Saudaraku. Masih melanjutkan perbahasan sebelumnya, yaitu mengenai kejayaan Nusantara, maka berikut ini saya tambahkan informasi Anda sekalian tentang bukti-bukti bahwa Nusantara pernah menjadi pusat peradaban dunia. Saya yakin Anda sekalian akan semakin kagum dengan prestasi yang pernah ditorehkan oleh para leluhur kita. Sehingga harapannya adalah bahwa kita tidak lagi minder atau merasa bahwa kita hanyalah bangsa yang kecil dan terus saja mengekor pada bangsa lain di dunia. Melainkan bangkit dengan semangat yang tinggi dan berusaha untuk kembali meraih kejayaan seperti dahulu kala.
Untuk mempersingkat waktu, mari ikuti penelurusan berikut ini:
A. Misteri arsitektur candi Penataran
Ketika Eropa masih berada di abad kegelapan, ternyata leluhur Nusantara telah berhasil membangun sebuah mahakarya seperti yang bisa dilihat pada Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Penataran. Sebuah karya agung yang sangat rumit dipandang dari keindahan seninya, maupun tingkat kesulitan pembuatannya. Siapa yang bisa menunjukkan ada bangunan di peradaban lain yang lebih indah dengan detail yang rumit di abad itu? Apalagi Nusantara adalah wilayah tersubur di bumi karena ada banyak gunung berapi.
1. Sejarah candi Penataran
Candi Panataran ditemukan pada tahun 1815, tetapi sampai tahun 1850 belum banyak dikenal. Penemunya adalah Sir Thomas Stamford Raffles (1781-1826), Letnan Gubernur Jenderal pemerintah kolonial Inggris yang berkuasa di Negara Indonesia. Raffles bersama-sama dengan Dr.Horsfield seorang ahli Ilmu Alam mengadakan kunjungan ke Candi Panataran, dan hasil kunjunganya dibukukan dalam buku yang berjudul “History of Java” yang terbit dalam dua jilid. Jejak Raffles ini di kemudian hari diikuti oleh para peneliti lain yaitu : J.Crawfurd seorang asisten residen di Yogyakarta, selanjutnya Van Meeteren Brouwer (1828), Junghun (1884), Jonathan Rigg (1848) dan N.W. Hoepermans yang pada tahun 1886 mengadakan inventarisasi di komplek percandian Panataran.
2. Lokasi candi Penataran
Candi Penataran terletak di desa Penataran, kecamatan Nglegok, kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia. Koordinat GPS : 8° 00’59.06 S 112° 12’34.90″. Lokasinya yang terletak di kaki gunung Kelud, menjadikan area Candi Penataran berhawa sejuk.
3. Keunikan candi Penataran
Candi Penataran adalah kompleks percandian terbesar dan paling terawat di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Candi ini merupakan candi yang kaya dengan berbagai macam corak relief, arca, dan struktur bangunan yang bergaya Hindu. Adanya pahatan Kala (raksasa menyeringai), arca Ganesha (dewa ilmu pengetahuan dalam mitologi Hindu), arca Dwarapala (patung raksasa penjaga pintu gerbang), dan juga relief Ramayana adalah bukti tidak terbantahkan bahwa Candi Penataran adalah candi Hindu.
Prasasti Palah yang terdapat di area Candi Penataran mengabarkan bahwa candi ini mulai dibangun sekitar tahun 1194, pada masa pemerintahan raja Syrenggra yang memerintah kerajaan Kadiri, dan selesai pada masa kerajaan Majapahit. Dengan demikian candi ini melewati masa tiga kerajaan besar Nusantara yaitu Kadiri, Singosari, dan Majapahit. Candi Penataran memegang peranan cukup penting bagi kerajaan-kerajaan tersebut, yaitu sebagai tempat pengangkatan para raja dan tempat untuk upacara pemujaan terhadap Sang Pencipta.
Berbagai kajian oleh para sejarawan terhadap teks-teks kuno, kitab Negarakertagama yang ditulis Mpu Prapanca, misalnya, dijelaskan bahwa Candi Penataran sangat dihormati oleh para raja dan petinggi kerajaan besar di Jawa Timur. Candi Penataran pernah menyimpan abu dari raja Rajasa (Ken Arok) pendiri kerajaan Singasari, dan juga abu dari raja Kertarajasa Jayawardhana (Raden Wijaya) pendiri kerajaan Majapahit. Bahkan konon, menurut legenda rakyat setempat, sumpah sakral Mahapatih Gajah Mada untuk menyatukan seluruh Nusantara dalam kekuasaan Majapahit, yang dikenal dengan nama “Sumpah Palapa”, diucapkan di Candi Penataran.
4. Misteri relief di candi Penataran
Keunikan arsitektur bangunan candi yang ada di Nusanatara, khususnya di pulau Jawa adalah bukti akan kehebatan nenek moyang bangsa Nusantara. Sistem pertanian yang canggih telah ada sejak dahulu kala. Belum lagi ditinjau dari kekayaan hasil tambangnya. Karya agung semacam candi lengkap dengan arca dan reliefnya hanya dapat dihasilkan oleh bangsa dengan kebudayaan yang tinggi. Dan bangsa dengan kebudayaan tinggi sangat mungkin memiliki kekuatan militer yang unggul.
Mari kita perhatikan relief yang terdapat di Candi Penataran ini. Ada sebuah pertempuran antara pasukan yang bisa dianggap berasal dari bangsa Nusantara, dan yang satu lagi adalah pasukan yang berdandan mirip dengan bangsa Amerika, seperti halnya bangsa-bangsa Aztec dan Maya.
Tidak percaya? Baiklah. Sekarang coba kita perbandingkan busana pasukan yang mirip orang Amerika tersebut dengan gaya berbusana orang-orang suku Aztec dan Maya yang berasal dari benua Amerika.
Apakah kemiripan itu hanyalah kebetulan? Baiklah. Mari kita tengok detail dari relief ini. Silakan perhatikan baik-baik pahatan yang dilingkar merah.
Menyerupai apakah pahatan tersebut? Ya. Menyerupai tanaman kaktus. Bandingkan dengan foto tanaman kaktus di sebelahnya. Mirip bukan? Masalahnya, berasal dari manakah tanaman kaktus? Apakah di wilayah Nusantara pada waktu itu telah ada tanaman kaktus? Jawabannya tidak! Tanaman kaktus hanya ada di benua Amerika!
Masih berkilah bahwa itu hanyalah kebetulan yang dimirip-miripkan? Mari kita lihat kembali foto-foto di bawah!
Lihat foto relief wajah dengan lidah menjulur yang ada relief Candi Penataran! Bandingkan dengan arca kepala dengan lidah menjulur yang ada di Tlaltechutli, Mexico City! Adakah kemiripan di sana? Bandingkan juga dengan topeng Rangda ala Bali.
Masih kurang yakin? Nah, foto-foto di bawah ini bisa membungkam ketidakyakinan orang-orang skeptis. Perhatikan kedua foto di bawah ini.
Foto di sebelah kiri adalah arca Dwarapala (raksasa penjaga pintu gerbang) yang berada di Candi Penataran. Akan tetapi terletak di manakah “arca Dwarapala” pada foto sebelah kanan? Jawabannya terletak di kompleks kuil Chichen Itza peninggalan suku Maya, yang saat ini terletak di semenanjung Yucatan, Amerika Tengah. Bukankah foto ini menunjukkan kemiripan yang luar biasa?
Bukti lainnya ada di foto-foto berikut.
Foto pertama adalah “piramida” yang terdapat di Candi Sukuh yang terletak di desa Karanganyar, kabupaten Surakarta, Jawa Tengah. Foto disampingnya adalah piramida suku Aztec yang terdapat di Tenochtitlan, Mexico. Ini menunjukkan adanya koneksi yang luar biasa antar kedua peradaban tersebut.
Selain itu masih banyak relief lain di Candi Penataran yang menggambarkan orang-orang yang “diduga” berasal dari peradaban bangsa lain.
5. Penelurusan lebih lanjut di candi Penataran
Sangat banyak relief yang menunjukkan bangsa asing yang pernah kita kenal. Sosok-sosok tersebut selalu digambarkan sebagai sosok yang seolah-olah takluk kepada yang berkuasa di Candi Penataran.Sayang sebagian relief sudah rusak, namun untungnya beberapa bagian masih dapat dikenali.
Beberapa relief di Candi Penataran yang menunjukkan bangsa asing yang pernah kita kenali : Pada relief ini terlihat ada tiga orang di belakang orang yang sedang duduk, dan di depannya ada dua orang yang sedang menyembah. Kalau diperhatikan dengan jeli, orang yang paling kiri seperti orang yang berpakaian dari suku bangsa Han [China], lalu di depannya mirip orang yang tergambar di Angkor Vat [Bangsa Campa], dan di depannya lagi mirip orang dari Maya, Inca atau Copan yang berasal dari Amerika Latin. Sedangkan salah satu yang berjongkok di depan [paling kanan] terlihat orang yang bertutup kepala seperti orang Yahudi. Dari gambar ini bisa diperkirakan yang disembah adalah yang duduk dan tiga orang yang berdiri di belakang yang duduk adalah pengawalnya.
Dari gambar di bawah, terlihat ada dua relief yang seperti menggunakan peci. Pakaian seperti ini bisa kita temui di daerah Turki, India sampai dengan Pakistan.
Pada relief di bawah terlihat ada tiga orang yang bukan berpakaian ala kerajaan kita, posis mereka menyembah dan duduk di bawah, sepintas dari cara berpakaiannya mirip orang Mesir.
Siapakah mereka dan sedang apa disana? Setelah dicermati dengan lebih jeli, relief tersebut diperkirakan adalah gambaran dari tiga orang wanita. Perkiraan tentang mereka adalah karena wanita dalam relief tersebut tidak berjanggut.Kalau dianggap wanita Jepang ataupun Korea ada ketidaksamaan yang terletak di model tutup rambut dan apabila dikatakan mirip sorban dari India, maka biasanya yang menggunakan adalah laki-laki yang selalu digambarkan berjenggot.
Dari ketiga gambar di atas hampir mirip dengan relief-relief yang ada di candi Penataran. Jadi dapat diperkirakan yang ada di relief itu adalah sosok wanita Mesir.
Pada gambar di bawah terlihat relief seorang putri yang sedang disembah atau mungkin sedang dilayani. Di latar belakang sosok putri tersebut terdapat raut wajah yang agak rusak namun dari tutup kepalanya seperti tutup kepala orang Romawi. Ada yang mengira itu adalah pohon palem, namun tidak ada pohon palem yang bentuknya melengkung seperti itu. Juga bukan merupakan ornament atau hiasan karena tidak ada ornamen pendukung yang dapat mendefinisikan itu apa.
Namun bila diperhatikan seperti seorang prajurit Romawi yang sedang mengawal seorang putri dengan rambutnya yang agak bergelombang yang merupakan ciri khas dari putri-putri di Romawi.
Beberapa model rambut Romawi yang dapat kita temukan di relief di candi Penataran,terutama di urutan ke-3 dari kiri. Masalahnya, kenapa dalam sejarah nasional tidak ada penjelasan seberapa luas Negara kita dahulu?
Pada relief-relief yang berada di tingkat dua bangunan Sitihinggil yang ada di Candi Penataran sangat jelas menunjukkan penaklukan suatu bangsa yang mirip dengan bangsa Indian.
Leluhur Nusantara berhasil mengambil alih salah satu kereta berkuda dan memanah ke arah lawan.
Leluhur Nusantara berhasil menusuk panglima dari bangsa Indian di benua Amerika
Penambahan pasukan Indian untuk menyerang leluhur Nusantara
Kelihatan bala bantuan Indian terburu-buru dan berlari menuju ke medan perang
Pasukan Indian yang mempunyai kekuatan pasukan gajah di sinilah letak ukuran tahunnya
Penobatan leluhur Nusantara sebagai adipati
Terlihat di relief bahwa daerah yang dikuasai adalah daerah yang ada pohon kaktusnya. Padahal kaktus diketahui berasal dari benua Amerika. Dengan bukti relief gajah dan kaktus, maka dapat diperkirakan bahwa bangsa yang ditaklukkan leluhur kita adalah bangsa Maya dari Kerajaan Copan yang sekarang terletak di negara Honduras.
Relief Gajah yang terdapat di Candi Penataran
Relief dan gambar Gajah di atas terdapat di daerah Copan – Honduras yang sejenis dengan yang digambarkan leluhur kita di Candi Penataran; menurut para ahli di Amerika, gajah sudah punah 6500 tahun yang lalu.

Pertanyaannya adalah: “Apakah leluhur kita sudah punya peradaban di 6500 tahun yang lalu?”. Menurut saya, tentu ada dan bahkan lebih tua dari itu. Baca: Nusantara, pusat peradaban dunia atau Asal usul bangsa Nusantara, asli keturunan Nabi Nuh AS.
Relief ini adalah sosok prajurit dari benua Amerika yang terdapat di Candi Penataran.
Patung sosok prajurit bangsa Maya dari Kerajaan Copan yang sekarang terletak di Honduras.
Pada satu sisi di bagian bawah dari Sitihinggil di Candi Penataran terdapat relief raksasa [buto] yang kesamaannya ada pada patung-patung dan topeng Rangda di Bali.
Kesamaan bentuk dan wajah terdapat pula pada patung relief raksasa yang ditemukan di Mexico City, di mana disebutkan oleh para arkeolog bahwa sosok itu merupakan raja Aztec.
Pada relief ini kita juga dapat melihat ada sosok yang bertutup kepala tapi tidak menunjukkan berasal dari Indonesia. Sepertinya ini raja bangsa Indian?
Selain itu, pada jaman berdirinya Candi Penataran dapat disimpulkan bahwa telah ada tiga jenis spesies yang sudah mempunyai peradaban, yaitu: bangsa manusia, bangsa raksasa, dan bangsa manusia kera yang berdiri tegak.
Dalam tata cara kematian, manusia pada jaman dahulu kalau meninggal akan diperabukan, sehingga fosilnya tidak akan ditemukan. Cara perabuan berbeda-beda ritualnya di berbagai wilayah, dan saat ini ragam cara perabuan masih dapat kita temukan di banyak tempat di berbagai belahan Bumi.
Jadi dapat diperkirakan; fosil manusia kera yang berdiri tegak bukanlah bangsa manusia, begitu juga fosil seperti manusia yang bertaring dan bertubuh tinggi juga bukan merupakan ras yang menurunkan manusia di masa sekarang.
Pembuktian awal dari misteri yang ada di Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran ini sejalan dengan indikasi-indikasi yang dinyatakan olehProfesor Arysio Nunes dos Santos dari Brazilia yang menyatakan bahwaAtlantis itu benar-benar ada, dan berada di Indonesia.
Prof. Arysio Nunes dos Santos, seorang geolog dan fisikawan nuklir menghabiskan waktu selama 30 tahun untuk membuktikan dari catatan Plato tentang keberadaan peradaban Atlantis,semua hasil penelitian mengarah ke Indonesia, sebagai anak bangsa hanya akan tinggal diamkah kita menyikapi hasil penelitian kelas dunia tersebut ? apalagi bukti-bukti secara empiris yang secara paralel mendukung hasil penelitian tersebut dapat dilihat langsung di Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran.
6. Penutup
Setelah mengamati penjelasan diatas, apakah benar bahwa leluhur Nusantara pernah terhubung dengan bangsa-bangsa di seantero dunia? Kemudian apakah leluhur Nusantara yang berhasil menapakkan kaki (menaklukkan) di benua Amerika atau bangsa Amerika yang pernah mengunjungi Nusantara? Faktanya adalah tidak pernah ada catatan sejarah yang menjelaskan bahwa bangsa Amerika memiliki tradisi maritim yang hebat. Sebaliknya, leluhur Nusantara adalah pelaut-pelaut ulung. Sebagaimana dapat didengar pada lagu tradisional Nusantara, “Nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarung luas samudera ..”.
Begitu pun terhadap bangsa-bangsa di benua Asia (Campa, Pakistan, India, China, Persia, Sumeria, Yahudi) benua Eropa (Romawi, Turki) dan benua Afrika (Mesir). Apakah memang bangsa Nusantara pernah memiliki wilayah kekuasaan sampai kesana, sehingga di candi Penataran ini bisa digambarkan secara gamblang tentang beragamnya karakter dan budaya bangsa-bangsa di seantero dunia itu? Yang jelas ini bukanlah kebetulan, karena tidak ada kebetulan itu.
Ya. Terlepas dari benar dan salahnya (karena masih dalam proses menyimpulkan sejarah yang sebenarnya), tetaplah sebagai putra dan putri Nusantara, kita patutlah berbangga dan terus bersemangat demi kemajuan. Kita mesti menyakini bahwa bangsa kita dulu pernah tiba di puncak kejayaan peradaban manusia. Sehingga marilah kita kembali pada jati diri kita sendiri yang sejatinya sangat berpotensi menjadi bangsa yang terbesar dan terbaik di seluruh dunia. Karena hanya dengan begitulah kehidupan dunia ini akan kembali teratur dan penuh dengan keridhaan-Nya.
Yogyakarta, 15 Nopember 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)
Referensi:
* http://rezzka-misterisejarah.blogspot.com/2011_10_01_archive.html
* http://www.purnamaserulingpenataran.com/misteri-candi-penataran/
* http://atlantissunda.wordpress.com/2011/05/10/misteri-candi-penataran/
























Andika
November 15, 2011 at 8:07 am
sungguh sebenarnya indonesia / nusantara kaya akan peradaban yang memiliki keanekaragaman yg bisa kita temukan di negara laen. bisa jadi nusantara pernah menjadi tolak ukur peradaban dunia yang dulu pernah hilang catatan sejarahnya sehingga perlahan” bukti tersebut muncul kepermukaan untuk di temukan. artikel yang bagus mas menambah wawasan ne.. makasi linknya mas…
oedi
November 15, 2011 at 8:58 am
Ingatkan bahwa kita dulu pernah di jajah oleh Belanda selama 350 tahun lamanya? kenapa semua itu bisa terjadi? itu salah satunya karena sejarah kehidupan di Nusantara telah mereka hilangkan/rubah sedemikian rupa agar bangsa ini tidak menyadari keunggulannya… bahkan sebagiannya lagi ada di negeri mereka. Dengan tujuan untuk menghilangkan jejak kejayaan bangsa Nusantara.
Makasih Dik cos masih bersedia berkunjung di blog ini, semoga tetap bermanfaat…
beny maulana
November 15, 2011 at 8:39 am
terimakasih mas atas link nya waaahhhh bener-bener hebat dulunya nusantara ini..semakin bangga jadinya sama bangsa ini bahwa dulunya memang benar telah menjadi pusat peradaban dunia.se x lagi terimakasih mas oedi..^_^
oedi
November 15, 2011 at 9:22 am
Iya Ben sama2 deh… semoga tetap mendatangkan manfaat…
Ayo mulai dari sekarang kita bangkit untuk tanah pertiwi yang sudah terlalu lama tertidur pulas… menyongsong kegemilangan peradaban Nusantara sekali lagi…
Agie Putera
November 15, 2011 at 11:03 am
Luar-luar biasa….Nusantara ini…
makasih ya mas Oedi…link_x
sangat bermanfaat ini….
oedi
November 19, 2011 at 3:02 am
Iya sama2 Gi, semoga dengan ini bisa membuat kita semakin bersemangat dan terus bangkit menuju kejayaan seperti sedia kala…
Makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga tetap mendatangkan manfaat…
yuda
November 16, 2011 at 7:19 am
semakin jelas aja mungkin udh saatnya nusantara berjaya lagi seperti zaman-zaman terdahulu terima kasih mas atas infonya yang sangat berharga ini… ditunggu info-info berikutnya mas tetap semangat!!!
oedi
November 19, 2011 at 3:06 am
Iya Yuda, makasih juga karena masih sudi berkunjung di blog ini, semoga tetap bermanfaat…
Yup, menurut mas pribadi bahwa sudah saatnya Nusantara ini bangkit seperti sedia kala dan memimpin dunia dalam peradaban yang jauh lebih baik…
Okey, silahkan di tunggu info berikutnya…
arif
November 18, 2011 at 1:26 am
hebat ya
oedi
November 19, 2011 at 3:07 am
Ya memang demikian adanya…
Makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
arif
November 18, 2011 at 1:28 am
apa mungkin ya kisah nusantara termaktub jg di Al,Quran,kan banyak menceritakan tentang suatu kaum yg kuat yg akhirnya punah oleh Azab Allah. yg pd akhirnya masih meninggalkan sisa2nya.
oedi
November 19, 2011 at 3:12 am
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Hmmm.. menurut saya, ada sih kisah Nusantara yg termaktub di dalam Al-Qur`an. Dan menurut saya kisah itu adalah tentang umat Nabi Luth AS yang oleh Allah SWT ditenggelamkan dalam satu malam (gempa bumi, tsunami, gunung meletus) karena mereka sangat kufur meski telah diberikan kenikmatan dunia yang berlimpah. CObalah cermati ttg lokasi tinggalnya kaum Saddum yg dijelaskan di dalam Al-Qur`an dg letak geografis Nusantara? Tentunya ada banyak kesamaan bila di bandingkan dengan laut hitam seperti selama ini yg diyakini oleh para ahli dan ilmuwan. Wallahu`alam.
Shazarayya Atmaja
November 21, 2011 at 6:55 pm
MANTAP
oedi
November 24, 2011 at 4:28 am
Okey… makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
melly
Desember 2, 2011 at 4:06 am
Sukaa…sekali baca sejarah ini.
terima kasih yah.
oedi
Desember 2, 2011 at 8:28 am
Okey.. syukurlah bila demikian… ikutan seneng deh…
Makasih juga karena masih mau berkunjung di blog ini.. semoga tetap mendatangkan manfaat..
melly
Desember 2, 2011 at 5:27 am
orang Indonesia emang jago2 bikin patung, ukiran, relief dan sebagainya..bisa jadi bakat itu memang di turunkan dari peradaban dahulu.
oedi
Desember 2, 2011 at 8:30 am
Yup, itu memang benar sekali, semua kemampuan yang dimiliki oleh bangsa ini memang telah diwariskan oleh para leluhur terdahulu… sebagaimana sifat yang akan di turunkan dari orang tua kepada anaknya melalui genetika…
yulianto
Desember 29, 2011 at 2:43 am
Luar biasa ternyata sejarah nenek moyang bangsa kita, thanks atas artikelnya, rencana mau main2 ke sana libur akhir tahun ini
oedi
Desember 29, 2011 at 5:17 am
Oh ya.. wah bagus banget tuh.. semoga disana nanti Anda bisa menambah ilmu dan wawasan ttg Nusantara.. kalu bersedia bagi2 informasinya ya nanti…
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
panca
Januari 24, 2012 at 11:58 am
Salam kenal. Artikelnya sangat bagus. Saya termasuk orang yang meyakini bahwa Nusantara sebagai pusat peradaban dunia.
Salam
oedi
Januari 24, 2012 at 7:12 pm
Salam kenal kembali…
Oh syukurlah bila demikian adanya, senang ada yang memberikan tanggapan positif dengan tulisan ini, semoga terus menjadi motivasi kita bersama untuk segera bangkit dari keterpurukan, menuju peradaban yang gemilang…
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
hadipurnomo
Februari 3, 2012 at 12:47 pm
harus banyak lagi orang seperti mas oedi karena sudah waktunya karma sejarah menjadi kebangkitan sejarah kemasa depan untuk menjadi pelaku sejarah penerus warisan leluhur gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta rahardja kembali ke karakter bangsa nusantara seperti yang tertera dalam sejarah madjapahit.
oedi
Februari 9, 2012 at 5:00 pm
Amiin.. semoga saja kian banyak yang sadar dari bangsa ini, terutama akan sejarah dan jati diri sendiri… karena denganya akan cepatlah kebangkitan itu akan terwujud, sedangkan kebahagiaan dan ridha Ilahi akan jelas terwujud dalam kehidupan ini…
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
gandjardewa
Februari 17, 2012 at 3:17 pm
Apa yang saudara Oedi terangkan sangat berkaitan dengan buku yg ditulis Stephen Oppenheimer “The EDEN in the EAST”dengan bukti DNA, Geology, muasal beras, dll, bahwa semua kebudayaan di dunia berasal dari Asia tenggara, tepatnya Indonesia. Terbukti dengan ditemukannya Piramida 10000 thn SM, lebih tua 7000 thn dibanding Piramid Giza di Mesir oleh yayasan Turangga Seta di Garut, dan kemudian terjadi banjir besar yg menenggelamkan Asia tenggara. Sebelum air bah itu terjadi semua manusia dari Afrika (Africanus purba) ke jawa dan china dgn alasan tanah yg subur (Mojokertensis, homojavanicus). Setelah kebudayaan maju (Atlantis) mereka berpencar ke India, China, Eropah. Lalu terjadilah air bah itu, yang kemudian menenggelamkan seluruh manusia nuswantara. Oleh karena itu relief candi Penataran mengukir dalam reliefnya yang menggambarkan bahwa hampir semua suku yg pernah maju di dunia berasal dari Jawa seperti paparan yg di jelaskan oleh saudara Oedi. Aneh, rasanya manusia sangiran purba yg telah hidup 3-5 jt thn di jawa hingga tahun 0 masehi tidak terjadi perkembangan budaya yang signifikan, mengingat Sriwijaya berdiri thn 600 M dan Majapahit 1300 M. Artinya ada “missingling” kebudayaan sepanjang periode thn nol ke 6-5 jt thn, atau kalau kita hubungkan dengan Piramida Garut (10000 SM) artinya bencana air bah itu terjadi diantara 7000-5000 thn SM. Moga2 pemerintah mau dengan segera melakukan ekskavasi bukit piramid di Garut, jawatengah, sumatera dll.
oedi
Februari 18, 2012 at 6:18 am
Okey terimakasih mas Dewa atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
Tapi sebenarnya tulisan ini bukan murni karya saya sendiri, melainkan atas bantuan temen2 blogger lainnya… sehingga saya bisa menyajikan sedemikian detil dalam tulisan ini…
Wah… apa yang mas Dewa sampaikan ini menarik sekali dan pastinya menambah wawasan saya lagi… dan tentu akan sejalan dengan tulisan saya yg lainnya seperti: http://oediku.wordpress.com/2011/10/08/asal-usul-bangsa-nusantara-asli-keturunan-nabi-nuh-as/#more-4147 atau http://oediku.wordpress.com/2011/12/15/kerajaan-sunda-hartharanus-benarkah-ini-atlantis/ atau http://oediku.wordpress.com/2011/11/10/nusantara-pusat-peradaban-dunia/#more-4307
Jadi memanglah kita ini sebenarnya bangsa yang besar dan cerdas, buktinya saja bisa membangun candi Borobudur yang demikian megahnya… cuma saja hingga kini masih byk kekuatan asing yang terus berusaha untuk menjadikan bangsa ini (terutama manusianya) tidak bisa bangkit dan berjaya. Ini jelas terjadi sejak masa kolonialisme Belanda, Inggris, Portugis, Jepang dulu… dan sekarang dilanjutkan dengan kapitalisme, liberalisme, sekularisme, dll… sehingga bangsa ini selalu menjadi budak dari bangsa lainnya… dan yang namanya budak, maka jelas tidak akan bisa berbuat apa-apa termasuk mengenali jati dirinya sendiri… lalu bagaimana mungkin bisa bangkit??
Semoga saja bangsa ini (terutama para pemimpinya) cepat sadar dan mau membangkitkan kejayaan yg dulu pernah dimiliki oleh leluhur kita, karena tentunya akan lebih membawa pada kebaikan dan kesejahteraan..
buuyuung
Februari 19, 2012 at 8:27 am
saya tidak mengerti banyak soal sejarah, tapi saya sangat menikmati blog sampean
oedi
Februari 21, 2012 at 3:50 am
Oh syukurlah kalau begitu, gak masalah ngerti apa tidak tentang sejarah, sudah mau membaca aja susah sangat baik kok, nanti lama-lama akan paham sedniri kok…
Okey… terimakasih ya atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Ayahnya Zie
Februari 21, 2012 at 4:38 am
amazing mas, tertegun saya dibuatnya…
sungguh tulisan yang memotivasi dan mencerahkan…
smg data dan fakta ini tdk hanya terhenti hanya di ranah wacana semata, namun lebih jauh dr itu dpt menjadi sebuah “trigger” bagi bangsa ini untuk bangkit dari keterpurukan yang mendera…
amin…
oedi
Februari 21, 2012 at 12:39 pm
Subhanallah… semua atas izin dan kehendak-Nya
Syukurlah bila masnya beranggapan begitu, terimakasih atas kunjungan dan dukunganya, semoga bisa bermanfaat..
Amiin.. semoga memang tidak hanya sebatas wacana tetapi lebih kepada penerapan dalam dunia nyata… terutama bagi siapa saja yang kini memegang kendali di negara ini… demi kemajuan yang selama ini kita inginkan…
Ayahnya Zie
Februari 22, 2012 at 7:00 am
sekedar konfirmasi mas…
tulisan ini dikutip dari tulisannya Agung Bimo Sutejo & Timmy Hartadi dari Yayasan Turangga Seta yang berjudul “Misteri Di Candi Cetho Dan Candi Penataran” ya? atau sebaliknya?
oedi
Februari 23, 2012 at 1:31 pm
Hmm.. jika Anda membaca dengan teliti tulisan ini, sebenarnya sudah saya cantumkan dari mana saja saya mengambil referensi, pada bagian bahwa tulisan tepatnya… jadi ini bukan murni hasil karya tulisan saya, tetapi dari bantuan teman-teman blogger lainnya…
Okey.. terimakasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat..
Ray
Maret 10, 2012 at 8:14 am
Semoga blog ini akan selalu update dan jalan!
Saya dukung penuh semua ini!
oedi
Maret 11, 2012 at 5:15 am
Amiiin ya Rabb, semoga saja demikian, karena memang itulah yang menjadi harapan saya…
Okey… Terimakasih atas kunjungan, dukungan dan doanya, semoga selalu mendatangkan manfaat..
Andy Sri Wahyudi
Maret 11, 2012 at 4:12 pm
terimakasih…
diam-diam saya pamerkan tulisan mas oedi ini kepada estri saya, teman saya, keluarga saya, tetangga saya, tanaman saya, hewan kesayangan saya, lalu dibahas bersama. Agar semua bangga hidup di atas tanah air nusantara ini. agar menyerap spirit hidup leluhur dan bangkit mandiri, berdikari. berani!
oedi
Maret 11, 2012 at 6:03 pm
Subhanallah… luarbiasa yang mas Andy lakukan… saya dukung banget itu mas, bangsa ini butuh orang2 yg seperti mas Andy ini, karena itu adalah usaha yang pasti demi mengembalikan jati diri bangsa ini, demi kebangkitan kejayaan tanah pertiwi ini lagi, dan demi kebaikan, kesejahteraan, dan kemakmuran kita bersama… sebelum Tuhan benar-benar menurunkan bencana besar akibat bangsa ini yang tidak mau bersyukur kepada-Nya.
Benar mas, kita ini adalah keturunan orang-orang hebat, leluhur kita adalah pribadi yang menjadi inspirasi di seluruh dunia – baik di daratan, lautan dan udara – di sekian periode zaman yg lalu… tanah air kita ini dulunya pernah berulang kali menjadi pusat peradaban dunia… sehingga kenapa tidak kalau kita yang hidup di zaman ini berusaha mengembalikan itu lagi? Dan kita pasti bisa kok…
Okey.. terimakasih mas atas kunjungan, dukungan dan kesediaannya untuk membantu menyebarluaskan informasi ini.. semoga terus bermanfaat..
bagus
April 3, 2012 at 2:17 pm
Q bangga dgn moyang kita
oedi
April 6, 2012 at 7:57 am
Ya. Tiada alasan bagi kita untuk tidak bangga pada nenek moyang kita, karena mereka adalah orang-orang hebat dan pencetus peradaban dunia..
Okey.. makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..