RSS

18 Ilmu Kepemimpinan Gajah Mada (Asta Dasa Kotamaning Prabu)

18 Apr

Gajah Mada adalah seorang Mahapatih dari kerajaan Majapahit. Sepak terjangnya dalam sejarah Indonesia tidak bisa dipisahkan, karena menjadi inspirasi bagi para pendiri bangsa ini untuk bisa menyatukan kembali Nusantara ke dalam satu Sumpah Pemuda (terinspirasi dari sumpah Palapanya Gajah Mada: “Saya baru akan berhenti berpuasa makan kelapa, jikalau Nusantara sudah takluk dibawah kekuasaan Majapahit”), kemudian negara yang berdaulat yaitu Indonesia. Banyak pemikirannya yang telah dituangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, contohnya saja “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua, Sehingga ia pun dapat di sejajarkan dengan para ahli filsafat Yunani kuno, seperti Herodotus, Aristoteles, Socrates, Plato, Eratosthenes, Kallimakhus, Karneades, Aristippus, Arete, serta Sinesius.

Menurut Gajah Mada, pada dasarnya hanya ada dua pilihan bila kita hidup dalam suatu perkumpulan, yakni sebagai pemimpin atau orang yang dipimpin. Sebagai pemimpin, maka ia harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memimpin (kapabilitas), serta dapat diterima oleh yang dipimpin ataupun atasannya (aksetabel). Kemampuan dalam arti mampu memimpin, mampu mengorbakan diri demi tujuan yang ingin dicapai, baik korban waktu, tenaga, materi serta dapat diterima atau dapat dipercaya oleh anggota masyarakat dan pejabat yang diatasnya. Sedangkan sebagai anggota yang baik, kita harus memiliki loyalitas, patuh dan taat pada perintah atasan sebagai pemimpin, dan rela berkorban serta bekerja keras untuk mendukung atasan dalam pencapaian tujuan yang dalam ajaran agama disebut Satya Bela Bakti Prabu.

Hubungan kerjasama yang saling membutuhkan ibarat singa dengan hutan, yang perlu diterapkan oleh pemimpin dan masyarakatnya. Sehingga dapat sukses dalam mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Tidak ada pemimpin yang sukses tanpa didukung masyarakatnya, demikian pula sebaliknya.

Sebagaimana yang dijelaskan di dalam buku “Misteri Gajah Mada” karya: Purwadi, 2009, maka menurut Mahapatih Gajah Mada ada 18 ilmu kepemimpinan yang harus diterapkan, diantaranya:

1. Wijaya
Seorang pemimpin harus mempunyai jiwa yang tenang, sabar dan bijaksana serta tidak lekas panik dalam menghadapi berbagai macam persoalan, karena hanya dengan jiwa yang tenang masalah akan dapat dipecahkan.

2. Mantriwira
Seorang pemimpin harus berani membela dan menengakkan kebenaran dan keadilan, tanpa terpengaruh tekanan dari pihak manapun

3. Natangguan
Seorang pemimpin harus mendapat kepercayaan dari masyarakat dan berusaha menjaga kepercayaan yang diberikan tersebut, sebagai tanggungjawab dan kehormatan.

4. Satya Bakti Prabu
Seorang pemimpin harus memiliki loyalitas kepada kepentingan yang lebih tiggi dan bertindak dengan penuh kesetiaan demi nusa dan bangsa.

5. Wagmiwak
Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan mengutarakan pendapatnya, pandai berbicara dengan tutur kata yang tertib dan sopan, serta mampu menggugah semangat masyarakatnya.

6. Wicaksaneng Naya
Seorang pemimpin harus pandai berdiplomasi dan pandai mengatur strategi dan siasat.

7. Sarjawa Upasama
Seorang pemimpin harus rendah hari, tidak boleh sombong, congkak mentang-mentang menjadi pemimpin dan tidak sok berkuasa.

8. Dirosaha
Seorang pemimpin harus rajin dan tekun bekerja, pemimpin harus memusatkan rasa, cipta, karsa dan karyanya untuk mengabdi kepada kepentingan umum.

9. Tan Satresna
Seorang pemimpin tidak boleh memihak dan pilih kasih terhadap salah satu golongan atau memihak saudaranya, tetapi harus mampu mengatasai segala paham golongan. Sehingga dengan demikian akan mampu mempersatukan seluruh potensi masyarakatnya untuk menyukseskan cita-cita bersama.

10. Masihi Samasta Buwana
Seorang pemimpin harus mencintai alam semesta dengan melestarikan lingkungan hidup sebagai karunia dari Tuhan dan mengelola sumber daya alam dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan rakyat.

11. Sih Samasta Buwana
Seorang pemimpin harus dicintai oleh segenap lapisan masyarakat dan sebaliknya pemimpin harus mencintai rakyatnya.

12. Negara Gineng Pratijna
Seorang pemimpin senantiasa mengutamakan kepentingan negara dari pada kepentingan pribadi ataupun golongan, maupun keluarganya.

13. Dibyacita
Seorang pemimpin harus lapang dada dan bersedia menerima pendapat orang lain atau bawahannya (akomodatif dan inspiratif).

14. Sumantri
Seorang pemimpin harus tegas, jujur, bersih dan berwibawa.

15. Nayaken Musuh
Seorang pemimpin harus dapat menguasai musuh-musuhnya, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, termasuk juga yang ada di dalam dirinya sendiri (nafsunya/sadripu).

16. Ambek Parama Art
Seorang pemimpin harus pandai menentukan prioritas atau mengutamakan hal-hal yang lebih penting bagi kesejahteraan dan kepentingan umum.

17. Waspada Purwa Arta
Seorang pemimpin harus selalu waspada dan mau melakukan mawas diri (instropkesi) untuk melakukan perbaikan.

18. Prasaja
Seorang pemimpin harus berpola hidup sederhana (Aparigraha), tidak berfoya-foya atau serba gemerlap.

Selain itu, Gajah Mada juga mengamalkan ajaran dari Prabu Arjuna Sasrabahu dalam pewayangan, yang merumuskan ilmu kepemimpinan yang dikenal dengan Panca Titi Darmaning Prabu atau lima kewajiban sang pemimpin. Yaitu:

1. Handayani Hanyakra Purana
Seorang pemimpin senantiasa memberikan dorongan, motivasi dan kesempatan bagi para generasi mudanya atau anggotanya untuk melangkah ke depan tanpa ragu-ragu.

2. Madya Hanyakrabawa
Seorang pemimpin di tengah-tengah masyarakatnya senantiasa berkonsolidasi memberikan bimbingan dan mengambil keputusan dengan musyawarah dan mufakat yang mengutamakan kepentingan rakyat.

3. Ngarsa Hanyakrabawa
Seorang pemimpin sebagai seorang yang terdepan dan terpandang senantiasa memberikan panutan-panutan yang baik sehingga dapat dijadikan suri tauladan bagi masyarakatnya.

4. Nir bala Wikara
Seorang pemimpin tidaklah selalu menggunakan kekuatan atau kekuasaan di dalam mengalahkan musuh-musuh atau saingan politiknya. Namun berusaha menggunakan pendekatan pikiran dan lobi, sehingga dapat menyadarkan dan disegani pesaing-pesaingnya.

5. Ngarsa Dana Upaya
Seorang pemimpin sebagai seorang kesatria harus senantiasa berada didepan dalam mengorbankan tenaga, waktu, materi, pikiran, bahkan jiwanya untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup masyarakatnya.

Terdapat pula beberapa kriteria yang harus dimiliki dalam kepemimpinan, sehingga semakin menunjang keberhasilan dari seorang pemimpin maupun mereka yang dipimpin. Diantaranya sebagai berikut:

1. Abikamika
Pemimpin harus tampil simpatik, berorientasi kebawah dan mengutamakan kepentingan rakyat banyak dari pada kepentingan pribadi atau golongan.

2. Prajna
Pemimpin harus bersikap arif dan bijaksana, menguasai agama, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat dijadikan panutan bagi rakyatnya.

3. Usaha
Pemimpin harus proaktif, berinisiatif, kreatif dan inovatif (pelopor pembaharuan) serta rela mengabdi tanpa pamrih untuk kesejahteraan rakyatnya.

4. Atma Sampal
Pemimpin harus mempunyai kepribadian: berintegritas tinggi, moral yang luhur serta obyetif dan mempunyai wawasan yang jauh ke masa depan demi kemajuan bangsanya.

5. Sakya Samanta
Pemimpin sebagai fungsi kontrol harus mampu mengawasi bawahan (efektif, efisien dan ekonomis) dan berani menindak secara adil bagi yang bersalah tanpa pilih kasih (tegas).

6. Aksudra Pari Sakta
Pemimpin harus akomodatif, mampu memadukan perbedaan dengan jalan permusyawaratan dan pandai berdiplomasi, menyerap aspirasi dari bawahan dan rakyatnya.

Memperhatikan apa yang pernah diterapkan oleh Mahapatih Gajah Mada, maka menjadi jelaslah bahwa kepemimpinan itu sangatlah penting. Namun lebih penting lagi tentang bagaimana memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin yang baik dan menjadi seorang yang dipimpin secara benar. Gajah Mada memiliki strategi dan kemampuan yang sangat baik, sebab ia pun sadar bahwa untuk suksesnya pencapaian tujuan dari suatu perkumpulan, maka sangat tergantung dari proses kerjasama dan rasa saling membutuhkan diantara anggota dan pemimpinnya.

Jadi, untuk menjadi sebuah bangsa yang besar dan berwibawa, maka baiklah kita mengambil pelajaran dari semua yang telah dijabarkan oleh nenek moyang kita itu. Dari setiap prinsipnya, tidak satupun yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran. Semuanya sangat relevan dengan kehidupan kita sekarang. Bahkan patut diterapkan sebagai tolak ukur keberhasilan.

Yogyakarta, 18 April 2010
Mashudi Antoro (Oedi`)

About these ads
 
21 Komentar

Posted by pada April 18, 2010 in Tulisan_ku

 

21 responses to “18 Ilmu Kepemimpinan Gajah Mada (Asta Dasa Kotamaning Prabu)

  1. andika

    April 22, 2010 at 4:57 am

    begitu ya mas..wah baru tau ne, banyak ilmu pengetahuan yg tertuang di blog ini sayang untuk di lewatkan.
    ditunggu postingan terbarunya mas hehehe…

     
    • oedi

      April 22, 2010 at 9:39 am

      Okey… makasih dik untuk dukungannya…..
      Nanti kalu ada tulisan terbaru, segera deh di upload….
      chayoo…

       
      • mahesa jati

        November 19, 2010 at 1:13 am

        saya sngat mnginspirasikan Beliau/Patih… tapi sayang bnyak situs yg hilang ditrowulan, yg kdang digunakan utk kpntingan pribadi

         
      • oedi

        November 20, 2010 at 4:45 am

        Yup, benar sekali yang Anda katakan, entah mengapa banyak diantara kita yang begitu sulitnya menghargai nilai-nilai luhur masa lalu dan sejarah dari bangsa kita ini. Buktinya dengan begitu banyak situs dan peninggalan sejarah masa lalu yang diabaikan bahkan di jual ke pasar gelap dengan tidak bertanggungjawab.
        Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.

         
  2. Tommy

    Desember 15, 2010 at 12:36 pm

    siip..

     
    • oedi

      Desember 16, 2010 at 4:19 am

      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.

       
    • HEROE

      Desember 11, 2012 at 8:18 am

      mantap…inspirasi untuk mengangkat semangat generasi muda

       
  3. hengki

    Januari 21, 2011 at 11:28 pm

    seandainy pemimpn2 qt sepert nenek moyang qt GAJAH MADA.pasti negara indonesia menjadi negara yg makmur dan d segani

     
    • oedi

      Januari 22, 2011 at 7:23 am

      Ya, benar sekali. Seandainya para pemimpin kita memiliki sifat dan karakter yang mendekati Gajah Mada maka bangsa ini akan jauh lebih baik, bahkan akan menjadi mercusuar dunia dalam peradaban dan kemajuan.
      Terimakasih atas kunjungan dan dukunganya, semoga menjadi inspirasi dan mendatangkan manfaat.

       
  4. kasta jingga

    Februari 2, 2011 at 12:38 pm

    kasta jingga atau poetra sasak…..makasi banyak mas,baru tau kalau diblok ini kaya akan kasanah sejarah dan budaya kita,,,,mas kami jadi penasaran tentang kerajaan terbesar ini, rasanya ingin kembali kemasa silam untuk bisa menyaksikan betapa besarnya kerajaan majapahit ini,,,,,

     
    • oedi

      Februari 2, 2011 at 1:31 pm

      Wah saya yang mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
      Untuk isi di blog ini, semua itu adalah upaya saya untuk mengingatkan terutama diri sendiri bahwa jangan pernah melupakan sejarah kita karena sejatinya kita itu hebat dan cerdas sejak zaman dulu. Bahkan kalau dikaitkan dg peradaban bangsa Atlantis, maka kita dulu pernah menjadi kiblat peradaban dunia. Jadi gak ada alasan untuk selalu ketinggalan dg bangsa maju di dunia.
      Ya, saya setuju dengan Anda, kalu punya lorong waktu maka saya ingin kembali ke masa silam dimana Majapahit masih berjaya di Nusantara. Ini agar bisa mengambil pelajaran sebanyak mungkin untuk bisa kembali membangkitan peradaban orang2 di Indonesia.
      Semoga Indonesia secepatnya kembali pada fitrah bangsanya. Yang pernah menjadi mercusuar dunia.

       
  5. kasta jingga

    Februari 2, 2011 at 12:46 pm

    Seharusnya bangsa indonesia dan para pemimpin sasat ini harus sering2 membaca sejarah kerajaan megah ini biar bisa belajar memimpin bangsa dan negara,,,,,dan kalau bisa bangkitkan kembali kejayaan majapahit kuno menjadi majapahit(indonesia) abad ini

     
    • oedi

      Februari 2, 2011 at 1:44 pm

      Nah itu dia, mungkin para pemimpin kita benar2 tidak tau atau bahkan telah sengaja melupakan sejarah. Makanya bangsa kita tetap saja ketinggalan dr bangsa maju di dunia.
      Mari, kita mengulang kejayaan nenek moyang kita dulu, tidak hanya majapahit tp mungkin juga Sri Wijaya (karena wilayahnya sampai ke Srilangka) atau Jawa Dwipa dan Dwipantara. Karena pada dasarya kita sudah punya modal yang cukup untuk itu.
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.

       
  6. kasta jingga

    Februari 2, 2011 at 12:50 pm

    18 ilmu kepemimpinan GAJAH MADA seharusnya dijiwai oleh bangsa dan pemimpin negeri saat ini,,,nenek moyang kita punya prinsip”DIAM DIAM UBI BERISI”.kalu pemimpin sekarang.”TONG KOSONG NYARING BUNYINYA”.

     
    • oedi

      Februari 2, 2011 at 1:50 pm

      Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas kunjungan dan dukungannya di tulisan ini.
      Yup. Saya setuju dengan Anda, yang namanya tong itu akan nyaring bunyinya kalau kosong. Itu pula yg mungkin terjadi pada para pemimpin kita. Sehingga saya menjadi sangat khawatir kalau2 akan ada revolusi terbesar bagi negeri ini.

       
  7. nurmaghribitan

    Oktober 4, 2011 at 2:42 am

    terimakasih atas pengetahuannya & apakah perlu ada gajah mada ketiga setelah sukarno, berpesan jasmerah ,setelah kesuksesan terselip kesombongan, masih teringagtkah atas kehilapan gajah kita ganyang malaysia, ganyang mapia, perang pada narkoba ,perang pada teroris, bukannya seperti uje ya tuhan kami lindungilah bangsa kami ,itulah yang jadi korban masyarakat kita

     
    • oedi

      Oktober 8, 2011 at 3:17 am

      Terimakasih juga karena kunjungan dan dukungannya di tulisan ini, semoga bermanfaat… :)
      Hmm… kini, negeri ini sangat membutuhkan sosok seperti Gajah Mada di zaman majapahit, dimana sosok semacam ini memang benar2 mengabdi demi kepentingan bangsa dan negara… kepentingan rakyat adalah hal yang pertama dan utama… sedangkan sosok sukarno yg Anda maksudkan, menurut saya tetap tidak sama dengan atau tidak bisa dikatakan sebagai Gajah Mada kedua (karena banyak ketidaksamaannya), jadi kita sekarang memang harus menunggu Gajah Mada kedua di masa millenium ini… Sabar deh… gak lama lagi akan muncul kok.. :D

       
  8. tituspermadi

    Oktober 29, 2011 at 9:33 am

    Kepemimpinan Gajah Mada patut diteladani

     
    • oedi

      Oktober 30, 2011 at 3:41 am

      Yup… benar sekali, dan kepemimpinan seperti beliaulah yang sangat dirindukan oleh bangsa ini kalau ingin menjadi bangsa/negara yang maju, namun sayang sudah langka bahkan tidak ada lagi…
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… :)

       
  9. Dimas

    Februari 15, 2012 at 6:59 am

    Gaya kepemimpinan Gajah Mada memang patt dijadikan pedoman.

     
    • oedi

      Februari 17, 2012 at 7:14 am

      Yup.. benar sekali, dan sudah saatnya kita menjadikannya sebagai corak dan pedoman bagi kepemimpinan bangsa ini… bila emang mau maju dan berjaya.. :)
      Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. :)

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 124 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: