RSS

Arsip Kategori: Adventure

Beberapa petualanganku….

Agenda Pendakian Gn. Merbabu (3142 Mdpl)

Setelah kurang lebih 5 tahun, akhirnya saya bisa kembali lagi ke puncak Merbabu melalui jalur Selo, Boyolali, Jateng. Perjalanan kali ini sudah pasti berbeda kesannya dari pendakian sebelumnya. Sungguh banyak kenangan dan keindahan yang di dapatkan selama pendakian ini. Tersasar karena cuaca yang berkabut tebal sebelum bisa tiba di basecamp (karena sudah sedikit lupa, di tambah cuaca yang berkabut tebal dengan jarak pandang cuma 3 meter, sehingga tidak ada patokan untuk lokasi arah basecamp, di tambah lagi memang basecampnya jauh sekali dari jalan raya), bertemu 5 teman kuliah dulu (Xploit), di hantam badai dan hujan deras sempat kami rasakan. Membuat pendakian kali ini sangat berkesan dan mengingatkan waktu pendakian di Gn. Sumbing, tahun 2007 lalu.

Read the rest of this entry »

 
30 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 25, 2012 in Adventure, Info Terbaru, Kabar_ku, Tulisan_ku

 

Agenda Pendakian Puncak Merapi (2965 Mdpl) 08-09 Mei 2010

Siang itu sekitar jam 13.00 WIB dan ketika saya sedang bersantai, teman satu kosan  (Dika) mengajak saya untuk mendaki gunung Merapi. Saya pun langsung menanggapi dengan berkata “Ayo, berangkat…”. Tidak ada keraguan karena inilah waktu yang di tunggu-tunggu setelah terakhir kesana di tahun 2004. Dan sore itu juga kamipun langsung berangkat menuju gunung Merapi.

Read the rest of this entry »

 
27 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 11, 2010 in Adventure, Info Terbaru, Kabar_ku, Tulisan_ku

 

Agenda Perjalanan Gunung Lawu (07-09 Maret 2009)

lawu-7-9-mare-09-28 lawu-7-9-mare-09-13 lawu-7-9-mare-09-3

lawu-7-9-mare-09-5 lawu-7-9-mare-09-20 lawu-7-9-mare-09-16

lawu-7-9-mare-09-10 lawu-7-9-mare-09-21 lawu-7-9-mare-09-14 lawu-7-9-mare-09-27

Dalam mengisi waktu liburan dan sekaligus melepas kerinduan akan alam pegunungan, kuhabiskan waktu tiga hari di gunung Lawu. Perjalananku kali ini kalau tidak salah adalah yang kali kedelapannya. Sungguh penuh dengan makna keindahan yang agung.

 07 Maret 2009:
1. Berangkat dari Jogja, jam: 09.00
2. Tiba di basecamb depan masjid An-Nuur, jam: 12.30
3. Istirahat, makan siang, jam: 13.30
4. Shalat, packing, jam: 14.00
5. Mulai jalan jam: 14.30
6. Bayar (@ 5000×2), mengurus perizinan, jam: 14.33
7. Streaching, jam: 14.35
8. Mulai mendaki, jam: 15.00
9. Tiba di pos bayangan 1, jam: 15.20 (istirahat, buat minuman energi)
10. Tiba di pos 1, jam: 16.16 (istirahat, minum)
11. Tiba di pos 2, jam: 18.15
12. Istirahat, shalat magrib, jam: 18.15-18.30
13. Masak kopi dan mie, jam: 18.45-20.27
14. Ngobrol-ngobrol dengan pendaki dari Semarang, Madiun, Solo, Jakarta, Ponorogo, jam: 20-30
15. Packing ulang, jam: 20.35
16. Shalat Isya, jam: 21.07
17. Mulai jalan menuju pos 3, jam: 21.20
18. Tiba di pos 3, jam: 23.15

 08 Maret 2009:
1. Tiba di pos 5, jam: 01.05
2. Tiba di sendang drajat, jam: 01.35
3. Istirahat dan makan buah pir, jam: 01.35-03.55
4. Menuju puncak, jam: 04.00
5. Tiba di puncak, jam: 04.26
6. Foto-foto sunrise di puncak, jam: 05.00
7. Mulai turun, jam: 05.55
8. Singgah di sebuah pendopo, jam: 06.25
9. Tiba di sendang drajat lagi, jam: 06.40
10. Ambil air dan kenalan dengan pendaki wanita dari klaten, jam: 06.40-07.00
11. Tiba di pos 5, jam: 07.25
12. Mendirikan dome, jam: 07.30
13. Memasak nasi, sup, sarden, goren tempe krispi, jam 07.45
14. Makan siang, jam 09.55
15. Istirahat, jam: 10.15
16. Hujan sangat deras, jam 12.05
17. Kebanjiran (tenda sedikit bocor dan air menggenangi bagian bawah tenda dome), jam 12.22
18. Memperbaiki dome, jam: 15.00
19. Ngobrol, diskusi dan makan mie kriyuk, jam: 15.45
20. Menikmati penorama sore yang cerah dan foto-foto, jam: 16.40
21. Makan malam dan buah pir, jam: 19.00
22. Ngobrol dan diskusi, jam: 19.15-20.30
23. Istirahat, jam: 20.15
24. Tidur, jam:

 09 Maret 2009:
1. Menikmati panorama dan foto-foto, jam: 05.00-07.30
2. Sarapan pagi (mie+sosis, sarden), jam: 07.40
3. Packing, jam: 08.50
4. Streaching, jam: 09.30
5. Mulai beranjak turun, jam: 09.45
6. Tiba di pos 3, jam: 10.30
7. Tiba di pos 2, jam: 11.57 (istirahat+ nelpon)
8. Mulai jalan menuju pos 1, jam: 12.05
9. Berhenti karena harus memperbaiki tali carrier yang hampir putus dengan cara menjahitnya menggunakan jarum dan benang yang telah dipersiapkan, jam: 12.50-12.58
10. Tiba di basecamb, jam: 13.00
11. Istirahat dan beli syal, jam 13.15
12. Mulai beranjak pulang, jam: 13.30
13. Berhenti untuk memakai jas hujan, jam: 14.06
14. Berhenti untuk mengambil uang di ATM, jam: 14.52
15. Berhenti untuk memperbaiki motor di bengkel, jam: 15.00
16. Beranjak pulang, jam: 15.15
17. Berhenti di SPBU untuk mengisi bensin, jam: 16.22
18. Tiba di Jogja (minum di burjo), jam: 17.20

Sebuah perjalanan mendaki gunung yang dilakukan berdua saja dan dalam kondisi sangat santai dan bersahaja. Ini adalah perjalanan yang sangat berbeda dari sebelumya karena disini kami banyak berbagi dan berdiskusi tentang banyak hal. Tidak ada batasan dan tentunya banyak pula hikmah dan pelajaran yang dapat diambil.

Pelaku: Oedi`, Dika

 
14 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 13, 2009 in Adventure, Kabar_ku, Tulisan_ku

 

Tuban versi Yamaha Jupiter

tuban-3 tuban-1 tuban-4

Pada waktu itu tgl 31 Desember 2008 jam 14.30 aku bersama seorang saudara beranjak menuju Kab. Tuban (Jatim) dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter. Perjalanan mengendarai motor kali ini adalah perjalanan keduaku setelah sebelumnya dengan mengendarai sepeda moto Merzy (Kawasaki Binter) adalahJarak yang akan kami tempuh sekitar lebih kurang 300 Km, kira-kira 7 jam perjalanan. Cukup sekali untuk membuat badan jadi pegel-pegel. Bagiku perjalanan kali ini sangat menarik karena ada banyak kejadian dan peristiwa serta pengalama baru yang didapatkan. Dan tentunya berbeda dengan ketika mengendarai sepeda motor Marzy (Kawasaki Binter).
Perlahan kami mulai meninggalkan kota Jogja, berawal dari tempat kos temanku itu yang berada di kaliurang Km 9, kemudian melewati arah stadion sepakbola Sleman terus ke arah Klaten. Setiba di Kab. Klaten ternyata hujan rintik-rintik telah menyambut kami dan lama-kelamaan menjadi agak sedikit deras, hingga setibanya di Kab. Sukoharjo hujan yang menemani kami dari sebelumnya menjadi semakin deras. Kamipun memutuskan untuk berhenti dan menggunakan ponco (jas hujan). Namun satu hal yang membuat kebingungan karena ternyata si sahabat tidak membawa jas miliknya padahal sebelumnya aku sudah memperingatkan untuk membawanya karena cemas akan hujan.
Dalam perjalanan kali ini kami banyak berhentinya karena cuaca yang tidak bersahabat karena hujan dan kami sendiri cuma membawa satu jas hujan. Satu tempat yang lama sekali kami berhenti disana, kami berhenti lebih kurang satu jam karena hujan yang sangat deras sekali disertai angin kencang sehingga memaksa kami untuk berhenti.
Setelah hujan mereda kamipun kembali melanjutkan perjalanan. Sekali lagi kami harus berhenti lama karena ban motor bagian belakang bocor yang disebabkan bagian sambungan ban dalamnya robek kecil sehingga terpaksa harus di tambal padahal kondisi nhari sudah gelap alias malam, untu. Untung saja tidak jauh dari dari kami berhenti di awal terdapat tempat tambal ban. Setelah kurang lebih 1 jam kami menunggu akhirnya ban siap untuk di perjalankan lagi dan kamipun sigap berangkat terus menuju Tuban.
Setiba di Tuban jam menunjukkan pukul 11-an, Setelah sebentar berbasa basi (ngobrol) akupun menuju tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuh yang letih karena perjalanan yang panjang itu.
Esok paginya tanggal 01 Januari 2009 aku dan bersama temanku dan keluarganya (Bapak, Adik dan Sepupu) berangkat ke satu daerah yang sangat menarik untuk diceritak dan sepertinya ini yang menjadi kesan mendalam selama liburan ke Tuban kali ini. Pagi itu setelah memanaskan motor kamipun beranjak menuju tempat tujuan. Tempat yang kami tuju kali ini adalah sebuah desa di Kab. Bojonegoro. Perjalanannya sekitar 30 menit dari rumah sahabatku. dan untuk bisa tiba ditujuan maka sebelumnya tak lupa kamipun harus menyeberangi sungai Bengawan Solo yang terkenal itu dengan menaiki Getek (perahu penyebrangan). Motor yang dikendarai harus naik ke Getek ini karena ini adalah sarana transportasi yang ada disana. Tidak ada jembatan yang menghubungi daerah itu dari dunia luar.
Tujuan kami kesana adalah untuk urut (pijat) dan yang berkeinginan untuk itu adalah sahabatku itu. Selain itu hajat lain adalah untuk soan kepada seorang ulama yang ada disana untuk meminta bimbingan dan nasehat yang berguna untuk hari depan temanku itu.
Setelah semua akhitvitas di Tuban dirasa cukup kamipun beranjak untuk kembali ke Jogjakarta. Sebenarnya ingin sekali diri ini berlama-lama disana tetapi ada beberapa hal dan pekerjaan yang harus juga menjadi prioritas dan tanggungjawan untuk diselesaikan. Sehingga dengan cukup terpaksa kamipun harus pulang ke jogjakarta pada tanggal 02 Januari 2009.
“Sebuah perjalanan yang sungguh membuatku cinta akan negeri ini”

[Mengingat sebuah kenangan indah perjalanan maka kutuliskan kisah ini]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 2, 2009 in Adventure, Tulisan_ku

 

Antara Jogja dan Tuban (versi Kawasaki Merzy)

Hari kamis tgl 29/05/08 Jam 20.30 wib, aku dan temanku beranjak perlahan menaiki motor kawasaki merzy buatan th 1983 menuju kab. Tuban (Jatim). Keberangkatan ku kali ini dengan misi menemani temanku yang harus pulang kampung karena ada enyang putrinya yang sebelumnya tepat jam 21.30 WIB telah berpulang ke rahmatullah.

Selama perjalanan,ada hal yang membuat saya berpikir tentang kebijakan pemerintah terutama tentang pembangunan terutama fasilitas umum. Bagaimana tidak selama perjalanan terutama jalan antara kab. sragen, Ngawi hingga Bojonegoro jalannya banyak yang berlubang alias rusak. Bahkan menurut pandangan saya kondisi jalan yang ada telah sampai pada taraf yang memprihatinkan. Saya terus bertanya, apa yang dilakukan pemerintah selama ini dengan hasil pajak dari masyarakat dan kekayaan alam yang terus ditarik???

Setibanya di Tuban kulihat jam menunjukkan jam 04.08 wib, kami langsung menuju kediaman sang enyang putri, setelah melihat sang enyang dan istirahat sejenak kamipun langsung pulang menuju kediaman mas Misbah di daerah Jatisari. Setibanya di rumah kami mencium bau yang sangat menyengat dari motor dan setelah di cek ternyata berasal dari aki yang kekeringan airnya. wal hasil besok sebelum ke tempat nenek maka aki tersebut harus di cek ke bengkel (Mengisi airnya). Kami masih dengan kegiatan berkumpul dan menunggu waktu shalat subuh. dan setelah shalat kamipun beranjak untuk istirahat/tidur.

Jam 09.00 setelah memperbaiki aki motor dan sarapan, kami beranjak menuju kediaman enyang, rencananya sih untuk bantu-bantu disana. namun setibanya disana ternyata kami sedikit telat karena waktu itu keranda jenazah sudah siap untuk di berangkatkan ke makam. langsung saja saya dan teman saya bergegas mengikutinya. Setibanya di makam satu persatu prosesi di laksanakan dengan hikmat.

Setelah selesai semua prosesi, kamipun satu persatu meninggalkan pemakaman. Aku masih menatap tanah basah pekuburan, dalam hati lahirnya kata-kata dan pemahaman yang kemudian kuwejawantahkan dalm bentuk tulisan “Tuhan sudah sejak lama menentukan berapa lama kau hidup, silahkan saja bersembunyi jika itu maumu, kau takkan hidup lebih lama lagi, dan rasa takut tidak memberikan arti apa-apa bagimu, karena takdirmu sudah di tentukan..”

Sebuah kondisi yang dapat menawanku untuk selalu ingat kepada-Nya, karena Dialah yang Maha Agung. dan tidak ada kekuatan apapun yang bisa mencegah-Nya jika berkehendak dan memutuskan sesuatu hal.

Pada hari itu diperkirakan sekitar 800-an orang hadir disana sungguh suatu hal yang menarik. setelah selesai dengan aktivitas disana kamipun kembali ke kediaman Mas Misbah. tiba disana tak lama kemudian kami langusng dengan persiapan untuk menunaikan shalat Jum`at dengan mandi dsb. setelah shalat, kemudian kami disambut dengan akan siang yang menunya special dan kegemaranku yaitu sambal goreng cumi-cumi. huh..nikmat sekali rasanya. setelah itu kami masih dengan aktivitas masing-masing (SMS, telepon). Kemudian setelahnya kembali beristirahat. karena tubuh ini rasanya sangat butuh untuk istirahat akibat perjalanan dan aktivitas sebelumnya dan sebagai persiapan untuk perjalanan pulang ke jogja.

Bangun dari tidur aku di ajak oleh saudara (adik) mas Misbah untuk bermain Badminton. asyik banget karena cukup berhasil menguras energi dan keringatku namun sangat menyegarkan dan menyehatkan. setelah bermain aku langsung mandi karena sebelum magrib kami harus tiba kembali ke rumah sang almarhumah. Dan setibanya disana kamipun melakukan aktivitas shalat magrib berjamaah, makan malam, dan shalat isya berjamaah lagi. Agenda malam itu adalah tahlilan untuk mendoakan almarhumah. banyak sekali tetangga, kerabat yang datang hingga tidak semuanya tertampung di dalam rumah. Sungguh menarik.

Setelah selesai semua agenda di rumah almarhum malam itu, kamipun beranjak pulang untuk persiapan kembali menuju jogja.

Jam 23.10 kami beranjak dari kediaman Misbah, di awal perjalanan terasa lancar-lamcar saja, namun tak lama kemudian mulai ada masalah dengan lampu depan motor dimana hanya bisa hidup satu saja, dan itupun yang jarak jauh. Kondisi ini cukup berlanjut hingga pada akhirnya di sekitar bojonegoro kamipun berhenti untuk benar2 memperbaikim dan ternyata ada masalah dengan 2 kawat pijar bohlamp lampunya yang menyatu. sehingga kamipun menggantinya dengan bohlamp cadangan. setelah selesai kamipun kembali melanjutkan perjalanan. setiba di Ngawi ada masalah baru dengan sang motor yaitu baut penyanggah knalpot hilang sehingga memaksa kami untuk mengikatnya dengan kawat yang ada.

Setelah selesai kamipun melanjukan perjalanan kembali. dan sekitar jam 5-an kamipun tiba di jogja. Memang sebuah perjalanan/petualangan yang memengasyikkan.

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 1, 2008 in Adventure, Tulisan_ku

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 155 pengikut lainnya.