Perjalanan Oedi_ku

Salam kebahagiaan penuh cinta untuk kita semua….

Arsip untuk November, 2008

Pujian & Cobaan

Ditulis oleh oedi di/pada November 19, 2008

b

Dindaku… Kata sanjungan dan pujian  memang terasa begitu indah dan memikat bahkan tak heran jika kita akan berbesar hati karenanya. Merasa puas terhadap sebuah hasil yang telah diperoleh. Merasa kaulah yang terbaik dan tidak ada yang lebih dari dirimu selama ini…

Tetapi ingatlah… Jika kita tidak pandai dalam memanajemen hati dan terus bercermin dengan itu semua, maka ia akan membutakan mata hatimu, ia akan membawamu mengarungi dunia kesombongan dan kemunafikan… Kau akan berkubang bersama lembu dusta dan kehinaan serta khayalan yang mengggilakan….

Jadi sebaiknya terimalah sebuah pujian dan sanjungan itu sebagai sebuah cobaan… cobaan yang dialamatkan pada kita sendiri. Yang akan membuat kita terus berusaha untuk menjaga sebuah kepercayaan atau bahkan amanah yang telah diberikan orang lain.

Dengan demikian kitapun akan selalu terpancing dalam upaya memperbaiki setiap kekurangan dan kesalahan yang pernah dilakukan oleh diri.

Karena jika demikian, maka itulah satu contoh prilaku orang yang bijaksana…

 

[Oedi, Nopember 2008]

Ditulis dalam Puisi_ku, Tulisan_ku | Leave a Comment »

Nafas Hidup dan Kehidupan

Ditulis oleh oedi di/pada November 14, 2008

jalan-sempit01-copy

Wahai engkau yang berhati jernih…. Ketahuilah bahwa dalam setiap tarikan nafas hidup, maka disanalah ada kesempatan besar harapan kepada diri kita untuk dapat dengan leluasa mendapatkan kebahagiaan. Meskipun dengan berjuta kesedihan dan penderitaan yang dilalui, namun jika kita cermat dalam mengambil kesimpulan dan makna yang terkandung di dalamnya maka seiring itu pula akan hadir kebahagiaan dan keindahan didalam hidup ini. Meskipun secara logika itu tidak akan menunjukkan sebuah keadaan yang baik karena banyak kepedihan yang beriring bersamanya namun sadarilah bahwa terkadang keindahan itu akan jauh lebih indah dan berkesan ketika ia hadir dengan wajah kesedihan. Tinggal saja kita yang harus lebih cermat dan pandai dalam menentukan sikap dan perilaku untuk kemudian mengambil sebuah kesimpulan.

Dan ketahuilah juga bahwa dalam tiap-tiap hembusan nafas hidup itu telah terangkai indah cita-cita dan harapan merajut kisah sebuah keabadian, menoreh pada kesejatian cinta. Namun entah mengapa pada suatu ketika, suatu masa yang terlewati, penyesalan kerap kali membelenggu kepada jiwa yang terus menghampa dan akhirnya turut menjerumuskan hati pada lembah dusta dan kemunafiqkan saja. Sungguh sia-sia… ketika raga berucap kebenaran sedangkan hati dan akhlakmu masih cinta pada kebathilan dan ruang penuh dosa.. (Sebuah puisi yang di tulis di Jenon, Klaten, 08 Agustus 2008).

Memang benar adanya bahwa manusia banyak memiliki kekurangan dan kekhilafan selama menjalani kehidupan ini, tetapi sebagai mahkluk yang oleh Tuhan diberikan anugrah akal dan pikiran maka sudah seyogyanya untuk kita menjalani setiap kehidupan dengan cara sebagai mahkluk yang paling sempurna. Karena hikmah yang terkandung didalamnya akan jauh lebih berharga dan berkelas baik selama masih didunia maupun kelak ketika di kehidupan yang kedua. Begitupun yang akan ada ketika kita menjalani sebuah cinta bersama orang yang paling dikasihi, keindahan dan kenikmatannya akan jauh terasa ketika sikap wajar dan apa adanya terus diusung kepada hati dan jiwa keduanya. Meskipun akan banyak perselisihan dan perbedaan di dalamnya tetapi terkadang justru itu akan semakin menambah keindahnya. Bahkan ketika perpisahan dan kematian merentangkan jarak antara keduanya maka sungguh tidak akan mempengaruhi rasa yang telah tertanam di kalbu masing-masing. Dan dari waktu yang terlewati maka semua akan turut pula memupuk kebersamaan dan keagungan cinta.

Begitupun sebaliknya jika kita lakoni, maka bersamaan ataupun sesudahnya akan turut pula hadir penyesalan dan kekecewaan. Dan ini juga akan terus menghimpit hati dan jiwamu hingga pada batas terendah untuk bertahan. Sungguh sebuah keadaan dan peristiwa yang sangat tidak mengenakkan baik dalam jangka waktu singkat ataupun panjang. Karena akan tetap dirasakan hingga kaupun bosan dengan sendirinya.

Itulah keindahan dan penderitaan cinta yang bisa dijabarkan dalam bahasa manusia. Karena sesungguhnya masih banyak lagi yang dapat di jelaskan tetapi terkadang sangat sulit untuk di beritakan. Dan meskipun singkat, dengan penjelasan diatas tadi maka sebenarnya kesemuanya telah turut mewakili sebagian dari makna sebuah cinta. Tergantung kita sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna untuk dapat mengambil sebuah kesimpulan yang berharga. Karena semenjak ruh di tiupkan kedalam jasad maka sejak saat itu pula kita oleh Tuhan diberi kesempatan untuk memilih diantara dua pilihan. Antara kebaikan dan kebathilan, yang dengannya nanti kita akan menerima hikmahnya. Namun terkadang entah mengapa banyak sekali jiwa yang tersesat dan terus tenang pada sebuah ruang yang gelap dan hina dimana dengan besarnya cinta yang kau usung kepada kekasih terkadang kau jerumuskan jiwamu pada lembah dosa, dalam kasihsayang besar kepada kekasih bahkan itu bisa menjatuhkan harga dirimu ketempat terendah, kau tau mengapa?? itu karena cinta dan kasihsayang yang kau beri hanya nafsu dan belum halal bagimu.. (Sebuah puisi yang ditulis di Jenon, Klaten, 07 Agustus 2008). Sehingga pada suatu ketika maka pikiranku ruet dan berjubel dalam kondisi yang ada belakangan ini, peristiwa yang tampil di hadapanku sering sederetan dengan kemunafiqkan belaka oleh mereka, padahal mereka mengaku setia dan beriman. Sulit untukku menuntun dan berdakwah kepada jiwa-jiwa yang tidak haus akan cahaya kemuliaan (Sebuah puisi yang ditulis di Jenon, Klaten, 10 Agustus 2008).

(Oedi`, 14 Nop 2008)

[Tulisan diatas adalah sebuah penggalan cerita dari novel terbaruku]

Ditulis dalam Buku_ku, Tulisan_ku | 2 Komentar »

Kedewasaan Sikap

Ditulis oleh oedi di/pada November 11, 2008

puncak-merbabu

Dalam perjalanan hidup ini… Kreatifitas merupakan jalan menuju sebuah cita-cita dan keinginan… Dan itu semua haruslah diperjuangkan dengan cara yang benar dan diridhoi…

Dindaku… Jika kita ingin sukses dan berhasil dalam kehidupan ini, maka sikap optimis, pantang menyerah disertai sabar, tabah dan tawakal merupakan sikap yang harus di tanamkan sejak dini. Karena dapat memacu semangat dan rasa tanggungjawab kita yang tidak hanya pada diri sendiri melainkan pada orang tua, anak, istri, teman, bahkan mungkin dalam ruang lingkup yang jauh lebih luas lagi.

Dindaku… Dalam hidup ini sebagai manusia biasa seyogyanya kita pasti pernah merasakan sedih, kecewa, bahkan sakit hati karena sebuah kegagalan yang seolah-olah selalu mendera kita dan tentunya kita sangatlah mengharapkan sebuah keberhasilan darinya namun apalah daya waktu terkadang berkehendak lain dan kita tidak dapat menggapainya bahkan telah kandas terlebih dahulu di tengah perjalanan dan kitapun belum sempat untuk melangkah lebih jauh lagi.

Jangan takut dindaku… justru dengan demikian kita dapat mengambil sebuah pelajaran yang berharga dengan merenungkan kembali kesalahan yang telah kita perbuat selama ini dan itu merupakan tolak ukur yang sangat akurat untuk menghindari dampak negative yang akan timbul dan menjadi tembok penghambat keberhasilan kita kelak di kemudian hari.

Dindaku… Bukankah ada satu pepatah lama berwasiat kepada kita bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda…??

Jadi Dindaku…. Guru yang paling baik adalah pengalaman kita dalam menyikapi setiap permasalahan, kemudian didukung oleh usaha menghindari masalah-masalah yang baru datang, Karena upaya untuk mempersempit ruang masalah akan membuka peluang sukses yang jauh lebih besar…

Demikian pula sebaliknya, namun jika satu permasalahan datang menerpa janganlah lari darinya tetapi hadapilah dengan sikap arif dan bijaksana…

Ingatlah dindaku… Jika semakin banyak seseorang dapat menyelesaikan permasalahan maka dengan sendirinya akan terbentuklah kedewasaan….

Dan aku yakin kaupun memilikinya…. Karena itulah dirimu…

Ditulis dalam Tulisan_ku | 4 Komentar »

Keraton Putih

Ditulis oleh oedi di/pada November 10, 2008

Terangkai indah kesturi jingga
Jauh merongrong suasana jiwa dalam nestapa
Aura sunsetpun terus berganti dengan janji malam yang panjang
Hingga saat kulihat dan rasakan kembali
Laba-laba sutra telah menyulam setiap jengkal keraton putih dengan cinta…

(Oedi`)

Ditulis dalam Puisi_ku | Leave a Comment »

Menyesal

Ditulis oleh oedi di/pada November 10, 2008

Leburkan hatimu pada keterpurukan semangat,
Larutkan jiwamu pada kesia-siaan hidup,
Maka kau akan terluka.
Rebahkan pandangmu pada kemaksiatan,
Jatuhkan arahmu pada kesesatan,
Maka kendatinya kau akan berduka.
Kejarlah, gapailah dunia itu selalu
Karena kaupun akan menyesal…

(Oedi`)

Ditulis dalam Puisi_ku | Leave a Comment »

Seperti bintang

Ditulis oleh oedi di/pada November 8, 2008

andai saja engkau tau resahku karenamu
andai aku dibenakmu alangkah indah dunia
bila ada satu namaku rindu
selalu sebutkan dirimu

seperti bintang indah matamu
andaikan sinarnya untuk aku
seperti ombak debar jantungku
menanti jawabanmu

pernah aku dengar darimu
engkau kini sendiri
namun adakah kau dengarkan aku
yang benar inginkan kamu

seperti bintang indah matamu
andaikan sinarnya untuk aku
seperti ombak debar jantungku
menanti jawabanmu

mungkin aku terlalu berharap kepadamu
andainya aku curi hatimu

seperti bintang indah matamu
andaikan sinarnya untuk aku
seperti ombak debar jantungku
menanti jawabanmu

[hehe... lagu yang bagus banget dan ga tau nech aku sekarang lg senang banget dengan ini lagu "Seperti Bintang (Yovi & Nuno). chayoo Oedi`....]

Ditulis dalam Tulisan_ku | Leave a Comment »