RSS

Asal Usul dan Riwayat Singkat dari Siti Khadijah (Istri pertama Rasulullah SAW)

14 Des

Di antara istri-istri Nabi SAW maka Siti Khadijah lah yang terdekat dalam hal Nasab (silsilah) dengan beliau. Nasab mereka juga bertemu, khususnya pada Qushai.

Berikut silsilahnya;

Nabi Muhammad SAW ;
-> Ahmad (Muhammad SAW) bin Abdullah bin Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah

Siti Khadijah ;
-> Siti Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul `Uzza bin Qushai.

Siti Khadijah adalah seorang janda keturunan bangsawan Quraisy. Ini terjadi karena ia telah dua kali menikah, yang pertama dengan `Atieq al-Makhzumy seorang laki-laki yang masih tergolong keluarga bangsawan Quraisy. Pernikahan dengan `Atieq ini berlangsung cukup lama namun hanya menurunkan seorang putri yang bernama Hindun karena `Atieq sendiri meninggal dunia.

Kedua, Siti Khadijah menikah lagi dengan seorang yang masih tergolong bangsawan Quraisy. Dia adalah Nabbasy bin Zurarah. Perkawinan kedua ini menurunkan seorang putra bernama Halal dan seorang putri yang bernama Hindun. Perkawinan kedua ini tidak berlangsung lama karena Nabbasy juga akhirnya meninggal dunia sehingga untuk yang kedua kalinya Siti Khadijah harus menjanda.

Siti Khadijah mempunyai pribadi yang luhur dan akhlak yang mulia. Dalam kehidupannya sehari-hari, maka ia senantiasa memelihara kesucian dan martabat dirinya. Ia jauhi adat istiadat yang tidak senonoh dari kaum wanita Arab Jahiliyah, sehingga oleh penduduk Makkah ia diberi gelar At-Thahirah.

Siti Khadijah adalah seorang wanita yang tajam pikirannya dengan bukti bahwa ia pernah menerjemahkan dan menyalin kitab Injil dari bahasa Ibrani ke bahasa Arab. Ia lapang dada, kuat hikmahnya dan tinggi cita-citanya dengan bukti bahwa dialah yang sangat mendorong suaminya (Nabi Muhammad SAW) untuk mencari hakekat kebaikan dan kebenaran yang mutlak dengan bertafakur, dan bertahannuts di dalam gua Hira`.

Siti Khadijah juga suka menolong mereka yang hidup dalam kekurangan dan sangat penyantun kepada orang lemah. Disamping itu beliau juga pandai dalam berdagang. Perdagangannya tidak dikerjakan sendiri melainkan dibawa oleh beberapa orang kepercayaan atau orang-orang yang sengaja mengambil upah untuk membawakan dagangannya ke negeri Syam dan negeri-negeri lain di sekitar Jazirah Arab. Perdagangannya sangat maju, sehingga ia terhitung sebagai seorang wanita yang kaya raya (konglomerat) namun sangat dermawan dalam masyarakat Quraiys.

Meskipun Khadijah telah dua kali menjanda dan memiliki anak, tetapi banyak lelaki yang meminangnya untuk dijadikan istri. Namun semua lamaran itu ia tolak dengan nada yang santun dan halus, sehingga semua mereka yang mendapatkan penolakan tidak merasa tersinggung dan terhina.

Demikianlah sekelumit pribadi dari seorang Siti Khadijah yang akhirnya terpilih sebagai pendamping hidup Rasulullah Muhammad SAW dalam upaya memperbaiki akhlak kaumnya yang telah bergelimang lumpur kesesatan dan kehinaan ke derajat kemuliaan dan kebahagiaan dunia dan akherat.

Peranan Siti Khadijah bagi suaminya dan Islam
Dapat disimpulkan selain sebagai seorang istri yang patuh dan setia kepada suaminya, maka Siti Khadijah memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan Rasulullah SAW. Beliau memiliki peran di saat menjelang/sebelum, saat menerima wahyu pertama dan pengangkatan sebagai utusan Allah SWT dan selama masa kenabian. Diantaranya adalah sebagai berikut;

  1. Siti Khadijah kenal benar akan jiwa, pribadi serta akhlak suaminya sejak kecil bahkan hingga dewasa dan kemudian menjadi suaminya. Dimana ia tidak suka dengan adat istiadat kaumnya yang menyembah berhala, demikian juga ia sangat benci kegemaran kaumnya yang senang meminum Khamar, berzina dan perbuatan-perbuatan yang di luar perikemanusiaan, seperti mengubur hidup-hidup anak bayi perempuan mereka sendiri karena malu, takut sial dan miskin.
  2. Siti Khadijah memberi suaminya kesempatan dan keleluasaan yang sebesar-besarnya untuk memasuki kehidupan berpikir dan alam Nafsani untuk mencari hakekat yang benar dan mutlak. Suaminya diberi dorongan semangat agar terus mencari hakikat yang benar, baik dan mutlak itu dengan tidak dibebani persoalan-persoalan rumah tangga dan untuk membantu melancarkan roda perdagangan karena semuanya telah di urus oleh Siti Khadijah. Dan ketika suaminya bertafakur dan bertahannuts di gua Hira`, maka dialah yang menyediakan segala macam perbekalan untuk tinggal beberapa waktu di sana.
  3. Siti Khadijah senantiasa menyakinkan suaminya ketika sang suami dalam keraguan dan kebimbangan menghadapi kejadian-kejadian yang dilihatnya dalam tidur (mimpi yang benar). Beliau berkata kepada Rasulullah SAW bahwa dengan akhlaknya yang mulia dan tidak pernah berdusta atau menyakit hati orang lain mustahil ia di ganggu oleh jin dan syaitan.
  4. Setika suaminya dalam kegelisahan dan kebingungan setelah menerima wahyu yang pertama, Siti Khadijah menghibur dan menyakinkan hati suaminya bahwa ia akan menjadi Nabi dan akan mengangkat tinggi derajat kaumnya.
  5. Ketika suaminya menerima wahyu yang kedua berisi perintah menyuruh mulai bekerja dan berjuang menyiarkan agama Allah dan mengajak kaumnya kepada agama tauhid, Siti Khadijah adalah orang pertama yang percaya bahwa suaminya adalah Rasulullah dan kemudian ia menyatakan ke Islamannya tanpa ragu-ragu dan bimbang sedikitpun.

Begitulah sekelumit peranan dari Siti Khadijah sebagai istri dan wanita pilihan yang memang telah ditetapkan oleh Allah SWT dalam Qadar-Nya. Ia memiliki andil yang sangat besar dalam usaha suaminya untuk menyeru dan mengajak kaumnya kepada agama tauhid dan meninggalkan agama berhala serta adat istiadat jahiliyah yang sesat.

Semoga akan terus ada Khadijah-Khadijah lain di masa kita menjalani hidup dan kehidupan sekarang ini. Amiin.

Yogyakarta, 10 Oktober 2009
Mashudi Antoro (Oedi`)

Sumber tulisan:
Jakarta, I Maret 1971. Al-Qur`an dan Terjemahnya. (dari; Khadim al-Haraman Asy Syarifan (pelayan kedua tanah suci) Raja Fadh Ibn `Abd al-Aziz al-Sa`ud)

About these ads
 
25 Komentar

Posted by pada Desember 14, 2009 in Tulisan_ku

 

25 responses to “Asal Usul dan Riwayat Singkat dari Siti Khadijah (Istri pertama Rasulullah SAW)

  1. munjaria ca'em gaja

    Januari 23, 2010 at 3:31 am

    subbhanauloh, sungguh mulia siti khadijah

     
    • oedi

      September 29, 2010 at 8:23 am

      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.

       
  2. kiki ihya

    September 22, 2010 at 3:26 am

    segala fuji bagi yang maha Agung yang telah menciptakan manusia yang mulia

     
    • oedi

      September 23, 2010 at 3:19 am

      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya pada tulisan ini, semoga bermanfaat.

       
  3. kiki ihya

    September 22, 2010 at 3:28 am

    aku mencintai semua keturunan Rasulullah yang mulia dan para orang yang sholeh

     
    • oedi

      September 23, 2010 at 3:20 am

      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya pada tulisan ini, semoga bermanfaat.
      Subhanallah…. jika memang demikian adanya…. saya turut bahagia….

       
  4. Fadlil Sangaji

    November 13, 2010 at 8:55 am

    Jadi kepikiran jodoh dan mati Tuhan yang memegang kuasa,,, Subhanallah.
    Tengs Oed, semoga hidup mu diberkahi Alloh..

     
    • oedi

      November 13, 2010 at 10:01 am

      Subhanallah…. begitu juga ku harapkan demi kehidupanmu Fa,
      Ya begitulah Allah SWT dengan segala kehendak-Nya yang tidak seorangpun dapat menghidarinya.
      hehe… Kenapa? pengen cepetan nyusul Upik ya?
      Makasih udah mau berkunjung dan membaca tulisan sederhana ini, semoga yang terbaik dari Allah menjadi milik kita. amin.

       
  5. Tiimeh

    November 13, 2010 at 8:56 am

    subhanallah,,,
    “manusia pilihan” manusia yg paling mulia disisiNYA,,,
    semoga kemuliaan Akhlaqul Karimah khadijah, dpt kita (kaum wanita) jdkan panutan & pelajaran agr kitapun dpt mjd wanita yg mulia dihadapan Tuhan, disisi suami & ditengah org2 yg diberkahi,,,
    amiin ya robbal aalamiin … !!

     
    • oedi

      November 13, 2010 at 10:04 am

      Amiiiin…. Semoga apa yang menjadi doa kebaikan dari generasi Hawa yang mulia menjadi kenyataan. Agar para cucu Adam senantiasa terkawal dan ditemani kebahagiaan cinta yang sesungguhnya.
      Makasih udah mau berkunjung dan meraih keindahan di setiap hikmat tulisan ini. Semoga bermanfaat.

       
  6. oman

    Januari 25, 2011 at 9:42 am

    gan, saya berterima kasih sekali, selama ini saya mencari-cari siapa saja mantan-mantan suami siti khadijah. tolong dong gan kalo bisa agan tambahin latar belakang para mantan suami siti khadijah… terima kasih.

     
    • oedi

      Januari 25, 2011 at 11:28 am

      Terimakasih juga karena sudah mau berkunjungan dan mendukung tulisan ini, semoga bermanfaat.
      Okey, kalau saya sudah mendapatkan data-data tambahan mengenai riwayat mantan suami Siti Khadijah akan segera saya tambahkan di tulisan ini. Mungkin akan memakan waktu lama karena data2 yg dimaksud itu sulit sekali mendapatkannya….

       
  7. Manda

    Mei 13, 2011 at 2:33 pm

    Assalamu’alaikum.. Maaf sebelumnya. Saya juga pernah baca tentang siti khadijah dari sebuah sumber, tapi kenapa ya nama suami pertama dan keduanya berbeda. Menurut sumber yang saya baca suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy. Sungguh, saya agak sedikit bingung. Mohon penjelasannya ya Pak.. Wasalam.. :)

     
    • oedi

      Mei 14, 2011 at 3:55 am

      Wa`alaikumsalam…
      Itu sumbernya dari mana? Kalau saya pribadi lebih percaya dengan yang sudah saya tuliskan diatas, karena itu bersumber langsung dari Mushaf “Al-Qur`an dan Terjemahnya” yang di cetak di Madinah tahun 1971. Yang bersumber dari Khadim al-Haraman Asy Syarifan (pelayan kedua tanah suci) Raja Fadh Ibn `Abd al-Aziz al-Sa`ud. Dimana di dalam cetakan Mushaf ini ada penjelasan tentang riwayat singkat dari Siti Khadijah sebelum dan sesudah menjadi istri Rasulullah SAW. Logikanya, Mushaf ini telah direkomendasikan oleh Raja Arab Saudi (Raja Fadh Ibn `Abd al-Aziz al-Sa`ud) dan tidak mungkin berani tim penyusun Mushaf Al-Qur`an atau penerbit memberikan penjelasan tentang riwayat Siti Khadijah bila itu salah. Apalagi Mushaf ini adalah bagian dari dakwah dan biasanya di bagi-bagikan kepada para jamaah Haji dan Umrah dari seluruh dunia, khususnya dari Indonesia.
      Semoga ini bisa menjelaskan. Terimakasih. :)

       
      • Manda

        Mei 22, 2011 at 1:39 pm

        Ini yang saya baca tentang siti khadijah Pak.. http://www.geni.com/people/Khadijah-al-Kubra-r-a/6000000000737643783 Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak atas penjelasannya dari bapak. Sungguh bermanfaat ilmu yang Bapak berikan.. :)

         
      • oedi

        Mei 23, 2011 at 1:54 am

        Syukurlah kalau demikian, jadi ikutan senang deh.. :)
        Hmm… dari sana toh sumbernya…setelah saya cek artikelnya, disana gak ada sumber yg dari Mekkah atau Madinah (shahih seperti yg saya sadur). Ya saya akan tetap lebih menyakini apa yg saya sadur (dari “Al-Qur`an dan Terjemahnya” yg diterbitkan oleh Arab Saudi di Madinah).
        Oh ya… jangan panggil bapak dunk… kelihatan tua banget…. panggil mas atau nama saja biar lebih enak… hehe… :D
        Okey… terimakasih atas kunjungan dan perhatiannya, semoga tetap bermanfaat.

         
  8. Manda

    Mei 23, 2011 at 4:56 am

    Oooo… begitu ya Pak. Eh Mas. Hehehehe…. Ok2, makasih banyak nich Mas infonya. Senang bisa berbagi sama Mas… :)

     
    • oedi

      Mei 23, 2011 at 5:02 am

      Okey.. sama2 deh… senang juga karena ada yg mau berbagi informasi…chayooo… :D

       
  9. banyu biru

    September 3, 2011 at 3:20 am

    Jadi agamanya Siti Khadijah itu apa Mas? kelihatannya agama/kepercayaan yg di anut Siti Khadijah itu monogami deh dilihat dari riwayat hidupnya, dan pernikahannya yg terakhir. Poligami terjadi setelah Khadijah meninggal

     
    • oedi

      September 8, 2011 at 5:44 am

      Ya Islam dong, kan beliau istri Rasulullah SAW. Tapi emang sebelumnya beliau bukan beragama Islam melainkan menganut agama Nasrani (bahkan beliau pernah menerjemahkan dan menulis isi kitab Injil dari bahasa Ibrani ke bahasa Arab => sungguh wanita yang luar biasa dan mulia). Baru setelah Rasulullah SAW menerima wahyu kenabiannya, Siti Khadijah pun memeluk Islam, bahkan beliau adalah orang yang pertama memeluk Islam karena beliau pula yang pertama kali mengetahui dan mempercayai kenabian Muhammad serta meyakini ajaran yang beliau bawa yaitu Islam.
      Masalah pernikahannya, beliau memang selalu monogami sejak suaminya yg pertama hingga ke Rasulullah SAW, dan Rasulullah SAW pun tidak pernah menikahi wanita lain selama Siti Khadijah masih hidup. Poligami beliau lakukan setelah Siti Khadijah wafat.
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… :)

       
      • huda

        Agustus 1, 2012 at 7:21 am

        mas tanya.. Sejak Kapan islam itu datang or ada. Dan apa sbnarnya agama dari nasab keatas keturunan nabi kita (qushai)

         
  10. reganapoina

    Juli 16, 2013 at 6:54 am

    ruar biasa…

     
  11. TrustMan

    November 13, 2013 at 1:42 pm

    Wah kalo begitu akad nikahnya pake ritual Nazarani .
    Selama ini yg gue baca hanya kerabat Siti Khadijah aja yg nyalin Injil ( Waraqah bin Naufal )
    Tapi ternyata beliau juga ikutan menyalin Injil.

    Bila beliau bisa baca n tulis, apakah suaminya dibiarkan gak bisa nulis?

     
    • oedi

      November 13, 2013 at 10:14 pm

      Hmm.. masalah akad nikahnya saya belum tau pastinya… pada saat itu apakah memakai adat Quraisy atau yg lainnya…
      Ya, menurut saya, dengan adanya Siti Khadijah RA menyalin injil, maka terlihat bahwa beliau ini bukanlah orang kafir yg menyembah batu.. beliau sudah memeluk agama yang pernah di turunkan kepada Nabi Isa AS sebelumnya, meskipun saat itu sudah tidak lagi sesuai dg yang aslinya, karena sudah banyak berubah sepeninggalan Nabi Isa AS. Artinya, beliau adalah orang cerdas dan beriman menurut ukuran sebelum di turunkannya agama yang Haq kepada Rasulullah Muhammad SAW.
      Masalah baca tulis, Siti Khadijah RA tidak membiarkan suaminya tetap gak bisa baca tulis, karena kalau mau dg semangat beliau pun akan mengajarkan suaminya tersebut dan tentunya pelajaran baca tulis itu akan cepat dan lancar, karena Rasulullah SAW sendiri adalah orang yang cerdas dan cepat menangkap pelajaran… Bukan itu alasannya, karena hal itu memang berasal dari kehendak Allah SWT dan Rasulullah sendiri. Salah satu alasan mengapa Rasulullah Muhammad SAW tetap tidak bisa baca tulis sementara istrinya pintar baca tulis adalah agar tidak ada keraguan dari orang Quraisy terhadap Al-Qur`an. Kalau beliau bisa baca tulis, pastinya orang2 Quraisy akan langsung bilang jika Al-Qur`an itu adalah karangan Muhammad, bukan dari Tuhan. Wong dg beliau gak bisa baca tulis aja orang2 Quraisy masih saja gak percaya dan bilang Al-Qur`an hanyalah karangan Muhammad, apalagi kalau beliau bisa baca tulis?

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 124 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: