adalah baik untuk dilakukan, sepanjang ia tidak melalaikan seseorang dari urusan yang menjadi ketentuan-Nya. Namun demikian, ber-<em>uzlah</em> pun amatlah baik untuk dilakukan. Terutama pada saat kini, dimana serangan dari hiburan duniawi terus merangsek masuk ke dalam setiap lini kehidupan. Siapa saja dapat dengan mudah mengakses informasi dan gemerlapnya kesenangan ragawi. Sehingga &#8211; jika tidak hati-hati &#8211; yang tertinggal hanyalah kemaksiatan dan perbuatan dosa yang kian menggunung.</p>
<p>Untuk itu, sudah saatnya kita sering ber-<em>uzlah</em> dengan penuh kesadaran demi kebaikan diri. Cukupkanlah setiap kebutuhanmu agar dapat menjalani kehidupan ini secara normal. Jangan berlebih-lebihan dalam menuruti setiap keinginan dari hawa nafsu, karena ia cenderung mengajakmu untuk melanggar semua aturan dan ketetapan-Nya. Abaikan saja dia bila telah merayumu untuk keluar dari jalan syariat, sebagaimana peringatan Rasulullah SAW berikut ini;</p>
<p><em>&#8220;Orang yang paling mulia kedudukannya di sisi Allah dari kalian adalah orang yang paling lama menahan lapar dan merenung. Dan orang yang paling di benci oleh Allah adalah orang yang banyak tidur, banyak makan dan banyak minum&#8221;</em> (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)</p>
<p><em>&#8220;Berpakaianlah, minumlah dan makanlah setengah perut. Sesungguhnya hal itu adalah salah satu sifat kenabian&#8221;</em> (HR. Dailami)</p>
<p>Semoga kita senantiasa menjadi orang yang dapat melihat dan memutuskan setiap perkara dengan cara yang benar. Dengan penuh kesadaran dan kesabaran yang dilengkapi dengan ilmu yang benar, maka setiap perbuatan kita diharapkan akan mendapat bimbingan-Nya.</p>
<p>Yogyakarta, 02 Desember 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4439/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4439&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/12/02/uzlah-mengasingkan-diri-demi-kebaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/uzlah-1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Uzlah 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/12/mengasingkan-diri1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mengasingkan diri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hanoman, Sang Pembela Kebenaran</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/11/24/hanoman-sang-pembela-kebenaran/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/11/24/hanoman-sang-pembela-kebenaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 07:53:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4415</guid>
		<description><![CDATA[Hanoman, sosok yang mungkin tidak asing lagi bagi para pembaca sekalian. Dia adalah seorang kesatria yang gagah berani dan pembela kebenaran. Meski dalam bentuk fisik sebagai seekor kera putih, tetap saja kisah kehidupannya sangat masyur di dunia. Sebuah kisah yang menceritakan seorang kesatria yang gagah perkasa, tulus, berani, tanggung jawab dan juga welas asih. Ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4415&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/hanoman-2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4417" title="hanoman 2" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/hanoman-2.jpg?w=99&#038;h=150" alt="" width="99" height="150" /></a>Hanoman, sosok yang mungkin tidak asing lagi bagi para pembaca sekalian. Dia adalah seorang kesatria yang gagah berani dan pembela kebenaran. Meski dalam bentuk fisik sebagai seekor kera putih, tetap saja kisah kehidupannya sangat masyur di dunia. Sebuah kisah yang menceritakan seorang kesatria yang gagah perkasa, tulus, berani, tanggung jawab dan juga welas asih. Ia adalah seorang pahlawan yang senantiasa berada di garis depan bila terdapat ketidakadilan dan keangkaramurkaan.</p>
<p><span id="more-4415"></span>Dengan kekuatan besarnya, Hanoman akan senantiasa siap dalam memperjuangkan kebenaran. Meski harus mempertaruhkan nyawa dan sulitnya menghadapi hambatan, ia akan terus maju dan berusaha untuk meraih kemenangan sejati. Dimanapun ia berada, bila ada kebajikan yang memanggilnya, maka dengan segera ia akan menunaikannya tanpa pamrih. Semua dilakukan hanya demi menegakkan rasa cinta dan kebenaran sejati.</p>
<p>Ya. Itulah Hanoman, seekor kera putih pemberantas kebatilan dan penegak kebenaran. Dan karena sikap kesatrianya inilah, maka ia pun menjadi ikon kebenaran dalam kehidupan dunia. Meski sosoknya hanyalah seekor manusia berwujud kera putih, namun pribadi yang dimilikinya layaknya manusia sempurna. Ia pun menjadi tokoh yang patut dihormati dan menjadi panutan kehidupan manusia di sepanjang sejarah dunia. Bahkan kisahnya pun kerap di pertunjukkan dalam sendra tari kolosal di kawasan candi Prambanan, dalam lakon cerita Ramayana. Dan termuat pula di dalam film-film layar lebar di Indonesia dan India.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/sendra-tari-ramayana.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4419" title="sendra tari ramayana" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/sendra-tari-ramayana.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/hanoman-dg-sinta.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4420" title="hanoman dg sinta" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/hanoman-dg-sinta.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Kisah kehidupan Hanoman merupakan salah satu legenda kesatria yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Ia seolah-olah tidak pernah habis untuk dibahas manfaatnya, apalagi mengenai kebesaran dan keagungan pribadinya. Cobalah tengok ketika dengan sendirian dan beraninya ia meluluhlantakkan &#8211; membakarnya &#8211; negeri Alengka (Di negeri Alengka ini, segala bentuk kejahatan dan kemungkaran tumbuh dengan subur. Sehingga jarang sekali ada kebenaran disana, karena mereka telah hidup dengan kemunafikan dan jauh dari nilai-nilai kebenaran Tuhan). Dengan tanpa berpikir panjang &#8211; bila ia merasa benar &#8211; maka Hanoman pun langsung menuju Alengka demi menemukan keberadaan Dewi Sinta, istri Sri Rama yang di culik oleh Rahwana. Begitu pula saat ia membantu Sri Rama ketika harus berperang melawan pasukan Rahwana saat menaklukkan Alengka. Semua itu ia lakukan demi menegakkan kebenaran, sehingga menjadi mulialah hidupnya.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/sendratari-ramayana-1.jpg"><img class="aligncenter" title="sendratari-ramayana-1" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/sendratari-ramayana-1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Namun, pada akhir-akhir ini kita saksikan bersama bahwa kebenaran sangat sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaanya mungkin sudah pergi jauh entah kemana, sehingga saat ini terus membuat dunia berada di pinggir jurang kehancuran. Bahkan, kebenaran itu telah menjadi sesuatu yang langka dan mahal harganya. Ia pun sudah tidak lagi terjangkau oleh kehidupan peradaban manusia modern. Karena jika diperhatikan dengan seksama, maka kebenaran adalah keseimbangan/kesesuaian antara pengetahuan yang benar dengan objek yang mengalir dalam kenyataan hidup sehari-hari. Ia lawan dari kekeliruan dan musuh dari perilaku binatang. Dengan kata lain, maka kebenaran adalah kenyataan dalam kesesuaian antara ucapan dan tindakan, kenyataan dengan kondisi yang semestinya, dan semua bentuk aturan Tuhan Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Sungguh, kebenaran yang dicari di dalam setiap waktu adalah kebenaran yang mutlak. Karena kebenaran ini adalah sesuatu yang hakiki dan tidak bisa lagi di tawar. Ia merupakan sesuatu yang sudah tidak bisa disalahkan lagi. Atau dengan kata lain yaitu sesuatu yang benar dengan faktanya tidak dapat lagi disangkalkan.</p>
<p>Berusaha menegakkan kebenaran mutlak inilah yang menjadi tujuan hidup seorang Hanoman. Meskipun dengan sulitnya ujian dan pahitnya perjuangan, tetapi prinsip kebenaran ini tetap saja ia pengang erat. Di hatinya ia tidak ragu sedikitpun akan nilai kebenaran yang mesti ia amalkan. Semua dilakukan demi tatanan kehidupan yang mampu berjalan dengan harmonis dan penuh kedamaian.</p>
<p>Hanoman terus berpegang pada kebenaran, karena baginya dengan berjalan di atas kebenaran sajalah maka keselamatan dan kedamaian hidup akan didapatkan. Tanpa kebenaran, mustahil dunia akan mampu bertahan. Dimana ada kejahatan dan ketidakadilan merajalela, maka kebenaran harus atau akan tampil memeranginya. Meski pun sedikit, maka pejuang kebenaran ini akan tetap ada sepanjang waktu untuk mengiringi perjalan dunia.</p>
<p>Tapi, pada saat ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa banyak manusia yang sudah tidak mau lagi memperjuangkan kebenaran. Sudah jarang ada orang yang mempertimbangkan moralitas dan akhlak terhadap tindakan yang telah, sedang dan akan mereka lakukan. Kalau pun ada, mereka hanya merasa bahwa yang mereka lakukan itu sudah benar menurut anggapan mereka sendiri &#8211; tanpa dilandasi nilai-nilai agama -. Tidak memikirkan bahwa apa yang diperbuatnya itu apakah benar menurut tatanan sosial dan kepada Tuhan. Sehingga yang tersisa hanyalah bermewah-mewah, kezaliman, kemunafikan dan perbuatan dosa yang sulit diampuni.</p>
<p>Ya. Berusaha untuk hidup secara benar adalah tantangan terbesar dalam kehidupan. Karena hidup benar sama halnya kita berperang dengan diri sendiri yang cenderung menyukai pelanggaran dan kesenangan sia-sia duniawi. Dengan berjalan pada jalur yang benar, maka secara otomatis seseorang tentu menyakini akan Dzat Tuhan sehingga selalu patuh kepada-Nya. Cinta sejati akan mendiami relung hatinya, sehingga hidayah Ilahi tentu senantiasa menemani kehidupan.</p>
<p>Kebenaran itu adalah bukan suatu letupan perasaan hati &#8211; terlebih hanya keinginan akal &#8211; semata, tetapi sesuatu yang tersimpan di dalam diri dan terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga pada saat kini, tampak tidak sedikit dari pribadi yang berlaku munafik dalam perbuatannya. Karena apa yang mereka ucapkan tidak sesuai dengan tindakannya (dusta), atau bila di percaya maka ia berkhianat. Mengakunya sih sangat percaya kepada keagungan Tuhan, tetapi sejatinya &#8211; di dalam hati &#8211; tidak jauh berbeda dengan orang ateis.</p>
<p>Sehingga dapat dijelaskan secara etimologi bahwa kata &#8220;<em>munafiq</em>&#8221; diambil dari kata <em>nafiqa` al-yarbu`</em> (sarang tikus). Ada yang mengatakan bahwa sarang tikus mempunyai dua lubang, yang satu disebut <em>nafi`a`</em> dan yang lain disebut <em>qashi`a`</em>. Tikus itu akan menampakkan diri pada lubang yang satu dan keluar dari lubang yang lain. Oleh karena itu, orang munafik disebut &#8220;<em>munafiq</em>&#8221; karena ia menampakkan diri sebagai Muslim, tetapi keluar dari Islam menuju kekufuran dengan atau tanpa disadari orang lain.</p>
<p>O.. Sang Penguasa Hidup ini telah berfirman di dalam kitab-Nya surat An-nisa [4] ayat 145, bahwa: <em>&#8220;Sesungguhnya orang-orang munafik itu tempatnya ada di tingkat yang paling bawah di Neraka. Engkau tidak akan mendapatkan penolong bagi mereka&#8221;</em>. Lantas mengapa ini tidak membuat mereka (pelaku munafik) tidak ketakutan? Karena tampak jelas bahwa mereka mengetahui kewajiban dalam menjalankan kebenaran, tapi tidak mau melakukannya.</p>
<p>Sungguh, apabila Allah SWT menghendaki kebaikan hamba-Nya, maka Dia akan menampakkan kepadanya aib-aib dirinya. Dan barangsiapa yang pandangan (<em>bashirah</em>)-nya terbuka, aibnya itu tidak akan membuatnya takut. Justru ketika aib-aibnya di bongkar, maka ia akan segera mengobatinya dengan penuh kesadaran dan usaha yang maksimal. Ia pun akan terus memohon ampunan dari Yang Maha Kuasa, karena rasa takut dan malunya. Sehingga ia tidak perlu mencari kotoran yang ada pada diri orang lain, karena baginya kotoran yang ada pada dirinya sendiri sudah membuatnya cemas dan sibuk membersihkannya.</p>
<p>Ya. Orang yang memilih kebenaran sebagai jalan hidupnya akan merasa seperti sahabat Rasulullah SAW, yaitu Umar bin Khaththab RA yang pernah berkata; &#8220;Semoga Allah merahmati orang yang menunjukkan kepadaku aib-aibku&#8221;. Sehingga setiap harinya ia selalu sibuk dengan mengoreksi diri. Dan bila terdapat kesalahan terjadi, maka ia akan cepat mencari kebenaran dan berusaha memperbaiki kesalahan tersebut. Hal ini karena kemampuan ilmunya dan ketinggian kedudukannya di hadapan Tuhan. Sebab, seorang yang tinggi kedudukannya dan mumpuni ilmunya akan sedikit membanggakan diri. Perhatian terhadap dirinya memang besar, tapi bukan untuk menonjolkan diri di depan manusia. Melainkan demi rasa cinta dan patuhnya kepada aturan Sang Ilahi.</p>
<p>Untuk itu kekasih, bercerminlah kepada sosok Hanoman ini karena ia adalah sang pembela kebenaran. Meski ia ditakdirkan dengan kondisi fisik seekor kera putih, namun tindakannya melebihi manusia pada umumnya. Kemuliaannya layak di katakan agung, karena apa yang telah ia lakukan bertolak belakang dengan seorang yang mengaku manusia tapi tindakannya tidak jauh berbeda dari seekor kera di dalam hutan. Tidak usahlah kau melihat bentuk tubuhnya Hanoman ini, tetapi perhatikan dan contohlah perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga baiklah kehidupanmu nanti.</p>
<p>Semoga kita senantiasa bisa melangkah di atas jalan kebenaran sejati. Karena hanya dengan itulah kehidupan ini menjadi berarti, penuh kedamaian dan kehormatan sejati.</p>
<p>Yogyakarta, 24 Nopember 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4415/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4415&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/11/24/hanoman-sang-pembela-kebenaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/hanoman-2.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">hanoman 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/sendra-tari-ramayana.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sendra tari ramayana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/hanoman-dg-sinta.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hanoman dg sinta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/sendratari-ramayana-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sendratari-ramayana-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Runtuhnya Ikatan Persaudaraan</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/11/21/runtuhnya-ikatan-persaudaraan/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/11/21/runtuhnya-ikatan-persaudaraan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 05:32:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar_ku]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4401</guid>
		<description><![CDATA[Kekasihku. Seorang yang berakal pastinya akan mengkhawatirkan dosa-dosanya meski ia telah menangisi kesalahannya dan bertobat demi pengampunan-Nya. Begitupun seorang yang sempurnya ilmunya akan menganggap bahwa dirinya tidak pernah beramal. Dalam kehidupannya, maka ia hanya akan melihat bahwa semua adalah anugerah Allah SWT sehingga ia pun dapat mengerjakan berbagai macam amal dan ibadah terbaik. Ia juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4401&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/persaudaraan.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4402" title="persaudaraan" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/persaudaraan.jpg?w=150&#038;h=99" alt="" width="150" height="99" /></a>Kekasihku. Seorang yang berakal pastinya akan mengkhawatirkan dosa-dosanya meski ia telah menangisi kesalahannya dan bertobat demi pengampunan-Nya. Begitupun seorang yang sempurnya ilmunya akan menganggap bahwa dirinya tidak pernah beramal. Dalam kehidupannya, maka ia hanya akan melihat bahwa semua adalah anugerah Allah SWT sehingga ia pun dapat mengerjakan berbagai macam amal dan ibadah terbaik. Ia juga hanya akan meyakini bahwa kuasa Allah-lah yang membuatnya bisa tidak mempedulikan setiap amal yang telah dilakukan. Karena baginya segala sesuatunya hanya untuk dan karena Allah SWT.</p>
<p><span id="more-4401"></span>Namun kini, aku banyak melihat mayoritas manusia telah begitu yakin akan keberterimaan tobatnya. Ia sangat percaya diri bahwa semua amal perbuatannya telah di terima. Padahal ia sejatinya adalah sesuatu yang ghaib dan hanya Allah SWT saja yang mengetahuinya (di terima atau tidaknya). Bahkan meskipun sudah diampuni atau amal ibadahnya telah diterima, maka tiada alasan bagi seseorang untuk berpuas diri. Karena sebaiknya ia tetap merasa malu dan takut kepada-Nya, lantaran ia hanyalah seorang makhluk yang sangat lemah dan tempatnya salah.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Benarkah kau meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Kuasa? Sebab kulihat kau tak mengindahkan perintah dan larangan-Nya; contohnya menutup aurat. Lalu apakah itu layak dikatakan beriman? Sedangkan kehidupanmu tak sesuai dengan hukum dan aturan-Nya&#8221;</em></p>
<p>Ya Rabb. Aku berlindung kepada-Mu dari pemahaman yang keliru, terlebih dari pemahaman yang berasal dari orang-orang yang hanya memperlihatkan diri sebagai seorang yang berilmu. Sebab, andaikan bukan karena langkanya pemahaman yang sejati, tentu orang yang sombong tidak akan menyombongkan diri atas lainnya. Dan bila bukan karena jarangnya pemahaman yang benar, maka setiap orang yang sempurna akan menganggap sepele setiap perbuatannya, semua bukan apa-apa lantaran ia pun merasa teledor dalam mensyukuri setiap nikmat-Nya.</p>
<p>Sehingga, kini aku dapat menyimpulkan tentang kehidupan ini. Dimana aku masih belum menemukan sahabat yang bisa kubanggakan. Aku hanya melihat beberapa sikap kasar dan malas dari mereka. Perlakuan tidak baik pun kerap dilakukan dengan tanpa rasa menyesal. Mereka pun terbiasa menghampiri diriku saat membutuhkan bantuan saja, padahal aku sendiri akan tetap menolong dengan atau tanpa permintaannya.</p>
<p>O.. nafsu di dalam diri ini sering memaksa untuk memutuskan hubungan dengan mereka itu. Ingin sekali rasanya mencela dan menyalahkan mereka. Tapi kemudian aku berpikir lagi dan akhirnya menyadari kesalahanku. Yang ku tangkap adalah bahwa manusia itu memang terdiri dari kenalan, teman lahir dan saudara. Sehingga aku pun tetap menjalin hubungan dengan mereka &#8211; meski cuma secara lahir saja -. Kemudian dengan berat hati, aku telah memindahkan mereka dari daftar buku saudara ke buku teman lahir. Dan bila ternyata mereka masih tidak layak untuk masuk ke dalam daftar buku teman lahir atau bahkan keadaannya semakin parah, maka terpaksa mereka ku pindahkan ke dalam daftar para kenalan saja. Aku pun akan berusaha mempergaulinya hanya sekedar kenalan saja, tanpa mesti bersusah payah lagi menganggapnya sebagai saudara seiman, bahkan memberikan nasehat yang berarti. Aku tidak akan mencela dan membenci mereka, karena yang kunginkan bahwa ia tetap bisa berubah ke arah yang jauh lebih baik, bahkan lebih baik lagi dari diriku yang hina ini. Dan Tuhanku pun telah memerintahkan untuk tetap; <em>&#8220;Berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,&#8230;&#8221;</em> (QS. Ali-`Imran [3] : 103)</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/persaudaraan-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4404" title="persaudaraan 1" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/persaudaraan-1.jpg?w=300&#038;h=210" alt="" width="300" height="210" /></a></p>
<p>Sungguh, kebanyakan orang pada saat sekarang hanyalah kenalan. Jarang sekali dari mereka yang layak di jadikan temah lahir, dan tentunya yang bisa menjadi saudara sejati hampir-hampir tidak ada. Sebab, aku masih belum menemukan sosok yang benar-benar mendalam cintanya. Belum pernah diriku merasakan ketulusan cinta dari seseorang &#8211; di luar cinta keluargaku -, karena selama ini hanyalah cinta yang pamrih. Sehingga aku tak mau terkecoh lagi dengan seorang yang menampakkan diri sebagai orang yang mencintaiku, padahal hanyalah demi mendapatkan sesuatu dariku.</p>
<p>Duhai kekasihku. Saat ini aku menyaksikan kenalanku menemani dengan lahirnya namun memusuhiku dengan batinnya. Aku pun melihat orang-orang terus menertawakanku saat melihat diri ini sengsara dan miskin dalam harta. Dan di kala saatnya aku berbahagia, ia pun iri dan membenciku. Padahal aku ini bukanlah sosok yang sempurna karena banyak sekali kekurangan diriku. Aku juga bukan sosok yang tanpa cela, karena terlalu banyak kesalahan yang dilakukan dalam kehidupan ini. Tapi mungkin dari kekurangan dan ketidaksempurnaan itulah, kau akan menemukan sesuatu yang lebih berharga dari kesempurnaan.</p>
<p>Ya. Saat ini sedikit sekali pribadi yang meneladani generasi salafushaleh. Padahal mereka itu adalah orang-orang yang memiliki niat yang tulus. Cintanya karena dorongan agama dan keikhlasan, bukan karena dorongan kebiasaan. Ini terbukti dengan relanya mereka hijrah meninggalkan kampung halaman tercinta di Makkah menuju Yastrib (Madinah sekarang) tanpa ragu-ragu, tidak melihat orang dari penampilan dan kepemilikan, atau sekian banyaknya pengorbanan mereka dalam beberapa peperangan karena terdorong rasa cintanya kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/sahabat_sejati.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4403" title="sahabat_sejati" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/sahabat_sejati.jpg?w=300&#038;h=260" alt="" width="300" height="260" /></a></p>
<p>Tapi kini, sungguh banyak pribadi yang mengkritik hikmah Allah. Mereka kerap memberontak kehendak-Nya, padahal ia di atas jangkauan akalnya. Semua terjadi sebab mereka terus menjadikan akal sebagai alat ukur, sehingga lupa bahwa hikmah Allah jauh di luar batasan akal dan pikirannya. Sehingga bergaul dengan orang yang cuma membicarakan dunia adalah sumber terbesar sakitnya hati dan rusaknya akal. Ia pun menjadi penyebab jauhnya diri dari kebenaran. Sehingga hilanglah kemuliaan.</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;O.. aku pun belum menemukan sahabat yang benar-benar sahabat. Kekasih yang benar-benar bisa dijadikan kekasih. Karena semua masih menutup diri pada kebenaran Tuhan&#8221;</em></p>
<p>Untuk itu wahai peminang bidadari Syurga. Tanamkan tekad meskipun secuil di hatimu. Capailah Cahaya Petunjuk dengan membuka pikiran dan mata batinmu. Kemudian lihat bahwa pertolongan Allah adalah pasti dalam kehidupan. Karena orang yang tidak mau menerima nasehat, akan terpeleset dan binasa di jalan cinta. Dia juga bisa membunuh jiwanya sebelum ajal datang menjemput. Karena mayoritas kehidupannya hanya di penuhi dengan perbuatan tercela.</p>
<p>Semoga kita tetap menjadi sosok yang tidak meruntuhkan ikatan persaudaraan. Karena ketulusan berawal dari kasih sayang. Sedangkan kasih sayang berakar pada cinta. Sehingga bila seseorang telah memiliki cinta di dalam hatinya, maka kemuliaan dan kebahagiaanlah akibatnya.</p>
<p>Yogyakarta, 21 Nopember 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/kabar_ku/'>Kabar_ku</a>, <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4401&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/11/21/runtuhnya-ikatan-persaudaraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/persaudaraan.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">persaudaraan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/persaudaraan-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">persaudaraan 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/sahabat_sejati.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sahabat_sejati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerusakan Zaman dan Kekeruhan Pergaulan</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/11/19/kerusakan-zaman-dan-kekeruhan-pergaulan/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/11/19/kerusakan-zaman-dan-kekeruhan-pergaulan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2011 05:47:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4381</guid>
		<description><![CDATA[Wahai kekasihku. Jika seseorang memiliki ilmu yang mendalam, maka ia akan menyadari bahwa dari kalangan manusia banyak yang bersikap kufur dan berada di jalan yang tidak benar. Mereka pun memiliki peran yang besar terhadap kerusakan zaman, karena setiap tindakannya mengandung bencana meski tidak berdampak secara langsung saat sekarang. Sungguh, penyebab bersedihnya hati dan susahnya pikiran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4381&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/zaman.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4382" title="zaman" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/zaman.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Wahai kekasihku. Jika seseorang memiliki ilmu yang mendalam, maka ia akan menyadari bahwa dari kalangan manusia banyak yang bersikap kufur dan berada di jalan yang tidak benar. Mereka pun memiliki peran yang besar terhadap kerusakan zaman, karena setiap tindakannya mengandung bencana meski tidak berdampak secara langsung saat sekarang.</p>
<p><span id="more-4381"></span>Sungguh, penyebab bersedihnya hati dan susahnya pikiran adalah keberpalingan dari Allah SWT. Itu terjadi karena diri cenderung pada hasrat duniawi semata. Sehingga saat kegagalan terjadi dalam usaha, yang tertinggal hanyalah putus asa dan protes. Lalu, benarkah kau meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Kuasa? Sebab kulihat kau tak mengindahkan perintah dan larangan-Nya; contohnya menutup aurat dan menjauhi maksiat. Lalu apakah itu layak dikatakan beriman? Sedangkan kehidupanmu tak sesuai dengan hukum dan aturan-Nya.</p>
<p>Pada zaman sekarang ini, aku melihat banyak orang yang menjual dirinya dengan nilai yang sangat murah, bahkan gratisan. Ini tampak dengan seringnya ia merusak kehormatan dirinya seraya mempertontonkan aurat dan kerap melakukan perbuatan dosa tanpa rasa menyesal. Tujuannya tiada lain untuk menyombongkan diri &#8211; meski terkadang tanpa disadari &#8211; dan takut bila dianggap ketinggalan zaman bila tidak ikut melakukan kesalahan itu. Mereka dengan sangat entengnya menganggap bahwa itu adalah &#8220;lumrah&#8221;, meski hatinya merasa resah. Bahkan mereka terus &#8220;menggila&#8221; dalam kebiasaan buruk itu, layaknya binatang liar. Padahal itu jelas menjatuhkan harga dirinya di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Ya. Semua yang mereka lakukan cenderung tidak baik. Bahkan karena terus menuruti keinginan hawa nafsu, mereka pun hanya memiliki tanda kezuhudan tanpa memiliki kezuhudan yang hakiki di dalam hatinya. Penampilan mereka terkadang memberitahukan bahwa mereka adalah orang-orang zuhud, namun perbuatan-perbuatan mereka yang tersembunyi akan menampakkan kekafiran. Dan salah satu bentuk tindakan buruk mereka adalah terus mengajak manusia untuk bersikap sederhana dan menjaga kualitas iman. Sedangkan mereka sendiri tetap &#8220;gandrung&#8221; dengan harta dan popularitas.</p>
<p>Tiap hari mereka malas menela`ah ilmu, mayoritas mereka cuma sekedar menjalankan ritualitas ibadah wajib &#8211; tanpa memahami hakekatnya &#8211; dan tidak sudi mengerjakan ibadah sunnah. Mereka cuma sibuk dengan membicarakan uang, jabatan dan kesenangan duniawi. Banyak pula manusia yang terus terpengaruh dan terpesona terhadap kehidupan dunia ini, lebih-lebih lagi kalau mendapatkan nikmat berupa kesenangan dan kemewahan. Mereka pun lalai dalam mempersiapkan segala sesuatu yang menjadi bekal untuk hari yang akan datang dan melupakan urusan akherat. Sehingga akan sesuai dengan sabda Rasulullah SAW berikut ini:<br />
<em></em></p>
<p><em>”Akan datang suatu masa pada umatku yang pada masa itu mereka mencintai lima macam dan melupakan lima perkara, yaitu: Mereka mencintai dunia dengan melupakan akhirat. Mereka mencintai rumah megah dengan melupakan kubur. Mereka mencintai harta dengan melupakan hisab (pertanggungjawabannya). Mereka mencintai keluarga dengan melupakan bidadari. Mereka mencintai dirinya sendiri dengan melupakan Allah.</em><br />
<em>Mereka ini seperti jauh dariku dan aku pun jauh dari mereka”</em> (HR. ?)</p>
<p>Sehingga aku pun dapat membagi manusia ke dalam dua golongan, yaitu awam dan ulama. Orang awam terdiri dari banyak kelompok. Sebagian dari mereka adalah orang yang suka bersenang-senang dan tidak mempedulikan kondisi sosial. Mereka terus memperturutkan hawa nafsu yang keliru, tanpa peduli bahwa itu adalah kesalahan yang fatal. Akhlak mereka terus &#8220;terjun bebas&#8221;, sehingga muncullah penyakit dalam masyarakat, seperti: HIV, AIDS, kanker Serviks, aborsi, dll. Sebagian lagi dari mereka adalah kaum wanita yang cantik namun melacurkan diri dengan mengumbar aurat. Mereka pun terkadang mencuri harta suaminya dengan menghabiskannya dalam foya-foya dan semua kesenangan duniawi. Mereka tentunya tidak lagi mendirikan shalat dan terkadang ada yang tidak pernah lagi mendengarkan apapun tentang agama. Sebab, jika ada orang yang memberikan nasehat agama maka dia merasa bosan. Sedangkan ketika ayat-ayat Ilahi diperdengarkan ke telinga mereka, mereka pun seperti sedang mendengar cerita dongeng pengantar tidur. Sehingga mereka inilah yang kelak akan memenuhi Neraka.</p>
<p>Lalu sebagian lagi dari mereka adalah para pria hidung belang yang tidak memperdulikan siapa korbannya. Masih muda atau tua, bahkan masih sendiri atau istri orang lain ia tidak akan peduli. Yang penting ia bisa memenuhi hasrat keinginan liarnya, sedangkan masalah dosa tidak menjadi masalah, karena yang penting adalah kesenangan syahwat. Sehingga, hukuman yang didapatkan nanti di Neraka adalah teramat perih.</p>
<p>Kemudian sebagian yang lain dari mereka adalah penguasa yang di didik dalam kebodohan sistem, bersikap serakah, tidak peduli dengan rakyat dan kerap berbohong. Saat diberikan keunggulan fasilitas dan kesenangan, mereka bukannya giat bekerja memanggul amanah rakyat, melainkan terbuai dalam kekufuran. Prestasi mereka terus menurun dan akhlak mereka pun ikut morat-marit. Sehingga kelompok ini sungguh jauh dari seluruh jenis kebaikan dan kebenaran.</p>
<p>Sedangkan untuk kalangan ulama, aku melihat para pemula dari mereka punya niat yang busuk. Tujuan &#8220;dakwah&#8221; mereka adalah mencari perhatian dan keterkenalan semata. Urusan uang adalah utama, karena baginya berdakwah adalah profesi. Sehingga, tujuannya dulu saat mencari ilmu hanyalah demi menyombongkan diri, bukan untuk mengamalkannya. Mereka pun mempunyai kebiasaan yang buruk, karena menyakini bahwa ilmunya nanti dapat menyelamatkannya. Padahal dengan semakin banyaknya pengetahuan namun tidak diamalkan, maka akan memperparah siksaan dan azab Allah SWT kepadanya.</p>
<p>Kemudian disisi lain terdapat ulama yang berada di tingkatan menengah dan tertinggi namun masih saja tidak bisa mengendalikan diri dari kesenangan duniawi yang menipu. Mereka bahkan bergaul dengan para penguasa yang bejat dan tidak mau mengingkari kemungkarannya. Sehingga sangat sedikit ulama dari kalangan ini yang punya niat yang ikhlas dan tulus dalam perbuatan, dengan tujuan yang baik lagi benar.</p>
<p>O.. Andaikan kini Umar bin Khaththab RA masih ada, tentunya ia akan memerlukan ribuan cambuk setiap hari. Bahkan mungkin ia pun akan membutuhkan pedang yang tajam untuk memerangi para pembangkang ini. Karena meski ada orang shalih yang terus memberikan peringatan, namun tak mampu melakukan apa pun terhadap mereka yang keras hatinya. Ini terjadi karena para ulama tidak bisa memperingatkan diri mereka sendiri terlebih dulu. Sehingga perkataan manis dari mulut mereka sama sekali tidak didengarkan dan berlalu bagai angin sepoi-sepoi yang menghibur di tengah orang awam.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/kerusakan-zaman-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4396" title="kerusakan zaman 1" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/kerusakan-zaman-1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Untuk itu kekasihku. Karena dirimu adalah seorang yang telah dianugerahi kesempatan untuk menelaah perikehidupan Rasulullah SAW dan salafushaleh serta kemampuan untuk meneladani mereka, maka tidakkah segera berusaha menjauhi perilaku yang keliru? Bergaullah dengan mereka yang tidak &#8220;gandrung&#8221; dengan kehidupan duniawi ini. Karena terus bergaul dengan mereka yang tidak mempedulikan kerusakan zaman, akan dapat menyakitimu. Sedangkan saat kau berpura-pura melakukan hal yang baik dan tidak melakukan tindakan yang benar, maka tak akan selamat dari hukuman-Nya.</p>
<p>Semoga kita senantiasa menjadikan pribadi ini sebagai hamba yang memiliki kesadaran iman dan tidak mudah tergoda dengan kenikmatan semua duniawi. Terus saja menjadikan akherat yang penuh kenikmatan hakiki adalah tujuan, sedangkan dunia ini hanyalah sekedar terminal persinggahan atau kendaraan yang dapat mengantarkan diri pada Syurga dengan selamat.</p>
<p>Yogyakarta, 19 Nopember 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4381&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/11/19/kerusakan-zaman-dan-kekeruhan-pergaulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/zaman.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">zaman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/kerusakan-zaman-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kerusakan zaman 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukti Nusantara Pusat Peradaban Dunia</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/11/15/bukti-nusantara-pusat-peradaban-dunia/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/11/15/bukti-nusantara-pusat-peradaban-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 06:16:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4329</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku. Masih melanjutkan perbahasan sebelumnya, yaitu mengenai kejayaan Nusantara, maka berikut ini saya tambahkan informasi Anda sekalian tentang bukti-bukti bahwa Nusantara pernah menjadi pusat peradaban dunia. Saya yakin Anda sekalian akan semakin kagum dengan prestasi yang pernah ditorehkan oleh para leluhur kita. Sehingga harapannya adalah bahwa kita tidak lagi minder atau merasa bahwa kita hanyalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4329&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/candi_penataran.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4376" title="Candi_Penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/candi_penataran.jpg?w=146&#038;h=150" alt="" width="146" height="150" /></a>Saudaraku. Masih melanjutkan perbahasan sebelumnya, yaitu mengenai kejayaan Nusantara, maka berikut ini saya tambahkan informasi Anda sekalian tentang bukti-bukti bahwa Nusantara pernah menjadi pusat peradaban dunia. Saya yakin Anda sekalian akan semakin kagum dengan prestasi yang pernah ditorehkan oleh para leluhur kita. Sehingga harapannya adalah bahwa kita tidak lagi minder atau merasa bahwa kita hanyalah bangsa yang kecil dan terus saja mengekor pada bangsa lain di dunia. Melainkan bangkit dengan semangat yang tinggi dan berusaha untuk kembali meraih kejayaan seperti dahulu kala.</p>
<p><span id="more-4329"></span>Untuk mempersingkat waktu, mari ikuti penelurusan berikut ini:</p>
<p><strong>A. Misteri arsitektur candi Penataran</strong><br />
Ketika Eropa masih berada di abad kegelapan, ternyata leluhur Nusantara telah berhasil membangun sebuah mahakarya seperti yang bisa dilihat pada Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Penataran. Sebuah karya agung yang sangat rumit dipandang dari keindahan seninya, maupun tingkat kesulitan pembuatannya. Siapa yang bisa menunjukkan ada bangunan di peradaban lain yang lebih indah dengan detail yang rumit di abad itu? Apalagi Nusantara adalah wilayah tersubur di bumi karena ada banyak gunung berapi.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/candi-penataran2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4377" title="candi penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/candi-penataran2.jpg?w=300&#038;h=201" alt="" width="300" height="201" /></a>Candi Penataran</p>
<p><strong>1. Sejarah candi Penataran</strong><br />
Candi Panataran ditemukan pada tahun 1815, tetapi sampai tahun 1850 belum banyak dikenal. Penemunya adalah Sir Thomas Stamford Raffles (1781-1826), Letnan Gubernur Jenderal pemerintah kolonial Inggris yang berkuasa di Negara Indonesia. Raffles bersama-sama dengan Dr.Horsfield seorang ahli Ilmu Alam mengadakan kunjungan ke Candi Panataran, dan hasil kunjunganya dibukukan dalam buku yang berjudul <em>&#8220;History of Java&#8221;</em> yang terbit dalam dua jilid. Jejak Raffles ini di kemudian hari diikuti oleh para peneliti lain yaitu : J.Crawfurd seorang asisten residen di Yogyakarta, selanjutnya Van Meeteren Brouwer (1828), Junghun (1884), Jonathan Rigg (1848) dan N.W. Hoepermans yang pada tahun 1886 mengadakan inventarisasi di komplek percandian Panataran.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/komplek-candi-penataran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4378" title="komplek candi penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/komplek-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Komplek Candi Penataran</p>
<p><strong>2. Lokasi candi Penataran</strong><br />
Candi Penataran terletak di desa Penataran, kecamatan Nglegok, kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia. Koordinat GPS : 8° 00’59.06 S 112° 12’34.90&#8243;. Lokasinya yang terletak di kaki gunung Kelud, menjadikan area Candi Penataran berhawa sejuk.</p>
<p><strong>3. Keunikan candi Penataran</strong><br />
Candi Penataran adalah kompleks percandian terbesar dan paling terawat di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Candi ini merupakan candi yang kaya dengan berbagai macam corak relief, arca, dan struktur bangunan yang bergaya Hindu. Adanya pahatan Kala (raksasa menyeringai), arca Ganesha (dewa ilmu pengetahuan dalam mitologi Hindu), arca Dwarapala (patung raksasa penjaga pintu gerbang), dan juga relief Ramayana adalah bukti tidak terbantahkan bahwa Candi Penataran adalah candi Hindu.</p>
<p>Prasasti Palah yang terdapat di area Candi Penataran mengabarkan bahwa candi ini mulai dibangun sekitar tahun 1194, pada masa pemerintahan raja Syrenggra yang memerintah kerajaan Kadiri, dan selesai pada masa kerajaan Majapahit. Dengan demikian candi ini melewati masa tiga kerajaan besar Nusantara yaitu Kadiri, Singosari, dan Majapahit. Candi Penataran memegang peranan cukup penting bagi kerajaan-kerajaan tersebut, yaitu sebagai tempat pengangkatan para raja dan tempat untuk upacara pemujaan terhadap Sang Pencipta.</p>
<p>Berbagai kajian oleh para sejarawan terhadap teks-teks kuno, kitab Negarakertagama yang ditulis Mpu Prapanca, misalnya, dijelaskan bahwa Candi Penataran sangat dihormati oleh para raja dan petinggi kerajaan besar di Jawa Timur. Candi Penataran pernah menyimpan abu dari raja Rajasa (Ken Arok) pendiri kerajaan Singasari, dan juga abu dari raja Kertarajasa Jayawardhana (Raden Wijaya) pendiri kerajaan Majapahit. Bahkan konon, menurut legenda rakyat setempat, sumpah sakral Mahapatih Gajah Mada untuk menyatukan seluruh Nusantara dalam kekuasaan Majapahit, yang dikenal dengan nama “Sumpah Palapa”, diucapkan di Candi Penataran.</p>
<p><strong>4. Misteri relief di candi Penataran</strong><br />
Keunikan arsitektur bangunan candi yang ada di Nusanatara, khususnya di pulau Jawa adalah bukti akan kehebatan nenek moyang bangsa Nusantara. Sistem pertanian yang canggih telah ada sejak dahulu kala. Belum lagi ditinjau dari kekayaan hasil tambangnya. Karya agung semacam candi lengkap dengan arca dan reliefnya hanya dapat dihasilkan oleh bangsa dengan kebudayaan yang tinggi. Dan bangsa dengan kebudayaan tinggi sangat mungkin memiliki kekuatan militer yang unggul.</p>
<p>Mari kita perhatikan relief yang terdapat di Candi Penataran ini. Ada sebuah pertempuran antara pasukan yang bisa dianggap berasal dari bangsa Nusantara, dan yang satu lagi adalah pasukan yang berdandan mirip dengan bangsa Amerika, seperti halnya bangsa-bangsa Aztec dan Maya.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-di-candi-penataran-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4331" title="relief di candi penataran 2" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-di-candi-penataran-2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Tidak percaya? Baiklah. Sekarang coba kita perbandingkan busana pasukan yang mirip orang Amerika tersebut dengan gaya berbusana orang-orang suku Aztec dan Maya yang berasal dari benua Amerika.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-di-candi-penataran-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4332" title="relief di candi penataran 1" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-di-candi-penataran-1.jpg?w=300&#038;h=130" alt="" width="300" height="130" /></a></p>
<p>Apakah kemiripan itu hanyalah kebetulan? Baiklah. Mari kita tengok detail dari relief ini. Silakan perhatikan baik-baik pahatan yang dilingkar merah.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-pohon-kaktus-di-candi-penataran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4333" title="relief pohon kaktus di candi penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-pohon-kaktus-di-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=197" alt="" width="300" height="197" /></a></p>
<p>Menyerupai apakah pahatan tersebut? Ya. Menyerupai tanaman kaktus. Bandingkan dengan foto tanaman kaktus di sebelahnya. Mirip bukan? Masalahnya, berasal dari manakah tanaman kaktus? Apakah di wilayah Nusantara pada waktu itu telah ada tanaman kaktus? Jawabannya tidak! Tanaman kaktus hanya ada di benua Amerika!</p>
<p>Masih berkilah bahwa itu hanyalah kebetulan yang dimirip-miripkan? Mari kita lihat kembali foto-foto di bawah!</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-kepala-barongan-di-candi-penataran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4334" title="relief kepala barongan di candi penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-kepala-barongan-di-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=95" alt="" width="300" height="95" /></a></p>
<p>Lihat foto relief wajah dengan lidah menjulur yang ada relief Candi Penataran! Bandingkan dengan arca kepala dengan lidah menjulur yang ada di  Tlaltechutli, Mexico City! Adakah kemiripan di sana? Bandingkan juga dengan topeng Rangda ala Bali.</p>
<p>Masih kurang yakin? Nah, foto-foto di bawah ini bisa membungkam ketidakyakinan orang-orang skeptis. Perhatikan kedua foto di bawah ini.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/arca-dwarapala-di-candi-penataran-dan-indian.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4335" title="arca dwarapala di candi penataran dan indian" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/arca-dwarapala-di-candi-penataran-dan-indian.jpg?w=300&#038;h=246" alt="" width="300" height="246" /></a></p>
<p>Foto di sebelah kiri adalah arca Dwarapala (raksasa penjaga pintu gerbang) yang berada di Candi Penataran. Akan tetapi terletak di manakah “arca Dwarapala” pada foto sebelah kanan? Jawabannya terletak di kompleks kuil Chichen Itza peninggalan suku Maya, yang saat ini terletak di semenanjung Yucatan, Amerika Tengah. Bukankah foto ini menunjukkan kemiripan yang luar biasa?</p>
<p>Bukti lainnya ada di foto-foto berikut.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/candi-sukuh-dan-piramida-aztec.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4336" title="MINOLTA DIGITAL CAMERA" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/candi-sukuh-dan-piramida-aztec.jpg?w=300&#038;h=94" alt="" width="300" height="94" /></a></p>
<p>Foto pertama adalah “piramida” yang terdapat di Candi Sukuh yang terletak di desa Karanganyar, kabupaten Surakarta, Jawa Tengah. Foto disampingnya adalah piramida suku Aztec yang terdapat di Tenochtitlan, Mexico. Ini menunjukkan adanya koneksi yang luar biasa antar kedua peradaban tersebut.</p>
<p>Selain itu masih banyak relief lain di Candi Penataran yang menggambarkan orang-orang yang “diduga” berasal dari peradaban bangsa lain.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa2-lain-di-candi-penataran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4337" title="relief bangsa2 lain di candi penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa2-lain-di-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=124" alt="" width="300" height="124" /></a></p>
<p><strong>5. Penelurusan lebih lanjut di candi Penataran</strong><br />
Sangat banyak relief yang menunjukkan bangsa asing yang pernah kita kenal. Sosok-sosok tersebut selalu digambarkan sebagai sosok yang seolah-olah takluk kepada yang berkuasa di Candi Penataran.Sayang sebagian relief sudah rusak, namun untungnya beberapa bagian masih dapat dikenali.</p>
<p>Beberapa relief di Candi Penataran yang menunjukkan bangsa asing yang pernah kita kenali : Pada relief ini terlihat ada tiga orang di belakang orang yang sedang duduk, dan di depannya ada dua orang yang sedang menyembah. Kalau diperhatikan dengan jeli, orang yang paling kiri seperti orang yang berpakaian dari suku bangsa Han [China], lalu di depannya mirip orang yang tergambar di Angkor Vat [Bangsa Campa], dan di depannya lagi mirip orang dari Maya, Inca atau Copan yang berasal dari Amerika Latin. Sedangkan salah satu yang berjongkok di depan [paling kanan] terlihat orang yang bertutup kepala seperti orang Yahudi. Dari gambar ini bisa diperkirakan yang disembah adalah yang duduk dan tiga orang yang berdiri di belakang yang duduk adalah pengawalnya.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa2-di-candi-penataran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4338" title="relief bangsa2 di candi penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa2-di-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=171" alt="" width="300" height="171" /></a></p>
<p>Dari gambar di bawah, terlihat ada dua relief yang seperti menggunakan peci. Pakaian seperti ini bisa kita temui di daerah Turki, India sampai dengan Pakistan.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa-turki-india-dan-pakistan-di-candi-penataran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4339" title="relief bangsa turki, india dan pakistan di candi penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa-turki-india-dan-pakistan-di-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=166" alt="" width="300" height="166" /></a></p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa-afrika-di-candi-penataran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4341" title="patung bangsa turki dan persia" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/patung-bangsa-turki-dan-persia.jpg?w=300&#038;h=160" alt="" width="300" height="160" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-4343" title="relief bangsa sumeria di candi penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa-sumeria-di-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=151" alt="" width="300" height="151" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-4342" title="relief bangsa afrika di candi penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa-afrika-di-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=174" alt="" width="300" height="174" /></a></p>
<p>Pada relief di bawah terlihat ada tiga orang yang bukan berpakaian ala kerajaan kita, posis mereka menyembah dan duduk di bawah, sepintas dari cara berpakaiannya mirip orang Mesir.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa-mesir-di-candi-penataran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4340" title="relief bangsa mesir di candi penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa-mesir-di-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=156" alt="" width="300" height="156" /></a></p>
<p>Siapakah mereka dan sedang apa disana? Setelah dicermati dengan lebih jeli, relief tersebut diperkirakan adalah gambaran dari tiga orang wanita. Perkiraan tentang mereka adalah karena wanita dalam relief tersebut tidak berjanggut.Kalau dianggap wanita Jepang ataupun Korea ada ketidaksamaan yang terletak di model tutup rambut dan apabila dikatakan mirip sorban dari India, maka biasanya yang menggunakan adalah laki-laki yang selalu digambarkan berjenggot.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-dan-artifak-bangsa-mesir.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4344" title="relief dan artifak bangsa mesir" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-dan-artifak-bangsa-mesir.jpg?w=300&#038;h=171" alt="" width="300" height="171" /></a>Dari ketiga gambar di atas hampir mirip dengan relief-relief yang ada di candi Penataran. Jadi dapat diperkirakan yang ada di relief itu adalah sosok wanita Mesir.</p>
<p>Pada gambar di bawah terlihat relief seorang putri yang sedang disembah atau mungkin sedang dilayani. Di latar belakang sosok putri tersebut terdapat raut wajah yang agak rusak namun dari tutup kepalanya seperti tutup kepala orang Romawi. Ada yang mengira itu adalah pohon palem, namun tidak ada pohon palem yang bentuknya melengkung seperti itu. Juga bukan merupakan ornament atau hiasan karena tidak ada ornamen pendukung yang dapat mendefinisikan itu apa.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-putri-romawi-di-candi-penataran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4345" title="relief putri romawi di candi penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-putri-romawi-di-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=192" alt="" width="300" height="192" /></a></p>
<p>Namun bila diperhatikan seperti seorang prajurit Romawi yang sedang mengawal seorang putri dengan rambutnya yang agak bergelombang yang merupakan ciri khas dari putri-putri di Romawi.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/prajurit-romawi.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4347" title="prajurit romawi" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/prajurit-romawi.jpg?w=300&#038;h=183" alt="" width="300" height="183" /></a>Beberapa model rambut Romawi yang dapat kita temukan di relief di candi Penataran,terutama di urutan ke-3 dari kiri. Masalahnya, kenapa dalam sejarah nasional tidak ada penjelasan seberapa luas Negara kita dahulu?<a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/model-rambut-romawi-di-candi-penataran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4346" title="model rambut romawi di candi penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/model-rambut-romawi-di-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=100" alt="" width="300" height="100" /></a></p>
<p>Pada relief-relief yang berada di tingkat dua bangunan Sitihinggil yang ada di Candi Penataran sangat jelas menunjukkan penaklukan suatu bangsa yang mirip dengan bangsa Indian.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/leluhur-nusantara-berhasil-mengambil-alih-salah-satu-kereta-berkuda-dan-memanah-ke-arah-lawan.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4348" title="Leluhur Nusantara berhasil mengambil alih salah satu kereta berkuda dan memanah ke arah lawan." src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/leluhur-nusantara-berhasil-mengambil-alih-salah-satu-kereta-berkuda-dan-memanah-ke-arah-lawan.jpg?w=300&#038;h=166" alt="" width="300" height="166" /></a>Leluhur Nusantara berhasil mengambil alih salah satu kereta berkuda dan memanah ke arah lawan.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/leluhur-nusantara-berhasil-menusuk-panglima-dari-bangsa-indian-di-benua-amerika.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4349" title="Leluhur Nusantara berhasil menusuk panglima dari bangsa Indian di benua Amerika" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/leluhur-nusantara-berhasil-menusuk-panglima-dari-bangsa-indian-di-benua-amerika.jpg?w=300&#038;h=167" alt="" width="300" height="167" /></a>Leluhur Nusantara berhasil menusuk panglima dari bangsa Indian di benua Amerika</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/penambahan-pasukan-indian-untuk-menyerang-leluhur-nusantara.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4350" title="Penambahan pasukan Indian untuk menyerang leluhur Nusantara" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/penambahan-pasukan-indian-untuk-menyerang-leluhur-nusantara.jpg?w=300&#038;h=167" alt="" width="300" height="167" /></a>Penambahan pasukan Indian untuk menyerang leluhur Nusantara</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/kelihatan-bala-bantuan-indian-terburu-buru-dan-berlari-menuju-ke-medan-perang.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4351" title="Kelihatan bala bantuan Indian terburu-buru dan berlari menuju ke medan perang" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/kelihatan-bala-bantuan-indian-terburu-buru-dan-berlari-menuju-ke-medan-perang.jpg?w=300&#038;h=167" alt="" width="300" height="167" /></a>Kelihatan bala bantuan Indian terburu-buru dan berlari menuju ke medan perang</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/pasukan-indian-yang-mempunyai-kekuatan-pasukan-gajah-di-sinilah-letak-ukuran-tahunnya.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4352" title="Pasukan Indian yang mempunyai kekuatan pasukan gajah di sinilah letak ukuran tahunnya" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/pasukan-indian-yang-mempunyai-kekuatan-pasukan-gajah-di-sinilah-letak-ukuran-tahunnya.jpg?w=300&#038;h=167" alt="" width="300" height="167" /></a>Pasukan Indian yang mempunyai kekuatan pasukan gajah di sinilah letak ukuran tahunnya</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/penobatan-sebagai-nenek-moyang-nusantara-sebagai-adipati-di-benua-amerika.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4353" title="penobatan sebagai nenek moyang Nusantara sebagai adipati di benua amerika" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/penobatan-sebagai-nenek-moyang-nusantara-sebagai-adipati-di-benua-amerika.jpg?w=300&#038;h=262" alt="" width="300" height="262" /></a>Penobatan leluhur Nusantara sebagai adipati</p>
<p>Terlihat di relief bahwa daerah yang dikuasai adalah daerah yang ada pohon kaktusnya. Padahal kaktus diketahui berasal dari benua Amerika. Dengan bukti relief gajah dan kaktus, maka dapat diperkirakan bahwa bangsa yang ditaklukkan leluhur kita adalah bangsa Maya dari Kerajaan Copan yang sekarang terletak di negara Honduras.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-gajah-yang-terdapat-di-candi-penataran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4354" title="Relief Gajah yang terdapat di Candi Penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-gajah-yang-terdapat-di-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=107" alt="" width="300" height="107" /></a>Relief Gajah yang terdapat di Candi Penataran</p>
<p>Relief dan gambar Gajah di atas terdapat di daerah Copan &#8211; Honduras yang sejenis dengan yang digambarkan leluhur kita di Candi Penataran; menurut para ahli di Amerika, gajah sudah punah 6500 tahun yang lalu.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-dan-artifak-gajah-di-copan-honduras.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4355" title="relief dan artifak gajah di Copan - Honduras" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-dan-artifak-gajah-di-copan-honduras.jpg?w=300&#038;h=179" alt="" width="300" height="179" /></a><br />
Pertanyaannya adalah: “Apakah leluhur kita sudah punya peradaban di 6500 tahun yang lalu?&#8221;. Menurut saya, tentu ada dan bahkan lebih tua dari itu. Baca: <a title="nusantara-pusat-peradaban-dunia" href="http://oediku.wordpress.com/2011/11/10/nusantara-pusat-peradaban-dunia/">Nusantara, pusat peradaban dunia</a> atau <a title="asal-usul-bangsa-nusantara-asli-keturunan-nabi-nuh-as" href="http://oediku.wordpress.com/2011/10/08/asal-usul-bangsa-nusantara-asli-keturunan-nabi-nuh-as/#more-4147">Asal usul bangsa Nusantara, asli keturunan Nabi Nuh AS</a>.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-ini-adalah-sosok-prajurit-dari-benua-amerika-yang-terdapat-di-candi-penataran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4356" title="Relief ini adalah sosok prajurit dari benua Amerika yang terdapat di Candi Penataran." src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-ini-adalah-sosok-prajurit-dari-benua-amerika-yang-terdapat-di-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=138" alt="" width="300" height="138" /></a>Relief ini adalah sosok prajurit dari benua Amerika yang terdapat di Candi Penataran.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/gambar-sosok-prajurit-bangsa-maya-dari-kerajaan-copan-yang-sekarang-terletak-di-honduras.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4357" title="Gambar sosok prajurit bangsa Maya dari Kerajaan Copan yang sekarang terletak di Honduras." src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/gambar-sosok-prajurit-bangsa-maya-dari-kerajaan-copan-yang-sekarang-terletak-di-honduras.jpg?w=221&#038;h=300" alt="" width="221" height="300" /></a>Patung sosok prajurit bangsa Maya dari Kerajaan Copan yang sekarang terletak di Honduras.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-raksasa-di-candi-penataran-dan-bali.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4358" title="relief raksasa di candi penataran dan bali" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-raksasa-di-candi-penataran-dan-bali.jpg?w=300&#038;h=138" alt="" width="300" height="138" /></a></p>
<p>Pada satu sisi di bagian bawah dari Sitihinggil di Candi Penataran terdapat relief raksasa [buto] yang kesamaannya ada pada patung-patung dan topeng Rangda di Bali.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-raksasa-di-mexico.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4359" title="relief raksasa di mexico" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-raksasa-di-mexico.jpg?w=300&#038;h=172" alt="" width="300" height="172" /></a></p>
<p>Kesamaan bentuk dan wajah terdapat pula pada patung relief raksasa yang ditemukan di Mexico City, di mana disebutkan oleh para arkeolog bahwa sosok itu merupakan raja Aztec.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/petung-penjaga-di-candi-penataran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4360" title="petung penjaga di candi penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/petung-penjaga-di-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=259" alt="" width="300" height="259" /></a><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/patung-penjaga-di-candi-penataran-dan-peradaban-maya.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4361" title="patung penjaga di candi penataran dan peradaban maya" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/patung-penjaga-di-candi-penataran-dan-peradaban-maya.jpg?w=300&#038;h=261" alt="" width="300" height="261" /></a></p>
<p>Pada relief ini kita juga dapat melihat ada sosok yang bertutup kepala tapi tidak menunjukkan berasal dari Indonesia. Sepertinya ini raja bangsa Indian?</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/pada-relief-ini-kita-juga-dapat-melihat-ada-sosok-yang-bertutup-kepala-tapi-tidak-menunjukkan-berasal-dari-indonesia.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4362" title="Pada relief ini kita juga dapat melihat ada sosok yang bertutup kepala tapi tidak menunjukkan berasal dari Indonesia." src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/pada-relief-ini-kita-juga-dapat-melihat-ada-sosok-yang-bertutup-kepala-tapi-tidak-menunjukkan-berasal-dari-indonesia.jpg?w=300&#038;h=265" alt="" width="300" height="265" /></a></p>
<p>Selain itu, pada jaman berdirinya Candi Penataran dapat disimpulkan bahwa telah ada tiga jenis spesies yang sudah mempunyai peradaban, yaitu: bangsa manusia, bangsa raksasa, dan bangsa manusia kera yang berdiri tegak.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-ras-raksasa-di-candi-penataran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4363" title="relief ras raksasa di candi penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-ras-raksasa-di-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=277" alt="" width="300" height="277" /></a><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-ras-kera-di-candi-penataran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4364" title="relief ras kera di candi penataran" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-ras-kera-di-candi-penataran.jpg?w=300&#038;h=252" alt="" width="300" height="252" /></a></p>
<p>Dalam tata cara kematian, manusia pada jaman dahulu kalau meninggal akan diperabukan, sehingga fosilnya tidak akan ditemukan. Cara perabuan berbeda-beda ritualnya di berbagai wilayah, dan saat ini ragam cara perabuan masih dapat kita temukan di banyak tempat di berbagai belahan Bumi.</p>
<p>Jadi dapat diperkirakan; fosil manusia kera yang berdiri tegak bukanlah bangsa manusia, begitu juga fosil seperti manusia yang bertaring dan bertubuh tinggi juga bukan merupakan ras yang menurunkan manusia di masa sekarang.</p>
<p>Pembuktian awal dari misteri yang ada di Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran ini sejalan dengan indikasi-indikasi yang dinyatakan olehProfesor Arysio Nunes dos Santos dari Brazilia yang menyatakan bahwaAtlantis itu benar-benar ada, dan berada di Indonesia.</p>
<p>Prof. Arysio Nunes dos Santos, seorang geolog dan fisikawan nuklir menghabiskan waktu selama 30 tahun untuk membuktikan dari catatan Plato tentang keberadaan peradaban Atlantis,semua hasil penelitian mengarah ke Indonesia, sebagai anak bangsa hanya akan tinggal diamkah kita menyikapi hasil penelitian kelas dunia tersebut ? apalagi bukti-bukti secara empiris yang secara paralel mendukung hasil penelitian tersebut dapat dilihat langsung di Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran.</p>
<p><strong>6. Penutup</strong><br />
Setelah mengamati penjelasan diatas, apakah benar bahwa leluhur Nusantara pernah terhubung dengan bangsa-bangsa di seantero dunia? Kemudian apakah leluhur Nusantara yang berhasil menapakkan kaki (menaklukkan) di benua Amerika atau bangsa Amerika yang pernah mengunjungi Nusantara? Faktanya adalah tidak pernah ada catatan sejarah yang menjelaskan bahwa bangsa Amerika memiliki tradisi maritim yang hebat. Sebaliknya, leluhur Nusantara adalah pelaut-pelaut ulung. Sebagaimana dapat didengar pada lagu tradisional Nusantara, “Nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarung luas samudera ..”.</p>
<p>Begitu pun terhadap bangsa-bangsa di benua Asia (Campa, Pakistan, India, China, Persia, Sumeria, Yahudi) benua Eropa (Romawi, Turki) dan benua Afrika (Mesir). Apakah memang bangsa Nusantara pernah memiliki wilayah kekuasaan sampai kesana, sehingga di candi Penataran ini bisa digambarkan secara gamblang tentang beragamnya karakter dan budaya bangsa-bangsa di seantero dunia itu? Yang jelas ini bukanlah kebetulan, karena tidak ada kebetulan itu.</p>
<p>Ya. Terlepas dari benar dan salahnya (karena masih dalam proses menyimpulkan sejarah yang sebenarnya), tetaplah sebagai putra dan putri Nusantara, kita patutlah berbangga dan terus bersemangat demi kemajuan. Kita mesti menyakini bahwa bangsa kita dulu pernah tiba di puncak kejayaan peradaban manusia. Sehingga marilah kita kembali pada jati diri kita sendiri yang sejatinya sangat berpotensi menjadi bangsa yang terbesar dan terbaik di seluruh dunia. Karena hanya dengan begitulah kehidupan dunia ini akan kembali teratur dan penuh dengan keridhaan-Nya.</p>
<p>Yogyakarta, 15 Nopember 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<p>Referensi:<br />
* http://rezzka-misterisejarah.blogspot.com/2011_10_01_archive.html<br />
* http://www.purnamaserulingpenataran.com/misteri-candi-penataran/<br />
* http://atlantissunda.wordpress.com/2011/05/10/misteri-candi-penataran/</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/info-terbaru/'>Info Terbaru</a>, <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4329&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/11/15/bukti-nusantara-pusat-peradaban-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/candi_penataran.jpg?w=146" medium="image">
			<media:title type="html">Candi_Penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/candi-penataran2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">candi penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/komplek-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">komplek candi penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-di-candi-penataran-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief di candi penataran 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-di-candi-penataran-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief di candi penataran 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-pohon-kaktus-di-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief pohon kaktus di candi penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-kepala-barongan-di-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief kepala barongan di candi penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/arca-dwarapala-di-candi-penataran-dan-indian.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">arca dwarapala di candi penataran dan indian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/candi-sukuh-dan-piramida-aztec.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">MINOLTA DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa2-lain-di-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief bangsa2 lain di candi penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa2-di-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief bangsa2 di candi penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa-turki-india-dan-pakistan-di-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief bangsa turki, india dan pakistan di candi penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/patung-bangsa-turki-dan-persia.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">patung bangsa turki dan persia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa-sumeria-di-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief bangsa sumeria di candi penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa-afrika-di-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief bangsa afrika di candi penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-bangsa-mesir-di-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief bangsa mesir di candi penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-dan-artifak-bangsa-mesir.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief dan artifak bangsa mesir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-putri-romawi-di-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief putri romawi di candi penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/prajurit-romawi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">prajurit romawi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/model-rambut-romawi-di-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">model rambut romawi di candi penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/leluhur-nusantara-berhasil-mengambil-alih-salah-satu-kereta-berkuda-dan-memanah-ke-arah-lawan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Leluhur Nusantara berhasil mengambil alih salah satu kereta berkuda dan memanah ke arah lawan.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/leluhur-nusantara-berhasil-menusuk-panglima-dari-bangsa-indian-di-benua-amerika.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Leluhur Nusantara berhasil menusuk panglima dari bangsa Indian di benua Amerika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/penambahan-pasukan-indian-untuk-menyerang-leluhur-nusantara.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Penambahan pasukan Indian untuk menyerang leluhur Nusantara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/kelihatan-bala-bantuan-indian-terburu-buru-dan-berlari-menuju-ke-medan-perang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kelihatan bala bantuan Indian terburu-buru dan berlari menuju ke medan perang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/pasukan-indian-yang-mempunyai-kekuatan-pasukan-gajah-di-sinilah-letak-ukuran-tahunnya.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pasukan Indian yang mempunyai kekuatan pasukan gajah di sinilah letak ukuran tahunnya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/penobatan-sebagai-nenek-moyang-nusantara-sebagai-adipati-di-benua-amerika.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">penobatan sebagai nenek moyang Nusantara sebagai adipati di benua amerika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-gajah-yang-terdapat-di-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Relief Gajah yang terdapat di Candi Penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-dan-artifak-gajah-di-copan-honduras.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief dan artifak gajah di Copan - Honduras</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-ini-adalah-sosok-prajurit-dari-benua-amerika-yang-terdapat-di-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Relief ini adalah sosok prajurit dari benua Amerika yang terdapat di Candi Penataran.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/gambar-sosok-prajurit-bangsa-maya-dari-kerajaan-copan-yang-sekarang-terletak-di-honduras.jpg?w=221" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar sosok prajurit bangsa Maya dari Kerajaan Copan yang sekarang terletak di Honduras.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-raksasa-di-candi-penataran-dan-bali.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief raksasa di candi penataran dan bali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-raksasa-di-mexico.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief raksasa di mexico</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/petung-penjaga-di-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">petung penjaga di candi penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/patung-penjaga-di-candi-penataran-dan-peradaban-maya.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">patung penjaga di candi penataran dan peradaban maya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/pada-relief-ini-kita-juga-dapat-melihat-ada-sosok-yang-bertutup-kepala-tapi-tidak-menunjukkan-berasal-dari-indonesia.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pada relief ini kita juga dapat melihat ada sosok yang bertutup kepala tapi tidak menunjukkan berasal dari Indonesia.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-ras-raksasa-di-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief ras raksasa di candi penataran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/relief-ras-kera-di-candi-penataran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">relief ras kera di candi penataran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nusantara, Pusat Peradaban Dunia</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/11/10/nusantara-pusat-peradaban-dunia/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/11/10/nusantara-pusat-peradaban-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 03:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4307</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku, melanjutkan pembahasan sebelumnya, mari sekali lagi kita membaca, membuka mata dan hati serta memperluas wawasan tentang sejarah kebesaran bangsa ini. Mari kita lebih kritis dan semangat dalam menggali tentang kehidupan para leluhur kita terdahulu. Karena yakinlah bahwa semakin kita berusaha menelusurinya, maka akan semakin bertambahlah rasa percaya diri dan bangga menjadi orang Nusantara. Untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4307&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-nusantara.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4308" title="peta Nusantara" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-nusantara.jpg?w=150&#038;h=98" alt="" width="150" height="98" /></a>Saudaraku, melanjutkan pembahasan sebelumnya, mari sekali lagi kita membaca, membuka mata dan hati serta memperluas wawasan tentang sejarah kebesaran bangsa ini. Mari kita lebih kritis dan semangat dalam menggali tentang kehidupan para leluhur kita terdahulu. Karena yakinlah bahwa semakin kita berusaha menelusurinya, maka akan semakin bertambahlah rasa percaya diri dan bangga menjadi orang Nusantara.</p>
<p><span id="more-4307"></span>Untuk lebih memperjelasnya, mari ikuti penelusuran berikut ini:</p>
<p><strong>1. Bangsa yang unggul</strong><br />
Tentang peradaban Jawa (Peradaban Atlantis) dikaitkan dengan kiprah Bani Israel, ada fakta yang menarik apabila Anda berkunjung ke situs resmi Israel, misalnya di Kantor Perdana Menteri Israel dan Kantor Kedubes Israel di seluruh dunia terpampang nama Ibukota Israel : <em>JAVA TEL AVIV / JAWA TEL AVIV</em>, dan MAHKOTA RABBI YAHUDI yang menjadi imam Sinagog memakai gambar RUMAH JOGLO JAWA. Dengan demikian apakah Bani Israel merasa menjadi keturunan Jawa? Yang disebut Jawa adalah seluruh Etnik Nusantara yang dulunya penghuni Benua Atlantis sebelum dikirim banjir besar &#8211; banjir Nabi Nuh AS &#8211; oleh Allah SWT. Setelah banjir besar, benua ini pecah menjadi 17.000 pulau yang sekarang disebut Indonesia. Hanya beberapa etnik yang masih tersisa, selebihnya menjadi cikal bakal bangsa-bangsa di dunia, antara lain bangsa India, Cina (termasuk Jepang, korea, mongol), Eropa, Israel, Arab, dan Indian (silahkan baca hasil penelitian Prof. Santos selama 30 tahun tentang Benua Atlantis terbitan Gramedia).</p>
<p>Dalam bahasa Jawi Kuno, arti Jawa adalah benar, moral atau akhlaq. Maka dalam percakapan sehari-hari apabila dikatakan seseorang bahwa ia “<em>ora jowo</em>” berarti “tidak punya akhlaq atau tidak punya sopan santun”. Sebutan jawa ini sejak dulunya dipakai untuk menyebut keseluruhan wilayah Nusantara. Penyebutan etni-etnik sebagaimana berlaku saat ini adalah hasil taktik politik de vide et impera para penjajah. Sejak zaman Benua Atlantis, Jawa memang menjadi pusat peradaban karena dari bukti-bukti fosil manusia purba tertua di seluruh dunia sebanyak 6 jenis fosil, 4 diantaranya ditemukan di Jawa.</p>
<p>Menurut “mitologi jawa” yang telah menjadi cerita turun temurun, bahwa asal usul bangsa Jawa adalah keturunan BRAHMA DAN DEWI SARASWATI dimana salah satu keturunannya yang sangat terkenal dikalangan Guru Hindustan (India) dan Guru Budha (Cina) adalah Bethara Guru Janabadra yang mengajarkan “ILMU KEJAWEN”. Sejatinya “Ilmu Kejawen” adalah “Ilmu Akhlaq” yang diajarkan Nabi Ibrahim AS yang disebut dalam Al-Qur’an <em>“Millatu Ibrahim”</em> dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam wujud Al-Qur’an dengan “BAHASA ASLI (ARAB)”, dengan pernyataannya “<em>tidaklah aku diutus, kecuali menyempurnakan akhlaq”.</em></p>
<p>Dalam buku kisah perjalanan Guru Hindustan di India maupun Guru Buddha di Cina, mereka menyatakan sama-sama belajar “Ilmu Kejawen” kepada Guru Janabadra dan mengembangkan “Ilmu Kejawen” ini dengan nama sesuai dengan asal mereka masing-masing, di India mereka namakan sebagai “Ajaran Hindu”, di Cina mereka namakan “Ajaran Buddha”. Dalam sebuah riset terhadap kitab suci Hindu, Buddha dan Al-Qur’an, ternyata tokoh BRAHMA sebenarnya adalah NABI IBRAHIM AS, sedang DEWI SARASWATI adalah DEWI SARAH yang menurunkan bangsa-bangsa selain ARAB. Bukti lain bahwa Ajaran Buddha berasal dari Jawa adalah adanya prasasti yang ditemukan di Cand-candi Buddha di Thailand maupun Kamboja yang menyatakan bahwa candi-candi tersebut dibangun dengan mendatangkan arsitek dan tukang-tukang dari Jawa, karena memang waktu itu orang Jawa dikenal sebagai bangsa tukang yang telah berhasil membangun “CANDI BOROBUDUR” sebagai salah satu keajaiban dunia.</p>
<p>Ternyata berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, bahwa sebenarnya “CANDI BOROBUDUR” adalah bangunan yang dibangun oleh “TENTARA NABI SULAIMAN” termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai “ARSY RATU SABA”, sejatinya PRINCE OF SABA atau “RATU BALQIS” adalah “RATU BOKO” yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa. Sementara patung-patung di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Buddha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam surga yang menjadikan Nabi Sulaiman AS sebagai model dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting (perhatikan patung Nabi Sulaiman AS di Candi Borobudur).</p>
<p>Hasil riset tersebut juga menyimpulkan bahwa “SUKU JAWA” disebut juga sebagai “BANI LUKMAN”, karena menurut karakternya suku tersebut sesuai dengan ajaran-ajaran LUKMANUL HAKIM, sebagaimana tertera dalam Al-Qur’an. Perlu diketahui bahwa satu-satunya nabi yang termaktub dalam Al-Qur’an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman AS dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU yaitu Sukarno, Suharto, dan Susilo serta meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Jawa Tengah.</p>
<p>Nabi Sulaiman AS mewarisi kerajaan dari Nabi Daud AS yang dikatakan di dalam Al-Qur’an dijadikan sebagai Khalifah di Bumi (menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud AS juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. Di Nusantara, yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA”, menurut Dr. Daoed Yoesoef nama Syailendra berasal dari kata saila dan indra, <em>saila</em> = gunung dan <em>indra</em> = raja.</p>
<p>Jadi sebenarnya Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina bukan keturunan Israel asli yang hanya terdiri dari 12 suku, tapi mereka menamakan diri suku ke 13 yaitu Suku Khazar (yang asalnya dari Asia Tengah) hasil perkawinan campur Bani Israel yang mengalami diaspora dengan penduduk lokal, posisi suku Khazar ini mayoritas di seluruh dunia. Sedang Yahudi asli (bani Israel) telah menghilang yang dikenal sebagai suku-suku yang hilang &#8220;<em>The Lost Tribes</em>&#8221; yang mana mereka pergi ke timur dan banyak yang menuju ke “<em>THE PROMISED LAND</em>” yaitu Indonesia. <em>Wallahu`alam</em>.</p>
<p><strong>2. Bukti pendukung kejayaan peradaban</strong><br />
Masa lampau Indonesia sangat kaya raya. Ini dibuktikan oleh informasi dari berbagai sumber kuno. Kali ini kami akan membahas kekayaan tiap pulau yang ada di Indonesia. Pulau-pulau itu akan kami sebutkan menjadi tujuh bagian besar yaitu Sumatera, Jawa, Kepulauan Sunda kecil, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.</p>
<p><strong>A. Sumatera &#8211; Pulau Emas</strong><br />
Dalam berbagai prasasti, pulau Sumatera disebut dengan nama Sansekerta:<em> Swarnadwipa</em> (“pulau emas”) atau <em>Swarnabhumi</em> (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Sumatera juga dikenal sebagai pulau Andalas.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-swarnadwipa-sumatra.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4315" title="peta Swarnadwipa (sumatra)" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-swarnadwipa-sumatra.jpg?w=645" alt=""   /></a></p>
<p>Pada masa Dinasti ke-18 Fir&#8217;aun di Mesir (sekitar 1.567SM-1.339 SM), di pesisir barat pulau sumatera telah ada pelabuhan yang ramai, dengan nama Barus. Barus (Lobu Tua &#8211; daerah Tapanuli) diperkirakan sudah ada sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Barus dikenal karena merupakan tempat asal kapur barus. Ternyata kamper atau kapur barus digunakan sebagai salah satu bahan pengawet mummy Fir&#8217;aun Mesir kuno.</p>
<p>Di samping Barus, di Sumatera terdapat juga kerajaan kuno lainnya. Sebuah manuskrip Yahudi Purba menceritakan sumber bekalan emas untuk membina negara kota Kerajaan Nabi Sulaiman diambil dari sebuah kerajaan purba di Timur Jauh yang dinamakan Ophir. Kemungkinan Ophir berada di Sumatera Barat. Di Sumatera Barat terdapat gunung Ophir. Gunung Ophir (dikenal juga dengan nama G. Talamau) merupakan salah satu gunung tertinggi di Sumatera Barat, yang terdapat di daerah Pasaman. Kabarnya kawasan emas di Sumatera yang terbesar terdapat di Kerajaan Minangkabau. Menurut sumber kuno, dalam kerajaan itu terdapat pegunungan yang tinggi dan mengandung emas. Konon pusat Kerajaan Minangkabau terletak di tengah-tengah galian emas. Emas-emas yang dihasilkan kemudian diekspor dari sejumlah pelabuhan, seperti Kampar, Indragiri, Pariaman, Tikus, Barus, dan Pedir. Di Pulau Sumatera juga berdiri Kerajaan Srivijaya yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan besar pertama di Nusantara yang memiliki pengaruh hingga ke Thailand dan Kamboja di utara, hingga Maluku di timur.</p>
<p>Kini kekayaan mineral yang dikandung pulau Sumatera banyak ditambang. Banyak jenis mineral yang terdapat di Pulau Sumatera selain emas. Sumatera memiliki berbagai bahan tambang, seperti batu bara, emas, dan timah hitam. Bukan tidak mungkin sebenarnya bahan tambang seperti emas dan lain-lain banyak yang belum ditemukan di Pulau Sumatera. Beberapa orang yakin sebenarnya Pulau Sumatera banyak mengandung emas selain dari apa yang ditemukan sekarang. Jika itu benar maka Pulau Sumatera akan dikenal sebagai pulau emas kembali.</p>
<p><strong>B. Jawa &#8211; Pulau Padi</strong><br />
Dahulu Pulau Jawa dikenal dengan nama <em>JawaDwipa. JawaDwipa</em> berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti &#8220;Pulau Padi&#8221; dan disebut dalam epik Hindu Ramayana. Epik itu mengatakan &#8220;<em>Jawadwipa</em>&#8221; dihiasi tujuh kerajaan, Pulau Emas dan perak, kaya dengan tambang emas&#8221;, sebagai salah satu bagian paling jauh di bumi. Ahli geografi Yunani, Ptolomeus juga menulis tentang adanya “negeri Emas” dan “negeri Perak” dan pulau-pulau, antara lain pulau “<em>Iabadiu</em>” yang berarti “Pulau Padi”.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-jawa-dwipa.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4314" title="peta jawa dwipa" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-jawa-dwipa.jpg?w=645" alt=""   /></a></p>
<p>Ptolomeus menyebutkan di ujung barat <em>Iabadiou</em> (<em>Jawadwipa</em>) terletak <em>Argyre</em> (kotaperak). Kota Perak itu kemungkinan besar adalah kerajaan Sunda kuno, Salakanagara yang terletak di barat Pulau Jawa. Salakanagara dalam sejarah Sunda (Wangsakerta) disebut juga Rajatapura. Salaka diartikan perak sedangkan nagara sama dengan kota, sehingga Salakanagara banyak ditafsirkan sebagai Kota perak.</p>
<p>Di Pulau Jawa ini juga berdiri kerajaan besar Majapahit. Majapahit tercatat sebagai kerajaan terbesar di Nusantara yang berhasil menyatukan kepulauan Nusantara meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina. Dalam catatan Wang Ta-yuan, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua. Mata uangnya dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. Selain itu, catatan kunjungan biarawan Roma tahun 1321, Odorico da Pordenone, menyebutkan bahwa istana Raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata.</p>
<p>Menurut banyak pakar, pulau tersubur di dunia adalah Pulau Jawa. Hal ini masuk akal, karena Pulau Jawa mempunyai konsentrasi gunung berapi yang sangat tinggi. Banyak gunung berapi aktif di Pulau Jawa. Gunung inilah yang menyebabkan tanah Pulau Jawa sangat subur dengan kandungan nutrisi yang di perlukan oleh tanaman.</p>
<p>Raffles pengarang buku: <em>The History of Java</em> merasa takjub pada kesuburan alam Jawa yang tiada tandingnya di belahan bumi mana pun. “Apabila seluruh tanah yang ada dimanfaatkan,” demikian tulisnya, “bisa dipastikan tidak ada wilayah di dunia ini yang bisa menandingi kuantitas, kualitas, dan variasi tanaman yang dihasilkan pulau ini.”</p>
<p>Kini pulau Jawa memasok 53 persen dari kebutuhan pangan Indonesia. Pertanian padi banyak terdapat di Pulau Jawa karena memiliki kesuburan yang luar biasa. Pulau Jawa dikatakan sebagai lumbung beras Indonesia. Jawa juga terkenal dengan kopinya yang disebut kopi Jawa. Curah hujan dan tingkat keasaman tanah di Jawa sangat pas untuk budidaya kopi. Jauh lebih baik dari kopi Amerika Latin ataupun Afrika.</p>
<p>Hasil pertanian pangan lainnya berupa sayur-sayuran dan buah-buahan juga benyak terdapat di Jawa, misalnya kacang tanah, kacang hijau, daun bawang, bawang merah, kentang, kubis, lobak, petsai, kacang panjang, wortel, buncis, bayam, ketimun, cabe, terong, labu siam, kacang merah, tomat, alpokat, jeruk, durian, duku, jambu biji, jambu air, jambu bol, nenas, mangga, pepaya, pisang, sawo, salak,apel, anggur serta rambutan. Bahkan di Jawa kini dicoba untuk ditanam gandum dan pohon kurma. Bukan tidak mungkin jika lahan di Pulau Jawa dipakai dan diolah secara maksimal untuk pertanian maka Pulau Jawa bisa sangat kaya hanya dari hasil pertanian.</p>
<p><strong>C. Kepulauan Sunda kecil (Bali, NTB dan NTT) &#8211; Kepulauan Wisata</strong><br />
Ptolemaeus menyebutkan, ada tiga buah pulau yang dinamai <em>Sunda</em> yang terletak di sebelah timur India. Berdasarkan informasi itu kemudian ahli-ahli ilmu bumi Eropa menggunakan kata Sunda untuk menamai wilayah dan beberapa pulau di timur India. Sejumlah pulau yang kemudian terbentuk di dataran Sunda diberi nama dengan menggunakan istilah Sunda pula yakni Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda Kecil. Kepulauan Sunda Besar ialah himpunan pulau besar yang terdiri dari Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan Timor.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-sunda-kecil-bali-ntt-ntb.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4313" title="peta sunda kecil (Bali, NTT, NTB)" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-sunda-kecil-bali-ntt-ntb.jpg?w=645" alt=""   /></a></p>
<p>Daerah Kepulauan Sunda kecil ini dikenal sebagai daerah wisata karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Sejak dulu telah ada yang berwisata ke daerah ini. Perjalanan Rsi Markandiya sekitar abad 8 dari Jawa ke Bali, telah melakukan perjalanan wisata dengan membawa misi-misi keagaman. Demikian pula Empu Kuturan yang mengembangkan konsep Tri Sakti di Bali datang sekitar abad 11. Pada tahun 1920 wisatawan dari Eropa mulai datang ke Bali. Bali di Eropa dikenal juga sebagai <em>the Island of God.</em></p>
<p>Di Tempat lain di Kepulauan Sunda Kecil tepatnya di daerah Nusa Tenggara Barat dikenal dari hasil ternaknya berupa kuda, sapi, dan kerbau. Kuda Nusa tenggara sudah dikenal dunia sejak ratusan tahun silam. Abad 13 M Nusa Tenggara Barat telah mengirim kuda-kuda ke Pulau Jawa. Nusa Tenggara Barat juga dikenal sebagai tempat pariwisata raja-raja. Raja-raja dari kerajaan Bali membangun Taman Narmada pada tahun 1727 M di daerah Pulau Lombok untuk melepas kepenatan sesaat dari rutinitas di kerajaan.</p>
<p>Daerah Sunda Kecil yang tidak kalah kayanya adalah Nusa Tenggara Timur, karena di daerah ini terdapat kayu cendana yang sangat berharga. Cendana adalah tumbuhan asli Indonesia yang tumbuh di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Cendana dari Nusa Tenggara Timur telah diperdagangkan sejak awal abad masehi. Sejak awal abad masehi, banyak pedagang dari wilayah Indonesia bagian barat dan Cina berlayar ke berbagai wilayah penghasil cendana di Nusa Tenggara Timur terutama Pulau Sumba dan Pulau Timor. Konon Nabi Sulaiman memakai cendana untuk membuat tiang-tiang dalam bait Sulaiman, dan untuk alat musik. Nabi Sulaiman mengimpor kayu ini dari tempat-tempat yang jauh yang kemungkinan cendana tersebut berasal dari Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Kini Kepulauan Sunda kecil ini merupakan tempat pariwisata yang terkenal di dunia. Bali merupakan pulau terindah di dunia. Lombok juga merupakan salah satu tempat terindah di dunia. Sementara itu di Nusa tenggara Timur terdapat Pulau yang dihuni binatang purba satu-satunya di dunia yang masih hidup yaitu komodo. Kepulauan Sunda kecil merupakan tempat yang misterius dan sangat menawan. Kepulauan ini bisa mendapat banyak kekayaan para pelancong dari seluruh dunia jika dikelola secara maksimal.</p>
<p><strong>D. Kalimantan &#8211; Pulau lumbung energi</strong><br />
Dahulu nama pulau terbesar ketiga di dunia ini adalah <em>Warunadwipa</em> yang artinya Pulau Dewa Laut. Kalimantan dalam berita-berita China (<em>T’ai p’ing huan yu chi</em>) disebut dengan istilah<em> Chin li p’i shih</em>. Nusa Kencana&#8221; adalah sebutan pulau Kalimantan dalam naskah-naskah Jawa Kuno. Orang Melayu menyebutnya Pulau Hujung Tanah (<em>P&#8217;ulo Chung</em>). <em>Borneo</em> adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-tunjung-tanah-kalimantan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4312" title="peta tunjung tanah (kalimantan)" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-tunjung-tanah-kalimantan.jpg?w=645" alt=""   /></a></p>
<p>Pada zaman dulu pedagang asing datang ke pulau ini mencari komoditas hasil alam berupa kamfer, lilin dan sarang burung walet melakukan barter dengan guci keramik yang bernilai tinggi dalam masyarakat Dayak. Para pendatang India maupun orang Melayu memasuki muara-muara sungai untuk mencari lahan bercocok tanam dan berhasil menemukan tambang emas dan intan di Pulau ini.</p>
<p>Di Kalimantan berdiri kerajaan Kutai. Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara. Nama Kutai sudah disebut-sebut sejak abad ke 4 (empat) pada berita-berita India secara tegas menyebutkan Kutai dengan nama “<em>Quetaire</em>” begitu pula dengan berita Cina pada abat ke 9 (sembilan) menyebut Kutai dengan sebutan “<em>Kho They</em>” yang berarti kerajaan besar. Dan pada abad 13 (tiga belas) dalam kesusastraan kuno Kitab Negara Kertagama yang disusun oleh Empu Prapanca ditulis dengan istilah “<em>Tunjung Kute</em>”. Peradaban Kutai masa lalu inilah yang menjadi tonggak awal zaman sejarah di Indonesia.</p>
<p>Kini Pulau Kalimantan merupakan salah satu lumbung sumberdaya alam di Indonesia memiliki beberapa sumberdaya yang dapat dijadikan sebagai sumber energi, diantaranya adalah batubara, minyak, gas dan geothermal. Hutan Kalimantan mengandung gambut yang dapat digunakan sebagai sumber energi baik untuk pembangkit listrik maupun pemanas sebagai pengganti batu bara. Yang luar biasa ternyata Kalimantan memiliki banyak cadangan uranium yang bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Disamping itu Kalimantan juga memiliki potensi lain yakni sebagai penyedia sumber energi botani atau terbaharui. Sumber energi botani atau bioenergi ini adalah dari CPO sawit. Pulau Kalimantan memang sangat kaya.</p>
<p><strong>E. Sulawesi &#8211; Pulau besi</strong><br />
Orang Arab menyebut Sulawesi dengan nama <em>Sholibis</em>. Orang Belanda menyebut pulau ini dengan nama <em>Celebes</em>. Pulau ini telah dihuni oleh manusia sejak 30.000 tahun yang lalu terbukti dengan adanya peninggalan purba di Pulau ini. Contohnya lokasi prasejarah zaman batu Lembah Besoa.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-sulawesi.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4311" title="peta sulawesi" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-sulawesi.jpg?w=204&#038;h=300" alt="" width="204" height="300" /></a></p>
<p>Nama Sulawesi konon berasal dari kata &#8220;<em>Sula</em>&#8221; yang berarti pulau dan &#8220;<em>besi</em>&#8220;. Pulau Sulawesi sejak dahulu adalah penghasil <em>bessi</em> (besi), sehingga tidaklah mengherankan Ussu dan sekitar danau Matana mengandung besi dan nikkel. Di sulawesi pernah berdiri Kerajaan Luwu yang merupakan salah satu kerajaan tertua di Sulawesi. Wilayah Luwu merupakan penghasil besi. Bessi Luwu atau senjata Luwu (keris atau kawali) sangat terkenal akan keampuhannya, bukan saja di Sulawesi tetapi juga di luar Sulawesi. Dalam sejarah Majapahit, wilayah Luwu merupakan pembayar upeti kerajaan, selain dikenal sebagai pemasok utama besi ke Majapahit, Maluku dan lain-lain. Menurut catatan yang ada, sejak abad XIV Luwu telah dikenal sebagai tempat peleburan besi.</p>
<p>Di Pulau Sulawesi ini juga pernah berdiri Kerajaan Gowa Tallo yang pernah berada dipuncak kejayaan yang terpancar dari Sombaopu, ibukota Kerajaan Gowa ke timur sampai ke selat Dobo, ke utara sampai ke Sulu, ke barat sampai ke Kutai dan ke selatan melalui Sunda Kecil, diluar pulau Bali sampai ke Marege (bagian utara Australia). Ini menunjukkan kekuasaan yang luas meliputi lebih dari 2/3 wilayah Nusantara.</p>
<p>Selama zaman yang makmur akan perdagangan rempah-rempah pada abad 15 sampai 19, Sulawesi sebagai gerbang kepulauan Maluku, pulau yang kaya akan rempah-rempah. Kerajaan besar seperti Makasar dan Bone seperti yang disebutkan dalam sejarah Indonesia timur, telah memainkan peranan penting. Pada abad ke 14 Masehi, orang Sulawesi sudah bisa membuat perahu yang menjelajahi dunia. Perahu pinisi yang dibuat masyarakat Bugis pada waktu itu sudah bisa berlayar sampai ke Madagaskar di Afrika, suatu perjalanan mengarungi samudera yang memerlukan tekad yang besar dan keberanian luar biasa. Ini membuktikan bahwa suku Bugis memiliki kemampuan membuat perahu yang mengagumkan, dan memiliki semangat bahari yang tinggi. Pada saat yang sama Vasco da Gama baru memulai penjelajahan pertamanya pada tahun 1497 dalam upaya mencari rempah-rempah, dan menemukan benua-benua baru di timur, yang sebelumnya di rintis Marco Polo.</p>
<p>Sampai saat ini Sulawesi sangat kaya akan bahan tambang meliputi besi, tembaga, emas, perak, nikel, titanium, mangan semen, pasir besi/hitam, belerang, kaolin dan bahan galian C seperti pasir, batu, krikil dan trass. Jika saja dikelola dengan baik demi kemakmuran rakyat maka menjadi kayalah seluruh orang Sulawesi.</p>
<p><strong>F. Maluku &#8211; Kepulauan rempah-rempah</strong><br />
Maluku memiliki nama asli &#8220;<em>Jazirah al-Mulk</em>&#8221; yang artinya kumpulan/semenanjung kerajaan yang terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil. Maluku dikenal dengan kawasan Seribu Pulau serta memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam yang berlimpah. Orang Belanda menyebutnya sebagai <em>‘the three golden from the east’</em> (tiga emas dari timur) yakni Ternate, Banda dan Ambon. Sebelum kedatangan Belanda, penulis dan tabib Portugis, Tome Pirez menulis buku ‘<em>Summa Oriental</em>’ yang telah melukiskan tentang Ternate, Ambon dan Banda sebagai <em>‘the spices island’.</em></p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-maluku.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4310" title="peta maluku" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-maluku.jpg?w=645" alt=""   /></a></p>
<p>Pada masa lalu wilayah Maluku dikenal sebagai penghasil rempah-rempah seperti cengkeh dan pala. Cengkeh adalah rempah-rempah purbakala yang telah dikenal dan digunakan ribuan tahun sebelum masehi. Pohonnya sendiri merupakan tanaman asli kepulauan Maluku (Ternate dan Tidore), yang dahulu dikenal oleh para penjelajah sebagai <em>Spice Islands.</em></p>
<p>Pada 4000 tahun lalu di kerajaan Mesir, Fir’aun dinasti ke-12, Sesoteris III. Lewat data arkeolog mengenai transaksi Mesir dalam mengimpor dupa, kayu eboni, kemenyan, gading, dari daratan misterius tempat “Punt” berasal. Meski dukungan arkeologis sangat kurang, negeri “Punt” dapat diidentifikasi setelah Giorgio Buccellati menemukan wadah yang berisi benda seperti cengkih di Efrat tengah. Pada masa 1.700 SM itu, cengkih hanya terdapat di kepulauan Maluku, Indonesia. Pada abad pertengahan (sekitar 1600 Masehi) cengkeh pernah menjadi salah satu rempah yang paling popular dan mahal di Eropa, melebihi harga emas.</p>
<p>Selain cengkeh, rempah-rempah asal Maluku adalah buah Pala. Buah Pala (<em>Myristica fragrans</em>) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting pada masa Romawi. Melihat mahalnya harga rempah-rempah waktu itu banyak orang Eropa kemudian mencari Kepulauan rempah-rempah ini. Sesungguhnya yang dicari Christoper Columbus ke arah barat adalah jalan menuju Kepulauan Maluku, ‘The Island of Spices’ (Pulau Rempah-rempah), meskipun pada akhirnya Ia justru menemukan benua baru bernama Amerika. Rempah-rempah adalah salah satu alasan mengapa penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku.</p>
<p>Kini sebenarnya Maluku bisa kembali berjaya dengan hasil pertaniannya jika terus dikembangkan dengan baik. Maluku bisa kaya raya dengan hasil bumi dan lautnya.</p>
<p><strong>G. Papua &#8211; Pulau surga</strong><br />
Papua adalah pulau terbesar kedua di dunia. Pada sekitar Tahun 200 M , ahli Geography bernama Ptolamy menyebutnya dengan nama <em>LABADIOS</em>. Pada akhir tahun 500 M, pengarang Tiongkok bernama <em>Ghau Yu Kua</em> memberi nama <em>TUNGKI</em>, dan pada akhir tahun 600 M, Kerajaan Sriwijaya menyebut nama Papua dengan menggunakan nama <em>JANGGI</em>. Tidore memberi nama untuk pulau ini dan penduduknya sebagai <em>PAPA-UA</em> yang sudah berubah dalam sebutan menjadi PAPUA. Pada tahun 1545, Inigo Ortiz de Retes memberi nama <em>NUEVA GUINEE</em> dan ada pelaut lain yang memberi nama ISLA DEL ORO yang artinya Pulau Emas. Robin Osborne dalam bukunya, <em>Indonesias Secret War: The Guerilla Struggle in Irian Jaya</em> (1985), menjuluki provinsi paling timur Indonesia ini sebagai surga yang hilang.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-papua.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4309" title="peta papua" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-papua.jpg?w=300&#038;h=150" alt="" width="300" height="150" /></a></p>
<p>Tidak diketahui apakah pada peradaban kuno sebelum masehi di Papua telah terdapat kerajaan. Bisa jadi zaman dahulu telah terdapat peradaban maju di Papua. Pada sebuah konferensi tentang lampu jalan dan lalulintas tahun 1963 di Pretoria (Afrika Selatan), C.S. Downey mengemukakan tentang sebuah pemukiman terisolir di tengah hutan lebat Pegunungan Wilhelmina (Peg. Trikora) di Bagian Barat <em>New Guinea</em> (Papua) yang memiliki sistem penerangan maju. Para pedagang yang dengan susah payah berhasil menembus masuk ke pemukiman ini menceritakan kengeriannya pada cahaya penerangan yang sangat terang benderang dari beberapa bulan yang ada di atas tiang-tiang di sana. Bola-bola lampu tersebut tampak secara aneh bersinar setelah matahari mulai terbenam dan terus menyala sepanjang malam setiap hari. Kita tidak tahu akan kebenaran kisah ini tapi jika benar itu merupakan hal yang luar biasa dan harus terus diselidiki.</p>
<p>Papua telah dikenal akan kekayaan alamnya sejak dulu. Pada abad ke-18 Masehi, para penguasa dari kerajaan Sriwijaya, mengirimkan persembahan kepada kerajaan China. Di dalam persembahan itu terdapat beberapa ekor burung Cendrawasih, yang dipercaya sebagai burung dari taman surga yang merupakan hewan asli dari Papua. Dengan armadanya yang kuat Sriwijaya mengunjungi Maluku dan Papua untuk memperdagangkan rempah – rempah, wangi – wangian, mutiara dan bulu burung Cenderawasih. Pada zaman Kerajaan Majapahit sejumlah daerah di Papua sudah termasuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Pada abad XVI Pantai Utara sampai Barat daerah Kepala Burung sampai Namatota ( Kab.Fak-fak ) disebelah Selatan, serta pulau – pulau disekitarnya menjadi daerah kekuasaan Sultan Tidore.</p>
<p>Tanah Papua sangat kaya. Tembaga dan Emas merupakan sumber daya alam yang sangat berlimpah yang terdapat di Papua. Papua terkenal dengan produksi emasnya yang terbesar di dunia dan berbagai tambang dan kekayaan alam yang begitu berlimpah. Papua juga disebut-sebut sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi. Papua merupakan surga keanekaragaman hayati yang tersisa di bumi saat ini. Pada tahun 2006 diberitakan suatu tim survei yang terdiri dari penjelajah Amerika, Indonesia dan Australia mengadakan peninjauan di sebagian daerah pegunungan Foja Propinsi Papua Indonesia. Di sana mereka menemukan suatu tempat ajaib yang mereka namakan &#8220;dunia yang hilang&#8221;,dan &#8220;Taman Firdaus di bumi&#8221;, dengan menyaksikan puluhan jenis burung, kupu-kupu, katak dan tumbuhan yang belum pernah tercatat dalam sejarah. Jika dikelola dengan baik, orang Papua pun bisa lebih makmur dengan kekayan alam yang melimpah tersebut.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>*****</strong></p>
<p>Demikianlah sedikit tulisan mengenai pulau-pulau di Indonesia yang sangat kaya. Dari tulisan tersebut sebenarnya Indonesia sudah dikenal sebagai bumi yang kaya sejak zaman peradaban kuno. Kita belum tahu peradaban kuno apa yang sebenarnya telah ada di Kepulauan Nusantara ini. Bisa jadi telah ada peradaban kuno dan makmur di Nusantara ini yang tidak tercatat sejarah. Ilmuwan Brazil Prof. Dr. Aryso Santos, menegaskan teori bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis. Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu.</p>
<p>Oppenheimer dalam buku “<em>Eden in the East: the Drowned Continent of Southeast Asia</em>”, mengajukan bahwa Sundaland (Indonesia) adalah Taman Firdaus (Taman Eden). Bahwa Taman Firdaus (Eden) itu bukan di Timur Tengah, tetapi justru di Sundaland. Indonesia memang merupakan lahan yang subur dan indah yang terletak di jalur cincin api (<em>pacific ring of fire</em>), yang ditandai keberadaan lebih dari 500 gunung berapi di Indonesia. Indonesia bisa saja disebut sebagai surga yang dikelilingi cincin api. Tapi terlepas dari benar atau tidaknya kita semua sepakat mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia adalah negeri yang sangat kaya akan hasil bumi, laut maupun budayanya.</p>
<p>Kebudayaan asli Indonesia sudah berumur ribuan tahun sebelum peradaban Mesir maupun Mesopotamia mulai menulis di atas batu. Peradaban bangsa Indonesia mungkin memang tidak dimulai dengan tradisi tulisan, akan tetapi tradisi lisan telah hidup dan mengakar dalam jiwa masyarakat kuno bangsa kita.</p>
<p>Alam Indonesia yang kaya-raya dan dirawat dengan baik oleh nenek moyang kita juga menjadi salah satu faktor yang membuat kepulauan nusantara menjadi sumber perhatian dunia. Indonesia merupakan negara yang terletak di khatulistiwa yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah di samping letaknya yang strategis secara geografis. Sumber daya alam tersebut mulai dari kekayaan laut, hutan, hingga barang tambang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kini mulai banyak ditemukan tambang baru di Indonesia. Orang Indonesia akan terkejut dengan kekayaan alam apa lagi yang akan muncul dari dalam bumi Indonesia ini.</p>
<p>Bumi yang kaya ini jika dikelola dengan baik akan membuat setiap rakyat Indonesia bisa memperoleh kemakmuran yang luar biasa sehingga bisa jadi suatu saat rakyat Indonesia sudah tidak perlu dikenakan pajak seperti saat ini, dan segala fasilitas bisa dinikmati dengan gratis berkat dari kekayaan alam yang melimpah yang dibagi kepada rakyat secara adil. Yang dibutuhkan Indonesia adalah penguasa baik, adil dan pandai yang amat mencintai rakyat dan menolak segala bentuk kebijakan yang menyulitkan masyarakat. Sudah saatnya Indonesia bangkit menuju kejayaannya. Jika hal itu terlaksana Indonesia bisa menjadi negara paling kaya di dunia.</p>
<p><strong>3. Penutup</strong><br />
Perlu kajian dan penelitian yang lebih mendalam. Namun terlepas benar atau salahnya hasil penelitian diatas, maka patutlah kita sebagai anak bangsa untuk tetap bangga dan percaya diri, bahwa kita bukanlah bangsa yang bodoh dan tertinggal dari bangsa-bangsa lain di dunia. Dan itu terbukti dengan banyak sekali prestasi internasianal yang telah di ukir oleh putra-putri dari negeri ini. Contohnya saja dengan seringnya menjuarai <em>Olympiade</em> tingkat internasional di bidang matematika, fisika dan kimia. Padahal dengan kondisi pendidikan yang &#8220;mengenaskan&#8221; seperti sekarang ini (bagaimana kalau fasilitas pendidikannya seperti di Jepang ya?). Belum lagi dengan banyaknya ilmuwan dan peneliti kita yang terkenal di seantero dunia, meski tidak untuk di negeri sendiri.</p>
<p>Sungguh disayangkan, dalam hal ini para pemimpin bangsa dan pemerintah kurang memberikan dukungan yang semestinya. Mereka terus disibukkan dengan urusan mereka sendiri dan kerap melupakan urusan rakyat. Mereka terbuai dengan fasilitas dan kemewahan yang telah didapatkan, yang membuat mereka mengabaikan penderitaan rakyat kecil. Sehingga akhirnya bangsa ini semakian morat marit, hukum menjadi memihak, akhlak kian rusak, sistem ketatanegaraan semrawut, kehidupan ekonomi kian terpuruk namun prestasi korupsi kian meningkat di mata dunia. Bahkan tanpa disadari bangsa ini makin tertinggal dan terus saja terjajah oleh bangsa asing.</p>
<p>Ayo saudaraku, mari kita tetap bersemangat dan perkuat kepercayaan diri demi kemajuan bangsa ini. Tinggalkan kebiasaan yang terlalu mengagungkan asing (Barat, dll). Kita mesti mandiri, karena sebenarnya kita lebih unggul dari mereka. Sedangkan masalah kenapa kita masih saja tertinggal dari bangsa maju di dunia, adalah karena mereka (pihak yang tidak senang) tidak menginginkan kita bangkit dan kembali menjadi pemimpin dunia. Kita bukanlah bangsa yang miskin, tapi memang telah dimiskinkan. Dan itu udah terjadi sejak zaman kolonial. Negeri kita bukanlah negeri yang tandus, karena sebenarnya paling kaya di dunia dan bisa memenuhi kebutuhan sendiri (karena semua tersedia di tanah pertiwi ini) bahkan untuk kebutuhan dunia. Sehingga tidak ada alasan untuk terus miskin dan tertinggal.</p>
<p>Semoga dalam waktu dekat Nusantara ini bisa kembali bangkit dan mengulangi sejarah keagungannya. Meski harus melewati besarnya bencana (hukuman Tuhan) dan sulitnya keadaan yang menghadang di depan, InsyaAllah kehidupan di negeri ini akan jauh lebih baik. Kesejahteraan, kedamaian dan kemuliaan bisa kembali di raih. Sehingga tegaklah hukum Tuhan yang sejati dan selamatlah kehidupan manusia di dunia dan akherat.</p>
<p>Yogyakarta, 10 Nopember 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<p>Referensi:<br />
* http://atlantis-lemuria-indonesia.blogspot.com/2010/02/benarkah-tanah-yang-dijanjikan-bukanlah.html<br />
* http://atlantis-lemuria-indonesia.blogspot.com/2010/02/kejayaan-nusantara-kuno-bukti-bahwa.html</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/info-terbaru/'>Info Terbaru</a>, <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4307/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4307&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/11/10/nusantara-pusat-peradaban-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-nusantara.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">peta Nusantara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-swarnadwipa-sumatra.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peta Swarnadwipa (sumatra)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-jawa-dwipa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peta jawa dwipa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-sunda-kecil-bali-ntt-ntb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peta sunda kecil (Bali, NTT, NTB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-tunjung-tanah-kalimantan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peta tunjung tanah (kalimantan)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-sulawesi.jpg?w=204" medium="image">
			<media:title type="html">peta sulawesi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-maluku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peta maluku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/peta-papua.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">peta papua</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Berburu Ilmu</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/11/03/keutamaan-berburu-ilmu/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/11/03/keutamaan-berburu-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 09:22:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4268</guid>
		<description><![CDATA[Bentuk fisik manusia adalah sesuatu yang berada di luar kendalinya. Ketampanan dan kecantikan atau kejelek dan keburukan rupa adalah sesuatu yang tidak bisa ia kehendaki. Hanya Allah SWT saja yang mengendalikannya, sebab hanya Dia pula Yang Maha Pencipta. Sedangkan merawat dan menghiasnya adalah sesuatu yang menjadi kewajiban seorang pribadi, dan jelas bisa ia lakukan sehari-hari. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4268&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/keutamaan-berburu-ilmu.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4269" title="Keutamaan berburu ilmu" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/keutamaan-berburu-ilmu.jpg?w=150&#038;h=130" alt="" width="150" height="130" /></a>Bentuk fisik manusia adalah sesuatu yang berada di luar kendalinya. Ketampanan dan kecantikan atau kejelek dan keburukan rupa adalah sesuatu yang tidak bisa ia kehendaki. Hanya Allah SWT saja yang mengendalikannya, sebab hanya Dia pula Yang Maha Pencipta. Sedangkan merawat dan menghiasnya adalah sesuatu yang menjadi kewajiban seorang pribadi, dan jelas bisa ia lakukan sehari-hari. Atau bahkan semangat dalam melengkapi kekurang diri dengan cara terus menambah wawasan dan ilmu pengetahuan meskipun sulit.</p>
<p><span id="more-4268"></span>Untuk itu, orang yang cerdas adalah mereka yang seyogyanya berusaha mencapai puncak tertinggi yang bisa diraihnya. Meskipun itu cacat secara fisik, tidak ada yang dapat menghalanginya. Bahkan seandainya ia bisa terbang ke langit, maka ia akan berusaha untuk bisa naik ke langit. Sebab, kepuasan yang bisa ia dapatkan akan semakin besar. Sedangkan orang yang bodoh adalah mereka yang cepat berpuas diri dalam pencapaian ilmunya. Merasa apa yang telah ia dapatkan kini adalah yang terbaik dan paling tinggi kedudukannya. Sehingga ia tidak mau lagi belajar dan akhirnya bersikap sombong atau <em>riya`</em>, meski kesalahannya telah di perlihatkan.</p>
<p>O.. apalah jadinya bila kehidupan ini tanpa disertai dengan ilmu? Sedangkan bagaimana pula bila ilmu itu tidak dalam hal yang positif dan bermanfaat (merusak)?</p>
<p>Karena itu, wahai para pencari ilmu, bersungguh-sungguhlah dalam mengumpulkan ilmu dan tekunlah dalam mempelajarinya. Bahkan genapi pula ia dengan prinsip bahwa ilmu itu mesti bermanfaat bagi kehidupan dunia kini dan berguna ketika di kehidupan akherat. Jangan hanya kau rasa bahwa harus mementingkan akherat namun melalaikan keperluan dunia, atau malah hanya mementingkan dunia dan melupakan kepentingan akherat. Tapi bertekadlah demi memenuhi kepentingan dari keduanya, agar menjadi baik dan sempurnalah kehidupanmu.</p>
<p><em>&#8220;Menuntut ilmu wajib atas tiap Muslim (baik Muslimin maupun Muslimah)&#8221;</em> (HR. Ibnu Majah)</p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke Syurga</em>&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Sungguh, kemajuan peradaban sebuah bangsa akan ditentukan oleh semangat keilmuan dalam masyarakatnya. Ini bisa di buktikan dengan sejarah bangsa-bangsa besar di dunia (Atlantis, Babylonia, Mesir, Yunani, Romawi, Indian, Nusantara, Kekhalifahan Islam, dll), dimana mereka telah maju dalam peradaban seiring dengan semangat keilmuannya.</p>
<p><em>&#8220;Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu (agama) beberapa derajat&#8221;</em> (QS. Al-Mujaadilah : 11)</p>
<p>Namun saudaraku, aku menyaksikan begitu banyak orang yang disibukkan dengan mendalami ilmu dunia, sehingga ia tidak sempat mempelajari ilmu tentang akherat. Begitu pun aku menyaksikan tidak sedikit yang terlalu sibuk dengan ilmu akherat namun mengabaikan ilmu untuk memenuhi kehidupan dunia ini. Padahal seorang Muslim tetap perlu mencari uang agar kehidupannya tertata dan nikmat. Ia juga butuh bekerja agar lebih unggul dari orang lain dalam kebaikan. Sebab, bagaimana ia bisa baik dalam melakukan ibadah untuk kepentingan akheratnya bila ia dalam kemiskinan dan kekurangan? Atau bisakah ia khusyuk dalam ibadahnya bila ia dalam suasana kelaparan dan menderita?</p>
<p>Sehingga, usaha dalam mencari kehidupan dunia yang layak adalah kewajiban, namun jangan sampai menghalanginya mencari ilmu dan mempersiapkan bekal bagi kehidupan akheratnya. Ia harus mencukupi semua kebutuhan dunianya, namun mesti seiring pula dengan kebutuhannya di akherat nanti.</p>
<p>Ya. Inilah yang sebenarnya maksud dari mereka yang tergolong sebagai hamba Allah SWT yang cerdas. Di mulai dengan optimis dalam menggapai ilmu setinggi-tingginya sampai pada praktek penerapan ilmu itu di kehidupan nyata dunia. Dan ketika ia benar-benar memiliki ilmu yang mumpuni, maka bukannya ia cepat berpuas diri, melainkan semakin haus dengan ilmu. Bukan pula ia akan membatasi ilmu mana yang harus ia pelajari, melainkan semua ilmu akan ia pelajari demi luasnya wawasan. Ia pun akan berlaku seperti padi, yang semakin berisi semakin menunduk. Sedangkan ilmu yang ia cari dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah nyata dalam kebenaran dan manfaat.</p>
<p><em>&#8220;Katakanlah: &#8220;Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?&#8221; Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.&#8221;</em> (QS. Az-Zumar : 9)</p>
<p>Untuk itu saudaraku, mari kembali kepada jati diri kita sendiri (Islam). Mari kita terus bersemangat dalam meraih puncak-puncaknya ilmu pengetahuan. Karena tidak ada dalil yang memerintahkan kita untuk menjadi seorang yang bodoh atau pun malas. Bahkan wahyu Allah SWT yang di turunkan pertama kali kepada Rasululah Muhammad SAW adalah mengenai ilmu dan pengetahuan (<em>Iqra`</em> = baca). Dan bila mulai dari sekarang kita tekun mengamalkannya disertai dengan terus berusaha memperluas wawasan dan pengetahuan, maka yakinlah umat ini akan kembali berjaya di seantero dunia. Sedangkan tatanan peradaban akan jauh lebih baik dan terjamin bagi kehidupan dunia dan akherat.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/sultan-ahmed-mosque.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4270" title="sultan-ahmed-mosque" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/sultan-ahmed-mosque.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><strong>Gambar 1. </strong>Foto: Masjid Sultan Ahmed &#8211; Turki</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/mosque-kul-sharif.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4271" title="Mosque-Kul-Sharif-" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/mosque-kul-sharif.jpg?w=645" alt=""   /><strong></strong></a><strong>Gambar 2. </strong>Foto: Masjid dan universitas Qolsharif &#8211; Rusia</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/masjid-dan-perpustakaan-imam-al-bukhari.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4286" title="masjid dan perpustakaan imam Al-Bukhari" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/masjid-dan-perpustakaan-imam-al-bukhari.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><strong>Gambar 3. </strong>Foto: Masjid dan perpustakaan imam Al-Bukhari &#8211; Uzbekistan</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/istana-al-hambra-andalusia-spayol1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4304" title="istana al-hambra (Andalusia-spayol)" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/istana-al-hambra-andalusia-spayol1.jpg?w=300&#038;h=201" alt="" width="300" height="201" /></a><strong>Gambar 4. </strong>Foto: Istana Al-Hambra &#8211; Andalusia (Spayol)</p>
<p>Semoga dengan ilmu kita tetap menjadi seorang pribadi yang semangat dalam menggapai kehidupan dunia namun tetap sibuk mempersiapkan bekal bagi kehidupan akherat. Karena hanya dengan begitulah, maka semua kebahagiaan akan tercapai sempurna.</p>
<p>Yogyakarta, 03 Nopember 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4268/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4268&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/11/03/keutamaan-berburu-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/keutamaan-berburu-ilmu.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Keutamaan berburu ilmu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/sultan-ahmed-mosque.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sultan-ahmed-mosque</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/mosque-kul-sharif.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mosque-Kul-Sharif-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/masjid-dan-perpustakaan-imam-al-bukhari.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">masjid dan perpustakaan imam Al-Bukhari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/11/istana-al-hambra-andalusia-spayol1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">istana al-hambra (Andalusia-spayol)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Seorang Mukmin Bermaksiat</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/10/30/ketika-seorang-mukmin-bermaksiat/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/10/30/ketika-seorang-mukmin-bermaksiat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 05:15:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4253</guid>
		<description><![CDATA[Seorang yang beriman seyogyanya terus berada di jalan Tuhannya. Dalam situasi apapun, tentunya ia akan gelisah bila tidak bisa dekat dengan Kekasihnya itu. Begitupun saat ia telah mendapati dirinya telah memiliki kecenderungan terhadap duniawi, maka ia pun meminta-Nya untuk segera memalingkannya dari musibah itu. Namun ketika ia melihat dirinya memiliki kecenderungan terhadap akherat, maka ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4253&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/10/mukmin.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4254" title="mukmin" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/10/mukmin.jpg?w=111&#038;h=150" alt="" width="111" height="150" /></a>Seorang yang beriman seyogyanya terus berada di jalan Tuhannya. Dalam situasi apapun, tentunya ia akan gelisah bila tidak bisa dekat dengan Kekasihnya itu. Begitupun saat ia telah mendapati dirinya telah memiliki kecenderungan terhadap duniawi, maka ia pun meminta-Nya untuk segera memalingkannya dari musibah itu. Namun ketika ia melihat dirinya memiliki kecenderungan terhadap akherat, maka ia pun akan meminta-Nya untuk tetap memberikan hidayah agar terus beramal sholeh.</p>
<p><span id="more-4253"></span>Orang yang berada di dalam kondisi seperti diatas adalah pribadi yang hidup dalam kehidupan yang menyenangkan meski terlihat menderita. Ia juga sosok yang telah benar-benar menjalani kehidupannya sebagai manusia. Sebab, ia terbiasa untuk mengkhawatirkan bahaya yang dikandung oleh kesenangan duniawi. Ia pun merasa wajib dalam memperbaiki setiap kesalahan yang di lakukan tanpa penundaan. Sehingga baginya adalah ketenangan bila ia bisa terus menata hati dalam kebenaran dan membawa jiwa pada nilai kebaikan.</p>
<p>Namun, aku kerap menyaksikan banyak orang yang terpeleset karena sesuatu atau terjerembab karena genangan kenikmatan duniawi yang sesaat. Ia tidak menyadari bahwa dunia ini hanyalah secawan jiwa-jiwa bebas. Ia adalah penerusan kesenangan yang akan berakhir kesedihan. Sehingga disaat ia telah tua renta dan kematian tak lama menjelang, maka yang tertinggal hanyalah penyesalan. Sedangkan kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki keadaan sudah hilang dari waktu yang bergulir.</p>
<p>Golongan yang terpelesat ini tidak luput dari mereka yang mengakui dirinya adalah Muslim. Sedangkan aku telah mengambil pelajaran bahwa mengapa mereka tak memahami apa-apa yang telah membuat mereka terpeleset ke dalam jurang dosa. Padahal jika saja mereka mau mewaspadai bujuk rayu syaitan dan paksaan dari hawa nafsunya, mereka tentu tidak akan ragu tentang hakekat kebenaran.</p>
<p><em>&#8220;Iblis berkata; Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba yang Engkau beri petunjuk di antara mereka&#8221;</em> (QS. Al-Hijr : 39-40)</p>
<p>Ya. Kelezatan maksiat hanya bisa dirasakan oleh seorang yang tenggelam didalamnya. Kelalaiannya itu merupakan sumber dari bencana yang setia menunggu di lain waktu. Adapun seorang yang beriman tidak akan bisa merasakannya. Sebab, ketika ia mendekat pada perilaku atau tempat maksiat saja, maka ia akan tertekan. Hatinya akan gundah gulana sembari merasa ketakutan. Merasa malu pada diri sendiri dan tentunya kepada Tuhan yang pandangan-Nya tidak pernah luput dari segala peristiwa. Bahkan meski syahwat telah mengangkanginya, ia tidak akan berpaling dari kebenaran. Dengan segenap ilmu yang dimiliki, hatinya tidak akan nyaman. Ia akan segera menyesal dengan penyesalan yang dalam dan bertobat dengan tobat yang sebenar-benarnya.</p>
<p>O.. alangkah menyedihkan jika kehidupan ini dianggap hanya berlaku di dunia ini saja. Padahal kehidupan yang abadi adalah negeri akherat. Dengan apa yang kau beli dan jual &#8211; jika tidak sesuai dengan aturan Tuhan &#8211; hakekatnya adalah menumpuk penyesalan. Dan saat ia tidak lagi mampu di pikul oleh binatang pengangkut, semua kesenangan itu akan tertinggal juga. Sedangkan kau akan melanjutkan perjalanan hanya dengan berbekal kain kafan. Dan yang lebih memilukan adalah nanti kau akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban, sedangkan kau sendiri tidak mampu menjawabnya. Engkau bahkan lupa mempersiapkan tiga perkara; (1) anak yang sholeh; (2) ilmu yang bermanfaat; (3) amal jariyah. Sehingga yang ada hanyalah balasan siksa yang teramat perih.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/10/jalan-surga-neraka.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4255" title="jalan-surga-neraka" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/10/jalan-surga-neraka.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p>Untuk itu sadarlah hai saudaraku, hai orang-orang Islam yang hatinya telah dikuasai oleh keterpedayaan hawa nafsu. Insaflah hai dirimu yang jiwanya terpenjara kesenangan duniawi. Engkau tidak harus meninggalkan kesenangan dunia ini &#8211; karena kita mesti bisa menikmatinya -, namun tetap menjadikannya sebagai kendaraan menuju kesenangan yang abadi di akherat. Penuhi kehidupan dunia ini dengan yang baik-baik saja dan terus berjalan di arah yang benar. Jadikan pula dunia ini hanya sebagai terminal persinggahan saja, karena engkau mesti terus melanjutkan perjalanan hingga ke tujuan, yaitu syurganya Allah SWT. Karena disanalah kesenangan, kenikmatan dan keindahan yang sejati.</p>
<p>Semoga kita menjadi hamba Allah SWT yang beruntung, baik ketika masih menjalani kehidupan di dunia ini ataupun nanti di akherat. Karena dengan begitulah kita baru bisa dikatakan sebagai manusia yang sempurna. Sedangkan kebahagiaan adalah sesuatu yang pasti mengikat.</p>
<p>Yogayakarta, 30 Oktober 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4253/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4253&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/10/30/ketika-seorang-mukmin-bermaksiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/10/mukmin.jpg?w=111" medium="image">
			<media:title type="html">mukmin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/10/jalan-surga-neraka.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jalan-surga-neraka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bencana dan Pembersihan Dosa</title>
		<link>http://oediku.wordpress.com/2011/10/27/bencana-dan-pembersihan-dosa/</link>
		<comments>http://oediku.wordpress.com/2011/10/27/bencana-dan-pembersihan-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 04:54:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan_ku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oediku.wordpress.com/?p=4245</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku. Aku memikirkan bencana luar biasa dan berbagai malapetaka yang kerap menghujam keras di negeri ini. Aku pun terus merenungkan dengan seksama, sehingga yang aku dapatkan adalah keheranan. Ku lihat betapa semua laknat itu terjadi oleh sebab terlalu banyak orang yang menjalani aktivitas kehidupan di dunia ini tetapi sepertinya tidak ada walau mereka sebenarnya ada. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4245&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/10/pembersihan-dosa.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4246" title="pembersihan dosa" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/10/pembersihan-dosa.jpg?w=150&#038;h=100" alt="" width="150" height="100" /></a>Saudaraku. Aku memikirkan bencana luar biasa dan berbagai malapetaka yang kerap menghujam keras di negeri ini. Aku pun terus merenungkan dengan seksama, sehingga yang aku dapatkan adalah keheranan. Ku lihat betapa semua laknat itu terjadi oleh sebab terlalu banyak orang yang menjalani aktivitas kehidupan di dunia ini tetapi sepertinya tidak ada walau mereka sebenarnya ada. Mereka tidak mau mengindahkan aturan Tuhan apalagi mengkaji dalil-dalil ke-Esaan-Nya. Justru mereka menjalani kehidupan sehari-hari laksana kawanan binatang liar di hutan.</p>
<p><span id="more-4245"></span>Kelakuan mereka seperti itu bukan berarti mereka bodoh dan tidak memiliki akal dan pengetahuan, bahkan terkadang ilmu mereka begitu mendalam. Namun sayang, justru dosa-dosa mereka pun kian menumpuk. Mereka tidak lagi peduli tentang apakah uang yang mereka dapatkan diperoleh dengan cara yang halal atau haram. Apakah perbuatannya itu sudah benar atau salah. Kalau merasa ringan menjalankan syariat, mereka akan melaksanakannya. Namun bila merasa keberatan, mereka pun meninggalkan kewajiban itu. Bahkan sebagian dari mereka dengan santainya berani melakukan dosa-dosa besar (zina, membunuh, durhaka, syirik, korup, menjual agama, dll), meski sebenarnya mereka pun mengetahui bahwa itu adalah kesalahan.</p>
<p><em>“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kedalam kubur, janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu”</em> (QS. At-Takatsur : 1-3)</p>
<p>Ya. Aku sering melihat begitu banyak pribadi yang terkecoh oleh usia mudanya. Mereka pun melupakan bahwa suatu saat nanti mereka harus menua dan mati. Bahkan mereka juga melupakan bahwa nanti ia akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di dunia. Sehingga seringlah kita melihat ada seorang yang dihina pada usia senjanya namun ia sendiri tidak mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi. Padahal sebenarnya karena di waktu muda dulu ia kerap mengabaikan hak Allah SWT dan tidak mempersiapkan bekal untuk hari tua dan kematiannya.</p>
<p>O.. Aku merasa heran kepadamu yang telah meyakini akan sesuatu (kematian) tapi melupakannya. Aku takjub padamu karena mempercayai adanya bahaya (azab Allah) namun tetap saja mendekatinya. Dan akupun sangat terpukau kepadamu, karena begitu takutnya dengan kehidupan dunia ini, padahal ada kehidupan yang abadi di akherat sedangkan Allah SWT adalah penguasanya yang sangat berkuasa.</p>
<p><a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/10/jenazah.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4247" title="jenazah" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/10/jenazah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Aku juga kaget melihatmu yang terus saja memperturutkan setiap keinginan buruk dari hawa nafsu. Engkau begitu gigihnya mengejar apa yang disangka itu meski kau pun tau bahwa itu keliru dan bertentangan dengan hati nuranimu. Sehingga akhirnya kau terus bahagia dalam keterpedayaan tanpa menyadari bahwa dirimu telah menjadi budak belia syaitan.</p>
<p>Sungguh, kesadaran sering kali menyeruak saat sebuah nasihat mengetuk telinga seseorang. Namun hanya sedikit yang mau menerimanya dengan kelapangan hati. Ini terlihat ketika ia meninggalkan majelis ilmu atau setelah orang yang memberikan nasihat berlalu, maka sejak saat itu pula kelalaian jiwa dan kekerasan hati kembali menguasai dirinya. Bahkan tidak jarang dari mereka yang kembali melakukan dosa dan pembangkangan terhadap kebenaran.</p>
<p>Sehingga aku pun dapat menyimpulkan, bahwa diantara mereka itu ada yang ketika mendapatkan nasihat, maka ia akan tetap dalam kesadarannya dan berusaha memahami lalu mencoba mengambilnya sebagai pelajaran yang berharga. Dan seandainya hawa nafsu mencoba menghadangnya dari jalan kebenaran, ia akan terus berjuang dengan keras hingga ia sampai di rumah tujuan (kebenaran sejati) dalam keadaan selamat. Sedangkan sebagian besarnya lagi adalah mereka yang ketika mendapatkan nasihat, ia malah hilang kesadaran dan segera melupakannya. Di awali dengan sikap cuek dengan isi nasihat, mengabaikan seruan kebaikan bagi dirinya hingga menolak dengan terang-terangan bila ada yang memberikan nasihat. Sungguh celaka dan menyedihkan.</p>
<p>Karena itu, sampai saat ini apakah kau sudah pernah mendurhakai Allah SWT? Atau sebaliknya, engkau dengan ikhlas telah menaati-Nya? Jika kau merasa tidak pernah mendurhakai Allah, maka kemanakah semua kenikmatan maksiat yang dilakukan selama ini? Sedangkan saat kau meyakini bahwa kau telah menaati-Nya, lalu apa saja keletihan dan dampak dari ketaatan yang dikerjakan selama ini? Oh.. ternyata semuanya sudah berlalu bersama setiap perkara yang mengiringinya. Namun sayang, setiap dosa tidak ikut serta berlalu dengan kematian. Sebab, ia akan terus di pikul hingga ke akherat dan neraka.</p>
<p>Wahai saudaraku, pikirkanlah kematian yang pasti akan menghampirimu. Bayangkan saat-saat menjelang kematian yang tentunya sangat menyakitkan itu. Pahitnya penyesalan dan beratnya menanggung beban dosa bisa saja menemani akhir dari kehidupanmu. Sedangkan pintu tobat sudah tertutup rapat meski engkau sangat mengharapkannya bisa terbuka lagi.</p>
<p>Lalu, mengapa tidak dari sekaranglah, selama masih tersedianya kesempatan hidup, kau terus menyiapkan semua bekal terbaik untuk bepergian jauh; yaitu kematian dan akherat? Dan karena kau tidak pernah tau apa balasan yang diberikan oleh Allah SWT nanti, mengapa kau pun tidak mempersiapkan lebih banyak lagi perbekalan demi selamatnya dalam perjalanan itu?</p>
<p>Untuk itulah, renungkan kembali setiap kewajibanmu sebagai hamba Allah SWT. Tunaikan ia dengan tidak bermalas-malasan. Meski ia terdiri dari yang mudah dan sulit, maka tetaplah berusaha untuk melaksanakan semuanya. Sebab, semua bentuk aturan-Nya itu adalah demi kebaikanmu sendiri. Semuanya hanya untuk menjadikan dirimu sebagai seorang pribadi yang terbaik dan mulia diantara semua makhluk-Nya. Namun, jika kau terus mengabaikannya, meski dalam perkara yang sepele, maka tunggulah bahwa azab Allah SWT itu pasti akan berlaku sejak di dunia ini.</p>
<p>Yogyakarta, 27 Oktober 2011<br />
Mashudi Antoro (Oedi`)</p>
<br />Filed under: <a href='http://oediku.wordpress.com/category/tulisan_ku/'>Tulisan_ku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oediku.wordpress.com/4245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oediku.wordpress.com/4245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oediku.wordpress.com/4245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oediku.wordpress.com/4245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oediku.wordpress.com/4245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oediku.wordpress.com/4245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oediku.wordpress.com/4245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oediku.wordpress.com/4245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oediku.wordpress.com/4245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oediku.wordpress.com/4245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oediku.wordpress.com/4245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oediku.wordpress.com/4245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oediku.wordpress.com/4245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oediku.wordpress.com/4245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oediku.wordpress.com&amp;blog=3769871&amp;post=4245&amp;subd=oediku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oediku.wordpress.com/2011/10/27/bencana-dan-pembersihan-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cb65fbfcc0817de8252d572e488c596?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oedi`</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/10/pembersihan-dosa.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pembersihan dosa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oediku.files.wordpress.com/2011/10/jenazah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jenazah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
