RSS

Para Pejuang Cinta

28 Sep

Adalah berat menyandang gelar pejuang, karena itu adalah sebuah proses panjang dalam kehidupan seseorang. Di dalamnya terdapat rentan waktu untuk menggembleng diri menuju sesuatu yang lebih baik.

Sehingga seorang pejuang adalah dia yang bukan sekedar pernah melakukan sesuatu yang luar biasa, melainkan dia yang juga istiqomah (konsisten) terhadap yang dilakukan. Ia pun tekun dalam pilihannya itu, lalu membawanya pada tingkat kecintaan yang mumpuni sebagai wujud pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya sebagai khalifah di muka bumi.

Dalam perjalanannya, tahap terendah dalam keperjuangan adalah keharusan seseorang dalam upaya menjadi pejuang. Disini ia masih belum bisa menyatu dengan cinta yang sejati, karena ia hanya bisa memandang kebaikan berdasarkan kewajiban semata. Sedangkan tingkat tertinggi dari perjuangan adalah dengan melepaskan segala kepentingan karena yang ada hanyalah cinta yang tulus murni.

Disinilah seorang pejuang yang sejati tidak lagi memandang bahwa perjuangannya adalah demi mengalahkan sesuatu, karena pada tingkat puncak ini maka ia tidak lagi memiliki musuh. Ia hanya perlu mengalahkan dirinya sendiri. Sehingga dengan begitu ia pun dapat mengenali dirinya sendiri secara lebih mendalam. Dan ketika ia telah benar-benar mengenali dirinya sendiri, maka ia pun akan mengenali Tuhannya.

Ya. Para pejuang cinta adalah pribadi yang sesungguhnya tidak perlu berbuat, berkata, dan mendengarkan keluh kesah dunia ini. Baginya Cinta-lah yang mesti ia ikuti, sebab Dia-lah yang menjalankan segala aktivitas. Dan karena ia telah mengetahui kebutuhannya atas Sang Kekasih, maka ia pun mengetahui semua kesenangan dan kebencian-Nya.

O.. Para pejuang cinta adalah pewaris para nabi yang terus mengembara di ruang hakekat. Meski sangat sedikit jumlahnya, mereka akan terus hadir di setiap zamannya. Apa yang mereka kerjakan hanya dia dan Tuhannyalah yang tau sesungguhnya, karena baginya pujian dari sekalian makhluk tidak ada artinya. Sehingga cukuplah ia dapat berduaan saja dengan Kekasihnya. Begitulah ia terus melalui hari-harinya, sehingga terkadang mereka ini adalah sosok yang sering dianggap aneh dan terbiasa direndahkan oleh kebanyakan orang.

Bagi para pejuang cinta, dunia ini bak pelaminan yang menawarkan beberapa pilihan, diantaranya: kesetiaan, pernikahan, perselingkuhan, maksiat dan tentunya pelacuran. Maka dengannya ia terus cermat dalam setiap kali bertindak, karena baginya di dunia inilah ia memiliki kesempatan untuk mempersunting Sang Kekasih agar mau menjadi pendamping selamanya. Dan seandainya selama hidup ia tidak merasakan kebahagiaan dalam takaran badani, maka Sang Kekasih akan menggantikannya dengan belaian mesra di dalam syurga-Nya.

Demikianlah para pejuang cinta kekasihku. Untuk itulah, mari kita mengikuti kisah kehidupan mereka. Menjadikan sejarah kehidupan kita terlewati dengan kecintaan yang murni tanpa dicampuri dengan nafsu hawaiyah (yang tidak baik). Tetaplah dengan prinsip ini, karena yakinlah bahwa kau dan aku akan terus bermesraan dalam mahligai kemuliaan.

Yogyakarta, 28 September 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

About these ads
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada September 28, 2011 in Tulisan_ku

 

4 responses to “Para Pejuang Cinta

  1. Iwan Restiono

    September 29, 2011 at 4:26 am

    Wah, tulisannya bagus dan bermakna.
    Sampai bingung saya memahaminya. Tapi akhirnya paham juga. Hehehe…
    Ya pokoknya namanya pejuang cinta haruslah lurus, ga boleh bengkok meskipun cuma 1 mm. :)

     
    • oedi

      September 30, 2011 at 1:54 am

      Subhanallah… terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… :)
      Ah masa sih? masa ampe bingung begitu… saya rasa tulisan saya ini sederhana banget kok… hehe… :D
      Yup… saya sependapat dengan saudara Iwan, karena kalau dia tidak bisa lurus di jalan kebenaran maka dia belum bisa dikatakan pejuang cinta yg sesungguhnya…

       
  2. Andika

    Oktober 4, 2011 at 8:51 am

    wahh tulisan yang bagus mas,,,, pengen jadi pejuang cinta, insyallah terus belajar untuk berjuang dan konsisten terhadap apa yg dilakukan, memperbaiki diri terus…mohon bimbingannya mas :)

     
    • oedi

      Oktober 8, 2011 at 3:55 am

      Makasih Dik atas kunjungan dan dukungannya, semoga terus memberikan manfaat… :)
      Wah mas gak layak untuk itu Dik… mas belum bisa membimbing karena mas sendiri masih belajar…
      Untuk itu, ayo jadilah pejuang cinta dengan kemampuan yang dimiliki sendiri, karena jaminan kebahagiaan di kehidupan akherat jelas ada.

       

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 164 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: