Banyak hal yang menarik untuk dibicarakan mengenai kehidupan di pulau Lombok, khususnya mengenai sejarah asal usul masyarakat, kerajaan yang pernah ada, keyakinan dan agama, hingga objek wisata yang di tawarkan. Sehingga dalam kesempatan ini saya mencoba mengangkat sebuah tema mengenai beberapa hal yang ada di pulau Lombok. Berikut penjelasannya:
1. Pendahuluan
Lombok (penduduk pada tahun 1990: 2.403.025) adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelah barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih bulat bentuknya dengan semacam “ekor” di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Pulau ini luasnya adalah 4.725 km² (sedikit lebih kecil daripada Bali). Kota utama di pulau ini adalah Kota Mataram.
Selat Lombok menandai jalan masuk dari pemisah biogeografis antara fauna di wilayah Indomalay dan perbedaan fauna yang sangat jelas di Australasia dikenal dengan Wallace line, diambil dari nama penemunya Alfred Russel Wallace.
Pemetaan pulau Lombok didominasi oleh stratovolcano Gunung Rinjani, yang mencapai tinggi 3.726m (12.224 kaki), yang membuat Gunung Rinjani menjadi gunung tertinggi ketiga di Indonesia. Di lembah Gunung Rinjani, Anda akan menemukan hutan hijau yang rimbun, sawah dan air terjun yang indah.
Pusat keramaian yang paling berkembang di sebelah barat adalah Senggigi, tersebar 30 kilometer sepanjang jalan pantai disebelah utara Mataram, Sementara para divers biasanya berkumpul bersama di Gili, yang berada di pantai barat.
Bagian selatan dari pulau Lombok adalah tanah yang subur dimana jagung, kopi, tembakau dan kapas tumbuh. Salah satu tujuan wisata yang populer adalah Kuta, terkenal dengan pantai yang belum tersentuh dan beberapa orang menganggap pantai ini adalah salah satu tempat berselancar terbaik di dunia.
Dalam total area sebesar 4.752km2 (1.825 sq mi) terdapat 2.950.105 orang (2005), 85% adalah suku Sasak, yang awalnya diperkirakan berpindah dari Jawa pada awal abad sebelum Masehi. Sejak populasi suku Sasak mempelajari Islam, pemandangan di pulau Lombok mulai banyak dipenuhi dengan Masjid-masjid dan menaranya, dan di desa tradisional suku Sasak, Anda bisa menemukan kehidupan pedesaan dengan budayanya yang unik. Penduduk lain termasuk 10-15% orang Bali, dengan selebihnya adalah orang Cina, Arab, Jawa dan Sumbawa.
2. Sejarah awal mula
Era Pra Sejarah tanah Lombok tidak jelas karena sampai saat ini belum ada data-data dari para ahli serta bukti yang dapat menunjang tentang masa pra sejarah tanah Lombok ini.
Suku Sasak temasuk dalam ras tipe Melayu yang konon telah tinggal di Lombok selama 2.000 tahun yang lalu dan diperkirakan telah menduduki daerah pesisir pantai sejak 4.000 tahun yang lalu. Dengan demikian perdagangan antar pulau sudah aktif sejak zaman tersebut dan bersamaan dengan itu saling mempengaruhi antarbudaya juga telah menyebar.
Lombok Mirah Sasak Adi adalah salah satu kutipan dari kita Negarakertagama, sebuah kitab yang memuat tentang kekuasaan dan pemerintahaan kerajaan Majapahit. Kata “Lombok” dalam bahasa kawi berarti lurus atau jujur, kata “mirah” berarti permata, kata “sasak” berarti kenyataan, dan kata “adi” artinya yang baik atau yang utama. Maka arti keseluruhannya yaitu kejujuran adalah permata kenyataan yang baik atau utama. Makna filosofi itulah mungkin yang selalu di idamkan leluhur penghuni tanah Lombok yang tercipta sebagai bentuk kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestariakan oleh anak cucunya (Sasak children). Dalam kitab – kitab lama, nama Lombok dijumpai disebut Lombok mirah dan Lombok adi . Beberapa lontar Lombok juga menyebut Lombok dengan gumi selaparang atau selapawis.
Asal-usul penduduk pulau Lombok terdapat di beberapa versi, salah satunya yaitu kata “sasak” secara etimilogis menurut Dr. Goris. s. berasal dari kata “sah” yang berarti pergi dan “shaka” yang berarti leluhur. Berarti pergi ke tanah leluhur orang Sasak (Lombok). Dari etimologis ini di duga leluhur orang Sasak adalah orang Jawa. Terbukti pula dari tulisan Sasak yang oleh penduduk Lombok disebut Jejawan, yakni aksara Jawa yang selengkapnya diresepsi oleh kesusastraan Sasak.
Sasak traditional merupakan etnis mayoritas penghuni pulau Lombok, suku Sasak merupakan etnis utama meliputi hampir 95% penduduk seluruhnya. Bukti lain juga menyatakan bahwa berdasarkan prasasti tong – tong yang ditemukan di Pujungan, Bali, Suku Sasak sudah menghuni pulau Lombok sejak abad IX sampai XI Masehi, Kata Sasak pada prasasti tersebut mengacu pada tempat suku bangsa atau penduduk seperti kebiasaan orang Bali sampai saat ini sering menyebut pulau Lombok dengan gumi sasak yang berarti tanah, bumi atau pulau tempat bermukimnya orang Sasak.
Sejarah Lombok tidak lepas dari silih bergantinya penguasaan dan peperangan yang terjadi di dalamnya baik konflik internal, yaitu peperangan antar kerajaan di Lombok maupun ekternal yaitu penguasaan dari kerajaan di luar pulau Lombok. Perkembangan era Hindu, Buddha, memunculkan beberapa kerajaan seperti Selaparang Hindu, dan Bayan. Kerajaan-kerajaan tersebut dalam perjalannya di tundukan oleh penguasa dari kerajaan Majapahit saat ekspedisi Gajah Mada di abad XIII – XIV dan penguasaan kerajaan Gel – Gel dari Bali pada abad VI.
Antara Jawa, Bali dan Lombok mempunyai beberapa kesamaan budaya seperti dalam bahasa dan tulisan. Jika di telusuri asal – usul mereka banyak berakar dari Hindu Jawa. Hal itu tidak lepas dari pengaruh penguasaan kerajaan Majapahit yang kemungkinan mengirimkan anggota keluarganya untuk memerintah atau membangun kerajaan di Lombok. Pengaruh Bali memang sangat kental dalam kebudayaan Lombok hal tersebut tidak lepas dari ekspansi yang dilakukan oleh kerajaan Bali sekitar tahun 1740 di bagian barat pulau Lombok dalam waktu yang cukup lama. Sehingga banyak terjadi akulturasi antara budaya lokal dengan kebudayaan kaum pendatang. Hal tersebut dapat dilihat dari terjelmanya genre – genre campuran dalam kesenian. Banyak genre seni pertunjukan tradisional berasal atau diambil dari tradisi seni pertunjukan dari kedua etnik. Sasak dan Bali saling mengambil dan meminjam sehingga terciptalah genre kesenian baru yang menarik dan saling melengkapi.
Gumi Sasak silih berganti mengalami peralihan kekuasaan hingga ke era Islam yang melahirkan kerajaan Islam Selaparang dan Pejanggik. Ada beberapa versi masuknya Islam ke Lombok sepanjang abad XVI Masehi. Yang pertama berasal dari Jawa dengan cara Islam masuk lewat Lombok timur. Yang kedua peng-Islaman berasal dari Makassar dan Sumbawa. Ketika ajaran tersebut diterima oleh kaum bangsawan ajaran tersebut dengan cepat menyebar ke kerajaan–kerajaan di Lombok timur dan Lombok tengah.
Mayoritas etnis sasak beragama Islam, namun demikian dalam kenyataanya pengaruh Islam juga berakulturasi dengan kepercayaan lokal sehingga terbentuk aliran seperti wektu telu, jika dianalogikan seperti abangan di Jawa. Pada saat ini keberadaan wektu telu sudah kurang mendapat tempat karena tidak sesuai dengan syariat Islam. Pengaruh Islam yang kuat menggeser kekuasaan Hindu di pulau Lombok, hingga saat ini dapat dilihat keberadaannya hanya di bagian barat pulau Lombok saja khususnya di kota Mataram.
Silih bergantinya penguasaan di Pulau Lombok dan masuknya pengaruh budaya lain membawa dampak semakin kaya dan beragamnya khasanah kebudayaan Sasak. Sebagai bentuk dari Pertemuan (difusi, akulturasi, inkulturasi) kebudayaan. Seperti dalam hal kesenian, bentuk kesenian di Lombok sangat beragam. Kesenian asli dan pendatang saling melengakapi sehingga tercipta genre-genre baru. Pengaruh yang paling terasa berakulturasi dengan kesenian lokal yaitu kesenian bali dan pengaruh kebudayaan Islam. Keduanya membawa kontribusi yang besar terhadap perkembangan kesenian-kesenian yang ada di Lombok hingga saat ini. Implementasi dari pertemuan kebudayaan dalam bidang kesenian yaitu, yang merupakan pengaruh Bali; Kesenian Cepung, cupak gerantang, Tari jangger, Gamelan Thokol, dan yang merupakan pengaru Islam yaitu kesenian Rudad, Cilokaq, Wayang Sasak, Gamelan Rebana.
3. Kajian tentang kerajaan-kerajaan di Lombok
Di antara sumber sejarah yang bisa digunakan untuk menjelaskan asal usul dari Lombok adalah Babad Lombok. Menurut Babad Lombok, kerajaan tertua di pulau Lombok bernama Kerajaan Laeq. Tapi, sumber lain, yaitu Babad Suwung menyatakan bahwa, bahwa kerajaan tertua di Lombok adalah kerajaan Suwung yang dibangun dan diperintah oleh Raja Betara Indera. Setelah Kerajaan Suwung ini surut, baru muncul Kerajaan Lombok. Mana yang benar, Laeq atau Suwung? Semuanya masih dalam perdebatan.
Secara selintas, urutan berdirinya kerajaan-kerajaan di daerah ini bisa dirunut sebagai berikut, dengan catatan bahwa ini bukan satu-satunya versi yang berkembang. Pada awalnya, kerajaan yang berdiri adalah Laeq. Diperkirakan, posisinya berada di kecamatan Sambalia, Lombok Timur. Dalam perkembangannya, kemudian terjadi migrasi, masyarakat Laeq berpindah dan membangun sebuah kerajaan baru, yaitu kerajaan Pamatan, di Aikmel, desa Sembalun sekarang. Lokasi desa ini berdekatan dengan Gunung Rinjani. Suatu ketika, Gunung Rinjani meletus, menghancurkan desa dan kerajaan yang berada di sekitarnya. Para penduduk menyebar menyelamatkan diri ke wilayah aman. Perpindahan tersebut menandai berakhirnya kerajaan Pamatan.
Setelah Pamatan berakhir, muncullah kerajaan Suwung yang didirikan oleh Batara Indera. Lokasi kerajaan ini terletak di daerah Perigi saat ini. Setelah kerajaan Suwung berakhir, barulah kemudian muncul kerajaan Lombok. Seiring perjalanan sejarah, kerajaan Lombok kemudian mengalami kehancuran akibat serangan tentara Majapahit pada tahun 1357 M. Raden Maspahit, penguasa kerajaan Lombok melarikan diri ke dalam hutan. Ketika tentara Majapahit kembali ke Jawa, Raden Maspahit keluar dari hutan dan mendirikan kerajaan baru dengan nama Batu Parang. Dalam perkembangannya, kerajaan ini kemudian lebih dikenal dengan nama Selaparang.
Berkaitan dengan Selaparang, kerajaan ini terbagi dalam dua periode: pertama, periode Hindu yang berlangsung dari abad ke-13 M, dan berakhir akibat ekspedisi kerajaan Majapahit pada tahun 1357 M; dan kedua, periode Islam, berlangsung dari abad ke-16 M, dan berakhir pada abad ke-18 (1740 M), setelah ditaklukkan oleh pasukan gabungan kerajaan Karang Asem, Bali dan Banjar Getas.
Sebelum Abad ke 16 Lombok berada dalam kekuasan Majapahit, dengan dikirimkannya Maha Patih Gajah Mada ke Lombok. Pada akhir abad ke 16 sampai awal abad ke 17, lombok banyak dipengaruhi oleh Jawa Islam melalui dakwah yang dilakukan oleh Sunan Giri, juga dipengaruhi oleh Makassar. Hal ini yang menyebabkan perubahan agama di suku Sasak, yang sebelumnya Hindu menjadi Islam.
Pada awal abad ke 18 M, Lombok ditaklukkan oleh kerajaan Gel Gel Bali. Peninggalan Bali yang sangat mudah dilihat adalah banyaknya komunitas Hindu Bali yang mendiami daerah Mataram dan Lombok Barat. Beberapa Pura besar juga gampang di temukan di kedua daerah ini. Lombok berhasil bebas dari pengaruh Gel Gel setelah terjadinya pengusiran yang dilakukan kerajaan Selapang (Lombok Timur) dengan dibantu oleh kerajaan yang ada di Sumbawa (pengaruh Makassar). Beberapa prajurit Sumbawa kabarnya banyak yang akhirnya menetap di Lombok Timur, terbukti dengan adanya beberapa desa di Tepi Timur Laut Lombok Timur yang penduduknya mayoritas berbicara menggunakan bahasa Samawa.
Uraian di atas setidaknya bisa menunjukkan bahwa, kerajaan-kerajaan tersebut benar-benar ada, pernah berdiri, berkembang kemudian runtuh. Bagaimana informasi selanjutnya, seperti kehidupan sosial budaya masyarakat awam dan keluarga istana saat itu? Data sejarah yang ada belum banyak mengungkap fakta tersebut.
Menurut Lalu Djelenga, catatan sejarah yang lebih berarti mengenai kerajaan-kerajaan di Lombok dimulai dari masuknya ekspedisi Majapahit tahun 1343 M, di bawah pimpinan Mpu Nala. Ekspedisi Mpu Nala ini dikirim oleh Gajah Mada sebagai bagian dari usahanya untuk mempersatukan seluruh Nusantara di bawah bendera Majapahit. Pada tahun 1352 M, Gajah Mada datang ke Lombok untuk melihat sendiri perkembangan daerah taklukannya.
Menurut Djelenga, ekspedisi Majapahit ini meninggalkan jejak kerajaan Gel gel di Bali. Sedangkan di Lombok, berdiri empat kerajaan utama yang saling bersaudara, yaitu: kerajaan Bayan di barat, kerajaan Selaparang di Timur, kerajaan Langko di tengah, dan kerajaan Pejanggik di selatan. Selain keempat kerajaan tersebut, terdapat beberapa kerajaan kecil, seperti Parwa dan Sokong Samarkaton serta beberapa desa kecil, seperti Pujut, Tempit, Kedaro, Batu Dendeng, Kuripan, dan Kentawang. Seluruh kerajaan dan desa ini takluk di bawah Majapahit. Ketika Majapahit runtuh, kerajaan dan desa-desa ini kemudian menjadi wilayah yang merdeka.
Di antara kerajaan dan desa-desa di atas, yang paling terkemuka dan paling terkenal adalah kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok. Pusat kerajaan ini terletak di Teluk Lombok yang strategis, sangat indah dengan sumber air tawar yang banyak. Posisi strategis dan banyaknya sumber air menyebabkannya banyak dikunjungi pedagang dari berbagai negeri, seperti Palembang, Banten, Gresik, dan Sulawesi. Berkat perdagangan yang ramai, maka kerajaan Lombok berkembang dengan cepat.
Kedatangan Penjajah Belanda
Belanda telah datang dan berhasil menundukkan banyak kerajaan di nusantara. Watak imperialisme Belanda yang ingin menguasai seluruh jalur perdagangan di nusantara telah menimbulkan kemarahan Kerajaan Gowa di Sulawesi. Jalur perdagangan di utara telah dikuasai oleh Belanda. Untuk mencegah jatuhnya jalur selatan, kemudian Gowa berinisiatif menutup jalur selatan dengan menguasai Pulau Sumbawa dan Selaparang. Kedatangan penjajah Eropa juga membawa misi kristenisasi, karena itu, Gowa kemudian menaklukkan Flores Barat dan mendirikan Kerajaan Manggarai untuk mencegah kristenisasi tersebut.
Ekspansi Gowa menimbulkan kekhawatiran Gelgel. Untuk mencegah agar Gelgel tidak dimanfaatkan Belanda, maka Gowa kemudian mengadakan perjanjian dengan Gelgel tahun 1624 M, yang disebut Perjanjian Sagining. Dalam perjanjian diatur, Gelgel tidak akan mengadakan perjanjian kerjasama dengan Belanda, sementara Gowa akan melepaskan kekuasaannya atas Selaparang. Perjanjian ini tidak berlangsung lama, karena masing-masing pihak melanggar isi perjanjian tersebut.
Untuk mengimbangi Gelgel yang bekerjasama dengan Belanda, kemudian Gowa bekerjasama dengan Mataram di Jawa. Selanjutnya, dalam usaha untuk memperebutkan hegemoni, akhirnya pecah peperangan antara Gowa dan Belanda di Lombok. Dalam perang tersebut, Gowa mengalami kekalahan, hingga terpaksa menandatangani perjanjian dengan Belanda di Bungaya. Bungaya merupakan sebuah tempat yang terletak dekat pusat Kerajaan Gelgel di Klungkung, Bali, dan merupakan simbol dari dekatnya hubungan antara Gelgel dengan Belanda.
Konsekwensi kekalahan Gowa dari Belanda adalah, Gowa harus melepaskan seluruh daerah kekuasaannya di Lombok, Sumbawa dan Bima. Memanfaatkan kekosongan Gowa tersebut, Gelgel kembali mencoba menaklukkan Selaparang, namun selalu menemui kegagalan.
Walaupun Selaparang telah berhasil mengalahkan Gelgel, namun, wilayah kerajaan ini belum sepenuhnya aman dari ancaman eksternal. Dalam perkembangannya, kemudian berdiri dua kerajaan baru pada tahun 1622 M, yaitu Kerajaan Pagutan dan Pagesangan. Untuk mengantisipasi ancaman, kemudian Selaparang menempatkan sepasukan kecil tentara untuk menjaga perbatasan di bawah pimpinan Patinglaga Deneq Wirabangsa.
Ternyata, kehancuran Selaparang bukan karena serangan dua kerajaan kecil ini, tapi akibat serangan ekspedisi tentara Kerajaan Karang Asem tahun 1672 M. Pusat Kerajaan Selaparang rata dengan tanah, sementara keluarga kerajaan semuanya terbunuh. Sejak saat itu, Kerajaan Karang Asem menjadi penguasa tunggal di Lombok.
4. Kehidupan Sosial Budaya
Di masa Prabu Rangkesari, Lombok (Selaparang) mencapai masa kejayaannya. Saat itu, kehidupan budaya berkembang pesat. Para cerdik pandai dari Selaparang menguasai dengan baik bahasa Kawi, bahasa yang berkembang di nusantara ketika itu. Berkat kemajuan dalam dunia sastra tersebut, akhirnya, para cendekiawan Selaparang berhasil menciptakan aksara baru, yaitu aksara Sasak yang disebut Jejawen.
Dengan bekal pengetahuan bahasa Kawi, Sasak dan aksara Sasak, para sastrawan Selaparang banyak mengarang, menggubah, mengadaptasi, atau menyalin sastra Jawa kuno ke dalam lontar-lontar Sasak. Di antara lontar-lontar tersebut adalah Kotamgama, Lapel Adam, Menak Berji dan Rengganis. Selain itu, para pujangga juga banyak menyalin dan mengadaptasi ajaran sufi para walisongo. Salinan dan adaptasi tersebut tampak dalam lontar-lontar yang berjudul Jatiswara, Lontar Nursada dan Lontar Nurcahya. Bahkan hikayat-hikayat Melayu pun banyak yang disalin dan diadaptasi, seperti Lontar Yusuf, Hikayat Amir Hamzah dan Hikayat Sidik Anak Yatim.
Kajian yang lebih mendalam terhadap lontar-lontar tersebut akan mampu mengungkap kondisi sosial, budaya dan politik masyarakat Lombok pada saat itu. Dalam bidang sosial politik misalnya, Lontar Kotamgama menggariskan sifat dan sikap seorang pemimpin, yakni Danta, Danti, Kusuma, dan Warsa. Danta berarti gading gajah, artinya, apabila dikeluarkan, tidak mungkin dimasukkan lagi; Danti berarti ludah, artinya, apabila sudah dilontarkan ke tanah, tidak mungkin dijilat lagi; Kusuma berarti kembang, artinya, bunga yang sama tidak mungkin mekar dua kali; Warsa artinya hujan, artinya, apabila telah jatuh ke bumi, tidak mungkin naik kembali menjadi awan. Itulah sebabnya, seorang raja atau pemimpin hendaknya berhati-hati dalam setiap tindakan, agar tidak melakukan banyak kesalahan.
Demikianlah, Kerajaan Selaparang muncul, berkembang kemudian runtuh. Walaupun demikian, sisa-sisa peradaban tulis yang ditinggalkannya menunjukkan bahwa, kehidupan budaya di negeri ini cukup semarak dan berkembang.
5. Suku di Lombok (suku Sasak)
Jika diperhatikan secara fisik, suku Sasak ini lebih mirip orang Bali dibandingkan orang Sumbawa. Dari aspek ini bisa jadi orang Sasak berasal dari Bali. Sekarang tinggal di cari orang Bali berasal dari mana?
Berikut ini adalah foto-foto sejarah koleksi Tropen Museum Royal Tropical Institut sekitar abad 18-19, yang memuat kehidupan sosial masyarakat Lombok di zaman kolonial Belanda:
Foto 6: Masyarakat dusun Sakre tahun 1897
Foto 7: Masyarakat Cakranegara
Foto 9: Nyonya kompeni di pasar Ampenan
Bukti otentik suku Sasak
Beberapa minggu yang lalu, ada seorang yang mengirimkan ke saya sebuah bukti otentik asal usul suku Sasak yang disimpan keluarganya di Lombok Tengah. Bukti tersebut berupa silsilah keluarga yang berujung pada sebuah nama: Datu Pangeran Djajing Sorga (dari Majapahit, Kabangan, Jawa Timur). Dari bukti otentik tersebut, jelaslah terlihat bahwa suku Sasak yang mendiami Pulau Lombok, sebenarnya berasal dari Jawa.
Bahasa
Bahasa Sasak, terutama aksara (bahasa tertulis) nya sangat dekat dengan aksara Jawa dan Bali, sama sama menggunakan aksara Ha Na Ca Ra Ka …dst. Tapi secara pelafalan cukup dekat dengan Bali.
Menurut Ethnologue yang mengumpulkan semua bahasa di dunia, bahasa Sasak merupakan keluarga (Languages Family) dari Austronesian Malayo-Polynesian (MP), Nuclear MP, Sunda-Sulawesi dan Bali-Sasak. Sementara kalau kita perhatikan secara langsung, bahasa Sasak yang berkembang di Lombok ternyata sangat beragam, baik dialek (cara pengucapan) maupun kosa katanya. Ini sangat unik dan bisa menunjukkan banyaknya pengaruh dalam perkembangannya. Saat Pemerintah Kabupaten Lombok Timur ingin membuat Kamus Sasak saja, mereka kewalahan dengan beragamnya bahasa Sasak yang ada di lombok Timur, walaupun secara umum bisa diklasifikasikan ke dalam: Kuto-Kute (Lombok Bagian Utara), Ngeto-Ngete (Lombok Bagian Tenggara), Meno-Mene (Lombok Bagian Tengah), Ngeno-Ngene (Lombok Bagian Tengah), Mriak-Mriku (Lombok Bagian Selatan). Dari aspek bahasa, Papuk Bloq, bisa jadi berasal dari Jawa (Malayo-Polynesian), Vitname atau Philipine ( Austronesian), atau dari Sulawesi (Sunda-Sulawesi). Semoga Dewan Adat Sasak segera menerbitakan buku Sejarah Sasak dan merampungkan Kamus Bahasa Sasak.
6. Kehidupan Spiritual di Lombok
Pengaruh Hindu – Buddha
Ajaran Hindu-Bali dibawa langsung oleh pemeluknya, para imigran dari Pulau Bali sejak permualaan abad ke 17 Masehi. Hindu-Bali adalah sinkretisasi ajaran Hindu-Buddha, yang juga disebut Siwa-Buddha. Menurut Sartono Kartodirjo (1975).
Foto 10: Pura Milu Kelepuk, Lombok
Sebelum imigran dari Bali datang, pulau yang molek dan subur ini, dinamakan Gumi Selaparang dan di huni oleh orang Sasak. Sampai abad ke 17, terdapat dua buah kerajaan Sasak yaitu Kerajaan Pejanggik di Lombok Tengah sebagai kerajaan pedalaman dan kerajaan Selaparang sebagai kerajaan pesisir yang ibu kotanya di Kayangan, Labuhan Lombok di Lombok Timur.
Memasuki abad ke 17 (1600an), secara bergelombang imigran dari Karang Asem- Bali datang ke Pulau Lombok untuk membuka lahan pertanian dan mendirikan pemukiman. Penduduk baru ini datang, selain karena kerajaanya diganggu oleh kerajaan kerajaan tetangganya di Bali, juga karena wilayah tofografinya kurang menguntungkan untuk pertanian, dengan kawasan tanah perbukitan. Pemukiman-pemukiman itu dikenal dengan nama Sengkongok (di kaki Gunung Pengsong), Pagutan, Pagesangan, dan Mataram (di Kodya Mataram) dan Tanaq Embet (di Senggigi).
Pengaruh Islam
Pada awal mula masuknya agama Islam ke Pulau Lombok, penduduknya banyak yang menganut Animisme, tapi datangnya salah seorang kiyai dari Jawa yaitu Sunan Prapen maka beberapa tempat yang menjadi basisnya masih bisa ditemukan sampai sekarang.
Dalam hal penyebaran agama islam, mula-mula peranan para sufi sangat menentukan disamping para pedagang yang berasal dari Gujarat, India. Para sufi itu datang dari Pulau Jawa yang banyak membawa pengaruh dari Wali Songo. Kemudian menyusul dari ajaran-ajaran tarekat syaikh Yusu Makassar, dll. Dari sumber ajaran Syaikh Yusuf, ada yang diterima langsung pada saat beliau berada di Banten atau dari para pengikut pengikutnya di Nusantara. Sedangkan dari syaikh yang lain diterima langsung di Makkah pada saat para tuan guru dari Lombok, melaksanakan ibadah haji dan bermukim disana beberapa tahun untuk memperdalam ilmunya.
Para Sufi yang menyebarkan Islam yang berasal dari pengaruh Wali Songo meninggalkan kelompok masyarakat yang kemudian disebut Wektu Telu (Waktu Tiga) untuk membedakannya dengan yang lain, yang telah mengalami proses Islamisasi, yaitu Islam Waktu Lima.
Ketika Raja Lombok Prabu Mumbul meninggal dunia, ia digantikan oleh Prabu Rangkesari. Di masa pemerintahan Rangkesari ini, putera Sunan Ratu Giri yang bernama Pangeran Prapen datang ke Kerajaan Lombok untuk melakukan Islamisasi. Berdasarkan Babad Lombok, Islamisasi ini merupakan upaya Raden Paku (Sunan Ratu Giri) dari Gresik untuk menyebarkan Islam ke berbagai wilayah di Nusantara.
Pangeran Prapen melakukan Islamisasi di Lombok dengan kekuatan senjata. Setelah orang-orang Lombok masuk Islam, ia kemudian meneruskan upaya Islamisasi ke Bima dan Sumbawa. Sepeninggal Pangeran Prapen, masyarakat Lombok kembali ke agama asal, paganisme. Hal ini disebabkan kaum perempuan Lombok banyak yang belum memeluk Islam, sehingga berhasil mempengaruhi keluarganya agar kembali ke agama asal.
Setelah berhasil mendapatkan kemenangan di Sumbawa dan Bima, Pangeran Prapen kembali ke Lombok. Dengan bantuan Raden Sumuliya dan Raden Salut, Pangeran Prapen kemudian menyusun gerakan dakwah baru untuk mengislamkan Lombok dan berhasil mencapai kesuksesan. Seluruh pulau Lombok berhasil diislamkan, kecuali di beberapa tempat. Masyarakat yang menolak masuk Islam kemudian menyingkir ke gunung-gunung, atau menjadi orang taklukan.
Selain Islamisasi, peristiwa besar lainnya yang terjadi di masa pemerintahan Prabu Rangkesari adalah pemindahan ibukota kerajaan, dari Labuhan ke desa Selaparang. Pemindahan ibukota ini merupakan inisiatif Patih Banda Yuda dan Patih Singa Yuda, dengan alasan, letak desa Selaparang lebih strategis dan aman dibanding Labuhan. Dengan berpindahnya Kerajaan Lombok ke Selaparang, maka, kemudian kerajaan ini juga dikenal dengan nama Kerajaan Selaparang.
Dalam uraian sebelumnya dikemukakan bahwa, Kerajaan Selaparang terbagi dua periode yaitu (1) periode Hindu dan, (2) periode Islam. Tampaknya, yang dimaksud dengan periode kedua Kerajaan Selaparang (periode Islam) adalah Kerajaan Lombok yang memindahkan ibukota ke Selaparang, sehingga disebut Kerajaan Selaparang.
Kerajaan Lombok atau Selaparang ini terus berkembang, sehingga Kerajaan Gelgel di Bali merasa mendapat saingan. Karena itu, Gelgel yang merasa sebagai pewaris kebesaran Majapahit kemudian menyerang Lombok (Selaparang) pada tahun 1520 M. Namun, serangan ini berhasil digagalkan oleh Selaparang. Dalam perkembangannya, Kerajaan Gelgel sendiri kemudian juga mengalami kemunduran.
7. Pariwisata di pulau Lombok
Kalau kita lihat dari aspek sejarah, orang Sasak bisa jadi berasal Jawa, Bali, Makassar dan Sumbawa. Tapi bisa juga ke empat etnis tersebut bukan Papuk Bloq orang sasak, melainkan hanya memberi pengaruh besar pada perkembangan Suku Sasak.
Pulau Lombok yang memiliki luas 473.780 hektare ini tak hanya menyimpan kekayaan wisata alam semata. Bicara Pulau Lombok maka pikiran menerawang ke hamparan pantai Senggigi yang eksotis, indah, dan menawan. Pantai berpasir putih dengan deburan ombak kecilnya ini sayang untuk dilewatkan. Tak heran bila banyak wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantara menyinggahinya.
Lombok dalam banyak hal mirip dengan Bali, dan pada dasawarsa tahun 1990-an mulai dikenal wisatawan mancanegara. Namun dengan munculnya krismon dan krisis-krisis lainnya, potensi pariwisata agak terlantarkan. Lalu pada awal tahun 2000 terjadi kerusuhan antar-etnis dan antar agama di seluruh Lombok sehingga terjadi pengungsian besar-besaran kaum minoritas. Mereka terutama mengungsi ke pulau Bali.
Berikut beberapa objek wisata di Lombok yang sayang dilewatkan. Diantaranya:
1) Wisata Alam
a) Mataram dan Cakranegara
Kota Mataram adalah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Kota Mataram terdiri dari 6 (Enam) Kecamatan yaitu Kecamatan Ampenan, Cakranegara, Mataram, Pejanggik, Selaparang, Sekarbela, dengan 50 kelurahan dan 297 Lingkungan. Kota Mataram terletak pada 08° 33’ – 08° 38’ Lintang selatan dan 116° 04’ – 116° 10’ Bujur Timur. Selain ibukota propinsi, Mataram juga telah menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, industri dan jasa, serta saat ini sedang dikembangkan untuk menjadi kota pariwisata.
Keberadaan berbagai fasilitas penunjang seperti fasilitas perhubungan seperti Bandara Internasional Selaparang sebagai pintu masuk Lombok melalui udara, pusat perbelanjaan, dan jalur transportasi yang menghubungkan antar kabupaten dan propinsi inilah yang menjadi pertimbangan dalam pengembangan Kota Mataram menjadi kota pariwisata. Mataram sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Lombok Barat sebelum terjadi pemekaran wilayah. Kini, ibukota Kabupaten Lombok Barat di pindahkan ke Giri Menang Gerung.
b) Narmada
Taman Narmada, 11 kilometer di timur kota Mataram, dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Anak Agung Gede Ngurah Karang Asem sebagai taman yang indah sekaligus tempat untuk memuja Shiva. Kolamnya yang besar disebut sebagai miniatur Segara Anakan, danau kawah dari gunung berapi Rinjani dimana mereka biasanya melakukan pemujaan dengan melemparkan barang berharga ke dalam air. Sejalan dengan orang-orang yang terlalu tua untuk mencapai gunung setinggi 3,726 meter, mereka membuat Narmada untuk mewakilkan gunung dan danaunya. Di dekat kolam terdapat tempat untuk pemujaan dan mata air yang dipercaya bias membuat awet muda.
c) Pura Lingsar
Pura ini mungkin satu-satunya tempat pemujaan di dunia dimana Hindu dan Muslim datang untuk melakukan pemujaan. Kira-kira 7 kilometer di sebelah barat Narmada, pura ini dibangun pada tahun 1714 dan dibangun kembali pada tahun 1878 untuk melambangkan keharmonisan dan persatuan antara umat Bali Hindu dan Sasak Muslim di daerah tersebut, khususnya mereka yang mentaati peraturan sekolah Islam Wetu Telu yang unik. Pura Bali dibangun di tanah dataran tinggi, di belakang permukiman Muslim. Di tanah yang agak rendah adalah mata air dan di halaman pura adalah tempat diadakannya perang ketupat.
d) Pura Agung Gunung Sari
Pura besar ini berada di atas perbukitan di Gunung Sari, kira-kira empat kilometer dari Mataram, adalah saksi sejarah perang Puputan yang terjadi pada 22 November 1894 antara putra mahkota terakhir dari pemimpin Bali, Anak Agung Nengah dan pengikutnya dengan para tentara Belanda di bawah pimpinan Jendral Van der Vetter.
e) Sukarare
Ini adalah desa tempat kerajinan tenun yang terletak di sebelah selatan Cakranegara. Lombok terkenal dengan kerajinan kain songketnya yang indah. Penduduk di desa ini telah mewarisi kerajinan ini secara turun temurun dari generasi ke generasi.
f) Sengkol, pujut dan Rambitan
Waktu sepertinya tidak berputar di ketiga desa yang terletak di bagian selatan Lombok, yang menghubungkan kota mataram ke pantai Kuta. Seluruh rumah dan bangunan dibangun dengan gaya tradisional kuno dimana kehidupan mereka seakan-akan tidak mengikuti perubahan jaman. Padang gersangnya yang luas terlihat mengesankan dalam ketandusannya.
g) Pantai Batu Bolong
Terletak 9 km dari pusat kota Mataram, pantai ini mempunyai batu besar yang memiliki lubang di tengahnya. Sebuah pura berdiri menghadap selat Lombok dan di seberangnya terlihat garis batas Gunung Agung, Bali. Setelah berjemur, bersantai dan bersenang-senang di pantai yang indah, cobalah untuk menunggu sampai sore untuk menyaksikan pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan yang pernah anda lihat ketika matahari perlahan mulai menghilang di balik Gunung Agung dengan warna-warnanya yang berkilauan.
h) Taman Mayura
Taman Mayura adalah salah satu peninggalan dari kerajaan Karang Asem Bali yang dibangun oleh Rajanya A.A. Ngurah pada tahun 1744. Di tengah-tengah kolam besar terdapat bangunan yang disebut Balai Kambang yang dulunya dipergunakan sebagai pengadilan sekaligus juga sebagai balai pertemuan. Anehnya, arsitektur bangunan tersebut memperlihatkan pengaruh Hindu dan juga Islam, sedangkan di sekitar tempat itu, patung dibuat dari batu dengan nuansa haji.
i) Pura Meru
Peninggalan Kerajaan Karang Asem yang lain adalah Pura Meru yang terletak di Cakranegara, dekat dari Mataram. Pura ini dibangun pada tahun 1720 di bawah pemerintahan Raja A.A. Made sebagai symbol persatuan umat Hindu di Lombok. Beberapa bangunan juga ditemukan di dalam kompleks pura ini, yang semuanya di desain untuk berbagai macam tujuan, termasuk 33 bangunan kecil yang terletak di sebelah pura utama.
j) Pantai Kuta
Dikenal juga dengan sebutan pantai Putri Nyale, Kuta yang terletak di pantai bagian selatan Lombok Tengah adalah satu dari pantai di Indonesia yang mempunyai pemandangan indah dan belum tersentuh. Dari Kuta menempuh jarak 5 km menuju Tanjung Aan, sebuah bentangan pasir putih di Samudera Hindia. Di sini tempat yang aman untuk berjemur dan berenang. Lebih jauh kea rah barat adalah pantai tempat untuk para peselancar. Setiap tahun, pada tanggal 19 di bulan kesepuluh pada kalender suku Sasak, ketika ikan Nyale muncul ke permukaan laut, Pantai Kuta menjadi ramai dengan berbagai macam festival.
Para nelayan berlayar ke laut sementara para pemuda pemudi berkumpul di pinggir pantai untuk menikmati pesta, sambil menggoda satu sama lain dan mungkin bisa berlanjut ke hubungan yang lebih serius.
k) Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan
Gili, dalam bahasa Sasak berarti “pulau”. Ketiga pulau ini terletak berdekatan di barat laut pulau Lombok. Di sekitar pulau dipenuhi dengan batu karang yang indah. Gili Air, pulau yang paling dekat, bias dicapai dengan 10 hingga 15 menit dengan perahu motor dari pelabuhan Bangsal, dekat Pamenang.
l) Pantai Senggigi
Senggigi, di selatan Bangsal, memiliki pemandangan yang paling indah dan paling populer di pulau Lombok dengan banyak fasilitas akomodasi yang bagus. Batu karang tumbuh di pinggiran pantai.
m) Gunung Rinjani
Gunung Rinjani, gunung volcano yang masih aktif setinggi 3.726 meter, adalah satu dari gunung tertinggi di Indonesia. Di dasar kawah terdapat kaldera yang membentuk danau kawah gunung berapi Segara Anak, dikelilingi oleh tebing-tebing yang curam. Gunung ini populer di kalangan para pendaki. Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang adalah dua desa tradisional Sasak di kaki Gunung Rinjani.
n) Tepas, Sumbawa
Sebuah desa di kaki gunung Batu Lante, 60 kilometer arah selatan Sumbawa Besar, dimana rumah-rumah di desa ini dibangun dengan gaya arsitektur tradisional.
o) Gunung Tambora, Sumbawa
Gunung berapi Tambora dengan ketinggian 2.820 meter ini sudah tidak aktif lagi sekarang. Terkenal dengan letusannya yang dahsyat pada 5 – 15 Juli 1815 dimana puing-puing berjatuhan, gas panas dan aliran lahar membunuh lebih dari 12.000 orang. Lebih dari 44.000 orang meninggal kelaparan diakibatkan oleh letusan tersebut. Di puncak gunung ini, kaldera besarnya sekarang terdapat dua danau yang warnanya berbeda. Dari lingkaran kawah, terlihat pemandangan dari pulau, laut, Gunung Rinjani, dan pulau Lombok di kejauhan yang indah. Gunung ini menempati hampir seluruh semenanjung Sanggar.
p) Pulau Moyo
Pulau Moyo, di muara teluk Saleh, mempunyai cagar alam dengan banteng liar, rusa, babi hutan dan berbagai variasi spesies burung. Untuk datang ke pulau ini lebih baik dilakukan pada saat musim panas yaitu antara bulan Juni hingga Agustus.
q) Bima, Sumbawa
Istana kesultanan Bima sekarang sudah dijadikan Museum. Desa Dara berjarak dua kilometer dari Kota Bima yang berada di sebelah timur Sumbawa, dipercaya adalah tempat kerajaan Bima di masa lampau.
r) Sape, Sumbawa
Para pembuat kapal membuat kapal layar secara tradisional di kota pelabuhan di pantai timur Sumbawa. Sape adalah tempat keberangkatan yang lebih dekat untuk perjalanan ke Pulau Komodo, tempat kadal Komodo prasejarah berada.
s) Pantai-pantai
Pantai lain yang juga bagus bias anda jumpai di Talolai dan Hangawera di bagian utara Bima dan Lunyuk di pantai selatan Sumbawa.
t) Pantai Hu’u (Kabupaten Dompu)
Pantai pasir putih yang indah terletak di Samudera Hindia. Pantai ini terkenal dengan ombaknya yang besar dan panjang yang bagus untuk berselancar. Pantai ini dikelilingi oleh panorama yang cantik. Jaraknya apabila ditempuh dari Dompu sekitar 37 km, bisa ditempuh menggunakan mobil, dan di sini terdapat akomodasi yang simpel untuk para pengunjung.
u) Pantai Ule (Kabupaten Bima)
Pantai yang tenang dengan pasir putih yang indah terletak di teluk Bima dengan pulau kecil yang indah yang disebut Pulau Kambing. Di sini terdapat kolam ikan dan pohon garoso (buah tropis) di sepanjang pantai. Orang lokal biasanya menghabiskan liburan mereka di sana.
v) Pantai Wane (Kabupaten Bima)
Terletak 60 km dari kota Bima dan bisa ditempuh dengan mobil. Pantai ini memiliki pasir putih dan ombak yang besar, cocok untuk berselancar.
2) Wisata sejarah
Di pulau Lombok terdapat beberapa tempat untuk melihat dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah peninggalan kerajaan Islam dan Hindu, seperti di wilayah Kabupaten Lombok Timur terdapat bekas peninggalan kerajaan Islam terbesar Pulau Lombok yaitu Kerajaan Islam Selaparang yang sekarang diabadikan namanya oleh salah satu Bandara di Pulau Lombok yaitu Bandara Selaparang. Selain itu terdapat pula peninggalan Masjid di Kabupaten Lombok Utara pada waktu penyebaran agama Islam pertama di Pulau Lombok yaitu Masjid Bayan Beleq, tempat ini berlokasi di Kecamatan Bayan dan dapat di tempuh dengan kendaraan Pribadi sekitar 3 Jam. Selain itu terdapat juga Tirta Yatra (yang merupakan peninggalan kerajaan Karangasem).
Istana Air Mayura (Bukti bahwa perbedaan itu Indah)
Istana Air Mayura dibangun oleh Anak Agung Anglurah Made Karang Asem pada tahun 1744. Beliau adalah seorang Raja yang membesarkan Kerajaan Karangasem di Lombok. Dahulu tempat tersebut yangbernama Kelepuk adalah hutan belantara yang banyak dihuni oleh ular berbisa. Sewaktu akan membangun tempat Mayura, Raja Bali tersebut meminta bantuan kepada Raja Makassar yang kemudian mengirimkan burung merak untuk menakut-nakuti ular di tempat tersebut. Sehingga nama tempat tersebut diganti menjadi Mayora, dalam bahasa sanskerta berarti burung merak. Dalam lidah orang Lombok, berubah menjadi Mayura (dibaca Mayure).
Mayura mempunyai 6 bangunan utama yaitu, Kolam air, Bale Loji (tempat penyimpanan pusaka), Bale Tunggu, Bale Kambang, Pura Milu Kelepuk, dan Pura Jagad Nata. Dalam komplek ini tersedia taman-taman yang asri dan enak digunakan untuk bersantai. Cukup banyak muda-mudi bersantai di sana.
Namun yang menarik adalah bangunan Bale Kambang yang berada di tengah-tengah kolam air. Di sekitar Bale Kambang ini dihiasi oleh patung-patung bercirikan orang muslim, yaitu Arab, Muslim Cina, dan Jawa. patung orang Muslim tersebut berdiri di bagian Barat, Timur dan Utara dari Bale Kambang berdampingan dengan bangunan linggih yang sangat kental nuansa Hindu Balinya.
Bangunan Bale kambang adalah bangunan tempat bersidang dan menerima tamu kerajaan Bali Karangasem dulunya. Kental dengan dengan ciri-ciri Hindu, termasuk juga ornamen-ornamen di sekitarnya. Diberi nama Bale Kambang, karena posisinya ditengah-tengah kolam air, seakan mengambang diatas air. Dahulu juga ada bangunan penjara di sampingnya. Namun sayang besi-besi penjara tersebut sudah tergerus oleh air dan waktu.
Menurut informasi yang di dapat, keberadaan patung orang Muslim di antara bangunan Hindu tersebut adalah untuk membuktikan kerukunan di Lombok sekaligus untuk mengenang bahwa Raja Bali dulu pernah dibantu oleh Kerajaan Makassar yang muslim. Selain itu juga untuk mengenang bahwa Islam dibawa masuk ke Lombok oleh orang Makassar, Arab, dan China. Untuk yang dari China ditenggarai merupakan salah satu anggota rombongan laksamana Ceng Ho, seorang panglima Muslim dari Cina yang sangat terkenal.
Istana Air Mayura ini menjadi peninggalan sejarah yang selalu mengingatkan kepada kita untuk selalu hidup berdampingan dalam perbedaan dengan saling menghormati dan menghargai.
3) Wisata Religi
Perjalanan spiritual ini adalah perjalanan persembahyangan mengunjungi beberapa pura yang merupakan peninggalan kerajaan karangasem Lombok.
Perjalanan ini diawali dengan mengunjungi Pura Jagatnatha Mayura yang merupakan istana Raja Karangasem Lombok, yang dibangun pada tahun 1744. Istana ini terkenal dengan Bale Kambangnya yang berfungsi sebagai pegadilan pada jamannya. Setelah itu perjalanan spiritual akan dilanjutkan menuju Pura Meru yang dibangun pada tahun 1720 pada jaman penjajahan Belanda. Pura ini juga dijadikan sebagai benteng pertahanan pada waktu menghadapi agresi Belanda ke II. Pada saat agresi Belanda ke II ini salah satu jendral Belanda gugur ditangan para kesatrya bali (Lombok.) jendral Van Ham gugur ditangan para kesatrya bali yang gagah berani. Jendral Van Ham dimakamkan dipemakaman umum umat Hindu di Karang Jangkong Mataram.
Perjalanan dilanjutkan menuju pura Kalasa Narmada yang sangat terkenal dengan Tirtha awet mudanya. Narmada diambil dari salah satu nama sungai suci di India yang merupakan salah satu anak sungai Gangga. Narmada merupakan miniature Gunung Rinjani dan dibangun pada tahun 1805 yang oleh raja pada saat itu digunakan sebagai istana musim kemarau. Pura Kalasa Narmada sangat erat kaitannya dengan pura Mayura (istananya) dan gunung Rinjani. Karena waktu raja berkuasa, selalu melakukan upacara pulang pakelem di danau Segara Anak, tepatnya pada purnamaning sasih kalima (5) untuk memohon hujan pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan pada Bhatare Bhatari yang melingga disana. Saat usia raja semakin lanjut, maka beliau membangun Taman Narmada sebagai miniature gunung rinjani lengkap dengan miniature danau segara anak.
8. Wisata budaya (Perang Topat, tradisi pencerminan kerukunan beragama di Lombok)
Sore itu Jumat (12/12/08) ribuan warga Sasak (Lombok) dan umat Hindu berbaur di Pura Lingsar, KecamatanLingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat untuk merayakan “Perang Topat” yakni tradisi saling lempar dengan menggunakan ketupat.
Dengan menggunakan pakaian adat ribuan warga Sasak dan umat Hindu bersama-sama dengan damai merayakan upacara keagamaan yang dirayakan tiap tahun di Pura Lingsar tepatnya setiap purnama ke-7 menurut kalender Sasak.
Tradisi Perang Topat yang diadakan di Pura terbesar di Lombok peninggalan kerajaan Karangasem itu merupakan pencerminan dari kerukunan umat beragama di Lombok. Prosesi Perang Topat dimulai dengan mengelilingkan sesaji berupa makanan, buah, dan sejumlah hasil bumi sebagai sarana persembahyangan dan prosesi ini didominasi masyarakat Sasak dan beberapa tokoh umat Hindu yang ada di Lombok. Sarana persembahyangan seperti kebon odek, sesaji ditempatkan didalam Pura Kemalik.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan perang topat, bertepatan dengan gugur bunga waru atau dalam bahasa Sasaknya “rorok kembang waru” yakni menjelang tenggelamnya sinar matahari sekitar pukul 17.30. Perang topat merupakan rangkaian pelaksanaan upacara pujawali yaitu upacara sebagai ungkapan rasa syukur umat manusia yang telah diberikan keselamatan, sekaligus memohon berkah kepada Sang Pencipta. [Foto dan teks: Ahmad Subaidi/ANTARAMataram.com]
9. Lalu lintas
Pulau Lombok yang berada hanya beberapa mil dari Pulau Bali, dengan penerbangan hanya 20 menit Anda sudah sampai di Pulau Kayangan atau sebutan lain dari Pulau Lombok, terdiri dari tiga Kabupaten dan satu Kota Madya (Mataram) : yaitu Kabupaten Lombok dengan Ibu Kotanya yang baru di Gerung. Lombok Tengah dengan Ibu Kotanya Praya dan Lombok Timur dengan Ibu Kotanya Selong.
Airport Selaparang terletak di Mataram, ibu kota provinsi dan kota terbesar di pulau ini. Berbagai macam maskapai penerbangan beroperasi dari/ke Denpasar di Bali (25 menit penerbangan). Kapal ferry menghubungkan Pelabuhan Lembar/Lombok dengan Pelabuhan Padang Bai/Bali dalam waktu 1.5 jam dengan speed boat atau 4-6 jam dengan ferry normal, bias juga menuju Gili langsung dari Padang Bai. Taksi dan minivan juga menyediakan transportasi untuk ke semua tempat di pulau.
Jalan-jalan utama kebanyakan dalam kondisi yang sangat bagus, karena jalan-jalan kecil sering kali berbahaya untuk mengemudi. Penyewaan motor dan mobil juga terdapat di pusat pariwisata.
10. Pembagian administratif pemerintahan
Lombok termasuk provinsi Nusa Tenggara Barat dan pulau ini sendiri dibagi menjadi empat Daerah Tingkat II:
1. Kota Mataram
2. Kabupaten Lombok Barat
3. Kabupaten Lombok Tengah
4. Kabupaten Lombok Timur
5. Geografi, topografi dan demografi
Selat ombok adalah batas flora dan fauna Asia. Mulai dari Lombok ke arah timur, flora dan fauna menunjukkan ciri-ciri khas Australia. Ilmuwan yang pertama kali menyatakan hal ini adalah Alfred Russel Wallace, seorang Inggris di abad ke-19. Untuk menghormatinya maka batas ini disebut Garis Wallace.
Topografi pulau ini didominasi oleh gunung berapi Rinjani yang ketinggiannya adalah 3.726 meter di atas permukaan laut dan membuatnya yang ketiga tertinggi di Indonesia. Daerah selatan pulau ini adalah sebuah ladang terbuka bebas yang subur dan ditanami dengan jagung, padi, kopi, tembakau dan kapas.
Sekitar 80% penduduk pulau ini adalah suku Sasak, sebuah suku bangsa yang masih dekat dengan suku bangsa Bali, tetapi sebagian besar memeluk agama Islam. Sisa penduduk adalah orang Bali, Jawa, Tionghoa dan Arab.
11. Penutup
Demikianlah penjelasan singkat mengenai asal usul dan apa saja yang menyangkut kehidupan masyarakat di Pulau Lombok. Semua data yang ada dalam tulisan ini masih jauh dari sempurna. Semua dikarenakan keterbatasan data dan informasi yang di dapatkan. Untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan informasi dari para pembaca sekalian sebagai bahan masukan dan koreksi. Dengan harapan bahwa sejarah masa lalu dari pulau Lombok ini menjadi kian jelas dan bisa lebih membangkitkan kecintaan setiap generasi muda Indonesia, khususnya putra-putri Lombok.
Semoga kita tetap bisa melestarikan kepedulian terhadap sejarah dan kenangan masa lalu. Karena dengan begitu kita pun telah melestarikan hidup dan kehidupan.
Yogyakarta, 23 Desember 2010
Mashudi Antoro (Oedi`)
[Tulisan ini di kembangkan dari beberapa sumber di internet]


















Andika
Desember 29, 2010 at 10:03 am
hehehe akhirnya keluar juga to tulisan tentang lombok
makasi mas…. ne tulisan menambah wawasan dika sebagai orang lombok
kangen balek kelombok jadi sedikit terobati
emang mas ne cocoknya jadi sejarawan…..
sekali lagi makasi mas dah mau mengangkat tentang sejarah pulau lombok yang pada saat ne banyak yg tidak tau dan mengerti tentang sejarah lombok itu sendiri
terus semangat untuk menulis mas
oedi
Desember 29, 2010 at 10:09 am
Okey Dik terimakasih loh untuk dukungannya, hingga tulisan ini selesai juga… mas masih mengharapkan data-data tambahan sebagai pelengkap tulisan ini, biar makin berisi dan berbobot gitu… hehe…
Ah… biasa aja kok, ini cuma sekedar hobi corat corat nih… syukur2 bermanfaat….
Okey… semangat juga untukmu…. Sukses…
Dafi
Maret 3, 2012 at 3:14 am
Saya tambahkan untuk Desa Pujut yg boleh dikatakan sebagai kerajaan di lombok selatan dimana raja pertamanya bernama pangeran Sangepati. Dia dtg ke lombok waktu Majapahit dikalahkan oleh kerajaan Demak. Pada waktu itu diamasih beragama hindu. Kerajaan Pujut tidak pernah dijajah oleh kerajaan Karang Asem takut “Tulah Manuh” karena Datu Kerajaan Pujut merupakan saudara Tua dari Datu kerajaan Karang asam Bali yg sama-sama berasal dari Kerajaan Majapahit.
oedi
Maret 3, 2012 at 6:11 am
Maaf, apakah bisa diberikan informasi selengkapnya? Karena insyaAllah nanti bisa saya tambahkan pada tulisan ini…
Terimakasih atas kunjungan, dukungan dan informasinya, semoga bermanfaat..
budiman
April 18, 2012 at 3:27 am
ada yang ketinggalan mas,,,,,, lombok utara,,,, oya lombok selatan dah acc belum,,,, kangen nih pingin pulkam,,,,,,
oedi
April 18, 2012 at 8:35 am
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, maaf atas segala kekurangan, semoga bermanfaat..
devi yunita
Juli 20, 2011 at 7:29 am
u org lombok yahh…akk ingn k sna …
budiman
Mei 2, 2012 at 8:17 am
yep…… boleh lah kapan,,, hubungi aja nih no q..081310638928
info wisata
Desember 30, 2010 at 6:38 am
menarik sekali, apakah di lombok masih ada perayaan adat atau festival adat ? ini akan sangat menarik sekali untuk dikunjungi bila berwisata ke sana.. thanks
oedi
Desember 31, 2010 at 9:53 am
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
Yang saya ketahui dan sebagiannya ada di tulisan ini bahwa perayaan adat atau festival adat masih dilaksanakan kok di Lombok.
Titisan Majapahit
Januari 10, 2011 at 2:32 am
menarik sekali apa yang ditulis, walaupun kesan yang saya dapatkan masih banyak kesimpangsiuran Sejarah Lombok. itu dapat dimaklumi, dikarenakan sumber sejarah sangat minim.
Di Lombok masih banyak sumber sejarah yang otentik, akan tetapi terkesan “dirahasiakan” oleh para Pemangku.
Dalam babat leluhur saya, sejarah Kerajaan-kerajaan yang ada di Lombok tertulis lengkap sekali, termasuk silsilah Para Raja Kerajaan di Lombok. Juga bagaimana proses Berdamainya Kerajaan karang asem, pengusiran Penjajah Belanda. Bukti2 peninggalan senjata Pusaka pun masih banyak ditemukan.
Tapi sayang saya tidak punya “hak akses” untuk mengetahui lebih lanju isi Babat leluhur tersebut.
oedi
Januari 10, 2011 at 4:52 am
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
Jika Anda merasa kurang sreg dengan data2 yang ada di tulisan ini, sebelumnya saya minta maaf karena memang data-data dan informasi untuk Sejarah Lombok masih sangat minim. Untuk itu, dengan tulisan ini saya mengajak semua elemen bangsa untuk bisa mengumpulkan informasi yang jauh lebih valid dan lengkap tentang sejarah Lombok.
Semoga ketika Anda mendapatkan data-data atau informasi yang lebih lengkap mengenai sejarah Lombok, sudi membagikannya kepada saya. Sehingga tulisan ini bisa lebih disempurnakan.
Terimakasih.
ardh
Maret 29, 2012 at 8:14 am
bisa diposting gak silsilahnya itu mas, saya juga pengen tau bangt, karena dikeluarga saya juga ada silsilah dari ninik saya (kakek), disilsilah itu juga ditulis pertama dari BARAT baru turun temurun nama2 kakek buyut saya sampai ke ninik saya.
terima kasih
muhamadyusi
Februari 4, 2011 at 12:03 pm
semanget untuk bang odi..telusuri terus sejarah lombok,byar semuanya jelas dan valid.kita orang lombok pun ndaktau banyak tentang sejarah lombok..hehe
oedi
Februari 5, 2011 at 4:41 am
Subhanallah…. syukurlah kalau demikian, jadi senang….
Okey.. saya akan mencoba untuk terus menelusuri sejarah Lombok, dan akan tetap menambahkan data2 pada tulisan ini agar kian sempurna. Tapi, saya butuh dukungannya loh, terutama bila Anda memiliki informasi yg belum termuat di tulisan ini.
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
sapta
September 6, 2011 at 6:14 pm
memang ini sedikit luar dari sejarah kerajaan lombok, tetapi kiranya ini perlu kita ketahui kebenarannya….bahwa menurut informasi yang saya dengar bahwa masjid yang ada di bayan sudah ada 300 SM, artinya islam sudah ada di bayan sebelum masa kepemimpinan Nabi Muhammad S.A.W…itu dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh : (sumber lupa) asal erofa dilihat dari tekstur tanah di dalam masjid…dan usia pusaka yang ada di kerajaan bayan rata2 1100 tahun….dan wetu telu sebagai mana pemahaman masyarakat umum, bahwa sholat yang mereka lakukan 3 waktu saja, tetapi tidak pada dasarnya. ajaran wetu telu lebih kepada akar pilosofis masyarakat bayan yaitu 1) beranak, 2) bertelur, 3) tumbuh…inilah makna yang terkandung dlm wetu telu menurut sumber yang ada. sholat yang mereka lakukan pun sama seperti islam pada umumnya…sumber: umum jejak2 misterius…by sapta wijaya kusuma…
oedi
September 8, 2011 at 6:05 am
Wey,,, kok bisa ada masjid didirikan sebelum masehi?? padahal Nabi Isa AS sendiri ada sejak awal perhitungan masehi (bahkan perhitungan masehi ada karena kelahiran beliau). sedangkan Islam yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW di abad ke enam masehi. Jadi kalau ada bangunan yang didirikan di tahun sebelum masehi berarti itu pasti bukan masjid, karena masjid pertama yang di bangun oleh Nabi Muhammad SAW adalah masjid Quba saat beliau tengah berhijrah ke Yastrib (Madinah sekarang), di sekitar abad ke enam masehi.
Untuk komunitas wetu telu, informasi yang pernah saya baca berasal dari ajaran seorang wali dari tanah jawa selepas wali songo, namun mengalami pergeseran syariat dan makna sehingga dala praktek keagamaannya mereka berbeda dengan ajaran Islam yang haq.
Pesan saya, hati-hati dengan beberapa kalangan dan kepentingan yang ingin merubah akidah umat dan memecah belah umat Islam ini… dengan salah satu caranya merubah pemahaman dan sejarah yang sebenarnya…
Taufan Galaxy
Maret 15, 2012 at 4:19 am
pendapat dan rujukan sodara Sapta yg model gini yg makin bikin keruh sejarah.:)
mmg jadi rumit terlebih bahkan pernah dikatakan sejarah kadang di warnai legenda dan mitos yang sengaja diciptakan demi kepentingan orde, tatanan pemangku.. pd jaman bersangkutan.
Klo mau runut, sbenarnya wacana mas Oedi bs mencermati kesimpang-siuran itu. tilik lagi poin kisah perjanjian Sagening. antara kerajaan bali dan Makasar, ketika belanda mulai masuk lombok. Akad Sagening gak ubahnya kekuatan atas supremasi politis diantara 2 kubu. Yang toh ujung2 gak bjalan spt yg dharapkan. Sekalipun di wacana lain dibumbui seolah ada kerukunan antar umat dgn nuansa agama di taman Mayura. Ikonik keberagaman .. rukun dlm perbedaan.
Membedah sejarah Nusantara mmg sarat konflik dan polemik, tmasuk gak bs mengulas dr 1 sisi kedaerahan dan warna yg mengikutinya. semua terkait dlm periodik waktu dan tempat berbeda.
Sejarah lombok mmg gak semuanya terkuak. Alhasil muncul ide2 mitos spt cerita bro sapta td. Ada semacam upaya pembunuhan karakter ala tradisi babat dlm perang. Membumi hanguskan satu peradapan. spt yg dlakukan kerajaan Karang Asem thd selaparang. Dan saat generasi yg bimbang dlm pcarian identitas mulai memunculkan trend instan. Mengangkat harkat tanpa dasar yg jelas. berdasar konon… katanya!
Cermati lagi kontradiktif dlm konsep dasar warna agama. Mengangkat2 “derajat” seolah lebih unggul dari yg lain adalah pondasi ciri dan karakter KASTA-mania. Revolusi islam hadir dan mengubah semua itu. Dan pihak penentang sdh jls di pihak/kubu mana. Polemik bumbu politik ikutan nimbrung! Kasta adalah konsep penindasan awal. Gowa-makasar runtuh masa itu (pjanjian Bongaya) sebenarnya akibat kemenangan Belanda yg di dukung oleh Arupalaka. Dinasti Arupalaka notabene ditindas oleh gowa. Ini diibaca cerdik oleh Company Belanda. Bikin perjanjian.. arupalaka dibantu kekuatan militer plus kompensasi niaga bisnis lancar. Padahal penetrasi mereka gak lepas dr konsep 3G (Gold..Gospel..Glory). pemegang peran dominan dgn strategi pecah-belah..jajah! gak beda jauh dari konsep Vini Vidi Vicci.
Lombok gamang…, dukungan melemah. Infiltrasi kekuatan luar makin menekan. secara geografis relatif dekat dan Kerajaan di Bali membaca itu. Warna tradisi akhirnya mewarnai. diffusi-asimilasi-infiltrasi. Perang topat gak ubahnya pembelokan perang fisik yg sbenarnya. dan saya yakin itu jg hasil kreasi kompromi politis.
oedi
Maret 15, 2012 at 4:48 am
Ya, saya sependapat dengan mas Taufan bahwa kita harus lebih berhati-hati dalam memahami sesuatu, terlebih sejarah.. jangan asal dapat rujukan.. karena yakinlah bahwa sudah sejak lama (kurang lebih 700 tahun ini) ada upaya pembunuhan karakter bangsa Nusantara oleh kepentingan besar di dunia…. ini dilakukan karena mereka khawatir dan tidak menginginkan bangsa ini bisa kembali ke jati dirinya sendiri dan meraih puncak kejayaannya di masa lalu, di zaman Dwipanta-Ra…
Terimakasih atas kunjungan, dukungan dan tambahan informasinya.. semoga bermanfaat..
bayu geseng
Agustus 6, 2012 at 7:02 am
kalau bisa cari tokoh sejarah atau keturunan salah satu kerajaan yang ada di p. lombok biar mendapatkan sejarah yang original dan bermutu ,mungkin bisa dibuktikan dengan piagam silsilah mereka,seperti penjanggik langko benua dan banyak lagi kerajaan lain dip. lombok saya yakin itu ada
bagusjaya
Februari 24, 2011 at 10:02 pm
aduh ada tugas bahasa sasak
oedi
Februari 26, 2011 at 11:53 am
Semangat yach…
Makasih atas kunjungannya… semoga bermanfaat.
chamlonk sloby
Juni 7, 2011 at 11:01 am
jarin kgn aq ulek lombokkkkkkkkkkk
oedi
Juni 8, 2011 at 1:33 pm
Hehe.. ya pulang dunk… biar lepas deh kangennya…
Makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat
amie
Mei 4, 2011 at 3:18 am
yg tbah………h……….ya
mka.a blajar bhsa lombok
jdi gk binggng……..
hehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehe…………………………………………………………….
oedi
Mei 4, 2011 at 3:28 am
Maksudnya???
Okey… terimakasih atas kunjungan dan dukunganya, semoga bermanfaat.
Hendi Zahra
Maret 9, 2011 at 4:02 pm
thanks 4 the info about lombok Mr. oedi..for me it’s very interesting to know where are our grate granies from.coz i am not staying and grow up in lombok but other places. so thanks to u..continue n put some more object or proof in your writing.
oedi
Maret 10, 2011 at 3:22 am
Oh ya..??
okay… thanks for visiting, support and input, hopefully useful
Faisal
Maret 22, 2011 at 7:54 am
Very nice……..
thanks for the information….
oedi
Maret 22, 2011 at 9:34 am
Okay… hopefully useful…
devi yunita
Juli 20, 2011 at 7:31 am
mas , koe slam ama u ..yh
oedi
Juli 20, 2011 at 8:54 am
Makasih yach atas kunjungan dan dukungannya di tulisan ini, semoga bermanfaat…

Silahkah aja berkunjung ke Lombok, di jamin puas deh.. hehe..
Wah saya bukan orang Lombok, saya dari Jambi… tulisan ini saya buat atas permintaan teman yang asli orang Lombok, sekaligus menyalurkan hobi saya terhadap sejarah, arkeologi, antropologi dan sosial budaya…
irwan hadi
April 21, 2011 at 4:12 pm
bagus bgt mas odi, sy jd makin tertarik mencari info ttg leluhur orang sasak ini. Ohya saya pngen tau apkh mas odi pernah mdengar tentang adanya piagam yg mnyatakn bhwa pnduduk d desa ato tmpt trtentu adalah kturunan dari bangsawan trtntu?
oedi
April 22, 2011 at 8:56 am
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
Hmm…. ini di daerah mana dulu?? dan piagamnya dalam bentuk apa? sebab yang saya jumpai dan ketahui yg berbentuk piagam sebagai tanda pengakuan kebangsawanan itu berlaku di Yogyakarta dan Solo. Namun itu hanya diberikan kepada kalangan darah biru (keturunan raja atau kerabat keraton) saja. Sedangkan di daerah lain – khususnya di sumatera – biasanya hanya dengan bukti peninggalan benda pusaka, bukan dalam bentuk piagam.
tsuraya
April 26, 2011 at 5:40 am
bagus banget artikelnya sangat lengkap dan jelas..ijin untuk dijadikan bahan referensi ya pak..terima kasih
oedi
April 26, 2011 at 8:30 am
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat
Hmm… ini butuh riset dan pengumpulan data-data yang berkaitan dg Lombok. Cukup memakan waktu juga.
Silahkan saja kalau untuk tujuan yang bermanfaat.
fatony
Mei 4, 2011 at 7:04 am
izin copas kang untuk di sebar luaskan kepada masyarakat,….!!!! nggeh..
oedi
Mei 4, 2011 at 9:11 am
Okey, silahkan saja, asalkan tetap di cantumkan sumber tulisannya…
Semoga bermanfaat.
fatony
Mei 20, 2011 at 8:47 am
matur tampi asih kanda…..!!!!
sukses terus kanda
oedi
Mei 20, 2011 at 11:10 am
Iya sama2… terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat
dildaar80
Mei 11, 2011 at 11:42 am
salam…numpng baca..
oedi
Mei 13, 2011 at 1:16 am
Okey.. silahkan… semoga bermanfaat
KudaLiar
Juni 29, 2011 at 3:32 am
tulisan mayura nya inspiratif, mass…
oedi
Juni 29, 2011 at 4:54 am
Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat
Soniy Addi Saputra
Juni 29, 2011 at 12:56 pm
terima kasih atas data2x tulisan ini bener2 bermampat buat saya!! unuk mengawali penulusuran saya ke situs2 sejarah dilombok!!!
oedi
Juni 30, 2011 at 3:25 am
Oke sama2 deh… senang bisa membantu… Anda arkeolog ya?
Terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
zul jangkuk
Juli 8, 2011 at 6:59 pm
Mas Bro.. Trims atas semua yg telah anda lakukan atas pulau kami tercinta… Tapi satu Mas bro tolong di cantumkan utk kampung destinasi pariwisata di bidang industri kerajinan.. Terutama kampung kami yg sebagai kampung pelopor industri kerajinan di Lombok pada khususnya NTB pada umumnya yaitu Rungkang Jangkuk Sayang2…
oedi
Juli 9, 2011 at 7:50 am
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
Hmm… saya pertimbangkan dulu ya, karena fokus saya pada tulisan ini adalah mengenai sejarah, arkeologi dan antropologi saja.. kalaupun ada sedikit ttg yg lainnya itu hanya sebagai penguat opini… tp saya mempersilahkan bila Anda berkenan memberikan data2 ttg kampung yg Anda maksudkan…
zul jangkuk
Juli 8, 2011 at 7:02 pm
Mantab Mas Bro…. Trima kasih atas tulisanya About My beutyfull Island..
zulman
Agustus 8, 2011 at 4:59 pm
sungguh saya bangga sekali, orang yang mau peduli mengupas dan menggali sejarah leluhur lombok, ini merup[akan salah satu bentuk dalam mencintai dan mau melihat bagaimana kisah leluhur kita pada masa terdahulu, saya salut kepada anda, semoga ini kan menjadi amal ibadah.
karna tulisan ini sangat membantu bagi masyarakat yang ingin mencari dan menggali sejarah kita,
oedi
Agustus 16, 2011 at 4:47 am
Subhanallah… terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Hmm… yang saya lakukan ini baru sedikit dan sangat kecil dalam tujuannya untuk membangkitkan semangat cinta tanah air, tradisi dan warisan yg dulu pernah dimiliki oleh orang2 Nusantara, semoga ini menjadi dorongan semangat bagi segenap elemen bangsa terutama kaum muda untuk segera mengulik sejarah dan keagungan nenek moyang kita dulu lalu menjadi “Pakaian” kita dalam kehidupan sehari-hari, karena itu pula yang akan membantu bangsa ini (Nusantara) bisa bangkit dan memimpin dunia dalam peradaban yang gemilang seperti dulu…
Ashril Rizal
Agustus 9, 2011 at 1:08 am
Salut sama bang Oedi….
Bangga saya….
Maaf saya baru baca….kereeeen…
Foto yang diupload juga orisinil…
sukses terus bang….
oedi
Agustus 16, 2011 at 4:50 am
Subhanallah… terimakasih atas kunjungan, dukungan dan doanya, semoga bermanfaat..
Saya juga bangga dengan Rizal karena sudi membaca artikel sederhana ini, semoga kedepannya tetap berusaha menggali kehebatan bangsa kita dulu… sebagai upaya mengembalikannya ke zaman kita sekarang… karena ini salah satu upaya dalam membangkitkan bangsa Nusantara ke puncak kejayaannya dan bisa kembali memimpin dunia dalam masa yang gemilang dan beradab…
anam
Agustus 11, 2011 at 3:43 am
yang perlu d tambhkn lagi tutur kt secara halus yang di gunakan oleh para bangsawan suku sasak yang sampai saat terkikis oleh keadaan zaman mas oede….tolg ya d infut thanks b4….
oedi
Agustus 16, 2011 at 4:58 am
Hmm… untuk mengabulkan permintaan Anda ini saya butuh waktu, karena itu sangat menyita waktu dan sumbernya sangat sulit di dapatkan, sedangkan untuk bisa menuliskan artikel ini saja saya sudah kesulitan karena kurangnya literatur yg ada…. tapi bila sudah didapatkan maka akan segerap saya uploadkan di artikel ini..
Terimakasih atas kunjungan, dukungan dan masukannya, semoga bermanfaat..
Hafiz amurwabhumi
Agustus 13, 2011 at 1:15 am
Lombok artinya adlah ibu anda yg diambil dr du suku kata bhs jawa yaitu lo dan mbok
oedi
Agustus 16, 2011 at 5:09 am
Hmm… terimakasih atas kunjungan dan anekdotnya
ghedenune suryejati batami
Agustus 15, 2011 at 3:25 pm
saya juga bangga atas kepedulian mengupas sejarah .apa lagi sejarah itu tidak sejarah tanah leluhurnya.saya aja yang asli lombok tidak mengerti sama sekali sejarah ini .walaupun kini saya tidak menetap di lombok tapi saya rindu akan sejarah nenek moyang saya terima kasih atas apa yang mas odi paparkan semoga aja bermampaat bagi anak cucu saya nantinya.amin….tanks..dari ghedenune suryejati batami.singapura.
oedi
Agustus 16, 2011 at 5:15 am
Subhanallah… semoga tulisan ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua…
Iya sama2 karena Anda sudi berkunjung di tulisan ini, semoga kita tetap mau mencintai, menghargai dan melestarikan warisan nenek moyang, karena itu adalah salah satu syarat jika bangsa ini ingin maju dan bangkit memimpin dunia kembali seperti dulunya…
Hmm Anda di luar negeri neh? saya doakan agar Anda bisa sukses untuk kemudian kembali ke tanah leluhur (Lombok) dan membangunnya…
abdul harris
Agustus 17, 2011 at 6:44 pm
saya ucapkan terma kasih banyak atas wawasan yang mas edie berikan ,,,,sekali lagi terima kasih
kini saya tau banyak tentang lombok,,,,.
oedi
Agustus 22, 2011 at 4:50 am
Iya sama2 deh… terimakasih juga karena Anda mau berkunjung di tulisan ini, semoga bermanfaat…
Tetap semangat ya…
ozy
Agustus 18, 2011 at 3:08 am
mudahan ane bukan orang yang terakhir baca tulisan ni…. bang, walau blm knalan, ane mw ucapin thanks buangeet…. bang tulisanx ane minta y??? kbtln ane hoby banget ngoleksi tulisan-tulisan yang ada aroma JaDul-Jadulx apalgi kalo tu ilmiyah.. hee..he.. buat nambah wawasan, and lebihnya bisa di bagi buat anak-anak di kelas…he..hee… jazakallah bang…
oedi
Agustus 22, 2011 at 4:53 am
Amiiin… mudah2an demikian adanya, dan jangan sampai lah kaya gitu… hehe..
Terimakasih juga atas kesediaannya dalam membaca tulisan ini, dan kalau emang mau ngoleksi dan membagikannya ke orang lain silahkan saja namun tetap menampilkan sumber tulisannya… saya malah sangat berterimakasih untuk itu, karena Anda telah berupaya melestarikan khasanah dan kekayaan Nusantara… semoga itu semua menjadi manfaat…
insanul ikhsanudina mp
Agustus 22, 2011 at 12:35 am
assalamu’alaikum bang, dulu saya pernah baca sebuah buku tentang sejarah lombok yang menurut saya lumayan lengkap, cuma sekarang buku itu hilang.saya cari mungkin ada buku yang sama tapi tidak ketemu. buku sejarah tentang lombok yang sekarang banyak beredar kurang lengkap, hanya sebagian kecil dari isi bukuyang pernah saya baca. bisa gak abangnya posting sejarah kerajaan-kerajaan yang ada dilombok, sampai masuknya arya banjar getas lewat kerajaan sengkongo dan bertapa di gunung pengsong untuk mendapatkan letak air suci yang ada di taman narmada ?? tolong ya bang !!!!!!!!! makasi sebelumnya….
oedi
Agustus 22, 2011 at 5:00 am
Wa`alaikumsalam…
Waduh.. sayang banget kalau begitu, padahal itu bisa menambah sumber informasi yang saat ini telah banyak hilang…
Hmm… Maaf sebelumnya, saya hingga saat ini masih mencari/memburu kelengkapan sejarah lombok ini, sangat sulit dan masih belum mendapatkan apa yang menjadi misteri selama ini… saran Anda bagus sekali, tapi untuk sementara saya belum bisa memberikannya karena data2 tentang itu belum dimiliki… nanti kalau sudah ada, secepatnya saya uploud di tulisan ini… ditunggu saja ya…
Otonk Valiant
September 3, 2011 at 11:06 pm
tak terduga info luar biasa yg aku temui pagi ini, yg selama ini luput dari keingintahuanku. terima kasih bang atas tulisannya. semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan & keuletan kepada abang utk tetap berkarya lantas berbagi. keep spririt en good luck
oedi
September 8, 2011 at 5:50 am
Amiin…. terimakasih atas doa, kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
Saya doakan Atonk juga selalu dikaruniani kesehatan dan keuletan, agar dapat terus menggali khasanah budaya dan keunggulan bangsa kita… karena yakinlah bila itu terus terjaga maka negeri ini akan percaya diri dan berusaha bangkit memimpin dunia dalam peradaban yang mulia…
Tetap SEMANGAT…
Bambang
September 6, 2011 at 6:11 pm
Ter nyata di indonesia ter simpan banyak sejarah yg mengagumkan dan kita sebagai anak bangsa harus bisa mengali semua itu dan harus bisa menjaga sejarah itu sendiri..makasih atas informasinya..kawan semoga sukses slalu.
Bambang
September 6, 2011 at 6:14 pm
Ter nyata di indonesia ter simpan banyak sejarah yg mengagumkan dan kita sebagai anak bangsa harus bisa mengali semua itu dan harus bisa menjaga sejarah itu sendiri..makasih atas informasinya..kawan semoga sukses slalu..
oedi
September 8, 2011 at 5:54 am
Sukses juga untuk Anda, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
Yup… benar sekali bahwa negeri ini menyimpan berjuta pesona yang tidak dimiliki oleh bangsa lain di dunia, sehingga ini adalah peluang besar untuk kemajuan dan mendatangkan devisa bagi negara. Tapi sayang, masih sangat kurang diprioritaskan dan cenderung diabaikan bahkan mulai dilupakan… semoga ini cepat di perbaiki demi kemajuan bangsa…
yadiey
September 13, 2011 at 1:37 am
aduuuuhhh. . . .
lombok siq solah.n. . . . .
oedi
September 14, 2011 at 3:25 am
okey… terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
h abdul azim
September 13, 2011 at 3:42 am
Tulisan Anda cukup membantu saya sebagai bahan materi pameran arsip di KLU. Semoga Anda mendapat imbalan pahala dari Alloh SWT amiin. Trims.
oedi
September 14, 2011 at 3:29 am
Oh ya? wah beruntung banget saya mendapat kesempatan turut membantu kegiatan yang positif itu….
Terimakasih atas kunjungan, dukungan dan penghargaannya… semoga kita mendapatkan manfaat dan balasan kebaikan dari Allah SWT…
Ety Apriyati
Oktober 17, 2011 at 5:57 pm
good job guys, many thumb for you.. aku sdh lama nyari sejarah peradaban kerajaan majapahit di lombok, tks y..
oedi
Oktober 20, 2011 at 8:02 am
Okey… makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Pande
November 2, 2011 at 7:53 am
Sebaiknya jangan ngawur menulis sejarah kalau tidak memiliki bukti, tulisan ini hanya memperuncing konflik di Lombok, ingat rajanya ada 4 macam yaitu : Pande Selaparang, Ratu Mas Langko, Ratu Mas Pejanggik, Patih Tjokorda Sandubaya dan Anak Agung gede ngurah yang semuanya Pahlawan dan tidak lengkap menulis namanya. Dahulu pulau Lombok adalah negeri tidak bertuan sampai dengan datangnya Patih Pande Selaparang yang mendirikan Kerajaan Chatalanga Lombok yang berpusat di Mayura Cakranegara yaitu Puri Indranu Chatalanga yang wilayahnya satu pulau Lombok ini dibawah komando kerajaan Karang Asem Bali sampai sekarang masih ada dan bergabung dengan NKRI. Tulisan adanya kerajaan islam itu bohong besar tidak ada itu, keberadaan leluhur Lalu-baiq adalah penjahat yang dipenjara dan dibina oleh Raja Pande Selaparang kemudian untuk mengawasinya yang laki diberi nama Lalu dan untuk wanita diberi nama baiq, maksudnya dulunya jahat lalu baik. Jadi adanya kerajaan islam dipulau Lombok hanya membuat konflik kemarahan Raja dan masyarakat hindu karang asem bali pada umumnya dan masyarakat hindu di Lombok pada khususnya. Hati-hati menulis jangan mengarang sejarah kalau tidak ada bukti. Kalau mau tahu kerajaan Chatalanga Lombok bisa datang ke Puri Indranu Chatalanga Cakranegara atau Istana di atas air Mayura lengkap disana. Jangan ngawur saya laporkan ke yang berwajib polisi dan tentara, karena katagori gerakan sama rata sama rasa dengan Raja Lombok. Ya dihapus saja blognya.
oedi
November 3, 2011 at 7:05 am
Terimakasih atas masukannya…. tapi sebelum menghakimi orang lain, sebaiknya Anda baca lagi dengan teliti seluruh tulisan saya ini (terutama pada bagian penutup)… “nyante kawan”, semoga bermanfaat…
DhaarVatti
Agustus 19, 2012 at 11:45 am
blognya jangan ditutup mas Oedi, soalnya sangat membantu untuk mengenal sejarah daerah saya (Lombok), nyante aja… gak usah takut dilaporkan soalnya sebelum Pande melapor sudah duluan ditangkap polisi dan tentara karena menghina leluhur baik dan lalu.
Perlu diteliti konsep “jahat” dikatakan Pande, sebab Pangeran Diponergoro, Imam Bonjol, Teuku Umar, Sukarno dan semua yang menentang penjajah dianggap orang jahat/pemberontak sama Belanda padahal bagi kita merka adalah pahlawan.
Raden bore
April 1, 2013 at 2:15 pm
Kalo ada anak tk , sebaiknya jangan di ladeni, saya orang lombok asli dan kami tahu sejarah kami jauh sebelum tulisan ini di muat. Siapapun yang memusuhi lombok maka kami siap jihat. Saya dukung mas ody
oedi
April 6, 2013 at 12:01 pm
Terimakasih atas dukungannya mas, Tetap semangat!
Hmmm.. sekali lagi saya katakan bahwa saya ini bukanlah seorang ahli sejarah yg udah ubanan (profesor), sehingga tolong maklumi kekurangannya… tetapi yang jelas saya sudah berusaha yang terbaik untuk tulisan ini…
Marilah bersama-sama kita jangan saling menyalahkan, kritik boleh tetapi yang sifatnya mengoreksi dan membangun… agar sejarah yg sekiranya kurang tetap atau ada yang salah bisa dikembalikan ke yang sebenarnya.. sehingga kita semakin jelas dan mengetahui siapa sebenarnya diri bangsa ini…
ardi
Mei 14, 2012 at 12:42 pm
pande km jngan ngawur ya anjing ntar qsebelih koe…. jngan nyingung baik ma lalu anjing kata2 mu kasar anjing.. mas oedy sory ya saya emosi ma orang ini
oedi
Mei 14, 2012 at 5:37 pm
Hmm.. santai saja.. silahkan ungkapkan apa aja yang mas Ardi rasakan… tapi nasehat saya sebaiknya kita tetap harus bersabar aja, biar Tuhan yang membalas perbuatannya…
Okey.. makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
panji sasak
Desember 22, 2012 at 8:30 am
mik Ardi,biasanya orang”yang buta sejarah doang yang sok tau sejarah,jadi nyante az.ntu orang pasti tidak tau apa”tentang sasak!
lalu kariawan
Oktober 9, 2012 at 3:32 am
di dalam kitab sutasoma ….di tertulis bienekea tiunggal ikea…jangan ,sampai lepas dari dari pegangan itu ,kita kan hdup berwarna ..warni jadi kalau suka warna itu suka lah malah kalu suka warna lain juga boleh asal jangan mengadopsi warna yang yang jelas tap berbeda mari lah kita bedakan berbedaan dan samakan tujuan…tap jangan samakan perbedaan danbedakan tujuan .mari kita perkokok lambang beringin itu jangan di tumbangkan,,,makash.untuk.semua kekompakannya…lanjuttttttt
oedi
Oktober 10, 2012 at 3:40 pm
Okey… semangat!!
Iya, perbedaan nike penting jerin pembelajaran, siq tekedu ngelengkapin idup ine, deit wah seharusne ite pade dendeq ngelupain sejarah deit asal usul gumi paer te.. angkaq ngeno siq teparan kekuatan siq beu tekedu ngebangun wangsa siq jaye..
Leo
Mei 16, 2013 at 3:18 pm
acong kamu pande,,,,, bodo..!!! knapa bilang tidak ada kerajaan islam di lombok, trus dari mana asal datangnya nama tempat2 seperti kediri kahuripan, gersik dan …..
Sidi
November 6, 2011 at 7:41 am
La ilah hailele terma kch ngih sdh mw smton tiang mule aslli bjg lombok lngsar hehehe
oedi
November 10, 2011 at 4:41 am
Okey, terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
lalu muksin
November 15, 2011 at 7:34 am
DEAR ALL…alhamdulillah banyak tmen2 yg mluangkan waktunya tk mnjadikan pulao lombok ada didunia maya baik dr sejarahny penduduknx atopun alamnx,sekedar memberikan masukan tentang selaparang,ada fakta yg mnyatakan pasukan kerajaan selaparang terdapat di kecamatan sikur dengan adanya penguasaan tanah dari kaki gunung rinjani sampai denga perbatasan kecamatan sakra…itu menunjukkan bahwa ada penghuni lama yang berkuasa disana dari 5 garis keturunan terakhir dan banyak fakta2 sejarah yg bisa digali disana,dari penyebaran islam oleh sunan giri….ini adalah sekedar masukan semoga ada temen yang bisa menggalinya lebih dalam….
oedi
November 15, 2011 at 8:55 am
Okey… terimakasih atas kunjungan, dukungan dan masukannya, semoga bermanfaat..
D'Alfath
Desember 12, 2011 at 6:04 pm
Artikelnya menarik sekali gan. Semoga lebih banyak lagi artikel seperti ini. BTW, Kalau tidak salah Rinjani adalah Gunung No.2 Tertinggi di Indonesia. #1 Puncak Jaya (Jaya Wijaya) di Papua, #3 Gunung Arjuna.
Salam Kenal,
Batur Sasak
oedi
Desember 15, 2011 at 3:37 am
Amiiin… semoga saja demikian.. dan sepertinya harus tuh…

Oh ya? wah terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Ya saya ketahui dan kebetulan sudah pernah ke beberapanya, gunung/puncak yang tertinggi di Indonesia itu urutannya adalah berikut ini:
1) Puncak Carstensz Pyramid (puncak Jaya) di pegunungan sudirman, Papua. Dengan ketinggian 4.884 mdpl
2) Puncak Kerinci, Jambi. Dengan ketinggian 3.805 mdpl
3) Puncak Rinjani, Lombok (NTB). Dengan ketinggian 3.726 mdpl
4) Puncak Semeru/Mahameru, Malang, Jatim. Dengan ketinggian 3.676 mdpl
5) Puncak Slamet, Banyumas-Pemalang, Jateng. Dengan ketinggian 3.428 mdpl
Okey.. salam kenal juga…
ratin wahyu
Desember 26, 2011 at 2:19 am
sekali lagii bgss bgt stlah syy bcc ni artikel,,,,mmmmm hebattt detail
oedi
Desember 27, 2011 at 4:24 am
Subhanallah… syukurlah bila masih demikian, karena memang itulah yang menjadi harapan saya…
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga tetap mendatangkan manfaat..
Ratin Wahyu QyuQyu
Desember 27, 2011 at 12:00 pm
sama2 truss semangattt
oedi
Desember 29, 2011 at 5:01 am
Okey… terus semangat… chayoo..
syatria putra lombok
Desember 29, 2011 at 8:16 am
kren n mksi skarng sya udah ngrti.,.,.,
oedi
Desember 29, 2011 at 8:19 am
Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
oyenks
Januari 20, 2012 at 10:04 am
Trimaksh bang oedi..”numpang baca” artikel anda bagus dan trarah.. sekilas membuat pemikiran saya menerawang jauh kemasa lampau seakan-akan pada waktu itu saya berada disana.. tulisan anda sangat2 menarik dan menambah wawasan saya sebagai putra lombok yg kmarin sy tidak tau apa2 menjadi tau semua sejarah lombok bahkn ingin lebih tau..
sucses slalu buat bang oedi tuk trus berkarya.. oyenks
oedi
Januari 22, 2012 at 4:00 pm
Oh silahkan saja, dengan senang hati untuk mas/mbaknya karena mau membaca tulisan ini.. saya senang sekali dan mengucapkan banyak terimakasih atas kunjungan dan dukungannya…
Subhanallah jika demikian, semoga denganya kita makin sadar dan bangga sebagai generasi penerus leluhur untuk terus melestarikan bahkan kian membangkitkan warisan para leluhur itu demi kemajuan bangsa dan peradaban manusia…
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
zelia
Januari 23, 2012 at 5:20 pm
cari lebih lengkapnya dong, supaya kita semua tahu searah tempat tinggalnya kita. kita mungkin terlalu acuh tak acuh terhadap sejarah,, tapi betapa pentingya sejarah tersbt apa lagi saya masih bingung nenek moyang saya asliya dari daratan mana.
oedi
Januari 24, 2012 at 6:39 am
Hmm.. data dan informasi tentang Lombok ini sangat sedikit dan sulit.. tapi akan saya usahakan semaksimal mungkin untuk meng-update tulisan ini bila ditemukan sesuatu yang baru dan mendukung tema tulisan ini. Tunggu saja informasi selanjutnya…
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
liana
Januari 23, 2012 at 5:26 pm
kweren2 mas ada baiknya kita mengulik lebih dalam lagi,,, tentang sejarah nenek moyang kita mas oedi kweren tu artikelnya krmn dong,,,lok bisa di tambah lagi yah kita seneng ngebacanya umur dah hampir 1/4 abad satupun ndk Q tahu sejrah ne2k moyang jadi berkat artikel ne menambah pengetahuan bagi saya.
oedi
Januari 24, 2012 at 6:44 am
Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..

Hmm.. maksudnya di kirim ke mana?
Syukurlah kalau senang dan bisa menambah wawasan mbak Liana, ikutan seneng deh..
Iya, kalau nanti saya mendapatkan data2 dan informasi terbaru, pasti akan saya tambahkan di dalam tulisan ini, semoga saja dalam waktu dekat, karena sangat sulit dan terbatas sih…
zainudin
Februari 10, 2012 at 5:31 am
ya ceritanya mohon lebih lengkap lagi dong?
biar kita orang lombok tahu asal – usul kita
oedi
Februari 10, 2012 at 6:02 am
Hmmm…. wah seharusnya saya dunk yang minta informasi dari Anda tentang Lombok ini, kan Anda orang Lombok? hehe…
Okey.. nanti kalau ada tambahan informasinya tentunya akan saya selipkan di tulisan ini, cuma kendalanya adalah terlalu sedikit dan sulitnya mendapatkan data2 dan informasi itu…. semoga saja dalam waktu dekat.
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
arman
Februari 17, 2012 at 11:44 pm
Sangat berterima kasih atas linknya Mas Oedi,,, jadi tau sejarah daerah sendiri nih!!! Lagi sekali terima kasih!!! Semoga Allah selalu meredhoi Mas Oedi,,,
oedi
Februari 18, 2012 at 6:21 am
Amiiin ya Rabb, begitu pun ku harapkan untuk mas Arman.
Syukurlah bila tulisan ini bisa mendatangkan manfaat buat mas Arman, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya..
Ayooo.. mulai dari sekarang kita senangi budaya dan produk bangsa sendiri.. cintai negeri ini, karena disinilah kita lahir dan mati..
arman
Februari 18, 2012 at 11:34 am
Betul sekali tu Mas Oedi!!
oedi
Februari 18, 2012 at 3:38 pm
Okey.. makasih..
MemeyDa Ida Purna BQ
Februari 20, 2012 at 1:33 pm
waw Lombok… kampung halamanku..
ini yg diminta sama Penerbit Ombak itu ya mas utk diterbitkan? mantab, go for it mas.. cuma mungkin ada beberapa yg perlu disesuaikan lg mas dg kondisi saat ini. misal kabupaten baru yaitu Lombok Utara (KLU) merupakan pecahan dari Lombok Barat. bandara baru: bandara international Lombok (BIL) di Lombok Tengah. kemudian utk Sumbawa, Bima dan Dompu (masuk dlm daratan pulau Sumbawa), merupakan pulau yg terpisah dari Lombok dg ragam budaya yg juga terdapat beberapa perbedaan. Kedua pulau besar tsb (Lombok dan Sumbawa) berada dlm 1 propinsi NTB. kemudian utk potensi wisata juga masih bisa ditambahkan yg lainnya mungkin seperti pesona air terjun di beberapa tempat, wisata air tawar sungai jernih Sesaot, beberapa gili exotic yg sebenarnya banyak tersebar di Lombok, selain dari 3 gili yg sdh disebutkan, pantai bagian selatan Lombok (selain Kute, ada Selong Belanak, Mawun, Awang, dll), timur dan barat Lombok atau data2 lainnya yg mungkin mas Oedi perlukan utk menyempurnakan tulisan yg penuh nilai sejarah ini. salute utk anak bangsa yg peduli pada nilai2 sejarah budaya bangsanya. maju terus mas Oedi
oedi
Februari 21, 2012 at 4:14 am
Iya, ini yg dulu di minta oleh penerbit Ombak.
Benar sekali tuh, emang informasi yg saya terima sudah banyak perubahan disana, cuma saya belum sempat lagi untuk merevisi tulisan ini, ada banyak kesibukan yg lainnya (masih berhubungan dg tulis menulis), di tambah dengan sulitnya mendapatkan informasi tentang Lombok ini… bahkan berusaha minta bantuan teman saya yg asli orang Lombok sampai sekarang blm jelas kabarnya, bahkan dia sendiri gak teralu paham tentang kondisi Lombok (cukup aneh sih?).. jadi saya amat kesulitan untuk update tulisan ini…
Ya kalau mbak Ida bersedia memberikan data dan informasi yg lebih lengkap dan terbaru tentang Lombok ini, saya sangat senang untuk itu… biar nambah lengkap nih tulisan… sehingga bisa terus kita buktikan pada dunia bahwa kita ini memanglah negeri dan bangsa yang luar biasa…
Okey… terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga tetap bermanfaat..
malkamhadi
Februari 21, 2012 at 2:42 am
trima methon gali dan galilah lagi, sejarah lombok sampai ke sisi2 khidupan masyarakat sasak,
oedi
Februari 21, 2012 at 4:16 am
Okey.. sama2 deh, terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
Siap… saya akan terus berusaha untuk menggalinya lagi… mohon dukungan dan bantuannya bila Anda punya data dan informasi yg lebih lengkap dan terbaru ttg Lombok dan Sasak…
MemeyDa Ida Purna BQ
Februari 22, 2012 at 5:15 am
ok mas Oedi, insyaAllah nanti sy coba bantu carikan info ‘n data ttg sejarah ‘n kondisi existing Lombok. Nanti sy coba buka buku2 koleksi abah, abah kebetulan cukup sering menceritakan ttg sejarah asal usul leluhur dan kerajaan Lombok yg konon berasal dari Jawa (Majapahit) dan Sulawesi (hampir serupa dg yg di tulisan mas Oedi). Para pendatang kemudian seiring waktu membaur dg penduduk asli (pribumi) Lombok. Nanti sy coba juga ke musium ‘n perpus propinsi NTB (kebetulan dulu sebelum merantau ke bumi Sunda, sy memang cukup sering ke 2 tmpt itu, terutama perpus utk langganan minjam buku
) insyaAllah mas, dg senang hati kalau ada yg bisa sy bantu, tdk hanya krn Lombok sbg tanah kelahiran sy, tp juga dg harapan sy bisa mjd lbh memahami ‘n menghargai sejarah tentunya. selama ini sy selalu big interestnya ke sejarah dunia, sejarah kaum terdahulu di belahan bumi yg lain spt kaum pompei di italia, kisah kaum ‘Ad di tanah Arab dll, bahkan sampe punya impian besar utk bisa mengunjungi tempat2 bersejarah itu. hopely someday
nah sementara sejarah tanah kelahiran sendiri blm total sy pahami. tulisan mas ini alhamdulillah sdh mengingatkan sy utk mau lbh mengenal sejarah tanah kelahiran. bukan kah bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai sejarahnya?
oedi
Februari 22, 2012 at 7:06 am
Yup.. bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya sendiri…

Wah.. dengan senang hati saya sambut uluran bantuannya… emang itu yg selama ini saya nantikan, terutama dari orang asli Lombok… tapi maaf banget sebelumnya kalau malah jadi merepotkan mbak Ida… mudah2an dengan semangatmu yg tulus ingin mempelajari dan menyebarkan informasi sejarah bangsa sendiri akan makin membuka semua elemen bangsa ini untuk percaya diri dan bangkit menuju kejayaan dan kesejahteraan..
Sekali lagi terimakasih atas kesediannya mambantu membuka tabir sejarah tanah Lombok.. semoga ini tetap bermanfaat..
Mas Bro
Maret 4, 2012 at 1:25 am
Luar biasa… !!
Sebagai warga lombok saya berterima kasih sekali atas terbitnya tulisan ini.
Ijin share bang…!
oedi
Maret 4, 2012 at 4:32 am
Subhanallah…
Okey.. makasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
Oh boleh saja di share, asalkan tetap menyertakan sumber tulisannya..
okojd
Maret 9, 2012 at 8:07 pm
Wah makasih mas editornya buat travel guide,kemarin tgl 2 maret 2012 aq pakai from Blackberry buat holiday in lombok bersama keluarga lumayan bisa buat cerita anak,temen,saudara dan orang tua meskipun dapat lokasi di Narmada,ampenan lama, Kuta, Gili Trawangan, Gili Air dan senggigi. thanks Mas Artikelnya ( so far so good )
oedi
Maret 11, 2012 at 5:13 am
Iya sama deh..

Subhanallah… syukurlah kalau artikel ini bisa membantu.. senang banget rasanya..
Okey… terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga tetap memberikan manfaat.. tetap semangat ya…
anwarshan
Maret 20, 2012 at 3:44 pm
Saya setuju dengan pendapat “Titisan Majapahit” kalau Di Lombok masih banyak sumber sejarah yang otentik, tentang sejarah suku sasak tetapi memang kebanyakan dari babat leluhur yang tertulis di daun lontar yang menjadi saksi sejarah suku sasak cenderung di rahasiakan oleh keturunan dari pemangku pemegang babat tsb..
jadi kalau mas oedi mau tahu yang lengkap mesti datang langsung ke pulau lombok dan mengunjungi desa- desa yang sekiranya masih ada menyimpan babat sasak tsb. seperti di Bayan Lombok Utara, Lombok Timur, Sembalun Selaparang,Sakra, Selebung Keruak) Di lombok Tengah ( Praya, Pujut,Batu Jai,Bun Jeruk,Ketare, Batu Dendeng Pengembur,Rembitan) dan masih banyak lagi desa desa yang masih menyimpan babat-babat sasak atau mas oedi bisa bekerja sama dengan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang baru- baru ini melakukan penelitian tentang babat sasak. jangan tanggung- tanggung mas.. kalau mas sendiri yang datang saya yakin deh keluar tu barang hehehe…ok sukses mas oedi
oedi
Maret 21, 2012 at 1:19 pm
Iya.. memang kalau kita mau mendapatkan data dan informasi yang lebih mendetil ya emang harus datang ke sumber sejarahnya langsung… itu pun tidak bisa dalam waktu yang singkat, butuh eksplorasi yang banyak agar mendapatkan data dan informasi yang kompeten… tapi maaf sebelumnya, saya masih belum bisa untuk datang langsung ke tanah Lombok, itu dikarenakan tanggungjawab dan pekerjaan yang belum memungkinkan utk bisa kesana…
Tapi, sebelumnya saya sudah meminta kepada teman saya yang asli orang Lombok untuk membantu saya melengkapi data-data dan informasi tentang sejarah Lombok ini… kebetulan orang tuanya punya data-data, naskah, dan buku-buku tentang sejarah Lombok… biar makin banyak yang bisa kita gali dan banggakan dari leluhur kita… semoga dalam waktu dekat saya mendapatkannya…
Okey.. Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
fraxis
Maret 27, 2012 at 11:32 pm
seyogyanya mas oedi bisa mencantumkan sumbernya yg lebih jelas, bukan hanya “dari berbagai sumber”. salut masih ada orang sasak yg mau menulis sejarahnya sendiri. padahal tradisi menulis kita sudah sejak laek…. ini terbukti dari penelitian departemen kebudayaan yg tahun 1990an meneliti dan mengumpulkan naskah2 lontar di lombok. ternyata sangat banyak. kalo ga salah sampai 200an lontar. blum lagi lontar2 yg tersimpan di pemangku2 adat yg jarang atau bahkan tak bisa dibacakan sembarangan. ini menunjukkan animo masyarakat lombok untuk menulis tentang dirinya sendiri sudah beredar sejak dulu. tapi entah ya belakangan ini kok generasi kita keliatan “lupa diri”
by the way, saya mahasiswa ilmu sejarah universitas negeri malang (asli lombok). insya Allah akan memulai penelitian saya tentang penyerangan cakranegara 1894… data yg saya dapatkan insya Allah bisa membantu rekonstruksi fenomena ini. diantaranya babad lombok, babad sakra, babad praya, tropical holland (karya M bakunin, atase rusia untuk timur jauh), SNI jilid IV, kontrak raja mataram (lombok) dengna belanda tertanggal 7 juli 1843, sampai peta gambaran tangan tentang mataram/cakranegara tahun 1800an akhir (saya blum sempat kaji karena memang blum
)
mungkin kita bisa tukar pikiran ya, untuk memajukan daerah kita. Lombok katanya Maju, Religius, dan Berbudaya…saya bingung dengan poin terakhir kebudayaan seperti apa yg ingin kita angkat kalau orang Lombok sendiri masih gamang dengan sejarahnya? (yg notabene sejarah tidak bisa dilepaskan dari anasir2 budaya). saya kira seharusnya UNRAM punya fakultas sastra dan budayanya, karena sayang sekali kalau khazanah budaya Lombok dan sejarahnya yg panjang dimuseumkan begitu saja…
kok malah curcol ya? hehe… salam
oedi
Maret 28, 2012 at 4:40 am
Maaf sebelumnya, kalau saya ini bukan asli Lombok, tapi saya orang Jambi.
Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya, maaf terdapat kekurangan, semoga bermanfaat..
fraxis
Maret 29, 2012 at 8:27 am
ups, my bad, then
salam kenal aja deh mas…keep writing
oedi
April 6, 2012 at 7:15 am
Okey.. salam kenal kembali..
JUNED KEDIRI
April 2, 2012 at 11:48 am
terimakasih sebelumnya mas oedi yang sudi mengangkat sejarah, budaya lombok apalagi di lengkapi dengan tujuan wisatanya,,,,,jangan dengar orang2 yang banyak mengeritik,,,,sukur aja ada anak bangsa yang masih peduli dengan lombok walaupun bukan asli lombok,,,,,mas oedi maju terus, gali terus info yang lebih akurat,,,,sukses mas ya
oedi
April 6, 2012 at 7:51 am
Nah, orang seperti mas Juned ini yang seharusnya banyak dimiliki oleh bangsa ini, terus mendukung orang lain untuk terus berkarya cipta, terlebih demi bangkitnya kejayaan Nusantara… kalau pun ada kekurangannya, ya di bantu untuk memperbaiki dan bukan hanya sekedar kritik tanpa saran dan solusi.
Tenang aja mas, saya orangnya senang menerima kritikan kok, terlebih bila itu bisa menambah ilmu dan wawasan saya, tapi kalau tidak apalagi yang aneh2, ya maaf, tidak akan saya gubris dan cukup saya anggap sebagai angin lalu.
Okey mas Juned, terimakasih atas kunjungan, dukungannya dan doanya, semoga bermanfaat… sukses juga buat Anda..
himen
April 13, 2012 at 5:42 pm
ga tau mau komen apa? yg jelas lbh menambah wawasan ttg lombok. trims ya mas…
sangat menarik isinya..
oedi
April 14, 2012 at 5:22 am
Oh syukurlah kalau demikian adanya, senang bisa menambahkan wawasan tentang kekayaan bangsa kita..
Okey sama2 deh.. makasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
younhe
April 18, 2012 at 1:46 pm
dengan wawasan ini aku bisa dapat ilmu yang bermanfaat ,,,,,,
thanksss mas oedi,,,,,,
suksesss selalu yaaa,,,
oedi
April 19, 2012 at 8:21 am
Wah syukurlah bila begitu… ikut senang deh.. semoga bermanfaat..
Okey.. sama2.. makasih juga atas kunjungan, dukungannya, dan doanya… begitu pun ku harapkan untukmu..
Hardianto Cecep
April 18, 2012 at 11:33 pm
terimakasi… jarin selapu pade taok mbe jak lekan dengan sasak sak tulen…ampu jari mamfaat enggehhh…
oedi
April 19, 2012 at 8:35 am
Wokey sama2… semoga bermanfaat…
Alhamdulillah… mun selapuq pade taoq, nang tiang dengan sasak. Tiang asli Jambi demen eleq sejarah dait budaya. Tulisan tiang ine ampun manfaat leq dengan Alhamdulillah…
Cholic Lennon
April 23, 2012 at 4:37 pm
nice…
oedi
April 24, 2012 at 3:43 am
Oke… thank`s, semoga bermanfaat..
rina sandat
April 26, 2012 at 8:17 am
salut deh bukan org lombok tp peduli dengan budaya lombok… big thanks ya mas odie…
oedi
April 26, 2012 at 4:10 pm
Duuuh.. jangan berlebihan gitu… wong saya cuma sekedar menyalurkan hobi aja kok.. syukur2 bisa menambah wawasan orang lain..
Okey.. terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
ardi
Mei 14, 2012 at 12:38 pm
pande anjing to ngawur ya mas,,,, untk mas oedi gw salut q sendri anak lombok bru tau sejarah lombok.. untk mas ane salut mas;… moga2 oke mas sukses ya mas
oedi
Mei 14, 2012 at 5:40 pm
Hmm.. saya gak coment ya…
Makasih ya mas Ardi atas kunjungan dan dukungannya, semoga tulisan ini bisa bermanfaat terutama buat mas sendiri dan kita semua pada umumnya… karena kita memang selalu butuh dengan pengetahuan sejarah bangsa kita sendiri agar cepat sadar diri, percaya diri dan maju memimpin dunia lagi..
Sukses juga buat mas Ardi..
MUHAMAD FAUZI
Mei 22, 2012 at 2:50 am
bang,,,,kalau bisa bagian di lombok utara itu dikaji jugaaa,,,,,,soalnya masih banyak cerita yang belum dikaji
oedi
Mei 23, 2012 at 8:01 am
Ya.. saya pun ingin mengkaji lebih jauh ttg bagian utara, bahkan semua daratan Lombok, tapi saya selalu terkendala dg data dan informasinya.. mungkin mas Fauzi bisa memberi masukan??
Nurmaknah Nurma
Mei 23, 2012 at 12:24 pm
Alhamdulillah …. Bagi saya sangat Bermanfa’at dan sangat menambah wawasan saya dan saya salut sama ms OEDI bisa nulis sejarah lombok krn menurut saya ini bukan hal yang mudah untuk mengumpulkan data dan mencari sumber2nya ,saya saja yang asli orang lombok tidak tau sejarah dan asal usul pulau lombok , namun dengan adanya tulisan ini jadi saya sangat berterimakasih sekali sama ms OEDI . hmmm … jempol bwt Ms OEDI org jambi V …. perduli dan mau menulis sejarah lombok , tank’s En sukss ya …. ^_^ . kritik dan saran adalah swtu masukan bwt ms oedi untuk lebih maju , tapi yg mengumpat dan mengata2in ms oedi qta do’akan smg dya sadar akan ucpannya …. salam kenal ms oedi …. ^_^
oedi
Mei 23, 2012 at 3:24 pm
Salam kenal kembali mbak Nurma…


Subhanallah… syukurlah kalau menurut mbaknya demikian, terimakasih karena sudah mau berkunjung dan memberikan dukungannya… orang seperti mbak Nurma inilah yang bisa memajukan peradaban bangsa… salut buat mbaknya..
Tulisan tentang Lombok ini berawal dari harapan akan dikenalnya budaya negeri sendiri oleh bangsa sendiri, yang terlihat kini mulai meredup sepi bahkan sudah benar2 di abaikan oleh banyak kalangan dan lapisan masyarakat.. sehingga dengan tulisan ini, saya pun menaruh harapan yang besar agar kita semua mau mengenali lagi sejarah dan budaya bangsa kita sendiri, bukan malah bangsa lain (korea, jepang, india, dll). Karena hanya dengan begitulah kita pun akan kembali ke jati diri kita sendiri, yang hasilnya akan membangkitkan kejayaan bangsa ini9 seperti dulu kala… semoga.
Oh.. tenang aja mbak, saya hanya akan peduli dengan kritikan yang sifatnya membangun, sebab dengan demikian maka akan makin baiklah diri dan tulisan saya… Sedangkan bagi yang bersifat tidak membangun (asal-asalan), maka saya hanya akan berprinsip sebagaimana kata pepatah “Anjing mengonggong, kafilah tetap berlalu”
Okey mbak Nurma, sekali lagi terimakasih atas kunjungan, dukungan dan doanya, semoga bermanfaat.. dan sukses juga untukmu.. chayoo..
Nurmaknah Nurma
Mei 24, 2012 at 8:03 am
Makasi Ms OEDI ….
Betul sekali apa yang ms OEDI bilang , sekarang sudah saatnya untuk membangun kembali bangsa ini dengan Menggali sejarah di Negeri Nusantara ini jgan sampai anak cucu kita kelak buta akan sejarah negerinya sendiri bahkan tidak tau sama sekali . dengan adanya artikel ini dan tulisan2 ini mereka bisa belajar dan menambah wawasan tentang Negeri tercinta kita , Harapan saya smga ms oedi bisa berkunjung langsung ke lombok supaya lebih mengenal Pulau Lombok apalagi sekarang lombok sudah banyak perubaha dan kalau ms oedi mau mmpir ketempat Saya Juga boleh koq hehehehe …….
Pringsip ms oedi top banget …. saya do’akan ms OEDI tambah sukses dan maju dalam segala hal …. ^_*
oedi
Mei 24, 2012 at 8:35 am
Okey.. sama2 mbak Nurma, makasih atas doanya, begitu pun saya harapkan untukmu…

Yup, benar-benar sudah saatnya kita semua untuk kembali ke jati diri kita sendiri yang jelas sebagai sebuah bangsa yang besar dan pernah memimpin dunia (baca: http://oediku.wordpress.com/2011/11/15/bukti-nusantara-pusat-peradaban-dunia/). Karena yakinlah bahwa itu akan membawa pada kesejahteraan dan kemuliaan. Dan saya pun yakin bahwa itu tidak akan lama lagi terjadi, karena tanda-tandanya sudah tampak jelas sekarang di negeri ini.
Masalah ke Lombok, saya sudah ada rencana mau kesana sekalian mendaki gunung Rinjani, kebetulan punya temen yg juga senang mendaki gunung dan dia asli dari Lombok Barat. Kalau jadi, insyaAllah bulan juni nanti kami akan kesana, dan kalau emang mbaknya berkenan, bisa saja kami singgah di tempatnya.. tolong kasih alamatnya aja deh kalau gitu… hehe…
Tetap SEMANGAT!!
Sam Neutron
Mei 26, 2012 at 5:17 am
Makasih Info Tentang Lomboknya…!!! Saya Merasa Sangat Puas… Tapi Ada Beberapa Bagian Yang Membuat Saya Bingung Karna Berbeda Dengan Buku Yang Pernah Saya Baca “Arya Banjar Getas”
Sekali Lagi Makasih Mas Bro…
oedi
Mei 26, 2012 at 5:37 am
Okey bro.. terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Hmmm… mungkin yg membingungkan itu karena kedua tulisan yang sudah Anda baca melihatnya dari sudut pandang yang berbeda..
rudy
Mei 30, 2012 at 11:22 am
Mantaaaappp,,,,,,klo bsa tulis secara rinci sjarahx,,,,asal mula ampenan..batu layar,,loang balok,,,,dan asal mula nama” desa,,,seperti babakan,,kr siluman dsb.
oedi
Juni 1, 2012 at 2:14 am
Iya… terimakasih atas kunjungan, dukungan dan masukannya, semoga bermanfaat..
Silahkan di tunggu aja perkembangan informasinya, semoga dalam waktu dekat saya bisa menambahkan materi dan data2 di dalam tulisan ini… bahkan dengan ini saya pun mengharap bantuan dari para pembaca sekalian untuk sudi berbagi informasi tentang tanah Lombok ini, agar semakin lengkap…
Baiq Hilda Astriana
Juni 5, 2012 at 4:00 pm
Mantap!!! sangat bermanfaat! jd tau asal mula leluhur sya..Trima kasih bnyak ya…
oedi
Juni 5, 2012 at 4:49 pm
Okey.. terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Syukurlah bila tulisan ini bisa membantu, karena memang itulah yang menjadi harapan di muatnya tulisan ini…
nnk
Juni 7, 2012 at 4:39 am
suku sasak kyk pnya misteri ya,,,
saya sendiri dlu waktu kecil sering mendengar cerita kalau kami sebenarnya keturunan salah satu raja d lombok tp ceritanya cuma sampai di situ,,, tidak d jelaskan knp kami melepas gelar. sambil lalu mereka cuma bilang,,, “malu jaman sekarang pakai gelar”
cerita mereka bukan karangan saja karena sudah beberapa kali kami memperoleh keistimewaan karena asal usul kami,,, masih misteri,,,
skrng itu cuma seperti dongeng,,, orang tua-orang tua yang mengerti sejarah kami satu persatu meninggal dunia.
saking penasarannya ,,, adik saya sampai terobsesi ingin kembali ke masa lalu hehe,,,
oedi
Juni 16, 2012 at 1:27 am
Hmm.. kalau menurut saya, kenapa mereka tidak mau lagi memakai gelar karena di kaitkan dengan perilaku, prestasi dan kemampuan diri yang sudah jauh bergeser dari orang-orang terdahulu di zaman kerajaan. Sehingga mereka pun merasa sudah tidak layak lagi menyandang gelar dan malu rasanya kepada leluhur.
Kalau boleh memberi saran, menurut saya coba perlahan Anda gali lagi susur galur (garis silsilah) keluarga Anda, katakan ini demi mengingat masa lalu dan agar Anda dan adik2 Anda tidak lupa tentang jati diri sendiri sebagai orang Sasak. Ini penting loh… karena akan bermanfaat tidak lama lagi…
Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Arya Purbaya
Juni 17, 2012 at 9:26 am
Waduh kok Sejarah yg anda hadirkan kurang Fair..
anda mengatakan Jawa.. jawa.. jawa.. saja..
Anda orang Jawa ya??
Sejarah Lombok dari Sumatera tidak ada satupun kata Sumatera Kau sebut,,,
Memble kau ini..
Nih aku tambahin Sejarahnya biar Fair..
dan Boleh di teliti ke tempat asalnya.. ya..
Maaf, ini sy agk keras..
tp demi Keterbukaan Sejarah..
Sebagaimana daerah-daerah lain di Indonesia, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mempunyai catatan sejarah tersendiri. Seperti halnya Sejarah Kesultanan Lombok, Sejarah Kesultanan Sumbawa, dan Sejarah Kesultanan Bima, Dompu dahulu kala juga merupakan salah satu daerah bekas kerajaan atau kesultanan. Kerajaan Dompu merupakan salah satu kerajaan yang paling tua khususnya di Indonesia Bagian Timur. Arkeolog dari Pusat Balai Penelitian Arkeologi dan Purbakala, Sukandar dan Kusuma Ayu dari berbagai hasil penelitiannya menyimpulkan Dompu atau (Kerajaan Dompo) adalah kerajaan yang paling tua di wilayah timur Indonesia.
Berdasarkan catatan sejarah di Dompu, sebelum terbentuknya kerajaan di daerah tersebut, telah berkuasa beberapa kepala suku yang disebut sebagai “Ncuhi” atau raja kecil. Ncuhi terdiri atas empat orang yakni Ncuhi Hu`u yang berkuasa di daerah Hu`u (sekarang Kecamatan Hu`u), Ncuhi Soneo yang berkuasa di daerah Soneo dan sekitarnya (sekarang Kecamatan Woja dan Dompu). Selanjutnya Ncuhi Nowa berkuasa di Nowa dan sekitarnya serta Ncuhi Tonda berkuasa di Tonda (sekarang wilayah Desa Riwo Kecamatan Woja Dompu). Dari keempat Ncuhi tersebut yang paling dikenal adalah Ncuhi Hu`u.
Menurut cerita rakyat dompu di negeri Woja berkuasa seorang Ncuhi Kula yang mempunyai anak perempuan bernama Komba Rawe. Ncuhi tersebut kemudian dikenal dengan nama Ncuhi Patakula. Cerita rakyat setempat menyebutkan, putra raja Tulang Bawang terdampar di daerah Woja dalam pengembaraannya, tepatnya di wilayah Woja bagian timur. Kemudian putra raja Tulang Bawang tersebut menikah dengan putri Ncuhi Patakula. Selanjutnya para Ncuhi sepakat menobatkan putra raja Tulang Bawang sebagai raja Dompu yang pertama. Sedangkan Raja Dompu ke-2 bernama Dewa Indra Dompu yang lahir dari perkawinan antara putra Indra Kumala dengan putra Dewa Bathara Dompu. Berturut-turut Raja yang menguasai daerah ini adalah Dewa Mbora Bisu, yang merupakan Raja Dompu yang ke-3. Raja ke-4 Dompu adalah Dewa Mbora Balada, yang merupakan saudara dari Dewa Mbora Bisu dan Dewa Indra Dompu.
oedi
Juni 17, 2012 at 3:03 pm
No coment…
DhaarVatti
Agustus 19, 2012 at 11:57 am
mas arya…, mas oedi itu mengungkap sejarah Lombok bukan NTB apalagi Dompu….
muksinwahyudi
Juni 26, 2012 at 3:29 pm
Astagee ye aran asal usul toker goner keletok kelatek..tampi asih bae aneh meno jak lalu..
oedi
Juni 27, 2012 at 2:38 am
Enggeh… tampi asih ndah semeton.. tiang berharep tulisan niki bau bermanfaat leq ite pade, ttp SEMANGAT!!
Laguq maap, tiang niki ndek ne dengan Lombok, tiang dengan Jambi semeton..
Sultan amen Rengganis
Juli 17, 2012 at 9:09 am
Kalu menurutku, ada beberapa yg di tulis oleh sdra Oedi, ada benarx, dan ada juga yg masih kurang tepat, betul apa yg tulis oleh sdra sapta tadi, klu mau lebih runut dan lebih lengkap ttg sejarah Lombok, harus di lihat beberapa peninggalan atau prasasti. Coba, sdra Oedi, Lihat dua masjid Kuno yang di Rembitan Pujut dg yang di Bayan, di kedua masjid itu, ada tiang yg di buat dari Hati pohon Pisang (Galih Puntik) terus Kayu Beduknya dari Pohon sanggar Guri. Klu kita lihat pohon sanggar guri saat ini, gemana besarnya.
oedi
Juli 17, 2012 at 11:09 am
Okey. terimakasih atas informasinya..
Sultan amen Rengganis
Juli 17, 2012 at 9:22 am
yang sdra oedi tuliskan ttg desa, pada saat itu blm ada struktur pemerintahan ttg Desa. jdi itu krajaan, Kerajaan Kedaro, Sile Dendeng, dan lain sebagainya. Biar tambah mantap tulisan sejarah yg sdra tulis, anda, bisa mencari para sesepuh Sasak. dan klu menulis sejarah Lombok jangan di biaskan ke daerah2 lain. biar tdk ada org yg merasa tersinggung dg tulisan sdra.
oedi
Juli 17, 2012 at 11:08 am
Okey.. terimakasih atas komentarnya…
myla
Juli 25, 2012 at 9:05 am
sbnernya sy punya PR ttg pulau Lombok yang dijuluki “segitiga emas” dan juga “jawa minor” …
pha sih mksd julukan tersbut ?? sampe skrg , sy blm nemu’in arti jlukan thu ,, huuuuhhhh …
arhami
Agustus 3, 2012 at 5:04 pm
mantap ni cerita
cri tau lagi donk
biar orang lombok orang luar lombok tau jga asal muasal lombok
titisan baloq tong
Agustus 6, 2012 at 9:43 pm
saya masih ada darah kerajaan di jogja tpi tinggal di lombok
nama leluhur sya orng sering nyebut “baloq tong” yg menjadi kaki tangan anak agung sekaligus yg membunuh anak agung leluhur sy membunuh karna anak agung sering memakan daging manusia.. bukti bukti sejarah itu ada dan masih disimpan di rumah tua milik leluhur sy tersebut semua benda pusaka masih tersimpan rapi dari keris kapak tameng tombak yg dijuluki tulup tombak itu masih sangat ditakuti di kampung sy karna masih berfungsi dan memiliki kekuatan gaip.sy menulis ini tidak mengarang ngarang karna bukti perkataan sy ini masih disimpan rapi,, maka dari itu sy berani ngomong,
Raden bore
Maret 30, 2013 at 3:38 pm
Assalaamualaikum
embe taok side semeton. Aku ekan narmade . Lamun ne tetu balok tong matek anak agung no melengku jak ziarah jok makamne, jakku beterimakasiih tipak balok tong, lamun de berkenan jawab niki . Tiang anteh lek fb tiang. Raden bore
lee
September 6, 2012 at 4:38 am
bagaimana dengan sejarah desa KOTARAJA kec. Sikur, kenapa disebut KOTARAJA, apakah dulunya ada sebuah kerajaan?
yat
September 12, 2012 at 5:02 pm
ye lalukn iku. arak jari pengajah sekedik, tentang gumi paer siniah. mulen meres
oedi
September 20, 2012 at 2:38 pm
Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bisa bermanfaat..
spotaker blank
November 3, 2012 at 6:35 am
nggeh kenaq’n nike meton… yang penting bisa menambah wawasan, semua ada di hati…
\m/
\m/
Zaen Fatamorgana
September 14, 2012 at 12:22 am
terima kasih banyak mas atas informasinya, semoga Allah membalas kebaikan Mas..
oedi
September 20, 2012 at 7:30 am
Iya sama2, terimakasih juga atas kunjungan, dukungan dan doanya, semoga bisa mendatangkan manfaat untuk kita semua..
Riri
September 15, 2012 at 9:08 am
Keramat Batulayar tdk kalh menariknya..
oedi
September 20, 2012 at 7:30 am
Oh ya?
Hmm.. jika berkenan, sudilah membagi informasinya..
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…
tamrin rien
Januari 15, 2013 at 3:19 am
mkin gak bs ngalahin keramatnya gunung renjani
Alan gpg
September 18, 2012 at 6:34 am
Oh gtu yach tntng lombok,ak bae sak dngan lombok,dek taon ceriten daet sejarah,,hehehehehe lileq isiqn,,hehehe
oedi
September 20, 2012 at 7:34 am
Ya sedikitnya begitulah tentang Lombok, masih banyak kekurangan di dalam tulisan ini, untuk itu sudilah kiranya bagi yang memiliki pengetahuan lebih tentang sejarah Lombok – dengan data yang valid, untuk berbagi…
Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
lalu kariawan
Oktober 9, 2012 at 3:17 am
ow yea mas’ mohon di ulas kembali sejarah tentang islam masuk ke lombok yaitu di daerah bayan.(desa bayan petung jelasnya).dengan kelompok pedagang yang daribagdad yang di bawa pimpinan syih abdul razak (singketnya) sampai pada pembuatan masjid bayan .trus atas kemunculan kerajaan selaparang di lotim .hingga anak kerajaan selaparan yang sekarang di desa kembang kerang kec lotim….trus ke anak ..raja selaparan …dan keturunan nya mash belum lengkap..mas..insaallah untuk kelengkapan sejarah tetang pulau lombok dan masuk nya islam nanti saya bantu nyari untuk kelengkapannya.
oedi
Oktober 10, 2012 at 3:32 pm
Okey.. dengan senang hati saya menyambut maksud baik Anda, di tunggu deh data dan informasinya..
Terimakasih atas kunjungan, dukungan dan bantuanya…
anol
Oktober 16, 2012 at 7:05 am
saya salut dengan tulisan mas, tp kenapa tidak mencoba menelusuri lebih jauh dari mana asal muasal kata Lalu dan Baiq dalam penamaan orang lombok. sukses selau..buat mas oedi
Raden bore
April 1, 2013 at 3:23 pm
Pemberian gelar lalu untu laki dan baik untuk perempuan ada dua persi. 1 gelar di berikan untuk abdi istana selaik keluarga raja. 2 gelar tersebut sering di pakai untuk mengukuhkan petugas daerah jajahan walau sttus petugas tersebut bukan keturunan abdi kerajaan. Namun yang patut di garis bawahi adalah gelar kebangsawanan akan mengikat seseorang agar selalu menjadi contoh baik . Ingat sebaik baik gelar adalah taqwa
zul
Oktober 16, 2012 at 3:07 pm
Saya berminat utk mengetahui sejarah Moyang saya yang berasal dari Lombok,apa yang sya dapt tahu dia dari keluarga Pejanggik datang ke tanah Melayu dan mendarat di Benut Johor.setelah kapalnya karam.Alhamdulillah kami maseh berhubung dengan keluarga disana.
kedatangannya ke johor pada akhir abad ke 18.kerana di buru Belanda
Saya berminat utk mengetahui sejarah datuknenek moyangnya,
Panseck kelambiyusup
Oktober 29, 2012 at 5:11 am
Sebenarny masih 90% cerita ini yg mengandung kebenaran yg asli ..
Menurut kitab yg ada dan yg aku pelajari jauh beda asal usul/sarsilah lombok
sebenarxa lombok in ber dasar dari 3 pangeran yg ber asal dari bagdat ,,,,
tapi kurang lebih dri kisah in
memang ad miripxa ,,
sebelum lombok berdiri..
Sudah di tuli dalam (guritan anak gagak potek) dan itu lah asli asal.
Usul lombok/sasak
(Dan sudah ter tulis dalam guritan anak gagak) kurang lebih aku minta ma,af tunaszz apure gih ,,,
karna ini kisah tak betol,,, kau ter jemah kan ,,,,,,,
Eksan
Oktober 30, 2012 at 6:49 pm
Informasi yang menarik, memang alangkah lebih baik sumber tulisan tidak hanya didapat dari internet saja, karena sejarah realnya masih banyak yang belum digali, dikompilasi dan dirunut dari sumber2 lontar di semua area di lombok yang kita sendiri harus cari tahu yang memang diperlukan tekad kuat dan support dari semua pihak, terutama oleh ahli sejarah pemerintah (jika ada). atau mungkin bisa dimulai dari Universitasnya..atau minimal pemuda lombok buat semacam “Club Pencari Fakta Sejarah Lombok” dulu untuk kemudian di support oleh semua element pemerintah dan masyarakatnya baru bergerak hunting..who knows…
feshotz
Oktober 31, 2012 at 7:28 pm
sedikitx sya udah tau sekarang tentang lombok
SUPARLAN
November 9, 2012 at 1:31 pm
Sejarah Lombok memang seharusnya di publikasikan sehingga bisa kita pelajari dan selanjutnya bisa kita informasikan ke orang lain dengan informasi yang seragam.
DEMUNG
November 11, 2012 at 11:28 pm
Harap maaf sekiranya komen ini menguris hati orang orang lombok.Sebenarnya kalau bercerita tentang Lombok,kebanyakan orang di Malaysia membuat andaian bahawakesemua penduduk Lombok orang yang tidak bertamadun dan tidak menghormati orang lain dan serta undang undang negara jiran.Warga lombok yang menumpang mencari rezeki di sini tidak ikhlas sedangkan warga lombok ni sangat kuat berpegang pada hukum agama.dari segi ekonomi pulau lombok telah rugi dari sektor pelancungan,kerana ramai pelancung Malaysia sebenarnya mengintai destinasi yang baru dI Pulau pulau di Indonesia.Saya rasa Pulau Lombok dapat memenohi citarasa orang Malaysia untuk melancung sebagai altenatif Pulau Bali yang mana penganut Hindu dan makanan tidak Halal.
Ingin tahu mengapa penduduk Lombok sanggup bawa lari anak gadis seagama tanpa izin kedua orang tuanya,ini sangat melukakn hati mereka
oedi
November 15, 2012 at 11:38 am
Betul sekali itu, memang seharusnya setiap sejarah kehidupan bangsa atau suku yang ada di Indonesia ini di publikasikan, agar semakin banyak generasi muda yang sadar dan bangga dengan dirinya sendiri… bukan malah sejarah bangsa lain (Yunani, Romawi, China, dll) yang bahkan terdapat di dalam kurikulum sekolah….
Okey… terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Gina
November 21, 2012 at 1:02 pm
mas uda baca buku yang judulnya “gumi sasak dalam sejarah” ?
Itu buku pelajaran sejarah Lombok pas SMA
Ini link downloadnya http://www.findtoyou.co.id/document/get/hsId666D/gumi-sasak-dalam-sejarahx-4shared-online-file.html
(siapa tau belum baca gitu lo mas, tapi kalo uda ya alhamdulillah)
Tulisan yang menarik, panjang buanget, tapi akhirnya saya selesai juga membacanya…
tamrin rien
Januari 15, 2013 at 3:16 am
cerita cikal bakal sejarah dn berdirinya lombok tidak bisa di karang2 kyak gtu, kalo pingin tau sejarh aslinya dri awal sampe akhir mri qt cri tetua adt yang punya babad lombok yg terbuat dri daun lontar dan kulit kayu! klo yg berminat petualngan ne alamt fbku. cri tamrin rien
gina : untuk gumi sasak dalam sejarah tu kurang lengkap
Anak Indonesia
November 21, 2012 at 2:38 pm
Sejarah-sejarah kerajaan di Indonesia saling berkaitan karena selain faktor geografis juga adanya ekspansi kerajaan yang pernah besar di Indonesia seperti Majapahit, Sriwijaya, Mataram dsb, juga adanya tradisi merantau yang dilakukan kaum pria saat itu untuk menuntut ilmu, mencari pengalaman, dan menunjukkan bahwa dirinya sudah dewasa. Saya kagum dengan saudara Oedi yang berusaha menggali sejarah suatu etnis… berusaha terus kalau perlu cari tulisan dari china karena pengembara2 china jaman dahulu sering mendokumentasikan setiap tempat yang pernah dikunjunginya dalam bentuk tulisan2 yang tersebar luas di berbagai museum di luar negeri. Keep spirit… (oya tampilannya bisa dibuat lebih terang lagi nggak, biar lebih mudah bacanya).
armstrong indonesia
November 30, 2012 at 6:29 am
sengkil itu wow wow itu sengkil jadi jok
security services
November 30, 2012 at 6:36 am
kerajaan
jantung koroner
November 30, 2012 at 6:54 am
sunguh bagus indonesia punya kerajaan ny
rumah dijual di jakarta selatan
November 30, 2012 at 6:59 am
kerajaan yang mempunyai banyak sejarah
panji sasak
Desember 22, 2012 at 8:25 am
syukur ada yang peduli sama sasak,karna banyak kami(putra putri sasak)yang tidak tau sejarah sasak,thanks mas Do.
sasak lebung
Desember 28, 2012 at 11:40 am
aku bangga jadi anak sasak stlah baca tulisan ini,, thanks,,,
al-khair
Januari 5, 2013 at 2:48 pm
maaf …mengenai kekalahan kerajaan gowa terhadap belanda dgn adanya perjanjian bungaya..mengenai letak bungaya pd tulisan terletak di pusat kota gel-gel kerajaan klungkung..apa bener itu krn perjanjian bungaya berlangsung di makassar dekat benteng sombaopu…tolong penjelasannya…trims
hamzanwadi
Januari 5, 2013 at 5:22 pm
makasih atas info tentang sejarah lomboknya kang…….!
anak pulau
Januari 24, 2013 at 4:31 am
matur tampi asih sudah kasi info tentang lombok
ahu alfin
Februari 4, 2013 at 4:30 am
petlu kesempurnaannya dengan mengacu ke kata kunci seribu mesjid dan
daerah pesantren. trims
american idol results
Februari 9, 2013 at 8:11 am
I do not even know how I ended up here, but I thought this post was good.
Cheers!
I don’t know who you are but certainly you’re going to a famous blogger if you aren’t already
Dewi
Februari 23, 2013 at 12:07 pm
Pasir di pantai senggigi itu hitam bukan putih kecuali di gili baru putih….
Huma
Februari 26, 2013 at 12:54 pm
Saya benar2 malu jd org sasak….. kok malah org luar lombok yg lebih semangat ingin tau sejarah sasak lombok
oedi
Februari 26, 2013 at 1:51 pm
Hmm.. untuk itu ayo bareng-bareng dari sekarang kita mencintai bangsa sendiri… masak malah mencintai kebudayaan asing (korea, jepang, india, dll)… padahal korea misalnya, mereka bisa dikenal luarbiasa di dunia sekarang lantaran mereka sangat fanatik dengan budaya mereka sendiri….
Okey.. makasih atas kunjungan dan dukungannya.. semoga bermanfaat…
Evan Hikmah Munfarih
Maret 4, 2013 at 7:51 am
rasa penasaran saya tentang Lombok saat ini sudah terjawab, big thanks buat Bang Oedy atas informasi.y,,, awal maret kemarin wilayah Lombok sudah saya jajaki setiap kabupaten dan ada kesamaan nama wilayah dengan informasi yang di sampaikan di sejarah yang di sampaikan Bang Oedy tadi seperti, Ampenan, Bayan, Selaparang,,dll.
oedi
Maret 12, 2013 at 12:19 pm
Subhanallah.. syukurlah bila tulisan ini bisa bermanfaat… senang mendengarnya..
Hmmm… beruntunglah bisa menjelajahi Lombok, udah sampai ke Gunung Rinjani belum? disana panoramanya sangat indah loh..
Okey sama2.. terimakasih juga karena sudah berkunjung di tulisan ini.. tetap semangat…
Taufik
Maret 4, 2013 at 9:08 am
walaupun kelahiran saya di malaysia dan kuliah di sini .
lombok tetap dalam ingatan , kerana ayah saya berasal daripada lombok .
sememangnya saya bangga sebab lombok itu indah .
mempunyai byk keistimewaan , tak seperti di negara lain .
btw , thanks oedi for the story . can i copy this for my reference .
oedi
Maret 12, 2013 at 12:16 pm
Oke sama2..
Oh silahkan saja, tapi tolong disertakan sumbernya… semoga tulisan ini bisa bermanfaat..
IZZAN LALU PAGAH PRAYE
Maret 4, 2013 at 11:58 pm
MATUR TAMPIASIH…SAUDARAKU DARI JAMBI
oedi
Maret 12, 2013 at 12:14 pm
Iya sama2… terimakasih atas kunjungan dan dukungannya.. semoga bermanfaat..
IZZAN LALU PAGAH PRAYE
Maret 5, 2013 at 12:08 am
CERITANYA CUKUP MENJAWAB PERTANYAANKU… UNTUK GELAR LALU DAN BAIQ REFERENSI YANG PALING TEPAT DAN BISA DIPERCAYA DARI ASAL MUASALNYA SBB..Untuk mengurangi resistensi, oleh VOC saat itu, diambillah tokoh-tokoh kunci di masyarakat Sasak untuk terlibat langsung dalam penjajahan. Terutama tetua adat, mereka diberikan hak atas pengelolaan tanah. dari sinilah kemudian muncul istilah Raden. Raden diartikan sebagai tetua-tertua adat yang memiliki tanah. keturunan raden inilah yang kemudian membentuk istilah Baik, Lalu, lale buat anak-ananknya.
Atriie Imuet
Maret 9, 2013 at 10:22 am
mas marga2 orang lomboknya mn????
oedi
Maret 12, 2013 at 12:02 pm
Wah maap.. saya tidak menggali sampai sejauh itu… mungkin lain kali…
MAP
Maret 18, 2013 at 5:15 am
kalau bendera kerajaan lombok seperti apa ya? saya sedang studi negara-negara di lingkungan Indonesia. trima kasih.
Raden bore
Maret 30, 2013 at 3:59 pm
Mengenai piagam yang menjadi bukti seseoarang keturunan bangsawan itu memeng ada. Kami punya dan masih tersimpan hingga sekarang. Keluarga kerajaan selaparang tidak semuanya mati pada saat penghianatan banjar getas. Keluarga kerajaan masih Sampai sekarang . Berdasarkan piagam yang kami miliki kami yakin kami adalah keturunan raja selaparang. Sebab kami menanggalkan gelar karna dua alasan 1 demi keamanan , karna pada masa itu semua keluarga raja di buru untuk di bunuh. 2 gelar bangsawan tidak menjamin masuk surga karna yang mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.
zul
April 1, 2013 at 12:26 am
assalamualaikum,saya di lahirkan di Johor tapi moyang sya anak jati Lombok.Ingin tahu ada tak meyimpan informasi ttg leluhur pejanggik./selaparang
SUBHAN
Maret 31, 2013 at 2:06 pm
Tulisan Yang Bagus…… Dalam tulisan Mas Oedi “Ternyata, kehancuran Selaparang bukan karena serangan dua kerajaan kecil ini, tapi akibat serangan ekspedisi tentara Kerajaan Karang Asem tahun 1672 M. Pusat Kerajaan Selaparang rata dengan tanah, sementara keluarga kerajaan semuanya terbunuh. Sejak saat itu, Kerajaan Karang Asem menjadi penguasa tunggal di Lombok”…..
kalimat diatas membuat hati saya bertanya “bagaimana Islam terus berkembang baik di tanah Sunda Kecil ini jika Kerajaan Karang Asem menjadi penguasa tunggal sejak tahun itu????
sedangkan menurut tulisan diatas pengaruh islam berkembang pada kerajaan selaparang periode islam pada tahun 1520 M.
anank
April 1, 2013 at 10:22 am
Assalamualaikum wr, wb, bang oedi tiang (saya) matur tampiasih (terima kasih) atas tulisannya mengenai sejarah Lombok, ini menjadi salah satu bukti bahwasanya tanah air tercinta kita ini amat sangat kaya mulai dari pesona alam hingga budaya yg patut kita syukuri, cintai, dan tentunya kita jaga. Sya sendiri org Lombok sangat terkesan mengenai tulisan bang oedi ini karena masih ada anak bangsa yang mencintai sejarah bangsanya, apalagi bang oedi bukan orang Lombok ini merupakan bukti bahwa Indonesia ini bangsa yg besar berbhineka tuggal ika. Memang sejarah Pulau Lombok ini sangat misterius dan memerlukan beberapa pakar yg ahli dalam sejarah untuk mengungkap asal muasal masyarakat Lombok, ini dikarenakan banyak bukti-bukti sejarah telah di bumi hanguskan oleh kolonial Belanda demi kepentingan mereka untuk mengadu domba dan menjajah bangsa ini. Namun sampai saat ini masih ada sisa peninggalan benda-benda Pusaka yang masih tersimpan secara rapi dan disembunyikan oleh para sesepuh (orang tua) dan kenapa di sembunyikan saya pun tidak mengetahuinya mengapa alasannya secara pasti. Namun mereka akan memegang teguh kepercayaan bahwasanya itu disimpan dan dijaga demi kemaslahatan bersama, mungkin hanya orang-orang yang tertentu dengan tingkat spritual mumpuni yang patut mengetahui dan menjaganya. Dari benda-benda Pusaka ini tentunya dapat memberi informasi lebih tentang sejarah Lombok salah satu contohnya Lombok Utara ada sahabat saya yg mengatakan pernah melihat bahwasanya disana terdapat Keris yg panjangnya -+ 1,5 meter yg tersimpan oleh sesepuh di sana, kemudian Gong yang ada di Bayan Beleq yg dipercayai apabila gong tersebut berbunyi sendiri maka akan ada kejadian besar yg menimpa di Lombok, dan tentunya banyak lagi peninggalan di daerah-daerah lain di Lombok. Itu semua hanya sebagian kecil dari keunikan dan keragaman bangsa kita, dan sekarang kita sebagai generasi muda dan penerus bangsa tentunya harus bersama-sama menjaga dan mempertahankan itu semua sebagai bukti kepada Dunia bahwa Indonesia itu bangsa yang memiliki jati diri. Mengutip kata-kata bung Karno proklamator Indonesia “bangsa yang besar adalah bangsa yg menghargai sejarahnya” dan juga salah satu musisi dunia Bob Marley “know your history nor yaour destiny” semoga kita dapat mengambil pelajaran berharga dari sejarah lampau bangsa ini dan mari kita berbenah demi menatap masa depan yang indah bersatulah bangsaku apapun siapapun darimanapun kita berasal kita tetap satu Indonesia terima kasih dan wassalam.
oedi
April 6, 2013 at 11:56 am
Wa`alaikumsalam…
Terimakasih juga untuk mas Anank atas kunjungan dan dukungannya di tulisan ini, semoga bisa memberikan manfaat…
Hmm.. Sebagai anak bangsa saya hanya bisa berusaha, kalau pun tulisan ini banyak kekurangannya, maka mohon di maklumi lantaran saya bukanlah ahli sejarah yang udah ubanan (profesor)… justru saya berharap bahwa akan banyak lagi generasi muda lainnya yg mau menulis dan menggali sejarah bangsa kita sendiri lalu mempublikasikannya… agar semakin bangga kita sebagai generasi yg telah mewarisi peradaban leluhur di masa silam, masa-masa kejayaan Nusantara tempo dulu..
Semoga Nusantara bangkit lagi..
ade arta
April 17, 2013 at 6:29 am
terima kasih atas penjelasan mengenai sejarah sasak namun kami blm berani arti kebenaran semua yg anda tuliskan, untuk itu kami menyarankan agar mencari bukti bukti yg lebih odentik dengan arti yg sebenarnya mengenaik sejarah lombok itu ….? terima kasih
ade arta
April 17, 2013 at 6:34 am
dalam sejarah di katakan bahwa peperangan itu semua di menangkan oleh kerajaan yg ada di lombok bukan di menangkan oleh kerajaan karang asem, namun tipu daya belanda yg mengadu domba agar semua yg ada di gumi sassak tersebut terpecah belah, ini terbukti pada saat itu semua malah bersatu padu menyerang belanda posisinya di pantai ampenan. itu yg kami ketahui terimakasih…?
ade arta
April 17, 2013 at 6:40 am
Khusus……../// kerajaan selaparang kehancurannya yg kami ketahui bukan di serang oleh kerajaan karang asem, namun mungkin kerjaan itu belum ada pada saat itu yg kami ketahui ceritanya bahwa kerjaan tersebut belum ada bukti bahwa ada kerjaan selaparang namun di katagorikan sebagai desa kecil ( padukuhan ) kalau memang ada mohon para peneliti agar mencari di mana kerajaan tiu berada ( posisinya ). terimakasih
ade arta
April 17, 2013 at 6:47 am
sejarah lombok merupakan sejarah yg belum jelas kebenarnya , maka itu mohon kepada para peneliti agar terus mengali dan mengali untuk mencari kebenarnya…….tanks…
yankes-man
April 23, 2013 at 4:16 am
Belajar sejara, ambil yg terbaik intuk dijadikan modal dan semangat . Semoga bermsanfaat untuk semua amin
tommysultan
Mei 11, 2013 at 4:58 pm
tulisn mas oedi ada benrx dan msh bnyk kurngx,,, sejarah asal usul lombok smpe sekrng msh banyk perbedaan pendapat,, dri sekian banyk artikel yg sy bca orang lombok berasal dri jawa dn bali,, apa itu benar,,,,??? dan tulisan mas oedi: “Dengan bekal pengetahuan bahasa Kawi, Sasak dan aksara Sasak, para sastrawan Selaparang banyak mengarang, menggubah, mengadaptasi, atau menyalin sastra Jawa kuno ke dalam lontar-lontar Sasak. Di antara lontar-lontar tersebut adalah Kotamgama, Lapel Adam, Menak Berji dan Rengganis. Selain itu, para pujangga juga banyak menyalin dan mengadaptasi ajaran sufi para walisongo. Salinan dan adaptasi tersebut tampak dalam lontar-lontar yang berjudul Jatiswara, Lontar Nursada dan Lontar Nurcahya. Bahkan hikayat-hikayat Melayu pun banyak yang disalin dan diadaptasi, seperti Lontar Yusuf, Hikayat Amir Hamzah dan Hikayat Sidik Anak Yatim” sy msh meragukn kebenarnx coz tdk sesuai dengn apa yg sy dengar dri orang sasak asli yg sering membaca lontar….