Ketika ku teringat pada kenangan setiap pendakian, maka tertegun di dalam hatiku suara dentuman motivasi agar dapat terus berkarya dan memperjuangkan kebenaran hingga titik darah penghabisan. Aku kembali teringat pada beberapa peristiwa semasa menjadi aktivis kampus dan pecinta alam. Aku pun teringat akan betapa kerasnya sikap seorang Soe Hok Gie dalam mempertahankan prinsip dan keyakinannya. Dan terlebih lagi ingatanku berlabuh pada saat melihat dengan jelas monument kematian Soe Hok Gie yang ada di puncak Mahameru. Monument yang mewakili keagungan cita dan cintanya seorang demonstran.
Arsip Penulis
Soe Hok Gie dan pendakian seorang pendaki
Ditulis oleh oedi di/pada Desember 19, 2009
Ditulis dalam Tulisan_ku | Leave a Comment »
Ekspor Pekerja Pengetahuan (Peralihan kebutuhan dan kemajuan zaman)
Ditulis oleh oedi di/pada Desember 19, 2009
Wahai para pekerja pengetahuan, sambutlah pesaing terbaru Anda, yaitu Srividya, Kavita, Lalit dan Kama yang berasal dari Mumbai, India. Mereka memiliki prestasi bagus di sekolah menengah, kemudian mendapatkan gelar sarjana teknik atau ilmu komputer di universitas yang bagus, dan sekarang bekerja di sebuah perusahaan software yang besar. Perusahaan ini membantu membuat kode-kode komputer untuk bank-bank dan maskapai penerbangan di Amerika Utara. Untuk pekerjaan ini maka mereka di bayar sekitar $ 15.000 pertahun.
Pada tahun-tahun sekarang ini, segelintir isu telah menyebabkan lebih banyak kontroversi atau menyulut lebih banyak api kegelisahan ketimbang pengontrakkan (Outsourcing). Keempat programer ini dan teman-teman mereka di seluruh India, Cina, dan Filipina benar-benar membuat takut para insinyur software komputer dan pekerja otak kiri di Amerika Utara dan Eropa. Bahkan telah membangkitkan pelbagai protes, boikot dan pengambilan sikap politik. Pekerjaan mereka yang meskipun bukan yang paling dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan multinasional, adalah sejenis pekerjaan yang hingga saat ini telah dilakukan secara ekslusif di Amerika Serikat dan menyediakan gaji bagi para pekerja kerah-putih hingga $ 70.000 pertahun.
Ditulis dalam Tulisan_ku | Leave a Comment »
Asal Usul dan Riwayat Singkat dari Siti Khadijah (Istri pertama Rasulullah SAW)
Ditulis oleh oedi di/pada Desember 14, 2009
Diantara istri-istri Nabi SAW maka Siti Khadijah lah yang terdekat dalam hal Nasab (silsilah) dengan beliau. Nasab mereka juga bertemu, khususnya pada Qushai.
Ditulis dalam Tulisan_ku | Leave a Comment »
Asal usul dan riwayat singkat dari Rasulullah SAW
Ditulis oleh oedi di/pada Desember 14, 2009
Makkah pada zama kuno terletak di garis lalu lintas perdagangan antara Yaman (Arabia selatan) dan Syam dekat Laut Tengah. Kedua negara ini pada waktu itu merupakan sebuah negara yang telah mencapai peradaban yang tinggi.
Dipandang dari segi geografi maka kota Makkah terletak hampir di tengah-tengah Arabia. Oleh karena itu tidaklah sulit bagi para kabilah untuk dapat mencapai Makkah, dan tidaklah sulit bagi mereka (orang Makkah) untuk berpergian ke negeri tetangganya seperti Yaman, Syam dan Hirah.
Ditulis dalam Tulisan_ku | Leave a Comment »
Penemuan Candi di UII
Ditulis oleh oedi di/pada Desember 13, 2009
Telah ditemukan sebuah bangunan yang diperkirakan adalah sebuah candi dari peninggalan kerajaan jawa di masa silam. Bangunan ini ditemukan di lokasi pembangunan perpustakaan pusat UII (Universitas Islam Indonesia) Yogyakarta. Tepatnya berada di kawasan kampus terpadu UII Jl. Kaliurang Km. 14.4.
Di lokasi ini ditemukan susunan batu yang dilengkapi dengan ukiran khas pada sudut bangunannya. Bangunan yang baru ditemukan ini untuk sementara diperkirakan adalah sebuah pagar yang mungkin mengitari sebuah bangunan candi.
Ditulis dalam Tulisan_ku | 9 Komentar »
Prestasi terbaik dan terburuk putra-putri Indonesia, di kancah dunia Internasional
Ditulis oleh oedi di/pada Desember 9, 2009
Sedikit diketahui bahwa putra-putri Indonesia telah banyak mengukir prestasi di kancah dunia internasional. Mereka seolah-oleh hilang di telan bumi dan itu pun di dukung dengan kurangnya perhatian kita bersama, dalam hal ini khususnya pemerintah.
Putra-putri terbaik bangsa itu harus puas mengabdikan diri mereka di negara orang. Padahal jika ditanyai satu persatu maka mereka akan sepakat menjawab bahwa mereka sangat ingin kembali ke tanah air. Mereka sangat berharap bahwa mereka bisa memberikan konstribusi bagi bangsa Indonesia. Memberikan prestasi terbaik di dalam negeri sendiri sebagai upaya meningkatkan nama baik Indonesia di muka dunia internasional.
Tetapi apa yang terjadi? Cita-cita dan keinginan mereka itu harus pupus di tengah jalan, lantaran mereka sendiri telah berulang kali dikecewakan oleh bangsanya sendiri. Bila di negeri orang (Amerika, Jerman, Swedia, Jepang, Singapura, dll) mereka mendapatkan perhatian dan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, maka di tanah air mereka harus menelan pil kekecewaan karena “tidak dipakai” alias apa yang telah menjadi prestasi mereka sebelumnya (berkelas dunia) tidak mendapatkan perhatian dan dukungan yang semestinya. Meskipun mereka rela melamar bahkan hingga ada yang pernah melamar di 50 perusahaan beragam. Atau meski harus merelakan bahwa jika di negeri orang mereka mendapatkan fasilitas dan penghasilan yang layak namun memilih untuk kembali ke tanah air walau dengan banyaknya kekurangan. Tetapi itu tidak membuat para penguasa, elit politik dan pemilik modal menjadi perhatian dan mendukung mereka sepenuhnya. Bahkan berdasarkan pengalaman yang ada maka orang-orang pintar itu harus terpaksa meninggalkan tanah pertiwi karena senantiasa dicurigai, dianggap tidak penting dan memang mereka tidak diberikan atau memiliki pekerjaan.
Ditulis dalam Tulisan_ku | 8 Komentar »
