# Epos Mahabarata
Kisah ini menceritakan konflik hebat keturunan Pandu dan Dristarasta dalam memperebutkan takhta kerajaan. Menurut sumber yang saya dapatkan, epos ini ditulis pada tahun 1500 SM. Namun fakta sejarah yang dicatat dalam buku tersebut masanya juga lebih awal 2.000 tahun dibanding penyelesaian bukunya. Artinya peristiwa yang dicatat dalam buku ini diperkirakan terjadi pada masa ±5000 tahun yang silam.
Buku ini telah mencatat kehidupan dua saudara sepupu yakni Kurawa dan Pandawa yang hidup di tepian sungai Gangga meskipun akhirnya berperang di Kurukshetra. Namun yang membuat orang tidak habis berpikir adalah kenapa perang pada masa itu begitu dahsyat? Padahal jika dengan menggunakan teknologi perang tradisional, tidak mungkin bisa memiliki kekuatan yang sebegitu besarnya.
Spekulasi baru dengan berani menyebutkan perang yang dilukiskan tersebut, kemungkinan adalah semacam perang nuklir! Perang pertama kali dalam buku catatan dilukiskan seperti berikut ini: bahwa Arjuna yang gagah berani, duduk dalam Weimana (sarana terbang yang mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal/roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh. seperti hujan lebat yang kencang, mengepungi musuh, dan kekuatannya sangat dahsyat.
Dalam sekejap, sebuah bayangan yang tebal dengan cepat terbentuk di atas wilayah Pandawa, angkasa menjadi gelap gulita, semua kompas yang ada dalam kegelapan menjadi tidak berfungsi, kemudian badai angin yang dahsyat mulai bertiup wuuus..wuuus.. disertai dengan debu pasir. Burung-burung bercicit panik seolah-olah langit runtuh, bumi merekah. Matahari seolah-olah bergoyang di angkasa, panas membara yang mengerikan yang dilepaskan senjata ini, membuat bumi bergoncang, gunung bergoyang, di kawasan darat yang luas, binatang-binatang mati terbakar dan berubah bentuk, air sungai kering kerontang, ikan udang dan lainnya semuanya mati. Saat roket meledak, suaranya bagaikan halilintar, membuat prajurit musuh terbakar bagaikan batang pohon yang terbakar hangus.
Jika akibat yang ditimbulkan oleh senjata Arjuna bagaikan sebuah badai api, maka akibat serangan yang diciptakan oleh bangsa Alengka juga merupakan sebuah ledakan nuklir dan racun debu radioaktif.
Gambaran yang dilukiskan pada perang dunia ke-2 antara Rama dan Rahwana lebih membuat orang berdiri bulu romanya dan merasa ngeri: pasukan Alengka menumpangi kendaraan yang cepat, meluncurkan sebuah rudal yang ditujukan ke ketiga kota pihak musuh. Rudal ini seperti mempunyai segenap kekuatan alam semesta, terangnya seperti terang puluhan matahari, kembang api bertebaran naik ke angkasa, sangat indah. Mayat yang terbakar, sehingga tidak bisa dibedakan, bulu rambut dan kuku rontok terkelupas, barang-barang porselen retak, burung yang terbang terbakar gosong oleh suhu tinggi. Demi untuk menghindari kematian, para prajurit terjun ke sungai membersihkan diri dan senjatanya.
Banyak spekulasi bermunculan dari peristiwa ini, diantaranya ada sebuah spekulasi baru dengan berani menyebutkan bahwa perang Mahabarata adalah semacam perang NUKLIR!!
Tapi, benarkah demikian yang terjadi sebenarnya? Mungkinkah jauh sebelum era modern seperti masa kita ini ada sebuah peradaban maju yang telah menguasai teknologi nuklir? Sedangkan masa sebelum 4000 SM dianggap sebagai masa prasejarah dimana peradaban Sumeria dianggap peradaban tertua didunia tidak ditemukan kemajuan semacam ini?
Namun selama ini terdapat berbagai diskusi, teori dan penyelidikan mengenai kemungkinan bahwa dunia pernah mencapai sebuah peradaban yang maju sebelum tahun 4000 SM.
Teori Atlantis, Lemuria, kini makin diperkuat dengan bukti tertulis seperti percakapan Plato mengenai dialog Solon dan pendeta Mesir kuno mengenai Atlantis, naskah kuno Hinduisme mengenai Ramayana & Bharatayudha mengenai dinasti Rama kuno, dan bukti arkeologi mengenai peradaban Monhenjo-Daroo, Easter Island dan Pyramid Mesir maupun Amerika Selatan.
# Penelusuran fakta ilmiah
Akhir-akhir ini perhatian saya tertuju pada sebuah teori mengenai kemungkinan manusia pernah memasuki zaman nuklir lebih dari 6000 tahun yang lalu. Peradaban Atlantis di barat, dan dinasti Rama di Timur diperkirakan berkembang dan mengalami masa keemasan antara tahun 30.000 SM hingga 15.000 SM.
Atlantis memiliki wilayah mulai dari Mediteranian hingga pegunungan Andes di seberang Samudra Atlantis sedangkan Dinasti Rama berkuasa di bagian Utara India-Pakistan-Tibet hingga Asia Tengah. Peninggalan Prasasti di Indus, Mohenjo Daroo dan Easter Island (Pasifik Selatan) hingga kini belum bisa diterjemahkan dan para ahli memperkirakan peradaban itu berasal jauh lebih tua dari peradaban tertua yang selama ini diyakini manusia (4000 SM). Beberapa naskah Wedha dan Jain yang antara lain mengenai Ramayana dan Mahabharata ternyata memuat bukti historis maupun gambaran teknologi dari Dinasti Rama yang diyakini pernah mengalami zaman keemasan dengan tujuh kota utamanya ‘Seven Rishi City’ yg salah satunya adalah Mohenjo Daroo (Pakistan Utara).
Dalam suatu cuplikan cerita dalam Epos Mahabarata dikisahkan bahwa Arjuna dengan gagah berani duduk dalam Weimana (sebuah benda mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal/roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh, lalu dalam sekejap bumi bergetar hebat, asap tebal membumbung tinggi diatas cakrawala, dalam detik itu juga akibat kekuatan ledakan yang ditimbulkan dengan segera menghancurkan dan menghanguskan semua apa saja yang ada disitu.
Yang membuat orang tidak habis pikir, sebenarnya senjata semacam apakah yang dilepaskan Arjuna dengan Weimana-nya itu?
Ada beberapa penelitian yang berusaha menguak tabir misteri kehidupan manusia di masa lampau ini. Tentang bagaimana kehidupan sosial hingga kemajuan ilmu dan teknologi mereka. Beberapa waktu belakangan banyak hasil penelitian yang mengejutkan. Dan dari berbagai sumber yang telah saya pelajari, secara umum penggambaran melalui berbagai macam teori dan penelitian mengenai subyek ini telah pula memberikan beberapa bahan kajian yang menarik, antara lain adalah:
Permulaan sebelum dua milyar tahun hingga satu juta tahun dari peradaban manusia sekarang ini teryata telah terdapat peradaban manusia. Dalam masa-masa yang sangat lama ini terdapat berapa banyak peradaban yang demikian maju namun akhirnya menuju pada sebuah kebinasaan? Dan penyebab kebinasaan itu adalah tiada lain akibat peperangan yang pernah terjadi.
Atlantis dan Dinasti Rama pernah mengalami masa keemasan (Golden Age) pada saat yang bersamaan (30.000-15.000 SM). Keduanya sudah menguasai teknologi nuklir. Keduanya memiliki teknologi dirgantara dan aeronautika yang canggih hingga memiliki pesawat berkemampuan dan berbentuk seperti UFO (berdasarkan beberapa catatan) yang disebut Vimana (Rama) dan Valakri (Atlantis).
Penduduk Atlantis memiliki sifat agresif dan dipimpin oleh para pendeta (enlighten priests), sesuai naskah Plato. Dinasti Rama memiliki tujuh kota besar (Seven Rishi’s City) dengan ibukota Ayodhya dimana salah satu kota yang berhasil ditemukan adalah Mohenjo-Daroo. Persaingan dari kedua peradaban tersebut mencapai puncaknya dengan menggunakan senjata nuklir.
Para ahli menemukan bahwa pada puing-puing maupun sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo-Daroo mengandung residu radio-aktif yang hanya bisa dihasilkan lewat ledakan Thermonuklir skala besar. Dalam sebuah seloka mengenai Mahabharata, diceritakan dengan kiasan sebuah senjata penghancur massal yang akibatnya mirip sekali dengan senjata nuklir masa kini.
Beberapa Seloka dalam kitab Wedha dan Jain secara eksplisit dan lengkap menggambarkan bentuk dari ‘wahana terbang’ yang disebut ‘Vimana’ yang ciri-cirinya mirip piring terbang masa kini. Sebagian besar bukti tertulis justru berada di India dalam bentuk naskah sastra, sedangkan bukti fisik justru berada di belahan dunia barat yaitu Piramid di Mesir (Foto: relief jenis pesawat di Piramida Mesir di bawah ini) dan Amerika Selatan.

Foto: relief jenis pesawat di Piramida Mesir
Dari hasil riset dan penelitian yang dilakukan ditepian sungai Gangga di India, para arkeolog menemukan banyak sekali sisa-sisa puing-puing yang telah menjadi batu hangus di atas hulu sungai. Batu yang besar-besar pada reruntuhan ini dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Jika ingin melebur bebatuan tersebut, dibutuhkan suhu paling rendah 1.800 °C. Bara api yang biasa tidak mampu mencapai suhu seperti ini, hanya pada ledakan nuklir baru bisa mencapai suhu yang demikian.
Di dalam hutan primitif di pedalaman India, orang-orang juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus. Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batuan didalam bangunan juga telah dikacalisasi. Selain di India, Babilon kuno, gurun sahara, dan guru Gobi di Mongolia juga telah ditemukan reruntuhan perang nuklir prasejarah. Batu kaca pada reruntuhan semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir saat ini.
Bukti ilmiah peradaban Veda. Bukti-bukti arkeologis, geologis telah terungkap dari penemuan fosil-fosil maupun artefak- alat yang digunakan manusia pada masa itu telah terbukti menunjukkan bahwa peradaban manusia modern telah ada sekitar ratusan juta bahkan miliaran tahun yang lalu. Bukti-bukti tersebut diungkapkan oleh Michael Cremo, seorang arkeolog senior, peneliti dan juga penganut weda dari Amerika, dengan melakukan penelitian lebih dari 8 tahun.
Dari berbagai belahan dunia termasuk juga dari Indonesia telah dapat mengungkapkan misteri peradaban weda tersebut secara bermakna. Laporan tersebut ditulis dalam beberapa buku yang sudah diterbitkan seperti ; Forbidden Archeology, The Hidden History of Human Race, Human Devolution: A Vedic alternative to Darwin’s Theory, terbitan tahun 2003. Dalam buku tersebut akan banyak ditemukan fosil, artefak- peninggalan berupa kendi, alas kaki, alat masak dan sebagainya yang telah berusia ratusan juta tahun bahkan miliaran tahun, dibuat oleh manusia yang mempunyai peradaban maju, tidak mungkin dibuat oleh kera atau primata yang lebih rendah.
Dari buku-buku tersebut juga ditemukan adanya manipulasi beberapa arkeolog dengan mengubah dimensi waktunya, hal ini bertujuan untuk mendukung teori evolusi Darwin, karena kenyataannya teori evolusi masih sangat lemah. Bukti ilmiah sudah dengan jelas menyatakan bahwa peradaban weda telah ada miliaran tahun. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa perang besar di tanah suci Kukrksetra, kota Dwaraka, sungai suci Sarasvati dan sebagainya merupakan suatu peristiwa sejarah, bukan sebagai mitologi. Setiap kali kongres para arkeolog dunia selalu menyampaikan bukti-bukti baru tentang peradaban Barthavarsa purba. Dibawah ini ditampilkan sekelumit dari bukti ilmiah tersebut.
Sebenarnya masih banyak bukti ilmiah lainnya yang menunjukkan peradaban weda tersebut, sehingga Satya yuga, Tretha yuga, Dvapara yuga dan Kali yuga dengan durasi sekitar 4.320.000 tahun merupakan suatu sejarah peradaban manusia modern yang memegang teguh perinsip dharma.
Perang Bharatayuda. Para arkeolog terkemuka dunia telah sepakat bahwa perang besar di Kuruksetra merupakan sejarah Bharatavarsa (sekarang India) yang terjadi sekitar 5000 tahun yang lalu. Sekarang para peneliti hanya ingin menentukan tanggal yang pasti tentang peristiwa tersebut. Dari hasil pengamatan beserta bukti-bukti ilmiah. Dari berbagai estimasi maka dibuatlah suatu usulan peristiwa-peristiwa sebagai berikut:
* Sri Krishna tiba di Hastinapura diprakirakan sekitar 28 September 3067 SM
* Bhishma pulang ke dunia rohani sekitar 17 Januari 3066 SM
* Balarama melakukan perjalanan suci di sungai Saraswati pada bulan Pushya 1 Nov. 1, 3067 SM
* Balarama kembali dari perjalanan tersebut pada bulan Sravana 12 Dec. 12, 3067 SM
* Gatotkaca terbunuh pada 2 Desember 3067 SM.
Dan banyak lagi penanggalan peristiwa-peristiwa penting sudah di kalkulasi.
* Kota kuno Dvaraka. Demikian juga keberadaan kota Dvaraka yang dulu menjadi misteri, kota tersebut disebutkan dalam Mahabharata bahwa Dvaraka tenggelam di pantai. Doktor Rao adalah seorang arkeolog senior yang dengan tekun menyelidiki dengan “marine archaeology” dan hasilnya ditemukannya reruntuhan kota bawah laut, beserta ornamennya, didaerah Gujarat. Dwaraka, kota kerajaan Sri Krishna masa lalu.
* Sungai Sarasvati. Keberadaan kota purba Harrapa dan Mohenjodaro serta keberadaan sungai suci Sarasvati telah dijumpai dalam Rig Weda, namun tidak diketahui keberadaannya, kemudian oleh NASA dengan pemotretan dari luar angkasa ternyata dijumpai sebuah lembah yang merupakan bekas sungai yang telah mengering, namun dalam kedalaman tertentu masih tampak ada aliran air di wilayah Pakistan yang bermuara ke lautan Arab, arahnya sesuai dengan yang digambarkan dalam sastra.
* Jembatan Alengka. Pemotretan luar angkasa yang dilakukan oleh NASA telah menemukan adanya jembatan mistrius yang menghubungkan Manand Island (Srilanka) dan Pamban Island (India) sepanjang 30 Km, dengan lebar sekitar 100 m, tampak pula jembatan tersebut buatan manusia dengan umur sekitar 1.750.000 tahun. Angka ini sesuai dengan sejarah Ramayana yang terjadi pada Tretha yuga. Sekarang sedang diteliti jenis bebatuannya. Jadi Ramayana itu adalah ithihasa (sejarah), bukan merupakan dongeng.



Foto: Sri Rama Bridge hasil pantauan NASA
Citra dari Rama Brige sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam, yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut sedang surut) dengan lebar hampir 100 m.
Tahun 1972 silam, ada sebuah penemuan luar biasa yang barangkali bisa semakin memperkuat dugaan bahwa memang benar peradaban masa silam telah mengalami era Nuklir yaitu penemuan tambang Reaktor Nuklir berusia dua miliyar tahun di Oklo, Republik Gabon.

Foto: Peta Oklo, Republik Gabon


Foto: bekas Reaktor Nuklir Berusia 2 Milyar Tahun di Oklo, Republik Gabon.
* Pada tahun 1972, ada sebuah perusahaan (Perancis) yang mengimpor biji mineral uranium dari Oklo di Republik Gabon, Afrika untuk diolah. Mereka terkejut dengan penemuannya, karena biji uranium impor tersebut ternyata sudah pernah diolah dan dimanfaatkan sebelumnya serta kandungan uraniumnya dengan limbah reaktor nuklir hampir sama. Penemuan ini berhasil memikat para ilmuwan yang datang ke Oklo untuk suatu penelitian, dari hasil riset menunjukkan adanya sebuah reaktor nuklir berskala besar pada masa prasejarah, dengan kapasitas kurang lebih 500 ton biji uranium di enam wilayah, diduga dapat menghasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt. Tambang reaktor nuklir tersebut terpelihara dengan baik, dengan lay-out yang masuk akal, dan telah beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.
Yang membuat orang lebih tercengang lagi ialah bahwa limbah penambangan reaktor nuklir yang dibatasi itu, tidak tersebarluas di dalam areal 40 meter di sekitar pertambangan. Kalau ditinjau dari teknik penataan reaksi nuklir yang ada, maka teknik penataan tambang reaktor itu jauh lebih hebat dari sekarang, yang sangat membuat malu ilmuwan sekarang ialah saat kita sedang pusing dalam menangani masalah limbah nuklir, manusia zaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan topografi alami untuk menyimpan limbah nuklir!
Tambang uranium di Oklo itu kira-kira dibangun dua milyar tahun yang lalu setelah adanya bukti data geologi dan tidak lama setelah menjadi pertambangan maka dibangunlah sebuah reaktor nuklir ini. Mensikapi hasil riset ini maka para ilmuwan mengakui bahwa inilah sebuah reaktor nuklir kuno, yang telah mengubah buku pelajaran selama ini, serta memberikan pelajaran kepada kita tentang cara menangani limbah nuklir.
Sekaligus membuat ilmuwan mau tak mau harus mempelajari dengan serius kemungkinan eksistensi peradaban prasejarah itu, dengan kata lain bahwa reaktor nuklir ini merupakan produk masa peradaban umat manusia. Seperti diketahui, penguasaan teknologi atom oleh umat manusia baru dilakukan dalam kurun waktu beberapa puluh tahun saja, dengan adanya penemuan ini sekaligus menerangkan bahwa pada dua miliar tahun yang lampau sudah ada sebuah teknologi yang peradabannya melebihi kita sekarang ini, serta mengerti betul akan cara penggunaannya.
Semua temuan arkeologis ini sesuai dengan catatan sejarah yang turun-temurun. Kita bisa mengetahui bahwa manusia juga pernah mengembangkan peradaban tinggi di India pada 5.000 tahun silam, bahkan mengetahui cara menggunakan reaktor nuklir, namun oleh karena memperebutkan kekuasaan dan kekayaan serta menggunakan dengan sewenang-wenang, sehingga mereka mengalami kehancuran.
Singkatnya segala penyelidikan diatas berusaha menyatakan bahwa umat manusia pernah maju dalam peradaban Atlantis dan Rama. Bahkan jauh sebelum 4000 SM manusia pernah memasuki abad antariksa dan teknologi nuklir. Akan tetapi zaman keemasan tersebut berakhir akibat perang nuklir yang dahsyat hingga pada masa sesudahnya, manusia sempat kembali ke zaman primitif. Masa primitif ini berakhir dengan munculnya peradaban Sumeria sekitar 4000 SM atau 6000 tahun yang lalu.
Lagi-lagi perang dan haus kekuasaanlah yang mengakibatkan manusia menjadi terpuruk. Dan hal ini patut kita renungkan lebih seksama sebagai buah pelajaran bahwa mengapa manusia zaman prasejarah yang memiliki sebuah teknologi maju tidak bisa mewariskan teknologinya, malah hilang tanpa sebab, yang tersisa hanya setumpuk jejak saja. Lalu bagaimana kita menyikapi atas penemuan ini?
Saudaraku, sebagai manusia sekarang, jika kita abaikan terhadap semua peninggalan-peninggalan peradaban prasejarah ini, sudah barang tentu kita pun tidak akan mempelajarinya secara mendalam, apalagi menelusuri bahwa mengapa sampai tidak ada kesinambungannya, lebih-lebih untuk mengetahui penyebab dari musnahnya sebuah peradaban itu. Dan apakah perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi kita sekarang akan mengulang seperti peradaban beberapa kali sebelumnya? Betulkah penemuan ini, serta mengapa penemuan-penemuan peradaban prasejarah ini dengan teknologi manusia masa kini begitu mirip? Semua masalah ini patut kita renungkan dalam-dalam sebagai upaya tidak mengulangi kesalahan fatal yang pernah dilakukan.
Yogyakarta, 17 Juni 2009
Mashudi Antoro (Oedi`)
Disadur dari:
* http://www.wikipedia.org
* http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_di_Kurukshetra
* http://www.erabaru.or.id
* Dajiyuan
* Ambara, Gede Ngurah \(KPC\), Thu, 04 Oktober 2007
* Pedalangan untuk SMK oleh Supriyono dkk
* Dan beberapa sumber lain di Internet

Bondan
Agustus 4, 2009 at 4:03 am
Mantaf brooo….I like it…
oedi
Agustus 6, 2009 at 8:18 am
yoi… trims utk komentarnya….
Bondan
Agustus 4, 2009 at 4:05 am
Kutunggu cerita berikutnya Bro….Tapi alangak baiknya disingkronkan dengan yang ada kita-kitab suci bro…
oedi
Agustus 6, 2009 at 8:14 am
wokey trims untuk masukannya bro.. nanti saya coba utk menggali lebih dalam lagi tentang fakta ini…
hary.manis
Oktober 30, 2009 at 10:06 am
Sungguh mantaf Bro…. jangan sekali-kali meninggalkan sejarah peradaban manusia…. kutungu bahasan tempo dulu lainnya…”prestasi peradaban manusia dari zaman ke zaman”
oedi
November 19, 2009 at 2:16 pm
Wokey…. doakan dalam waktu dekat gw bisa menambakan info yg baru…
thx
oedi
November 24, 2009 at 1:28 pm
terimakasih utk infonya…
enggar
November 27, 2009 at 7:24 am
wah kita mesti bangga,ternyata teori darwin blm begitu berpengaruh. nyatanya kita dihadapkan oleh suatu temuan yang walau blm pasti, tapi bisa mengangkat darajat manusia. q yakin bahwa kehiduapn dan penjelasan yang dibabarkan di atas benar adanya. tapi semua berbalik pada kuasa tuhan kan. yahhhhhh god bless you aj lah.
enggar
November 27, 2009 at 7:25 am
wah kita mesti bangga,ternyata teori darwin blm begitu berpengaruh. nyatanya kita dihadapkan oleh suatu temuan yang walau blm pasti, tapi bisa mengangkat darajat manusia. q yakin bahwa kehidupan dan penjelasan yang dibabarkan di atas benar adanya. tapi semua berbalik pada kuasa tuhan kan. yahhhhhh god bless you aj lah.
pamessangi
Januari 12, 2010 at 2:43 pm
kalo bisa digali lebih dalam dan luas lagi.!
two thumbs up 4 d work..
panjul
Januari 24, 2010 at 8:25 am
QreN Booz LaNjuTkan PerJuangaNmu YaNG BaiK Baik
Ucak
Februari 11, 2010 at 10:00 am
Sip…masih banyak misteri yang belum terungkap di dunia
yanz
Maret 7, 2010 at 4:56 am
bnar2 mantap..
ulasanya ckp mendetail, ditunggu crita lbih lanjutnya okay..
oedi
Maret 7, 2010 at 5:00 am
terimakasih karena Anda sudi berkunjung di blog ini….
oke, di tunggu saja perkembangannya….
sten
Maret 15, 2010 at 2:23 pm
wah semua artikel anda sangat menarik dan detail sekali..
di tunggu artikel yang menarik lainnya..
oedi
Maret 18, 2010 at 11:57 am
sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas kunjungannya di blog ini…
syukurlah kalau seandainya bisa membantu Anda untuk semakin jelas… itu tidak terlepas dari bantuan rekan-rekan bloger lainnya yang bisa menambah wawasan saya untuk bisa menulis…
chayooo
alfaiz fadli
Maret 24, 2010 at 8:05 am
ceritanya seru abisssss, di tunggu ya cerita yg unik dan menarik berikutnya
oedi
Maret 24, 2010 at 11:48 am
okey… makasih untuk kunjungan dan comentnya…
di tunggu aja cerita2 berikutnya….
yayi
April 9, 2010 at 9:28 am
kalo digambarkan secara virtual mungkin kayak film avatar 3D ato dragon ball….
mungkin ga nusantara ikut dlm perang tersebut, klo mungkin ikut, nusantara aka javadwipa berada di pihak pendawa apa kurawa ya???
oedi
April 9, 2010 at 2:35 pm
Hehe…. ya mungkin saja seperti film avatar.
Hmmm…. menurut saya kerajaan Hastinapura (pihak Kurawa) itu berada di India, sedangkan Amarta (Pendawa) berada di tanah jawa.
Ini bisa ditela`ah dari garis keturunan Pendawa sendiri, yaitu: Pandu memiliki anak bernama Arjuna (salah satu dari Pendawa lima). Arjuna ini memiliki anak bernama Abimanyu. Lalu Abimanyu ini kemudian memiliki anak bernama Parikesit yang juga merupakan raja pertama dari kerajaan Kediri (Jawa Timur).
Jadi Nusantara tentulah ikut dalam perang ini, karena Jawadwipa itu menurut saya adalah pihak Pendawa (yang baik) sendiri.
Aji
April 11, 2010 at 9:39 am
Setuju dg tulisan diatas, Memang selalu terjadi pengulangan sejarah manusia karena kealpaan manusia itu sendiri, kalo tujuan akhirnya bukan menjadi penguasa di dunia ini tapi dunia ini hanya alat supaya kita bisa mencapai tujuan utama yaitu kembali ke sang pencipta dengan kesucian bukan kekotoran oleh napsu duniawi, Mahabrata, Ramayana adalah Sejarah Abadi Peradaban Manusia yang harus selalu dijadikan pegangan, karena selalu relevan sampai jaman kapanpun tanpa membedakan suku, ras, agama. Semoga kedamaian selalu bersama seluruh umat manusia. Salam.
oedi
April 11, 2010 at 11:34 am
Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya di tulisan blog ini…
Saya sangat sependapat dengan pernyataan Anda bahwa zaman dan peradaban itu kerap kali berulang. Baik sifat maupun kelakuan setiap manusia juga demikian.
Tinggal kita sekarang yang harus mengambil pelajaran dari masa lalu itu. dan jangan sampai mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan oleh mereka tempo dulu.
wayan artama
April 14, 2010 at 3:14 pm
om namah shivaya..
”semoga peperangan bharata yudha terjadi lagi” astungkara….!
oedi
April 14, 2010 at 3:59 pm
Weit….
Ini maksudnya (peperangan) secara harfiah atau hanya sebagai kiasan saja???
tp terimakasih utk comentnya….
goomse
April 15, 2010 at 8:50 am
kok kehidupan manusia jadi kayak siklus gitu ya?
mirip2 sama reinkarnasi
mulai – kiamat – mulai – kiamat – mulai – (kiamat lagi kah?)
oedi
April 16, 2010 at 2:35 pm
Ya begitulah kodrat dan iradat yang telah Tuhan tentukan bagi umat manusia. Tinggal kita yang harus pandai mengambil pelajarannya.
Terimakasih atas kunjungannya di blog ini.
Vedasastra
April 15, 2010 at 3:04 pm
Very nice info, also visit my blog.
oedi
April 16, 2010 at 2:36 pm
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya atas tulisan di blog ini.
suryadi
April 28, 2010 at 5:38 am
great,timbul tahu sejarah
bisakah dihubungkan dg kitab2 suci
oedi
April 28, 2010 at 12:13 pm
Terimakasih atas kesediaannya utk mampir di tulisan ini…
Menurut saya tentu saja bisa karena sebagian dari kitab suci (Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur`an) isinya ada yang menceritakan kisah hidup Nabi-Nabi dan orang-orang terdahulu (sejarah mereka). Dan untuk perbandingannya maka sebagai contoh telah ditemukan pula sebuah prasasti yang bernama Ebla di Syria pada tahun 1975 yang diperkirakan berasal dari 2500 SM, dimana isinya memberikan informasi yang sungguh sangat penting dari sudut pandang perannya dalam memperjelas tentang Nabi-nabi dan letak geografis kaum-kaum yang disebutkan dalam Al Qur’an (baca: http://oediku.wordpress.com/2010/03/07/prasasti-ebla-2500-sm/).
wigonggo
Mei 11, 2010 at 4:20 pm
Setuju!
itulah mengapa malaikat protes ke Allah krn akan menciptakan manusia (lagi). “Bukankah manusia senang membuat kerusakan di bumi” protes malaikat ke Allah.(QS Al Baqarah:2). malaikat tentunya tidak akan protes bila sebelumnya tidak ada peristiwa penghancuran bumi oleh manusia.
Adam adalah manusia pertama di bumi yang disebut Allah dg Al Insaan, sedang manusia sebelumnya disebut Al Basyar.(Al Hijr 28-30) konon fosil Al Basyar berumur 9 jt thn lalu (Baca: Ternyata Adam dilahirkan karya Agus Mustofa). mgkn Arjuna dkk termasuk Al Basyar ini?
Wallahu ‘alam
oedi
Mei 17, 2010 at 11:58 am
Terimakasih atas kunjungan dan informasinya….
Ini sangat berguna bagi saya sebagai bahan kajian dan wacana baru…
Salam…
marco
Juni 17, 2010 at 3:24 am
HEBAT-HEBAT SAYA SALUT SAMA MEREKA
zero
Juni 19, 2010 at 3:32 pm
Anda sungguh mengagumkan !!! Terima kasih untuk artikelnya…
Kalau boleh tahu… berapa lama waktu anda untuk menyusun artikel ini (mulai dari pengumpulan sumber sampai penulisan selesai)? Saya sungguh tertarik dengan perjalanan peradaban manusia…
(we are not alone in this universe) (^o^)
oedi
Juni 21, 2010 at 12:14 pm
Saya juga ucapkan terimakasih untuk kunjungan dan dukungannya di tulisan ini….
Ah… jangan berlebihan seperti itu, saya bukanlah orang yang mengagumkan, saya hanya orang biasa yang mencoba untuk saling berbagi…. semoga menjadi manfaat bagi kita bersama…
Untuk waktu penulisan artikel ini (mulai dari pengumpulan sumber sampai penulisan selesai), kalau tidak salah saya membutuhkan waktu 3 hari.
davidh
Juni 21, 2010 at 1:44 pm
good stuff…like it!!!
Pring Lurus
Agustus 19, 2010 at 4:34 pm
Salam salut, tambah menarik. jadi ingat ramalan nostrademus, akan ada penemuan-penemuan baru di alam ini, yang akan merubah gambaran perjalanan sejarah umat manusia. Good Luck Bro..!
oedi
Agustus 20, 2010 at 6:35 am
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya di tulisan ini, semoga bermafaat
Ya mungkin saja ada kaitannya, kita lihat saja waktu yang akan menjawabnya.
cbs
Oktober 22, 2010 at 3:09 am
msh perlu d’ teliti lg kebenarnnya…., knp kita tidak ikut menelitinya skalian… biar lebih yakin…, ok…
oedi
Oktober 24, 2010 at 6:01 am
Yup saya setuju dengan itu, Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya.
fharon
November 5, 2010 at 2:41 am
sya kgum atas tulisan dan crita yg anda buat..!!!sukses slalu ya…
oedi
November 8, 2010 at 1:16 pm
Alhamdulillah… terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
ian
November 21, 2010 at 10:38 am
ulasan yg bagus mas,smoga ada info penelitian lebih lanjut tentang ini,tapi saya yakin di AL QURAN ada cuma bahasanya lebih tersirat tidak tersurat jadi harus dikaji ulang lebih dalam.karna QURAN klo dikaji lg isinya tentang teknologi byk contoh teleportase sudah ada di QURAN tapi tidak dijelaskan secara gmblang krna bahasa yg tersirat tsb.saya tunggu bahasan dan info lebih lanjut tentang topik ini mas.ok,Gudluck..
oedi
November 21, 2010 at 12:24 pm
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
Saya sangat sependapat dengan Anda, karena Al-Qur`an adalah firman yang sangat lengkap dari Allah SWT untuk hamba-Nya manusia sebagai pedoman setiap hidup dan kehidupannya.
Ya, begitulah indahnya Al-Qur`an dengan kehalusan bahasa yang tersirat sehingga kita termotivasi untuk terus belajar dan mengkaji isinya. Karena di dalamnya terdapat segala macam ilmu pengetahuan.
Semoga saya masih tetap dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang kajian ini.
opick
Desember 4, 2010 at 5:02 am
yes…. dapet lagi kajian yg menarik perhatian saya…. berarti org2 jaman dulu lebih maju dari pada sekarang…. pertanyaannya siapakah pada masa purbakala yang sudah menguasai teknologi tinggi pemotretan melalui angkasa luar?
apalah arti dari sebuah sejarah bila tanpa di yakini dengan ke Imanan… kita akan gila bila tak di barengi dengan iman…. bukan begitu om??? ^_^
saya masih penasaran dengan sejarah lemuria, dan catatan2 suku maya…. ^_^
oedi
Desember 6, 2010 at 12:01 pm
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
Hmm… Pertanyaan Anda ini sangat menarik dan akan menguras banyak energi para ilmuwan, arkeolog dan sejarawan, lantaran blm pernah ditemukan bukti ttg hal itu. Ttp saya yakin bahwa mereka telah memiliki pengetahuan yang luar biasa ttg itu, buktinya saja mengapa bangsa indian Maya bisa membuat kalender wkt yg sangat akurat untuk kurun wkt 5000 th. Berarti logikanya mereka tentulah sangat menguasai ilmu Falaq/Astronomi kan?
Saya sangat sependapat dengan Anda, bahwasannya Iman adalah hal yg paling utama dalam kehidupan kita ini. Tanpanya kita akan selalu terombang-ambing tak terarah bagai buih di tengah lautan. Sebagaimana kata Albert Einstein “Ilmu pengetahuan tanpa agama bagai rumah tanpa tiang dan pondasi”. Ia akan segera runtuh dan hilang tak berbekas.
Bila Anda penasaran dg Lemuria dan bangsa Maya coba baca link tulisan saya berikut, semoga bisa membantu:
* http://oediku.wordpress.com/2009/06/19/misteri-peradaban-lemuria/
* http://oediku.wordpress.com/2009/06/19/melacak-peradaban-atlantis-yang-hilang-di-telan-waktu/
rian
Januari 22, 2011 at 1:41 pm
Setuju, semua yang pernah lahir, hidup, kematian adalah pasti, demikian juga peradaban suatu bangsa, lahir, berkembang, mencapai kejayaan, akhirnya runtuh dan hanya meninggalkan bekas-bekas, ini adalah siklus dan juga merupakan hukum alam.
oedi
Januari 25, 2011 at 6:15 am
Ya, saya sependapat dengan Rian, karena itu sudah menjadi Hukum yang Tuhan tetapkan bagi kehidupan di alam semesta ini. Tinggal kita yang lebih cerdas mengambil semua hikmadi yang terkandung di dalam setiap zaman dan kejadian.
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya di tulisan ini, semoga bermanfaat.
Runde
Maret 5, 2011 at 8:29 am
wah ternyata ad juga yang mengulas topik ini y, lengkap banget mas,
q waktu SMA pake topik ttg UFO berasal dari perdaban lama ” buat tugas akhir TIK, ternyata ulasan dr mas ini sangat mendalam , ck q makin merinding ….. sumpah keren bgt topixnya bkn sekedar Copas, Thank ‘s mas
oedi
Maret 5, 2011 at 1:27 pm
Okey… makasih untuk kunjungan dan dukungannya,
Syukurlah kalau memang begitu, semoga bermanfaat
Corleone
Juni 6, 2011 at 3:02 am
bro, ada baiknya lo baca jg referensi dari Prof. Arysio Santos, judulnya: Atlantis The Lost Continent Finally Found.
udah ada versi terjemahannya, menurut gw sih paparan prof. arysio lebih realistis, bahwa gambar2 dari artefak kuno itu lebih kepada simbolisasi saja. sebenarnya kondisi perang itu lebih di artikan sebagai peristiwa meletusnya 2 gunung besar didunia yg menyebabkan hilangnya sebagaian ras manusia. buat lebih jelas coba deh lo beli bukunya. Buat gw ini buku realistis banget baik dari sisi ilmiah maupun spiritual, dan tidak bertentangan ama agama manapun.
cek itdot bro… semoga menambah pencerahannya… Amiin….
oedi
Juni 8, 2011 at 1:30 pm
Okey bro… makasih atas saran dan infonya…
asepeasttimor
Juni 29, 2011 at 7:17 pm
bro salam kenal, sebetulnya saya kaget dgn baca artikel anda, kaget karena ada hubungannya dengan informasi tentang asal usul keberadaan manusia dan Alien yg menyatakan bahwa:
Nabi Adam (ADHAMA) adalah manusia sempurna (kemampuan Tenaga Dalam 100%) pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Ukuran ADHAMA lebih besar dari manusia sekarang. Jarak antara para Nabi dan Rasul tersebut berjumlah ribuan tahun.
ADHAMA kemudian turun ke Bumi dan beranak pinak. Kemampuan 100% ini diturunkan hingga membentuk lima bangsa besar yaitu bangsa TARX, MOSRAM, BROPA, ZNEZNELA dan KRAIRON. Mereka memiliki kekuatan luar biasa sehingga tidak memiliki hambatan untuk tinggal di bagian belahan dunia manapun, termasuk di bagian bawah bumi.
Kelima bangsa ini memiliki kekuatan luar biasa sehingga tidak memiliki hambatan untuk tinggal di bagian belahan dunia manapun, termasuk di bagian bawah bumi. Meskipun masih satu gen dari ADHAMA, namun perawakan fisik mereka berbeda-beda dikarenakan beradaptasi dengan lingkungannya selama berabad-abad. Dengan kemampuannya ini juga, mereka mampu melakukan banyak hal, yang sifatnya membangun atau merusak. Sebagian di antara mereka melakukan kerusakan di alam semesta. Salah satu bukti kerusakan itu adalah Mars yang tadinya merupakan planet hijau dengan daun-daun yang lebar-lebar menjadi planet Mars sekarang.
Jejak peninggalan ras manusia sempurna dapat dilacak dalam berbagai legenda di banyak Negara. Salah satunya di Mesir. Di sana ada legenda mengenai Ratu Nefertiti yang bentuk kepalanya seperti bangsa MOSRAM dan Anubis, yaitu makhluk hybrid berkepala anjing dan berbadan manusia. Mereka ini dianggap dewa karena memiliki kemampuan yang dahsyat, padahal mereka adalah makhluk hasil rekayasa genetika bangsa MOSRAM.
ADHAMA memutuskan untuk mengkloning manusia dengan mengurangi kapasitas otak manusia dari 100% menjadi 2.5%. Dengan kapasitas 2.5% ini, manusia dinilai cukup untuk mengatasi permasalahan yang ada di bumi. Pada masa nabi Idris AS, manusia sudah berada pada kondisi dikloning dengan kemampuan 2.5%. Sedangkan merekanya sendiri pergi dari bumi dan menetap di sekitar bumi (bulan dsb) atau di lipatan antar dimensi. Sebagian bangsa yang bermigrasi dari bumi ini ada yg menempati ‘sisi gelap bulan’
Kadang-kadang mereka “mengintip” Planet Bumi dan kita kenal sebagai Alien. Kegiatan “mengintip” ini dilakukan untuk membuktikan masa depan dengan teknologinya. Planet bumi dilihat sebagai planet yang aman untuk ditinjau karena dengan teknologi kita yang sekarang, kita tidak mampu membela diri dari tindakan alien. Sementara bila mereka menyelidiki bangsa lain resikonya cukup tinggi karena kemampuan teknologi yang seimbang. Dalam kegiatan “mengintip”nya, para alien juga sering mencuri informasi dari menara-menara selular yang banyak terdapat di bumi.
saya rasa bangsa TARX, MOSRAM, BROPA, ZNEZNELA dan KRAIRON, ada hubungannya dgn bangsa Atlantis, LEMURIAN (yang diceritakan telah berimigrasi ke planet lain) dan Mahabharata.
oedi
Juni 30, 2011 at 3:35 am
Wow… informasi yang Anda jelaskan diatas cukup menarik, bahkan seperti kisah-kisah dalam cerita fiksi…. boleh tau dari mana sumbernya??
Ya, mungkin saja ada kaitannya antara Atlantis – Lemuria – Ramayana – Mahabharata – Nusantara, semua bisa saja benar adanya, karena tidak ada yang tidak mungkin di jagat raya ini… setiap kita boleh saja memiliki pendapat dan anggapan sebagai penambah khazanah berpikir umat manusia, masalah benar atau salah tinggal waktu yang nanti membuktikannya… kita hanya bisa berusaha maksimal…
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya dalam tulisan ini, semoga bermanfaat…
arya kenceng
Juli 24, 2011 at 10:34 am
sebagai umat hindu saya bangga atas tulisan anda…saya sendiri lagi berpikir kerajaan sebesar majapahit situsnya seperti hilang..dan sastra negarakertagama pun ditemukan di lombok…bagamana menurut anda apakah mungkin kitab2 asli jaman siwa budha tidak ada tersisa sedikitpun,, bahkan yang ada kitab2 jaman mataram islam…
oedi
Juli 24, 2011 at 11:17 am
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Hmm.. menurut saya dan saya yakin bahwa kitab2 itu masih ada cuma siapa yg memegangnya yg tidak diketahui, atau bahkan tersembunyi di salah satu tempat yang sakral dan belum ada yg bisa menemukan lokasinya… nanti kalau sudah waktunya semua kitab2 itu akan bermunculan dengan melalui orang yang berjodoh untuk menemukannya, atau dengan sendirinya muncul melalui bantuan gaib… karena itu pula yang menjadi pertanda kebangkitan Nusantara… waktulah yg akan membuktikannya nanti…
Nb: sebagai tambahan, mengenai Majapahit silahkan berkunjung di tulisan saya ini: http://oediku.wordpress.com/2010/03/28/majapahit-bukti-kejayaan-nusantara/
jayusawus
Desember 24, 2012 at 12:58 pm
yg mataram byk yg diambil penjajah bro
kang_ulid
Agustus 29, 2011 at 10:59 pm
sippppppppppp kang!
kalo memang begitu adanya, apakah pantas kita sombong dengan keadaan kita sekarang???
oedi
September 8, 2011 at 5:15 am
Hmm…. sebagai MANUSIA maka apapun kondisi kita sekarang bahkan nanti tentu tidak sepantasnya untuk berlaku sombong, karena itu tidak akan ada artinya. Justru kita mesti merasa “bodoh” agar nantinya mau terus berusaha dan belajar demi kehidupan yang lebih baik…
Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
indahparamita
Oktober 22, 2011 at 12:59 pm
Bahasanya agak diefektifkan dan cerita diringkas.
oedi
Oktober 27, 2011 at 2:34 am
Okey.. makasih atas komentarnya…
boed
Januari 7, 2012 at 1:45 pm
Weh manthaf kalee boz infonya! Oiya kalo nabi Adam kira2 lahir thn brapa ya boz? (swear.. jd pusing aq hehe) salam
oedi
Januari 16, 2012 at 12:11 pm
Syukurlah kalau gitu.. senang mendapat tanggapan positif atas tulisan ini… semoga bermanfaat..
Hmm… saya gak bisa memastikan kapan, mungkin saja milyaran tahun yang lalu… hehe…
Gus jai panji RASA
Februari 4, 2012 at 1:58 am
Mantab sekali
oedi
Februari 9, 2012 at 5:15 pm
Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
roza
Februari 4, 2012 at 6:44 pm
lanjut kang Samantho.
oedi
Februari 9, 2012 at 5:18 pm
Okey.. makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
dip
Maret 1, 2012 at 6:42 am
two thumb up!
ada link sejarah2 kerajaan nusantara?
trms
oedi
Maret 1, 2012 at 1:37 pm
Wokey makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
Oh ada, seperti: http://oediku.wordpress.com/2010/03/28/majapahit-bukti-kejayaan-nusantara/#more-1766 atau http://oediku.wordpress.com/2010/12/16/dharmasraya-ibukota-kerajaan-melayu-di-sumatera/#more-2881 atau http://oediku.wordpress.com/2010/11/25/sejarah-dan-asal-muasal-propinsi-jambi/
Untuk lebih banyak lagi, silahkan pilih di halama blog saya ini: http://oediku.wordpress.com/tulisan_ku/
Selamat membaca..
beny maulana
Maret 7, 2012 at 3:36 am
subhanallah begitulah Sang Maha Penguasa telah mengatur skenario kehidupan manusia di muka bumi mantap mas..
oedi
Maret 11, 2012 at 4:47 am
Iya Ben, semua itu adalah satu dari bentuk skenario yang telah Dia kehendaki bagi ciptaan-Nya, kita hanya bisa berserah diri dan terus saja mempertahankan kebenaran yang ada di dalam diri pribadi, agar selamat dan mendapatkan ridha-Nya.. Dari kisah di atas, maka jika kita cerdas, maka bisa mengambilnya sebagai pedoman hidup dan khususnya jangan meniru hal yg tidak baik (perang saudara) itu, demi kebaikan bersama…
Okey, sekali lagi makasih karena masih berkunjung di blog ini, semoga tetap bermanfaat..
Gung aji
April 2, 2012 at 4:32 pm
Saya bangga sekali dgn penelitiannya dan dapat membacanya dan pengetahuan yg selama ini tdk tahu, menjadi tahu, terimakasih saya tunggu yg lainnya. Mantaap…II
oedi
April 6, 2012 at 7:55 am
Subhanallah.. syukurlah bila demikian, karena memang itulah yang menjadi harapan saya dalam membuat tulisan ini…
Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, silahkan tunggu saja tulisan lainnya, semoga bermanfaat..
ika kurniawati
April 5, 2012 at 7:36 am
keren banget infonya…luar bisa dah.
oedi
April 6, 2012 at 7:58 am
Subhanallah.. syukurlah bila demikian, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
zeq
Juli 26, 2012 at 10:04 am
Islam tidak mengenal Weda, bagaimana bisa percaya.. Al’quran tidak pernah sebutkan itu.. Agama kafir memang tidak dirodoi, bagaimana bisa mensejahterakan manusia.. Lihat ARAB SAUDI dengan Islam-nya, pasti ARAB menjadi negara kaya Raya kan.. Bayangkan coba.. setiap musim haji.. berapa uang terkumpul dari seluruh Dunia untuk ARAB SAUDI… makanya ingat, ingat, ingat … mau sejahtera kan….?????
PAHAMI PERBEDAAN
Agustus 2, 2012 at 3:26 am
Memang tidak mengenal, karena karena Weda adalah kitab suci Hindu. Al’quran tidak menyebutkan karena Islam muncul jauhh setelah Hindu. Anda sebaiknya tidak menghina agama orang lain, bagimana kalau agama anda yg dihina termasuk pemakaian kekerasan termasuk bom di agama anda. Arab kaya karena sumber minyak bukan karena Islam, setiap musim haji memang banyakkk uang yg terkumpul, itu karena Kaabah ada di sana..orang goblok aja bisa ngeliat ini..
JGN SARA
Agustus 4, 2012 at 4:15 am
buat bro zeg…jgn bikin malu Islam..dgn pernyataan bodoh…u mungkin tidak mendapat pendidikan agama dgn baik…Islam tidak mengenal SARA..dan jgn lupa selain Arab ada juga Pakistan, Bangladesh, dan Afganistan selain beberapa negara di Afrika yg luluh lantak karena perang dan kemiskinan padahal di sana mayoritas Islam…
Neriatu
Agustus 14, 2012 at 9:54 pm
Saya amat sangat setuju dengan artikelnya masbroo!! cukup lengkap dan menarik.. memang sudah banyak bukti bahwa zaman dulu tidak seprimitive teori darwin.. salah satunya peninggalan lemurian di indonesia berupa gunung padang dan gunung sadahurip serta diindikasikan banyak terdapat piramida bawah laut di perairan indonesia.
gusgee
Agustus 21, 2012 at 10:07 am
mantap mas udi….update terus beritanya…ternyata orang orang era sekarang jauh lebih bodoh dari zaman dulu ya….
Eleven
Agustus 25, 2012 at 7:57 am
Dengan segala keterbatasan pikiran, saya kok ragu tentang hal itu. Ragu dalam hal teknologi manusia jaman dulu sudah mencapai taraf demikian maju. Semua bisa saja benar menurut penemuan/peninggalan yang ditemukan, tapi bisa saja benar (dalam hal nuklir). Kalau kita amati orang orang jaman dulu lebih mengutamakan spiritual dibanding penalaran. Hal hal yang bersifat magis lebih banyak dipraktekan dimana dari segi penalaran untuk manusia modern susah untuk di cerna. Dari segi teknologi yg ditemukan peninggalan jaman dulu bisa jadi bukan dari manusia (dalam hal ini penambangan uranium dan pemakaian nuklir). Kalo kita pernah baca ditemukannya UFO, Alien…mungkin saja merekalah yg melakukan itu. Pastinya ini juga akan menjadi kontroversi karena semua belum bisa dibuktikan secara gamblang. Seperti yg media menyebutkan konon teknologi mereka sudah sangat maju sehingga mampu sampai ke planet Bumi.
Btw tulisan anda sangat membantu, karena kita jadi penasaran dan merangsang untuk terus berpikir, dan lebih dari semua itu kita semakin merasa kecil di hadapan Allah SWT. Betapa besar Ilmu Allah dan manusia yg katanya pintar sekalipun hanya sedikit sekali ilmunya yg didapatkan dari Sang Maha Besar. Terima kasih.
bugik
Oktober 29, 2012 at 12:31 pm
Keren tulisannya. Apapun itu pasti bisa terjadi kalo sudah sesuai dengan kehendak Yang Di Atas.
Muhammad Nizam Abdul Majid
Oktober 31, 2012 at 12:04 pm
makasih ya om..saya mahasiswa dari malaysia amat senang dengan penulisannya…syabas..
arie kusuma
Desember 21, 2012 at 2:27 pm
wah…. saya juga meyakinkan bahwa kisah rama dewa itu nyata. dari tulisan yang anda buat. di saat ini kita kembali ke jaman kali yuga, jangan biarkan jaman ini berakhir karena adanya perang lagi. kita belajar dari sejarah yang terdahulu.
sri rejeki
Februari 12, 2013 at 1:14 pm
Saya org jawa yg seneng sekali dengerin kisah2 wayang dan ketoprak saat msh kecil…dlm hati kecil aku gk percaya kalau itu cuma dongeng …ternyata skg dah ada artikel yg bisa membuktikan kalau cerita itu sejarah dimasa lampau…karena didaerah saya waktu kecil ada peninggalan2 berupa batu besar yg ada telapak kaki manusia tetapi ukuran telapaknya tidak seperti manusia skr. Kata org n crita2 itu telapak kaki gareng pembantunya arjuna…trus ada juga goa blimbing katanya itu tempat pertapaan arjuna…waAllahualam semua itu..dan yg aneh dusun saya namanya hendrokilo, dan tempat yg ada peninggalan tsb bernama gunung indrokilo…apa suatu kebetulan?…daerah itu termasuk wilayah kelurahan nepen, kec teras dan kelurahan kemiri kec mojosongo kab boyolali…
Novianto eko
Februari 22, 2013 at 3:35 am
Maaf saya tidak setuju jika menyatakan bawha perang mahabhrata adalah perang nuklir karena saya tidak pernah menemukan dalam kitab mahabrata bahwa Arjuna mengunakan kendaraan terbang dan menembakan senjata seperti rudal dan menewaskan jutaan jiwa.
dan foto relief mesir itu ada penjelasan anda bisa melihat disini
http://xfile-enigma.blogspot.com/2009/12/ukiran-helikopter-di-dinding-kuil.html
Yeni Sulastriyani
April 19, 2013 at 5:02 pm
sy sependapat dgn Novianto eko + Penemuan para arkeolog jgn dihubung2kn dengan cerita mahabarata-perang bharatayuda yg blm jelas kebenarannya apalg dlm cerita para pandawa + drupadi itu tdk musnah krn perang nuklir melainkan mati krn mendaki puncak gunung mahameru (gunung himalaya) yg terletak di india. hanya 1 orang yg tidak mati yaitu yudistira. dlm cerita tidak semua yg ikut perang bharatayuda mati di medan perang…..bisa saja mati krn penyakit kan, bs jg mati krn bencana alam letusan gunung merapi jg dll….
heru
Mei 2, 2013 at 12:42 pm
apakah benar di daerah distrik Rajasthan , 10 mil sebelah barat ibu kota johdpur di temukan permukaan tanahnya mengadung radioaktif seluas 3 mil persegi . sehingga daerah itu dinyatakan berbahaya